Articles
36 Documents
Search results for
, issue
"Volume 6, Nomor 4, Tahun 2017"
:
36 Documents
clear
PENGENDALIAN BIAYA DAN WAKTU PROYEK DENGAN METODE KONSEP NILAI HASIL (EARNED VALUE)
Rifqi Auzan Nurtsani;
Daniar Rizky Septiadi;
Suharyanto Suharyanto
Jurnal Karya Teknik Sipil Volume 6, Nomor 4, Tahun 2017
Publisher : Departemen Teknik Sipil, Fakultas Teknik Universitas Diponegoro
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (271.764 KB)
Dalam suatu proyek konstruksi faktor yang menjadi indikator keberhasilan suatu proyek adalah harus tepat biaya, waktu dan mutu. Untuk mencapai target tersebut perlu dilakukan perencanaan, penjadwalan, dan pengendalian pelaksanannya secara tepat. Konsep Nilai Hasil (Earned Value) merupakan salah satu metode pengendalian yang digunakan untuk mengendalikan biaya dan waktu proyek secara terpadu. Metode ini digunakan untuk menganalisis kinerja pelaksanaan dan membuat perkiraan penyelesaian proyek yang memberikan informasi kinerja proyek pada suatu periode pelaporan dan menghasilkan estimasi biaya dan waktu untuk penyelesaian seluruh pekerjaan proyek. Proyek Pembangunan Jembatan Pethuk 1 Ruas Jalan Kota Kupang mengalami keterlambatan karena adanya perubahan metode pelaksanaan erection girder. Dalam paper ini disajikan hasil analisa Konsep Nilai Hasil untuk mengevaluasi kinerja, mengestimasi keterlambatan proyek, dan pembengkakan biaya secara keseluruhan Dari hasil analisis didapat hasil bahwa Proyek Pembangunan Jembatan Petuk 1 Ruas Jalan Lingkar Kota Kupang mengalami keterlambatan 30 minggu. Dampak keterlambatan tersebut adalah biaya yang membengkak sebesar 206 juta. Penyebab keterlambatan pekerjaan proyek karena adanya perubahan metode pelaksanaan portal gantry diganti menjadi launcher dan pembengkakan biaya diakibatkan karena biaya sewa alat yang idle. Hal ini menunjukkan bahwa perubahan metode pelaksanaan yang tidak direncanakan dengan mantap menyebabkan kerugian yang signifikan pada proyek.
PERENCANAAN DERMAGA PELABUHAN RAKYAT SAMBER, PAPUA
Clara Devina;
Bondan Kristi;
Priyo Nugroho;
Sriyana Sriyana
Jurnal Karya Teknik Sipil Volume 6, Nomor 4, Tahun 2017
Publisher : Departemen Teknik Sipil, Fakultas Teknik Universitas Diponegoro
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1111.315 KB)
Transportasi laut merupakan sarana penting dalam menunjang perekonomian dan pemerataan kesejahteraan masyarakat di wilayah-wilayah terpencil di Indonesia. Samber yang terletak di Disitrik Yendidori, Kabupaten Biak Numfor, Provinsi Papua adalah salah satu daerah yang belum memiliki sarana perhubungan laut yang memadai. Hal ini menjadi salah satu penghambat perkembangan ekonomi yang perlu diperhatikan. Dalam rangka menunjang perkembangan ekonomi di Samber, maka perlu dilakukan perencanaan dan pembangunan fasilitas pelabuhan untuk menunjang pelayanan transportasi laut di daerah tersebut. Dermaga Pelabuhan Rakyat ini dibangun di sisi selatan Samber. Perencanaan dermaga tersebut menggunakan data angin tahun 1999-2017 dengan metode peramalan gelombang SMB, data gelombang dengan periode ulang 50 tahun dan data pasang surut selama 29 hari yang dianalisis menggunakan metode Admiralty. Pemodelan gelombang dilakukan dengan program Mike21. Data kapal pelayaran rakyat yang digunakan untuk perencanaan dermaga, yaitu kapal ikan dengan bobot 100 GT digunakan sebagai acuan dalam menentukan dimensi dermaga. Dalam perencanaan struktur dermaga ini, perhitungan struktur dianalisis dengan menggunakan program SAP2000. Perhitungan untuk perencanaan pondasi menggunakan metode Meyerhof, Vesic dan Brom. Dari hasil perencanaan layout ditentukan panjang pier 51 m dengan lebar 7 m yang dihubungkan dengan trestle sepanjang 65 m dengan lebar 5 m, serta causeway dengan panjang 3 m dan lebar 5 m. Dari hasil analisis struktur dan perhitungan direncanakan balok dengan dimensi 300 x 500 mm, plat lantai dengan tebal 300 mm, pile cap dengan tebal 800 mm, dan tiang pancang menggunakan pipa baja JIS A5525 SKK490 dengan diameter luar 350 mm. Sedangkan hasil perencanaan untuk causeway, menggunakan 2 lapis struktur rubble mound dengan berat batuan berkisar 17,7 kg. Pada perencanaan struktur sandar, yang digunakan adalah fender SLP Type V 150H 2000L, serta struktur tambat yang dipakai adalah bollard dengan kapasitas 15 ton. Biaya yang direncanakan untuk pembangunan dermaga Samber yaitu sebesar Rp. 13.403.064.000,00.
PENGARUH POLA KEBIJAKAN PRODUKTIVITAS KONSTRUKSI INDONESIA TERHADAP DAYA SAING INFRASTRUKTUR
Imam Adhie Prakoso;
Stefanus Marco Andromeda;
Ilham Nurhuda;
Parang Sabdono
Jurnal Karya Teknik Sipil Volume 6, Nomor 4, Tahun 2017
Publisher : Departemen Teknik Sipil, Fakultas Teknik Universitas Diponegoro
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1368.946 KB)
Sektor konstruksi mempunyai peran penting dalam menggerakkan sektor riil dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi dengan menciptakan lapangan kerja dan peningkatan produktivitas serta daya saing konstruksi. Untuk itu diperlukan adanya kebijakan – kebijakan yang mengatur tentang hal – hal yang mempengaruhi produktivitas (5M) terutama pada bidang konstruksi sehingga terjadi peningkatan produktivitas yang secara tidak langsung akan meningkatkan daya saing infrastuktur. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pola kebijakan produktivitas konstruksi Indonesia terhadap daya saing infrastruktur berdasarkan data – data seperti UU Jasa Konstruksi, UU Ketenagakerjaan, Peraturan Presiden, Peraturan Menteri ,Peraturan Daerah dan Standar Nasional Indonesia (SNI) beserta data – data sekunder seperti jumlah penduduk Indonesia, jumlah tenaga kerja konstruksi, jumlah tenaga kerja konstruksi ahli dan terampil, nilai konstruksi yang diselesaikan dan proyek strategis nasional yang dikeluarkan oleh Badan Pusat Statistik (BPS). Untuk mengolah data – data tersebut dipakai metode penelitian yang digunakan adalah analisis deskriptif dan metode Crosstab. Kesimpulan dari penelitian ini adalah kebijakan – kebijakan yang dibuat pemerintah dalam hal produktivitas konstruksi secara tidak langsung berpengaruh terhadap daya saing insfrastuktur seperti semakin meningkatnya nilai konstruksi yang diselesaikan, semakin banyaknya proyek stategis nasional yang rampung sesuai dengan tahun pengoperasian dan peningkatan tenaga kerja konstruksi yang bersertifikasi.
PERENCANAAN STRUKTUR GEDUNG RUMAH SAKIT ISLAM GIGI DAN MULUT RSI SULTAN AGUNG SEMARANG
Abdul Rohmad;
Argosen Very Sihaloho;
Himawan Indarto;
Bambang Pardoyo
Jurnal Karya Teknik Sipil Volume 6, Nomor 4, Tahun 2017
Publisher : Departemen Teknik Sipil, Fakultas Teknik Universitas Diponegoro
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1293.37 KB)
Perencanaan Struktur Gedung Rumah Sakit Islam Gigi dan Mulut Sultan Agung Semarang ini dilakukan untuk mengetahui dimensi struktur utama apabila pembangunan gedung dilakukan dengan menggunakan metode konvensional. Gedung Rumah Sakit Islam Gigi dan Mulut Sultan Agung Semarang direncanakan dapat menjadi struktur tahan gempa. Pada perencanaan struktur tahan gempa diperlukan analisis beban gempa, pada gedung RSI ini diggunakan metode respon spektrum yang merupakan analisis dinamik. Berdasarkan Kriteria Desain Seismik (KDS) gedung RSI ini menggunakan Sistem Rangka Pemikul Momen Khusus (SRPMK) karena mempunyai tipe D. Analisis struktur dalam perencanaan gedung ini berdasarkan pada Tata Cara Perencanaan Ketahanan Gempa Untuk Struktur Bangunan Gedung dan Non Gedung (SNI 1726:2012) dan Persyaratan Beton Struktural untuk Bangunan Gedung (SNI 2847:2013) dengan menggunakan program struktur untuk mengetahui periode getar struktur dan gaya-gaya dalam yang bekerja pada struktur tersebut. Material beton yang digunakan mempunyai mutu 30 MPa, sedangkan mutu baja tulangan diggunakan 400 MPa untuk Tulangan utama dan 240 MPa untuk tulangan sengkang serta plat. Berdasarkan hasil penyelidikan tanah untuk Gedung RSI pondasi yang digunakan berjenis tiang pancang dengan diameter 600 mm dan memiliki kedalaman 12 m dengan menggunakan perhitungan rumus Terzaghi.
DAMPAK PERTUMBUHAN PENDUDUK TERHADAP INFRASTRUKTUR DI KOTA SEMARANG
Arga Satria Arsandi;
Dimas Wahyu R;
Ismiyati Ismiyati;
Ferry Hermawan
Jurnal Karya Teknik Sipil Volume 6, Nomor 4, Tahun 2017
Publisher : Departemen Teknik Sipil, Fakultas Teknik Universitas Diponegoro
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (530.512 KB)
Kota Semarang merupakan Ibukota Provinsi Jawa Tengah dimana pertumbuhan penduduknya semakin bertambah tiap tahunnya. Sebagai Ibukota Provinsi, Kota Semarang dituntut untuk dapat menenuhi dan menjamin kebutuhan penduduknya. Hal ini mendorong terjadinya urbanisasi penduduk dan pemekaran wilayah di Kota Semarang. Infrastruktur berperan penting dalam mendukung proses tersebut dimana perkembangannya diatur oleh kebijakan-kebijakan(Ismiyati, 2007). Tujuan dari penelitian ini adalahmengidentifikasi perkembangan infrastruktur di Semarang, menganalisis pertumbuhan penduduk, ekonomi wilayah, jaringan jalan & kebijakan-kebijakan yang mempengaruhi perkembangan infrastrukturdi Semarang dan mengevaluasi kebijakan-kebijakan yang mempengaruhi perkembangan infrastrukturdi Semarang. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah analisis deskriptif dan korelasi. Obyek dalam penelitian adalah mengidentifikasi pertumbuhan penduduk dan perkembangan infrastruktur. Data primer yang diperlukan berupa foto kondisi infrastuktur bangunan dan transportasi di Kota Semarang, sedangkan untuk data sekunder didapatkan dari penilitian yang pernah dilakukan sebelumnya, data-data yang dikeluarkan oleh instansi terkait. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalahkamera untuk dokumentasi gambar dan video yang berfungsi untuk menunjang data. Kesimpulan dari penelitian ini adalah faktor kepadatan penduduk merupakan hal yang paling berpengaruh terhadap dampak perkembangan infrastruktur di Semarang. Dampak yang ditimbulkan oleh pertumbuhan penduduk yaitu meningkatnya laju pertumbuhan penduduk di daerah-daerah pinggiran Kota Semarang dimana mempengaruhi perkembangan infrastuktur di daerah tersebut. Untuk kebijakan–kebijakan infrastruktur, masih ada beberapa yang perlu diperbarui, karena masih belum sesuai jika diimplementasikan di lapangan. Untuk itu pada penelitian ini diberikan rekomendasi untuk kebijakan - kebijakan infrastruktur.
ANALISIS SISTEM DRAINASE JALAN TOL BALIKPAPAN – SAMARINDA KM 22 + 025 – 52 + 100
Yanuar Adhiya Pratama;
Usamah Hidayatullah;
Sutarto Edhisono;
Dwi Kurniani
Jurnal Karya Teknik Sipil Volume 6, Nomor 4, Tahun 2017
Publisher : Departemen Teknik Sipil, Fakultas Teknik Universitas Diponegoro
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (663.264 KB)
Jalan Tol Balikpapan – Samarinda merupakan salah satu pekerjaan infrastruktur berdasar kepada keputusan Pemerintah yang tertuang dalam Peraturan Pemerintah No. 3 Tahun 2016 tentang Percepatan Pelaksanaan Proyek Strategis Nasional. Untuk menunjang kinerja jalan tol, maka diperlukan analisis sistem drainase jalan tol, agar tidak terjadi genangan dan kerusakan struktur jalan.Analisis sistem drainase dimulai dengan analisis hidrologi menggunakan metode hitung rata – rata aljabar. Data hujan didapatkan dari Stasiun Hujan Sepinggan (01o 15’ 44,9” LS , 116o 53’ 41” BT) dan dari Stasiun Hujan Temindung (00o 26’ 46” LS, 117o 9’ 36” BT). Data hujan yang digunakan adalah data hujan maksimum tahunan selama 15 tahun dari tahun 2001 hingga tahun 2015. Data hujan tersebut diolah menjadi intensitas hujan kala ulang menggunakan persamaan Mononobe. Selanjutnya hasil hitung intensitas hujan kala ulang tersebut digunakan untuk analisis debit menggunakan alat bantu aplikasi EPA SWMM Versi 5.1 sehingga didapatkan nilai debit banjir rencana (Q50) untuk gorong – gorong dan debit banjir rencana (Q25) untuk saluran samping, dan saluran median.Analisis debit banjir rencana tersebut dilakukan dengan pemodelan skema aliran sistem drainase jalan tol dilakukan menggunakan alat bantu aplikasi EPA SWMM Versi 5.1. Guna perencanaan hidrolik saluran, digunakan persamaan passing capacity. Saluran yang digunakan pada perencanaan sistem drainase Jalan Tol Balikpapan – Samarinda segmen 2 ini adalah saluran beton pra cetak dengan jenis saluran U-Ditch tipe U400D untuk saluran samping dan median, dan saluran Box Culvert dengan tipe BC 2 x 2 x 1 untuk saluran gorong – gorong.
PERENCANAAN STRUKTUR GEDUNG HOTEL CEMPAKA, KRANGGAN TEMANGGUNG
Lentera Tiarasari;
Mokhamad Rizky Tri Nugroho;
Himawan Indarto;
Indrastono Dwi Atmojo
Jurnal Karya Teknik Sipil Volume 6, Nomor 4, Tahun 2017
Publisher : Departemen Teknik Sipil, Fakultas Teknik Universitas Diponegoro
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (462.063 KB)
Perencanaan Struktur Gedung Hotel Cempaka, Kranggan Temanggung ini dilakukan untuk mengetahui dimensi struktur utama apabila pembangunan gedung dilakukan dengan menggunakan metode konvensional. Gedung Hotel Cempaka, Kranggan Temanggung direncanakan dapat menjadi struktur tahan gempa. Pada perencanaan struktur tahan gempa diperlukan analisis beban gempa, pada gedung Hotel ini diggunakan metode respon spektrum yang merupakan analisis dinamik. Berdasarkan Kriteria Desain Seismik (KDS) gedung Hotel Cempaka ini menggunakan Sistem Rangka Pemikul Momen Khusus (SRPMK) karena mempunyai tipe D. Analisis struktur dalam perencanaan gedung ini berdasarkan pada Tata Cara Perencanaan Ketahanan Gempa Untuk Struktur Bangunan Gedung dan Non Gedung (SNI 1726:2012) dan Persyaratan Beton Struktural untuk Bangunan Gedung (SNI 2847:2013) dengan menggunakan program struktur untuk mengetahui periode getar struktur dan gaya-gaya dalam yang bekerja pada struktur tersebut. Material beton yang digunakan mempunyai mutu 30 MPa, sedangkan mutu baja tulangan diggunakan 400 MPa untuk Tulangan utama dan 240 MPa untuk tulangan sengkang serta plat. Berdasarkan hasil penyelidikan tanah untuk Gedung Hotel Cempaka Kranggan pondasi yang digunakan berjenis tiang pancang dengan dimensi 400 x 400 mm dan memiliki panjang 10 m dengan menggunakan perhitungan rumus Bagemann.
PERENCANAAN PEMBANGUNAN GEDUNG BETA COORPORATION SEMARANG
Aldi Andrian Saputra;
Dimas Kusuma Brata;
Himawan Indarto;
Rudi Yuniarto Adi
Jurnal Karya Teknik Sipil Volume 6, Nomor 4, Tahun 2017
Publisher : Departemen Teknik Sipil, Fakultas Teknik Universitas Diponegoro
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Perencanaan Struktur Gedung BETA Coorporation ini dilakukan untuk mengetahui dimensi struktur utama apabila pembangunan gedung dilakukan dengan menggunakan metode konvensional. Gedung BETA Corp direncanakan dapat menjadi struktur tahan gempa. Pada perencanaan struktur tahan gempa diperlukan analisis beban gempa, pada gedung ini digunakan metode respon spektrum yang merupakan analisis dinamik. Berdasarkan Kriteria Desain Seismik (KDS) gedung ini menggunakan Sistem Rangka Pemikul Momen Khusus (SRPMK) karena mempunyai tipe B. Analisis struktur dalam redesain gedung ini berdasarkan pada Tata Cara Perencanaan Ketahanan Gempa Untuk Struktur Bangunan Gedung dan Non Gedung (SNI 1726:2012) dan Persyaratan Beton Struktural untuk Bangunan Gedung (SNI 2847:2013) dengan menggunakan program struktur untuk mengetahui periode getar struktur dan gaya-gaya dalam yang bekerja pada struktur tersebut. Material beton yang digunakan mempunyai mutu 25 MPa, sedangkan mutu baja tulangan digunakan 400 MPa untuk Tulangan utama dan 294 MPa untuk tulangan sengkang serta plat. Berdasarkan hasil penyelidikan tanah untuk Gedung BETA Corp ini pondasi yang digunakan tiang pancang dengan dimensi 500 x 500 mm dan memiliki panjang 10 m dengan menggunakan perhitungan rumus meyerhoff.
ANALISIS KELAYAKAN FASILITAS LANDSIDE DI TERMINAL 3 ULTIMATE BANDAR UDARA INTERNASIONAL SOEKARNO – HATTA
Maulana Arifin;
Bagus Gumilar Iskandar;
Y.I. Wicaksono Y.I. Wicaksono;
Bagus Hario Setiadji
Jurnal Karya Teknik Sipil Volume 6, Nomor 4, Tahun 2017
Publisher : Departemen Teknik Sipil, Fakultas Teknik Universitas Diponegoro
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (439.722 KB)
Soekarno Hatta International Airport (SHIA) merupakan bandar udara terbesar yang ada di Indonesia yang melayani penumpang terbanyak ke – 8 di Asia Tenggara berdasarkan Airports Council International (ACI) periode 2015, serta menduduki ranking ke – 44 di dunia sebagai bandara terbaik di dunia berdasarkan hasil survey dari lembaga Skytrax periode 2016 – 2017. Pergerakan penumpang dan pesawat di Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta setiap tahunnya mengalami peningkatan baik itu di terminal domestik maupun terminal internasional sehingga kepadatan penumpang pada terminal 3 Ultimate pun tidak terelakkan terutama pada fasilitas landsidenya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mengevaluasi fasilitas landside di Terminal 3 Ultimate berdasarkan permintaan (demand) penumpang peak hour, data produksi parkir dan data jumlah kendaraan di tahun 2016 menggunakan metode perhitungan SNI 03-7046-2004, IATA Airport Development Reference Manual (ADRM), FIFO (first in first out), MKJI 1997 dan PP No.43 1993. Dari hasil analisa didapatkan jumlah check in counter berdasarkan waktu pelayanan survey maksimum adalah 98 counter menurut SNI, 89 counter menurut FIFO, dan 46 counter menurut ADRM, ruang tunggu keberangkatan masih memadai syarat kapasitas dengan Level Of Service (LOS) masing – masing ruang tunggu (U11 – U17) A yaitu Excellent Level of Comfort, luas ruang baggage claim dan tujuh buah baggage claim device pada kondisi eksisting masih bisa melayani 2,116 penumpang datang per jam tahun 2016 dengan baik, kondisi eksisting dari aksesbilitas adalah Level Of Service (LOS) F dengan DS>1 dengan kemacetan pada titik persimpangan sementara kapasitas luas parkir masih memadai untuk melayani penumpang peak hour tahun 2016. Selain penambahan jumlah check in counter, kepadatan pada terminal penumpang dapat diatasi dengan pemisahan check in counter penumpang yang sudah check in online dengan penumpang yang belum, di samping itu perlu adanya penambahan lajur pada akses beserta penambahan papan penunjuk jalan yang jelas di sepanjang jalan sebelum titik penting (decision point) pada aksesbilitas terminal sesegera mungkin.
PERENCANAAN DERMAGA KAPAL PERINTIS DI PULAU WAKDE, PAPUA
Ambarisqia Dining Dwifa;
Hanzalah Noufal;
Priyo Nugroho;
Hardi Wibowo
Jurnal Karya Teknik Sipil Volume 6, Nomor 4, Tahun 2017
Publisher : Departemen Teknik Sipil, Fakultas Teknik Universitas Diponegoro
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (656.961 KB)
Indonesia merupakan negara kepulauan (Archipelago Country) terbesar di dunia. Negara kepulauan ini memiliki lebih dari 17.000 pulau di mana sekitar 92 pulau merupakan pulau terluar di Indonesia. Salah satu pulau terluar adalah Pulau Wakde di Kabupaten Sarmi, Provinsi Papua. Pulau Wakde memiliki potensi di sektor hasil laut dan sektor pariwisata berupa wisata sejarah dan bahari. Namun saat ini sarana dan prasarana di Pulau Wakde masih tergolong tertinggal. Hal tersebut mengakibatkan aktivitas sosial, perekonomian, dan pariwisata Pulau Wakde kurang berkembang secara optimal. Pembangunan Dermaga Perintis Wakde merupakan salah satu upaya untuk mengatasi masalah tersebut. Dermaga kapal perintis ini dibangun di sisi barat daya Pulau Wakde. Perencanaan dermaga ini menggunakan data gelombang dengan periode ulang 50 tahun dan data pasang surut selama 15 hari yang dianalisis dengan metode admiralty. Pemodelan gelombang dilakukan dengan program Mike21. Kapal dengan bobot 200 DWT merupakan kapal rencana. Dalam perencanaan struktur dermaga ini, sistem struktur dianalisis dengan menggunakan program SAP2000 dengan model 3D. Layout jettyhead direncanakan dengan panjang 60 m dengan lebar 8 m yang dihubungkan dengan trestle sepanjang 19 m dan lebar 6 m, serta causeway dengan panjang 15 m dan lebar 6 m. Dari hasil analisis struktur dan perhitungan direncanakan balok dengan dimensi 40×60 cm, plat lantai dengan tebal 300 mm, pile cap dengan tebal 800 mm, dan tiang pancang dengan diameter luar 40 cm dan tebal 17 mm. Sedangkan hasil perencanaan untuk causeway, menggunakan struktur pemecah gelombang sisi miring dengan berat batuan berkisar antara 55-60 kg.Pada perencanaan struktur sandar, yang digunakan adalah fender V 150–2000L serta struktur tambat yang dipakai adalah bitt dengan kapasitas 25 ton. Biaya pembangunan dermaga ini sebesar Rp 30.880.929.000,00.