cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
JURNAL KARYA TEKNIK SIPIL
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 36 Documents
Search results for , issue "Volume 6, Nomor 4, Tahun 2017" : 36 Documents clear
PERENCANAAN PEMBANGUNAN GEDUNG BETA COORPORATION SEMARANG Aldi Andrian Saputra; Dimas Kusuma Brata; Himawan Indarto; Rudi Yuniarto Adi
Jurnal Karya Teknik Sipil Volume 6, Nomor 4, Tahun 2017
Publisher : Departemen Teknik Sipil, Fakultas Teknik Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (308.439 KB)

Abstract

Perencanaan Struktur Gedung BETA Coorporation ini dilakukan untuk mengetahui dimensi struktur utama apabila pembangunan gedung dilakukan dengan menggunakan metode konvensional. Gedung BETA Corp direncanakan dapat menjadi struktur tahan gempa. Pada perencanaan struktur tahan gempa diperlukan analisis beban gempa, pada gedung ini digunakan metode respon spektrum yang merupakan analisis dinamik. Berdasarkan Kriteria Desain Seismik (KDS) gedung ini menggunakan Sistem Rangka Pemikul Momen Khusus (SRPMK) karena mempunyai tipe B. Analisis struktur dalam redesain gedung ini berdasarkan pada Tata Cara Perencanaan Ketahanan Gempa Untuk Struktur Bangunan Gedung dan Non Gedung (SNI 1726:2012) dan Persyaratan Beton Struktural untuk Bangunan Gedung (SNI 2847:2013) dengan menggunakan program struktur untuk mengetahui periode getar struktur dan gaya-gaya dalam yang bekerja pada struktur tersebut. Material beton yang digunakan mempunyai mutu 25 MPa, sedangkan mutu baja tulangan digunakan 400 MPa untuk Tulangan utama dan 294 MPa untuk tulangan sengkang serta plat. Berdasarkan hasil penyelidikan tanah untuk Gedung BETA Corp ini  pondasi yang digunakan tiang pancang dengan dimensi 500 x 500  mm dan memiliki panjang 10 m dengan menggunakan perhitungan rumus meyerhoff.
PERENCANAAN PENGEMBANGAN DERMAGA KARTINI JEPARA Afif Bani Buchori; Sriyana Sriyana; Hari Nugroho
Jurnal Karya Teknik Sipil Volume 6, Nomor 4, Tahun 2017
Publisher : Departemen Teknik Sipil, Fakultas Teknik Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (682.562 KB)

Abstract

Dalam kaitannya dengan peningkatan kualitas dan kenyamanan Pelabuhan Kartini, diperlukan pengembangan dermaga karena destinasi pariwisata sudah menarik berbagai macam kalangan turis dari dalam maupun mancanegara yang mengakibatkan tingkat kunjungan meningkat dan perubahan bobot kapal yang bersandar ke dermaga kartini semakin besar.Perencanaan Pengembangan Dermaga Kartini Jepara ini memerlukan data - data meliputi : data bathimetri, oceanografi, data frekuensi kapal dan data tanah. Data - data tersebut diperlukan sebagai dasar perhitungan dan perencanaan dermaga. Dari hasil penyelidikan tanah dan laporan kepemilikan dari Pemda Tkt. II Jepara, lokasi pantai sekitar pelabuhan kartini merupakan tanah berpasir dan koral dengan rentang kedalaman mencapai  21,00 - 30,00 m.Pada perhitungan elevasi lantai dermaga didapat 6 m. Panjang dermaga direncanakan sepanjang 71 m. Lebar dermaga diakomodasikan untuk naik turunnya penumpang dan barang direncanakan dengan lebar 10 meter. Dari perhitungan daya dukung tiang pancang didapatkan nilai sebesar 151,185 ton. Fender yang dipakai adalah fender karet adalah ”SumitomoHyper Ace (V Shape)” Type V 250 H x 1500L (CV4). Menyesuaikan dengan kondisi lapangan, digunakan bollard sebesar 25 ton. Diberi perkuatan setiap Breasting Dolphin dengan 2 tiang pancang dan perpanjangan dermaga sebesar 1 Mooring Dolphin. Pengembangan konstruksi Dermaga memerlukan waktu 24 minggu dengan total anggaran Rp. 10.780.727.000 (Sepuluh Milyar Tujuh Ratus Delapan Puluh Juta Tujuh Ratus Dua Puluh Tujuh Ribu Rupiah).
ANALISIS PENGEMBANGAN FUNGSI BANDARA TUNGGUL WULUNG CILACAP SEBAGAI BANDARA KOMERSIAL Jumanto Jumanto; Ridwan Pradana; Bambang Riyanto; YI.Wicaksono YI.Wicaksono
Jurnal Karya Teknik Sipil Volume 6, Nomor 4, Tahun 2017
Publisher : Departemen Teknik Sipil, Fakultas Teknik Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (487.08 KB)

Abstract

Kabupaten Cilacap, Banyumas dan Banjarnegara termasuk wilayah paling berpotensi di Jawa Tengah. Data BPS tahun 2006-2015 menyatakan sektor wisatawan mengalami rata-rata pertumbuhan tiap tahun sebesar 18,07% dan sektor industri dengan pertumbuhan rata-rata PDRB sebesar 33,65%. Untuk mendukung perkembangan potensi-potensi tersebut diperlukan peranan tiap sisi moda transportasi, termasuk transportasi udara yang berlokasi di Bandara Tunggul Wulung Cilacap. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis peningkatan jumlah penumpang dan pesawat terbang sampai tahun rencana 2035, mengevaluasi kondisi eksisting serta menganalisis kebutuhan fasilitas udara meliputi runway, taxiway dan apron sampai tahun rencana 2035 sesuai pesawat rencana yang digunakan. Pertumbuhan jumlah penumpang dianalisis menggunakan Metode Kesesuaian Dengan Variabel Bebas dengan menganggap prosentase pertumbuhan jumlah penumpang sama dengan pertumbuhan jumlah wisatawan. Y= (Xn x 18,07%) + Xn, Y: penumpang pada tahun yang dihitung, Xn: penumpang tahun sebelumnya dan 18,07%: prosentase pertumbuhan rata-rata wisatawan. Analisis untuk tahun rencana 2035 menghasilkan total penumpang datang dan berangkat berjumlah 324.128 orang. Untuk pertumbuhan pergerakan jumlah pesawat terbang dianalisis dengan memperkirakan jumlah penumpang agar dapat ditampung sebanyak 80% (load factor 80%) tiap tahunnya oleh pesawat rencana ATR 72-500 dan Cessna C208B Grand Caravan. Sehingga menghasilkan total pergerakan pesawat pada tahun rencana 2035 sebanyak 8030 pergerakan dengan rincian 4380 untuk ATR 72-500 dan 3650 untuk Cessna C208B Grand Caravan. Rute yang ditempuh adalah Cilacap – Jakarta (60%), Cilacap – Bandung (20%) dan Cilacap – Semarang (20%). Sesuai hasil tersebut disimpulkan bahwa runway dan apron Bandara Tunggul Wulung Cilacap tidak mampu melayani kebutuhan sampai tahun rencana, sehingga runway dengan dimensi 1.400 m x 30 m perlu dilakukan penambahan panjang menjadi 1.600 m dengan lebar tetap 30 m dan apron dengan dimensi 125 m x 90 m juga perlu dilakukan penambahan panjang menjadi 257 m dengan lebar tetap 90 m, kemudian untuk taxiway dengan dimensi 110 m x 18 m tidak memerlukan pengembangan karena masih mencukupi. Frekuensi penerbangan yang sedikit pada tahun rencana 2035 menyebabkan hasil analisis tebal perkerasan tambahan rencana pada runway dan apron kurang dari tebal perkerasan eksisting. Oleh karena itu, tebal perkerasan tambahan runway dan apron pada penerapannya disamakan dengan tebal perkerasan eksisting. Tahapan pengembangan Bandara Tunggul Wulung Cilacap dimulai dengan perpanjangan pada daerah runway. Setelah itu, dilanjutkan dengan pengembangan pada daerah apron. Pengembangan bandara dilakukan secara bertahap supaya biaya yang dikeluarkan tidak langsung banyak dalam satu waktu, tetapi bertahap menyesuaikan kebutuhan.
PERENCANAAN SUNGAI SRINGIN SEBAGAI KANAL BANJIR Sahat Hamanangan Sinaga; Sutrisno Gultom; Hari Budieny; Suripin Suripin
Jurnal Karya Teknik Sipil Volume 6, Nomor 4, Tahun 2017
Publisher : Departemen Teknik Sipil, Fakultas Teknik Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (479.49 KB)

Abstract

Sungai Sringin berada di wilayah Semarang Timur, Kecamatan Genuk dan berbatasan langsung dengan Laut Jawa, pasang surut air laut menyebabkan kawasan Sungai Sringin banjir. Banjir yang terjadi di daerah Sungai Sringin Kecamatan Genuk juga disebabkan oleh penyempitan dan pendangkalan yang mengakibatkan menurunnya kapasitas saluran akibat sedimentasi dan bangunan yang menempati badan saluran. Untuk mengurangi dampak banjir, maka perlu dilakukan perbaikan saluran di wilayah tersebut. Tahap awal dilakukan analisis hidrologi dan hidrolika. Analisis hidrologi digunakan untuk mendapatkan informasi debit rencana yang akan digunakan untuk mendesain kapasitas penampang sesuai debit rencana yaitu periode ulang 50 tahun dan diperoleh debit rencana sebesar 110,84 . Analisa hidrolika digunakan untuk mengetahui kemampuan penampang dalam menampung debit rencana. Hasil analisis HEC-RAS menunjukkan bahwa pada kapasitas penampang eksisting tidak dapat mengalirkan debit rencana sehingga terjadi limpasan. Setelah dilakukan perubahan penampang hasilnya tidak terjadi limpasan pada perencanaan penampang dibuat penampang berbentuk persegi dengan perkuatan Sheet Pile sedalam 8 m sepanjang dua kilometer dan biaya anggaran sebesar Rp. 108.057.650.000,-.
ANALISA DAMPAK PEMBANGUNAN SEMARANG OUTER RING ROAD (SORR) TERHADAP JARINGAN JALAN KOTA SEMARANG Noufal Azka Abdulrrahman; Dwindhika Meinaferti; Y.I. Wicaksono Y.I. Wicaksono; Bambang Riyanto
Jurnal Karya Teknik Sipil Volume 6, Nomor 4, Tahun 2017
Publisher : Departemen Teknik Sipil, Fakultas Teknik Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (377.938 KB)

Abstract

Kawasan perkotaan di Indonesia saat ini mengalami pertumbuhan dan perkembangan yang pesat. Sebagai salah satu indikasinya adalah meningkatnya angka pertumbuhan lalu lintas di kota Semarang sebesar 5% setiap tahunnya. Pola rencana jaringan jalan di Kota Semarang secara garis besar dikembangkan dengan pola radial (memusat) dan konsentris (melingkar). Salah satu rencana pengembangan jaringan jalan tersebut adalah Rencana Jaringan Lingkar Luar (Outer Ring Road). Tujuan penelitian ini adalah mengetahui kinerja jalan perkotaan setelah dibangunnya SORR. Untuk memprediksi arus yang teralihkan ke Semarang Outer Ring Road (SORR) digunakan metode stated preference berupa kuisioner dengan membandingkan selisih waktu di jalan perkotaan dengan SORR. Selanjutnya data diolah dengan menggunakan model logit binomial sehingga dapat diperoleh kurva diversi. Menurut hasil dari kurva diversi didapatkan persen perpindahan ke SORR barat sebesar 24% dari arah selatan maupun barat, 31% pada SORR utara dari arah barat maupun timur, dan untuk SORR timur 30% dari arah tenggara 29% dari arah timur dan selatan. Untuk nilai derajat kejenuhan dan kecepatan rata-rata sebelum dan sesudah adanya SORR arah masuk dan keluar kota Semarang dapat diliat sebagai berikut: jalan Pol Anton Sujarwo sebesar DS=0,664; VT=44 km/jam menjadi DS=0,540; VT=47 km/jam dan DS=0,705; VT=39 km/jam menjadi DS=0,647; VT=41 km/jam, pada jalan Kaligawe DS=0,654; VT=44 km/jam menjadi DS=0,452; VT=50,5 km/jam dan DS=0,624; VT=45 km/jam menjadi DS=0,445; VT=51 km/jam, pada jalan raya Mangkang DS=0,534; VT=47 km/jam menjadi DS=0,368;  VT=50,5 km/jam dan DS=0,780; VT=40 km/jam menjadi DS=0,586; VT=45 km/jam, dan pada jalan Majapahit DS=0,74; VT=40 km/jam menjadi DS=0,589; VT=44 km/jam.Pada tahun 2026 Jalan Pol Anton arah keluar kota Semarang DS=0,867; VT=34 km/jam sudah tidak dapat melayani dengan baik, sehingga perlu peninjauan lebih lanjut. Menurut hasil perhitungan, SORR barat DS=0,068; VT=60 km/jam, SORR Timur DS=0,141; VT=60 km/jam, dan SORR Utara DS=0,172; VT=60 km/jam masih dapat melayani kendaraan dengan baik untuk 15 tahun kedepan. Disarankan untuk pembangunan SORR didahulukan pada SORR barat dan utara terlebih dahulu dikarenakan pada jalan raya Mangkang sudah mempunyai nilai DS yang besar.
STUDI PUSTAKA : ANALISA PENGARUH DESAIN TERHADAP DIRECT WASTE DAN INDIRECT WASTE YANG TERJADI PADA TAHAP KONSTRUKSI Safitri, Pebriani; Salsabila, Sarah; Wibowo, M.Agung; Kistiani, Frida
Jurnal Karya Teknik Sipil Volume 6, Nomor 4, Tahun 2017
Publisher : Departemen Teknik Sipil, Fakultas Teknik Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (326.28 KB)

Abstract

Construction waste (direct waste dan indirect waste) seringkali terjadi pada pelaksanaan proyek konstruksi. Tanpa disadari salah satu penyebab terjadinya construction waste adalah desain yang unik, baik itu desain asli maupun desain yang berubah. Oleh karena itu, tugas ini dilakukan untuk menganalisa besarnya pengaruh desain terhadap construction waste. Penelitian ini dilakukan pada salah satu proyek konstruksi yang sedang berjalan di Semarang yaitu proyek Marquis de Lafayette. Metode yang digunakan adalah studi pustaka dan wawancara (validasi). Dari analisa yang telah dilakukan didapat bahwa menurut beberapa penelitian terdahulu desain / perubahan desain adalah salah satu penyebab terjadinya waste pada tahap konstruksi dan dan berdasarkan hasil validasi bahwa responden / site manager mengatakan bahwa desain / perubahan desain merupakan salah satu faktor yang menyebabkan terjadinya waste pada proyek Marquis de Lafayette. Maka dapat disimpulkan bahwa desain / perubahan desain dapat berpengaruh terhadap waste (direct & indirect) yang terjadi pada tahap konstruksi, besar kecilnya pengaruh tersebut dapat dipengaruhi oleh beberapa hal, namun desain/perubahan desain merupakan salah satu faktor utama penyebab terjadinya waste pada tahap konstruksi.
KAJIAN BALOK TERKEKANG ZONA TEKAN DENGAN PROGRAM ABAQUS Kenny Ghalib; Yulita Arni Priastiwi; Rudi Yuniarto Adi
Jurnal Karya Teknik Sipil Volume 6, Nomor 4, Tahun 2017
Publisher : Departemen Teknik Sipil, Fakultas Teknik Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1301.559 KB)

Abstract

Pengekangan pada beton bertulang yang diakibatkan adanya confinement berpengaruh terhadap peningkatan kekuatan tekan beton pada daerah terkekang dalam menerima kuat tekan. Perbandingan jarak antar confinement dan sengkang merupakan salah satu variabel yang berpengaruh terhadap peningkatan kekuatan beton. Penelitian ini menyajikan studi mengenai pengaruh dari penggunaan confinement pada jarak yang berbeda dan mengevaluasi hasil dari 12 konfigurasi jarak sengkang dan confinement dengan menggunakan program Abaqus. Benda uji yang yang digunakan menggunakan 3 jarak sengkang masing-masing berjarak 70, 125 dan 200, sedangkan confinement berjarak, 70, 125, 200 untuk masing-masing jarak sengkang. Hasil analisis menunjukan bahwa pemasangan jarak sengkang semakin besar untuk jarak confinement yang sama, akan menurunkan daktilitas balok dan jarak confinement 70 mm dalam penelitian merupakan nilai optimal sebagai jarak antar confinement. Hasil analisis untuk model S7C70 memperoleh nilai daktilitas sebesar 4.65, untuk model S125C70 memperoleh nilai daktilitas sebesar 4.59, dan untuk model S200C70 memperoleh nilai daktilitas sebesar 4.58.
PERENCANAAN DRAINASE KAWASAN PAGARSIH KOTA BANDUNG Azkira Nur Auzan; Mohammad Faqih; Pranoto Samto Atmojo; Sri Sangkawati
Jurnal Karya Teknik Sipil Volume 6, Nomor 4, Tahun 2017
Publisher : Departemen Teknik Sipil, Fakultas Teknik Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (751.879 KB)

Abstract

Sungai Citepus merupakan sungai yang melintasi Kota Bandung termasuk salah satunya Kawasan Pagarsih dimana posisinya berada di tengah-tengah pemukiman penduduk dan luapannya sangat berpotensi menimbulkan bencana banjir musiman Pada musim hujan tahun 2015 terjadi hujan yang menyebabkan genangan banjir di sekitar Pagarsih. Pemerintah bergerak cepat dengan membangun drainase baru sekitar wilayah genangan, namun, pada musim hujan tahun 2016 masih adanya genangan banjir besar di sekitar Pagarsih yang bahkan menyebabkan rusaknya tembok bangunan dan menghanyutkan dua mobil. Analisis hidrologi untuk mencari nilai debit banjir rencana dilakukan dengan menggunakan software HEC-HMS 4.2. Didapat debit banjir rencana kala ulang 10 tahun adalah 127 m3/detik. Perencanaan perbaikan sungai menggunakan model HEC-RAS dengan debit rencana hasil dari program HEC-HMS 4.2. Setelah dilakukan normalisasi Sungai Citepus, didapatkan bahwa panjang total dimensi sungai yang perlu dinormalisasikan adalah sepanjang 569,45 m dengan  dimensi sungai rencana memiliki kedalaman bervariasi tiap section dan bisa menampung sebagian debit banjir rencana kala ulang 10 tahun (Q10=127 m3/s)  sebesar 90 m3/s. Perkuatan tebing sungai juga menggunakan perkuatan dinding penahan tanah dengan material beton bertulang di kedua sisi sepanjang sungai. Sisa debit sebesar 37 m3/s dialirkan ke saluran Box Culvert dengan dimensi 2,5 x 2,5 meter sepanjang 295 meter. Kapasitas penampang baru dan saluran Box Culvert dapat menampung debit rencana kala ulang 10 tahun. Total biaya pengerjaan pengendalian banjir Pagarsih sebesar Rp87.057.000.000,00,- dan waktu pengerjaan selama dua tahun.
ANALISIS WASTE DENGAN VALUE STREAM MAPPING PADA PEKERJAAN KOLOM GEDUNG BERTINGKAT Ramadhana Fajar Syahri; Heryanto Heryanto; M.Agung Wibowo; Jati Utomo Hatmoko
Jurnal Karya Teknik Sipil Volume 6, Nomor 4, Tahun 2017
Publisher : Departemen Teknik Sipil, Fakultas Teknik Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (567.896 KB)

Abstract

Dewasa ini pembangunan infrastruktur, gedung, bandara semakin berkembang di Indonesia. Sehingga industri konstruksi Indonesia harus semakin berkembang dan maju dari sisi kualitasnya. Pembangunan konstruksi  merupakan suatu proses yang membutuhkan waktu lama, tenaga dan juga material yang menyebabkan sering terjadi permasalahan di proyek konstruksi sehingga dapat menyebabkan target proyek tidak tercapai yaitu target mutu, biaya dan waktu. Tingginya rasio produktivitas dan sedikitnya persentase waste merupakan strategi untuk meningkatkan kualitas suatu pembangunan konstruksi. Value Stream Mapping adalah metode yang digunakan untuk menganalisis persentase waste pada penelitian ini. Pada penelitian ini menganalisis waste (time loss) yang disebut tundaan atau delay karena pekerja, peralatan, dan material pada pekerjaan kolom. Tundaan yang terjadi dapat dikategorikan kedalam NVA (non value adding)  atau NVAN (non value adding but necessary). Persentase waste pada Proyek Amartha View (NVA = 4.35% dan NVAN = 1.23%). Beberapa faktor yang mempengaruhi rasio produktivitas dan presentase waste pada penelitian ini adalah penggunaan teknologi modern, kondisi pekerja, metode konstruksi, kondisi lapangan, dan peralatan modern.
PERENCANAAN PENGEMBANGAN DERMAGA KARTINI JEPARA Wiwied Adhi Prasetyo; Bestyanda Rizki I; Indrastono DA; Muhrozi Muhrozi
Jurnal Karya Teknik Sipil Volume 6, Nomor 4, Tahun 2017
Publisher : Departemen Teknik Sipil, Fakultas Teknik Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1224.929 KB)

Abstract

Perkembangan sosial dan ekonomi di Kecamatan Panjang Bandar Lampung Provinsi Lampung akan menyebabkan mobilitas penduduk sekitar menjadi sangat tinggi untuk memenuhi kebutuhan mereka. Tingginya mobilitas penduduk di sekitar ditambah dengan adanya persimpangan antara dua jalan menyebabkan kemacetan. Untuk mengatasi kemacetan pada jalan Yos Sudarso kecamatan Lampung Provinsi Bandar Lampung dilakukan dengan pembangunan jalan layang (fly over). Jalan layang ini memiliki bentang 35.8 m, memiliki lebar jalan 14.1 m terbagi menjadi 2 lajur lalu lintas dengan masing-masing lebar lajur lalu lintas 3.5 m dan lebar masing-masing trotoar pada sisi kanan dan kiri jalan layang 1 m. Konstruksi atas dari jalan layang terdiri dari : pelat lantai, balok diafragma, deck slab, dan balok prategang. Sedangkan konstruksi bawah terdiri dari : abutment, pilar dan pondasi. Bangunan pelengkap terdiri dari elastomeric bearing, pelat injak dan wingwall. Konstruksi pelat lantai terbuat dari beton bertulang dengan tebal 20 cm. balok diafragma menggunakan beton bertulang dengan ukuran tebal 20 cm tinggi 950 cm. Terdapat dua tipe deck slab yaitu inner deck slab dan outer deck slab. Balok prategang menggunakan precast concert tipe U (PC-U) girder dan untuk tendon menggunakan tipe kawat seven wire strand dengan jumlah 8 tendon. Konstruksi bawah meliputi abutment, pilar dan pondasi terbuat dari beton bertulang. Pondasi menggunakan tiang pancang dengan diameter 0.6 m dan kedalaman 36 m. 

Page 1 of 4 | Total Record : 36