cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
JURNAL KARYA TEKNIK SIPIL
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 26 Documents
Search results for , issue "Volume 7, Nomor 2, Tahun 2018" : 26 Documents clear
PENGATURAN DAN PERBAIKAN SUNGAI DENGKENG Ksatrio Ksatrio; Cindy Tryamarti; Hary Budieny; Dwi Kurniani
Jurnal Karya Teknik Sipil Volume 7, Nomor 2, Tahun 2018
Publisher : Departemen Teknik Sipil, Fakultas Teknik Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Sungai Dengkeng merupakan salah satu sungai yang berada dalam Wilayah Kerja BBWS (Balai Besar Wilayah Sungai) Bengawan Solo. Aliran air Sungai Dengkeng bermuara di Sungai Bengawan Solo dengan panjang Sungai Dengkeng 45 km dan luas daerah aliran sungai 706,755 km2. Banjir merupakan salah satu permasalahan yang sering terjadi di Sungai Dengkeng. Kondisi Sungai Dengkeng mengalami sedimentasi yang cukup tinggi dan perubahan tata guna lahan di sepanjang aliran menyebabkan surface runoff  (limpasan permukaan)  dan genangan air meningkat. Akibatnya, pada musim penghujan Kecamatan Cawas, Bayat, Trucuk,  Kabupaten Klaten sering mengalami banjir. Hidrograf banjir Sungai Dengkeng dianalisis dengan menggunakan program HEC – HMS dan analisis hidrolika digunakan program HEC – RAS. Hasil analisis menunjukan kondisi penampang eksisting Sungai Dengkeng tidak mampu untuk menampung debit banjir rencana Q50th sebesar 424,8 m3/detik. Dari hasil studi dan perhitungan yang telah dilakukan, pemecahan untuk permasalahan ini adalah melakukan pengaturan dan perbaikan Sungai Dengkeng, dengan cara mendesain penampang Sungai Dengkeng .Sehingga, Sungai Dengkeng dapat mengalirkan debit banjir dan meminimalisir terjadinya banjir. Penampang sungai didesain berbentuk trapesium dan persegi. Desain yang berbentuk trapesium dilakukan pendalaman dan pelebaran pada penampang sungai. Sedangkan desain yang berbentuk persegi dilakukan perkuatan dengan sheet pile pada daerah padat pemukiman. Tipe sheet pile yang digunakan adalah CCSP W450 – 1000A dengan kedalaman 22 m. 
ANALISIS PERBAIKAN TANAH KERETA CEPAT KORIDOR JAKARTA – SURABAYA, SEKSI 2 CIREBON – SEMARANG Dani Lukmito Utomo; Heins Christian Trinalda; Sri Prabandiyani; Siti Hardiyati
Jurnal Karya Teknik Sipil Volume 7, Nomor 2, Tahun 2018
Publisher : Departemen Teknik Sipil, Fakultas Teknik Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Pemerintah Indonesia berencana akan melakukan peningkatan kecepatan kereta api koridor Jakarta-Surabaya. Dari beberapa alternatif yang diusulkan terpilih alternatif 1 dimana menggunakan kereta diesel tilt train dengan kecepatan 160 km/jam. Dengan adanya beban kereta yang berbeda maka diperoleh beban kereta (q) sebesar 36,299 kN/m. Analisis ini mengambil lokasi pada daerah Batang (B4-05, B4-06, dan B4-07). Dari hasil analisis dengan interpretasi peta geologi, maka lokasi tersebut berada pada formasi Alluvium yang memiliki ketebalan lapisan tanah lunak yang besar dan berpotensi menimbulkan kegagalan konstruksi timbunan jalan rel. Dari hasil analisis stabilitas menggunakan bantuan software Slope/W didapatkan angka aman untuk masing-masing lokasi adalah 1,346; 1,226; 0,635. Dari analisis penurunan didapatkan penurunan untuk masing-masing lokasi 0,834 m, 0,744 m, dan 0,893 m. Kemudian dilakukan perbaikan tanah menggunakan metode embankment on pile dengan bahan terucuk bambu dan preloading PVD karena metode ini sudah diterima dan umum digunakan di Indonesia. Dengan adanya penambahan tiang bambu untuk jarak spasi 1 m dengan Panjang bambu 6 m, 8 m, dan 21 m pada masing-masing lokasi, dapat meningkatkan stabilitas menjadi 1,368; 1,441; dan 1,335. Kemudian dengan penggunaan metode preloading pvd dapat menjamin stabilitas pada tiap tahapan timbunan serta mempercepat waktu konsolidasi menjadi 282 hari pada lokasi B4-05, 156 hari pada lokasi B4-06, dan 410 hari pada lokasi B4-07.
ANALISIS KINERJA RUAS JALAN PADA JALAN M.H. THAMRIN (BUNDARAN HI - SIMPANG SARINAH) AKIBAT PROYEK PEMBANGUNAN MRT JAKARTA UNDERGROUND SECTION CP 106 Muhammad Auliya Rahman
Jurnal Karya Teknik Sipil Volume 7, Nomor 2, Tahun 2018
Publisher : Departemen Teknik Sipil, Fakultas Teknik Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (224.224 KB)

Abstract

Kota Jakarta merupakan Ibu Kota Indonesia yang memiliki perkembangan dan kemajuan yang sangat pesat diberbagai bidang sektor. Kondisi seperti ini menyebabkan tingkat populasi yang tinggi, sehingga setiap tahunnya kendaraan yang melintasi kota Jakarta mengalami peningkatan. Maka dari itu Pemerintah Provinsi DKI Jakarta membangun prasarana transportasi umum baru yaitu Mass Rapid Transit (MRT). Hal ini menjadi pemicu utama kemacetan lalu lintas, salah satunya adalah di jalan M.H. Thamrin. Sehingga akan menyebabkan kinerja ruas jalan (derajat kejenuhan dan kecepatan) dan biaya operasional kendaraan (BOK) meningkat. Perhitungan kinerja ruas jalan dalam penelitian ini mengacu pada PKJI’14 dan MKJI’97, sedangkan metode untuk perhitungan BOK menggunakan metode Pacific Consultant Internasional (PCI). Data primer yang diperlukan berupa data arus lalu lintas, geometrik dan data kecepatan saat konstruksi berlangsung. Sedangkan data sekunder didapat dari instansi terkait. Angka kelayakan pelayanan jalan ditunjukan dengan nilai derajat kejenuhan/degree of saturation (DS), dengan syarat DS ≤ 0,85. Hasil analisis data menunjukan kapasitas jalan M.H. Thamrin pada tahun 2013 sebelum konstruksi sebesar 7893,6 skr/jam, mengalami penurunan kapasitas saat konstruksi tahun 2017 menjadi 7550,4 skr/jam, nilai DS tahun 2013 sebesar 0,84 menjadi 0,52 pada saat konstruksi tahun 2017, kecepatan kendaraan pada tahun 2013 sebesar 43,9 km/jam menjadi 39,18 km/jam pada saat konstruksi tahun 2017 dan BOK pada tahun 2013 sebesar Rp. 906,67 mengalami kenaikan menjadi Rp. 1.158,36. Untuk tercapainya kinerja dan tingkat pelayanan lokasi tinjauan yang lebih baik adalah dengan melakukan pelebaran jalan sehingga dapat menambah kapasitas jalan saat konstruksi
PERENCANAAN STRUKTUR GEDUNG HEAD OFFICE PERTAMINA RU (REFINERY UNIT) IV CILACAP DENGAN STRUKTUR KOMPOSIT BAJA-BETON Sanggabuana Satria K; Tunggal Bagas Yuliawan; Sukamta Sukamta; Parang Sabdono
Jurnal Karya Teknik Sipil Volume 7, Nomor 2, Tahun 2018
Publisher : Departemen Teknik Sipil, Fakultas Teknik Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKGedung Head Office Pertamina RU IV Cilacap adalah bangunan yang difungsikan sebagai gedung perkantoran dan pusat kegiatan administratif milik PT. Pertamina (Persero) yang terdiri dari 5 (lima) lantai. Struktur bangunan pada awalnya menggunakan material struktur beton bertulang, namun pada penulisan jurnal ini komponen struktur dirubah menggunakan struktur yang tersusun secara komposit terdiri dari penampang beton dan profil baja. Gedung dimodelkan menggunakan analisis program SAP2000 untuk mendapatkan gaya dalam yang terjadi pada struktur gedung. Perhitungan mempertimbangkan kemampuan baik penampang beton maupun profil baja dalam menahan beban yang terjadi. Metode perhitungan telah disesuaikan dengan SNI 1729:2015, didapatkan hasil berupa dimensi elemen struktur komposit kolom yang mampu menahan pembebanan yang terjadi pada bangunan.
SIMULASI EMBUNG ROWO JOMBOR UNTUK OPTIMALISASI PEMANFAATAN AIR Afrinaldi Tanjung; Elki Amika Bondan Saputra; Hary Budieny; Dyah ari Wulandari
Jurnal Karya Teknik Sipil Volume 7, Nomor 2, Tahun 2018
Publisher : Departemen Teknik Sipil, Fakultas Teknik Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Air merupakan hal vital bagi kehidupan, salah satu cara dalam pemanfaatan air adalah dengan menampung di embung. Embung Rowo Jombor terletak di Desa Krakitan, Bayat, Klaten, Jawa Tengah. Embung tersebut memiliki luas genangan 178 Ha, berfungsi mengairi pertanian seluas 77,9 Ha dengan tampungan sebesar 4.618.069 m3.Maksud penelitian ini adalah untuk mengoptimalkan pemanfaatan air embung ditinjau dari berbagai kebutuhan air. Sedangkan tujuannya adalah untuk mengetahui volume embung yang dapat dioptimalkan menggunakan simulasi metode kontinuitas.Hasil penelitian adalah inflow dianalisis menggunakan metode FJ Mock selama 10 tahun dan menghasilkan rerata debit sebesar 0,740 m3/detik. Pada elevasi mercu spillway eksisting disimulasikan 4 skenario kebutuhan air dengan simulasi paling optimal yaitu Simulasi Kebutuhan Air Modifikasi 3. Modifikasi 3 adalah kebutuhan areal persawahan 210,7 Ha , kebutuhan air domestik 0,144 m3/orang/hari dan penggelontoran saluran irigasi dengan tahun kering sebesar 0,01 m3/detik , tahun normal sebesar 0,04 m3/detik dan tahun basah sebesar 0,46 m3/detik yang digunakan untuk pedoman Rule Curve. Demand pada kebutuhan eksisting sebesar 3.192.491,49 m3 sedangkan kebutuhan pada Kebutuhan Modifikasi 3 menjadi 11.760.503,93  m3 dengan keandalan 96,25%.
PERENCANAAN SUDETAN SUNGAI KUALA TENDEKI PADA JALAN TOL MANADO – BITUNG Laksmana Angga Parsada; Toebagus Galih Ruwanda Pramana; Sutarto Edhisono; Dyah ari Wulandari
Jurnal Karya Teknik Sipil Volume 7, Nomor 2, Tahun 2018
Publisher : Departemen Teknik Sipil, Fakultas Teknik Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (818.82 KB)

Abstract

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Utara bekerja sama untuk membuat Jalan Tol Manado – Bitung. Jalan Tol Manado – Bitung dibangun untuk menyediakan jalan alternatif dari ruas jalan existing yang masih menjadi satu-satunya jalur penghubung kedua kota tersebut dan akan menjadi jalan akses utama ke kawasan ekonomi khusus (KEK) Bitung dan pelabuhan hubungan internasional Bitung.Trase jalan tol tersebut melewati alur sungai yang berkelok-kelok dan untuk mengamankan badan jalan agar tidak tergerus aliran sungai maka diperlukan sudetan. Sebagai akibatnya alur sudetan menjadi curam, sehingga diperlukan ambang  untuk menjaga kelandaian dan perkuatan dasar sungai dan tebing. Pada perencanaan sudetan dilakukan beberapa analisis di antaranya, analisis hidrologi, analisis hidrolika sungai, dan analisis erosi dan sedimentasi.Kata Kunci: Sudetan, Ambang, Erosi, Sedimentasi.
ANALISIS PERBAIKAN TANAH KERETA CEPAT KORIDOR JAKARTA – SURABAYA, SEKSI 2 CIREBON – SEMARANG Tri Kumala Hasan; Kresno Wikan Sadono; Muhrozi Muhrozi
Jurnal Karya Teknik Sipil Volume 7, Nomor 2, Tahun 2018
Publisher : Departemen Teknik Sipil, Fakultas Teknik Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Pemerintah Indonesia berencana akan melakukan peningkatan kecepatan kereta api koridor Jakarta-Surabaya. Dari beberapa alternatif yang diusulkan terpilih alternatif 1 dimana menggunakan kereta diesel tilt train dengan kecepatan 160 km/jam. Dengan adanya beban kereta yang berbeda maka diperoleh beban kereta (q) sebesar 36,299 kN/m. Analisis ini mengambil lokasi pada daerah Batang (B4-05, B4-06, dan B4-07). Dari hasil analisis dengan interpretasi peta geologi, maka lokasi tersebut berada pada formasi Alluvium yang memiliki ketebalan lapisan tanah lunak yang besar dan berpotensi menimbulkan kegagalan konstruksi timbunan jalan rel. Dari hasil analisis stabilitas menggunakan bantuan software Slope/W didapatkan angka aman untuk masing-masing lokasi adalah 1,346; 1,226; 0,635. Dari analisis penurunan didapatkan penurunan untuk masing-masing lokasi 0,834 m, 0,744 m, dan 0,893 m. Kemudian dilakukan perbaikan tanah menggunakan metode embankment on pile dengan bahan terucuk bambu dan preloading PVD karena metode ini sudah diterima dan umum digunakan di Indonesia. Dengan adanya penambahan tiang bambu untuk jarak spasi 1 m dengan Panjang bambu 6 m, 8 m, dan 21 m pada masing-masing lokasi, dapat meningkatkan stabilitas menjadi 1,368; 1,441; dan 1,335. Kemudian dengan penggunaan metode preloading pvd dapat menjamin stabilitas pada tiap tahapan timbunan serta mempercepat waktu konsolidasi menjadi 282 hari pada lokasi B4-05, 156 hari pada lokasi B4-06, dan 410 hari pada lokasi B4-07.
RESTORASI SUNGAI DOMBO SAYUNG STA 0+000 – 3+800 KABUPATEN DEMAK Mayasari Mayasari; Riris Dwi Astuti; Sri Sangkawati; Sriyana Sriyana
Jurnal Karya Teknik Sipil Volume 7, Nomor 2, Tahun 2018
Publisher : Departemen Teknik Sipil, Fakultas Teknik Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permasalahan yang terjadi pada daerah disekitar wilayah Sungai Dombo Sayung adalah banjir akibat rob dan pendangkalan sungai serta alur sungai yang dijadikan tempat parkir nelayan masyarakat kecamtan Sayung tidak tertata dengan baik. Perencanaan restorasi Sungai Dombo Sayung bertujuan untuk mengetahui besarnya nilai debit banjir rencana, dimensi penampang efektif sungai, mewujudkan restorasi dari segi morfologi dan sosial ekonomi. Debit banjir rencana dihitung dari DAS Dombo Sayung dengan metode Haspers, Melchior dan Rasional ditambah dengan debit banjir yang masuk ke hulu Sungai Dombo Sayung melalui pintu Bendung Pucanggading, kemudian hasil ketinganya diambil yang terbesar dan dilakukan running dengan aplikasi HEC-RAS untuk mengetahui apakah kapasitas sungai mampu menampung debit banjir rencana. Berdasarkan hasil analisa menggunakan software HEC-RAS dengan nilai debit kala ulang 100 tahun total sebesar 749,19 m3/dt pada STA 8+800 – 0+000 elevasi air lebih tinggi dari elevasi tanggul. Penampang sungai yang sudah direncanakan, dicek kestabilan lerengnya menggunakan aplikasi Geostudio Slope W/ dan kemiringan lereng sungai cukup stabil dengan nilai FS 1,134. Hasil perencanaan yaitu dilakukan pengerukan sedalam ± 1,5 m, kemiringan dasar sungai rencana 0,000016,  perbandingan lereng sungai 1:2 dan tinggi jagaan tidak kurang dari 0,7 m. Restorasi dari segi sosial ekonomi direncanakan untuk meningkatkan pendapatan masyarakat sekitar dan daerah dengan direncanakan pariwisata di alur sungai Dombo Sayung STA 0+000 ( Pantai Morosari ) hingga STA 3+800 ( Desa Bedono ). Perencanaan dermaga wisata, dermaga nelayan dan jalur pelayaran kapal dilakukan pada STA 0+800 – 0+000. Rencana anggaran biaya untuk melaksanakan restorasi Sungai Dombo Sayung yaitu sebesar Rp. 58.710.504.000,-.
STUDI EKSPERIMENTAL BALOK BAJA KASTELA DENGAN LUBANG OVAL VERTIKAL Aidoo Dio Djuwenta; Abda Rizka Nabella; Parang Sabdono; Han Ay Lie
Jurnal Karya Teknik Sipil Volume 7, Nomor 2, Tahun 2018
Publisher : Departemen Teknik Sipil, Fakultas Teknik Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKBalok kastela adalah balok baja profil penampang I dengan lubang bukaan pada badan yang berbentuk heksagonal, persegi, circular, atau modifikasi dari ketiga bentuk tersebut. Dengan adanya lubang bukaan pada badan balok baja kastela dapat mengurangi berat struktur dan dapat menambah tinggi profil. Penelitian ini berupa studi eksperimental kapasitas beban dan defleksi pada balok baja kastela dengan variasi bukaan oval vertikal dibandingan dengan balok baja normal tanpa lubang dengan panjang bentang yang berbeda. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi kapasitas beban ultimate, defleksi dan perilaku kegagalan struktur balok baja kastela lubang bukaan oval vertikal dan balok baja normal. Benda uji yang digunakan berupa dua buah balok kastela profil IWF 277.100.7.11 dan dua buah balok normal profil IWF 200.100.7.11 dengan panjang bentang 515 mm dan 900 mm. Pengujian lentur menggunakan metode pembebanan dua titik untuk mendapatkan kegagalan akibat lentur murni. Hasil pengujian didapatkan rasio beban balok kastela terhadap balok normal sebesar 0,42  pada bentang 515 mm dan 0,57 pada bentang 900 mm. Selain itu juga didapatkan perilaku kegagalan dari balok normal terjadi tekuk lokal pada sayap atas akibat terjadinya konsentrasi pembebanan di bawah rol beban dan perilaku kegagalan pada balok kastela terjadi buckling web post akibat instabilitas struktur pada badan profil.
ANALISIS KINERJA RUAS JALAN PADA JALAN M.H. THAMRIN (BUNDARAN HI - SIMPANG SARINAH) AKIBAT PROYEK PEMBANGUNAN MRT JAKARTA UNDERGROUND SECTION CP 106 Muhammad Auliya Rahman; Muhammad Hafidz Hasan; Y.I. Wicaksono Y.I. Wicaksono; Bambang Riyanto
Jurnal Karya Teknik Sipil Volume 7, Nomor 2, Tahun 2018
Publisher : Departemen Teknik Sipil, Fakultas Teknik Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (224.224 KB)

Abstract

Kota Jakarta merupakan Ibu Kota Indonesia yang memiliki perkembangan dan kemajuan yang sangat pesat diberbagai bidang sektor. Kondisi seperti ini menyebabkan tingkat populasi yang tinggi, sehingga setiap tahunnya kendaraan yang melintasi kota Jakarta mengalami peningkatan. Maka dari itu Pemerintah Provinsi DKI Jakarta membangun prasarana transportasi umum baru yaitu Mass Rapid Transit (MRT). Hal ini menjadi pemicu utama kemacetan lalu lintas, salah satunya adalah di jalan M.H. Thamrin. Sehingga akan menyebabkan kinerja ruas jalan (derajat kejenuhan dan kecepatan) dan biaya operasional kendaraan (BOK) meningkat. Perhitungan kinerja ruas jalan dalam penelitian ini mengacu pada PKJI’14 dan MKJI’97, sedangkan metode untuk perhitungan BOK menggunakan metode Pacific Consultant Internasional (PCI). Data primer yang diperlukan berupa data arus lalu lintas, geometrik dan data kecepatan saat konstruksi berlangsung. Sedangkan data sekunder didapat dari instansi terkait. Angka kelayakan pelayanan jalan ditunjukan dengan nilai derajat kejenuhan/degree of saturation (DS), dengan syarat DS ≤ 0,85. Hasil analisis data menunjukan kapasitas jalan M.H. Thamrin pada tahun 2013 sebelum konstruksi sebesar 7893,6 skr/jam, mengalami penurunan kapasitas saat konstruksi tahun 2017 menjadi 7550,4 skr/jam, nilai DS tahun 2013 sebesar 0,84 menjadi 0,52 pada saat konstruksi tahun 2017, kecepatan kendaraan pada tahun 2013 sebesar 43,9 km/jam menjadi 39,18 km/jam pada saat konstruksi tahun 2017 dan BOK pada tahun 2013 sebesar Rp. 906,67 mengalami kenaikan menjadi Rp. 1.158,36. Untuk tercapainya kinerja dan tingkat pelayanan lokasi tinjauan yang lebih baik adalah dengan melakukan pelebaran jalan sehingga dapat menambah kapasitas jalan saat konstruksi berlangsung.

Page 1 of 3 | Total Record : 26