cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Jasmani Indonesia
ISSN : 02161699     EISSN : 25812300     DOI : 10.21831
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 9 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 1 (2004): JPJI" : 9 Documents clear
Persepsi Mahasiswa Baru Fakultas Ilmu Keolahragaan Terhadap Lembaga Pendidikan FIK UNY Sukoco, Pamuji
Jurnal Pendidikan Jasmani Indonesia Vol 1, No 1 (2004): JPJI
Publisher : Departement of Sports Education, Faculty of Sport Sciences Yogyakarta State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (295.357 KB) | DOI: 10.21831/jpji.v1i1.2845

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi mahasiswa baruFakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Yogyakarta terhadap lembagapendidikan Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Yogyakarta tahun ajaran2003/2004. Populasinya adalah seluruh mahasiswa baru FIK-UNY tahun ajaran 2003/2004 dari ke tiga jurusan, sebanyak 173 mahasiswa.Penelitian ini merupakan penelitian survei dengan angket. Analisis datan secaradeskriptif. Berdasarkan hasil analisis dapat disimpulkan bahwa persepsi mahsiswabaru FIK-UNY terhadap lembaga pendidikan FIK-UNY, tinggi 14,45 %, sedang 72,83%, dan rendah 12,72 %.Kata Kunci: Persepsi, Mahasiswa Baru, Lembaga Pendidikan, FIK UNY
Krisis Identitas dan Legitimasi dalam Pendidikan Jasmani Caly Setiawan
Jurnal Pendidikan Jasmani Indonesia Vol 1, No 1 (2004): JPJI
Publisher : Departement of Sports Education, Faculty of Sport Sciences Yogyakarta State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (295.355 KB) | DOI: 10.21831/jpji.v1i1.112

Abstract

Apa yang disebut sebagai kebangkrutan identitas dalam pendidikan jasmanibaik disadari maupun tidak telah terjadi selama ini. Sebagai mata pelajaran, sebagaiprofesi, sebagai nilai, dan sebagai bidang studi, pendidikan jasmani tidak munculsebagai entitas yang diperhitungkan. Justru dalam situasi-situasi tertentu seringkalidianggap remeh temeh. Padahal pendidikan jasmani memiliki potensi untuk menjadiurgen dalam usaha pendidikan nasional.Oleh sebab itu, tulisan ini berusaha untuk memetakan status pendidikan jasmanisaat ini dalam level yang lebih basis. Tulisan ini diawali oleh introduksi mengapapemikiran ini harus dimunculkan sebagai wacana baru di Indonesia. Memasukiwilayah inti, tulisan ini dibagi menjadi dua bagian. Bagian pertama mengupastentang krisis yang dihadapi, terutama krisis identitas. Perbincangannya lebih kearah konteks di mana Indonesia menjadi latarnya. Meskipun beberapa bandingandan sumber berasal dari konteks di luar masyarakat Indonesia.Bagian kedua merupakan upaya pencarian legitimasi baru bagi pendidikan jasmaniuntuk menjadi sesuatu yang harus dipertimbangkan penting. Konsekuensinya,usaha ini membutuhkan peta konsep pendidikan jasmani yang mempengaruhicara berpikir terhadap pendidikan jasmani baik bagi komunitasnya langsung maupunmereka yang berada di luarnya. Dengan kata lain, bagian kedua akan menawarkanjalan alternatif bagi pemikiran konseptual pendidikan jasmani.Setelah bagian kedua pokok tulisan ini, maka akan diakhiri dengan konklusi dimana intinya perbincangan ini adalah bahwa apa yang dipersoalkan dan digagassepanjang tulisan ini merupakan pemicu awal. Sehingga masih banyak dibutuhkanperbincangan lanjutan untuk mencapai kesempurnaan.
Upaya Guru Pendidikan Jasmani untukMeningkatkan Minat Siswa Putri dalam Pembelajaran Pendidikan Jasmani di SMU . Komarudin
Jurnal Pendidikan Jasmani Indonesia Vol 1, No 1 (2004): JPJI
Publisher : Departement of Sports Education, Faculty of Sport Sciences Yogyakarta State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (295.301 KB) | DOI: 10.21831/jpji.v1i1.2846

Abstract

Pendidikan jasmani merupakan suatu bagian dari pendidikan keseluruhanyang mengutamakan aktivitas jasmani dan pembinaan hidup sehat untukpertumbuhan dan perkembangan jasmani, mental, sosial serta emosional yang serasi,selaras dan seimbang. Dengan melakukan aktivitas jasmani, maka akan diperolehpeningkatan dalam hal kesegaran jasmaninya. Selanjutnya kesegaran jasmani yangbaik dapat memberikan pengaruh yang baik pula pada manusia, khususnya dalamhal meningkatkan kualitas belajarnya. Usia siswa SMU yang termasuk dalam masaremaja merupakan masa yang penting untuk dapat mengembangkan kesegaranjasmaninya, oleh karena itu seorang guru pendidikan jasmani harus dapatmemberdayakan agar seluruh siswa khususnya siswa putri untuk aktif dalam aktivitaspendidikan jasmani di sekolah.Guru pendidikan jasmani sebagai ujung tombak penentu ketercapaian tujuanpendidikan jasmani di sekolah harus berupaya menumbuhkan minat siswa putriagar tetap dapat melakukan aktivitas jasmani, sehingga dengan demikian diharapkanproses pembelajaran pendidikan jasmani dapat terlaksana dengan baik dan mencapaihasil yang diharapkan. Adapun upaya guru pendidikan jasmani untuk menigkatkanminat siswa putri dalam pembelajaran pendidikan jasmani di SMU adalah sebagaiberikut: 1. membangkitkan adanya suatu kebutuhan pada siswa, 2. membangkitkanmotivasi belajar, 3. memberitahukan tujuan atau sasaran belajar yang ingin dicapai,4. menggunakan metode hasil belajar siswa, 5. modifikasi alat dan fasilitas.Proses pembelajaran akan berlangsung dengan baik apabila seorang guru pendidikanjasmani dan kesehatan dapat meningkatkan minat belajar siswa. Oleh karena ituguru pendidikan jasmani diharapkan selalu meningkatkan pengetahuan dankemampuannya agar dapat secara dini melakukan upaya-upaya dalam meningkatkanminat siswa putri dalam pembelajaran pendidikan jasmani sehingga tujuan-tujuanyang diharapkan dari pendidikan jasmani di SMU dapat terwujud.Kata kunci: Guru Pendidikan Jasmani, Minat dan Siswa SMU
Kriteria Pembelajaran Gerakpada Sekolah Sepakbola Agus Susworo Dwi Marhaendro
Jurnal Pendidikan Jasmani Indonesia Vol 1, No 1 (2004): JPJI
Publisher : Departement of Sports Education, Faculty of Sport Sciences Yogyakarta State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (295.301 KB) | DOI: 10.21831/jpji.v1i1.2847

Abstract

Fenomena SSB sudah berkembang di Indonesia sejak awal tahun 1950,ketika almarhum Joel Lambert mendirikan Menteng Boys Football Associations(MBFA). Kini SSB sudah banyak berkembang di seluruh pelosok nusantara, yangpasti SSB sangat mudah ditemukan di setiap kota.Unsur pokok yang terdapat dalam proses belajar mengajar motorik, termasukpelatihan, adalah: (1) guru atau pelatih yang lebih berpengetahuan, berpengalaman,dan terampil, (2) siswa atau atlet yang sedang berkembang, (3) informasi atauketerampilan yang disampaikan, (4) saluran atau metode penyampaian informasiatau keterampilan, dan (5) respon atau perubahan perilaku pada siswa atau atlet.Pengembangan kriteria tentang pembelajaran gerak pada pelatihan SSB harusdikaitkan dengan unsur pokok dalam proses pelatihan, yaitu: unsur yang terlibatdalam pelatihan meliputi kesiapan pelatih, peran pelatih, kesiapan siswa, peransiswa, kelengkapan fasilitas dan alat, dan penggunaan fasilitas dan alat; unsurkepelatihan yang diterapkan dalam pelatihan meliputi penerapan aspek latihan,penerapan prinsip latihan, dan penerapan metode latihan; dan unsur prestasimeliputi prestasi secara tim, dan secara perorangan.Kata kunci: Kriteria, Pembelajaran gerak, Sekolah Sepakbola.
Perlukah Pendidikan Jasmani diPerguruan Tinggi?(Sebuah Strategi Adopsi & Kesetiaan Beraktivitas Jasmani dan Olahraga) Sri Winarni
Jurnal Pendidikan Jasmani Indonesia Vol 1, No 1 (2004): JPJI
Publisher : Departement of Sports Education, Faculty of Sport Sciences Yogyakarta State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (295.357 KB) | DOI: 10.21831/jpji.v1i1.2843

Abstract

Lulusan Perguruan Tinggi adalah kader pemimpin bangsa yangmemerlukan kualitas inteltual, emosi, dan fisik yang baik. Untuk itu pendidikan diPerguruan Tinggi diarahkan kepada peningkatan aspek-aspek tersebut. Muatanmateri kurikulum di sebuah Perguruan Tinggi pada hakekatnya terdiri dari: MKDU,MKU, dan MKK. Sampai saat ini tercatat hanya beberapa Perguruan Tinggi yangmemuat materi bagi peningkatan aspek fisik.Sumbangan aktivitas jasmani bagi kehidupan manusia tidak diragukan, bahkanterdapat keuntungan yang tidak akan didapat selain dengan melakukan aktivitasjasmani. Beberapa hasil penelitian dapat dipercaya untuk mendukung pendapatini. Keuntungan melakukan aktivitas jasmani bagi manusia antara lain: mengurangiresiko penyakit jantung koroner, menurunkan kadar HDL kolesterol, mampu melawankanker usus pada laki-laki, diet untuk mengontrol kadar non insulin upaya pencegahankegemukan dan pemeliharaan berat badan, juga mencegah penyakit kronis lainseperti: osteoporosis pasca menopouse wanita. Keuntungan segera yang dapatdiperoleh adalah tingkat stress yang lebih rendah.Begitu pentingnya kebugaran jasmani bagi manusia, tanpa kecuali mahasiswa diPerguruan Tinggi maka diperlukan strategi pengadopsian dan kesetiaan melakukanaktivitas jasmani. Beberapa teori yang membantu pengadopsian dan kesetiaanberaktivitas jasmani adalah: the Health Belief Model, Theory of Reasoned Action,Theory of Planned Behavior, Social Cognitif Theory, Decision Theory, TranstheoreticalModel.Kata kunci: Pendidikan Jasmani dan Strategi Adopsi Kesetiaan Olahraga
Peningkatan Kemampuan ManajemenGuru Pendidikan Jasmani Agus S. Suryobroto
Jurnal Pendidikan Jasmani Indonesia Vol 1, No 1 (2004): JPJI
Publisher : Departement of Sports Education, Faculty of Sport Sciences Yogyakarta State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (295.35 KB) | DOI: 10.21831/jpji.v1i1.2849

Abstract

Pembelajaran pendidikan jasmani (Penjas) di sekolah padahakikatnya bertujuan untuk membantu pertumbuhan dan perkembanganpeserta didik melalui aktivitas jasmani atau gerak olahraga. Ketercapaiantujuan pembelajaran sangat ditentukan oleh beberapa unsur antara lain:guru, siswa, sarana dan prasarana, media, tujuan, materi, metode,lingkungan, dan evaluasi.Guru merupakan faktor penentu utama dalam keberhasilan pembelajaran yaitupembelajaran yang aman, lancar, tertib, dan bermanfaat. Kegiatan ini dilakukandengan manajemen yang baik, sesuai dengan materi dan tujuan pembelajaran.Manajemen pendidikan jasmani meliputi dua kegiatan yaitu manajemen saranadan prasarana serta manajemen siswa. Manajemen sarana dan prasarana meliputikegiatan penyiapan alat, perkakas dan fasilitas sebelum pembelajaran dimulai,saat pembelajaran, dan setelah selesai pembelajaran. Manajemen siswa meliputipembuatan formasi siswa dan pemantauan kepada seluruh siswa.Agar kemampuan guru meningkat perlu diadakan kegiatan yang menujupeningkatan yaitu dengan pendidikan prajabatan maupun pendidikan dalam jabatan.Pendidikan prajabatan dilakukan melalui studi di Perguruan Tinggi sebelum menjadiguru penjas, sedangkan pendidikan dalam jabatan dilakukan dengan menambahkemampuan melalui studi sambil mengajar, misalnya penyetaraan dari D3 ke S1.Kegiatan peningkatan kemampuan para guru pendidikan jasmani yang lain dapatdilakukan melalui kegiatan di KKG, MGMP, IHT, dan lain-lain.Kata kunci: peningkatan kemampuan, guru pendidikan jasmani, manajemen
Pembelajaran TerpaduMata Pelajaran Pendidikan Jasmanidi Sekolah Dasar Soni Nopembri
Jurnal Pendidikan Jasmani Indonesia Vol 1, No 1 (2004): JPJI
Publisher : Departement of Sports Education, Faculty of Sport Sciences Yogyakarta State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (295.263 KB) | DOI: 10.21831/jpji.v1i1.2844

Abstract

Tulisan ini berawal dari kenyataan bahwa pembelajaran pendidikan disekolah dasar mempunyai banyak kendala-kendala. Pendidikan jasmani masihdianggap mata pelajaran yang kurang penting dibandingkan dengan mata pelajaranlainnya. Pendidikan jasmani di sekolah dasar mempunyai alokasi jam pelajaranyang masih kurang. Pembelajaran pendidikan jasmani masih cenderungmembosankan dan lebih mengarah pada penguasaan keterampilan. Di sisi lainpembelajaran di Sekolah Dasar secara umum kurang memperhatikan pertumbuhandan perkembangan siswa. Sehingga pembelajaran di sekolah lebih cenderung kurangmenyenangkan dan tidak sesuai dengan kebutuhan anak sehingga diperlukan sebuahpembelajaran dengan pendekatan yang melibatkan semua aspek siswa.Pembelajaran terpadu merupakan sebuah wacana yang sudah diimplikasikanbeberapa tahun ini. Keberadaan pembelajaran terpadu memberikan angin segar padakerangka berpikir para guru sekolah dasar dalam inovasi pembelajarannya. Pendidikanjasmani sebagai salah satu mata pelajaran di sekolah dasar dapat menggunakanpembelajaran terpadu sebagai jalan mengurangi berbagai kekurangan dalampembelajaran pendidikan jasmani. Pembelajaran terpadu pendidikan jasmani dapatberupa perpaduan dua atau lebih materi-materi yang ada dalam pendidikan jasmani,yang direalisasikan dalam suatu pembelajaran. Pembelajaran terpadu pendidikanjasmani dalam pendidikan jasmani dapat juga berupa perpaduan dua atau lebihmateri-materi pendidikan jasmani dengan materi-materi mata pelajaran yang lain,seperti: Matematika, Bahasa Indonesia, Pendidikan Agama, Sains, PengetahuanSosial, dan Kerajinan Tangan dan Kesenian. Pembelajaran terpadu didasarkan padakurikulum berbasis kompetesi tahun 2004, baik dari segi standar kompetensinya,indikatornya, maupun, hasil belajarnya.Pembelajaran terpadu merupakan inovasi pembelajaran yang sesuai dengankurikulum berbasis kompetensi tahun 2004. pembelajaran terpadu melibatkanpengembangan semua aspek siswa sehingga sejalan dengan tujuan pendidikannasional yaitu manusia utuh. Pembelajaran terpadu pendidikan jasmani memberikansuatu pemecahan berbagai masalah yang timbul selama ini mengenai pembelajaranpendidikan jasmani di sekolah dasar.Kata kunci : Pembelajaran, Terpadu, Pendidikan Jasmani.
Profesionalisme Guru Pendidikan Jasmani SMU NLulusan Prodi PJKR FIK UNY Suhadi, .
Jurnal Pendidikan Jasmani Indonesia Vol 1, No 1 (2004): JPJI
Publisher : Departement of Sports Education, Faculty of Sport Sciences Yogyakarta State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (295.282 KB) | DOI: 10.21831/jpji.v1i1.2850

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profesionalisme gurupendidikan jasmani SMU N DIY lulusan prodi PJKR FIK UNY, ditinjau dari statusguru, pengalaman mengajar, dan jumlah jam mengajar setiap minggunya.Penelitian ini dilaksanakan di daerah istimewa yogyakarta, dengan subyekpenelitian guru pendidikan jasmani SMU Negeri yang berjumlah 38 orang.Pengumpulan data dengan dua cara : (1) melalui obsevasi pada saat prosesbelajar mengajar, (2) menggunakan angket. Analisis data yang digunakan adalahanalisis deskriptif dan chi-Kuadrat dengan taraf signifikansi 0,05.Hasil penelitian adalah : guru pendidikan jasmanni SMU N DIY 66,33 % telahmelaksanakan kegiatan dengan baik, dengan demikian profesionalisme gurupendidikan jasmani SMU N DIY dapat dikategorikan cukup. Tidak terdapatperbedaan yang signifikan : (1) antara guru pendidikan jasmani yang berstatussebagai guru tetap maupun guru yang tidak tetap, (2) antara guru pendidikanjasmani yang mempunyai pengalaman mengajar sampai 5 tahun dan di atas 5tahun, (3) antara guru pendidikan jasmani yang mengajar sampai 18 jam setiapminggu dengan yang mengajar diatas 18 jam setiap minggu.Kata kunci : proseionalisme, guru pendidikan jasmani
Pendidikan Jasmani yang TepatMerupakan Conditio Sine Qua Nondalam Upaya MembentukManusia Indonesia Seutuhnya Hari Amirullah Rachman
Jurnal Pendidikan Jasmani Indonesia Vol 1, No 1 (2004): JPJI
Publisher : Departement of Sports Education, Faculty of Sport Sciences Yogyakarta State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (295.338 KB) | DOI: 10.21831/jpji.v1i1.2848

Abstract

Pendidikan dan pengembangan olahraga merupakan bagian dan upayapeningkatan kualitas manusia Indonesia yang ditujukan pada peningkatankesehatan jasmani dan rohani seluruh masyarakat, pemupukan watak, disiplindan sportivitas serta pengembangan prestasi olahraga yang dapatmembangkitkan rasa kebanggaan nasional.Kualitas dari pendidikan jasmani sebenarnya terletak pada totalitas kurikulumuntuk dapat mencakup tujuan umum dari pendidikan jasmani di sekolah. Tujuanumum pendidikan jasmani ada pada wilayah (1) perkembangan keterampilan Gerak,(2) perkembangan kebugaran jasmani, (3) perkembangan perceptual motorik,(4) perkembangan sosial emosional, (5) perkembangan penalaran, dan (6)perkembangan penggunaan waktu luang.pendidikan jasmani akan selalu melekat pada pendidikan secara keseluruhan,dan tidak ada pendidikan yang lengkap tanpa adanya pendidikan jasmani.Keberadannya akan bermanfaat secara optimal manakala kurikulum yangmenaunginya dapat secara total dirancang, dan dilaksanakan dengan benar.Kata Kunci: Pendidikan Jasmani, Conditio Sine Qua Non

Page 1 of 1 | Total Record : 9