cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Industrial Engineering Online Journal
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
INDUSTRIAL ENGINEERING ONLINE JOURNAL adalah Karya Ilmiah S1 Program Studi Teknik Industri Fakultas Teknik Universitas Diponegoro yang memuat tulisan ilmiah dan hasil-hasil penelitian, kajian ilmiah, analisis dan pemecahan permasalahan di Industri yang erat hubungannya dengan bidang Ilmu Teknik Industri.
Arjuna Subject : -
Articles 55 Documents
Search results for , issue "Vol 7, No 4 (2018): WISUDA PERIODE OKTOBER 2018" : 55 Documents clear
Desain Perbaikan Untuk Meningkatkan Nilai Efisiensi Manufaktur Keberlanjutan Menggunakan Sustainable Value Stream Mapping (Studi Kasus : CV Mugiharjo) Caesar Hergi Prasetyo; Purnawan Adi Wicaksono
Industrial Engineering Online Journal Vol 7, No 4 (2018): WISUDA PERIODE OKTOBER 2018
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (715.727 KB)

Abstract

CV Mugiharjo merupakan perusahaan di bidang furnitur memiliki masalah mengenai keterlambatan pengiriman kepada konsumen karena terlalu banyak proses inefisien dalam proses produksinya. Selain itu, limbah material padat berbentuk serbuk kayu dan limbah cair hasil pengecatan belum dikelola dengan baik sehingga menyebabkan dampak terhadap lingkungan. Keterlambatan penggajian karena stabilitas keuangan perusahaan yang belum baik berpengaruh pada performansi dan kepuasan pekerja dalam bekerja. Desain perbaikan sustainable manufacturing menggunakan sustainable value stream mapping bertujuan untuk mengidentifikasi dan menilai indikator dimensi ekonomi, lingkungan dan sosial di dalam sebuah perusahaan lalu memberikan rekomandasi kepada perusahaan untuk meningkatkan nilai dari setiap indikator. Hasil penelitian menggambarkan terdapat beberapa indikator yaitu dimensi ekonomi yang terdiri efisiensi waktu, efiensi cacat, dan efisiensi inventory dan efisiensi biaya. Dimensi lingkungan terdiri dari indikator efisensi material, efisiensi limbah dan efiensi energi. Dimensi sosial terdiri dari indikator tingkat kepuasan karyawan, tingkat kesehatan karyawan dan tingkat pelatihan karyawan. Sustainable value stream mapping menggambarkan terdapat masalah di beberapa stasiun kerja dan terdapat stasiun kerja kritis yaitu finishing karena waktu proses lama, tingkat cacat tinggi dan efisiensi inventory rendah sehingga diusulkan sebuah desain standar operasional prosedur untuk operator di finishing ABSTRACTImproved Design to Increase the Value of Sustainability Manufacturing Efficiency Using Sustainable Value Stream Mapping. CV Mugiharjo is a furniture company that has problems regarding delays in delivery to consumers because there are too many inefficient processes in the production process. In addition, solid material waste in the form of wood powder and liquid waste resulting from painting has not been managed properly, causing environmental impacts. Payroll delays due to the company's financial stability that has not been well affected the work performance and satisfaction in the work. The improved design of sustainable manufacturing using sustainable value stream mapping aims to identify and assess indicators of economic, environmental and social dimensions within a company and then provide recommendations to the company to increase the value of each indicator. The results of the study illustrate that there are several indicators, namely the economic dimension which consists of time efficiency, defect efficiency, and inventory efficiency and cost efficiency. Environmental dimensions consist of material efficiency indicators, waste efficiency and energy efficiency. The social dimension consists of indicators of employee satisfaction, employee health and employee training levels. Sustainable value stream mapping illustrates that there are problems in several work stations and there are critical work stations namely finishing work station due to long processing time, high defect rate and low inventory efficiency so that a standard operational procedure design for operators in finishing is proposed.
ANALISIS PENYEBAB DEFECT DENGAN MENGGUNAKAN METODE FAILURE MODE EFFECTS AND ANALYSIS DAN FAULT TREE ANALYSIS PADA ASSEMBLY AREA PT EBAKO NUSANTARA Indra Gunawan Sihombing; Darminto Pujotomo
Industrial Engineering Online Journal Vol 7, No 4 (2018): WISUDA PERIODE OKTOBER 2018
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (187.837 KB)

Abstract

PT. Ebako Nusantara merupakan salah satu perusahaan yang bergerak dalam bidang furniture yang berlokasi di Kawasan Industri Terboyo, Semarang. Perusahaan ini bergerak dalam pembuatan Artefact, Bed, Cabinet, Cocktail TABLE, Table, Barstool, Bench and Chair. Berdasarkan data hasil laporan bulanan terdapat 11 jenis cacat. Jenis cacat yang paling banyak ditemui adalah masalah surface problem, yaitu sebesar 37,88 %. Upaya yang dilakukan untuk pengendalian produk gagal tersebut adalah dengan menggunakan metode Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) dan metode Fault Tree Analysis (FTA) untuk mengidentifikasi dan menganalisa kegagalan yang terjadi. Tujuan dari penggunaan FMEA adalah untuk mengetahui moda kegagalan mana yang memiliki nilai RPN paling tinggi dengan cara mengalikan tingkat keparahan, kejadian, dan deteksi. Selanjutnya moda kegagalan dengan nilai RPN diatas 100 dijadikan sebagai top level event pada diagram FTA. Metode FTA digunakan untuk mengetahui akar penyebab kegagalan yang terjadi. Pada PT. Ebako Nusantara moda kegagalan yang nilai RPNnya diatas 100 ada yaitu surface problem.Penyebab kegagalan potensialnya adalah karena kondisi kayu yang kurang baik, pemotongan kayu tidak rata dan kualitas amplas tidak baik ABSTRACTPT. Ebako Nusantara is one of the companies engaged in the field of furniture located in the industrial area Terboyo, Semarang. The company is engaged in the manufacture of Artefact, Bed, Cabinet, TABLE, Cocktail Table, Barstool, Bench and Chair. Based on the results of the monthly reports there are 11 types of defects. Types of disabilities the most ubiquitous is the surface problem, namely the problem of 37.88%. Efforts are being made to control the failed product is by using the method of Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) and the method of Fault Tree Analysis (FTA) to identify and analyse the failure happened. The purpose of the use of FMEA failure mode is to find out which ones have the highest RPN value by way of multiplying the severity, occurrence, and detection. Next mode of failure with the value of the RPN above 100 as a top tier event on the diagram of the FTA. The FTA method is used to find out the root cause of failures that have occurred. At PT. Ebako Nusantara is the failure mode of the RPNnya value above 100 there are i.e. surface problem. The cause of the failure is because of the tremendous potential that wood conditions are unfavourable, the cutting of the wood and the quality of the sandpaper is not good
ANALISIS PENYEBAB PRODUK CACAT PADA BAGIAN FOUNDRY DENGAN METODE FAILURE MODE AND EFFECT ANALYSIS (FMEA) (Studi Kasus: PT. Austenite Foundry Medan) Naibaho, Herdianto Marasi; Susanty, Aries
Industrial Engineering Online Journal Vol 7, No 4 (2018): WISUDA PERIODE OKTOBER 2018
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (348.561 KB)

Abstract

PT. Austenite Foundry merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang pengecoran logam. Produk-produk yang dihasilkan perusahaan berupa bagian- bagian mesin dan alat berat pada bidang pertanian. Perusahaan tersebut menggunakan metode pengecoran permanent mold casting dan lost foam casting. Dalam melakukan pengecoran logam, PT. Austenite Foundry melibatkan berbagai bagian diantaranya, bagian pattern, molding, pengecoran, quality control, fettling, dan bagian finishing. Bagian yang riskan dalam perusahaan foundry adalah bagian pengecoran, apabila proses pengecoran yang dilakukan bentuknya tidak sempurna maka akan dianggap cacat. PT. Austenite Foundry telah menetapkan batas produk cacat maksimal sebesar 10% tetapi belum dapat dipenuhi oleh perusahaan. Pada bulan Desember 2016 rata-rata produk cacat tiap minggunya mencapai 20,83% sehingga mengakibatkan banyaknya keluhan dari pelanggan dan perusahaan mengalami kerugian sebesar Rp 229.789.138. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui penyebab produk cacat yang paling dominan serta memberikan solusi perbaikan pada proses produksi agar dapat mengurangi jumlah produk cacat. Penelitian ini menggunakan metode Failure Mode Effects Analysis (FMEA) dan menggunakan metode 5W+1H. Hasil yang didapatkan dari penelitian adalah jenis cacat yang paling dominan yaitu pin hole (lubang kecil) dan crack (patah) sebesar 80,2%. Penyebab terbesar pin hole adalah  pengisian pasir pada pattern yang tidak sempurna dan saluran udara kurang, sementara pada crack terjadi akibat proses pendinginan dan pembukaan cetakan pasir yang tidak sempurna, saluran udara kurang dan penuangan cairan logam ke dalam cetakan kurang tepat. Usulan perbaikan yang diberikan adalah melakukan briefieng sebelum melakukan pekerjaan, menetapkan standar operasional pekerja, dan meningkatkan kenyamanan pada lantai produksi.ABSTRACT[Analysis Causes Of Defective Products in Foundry Using Filure Mode and Effect Analysis (FMEA) Method] PT. Austenite Foundry is a company engaged in metal casting. Products produced by the company in the form of machinery parts and heavy equipment in agriculture. The company uses the permanent mold casting method and lost foam casting. In conducting metal casting, PT. Austenite Foundry involves various parts including, pattern parts, molding, casting, quality control, fettling, and finishing parts. The risky part of the foundry company is the casting part, if the casting process is not perfect, it will be considered defective. PT. Austenite Foundry has set a defective product limit of up to 10% but has not been met by the company. In December 2016 the average defective product reached 20.83% per week, resulting in a large number of complaints from customers and companies experiencing a loss of Rp 229,789,138. This study has a purpose to find out the most dominant causes of defective products and provide solutions to improvements in the production process in order to reduce the number of defective products. This study uses the Failure Mode Effects Analysis (FMEA) method and uses the 5W + 1H method. The results obtained from the study were the most dominant types of defects, namely pin holes and cracks of 80.2%. The biggest cause of pin holes is filling sand with imperfect patterns and less airways, while cracks occur due to imperfect cooling and opening of sand molds, less airways and less precise pouring of metal fluids into the mold. Proposed improvements are given briefing before doing work, setting operational standards for workers, and increasing comfort on the production floor.
APLIKASI THEORY OF CONSTRAINT PADA PROSES PAINTING BATTERY COVER UNTUK MENGATASI BACKORDER DAN FORECAST KENAIKAN PERMINTAAN PASAR ATAS PRODUK SMARTPHONE (Studi Kasus pada PT Hartono Istana Teknologi Kudus) Dodo Ardiles; Anita Mustikasari
Industrial Engineering Online Journal Vol 7, No 4 (2018): WISUDA PERIODE OKTOBER 2018
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1479.053 KB)

Abstract

PT Hartono Istana Teknologi (PT HIT) merupakan salah satu perusahaan asal Indonesia yang bergerak di bidang produksi peralatan elektronik. Pada tahun 2014, PT HIT mulai mencoba memasuki pasar telepon genggam, baik feature phone ataupun smartphone. Bagian painting PT HIT yang berlokasi di Sayung, Kudus merupakan bagian produksi baru sering terjadi backorder sehingga menghambat proses produksi pada bagian sebelum atau setelahnya. Tantangan yang dihadapi bagian painting semakin meningkat setelah hasil riset pasar perusahaan menunjukkan adanya potensi kenaikan permintaan hingga 3 kali lipat daripada keadaan sekarang. Dengan menggunakan pendekatan Theory of Constraints, dapat diketahui stasiun kerja yang menjadi penghambat dalam proses produksi di bagian ini sehingga upaya perbaikan dapat dilakukan. Untuk mengatasi backorder pada kondisi saat ini, keputusan terbaik PT HIT adalah dengan menambah 1 unit mesin pad printing dan operator untuk menjalankannya. Sedangkan untuk mempersiapkan peningkatan permintaan pada kondisi mendatang, PT HIT direkomendasikan untuk melakukan redesain jig pada mesin-mesin coating dan menambah 2 unit pad printing beserta operator untuk menjalankannya. Application of theory of constraint on the painting process of battery cover to overcome backorder and the increase of smartphone demand forecast. PT Hartono Istana Teknologi (PT HIT) is one of the Indonesian companies engaged in the production of electronic equipment. In 2014, PT HIT began trying to enter the mobile phone market, both feature phones and smartphones. The PT HIT painting section located in Sayung, Kudus is a new production part of the backorder that often hampers the production process in the previous or after part. The challenges faced by the painting section are increasing after the results of the company's market research show that there is a potential increase in demand up to 3 times more than the current situation. By using the Theory of Constraints approach, it can be known that the work station is an obstacle in the production process in this section so that improvements can be made. To overcome backorder under current conditions, PT HIT's best decision is to add 1 unit of pad printing machine and the operator to run it. Meanwhile, to prepare for increasing demand in future conditions, PT HIT is recommended to redesign jigs on coating machines and add 2 units of pad printing along with operators to run it.
PENGEMBANGAN LEMARI PAKAIAN PLYWOOD SENO ART GALLERY DENGAN PENDEKATAN REKAYASA NILAI Shynta Dian Permata; Novie Susanto; Wiwik Budiawan
Industrial Engineering Online Journal Vol 7, No 4 (2018): WISUDA PERIODE OKTOBER 2018
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (420.834 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menghitung penghematan biaya dari penerapan rekayasa nilai pada produk lemari pakaian plywood Seno Art Gallery. Harga jual lemari pakaian plywood Seno Art Gallery sebesar Rp 5.000.000,- dengan total biaya material sebesar Rp 2.926.500,-. Terdapat 2 alternatif yang diusulkan untuk mengurangi biaya yang digunakan yaitu substitusi material yang digunakan dan reduksi  part. Dari hasil analisis dengan metode zero one yang dilakukan, terpilih alternatif 1 yaitu substitusi material sebagai alternatif terbaik. Berdasarkan analisis alternatif 1 diperoleh total biaya material sebesar Rp 2.485.500,-, harga jual produk sebesar Rp 4.300.000,-. Terdapat penghematan biaya material yaitu sebesar Rp 441.000,-. Abstract DEVELOPMENT OF SENO ART GALLERY PLYWOOD WARDROBE USING VALUE ENGINEERING APPROACH. This study aims to calculate the saving cost from applying value engineering to the Seno Art Gallery plywood wardrobe product. The selling price of Seno Art Gallery's plywood wardrobe is Rp 5.000.000, - with total material cost is Rp 2,926,500,-. There are two proposed alternatives to reduce the cost, first is substitute main material  and eliminate some parts. The result of  zero one analysis is substitute the main material as the best alternative. Based on the analysis, fisrt alternative total material cost is  Rp 2.485.500,-,  and product selling price is Rp 4.300.000,-. There is a material saving cost approximately Rp 441.000,-.
ANALISIS PENGURANGAN DEFECT PRODUKSI DENGAN MENGGUNAKAN METODE SIX SIGMA PADA UNIT PAINTING SMARTPHONE MERK POLYTRON (Studi Kasus pada PT. Hartono Istana Teknologi Kudus) Sya’roni, Muhammad; Suliantoro, Hery
Industrial Engineering Online Journal Vol 7, No 4 (2018): WISUDA PERIODE OKTOBER 2018
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (610.911 KB)

Abstract

PT Hartono Istana Teknologi adalah salah satu perusahaan yang bergerak di bagian produksi barang barang elektronika.  Pada akhir tahun 2016 PT.HIT mulai melakukan produksi handphone android. Pada pembuatan produksi hp tersebut salah satu proses produksi yang dikerjakan di pabrik Kudus adalah pembuatan Battery cover. Berdasarkan data laporan produksi lini proses Top coat pada 14 desember 2016 – 4 januari 2017, diketahui bahwa jumlah produk yang tergolong dalam kritera defect nilainya cukup tinggi. Persentase jumlah defect dibandingkan dengan total produksi secara keseluruhan adalah 16%. Nilai ini perlu untuk direduksi karena semakin banyaknya produk defect yang dihasilkan maka semakin banyak juga kerugian yang harus ditanggung perusahaan atas material yang terbuang percuma. Salah satu metode yang dapat digunakan oleh perusahaan untuk meminimalisir kuantitas produk kecacatan adalah dengan menggunakan metode six sigma. Six sigma merupakan target kualitas dengan nilainya yaitu 3,4 DPMO (Defect per Million Oppurtunity) atau 3,4 kecacatan dari per sejuta kesempatan. Adanya pencapaian six sigma yang 3,4 DPMO maka dapat dikatakan realitas untuk dicapai dari kualitas yang berdasarkan pada zero defect. Pengurangan kuantitas kecacatan dalam penelitian menggunakan metode six sigma dengan pembahasan DMAIC (Define, Measure, Analize, Improve, Control). Dari hasil analisis dan penelitian yang telah dilakukan ternyata jumlah produk kecacatan pada lini topcoat unit painting PT. Hartono Istana Teknologi berada di tingkat nilai sigma 3,374 dengan DPMO sebesar 30.438 dari hal tersebut dapat diidentifikasikan bahwa ternyata kualitas produk masih berada jauh dari tingkat produk 6 sigma. Dengan penggunaan alat analisis diagram sebab-akibat dapat diketahui faktor penyebab kerusakan produk dalam produksi yaitu berasal dari manusia, mesin, bahan baku dan lingkungan kerja. (Analysis Of  Defect Production Reduction Using Six Sigma Method In Painting Unit Smartphone Merk Polytron). PT Hartono Istana Teknologi is one of the companies engaged in the production of electronics goods. At the end of 2016 PT.HIT began to produce android phones. In making the production of android phones, one of the production process undertaken at the Kudus factory is the manufacture of Battery cover. Based on the production report of Top Coat process line on 14 December 2016 - 4 January 2017, it is known that the number of products belonging to the criteria of defect is quite high. The percentage of total defect compared to the total production as a whole is 16%. This value needs to be reduced as more defect products are generated the more losses the company will incur on wasted material. One method that can be used by companies to minimize the quantity of disability products is by using the six sigma method. Six sigma is a quality target of 3.4 DPMO (Defect per Million Oppurtunity) or 3.4 defects per million opportunities. The existence of the achievement of six sigma 3.4 DPMO it can be said the reality to be achieved from the quality based on zero defect. Reduction in the quantity of disability in the study using six sigma method with DMAIC discussion (Define, Measure, Analize, Improve, Control). From the results of analysis and research that has been done turns out the number of defects products on topcoat line painting unit PT. Hartono Istana Teknologi is at the level of sigma value 3,374 with DPMO of 30,438 from it can be identified that the product quality is still far from 6 sigma product level. With the use of analysis tools causality diagram can be known factors causing damage to the product in the production that comes from humans, machinery, raw materials and work environment.
DESAIN PERBAIKAN PROSES DISTRIBUSI DENGAN PRINSIP SUSTAINABLE MANUFACTURING (STUDI KASUS : CV. MUGIHARJO INDONESIA) Muhammad Syarifudin Zain; Purnawan Adi Wicaksono
Industrial Engineering Online Journal Vol 7, No 4 (2018): WISUDA PERIODE OKTOBER 2018
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (580.724 KB)

Abstract

Industri manufaktur saat ini dituntut untuk dapat fokus terhadap sustainble manufacturing. Fokus tersebut harus mencakup keseluruhan proses di dalam perusahaan, tidak hanya ada pada proses produksi saja. Salah satu aspek penting yang perlu diperhatikan adalah proses distribusi karena distribusi merupakan salah satu kegiatan pemasaran yang langsung berhubungan dengan konsumen dan mempunyai peranan yang cukup besar dalam menciptakan faedah suatu barang. Pemetaan proses untuk mengetahui kesesuaian proses yang dilakukan perusahaan terhadap prinsip sustainable manfacturing perlu dilakukan guna mengetahui titik mana yang perlu diperbaiki. Pemetaan tersebut dapat menggunakan Sustainable Value Stream Mapping. Pemetaan pada CV Mugiharjo yang merupakan perusahaan furnitur memberikan hasil yaitu terdapat beberapa masalah pada proses packaging dan stuffing. Fokus penelitian memilih stuffing karena memiliki masalah terbanyak yaitu dimulai dari performa ekonomi: efisiensi biaya buruk (28,1%), efisiensi waktu buruk (28,1%), kepuasaan pekerja buruk (46,47%), tingkat training buruk (0%), dan tingkat keselamatan buruk (36,84%). Permasalahan tersebut akan direduksi dengan investasi material handling. Stacker menjadi alternatif  karena memiliki ongkos material handling yang lebih rendah dari ongkos saat ini. Analisis investasi stacker dengan Net Present Value menghasilkan penghematan sebesar Rp 23.846.757,00 sedangkan dari performa perusahaan pada prinsip sustainable manufacturing, proses stuffing menghasilkan indikator ekonomi: efisiensi waktu yang baik (80%), efisiensi biaya yang baik (90%), efisinsi inventori yang baik (82%). Indikator lingkungan: efisiensi energi yang baik (80%). Indikator sosial: tingkat keselamatan baik (100%) dan tingkat training tetap buruk (25%).   ABSTRACTThe manufacturing industry is currently required to focus on sustainble manufacturing. The focus must cover the entire process within the company, not only in the production process. One important aspect that needs to be considered is the distribution process because distribution is one of the marketing activities that directly relate to consumers and has a large enough role in creating the benefits of an item. Mapping the process to find out the process suitability of the company towards the principle of sustainable manfacturing needs to be done in order to find out which points need to be improved. The mapping can use Sustainable Value Stream Mapping. Mapping on CV Mugiharjo which is a furniture company gives results that there are several problems in packaging and stuffing processes. The focus of the research chose stuffing because it has the most problems, starting from economic performance: poor cost efficiency (28.1%), bad time efficiency (28.1%), bad worker satisfaction (46.47%), bad training level (0% ), and poor safety level (36.84%). These problems will be reduced by material handling investments. Stacker is an alternative because it has material handling costs that are lower than the current cost. Stacker investment analysis with Net Present Value resulted in savings of Rp 23,846,757.00 while from the company's performance on the principle of sustainable manufacturing, the stuffing process produced economic indicators: good time efficiency (80%), good cost efficiency (90%), good efficiency inventory (82%). Environmental indicators: good energy efficiency (80%). Social indicators: good safety level (100%) and training level remains poor (25%).
DESAIN PENGEMBANGAN DAN REKOMENDASI PERBAIKAN RISIKO KECELAKAAN KERJA DENGAN METODE JOB SAFETY ANALYSIS PADA DIVISI FOUNDRY PT. AUSTENITE FOUNDRY MEDAN Edi Suranta Bangun; Singgih Saptadi
Industrial Engineering Online Journal Vol 7, No 4 (2018): WISUDA PERIODE OKTOBER 2018
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (272.547 KB)

Abstract

PT. Austenite Foundry merupakan salah satu perusahaan manufaktur yang terletak di Kawasan Industri Medan. PT. Austenite Foundry berpengalaman dalam bidang indusri pengecoran/penuangan logam atau baja.. Permasalahan yang dihadapi oleh PT. Austenite Foundry adalah pekerjaan proses pengecoran yang terjadi pada divisi foundry yang memiliki tingkat potensi terjadinya kecelakaan kerja yang tinggi. Oleh karena itu dilakukan penelitian untuk menganalisis potensi dan resiko bahaya dari suatu kecelakaan kerja dengan metode Job Safety Analysis (JSA). Hal ini dilakukan untuk mengurangi risiko terjadinya kecelakaan kerja. Kemudian dari penelitian ini didapatkan hasil yaitu potensi bahaya yang ada mencakup rendah, sedang, dan tinggi, lalu akan diberikan rekomendasi perbaikan untuk mengurangi risiko terjadinya kecelakaan kerja.ABSTRACT[Development Design and Recommendation of Risk Accident Improvement Using Job Safety Analysis Method In Foundry Division PT. Austenite Foundry Medan] PT. Austenite Foundry is a manufacturing company located in the Medan Industrial Area. PT. Austenite Foundry is experienced in metal / steel casting / casting industries. Problems faced by PT. Austenite Foundry is a casting process that occurs in the foundry division which has a high level of potential work accidents. Therefore, research is conducted to analyze the potential and risk of harm from a work accident using the Job Safety Analysis (JSA) method. This is done to reduce the risk of work accidents. Then from this study, the results show that the existing potential hazards include low, medium, and high, then recommendations for improvement will be given to reduce the risk of work accidents.Keywords: Occupational Safety and Health, Work Accident Risk, Job Safety Analysis (JSA) 1.     PENDAHULUAN Indonesia adalah salah satu negara yang sedang berkembang. Pembangunan dilakukan setiap tahunnya dari segala sektor, baik itu untuk menunjang transportasi, kehidupan, maupun hanya untuk sekedar estetika saja. Sektor industri merupakan salah satu sektor yang terbesar di Indonesia, banyaknya pembangunan pabrik dengan berbagai sektor sehingga mengakibatkan banyaknya permintaan sparepart-sparepart yang digunakan untuk proses pembangunan pabrik-pabrik yang ada di Indonesia.PT. Austenite Foundry merupakan salah satu perusahaan manufaktur yang terletak di Kawasan Industri Medan. PT Austenite Foundry berpengalaman dalam bidang industri pengecoran/penuangan logam/baja. Perusahaan ini memproduksi berbagai macam sparepart terutama untuk kebutuhan pabrik Kelapa Sawit, Boller, Pabrik Karet, dan mesin lainnya. PT Austenite Foundry memiliki beberapa divisi, salah satunya yaitu divisi foundry. Kegiatan yang terdapat pada divisi ini adalah proses pengecoran/penuangan hasil leburan logam/baja. Kegiatan ini memiliki risiko kerja yang tinggi sehingga keselamatan kerja perlu diperhatikan.Penggunaan peralatan berat seperti crane, tungku masak cor, dan sebagainya membutuhkan sumber daya manusia yang profesional dan berpengalaman dalam mengoperasikannya sehingga seluruh proses pengecoran dan penuangan dapat berjalan sesuai rencana dan memiliki tingkat keselamatan kerja tinggi. Menurut Simanjuntak (1994), keselamatan kerja adalah kondisi keselamatan yang bebas dari risiko kecelakaan dan kerusakan dimana kita bekerja yang mencakup tentang kondisi bangunan, kondisi mesin, peralatan keselamatan, dan kondisi pekerja.Pada divisi foundry, kesalahan dan kecerobohan pekerja mungkin dapat terjadi seperti pekerja terkena hempasan api, tertimpa kayu peyangga tungku, terjepit, dan sebagainya. Potensi ini mungkin dapat terjadi pada pekerjaan pengecoran. Hal tersebut tentunya harus dapat ditindaklanjuti untuk menghindari kemungkinan tersebut. Untuk menghindari hal-hal tersebut, perlu dilakukan analisis potensi terjadinya kecelakaan kerja. Analisis yang digunakan pada permasalahan ini yaitu Job Safety Analysis karena dengan metode ini, identifikasi bahaya yang dilakukan berfokus pada interaksi antara pekerja, tugas/pekerja, alat dan lingkungan (Mahendar,2014).Dengan melakukan pengamatan pada pekerjaan pengecoran kemudian mengidentifikasi untuk mencegah atau mengurangi kemungkinan kecelakaan kerja yang dapat terjadi dan tingkat keparahan serta konsekuensi yang mungkin timbul dari kecelakaan kerja tersebut. Selain itu juga dilakukan penilaian yang mengacu pada tingkat risiko. Penerapan Job Safety Analysis (JSA) diharapkan akan dapat meminimasi kecelakaan kerja yang memiliki potensi tinggi selama proses pengecoran dengan melakukan tindakan pencegahan dini. Hal ini untuk meningkatkan kesehatan dan keselamatan kerja, sehingga dapat memberikan keuntungan, kegiatan pengecoran dan penuangan yang efektif dan efisien serta produktivitas tinggi pada perusahaan.
Analisis Repair Policy dan Preventive Maintenance Policy untuk Mengetahui Biaya yang Optimal pada Mesin Pompa PT. PERTAMINA TBBM SEMARANG GROUP Dhana Antasari; Ary Arvianto
Industrial Engineering Online Journal Vol 7, No 4 (2018): WISUDA PERIODE OKTOBER 2018
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (716.77 KB)

Abstract

PT. Pertamina (Persero) merupakan perusahaan minyak dan gas bumi yang dimiliki Pemerintah Indonesia yang begerak pada bidang penyediaan minyak dan gas bumi. Kegiatan Pertamina dalam melaksanakan usaha dibidang energi terbagi dalam sektor Hulu dan Hilir, serta ditunjang oleh kegiatan anak perusahaan.Pada PT. Pertamina TBBM Semarang Group terdapat pompa yang berfungsi untuk memompa minyak dari tangki timbun ke mobil tangki sebelum disalurkan ke berbagai SPBU. Jumlah pompa  yang tersedia adalah 21 buah. Selama periode Januari hingga Desember 2016 jumlah breakdown pompa pada PT. Pertamina TBBM Semarang Group sebanyak 103 buah. Penelitian ini membahas mengenai gambaran distribusi frekuensi breakdown selama bulan Januari hingga Desember 2016 dan alternatif jadwal perbaikan atau perawatan dengan biaya terkecil. Frekuensi breakdown selama tahun 2016, mengikuti distribusi frekuensi breakdown 2, dimana waktu breakdown sulit diprediksi. Perhitungan biaya perawatan untuk preventive maintenance dan corrective maintenance policy dilakukan dengan membandingkan keduanya, sehingga diperoleh jadwal perawatan atau perbaikan yang optimal. Dari hasil perhitungan, diusulkan jadwal perawatan sesuai preventive maintenance policy dengan periode tiap 5 bulan sekali. ABSTRACTPT. Pertamina (Persero) is an oil and gas company owned by the Government of Indonesia which operates in the field of oil and gas supply. Pertamina's activities in carrying out business in the energy sector are divided into upstream and downstream sectors, and are supported by the activities of its subsidiaries. At PT. Pertamina TBBM Semarang Group has a pump that functions to pump oil from the storage tank into the tank car before being distributed to various gas stations. The number of pumps available is 21. During the period January to December 2016 the number of pump breakdowns at PT. Pertamina TBBM Semarang Group is 103 units. This study discusses the description of breakdown frequency distribution during January to December 2016 and the alternative schedule for repairs or maintenance with the smallest cost. The frequency of breakdown during 2016 follows the frequency distribution of breakdown 2, where breakdown times are difficult to predict. Calculation of maintenance costs for preventive maintenance and corrective maintenance policy is done by comparing the two, so that an optimal maintenance or repair schedule is obtained. From the results of the calculation, a maintenance schedule is proposed according to the preventive maintenance policy with the period every 5 months.
STUDI STRES KERJA OPERATOR AIR TRAFFIC CONTROL (ATC) PADA BANDARA AHMAD YANI SEMARANG Prasetyo, Ahmad Dwi; Budiawan, Wiwik
Industrial Engineering Online Journal Vol 7, No 4 (2018): WISUDA PERIODE OKTOBER 2018
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (346.465 KB)

Abstract

Sebagai upaya dalam meningkatkan keselamatan penerbangan khususnya di bandara udara ahmad yani semarang, maka perlu dilakukan kajian tentang faktor-faktor timbulnya stress kerja operator ATC. Karena ATC memegang peranan penting dalam menjaga keselamatan penerbangan khususnya pesawat. Maksud dari kajian ini adalah untuk mengevaluasi bagaimana peranan workload, role conflict, human relationship, family factor, dan working environment terhadap stress kerja operator ATC untuk mengantisipasi adanya human error. Tujuan kajian ini adalah memberikan masukan kepada jasa angkutan udara dan instansi terkait untuk mencegah stress kerja dengan melakukan upaya-upaya maksimal. Hasil kajian ini mengindikasikan beberapa faktor yang memberikan pengaruh stress kerja, yaitu working environment dan role conflict. Adjusted R Square sebesar 0,744 atau sebesar 74,4%. Hal ini menunjukkan bahwa variabel independen workload, role conflict, family factor, human relationship, working environment mampu menjelaskan variasi yang terjadi pada workstress sebesar 74,4%

Filter by Year

2018 2018


Filter By Issues
All Issue Vol 13, No 4 (2024): WISUDA PERIODE OKTOBER TAHUN 2024 Vol 13, No 3 (2024): WISUDA PERIODE JULI TAHUN 2024 Vol 13, No 2 (2024): WISUDA PERIODE APRIL TAHUN 2024 Vol 13, No 1 (2024): WISUDA PERIODE JANUARI TAHUN 2024 Vol 12, No 4 (2023): WISUDA PERIODE OKTOBER TAHUN 2023 Vol 12, No 3 (2023): WISUDA PERIODE JULI TAHUN 2023 Vol 12, No 2 (2023): WISUDA PERIODE APRIL TAHUN 2023 Vol 12, No 1 (2023): WISUDA PERIODE JANUARI TAHUN 2023 Vol 11, No 4 (2022): WISUDA PERIODE OKTOBER TAHUN 2022 Vol 11, No 3 (2022): WISUDA PERIODE JULI TAHUN 2022 Vol 11, No 2 (2022): WISUDA PERIODE APRIL TAHUN 2022 Vol 11, No 1 (2022): WISUDA PERIODE JANUARI TAHUN 2022 Vol 10, No 1 (2021): WISUDA PERIODE JANUARI TAHUN 2021 Vol 9, No 4 (2020): WISUDA PERIODE OKTOBER TAHUN 2020 Vol 10, No 4 (2021): WISUDA PERIODE OKTOBER TAHUN 2021 Vol 10, No 3 (2021): WISUDA PERIODE JULI TAHUN 2021 Vol 9, No 3 (2020): WISUDA PERIODE JULI TAHUN 2020 Vol 9, No 2 (2020): WISUDA PERIODE APRIL TAHUN 2020 Vol 9, No 1 (2020): WISUDA PERIODE JANUARI TAHUN 2020 Vol 8, No 4 (2019): WISUDA PERIODE OKTOBER TAHUN 2019 Vol 8, No 3 (2019): WISUDA PERIODE JULI TAHUN 2019 Vol 8, No 2 (2019): WISUDA PERIODE APRIL TAHUN 2019 Vol 8, No 1 (2019): WISUDA PERIODE JANUARI TAHUN 2019 Vol 7, No 4 (2018): WISUDA PERIODE OKTOBER 2018 Vol 7, No 3 (2018): WISUDA PERIODE JULI 2018 Vol 7, No 2 (2018): WISUDA PERIODE APRIL 2018 Vol 7, No 1 (2018): WISUDA PERIODE JANUARI 2018 Vol 6, No 4 (2017): wisuda periode oktober 2017 Vol 6, No 3 (2017): wisuda periode juli 2017 Vol 6, No 2 (2017): wisuda periode april 2017 Vol 6, No 1 (2017): Wisuda Periode Januari Tahun 2017 Vol 5, No 4 (2016): Wisuda Oktober Tahun 2016 Vol 5, No 3 (2016): Wisuda Juli Tahun 2016 Vol 5, No 2 (2016): Wisuda April Tahun 2016 Vol 5, No 1 (2016): wisuda januari Tahun 2016 Vol 4, No 4 (2015): Wisuda Oktober Tahun 2015 Vol 4, No 3 (2015): Wisuda Juli Tahun 2015 Vol 4, No.2 Tahun 2015 Vol 4, No.1 Tahun 2015 volume 3,nomor 4,tahun 2014 Volume 3, Nomor 3, Tahun 2014 Volume 3, Nomor 2, Tahun 2014 Volume 3, Nomor 1, Tahun 2014 Volume 2, Nomor 4, Tahun 2013 Volume 2, Nomor 3, Tahun 2013 Volume 1, Nomer 4, Tahun 2012 Volume 1, Nomer 3, Tahun 2012 Volume 1, Nomer 2, Tahun 2012 Volume 1, Nomer 1, Tahun 2012 More Issue