cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Department of Naval Architecture
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Jurusan Teknik Perkapalan yang berisi artikel karya ilmiah mahasiswa program Sarjana Teknik Perkapalan universitas Diponegoro
Arjuna Subject : -
Articles 797 Documents
STUDI EKSPERIMEN PEMANFAATAN STYROFOAM SEBAGAI CAMPURAN BAHAN DASAR PADA MODULAR FLOATING PONTOON FERROCEMENT Dimas Maulana Agung Pambudi; Ahmad Fauzan Zakki; Eko Sasmito Hadi
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 2, No 4 (2014): Oktober
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (553.761 KB)

Abstract

Modular floating pontoon merupakan perangkat apung yang biasa digunakan sehari – hari dalam bidang industri maupun kostruksi bangunan laut. Ponton dalam hal ini biasanya bahan dasar pembangunya adalah baja atau ponton HDPE, hal inilah yang mendorong diperlukanya suatu penelitian lain mengenai alternatif bahan baku pembangunan suatu ponton. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengaplikasikan teknologi  ferrocement yang divariasi dengan dicampurkan Styrofoam sebagai bahan campuran untuk  rancang bangun modular floating pontoon sebagai alat apung multiguna. Pembuatan modular floating pontoon ini merencanakan prototype dan model ponton dengan bahan dasar ferrocement. Menghitung massa ponton ferrocement setelah ditambahkan Styrofoam serta menguji kekuatan lentur ferrocement. Hasil dari pengujian ferrocement diperoleh bahwa penambahan styrofoam berpengaruh secara nyata terhadap penurunan massa ponton. Penurunan massa ponton berkisar antara 15 – 67 kg per satuan ponton untuk setiap variasi penambahan Styrofoam sebesar 20%. Namun juga penambahan Styrofoam berdampak pada berkurangnya kekuatan lentur ferrocement. Pengurangan kekuatan lentur ferrocement berkisar antara 2,76 – 7,96 MPa untuk setiap variasi penambahan Styrofoam sebesar 20%.
Analisa Pengaruh Penambahan Grothues Spoilers dengan Variasi Geometri Berbentuk Foil NACA pada Kapal Perintis 750 DWT Terhadap Hambatan dan Nilai Wake Kapal dengan Menggunakan Metode CFD Lubis, Bobby Parel Antonio; Manik, Parlindungan; Adietya, Berlian Arswendo
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 6, No 4 (2018): Oktober
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan teknologi di dunia perkapalan semakin maju seiring dengan berjalannya waktu. Hal ini bertujuan agar performa kapal dapat ditingkatkan menjadi lebih baik, salah satunya yaitu dengan mengurangi nilai hambatan dan wake. Wake merupakan perbandingan antara kecepatan air yang melewati baling-baling dengan kecepatan kapal dinas kapal itu sendiri. Perancangan Grothues Spoilers pada bagian buritan kapal dapat mengarahkan aliran turbulen menjadi aliran laminar menuju baling-baling. Penelitian ini bertujuan agar mendapatkan nilai hambatan dan wake kapal yang lebih baik setelah dilakukan penambahan Grothues Spoilers dengan memvariasikan geometri dari spoiler tersebut. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan program komputer berbasis Computational Fluid Dynamic (CFD) dengan memvariasikan 2 geometri spoiler berbentuk foil NACA yaitu NACA 4412 dan NACA 6412 terhadap model 3D kapal perintis 750 DWT. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa penambahan grothues spoilers dengan variasi foil NACA 6412 merupakan hasil yang paling optimal dalam mengurangi hambatan. Dimana pada hambatan total pada Fn 0,18 dapat berkurang sebesar 13,728% dari 7,277 N menjadi 6,278 N, hambatan viskositas pada Fn 0,26 dapat berkurang sebesar 5,712% dari 8,235 N menjadi 7,7646 N, dan hambatan gelombang pada Fn 0,18 berkurang sebesar 34,29% dari 1,6428 N menjadi 1,0794 N. Dan dari hasil analisa wake friction, model dengan variasi foil NACA 6412 juga menjadi model yang paling optimal dalam mengurangi nilai wake, dimana pada kecepatan dinas nilai wake mengalami penurunan sebesar 1,0402% yaitu dari 0,2414 menjadi 0,2388.
STUDI PERANCANGAN KAPAL HYDROFOIL MONOHULL UNTUK PENYEBARANGAN PANTAI SANUR – NUSA LEMBONGAN Tubagus Bintang Ramadhan; Deddy Chrismianto; Good Rindo
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 4, No 2 (2016): April
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (994.559 KB)

Abstract

Potensi pulau Bali dalam segi pariwisatanya sangat besar salah satunya adalah pulau Nusa Lembongan yang menjadi tempat favourite bagi wisatawan lokal maupun mancanegara. Oleh karena itu fasilitas penyebrangan untuk menuju Nusa Lembongan dirasa perlu untuk mendukung parawisata.Kapal hydrofoil salah satu solusi yang tepat untuk mendukung penyebrangan Nusa Lembongan dengan keunggulan hambatan yang kecil dan kecepatan. Konsep dari kapal hydrofoil adalah gaya lift yang terjadi pada foil yang mengakibatkan badan kapal terangkat di atas permukaan air. Dalam perancangan kapal hydrofoil ini, kapal difungsikan untuk mendukung pariwisata di kawasan penyebarangan Pantai Sanur – Nusa Lembongan dengan memperhitungkan lines plan, general arragment, analisa hydrostatic, stabilitas kapal, olah gerak kapal, penempatan strut, dan yang utam adalah pemilihan foil yang sesuai dengan displacment kapal. Metode perancangan kapal ini menggunakankapal pembanding sebagai acuan dengan lambung monohull dan menggunakan foil tipe T dan sistem penempatan tandem. Setelah ukuran utama didapat makan akan dianalisa 5 jenis foil NACA yang berbeda untuk mendapatkan lift yang sesuai dan mamapu mengangkat badan kapal yang sesaui denagn displacment kapal dengan menggunakan software Ansys CFD. Hasil perhitungan didapat ukuran utama kapal LOA : 23,8 m, B : 5,1 m, H : 3 m, T : 1 m, penumpang : 70 orang. Hydrofoil ditetapkan adalah NACA 632-615 dengan angle of attack 50, strut NACA 0018 simetris dengan tinggi 1 m.  
Pengukuran Olah Gerak Ponton Dengan Penambahan Heaving Plate Berbentuk Hexagon Pada Gelombang Reguler Menggunakan Mikrokontroler Berbasis Wireless Ahmad Azhar Ginting; Eko Sasmito Hadi; K. Kiryanto
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 8, No 1 (2020): Januari
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (835.456 KB)

Abstract

Bangunan apung merupakan segala jenis konstruksi yang dapat mengapung dengan menanggung beban diri maupun beban tambahan serta  memiliki kegunaan. Ada banyak jenis bangunan apung salah satunya ponton atau tongkang. Ponton memiliki peran penting dalam bidang kemaritiman yang biasanya digunakan sebagai pengangkutan barang, untuk jembatan, apungan keramba atau keperluan kebersihan serta untuk kepentingan wisata. Oleh karna itu, diperlukan pemahaman mengenai olah gerak bangunan apung tersebut untuk menghasilkan bangunan apung yang aman, efektif, dan efisien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai olah gerak dari variasi luasan Heaving Plate, spar, muatan dan gelombang serta untuk mengetahui nilai gaya keatas yang ditimbulkan oleh Heaving Plate. Penelitian ini dilakukan di towing tank di laboratorium hidrodinamika teknik perkapalan Universitas Diponegoro menggunakan alat berupa Arduino untuk mikrokontroller, sensor HS-SR04 untuk mengukur tinggi gelombang dan heavinf, sensor MPU untuk mengetahui Pitching dan Rolling, load cell dan HX711 untuk mengetahui beban yang dihasilkan oleh Heaving palte dan juga menggunakan XBee S2C sebagai komunikasi dari Arduino ke PC (wireless). Berdasarkan penelitian ini menunjukkan bahwa kapal dengan penambahan Heaving Plate dan variasi lainnya di peroleh nilia diantaranya Pitching dengan nilai tertinggi 18°, Rolling dengan nilai tertinggi 7°, dan Heaving dengan nilai tertinggi 25 mm, serta beban terbesar senilai 78,9 gram.
Analisa Teknis dan Ekonomis Pengaruh Modifikasi Kapal Ikan Menjadi Kapal Pengolah Ikan Metsa Aprita Amardana; Wilma Amiruddin; Berlian Arswendo Aditya
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 5, No 4 (2017): Oktober
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1124.751 KB)

Abstract

Kapal pengolah ikan pada saat ini bisa menjadi salah satu alternatif untuk menfurangi permasalahan overfishing dan overcapacity. Oleh karena itu dilakukan analisa pengaruh perubahan kapal ikan biasa menjadi kapal pengolah ikan. Dalam analisa ini dilakukan pengujian terhadap stabilitas, olah gerak, serta analisa biaya kapasitas muatan pada kapal sebelum dan sesudah dimodifikasi. Hasil dari analisa perbandingan antara KM. Putra Samudra-02 sebelum dimodifikasi memiliki stabilitas pada kondisi III sudut GZ Maxsimum (18,2 deg)  dan KM. Putra Samudra-02 memiliki stabilitas pada kondisi IV sudut GZ Maxsimum (30,9 deg) sedangkan pada analisa stabilitas kondisi II dan IV didapat hasil KM. Putra Samudra-02 sesudah dimodifikasi memiliki stabilitas yang lebih baik dibandingkan dengan yang sebelum dimodifikasi. Pada olah gerak kedua kapal memiliki hasil yang telah memenuhi kriteria penerimaan olah gerak kapal, sedangkan pada perbandingan analisa biaya kapasitas muatan  KM. Putra Samudra-02 sebelum dan sesudah dimodifikasi sama – sama mengalami balik modal selama 2 tahun.
ANALISA FATIGUE KAPAL BULK CARRIER 77627 DWT MENGGUNAKAN PROSEDUR COMMON STRUCTURAL RULES FOR BULK CARRIER (CSR) Taufiq Hidayah; Ahmad Fauzan Zakki; Andi Trimulyono
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 3, No 1 (2015): Januari
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (629.091 KB)

Abstract

Kapal bulk carrieradalahsalah satu alat transportasi laut yang digunakan untuk mengangkut muatan curah dengan jumlah besar. Banyak faktor teknis yang dapat mempengaruhi kinerja kapal dalam berlayar salah satunya adalah fatigue.Penelitiantentangkelelahankapalperludiperhatikan, sehingga kapal aman saat berlayar. Analisa dan permodelan dalam penelitian kelelahan kapal bulk carrier dilakukan menggunakan acuan rules Common Structural Rules Biro Klasifikasi Indonesia (CSR BKI). Analisa yang digunakan adalah analisa beban dinamis untuk mengetahui fatigue life dan letak hotspot kegagalan terbesar pada konstruksi kapal berdasarkan variasi pembebanan pada CSR. Hasil analisa diambil nilai stress terbesar dan diambil nilai siklus terendah pada setiap variasi pembebanan yang dilakukan. Kondisi full loads didapatkan nilai strees sebesar 144 Mpa, siklus sebanyak 0,733x108.Kondisi heavy ballast didapat nilai stress sebesar 123 Mpa, siklus sebesar 0,779x108. Kondisi normal ballast didapat nilai strees sebesar 114 Mpa, siklus sebesar 0,867x108. Setelah didapat semua nilai siklus dan stress, dapat diketahui perkiraan umur kapal pada setiap kondisi variasi pembebanan sesuai aturan CSR
Perancangan Kapal Rescue boat Di Wilayah Perairan Rawa Pening Kabupaten Semarang Jawa Tengah Muhamad Amar Jadid; Deddy Chrismianto; Wilma Amiruddin
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 7, No 2 (2019): April
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (629.138 KB)

Abstract

Rawa Pening berpotensi menjadi objek pariwisata dunia sehingga membutuhkan sarana keselamatan yang mendukung termasuk adanya rescue boat. Penelitian bertujuan menemukan rancangan rescue boat yang dapat beroperasi dengan baik. Perancangan dimulai dengan metode regresi dari 10 kapal pembanding, lalu digunakan software analisis sebagai pendukung perancangan. Dari perancangan didapat data rescue boat yang memiliki stabilitas dan olah gerak yang baik. Data rescue boat yang didapat yaitu LOA 6,3 m, B 1,94 m, H 1,1 m dan T 0,5 m. Daya mesin sebesar 100 Hp
ANALISA KEKUATAN TARIK DAN KOMPOSISI BAHAN PADUAN ALUMINIUM LIMBAH PISTON DENGAN METODE METAL CASTING UNTUK BAHAN JENDELA KAPAL Ade Purnawan; Sarjito Jokosisworo; Hartono Yudo
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 4, No 4 (2016): OKTOBER
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (297.292 KB)

Abstract

Metal Casting adalah metode Pengecoran (membuat komponen dengan cara menuangkan bahan yang dicairkan ke dalam cetakan ) menggunakan Cetakan jenis logam biasanya dipakai untuk industri-industri besar yang jumlah produksinya sangat banyak, sehingga sekali membuat cetakan dapat dipakai untuk selamanya. Cetakan logam harus terbuat dari bahan yang lebih baik dan lebih kuat dari logam coran, karena dengan adanya bahan yang lebih kuat maka cetakan tidak akan terkikis oleh logam coran yang akan di tuang.             Bahan yang digunakan adalah Siku Aluminium dan Aluminium Limbah Piston. Bahan-bahan harus melewati beberapa proses sebelum diuji, proses pencairan, proses pengecoran dari penggalian dari cetakan dengan pengecoran penggunaan logam. Setelah itu proses selanjutnya yang dilakukan adalah uji tensil. Disamping tensil materi tes juga lulus tes komposisi bahan.kekuatan tarik dari empat spesimen paduan  AluminiumSiku  dan Aluminium Limbah Piston dengan empat variasi paduan memiliki hasil tes kekuatan tarik sama-sama baik dan sesuai JIS dan standar SNI. Pada  paduan 40: 60 memiliki kakuatan tarik 11,232 kg/mm²  perpanjangan 1%, 30 : 70 sebesar 10,873 kg/mm² perpanjangan 0,75 %, 20: 80 sebesar 10,006 kg/mm² perpanjangan 0,71% dan 100 prosen Limbah Piston sebesar 9,401 kg/mm²  perpanjangan 0,558%. Hasil uji komposisi bahan setelah bergabung dengan empat variasi proporsi yang dilakukan menunjukkan hasil yang sama baik dan memenuhi JIS dan SNI standar. Paduan 40: 60 Al dari 88,79%, 30: 70 Al 88,58%, 20: 80 Al 86,92% dan paduan 100 prosen Piston  Al 86,73%. komposisi bahan tanpa peleburan dan paduan memiliki hasil komposisi yang baik. Aluminium Siku Al 98,51% dan limbah aluminium Piston 84,65%.
Analisa Pengaruh Variasi Penambahan Fin pada Centerbulb terhadap Performa Seakeeping dan Hambatan Kapal Katamaran dengan metode Computational Fluid Dynamic (CFD) Muhammad Naufal Syafiq; Untung Budiarto; Muhammad Iqbal
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 6, No 1 (2018): Januari
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1179.503 KB)

Abstract

Perkembangan teknologi perkapalan semakin maju. Hal ini penting karena dengan teknologi yang semakin maju maka dapat membantu dalam meningkatkan performa kapal. Salah satunya adalah kapal katamaran dimana dalam penelitian ini peneliti menambahkan variasi centerbulb dengan penambahan fin pada centerbulbnya dimana dengan penambahan ini ternyata menghasilkan hambatan yang cukup baik tetapi belum bisa memperbaiki nilai olah gerak kapal. Pada penelitian ini penulis menggunakan program komputer berbasis Computational Fluid Dynamic (CFD) didalam menyelesaikan masalah dari tujuan penelitian. Penelitian ini dilakukan dengan memvariasikan kecepatan ,Jumlah dan ukuran fin pada centerbulb. Hasil penelitian  didapatkan bahwa penambahan variasi Fin pada centerbulb tidak cocok digunakan dalam memperbaiki karakteristik seakeeping kapal karena tidak dapat mengurangi nilai vertical accelaration di setiap Fn-nya dengan kenaikan paling besar pada Fn 0,69 sebesar 2,0264% walaupun hasil ini sudah sesuai dengan standard NORDFORK, 1987.  Sedangkan nilai hambatan total  mengalami  penurunan  paling  optimal  pada  model  1  mengalami  penurunan  hambatan  total  sebesar -20.91% pada Fn 0,36 dan -8,54% pada Fn 0,69.
ANALISA FATIGUE KONTRUKSI DOUBLE BOTTOM AKIBAT ALIH FUNGSI FRESH WATER TANK MENJADI RUANG MOORING WINCH PADA KAPAL ACCOMODATION WORK BARGE (AWB) 5640 DWT DENGAN METODE ELEMEN HINGGA Wahyu Wibowo; Imam Pujo Mulyatno; Andi Trimulyono
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 3, No 4 (2015): OKTOBER
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1064.042 KB)

Abstract

Accomodation work barge merupakan jenis kapal tongkang kerja yang tidak memiliki alat penggerak sendiri yang pada prinsipnya dipakai sebagai tempat akomodasi bagi karyawan perusahaan offshore. Kapal ini memiliki 8 jangkar dengan 2 Mooring winch, dimana peletakannya berada di atas double bottom sehingga double bottom menerima beban tarik dan beban tekan. Pada daerah yang mengalami tegangan tersebut dilakukan analisa fatigue untuk meninjau titik paling rawan terjadinya kelelahan material dengan bantuan program numeric Finite element method (FEM) dan MSC software. Analisa yang digunakan adalah analisa beban dinamis yang berasal dari beban total dan gaya tarik mooring winch. Beban mooring winch sebesar 49 ton dan beban gaya tarik sebesar 421,77 KPa, batas lelah baja σ 200 MPa. Hasil analisa fatigue diambil nilai stress terbesar dan diambil nilai siklus terpendek pada setiap variasi pembebanan. Berdasarkan tiga variasi kondisi pembebanan yaitu kondisi muatan penuh dan gaya tarik, kondisi sagging dan kondisi hogging memperoleh nilai stress. Kondisi beban mooring  memperoleh nilai stress sebesar σ 158 Mpa, siklus terpendek sebesar N 0,951 x 108 cycle, fatigue factor of safety 1,72, memiliki umur 27,77 tahun. Kondisi sagging memperoleh nilai stress sebesar σ 158 MPa, siklus terpendek sebesar N 0,951 x 108 cycle,  fatigue factor of safety 1,71, memiliki umur 27,77 tahun. Kondisi hogging memperoleh nilai stress sebesar σ 158 Mpa, siklus terpendek sebesar N 0,951 x 108 cycle,  fatigue factor of safety 1,71, memiliki umur 27,77 tahun.