cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Department of Naval Architecture
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Jurusan Teknik Perkapalan yang berisi artikel karya ilmiah mahasiswa program Sarjana Teknik Perkapalan universitas Diponegoro
Arjuna Subject : -
Articles 797 Documents
Pengaruh Perubahan General Arrangement Kapal Perintis 500 DWT Terhadap Perfomance Stabilitas dan Seakeeping Rifki Hanif Sya'ban
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 6, No 4 (2018): Oktober
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stabilitas kapal adalah kemampuan kapal untuk kembali keposisi semula setelah mengalami oleng. Stabilitas merupakan hal yang penting dalam perencanaan pembangunan dan pengoperasian kapal, karena stabilitas dapat berpengaruh pada keselamatan penumpang, muatan dan kapal itu sendiri. Dalam penelitian ini, akan diketahui bagaimana pengaruh perubahan general arrangement terhadap stabilitas kapal perintis 500 DWT. Setelah dilakukan perhitungan analisa stabilitas kapal perintis 500 DWT, maka didapatkan hasil perbandingan dari semua model yang paling berpengaruh untuk menambah stabilitas adalah model sesudah perubahan. Model sebelum perubahan kondisi penuh memiliki nilai GZ 2,222 M dengan derajat kemiringan (angle of heel) 58,2‘ dan model sesudah perubahan kondisi penuh memiliki nilai GZ 2,488 M dengan derajat kemiringan (angle of heel) 60‘ yang memiliki perbedaan sebesar 11,9%, sedangkan pada kondisi setengah penuh, model sebelum perubahan memiliki nilai GZ 1,660 M dengan derajat kemiringan (angle of heel) 53,6‘ dan model sesudah perubahan memiliki nilai GZ 1,990 M dengan derajat kemiringan (angle of heel) 56,4‘ yang memiliki perbedaan sebesar 19,8% dan pada kondisi kosong, model sebelum perubahan memiliki nilai GZ 1,954 M dengan derajat kemiringan (angle of heel) 56,4‘ dan model sesudah perubahan memiliki nilai GZ 2,386 M dengan derajat kemiringan (angle of heel) 60‘ yang memiliki perbedaan sebesar 22,10%.
KAJIAN EKSPERIMEN PENGGUNAAN MEDIA PENDINGIN IKAN BERUPA ES BASAH DAN ICE PACK SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN PERFORMANCE TEMPAT PENYIMPANAN IKAN HASIL TANGKAPAN NELAYAN Tito Adi Nugroho; Kiryanto Kiryanto; Berlian Arswendo Adietya
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 4, No 4 (2016): OKTOBER
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (818.139 KB)

Abstract

Hasil tangkapan ikan membutuhkan penanganan khusus untuk menjaga ikan tetap segar, Penanganan hasil tangkapan ikan menggunakan kapal ikan tradisional biasanya menggunakan media pendingin dengan es basah, selain itu terdapat salah satu yang dapat dijadikan alternatif media pendingin menggunakan es basah yaitu Ice Pack karena dapat digunakan berulang kali dengan didinginkan terlebih dahulu menggunakan freezer, namun ice pack masih belum banyak digunakan di bidang perikanan, untuk mengetahui apakah Ice Pack layak dijadikan alternatif media pendingin selain es basah maka perlu dilakukan percobaan untuk mengetahui performance media pendingin ikan yang paling baik dalam mempertahankan sistem pendinginan berada pada suhu ≤ 0°C dan Mengetahui biaya operasional yang lebih optimal untuk media pendingin ikan antara Es Basah dan Ice Pack. Ice Pack merupakan media pendingin yang berada pada suatu wadah solid maupun fleksibel dan dapat digunakan berulang kali dengan bahan penyusun yang bervariasi dengan tujuan menurunkan titik beku pada campuran bahan Ice Pack. Percobaan dilakukan dalam dua tahap yaitu dengan beban udara, lalu dilanjutkan dengan beban panas ikan untuk masing masing media pendingin pada box styrofoam yang berbeda.  Dari hasil percobaan ini,didapatkan penurunan titik beku ice pack sebesar maksimal -12,3°C menggunakan freezer rumah tangga dengan perbandingan 1:5 alkohol dan air, dan terbukti Ice Pack mampu menjaga suhu badan Ikan berada pada suhu -1,3°C , dibandingkan Es Basah yang sudah berada pada suhu 5,4°C pada jam ke-6, serta biaya operasional menggunakan Ice Pack hanya membutuhkan 53.71% dari biaya operasional saat menggunakan es basah selama 5 tahun
Analisa Stabilitas Dan Olah Gerak TK. Permata Barito 460 DWT Setelah Penambahan Crawler Crane Dengan Variasi Posisi Sudut Angkat dan Rotasi Najma Hozilah; Parlindungan Manik; Imam Pujo Mulyatno
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 6, No 4 (2018): Oktober
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stabilitas kapal adalah kemampuan kapal untuk kembali keposisi semula setelah mengalami oleng. Stabilitas merupakan hal yang penting dalam perencanaan pembangunan dan pengoperasian kapal, karena dapat berpengaruh pada keselamatan penumpang, muatan dan kapal itu sendiri. [1] Salah satu appendage pada TK. Permata Barito 460 DWT adalah crane. tujuan dari penambahan crane tersebut untuk memaksimalkan pengambilan batu bara yang tersisa pada Tongkang yang akan dipindahkan ke mother vessel yaitu dengan menambahkan crawler crane pada deck barge. Dalam penelitian ini, akan dianalisa pengaruh penambahan crawler crane dengan penempatan posisi sudut rotasi dan sudut angkat yang terbaik untuk stabilitas kapal dan olah gerak yang memenuhi kriteria. Metode penelitian ini adalah menganalisa data yang ada menggunakan Software Maxsurf Stability dan Maxsurf Motion. Setelah penambahan crawler crane dilakukan perhitungan analisa stabilitas pada 5 model 13 kondisi, maka didapatkan hasil dengan variasi posisi sudut rotasi dan sudut angkat crane pada kondisi equilibrium kritis yaitu saat posisi sudut rotasi  dan . Dimana kedua sudut rotasi tersebut memiliki titik equilibrium yang tidak sesuai dengan kriteria apabila beban angkat crane sebesar 55 Ton. Untuk mencapai titik equilibrium yang sesuai dengan aturan IMO MSC.267(85) Code on intacts stability Part B For Pontoons maka perlu adanya pengurangan beban angkat dari 55Ton menjadi 31,70 Ton. Sedangkan, perhitungan olah gerak kapal didapatkan RAO tertinggi heave  pada sudut masuk , rolling pada 900 (Beam) , 1350 (Bow Quartering) dan 1800 (Head) tampak sama, dan untuk RAO pitching kedua tertinggi terdapat pada sudut 900 (Beam). Semua kondisi tersebut memiliki hasil yang telah memenuhi kriteria penerimaan olah gerak kapal.
ANALISA TEKNIS DAN EKONOMIS MODIFIKASI LANDING CRAFT TANK (LCT) CONQUEST MENJADI SELF PROPELLED OIL BARGE (SPOB) Mukhama Ghulamuddin; Untung Budiarto; Good Rindo
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 3, No 4 (2015): OKTOBER
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (551.638 KB)

Abstract

Modifikasi Landing Craft Tank (LCT) menjadi  Self ropelled Oil Barge (SPOB) semakin banyak dilakukan. Modifikasi ini dilakukan  karena Landing Craft Tank (LCT) sudah tidak dapat digunakan sebagai alat transportasi yang digunakan untuk mengangkut minyak. Secara teknis Landing Craft Tank (LCT) tidak memenuhi persyaratan  sebagai Oil Tank yang terdapat dalam kebijakan Direktur PT. Pertamina Nomor: 754/F3422/2011-SO tentang kebijakan Sarana Angkut BBM via Laut atau Air, dinyatakan bahwa kapal Landing Craft Tank (LCT) tidak dapat dipergunakan sebagai sarana angkut BBM kecuali telah dimodifikasi dan disesuaikan notasinya baik dari bidang klasifikasi maupun statutori. Pada analisa ini akan dibahas mengenai modifikasi Landing Craft Tank (LCT) menjadi Self Propelled Oil Barge (SPOB). Analisa teknis yang dilakukan harus sesuai dengan kriteria permintaan owner,  Mendapatkan Analisa teknis terhadap hasil desain modifikasi meliputi perhitungan hidrostatic , nilai stabilitas kapal berdasarkan IMO, Analisa ekonomis dapat dihitung biaya yang digunakan untuk melakukan modifikasi Landing Craft Tank (LCT) menjadi Self Propelled Oil Barge (SPOB). Biaya yang dikeluarkan untuk melakuka modifikasi Landing Craft Tank (LCT) menjadi Self Propelled Oil Barge (SPOB) adalah sebesar Rp961.129.40,-. Modal Investasi akan kembali dalam jangka waktu 3,62 tahun  (43,45 bulan)  dan proyek investasi ini dikatakan layak karena nilai PI > 1.
Analisa Kekuatan Struktur Stern Ramp Door KM.Gambolo dengan Variasi Beban Menggunakan Metode Elemen Hingga Hidayat, Nur Fajar; Mulyatno, Imam Pujo; Yudo, Hartono
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 5, No 1 (2017): Januari
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1272.604 KB)

Abstract

KM. GAMBOLO adalah kapal type (Ro  – Ro Passanger Ship) milik Direktorat Jendral Perhubungan Darat  yang memiliki rute pelayaran dari Padang-Mentawai sejauh 110 mil. Kapal ini mampu mengangkut penumpang dan kendaraan yang relatif banyak. Untuk memudahkan proses membongkar dan memuat kendaraan dari dermaga penyeberangan ke kapal, maka KM. GAMBOLO dilengkapi dengan akses keluar masuk kendaraan maupun penumpang berupa pintu rampa (ramp door). Penelitian tentang kekuatan konstruksi stern ramp door perlu diperhatikan karena jika terjadi perubahan muatan dari truk sedang diganti truk besar(tronton) struktur stern ramp door akan menerima beban yang lebih besar dari truk besar (tronton), karena awalnya stern ramp door direncanakan untuk dilewati truk sedang dan sedan. Titik tumpu pembebananyang digunakan berdasarkan dari peraturan dari Departemen Perhubungan Direktorat Jendral Perhubungan Darat tahun 2008. Analisa yang digunakan adalah analisa beban statis untuk mengetahui karakteristik dan letak tegangan terbesar pada konstruksi stern ramp door berdasarkan beberapa variasi pembebanan yaitu saat stern ramp door mengalami kemiringan 15o dan tidak mengalami kemiringan. Hasil analisa menggunakan program berbasis Metode Elemen Hingga didapatkan hasil stress terbesar sedan sebesar 15,4 N/ mm², truk sedang 43,3 N/ mm², Truk tronton 112N/ mm². Tegangan yang dihasilkan masih dalam kondisi aman, berdasarkan rules BKI yaitu 150 N/mm². Untuk sedan sf sebesar 9,74 truk sedang sf sebesar 3,46 dan truk tronton sf sebesar 1,34, sehingga jika terjadi penggantian muatan dari truk sedang ke truk tronton konstruksi ramp door K.M GAMBOLO masih dalam kondisi aman.
RANCANG BANGUN SISTEM REFRIGERATED SEA WATER (RSW) UNTUK KAPAL NELAYAN TRADISIONAL Heru Firmansyah; Untung Budiarto; Kiryanto Kiryanto
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 1, No 2 (2013): April
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada saat ini sistem pendingin telah banyak digunakan dibidang perkapalan, baik pada kapal niaga maupun kapal perikanan. Namun hal ini tidak ditemukan pada kapal nelayan tradisional jenis Cukrik, yang belum memiliki sistem pendingin khusus untuk menangani masalah penurunan kualitas hasil tangkapannya. Untuk mengatasi masalah tersebut perlu dilakukan pembuatan Refrigerated Sea Water (RSW) yang aplikatif untuk kapal nelayan tradisional. Tahapan dari penelitian ini yaitu menghitung beban pendingin yang merupakan dasar untuk menentukan komponen-komponen RSW seperti daya kompresor, kondensor dan evaporator. Selanjutnya hasil perakitan sistem RSW ini dilakukan pengujian di laboratorium. Dari perancangan ini didapatkan sebuah prototipe sistem RSW yang sederhana untuk kapal nelayan tradisional jenis Cukrik dengan kapasitas palka sebesar 0,095 m3. Pada saat dilakukan pengujian temperatur palka tanpa menggunakan air dibutuhkan waktu 1 jam untuk menghasilkan temperatur 0 0C, sedangkan pengujian dengan menggunakan air laut dibutuhkan waktu 7 jam untuk menghasilkan temperatur 5 0C. Sebelum diaplikasikan di kapal perlu dilakukan analisa stabilitas menggunakan software, berdasarkan analisa tersebut didapatkan perubahan stabilitas pada titik GZ berkurang 0,012 m sedangkan untuk titik GM berkurang 0,016 m
Analisa Stabilitas Dan Olah Gerak (Seakeeping) Kapal Pada Motor Ferry Horizon Star Setelah Dikonversi Dari Catamaran Offshore Supply Vessel Menjadi Passenger Ship Tobing, Christabel Giovanny; Manik, Parlindungan; Hadi, Eko Sasmito
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 6, No 4 (2018): Oktober
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

MF. Horizon Star merupakan kapal penunjang lepas pantai yang tidak beroperasi supaya kapal dapat tetap beroperasi, kapal dikonversi menjadi passanger ship. Kapal yang telah dikonversi akan dipakai untuk kapal penyeberangan, sehingga kapal dikonversi dengan menambahkan panjang kapal sehingga kapasitas muatan kapal dapat bertambah. Dalam penelitian ini dilakukan analisis stabilitas dan olah gerak pada kapal sebelum dan sesudah konversi. Dari hasil analisis stabilitas didapatkan kapal sebelum dan sesudah konversi memenuhi kriteria IMO A.749(18) Section 4.5 for Offshore Supply Vessel dan kriteria IMO A.749(18) for Passsanger Ship. Perbedaan nilai GZ pada kedua model kapal yaitu 0,03%. Dan nilai GZ memenuhi kriteria pada semua kondisi pemuatan sehingga kapal aman untuk penumpang. Analisis olah gerak kapal sebelum dan sesudah konversi memenuhi standar kriteria Nordforsk ‘87 dengan nilai rolling, vertical acceleration at FP, vertical acceleration at bridge dan lateral acceleration at bridge setiap variasi wave heading tidak mengalami perubahan yang signifikan. Perbedaan nilai RMS gerakan roll dan nilai RMS vertical acceleration at FP pada kapal konversi yaitu 0,04% dan 0,53%. Perbedaan nilai RMS vertical acceleration at bridge 1 dan bridge 2 pada kapal konversi yaitu 1,46% dan 1,45%. Sedangkan perbedaan nilai RMS lateral acceleration at bridge1 dan bridge 2 yaitu 0,01% dan 0.005%. Kapal konversi ini layak secara olah geraknya sehingga nyaman digunakan untuk mengangkut penumpang.
ANALISA PERBANDINGAN TIPE KORT NOZZLE TERHADAP GAYA DORONG PROPELLER DENGAN METODE CFD Wasisto Rakhmadi; Andi Trimulyono; Muhammad Iqbal
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 4, No 1 (2016): JANUARI
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1346.013 KB)

Abstract

Pada saat beroperasi di laut suatu  kapal harus memiliki kemampuan untuk mempertahankan kecepatan dinas (Vs) seperti yang direncanakan. Hal ini mempunyai arti bahwa kapal haruslah mempunyai rancangan sistem propulsi yang baik. Salah satu komponen utama sistem propulsi adalah alat penggerak (Propeller), pemilihan alat penggerak yang efektif akan mempengaruhi gaya dorong yang dihasilkan kapal tersebut. Penggunaan Kort nozzle berfungsi untuk memusatkan aliran sehingga meningkatkan nilai gaya dorong (thrust). Penelitian ini dibuat pada empat model tipe dari kort nozzle yaitu model jenis Shushkin Nozzle tipe A, Shushkin Nozzle tipe B, Shushkin Nozzle tipe C dan Marin’s Nozzle 19A yang digunakan pada propeller jenis B-series dan Kaplan. Perbedaan model Nozzle mengindikasikan nilai thrust dan torque  yang berbeda sehingga penulis menganalisa masing-masing model agar dapat diketahui model dengan thrust tertinggi dan torque terendah dengan bantuan program Computational Fluid Dynamics (CFD). Dalam penganalisaan yang dilakukan menggunakan software CFD ANSYS CFX 14.0 menunjukkan dari masing-masing model kort nozzle propeller yang di analisa terdapat perbedaan bentuk aliran fluida, perbedaan nilai thrust dan torque yang dihasilkan. Dari hasil analisa keempat  model nozzle  tersebut, terlihat nilai Thrust terbesar untuk propeller B-series terjadi pada Nozzle Shushkin tipe C dengan nilai 53,458 kN pada rpm 565, sedangkan untuk propeller kaplan terjadi pada nozzle Shushkin tipe C dengan nilai 58,311 kN pada rpm 565. Untuk nilai torque terendah pada propeller B-series terjadi pada Nozzle Shushkin tipe B dengan nilai 1,184 kNm pada rpm 350, sedangkan untuk propeller Kaplan terjadi pada Nozzle Shushkin tipe A dengan nilai 1,555 kNm pada rpm 350. 
Analisa Perbandingan Kekuatan Tarik, Puntir, Kekerasan, dan Komposisi Kimia pada Baja ST 60 Sebagai Material Poros Propeller Setelah Perlakuan Carburizing dengan Variasi Katalis Akbarulah Bumi Aji; Untung Budiarto; Ari Wibawa Budi Santosa
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 6, No 4 (2018): Oktober
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Baja ST 60 merupakan suatu material yang bisa digunakan sebagai bahan pembuatan poros propeller karena tergolong baja karbon yang di perbolehkan oleh BKI.Poros yang aus sering terjadi karena kekerasan permukaan baja lebih rendah. Maka proses carburizing menjadi salah satu cara untuk mengatasi keausan tersebut. Carburizing itu sendiri merupakan proses thermos-chemical yang dilakukan dengan cara memanaskan spesimen pada suhu dalam wadah yang mengandung karbon. Dalam penelitian ini juga meneliti tentang perbandingan nilai katalis MgCO3 dan CaCO3 terhadap sifat mekanis baja. Hasil penelitian ini berupa nilai kekuatan material yang kemudian dibandingkan dengan nilai minimum persyaratan BKI.  Hasil yang dicapai bahwa baja ST 60 memenuhi persyaratan BKI ditinjau dari kekuatan tarik (730,00 Mpa) Raw Material, (705,00 Mpa) carburizing MgCO3  dan (691,67 Mpa) carburizing CaCO3 dan penambahan carbonnya(0,45 % ) Raw Material, (0,50 %) carburizing MgCO3 dan (0,39 % ) carburizing CaCO3. untuk nilai kekerasan mendapatkan hasil (177,67 VHN ) Raw Material, (224,33 VHN) carburizing MgCO3 dan (157,67VHN ) carburizing CaCO3. Untuk nilai kekuatan puntir mendapatkan hasil (411,79 Mpa di 1257°) Raw Material, (385,57 Mpa di 630°) MgCO3, (468,86 di 2697°)CaCO3. Maka dapat disimpulkan bahwa setelah proses carburizing kekerasan yang terjadi semakin naik dan dalam segi kekuatan puntir katalis CaCO3 menyebabkan baja ST 60 menjadi lentur dan kekuatannya lebih tinggi dari pada Raw Material dan MgCO3.
Analisa Pengaruh Perbedaan Feed Rate Terhadap Kekuatan Tarik dan Impak Aluminium 6061 Metode Pengelasan Friction Stir Welding Nurhafid, Aji; Jokosisworo, Sarjito; Budiarto, Untung
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 5, No 2 (2017): APRIL
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (779.948 KB)

Abstract

Friction Stir Welding (FSW) adalah jenis pengelasan yang ditemukan oleh Wayne Thomas di The Welding Institute (TWI) pada tahun 1991. Hasil pengelasan yang mudah, cepat, dan ramah lingkungan ini telah banyak diterapkan pada konstruksi kapal, khususnya kapal aluminium. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil kuat impak dan kuat tarik pengelasan Friction Stir Welding dengan variasi feed rate. Material Alumunium yang digunakan adalah Al 6061. Proses pengelasan menggunakan putaran tool 1500 RPM, dengan feed rate 30 mm/min, 70 mm/min, 100 mm/min, dan 200 mm/min. Pengujian yang dilakukan yaitu uji tarik dengan menggunakan standar ASTM E 8M -00b dan uji impak metode charpy dengan standar ASTM E23. Dari hasil penelitian ini menunjukan bahwa feed rate 70 mm/min menghasilkan nilai kuat tarik maksimal terbaik yaitu sebesar 150, 06 MPa, dan feed rate 30 mm/min menghasilkan nilai kuat impak terbaik sebesar 0,21 J/mm2.