cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Industrial Engineering Online Journal
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
INDUSTRIAL ENGINEERING ONLINE JOURNAL adalah Karya Ilmiah S1 Program Studi Teknik Industri Fakultas Teknik Universitas Diponegoro yang memuat tulisan ilmiah dan hasil-hasil penelitian, kajian ilmiah, analisis dan pemecahan permasalahan di Industri yang erat hubungannya dengan bidang Ilmu Teknik Industri.
Arjuna Subject : -
Articles 13 Documents
Search results for , issue "Volume 1, Nomer 3, Tahun 2012" : 13 Documents clear
PENGEMBANGAN GARIS BESAR MATERI PELATIHAN GUNA MENINGKATKAN ADOPSI E-COMMERCE PADA UKM Malik Awab Abdillah; Singgih Saptadi
Industrial Engineering Online Journal Volume 1, Nomer 3, Tahun 2012
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Usaha Kecil dan Menengah (UKM) dapat dipandang sebagai katup penyelamat dalam proses pemulihan ekonomi nasional. Perannya dalam mendorong laju pertumbuhanekonomi dan penyerapan tenaga kerja diharapkan menjadi langkah awal bagi upaya pemerintah menggerakkan sektor produksi pada berbagai lapangan usaha. Sedangkan Penggunaan teknologi informasi dinilai dapat memberikan suatu kemajuan pada perusahaan yang telah melakukan adopsi teknologi informasi dan komunikasi tersebut, dimana dapat meningkatkan kapabilitas perusahaan serta meningkatkan performansi. Dan salah satu teknologi informasi tersebut adalah E-Commerce. Penelitian ini berkaitan dengan adopsi B2B E-Commerce pada ukm manufaktur, penelitian di lakukan pada 53 ukm manufaktur, yang bertujuan untuk mengidentifikasi penetrasi E-Commerce dengan menggunakan pendekatan proses bisnis yang telah menggunakan E-Commerce, proses bisnis yang digunakan sebanyak 20 proses bisnis yang terdiri dari 2 kategori, yaitu pembelian atau pengadaan, marketing, sales, dan aftersales. Serta dalam penelitian ini juga dilakukan identifikasi benefit dari adopsi E-Commerce yang dilihat dalam empat aspek biaya, fleksibilitas, kualitas, dan waktu.
ANALISA KEGAGALAN PRODUK FINGER JOINT LAMINATING DENGAN MENGGUNAKAN METODE FMEA (STUDI KASUS PERUM PERHUTANI KBM IK BRUMBUNG) Tirta Santika Nugroho; Sri Hartini
Industrial Engineering Online Journal Volume 1, Nomer 3, Tahun 2012
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perum Perhutani KBM IK Brumbung merupakan perusahaan yang bergerak di bidang industri pengolahan kayu jati. Produk yang diproduksi perusahaan ini yaitu kayu jeblosan, kayu gergajian, Garden Furniture, Flooring, Housing Component, dan Finger Joint Laminating. Produk Finger Joint Laminating merupakan produk tetap dan sering dipesan pelanggan. Mesin yang digunakan untuk produk ini yaitu Double Planner, Rip Saw, Finger Shaper, Finger Presser, Moulder, Rotary Composser dan Sander. Sedangkan cacat produk yang terjadi secara umum dikelompokkan menjadi lima yaitu penyimpangan ukuran dimensi, sambungan pecah, sambungan renggang, permukaan bergelombang, dan terdapat lubang. Hingga saat ini pengendalian kualitas yang dilakukan perusahaan belum maksimal. Penelitian ini bertujuan dengan mengidentifikasi dan menganalisa kegagalan yang terjadi. Hal ini dilakukan dengan cara menentukan dan mengalikan tingkat keparahan, kejadian, dan deteksi sehingga diperoleh Risk Priority Number (RPN). Dari hasil penelitian, moda kegagalan potensial yang ada pada perusahaan terdapat 10 jenis moda kegagalan potensial.  Moda kegagalan terbesar yaitu pembentukan finger yang tidak sempurna dengan RPN sebesar 120. Usulan perbaikan yang diberikan untuk mengurangi kegagalan tersebut yaitu dengan pemberian SOP.
PENGEMBANGAN RANCANGAN MATERI PELATIHAN BERDASARKAN ADOPSI TEKNOLOGI INFORMASI PADA USAHA KECIL DAN MENENGAH Galang Prakoso Saning Putra; Singgih Saptadi
Industrial Engineering Online Journal Volume 1, Nomer 3, Tahun 2012
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini berdasarkan penelitian-penelitian terdahulu mengenai adopsi teknologi informasi di Indonesia, Salah satunya mengenai ketidakefektifan pelatihan internet marketing yang diselenggarakan oleh pemerintah dalam hal ini (Disperindag) Jawa Tengah dalam rangka difusi internet di UKM. Dari studi pendahuluan berupa pengamatan terhadap 62 website UKM peserta pelatihan, tampak hanya 6 website yang terbaharui. Kemudian dilakukan wawancara terhadap 35 orang perwakilan UKM peserta pelatihan dari Disperindag. Dalam penelitian tersebut terungkap mengapa UKM tidak menggunakan internet marketing dalam proses bisnis mereka. Faktor tersebut antara lain seperti tingkat keputusan proses adopsi inovasi dan karakteristik inovasi. Kemudian selanjutnya dalam penelitian ini dilakukan wawancara terhadap 53 UKM Manufaktur di Jawa Tengah yang telah mengadopsi teknologi informasi dan tingkat adopsi ecommerce dalam proses bisnis mereka. Hasil ini akan digunakan sebagai dasar untuk menangkap peran teknologi informasi, tingkat adopsi ecommerce serta benefit yang diperoleh bagi UKM yang mengimplementasikan ke dalam proses bisnis mereka
ANALISA SISTEM MANAJEMEN LINGKUNGAN DI PERUM PERHUTANI KBM (KEGIATAN BISNIS MANDIRI) IKB (INDUSTRI KAYU BRUMBUNG) BERDASARKAN ISO 14001 Mulianto Pandiangan; Sriyanto Sriyanto
Industrial Engineering Online Journal Volume 1, Nomer 3, Tahun 2012
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perum (perusahaan umum) Perhutani KBM (Kesatuan Bisnis Mandiri)  IK (Industri kayu) Brumbung adalah badan usaha milik negara (BUMN) berbentuk perusahaan umum dari Perum Perhutani Unit I Jawa Tengah yang berlokasi di Meranggen, Demak yang bergerak pada bidang usaha Furniture dengan bahan baku utama kayu Jati. Isu penurunan kualitas lingkungan (Lapisan Ozon, Perubahan iklim, Hutan tropis), penipisan sumber daya alam/lingkungan, tuntutan konsumen/pasar, persaingan antar kompetitor, mendorong Perum Perhutani KBM IKB untuk memasukkan persoalan tersebut kedalam agenda perusahaan. Untuk menyelesaikan persoalan tersebut Perum Perhutani KBM IKB merencanakan untuk menerapkan standar-standar international guna mendukung keberlangsungan perusahaan, yang diantaranya adalah menerapkan sistem manajemen lingkungan yang dikenal dengan istilah ISO 14001. Dari hasil analisa data mengenai kebutuhan Sistem Manajemen Lingkungan yang dilakukan, dapat disimpulkan bahwa penerapan Sistem Manajemen Lingkungan di Perum Perhutani KBM IKB saat ini masih kurang memenuhi prinsip-prinsip ISO 14001. Keadaan tersebut bukan merupakan persiapan yang baik dalam hal mendapatkan sertifikasi ISO 14001. Salah satu Prinsip dalam ISO 14001 yang belum diterapkan Perusahaan yang menandakan kekurangan-siapan perusahaan dapat terlihat pada belum terdokumentasikannya dan terkomunikasikannya kebijakan dan komitmen manajemen puncak tentang Sistem Manajemen Lingkungan perusahaannya. Padahal, kebijakan dan komitmen lingkungan merupakan prinsip utama yang menjadi dasar untuk diterapkannya Sistem Manajemen Lingkungan. Oleh karena itu rancangan perbaikan dibuat sedemikian rupa sehingga dapat berfungsi untuk mendapatkan sertifikasi ISO 14001.
REDUKSI WASTE UNTUK MEMINIMASI MANUFACTURING CYCLE TIME MELALUI PERANCANGAN KESEIMBANGAN LINTASAN DAN STASIUN KERJA (Studi Kasus PT.Inti Sukses Garmindo) Jeffry Pane; Zainal Fanani; Dyah Ika Rinawati
Industrial Engineering Online Journal Volume 1, Nomer 3, Tahun 2012
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PT. Inti Sukses Garmindo merupakan perusahaan yang bergerak di bidang garment memproduksi berbagai macam jenis pakainan baik celana maupun baju dengan pangsa pasar dalam negeri dan luar negeri. Fokus penelitian ini adalah produksi celana.     Agar dapat bersaing dengan perusahaan  garment lainnya , perusahaan harus  meningkatkan produktivitasnya  untuk dapat memenuhi permintaan konsumen  tepat waktu. Saat ini masih terdapat banyaknya pemborosan  yang terjadi pada lantai produksi yang berpotensi memperpanjang manufacturing cycle time (MCT) yang bermuara kepada penurunan kapasitas produksi perusahaan. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk mengurangi pemborosan-pemborosan tersebut. Penelitian ini difokuskan pada departemen sewing karena merupakan departemen yang memiliki produktivitas paling rendah. Dengan menggunakan pendekatan lean yaitu process activity mapping (APM) teridentifikasi empat jenis waste yang memiliki bobot persentase terbesar yang diyakini sebagai pemicu rendahnya produktivitas. Yaitu waiting waste sebanyak 42,47%, transportation 33,38%,  underutilize people 12,73 %, dan unnecessary motion 11,43 %. Usulan perbaikan transportation waste dan unnecessary motion melalui perancangan ulang layout dan desain ulang meja mesin jahit diharapkan mampu mereduksi MCT sebesar 362 detik. Sementara usulan untuk perbaikan waiting waste menggunakan metode line balancing, metode yang terpilih adalah metode helgeson dan bernie. Perancangan ulang keseimbangan lintasan dengan metode ini mampu mereduksi waiting waste menjadi 410 detik dari yang semula1191 detik. Sehingga mereduksi MCT menjadi 1768 detik dari semula 2650 detik. Penurunan MCT ini diprediksi mampu meningkatkan kapasitas produksi menjadi 776 celana/hari dari semula hanya 540 celana/hari.
ANALISIS PERBANDINGAN PENERAPANN METODE PENILAIAN PERSEDIAAN BARANG DAN PENGARUHNYA TERHADAP LABA KOTOR Pranandang Adi L; Darminto Pujotomo
Industrial Engineering Online Journal Volume 1, Nomer 3, Tahun 2012
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Secara umum, tujuan utama dari suatu perusahaan adalah mencapai keuntungan sebesar-besarnya. Seiring dengan laju perkembangan zaman, sekarang ini semakin banyak perusahaan yang bermunculan, baik perusahaan kecil maupun besar. Dengan adanya permasalahan tersebut, pihak manajemen perusahaan akan termotivasi untuk berusaha menciptakan gagasan baru. Salah satu sumber daya yang memegang peranan penting dalam pencapaian tujuan perusahaan adalah persediaan. Pelaporan persediaan yang akurat dan relevan sangat penting kalau ingin memberikan informasi yang berguna dalam laporan. Dalam pencatatan persediaan ada tiga metode yang umum digunakan oleh perusahaan, yaitu FIFO, LIFO, Average Weight. Kerena penentuan penerapan metode penilaian persediaan barang memegang peranan yang sangat panting, yaitu masing- masing matode tersebut akan menghasilkan harga pokok yang berbeda pula. Perbedaan harga pokok ini akan berpengaruh pada perhitungan laba kotor perusahaan pada suatu akhir pariode, dangan asumsi nilai penjualan adalah tetap. Untuk itu akan dibahas apakah sistem penilaian persediaan yang digunakan perusahaan adalah salah satu yang mempengaruhi penurunan laba kotor atau tidak .
ANALISA KEGAGALAN PROSES KALENG SUSU PADA PRODUKSI SUSU KENTAL MANIS MENGGUNAKAN ROOT CAUSES ANALYSIS (RCA) Agung Hadi Sasanto; Denny Nurkertamanda
Industrial Engineering Online Journal Volume 1, Nomer 3, Tahun 2012
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PT. Frisian Flag Indonesia merupakan salah satu perusahaan susu terbesar di Indonesia. Dari hasil studi pendahuluan, kualitas hasil produksi belum sesuai dengan target internal perusahaan. Adanya cacat yang terjadi terutama cacat kaleng penyok menyebabkan perbandingan prosentase dari hasil produksi kaleng susu tahun 2007 saat ini sebesar 9%, tidak sesuai target yang diharapkan pada tahun 2008 yaitu 1%.Pada penelitian ini dilakukan analisis akar penyebab (Root Causes Analysis/RCA) kegagalan proses kaleng susu yang menyebabkan cacat kaleng penyok. Fault Tree Analysis digunakan untuk menggambarkan rangkaian faktor penyebab kegagalan sehingga didapatkan kejadian dasar yang merupakan akar penyebab  kegagalan. Dari akar penyebab tersebut digunakan Fault Tree Analysis untuk melihat seberapa efektif batasan-batasan pelaksanaan proses kaleng susu yang ada saat ini. Rekomendasi tindakan perbaikan diambil berdasar analisis batasan tersebut untuk mencegah kegagalan berulang. Dari hasil Root Causes Analysis, diperoleh bahwa akar penyebab kaleng penyok di case packer yaitu las conveyor pada devider yang tidak sempurna, ukuran label yang tidak seragam dan kertas label yang terlalu licin, serta clamping cartridge dan air brix cylinder yang tidak diganti secara berkala. Keempat akar penyebab masalah tersebut akan dapat diatasi dengan perbaikan devider secara menyeluruh, perbaikan dimensi dan mutu kertas label, serta penggantian clamping cartridge dan air brix cylinder secara bekala. Sedangkan akar penyebab masalah di palletizer yaitu setting mesin yang kurang tepat, carton box yang substandard, serta lifter dan meja transfer yang belum terikat secara permanen. Ketiga akar penyebab tersebut akan dapat diatasi dengan penambahan waktu pengepressan carton box di case packer, penggantian hot melt dengan delay time yang lebih singkat, perbaikan mutu dan dimensi carton box, serta pembuatan dudukan untuk kaki lifter dan meja transfer di palletizer secara permanen. Langkah perbaikan untuk masalah kaleng penyok ini dapat diketahui pihak-pihak mana saja yang akan bertanggung jawab terhadap solusi tersebut. Adapun pihak-pihak yang berkaitan dengan langkah perbaikan tersebut yaitu pihak produksi, engineering (maintenance), dan operator.
Desain Alat Bantu Untuk Closet “ Portable Closet “ Dengan Menggunakan Pendekatan Biomekanika dan Antrophometri ( Studi Kasus: Perumahan Kekancan Mukti Pedurungan Tengah Semarang ) Primandha Eka Arjuna; Purnawan Adi Wicaksono; Heru Prastawa
Industrial Engineering Online Journal Volume 1, Nomer 3, Tahun 2012
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masyarakat Indonesia pasti sudah tidak asing dengan pruduk closet atau sering disebut WC, setiap hari semua orang pasti sering menggunakan baik closet duduk maupun jongkok. Berdasarkan hasil studi pendahuluan yang dilakukan banyak masyarakat yang mengeluh ketika menggunakan closet yang dimilikinya terutama ketika menggunakan closet jongkok.   Penelitian ini terfokus pada perancangan alat bantu untuk closet jongkok diawali dengan melakukan wawancara lisan  dan menyebar kuesioner Nordic body map kepada 70 responden yang berada di perumahan Kekancan Mukti Semarang, guna mendata keluhan – keluhan warga ketika menggunakan closet jongkok, kemudian dari hasil kuesioner dilihat apakah ada indikasi responden mengalami muscolouskeletal disorder, setelah itu dilakukan pendekatan antrophometri yaitu dengan mengambil data sesuai dengan dimensi yang akan dipakai dan nantinya dapat digunakan sebagai acuan pembuatan alat bantu, sedangkan pendekatan biomekanika dilakukan dengan menghitung gaya kompresi responden, dengan movie ploterr sebagai acuan penentuan sudut – sudut tubuh.   Hasil survey lapangan yang di lakukan pada kelurahan Pedurungan Tengah perumahan Kekancan mukti lebih dari 90 % warga banyak menggunakan closet jongkok. Walaupun responden banyak mengalami keluhan sakit di beberapa bagian tubuh, banyak yang tidak mengganti closetnya dengan closet duduk, di karenakan tidak terbiasa menggunakan closet duduk dan muncul banyak pertimbangan lain seperti biaya pembongkaran, pemasangan, dan pembelian closet baru. Indikasi keluhan musculoskeletal disorder banyak dirasakan oleh responden yang berumur 30 tahun keatas.
PERANCANGAN SISTEM PENGUKURAN KINERJA PENGELOLAAN SDM PADA INDUSTRI GARMEN MENGGUNAKAN PENDEKATAN HUMAN RESOURCE SCORECARD Irene Eka Putri; Diana Puspitasari
Industrial Engineering Online Journal Volume 1, Nomer 3, Tahun 2012
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PT. Norwest Industry bergerak di bidang industri garmen, yang hanya melayani permintaan dari luar negeri. PT. Norwest Industry sangat memperhatikan sistem produksi, penjaminan kualitas, dan sistem sumber daya manusianya agar dapat menghasilkan produk berkelas dunia. Namun perusahaan masih mempunyai permasalahan dalam hal sumber daya manusia (SDM), yaitu angka turnover karyawan yang cukup tinggi. Akibatnya, perusahaan harus melakukan seleksi dan perekrutan karyawan baru setiap bulannya.  Hal ini tentu tidak efisien, mengingat biaya yang harus dikeluarkan untuk proses seleksi dan perekrutan, biaya untuk pelatihan karyawan baru, waktu yang dihabiskan oleh profesional SDM untuk melakukan proses-proses tersebut, tidak tercapainya target produksi seratus persen, maupun kerugian-kerugian lainnya. Hal itu secara tidak langsung menghambat perusahaan dalam pencapaian ketiga strategi bisnisnya. Human Resource (HR) Scorecard merupakan pendekatan yang tepat untuk itu karena dapat menganalisa dan mengevaluasi SDM perusahaan berdasarkan kriteria pencapaian strategi bisnis, serta visi dan misi perusahaan. Dengan pendekatan HR Scorecard, didapatkan 36 ukuran kinerja atau indikator kinerja untuk menilai kinerja SDM perusahaan saat ini. Hasil pengukuran kinerja dari tiap-tiap ukuran kinerja tersebut menunjukkan ada 27 ukuran kinerja yang sudah baik, 3 ukuran kinerja yang perlu diperbaiki, dan 6 ukuran kinerja yang harus diperbaiki dengan segera. Perbaikan harus dilakukan agar perusahaan dapat mengatasi permasalahan dalam SDMnya dan dapat mencapai strategi bisnisnya.
Upaya Peningkatan Kualitas Pelayanan Pada Plasa Telkom Dengan Menggunakan Metode Kano Berdasarkan Dimensi Kualitas Marga Harjadiputra; Hery Suliantoro; Rani Rumita
Industrial Engineering Online Journal Volume 1, Nomer 3, Tahun 2012
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Industri jasa adalah sebuah industri yang menggunakan kesuksesan pelayanan dan kepuasan pelanggan sebagai salah satu parameter ukur keberhasilan. menurut Redi&Johnston (2006) faktor terpenting dalam pertumbuhan dan keberhasilan bisnis adalah kepuasan dan loyalitas pelanggan (customer satisfaction and loyalty). Peningkatan kepuasan dan loyalitas pelanggan dapat dijadikan sebagai indikator kunci keberhasilan pengembangan institusi serta sebagai prediksi kesuksesan pada masa mendatang. Di samping itu, masukan dari pelanggan terkait dengan kepuasan dan loyalitas dapat digunakan sebagai panduan untuk pengembangan bisnis yang efektif. Service excellence merupakan suatu tuntutan yang sepenuhnya memberikan komitmen terbaik bagi customer, dengan memberikan layanan harapan customer tersebut sehingga diharapkan dapat memberikan customer satisfaction yang optimal. Sudah jelas bahwa penilaian tinggi rendahnya hal ini  bergantung pada bagaimana pelanggan merasa excellence to service yang diterimanya berada dalam konteks service yang diharapkannya. Sedangkan faktor-faktor yang mempengaruhi ekspektasi customer antara lain apa yang didengar customer dari customer lain atau word of mouth communication (komunikasi dari mulut ke mulut), pengalaman masa lalu customer ketika menggunakan suatu jasa pelayanan, komunikasi eksternal dari penyedia service, karakteristik individu dengan lingkungannya, dan imbalan atau 'harga' dari suatu bentuk pelayanan tersebut. Penelitian ini diawali dengan menyebar kuisioner kepada 100 responden pelanggan Plasa Telkom Semarang menggunakan dimensi Evans and Lindsay Service Dimension. Yaitu Time, Timeliness, Completeness, Courtesy, Consistency Accuracy, Access and Convenience, dan Responsiveness Dari Evans and Lindsay Service Dimension tersebut, hasil kuisioner tersebut diuji dengan uji validitas dan uji reliabilitas. Setelah lolos dari uji alat ukur, dimensi tersebut akan diolah dengan menggunakan metode yang sesuai, karena demi mencapai service excellence dibutuhkan suatu metode yang menjadi alat ukur untuk memetakan kebutuhan dan keinginan konsumen   . Jika dilihat dari definisinya, salah satu metode yang tepat dalam menentukan atribut-atribut yang menjadi kebutuhan dan keinginan konsumen tersebut ialah KANO dengan kategori questionable, reserve, attractive, indefferent, one-dimensional, dan must-be. Dengan menggunakan metode KANO diharapkan memperoleh atribut-atribut yang menjadi alat untuk mengukur mengkategorikan atribut-atribut dari produk maupun jasa berdasarkan seberapa baik produk/jasa tersebut mampu memuaskan kebutuhan pelanggan. Dimana nantinya dapat dilihat atribut-atribut layanan dapat dibedakan menjadi beberapa kategori.

Page 1 of 2 | Total Record : 13


Filter by Year

2012 2012


Filter By Issues
All Issue Vol 13, No 4 (2024): WISUDA PERIODE OKTOBER TAHUN 2024 Vol 13, No 3 (2024): WISUDA PERIODE JULI TAHUN 2024 Vol 13, No 2 (2024): WISUDA PERIODE APRIL TAHUN 2024 Vol 13, No 1 (2024): WISUDA PERIODE JANUARI TAHUN 2024 Vol 12, No 4 (2023): WISUDA PERIODE OKTOBER TAHUN 2023 Vol 12, No 3 (2023): WISUDA PERIODE JULI TAHUN 2023 Vol 12, No 2 (2023): WISUDA PERIODE APRIL TAHUN 2023 Vol 12, No 1 (2023): WISUDA PERIODE JANUARI TAHUN 2023 Vol 11, No 4 (2022): WISUDA PERIODE OKTOBER TAHUN 2022 Vol 11, No 3 (2022): WISUDA PERIODE JULI TAHUN 2022 Vol 11, No 2 (2022): WISUDA PERIODE APRIL TAHUN 2022 Vol 11, No 1 (2022): WISUDA PERIODE JANUARI TAHUN 2022 Vol 10, No 1 (2021): WISUDA PERIODE JANUARI TAHUN 2021 Vol 9, No 4 (2020): WISUDA PERIODE OKTOBER TAHUN 2020 Vol 10, No 4 (2021): WISUDA PERIODE OKTOBER TAHUN 2021 Vol 10, No 3 (2021): WISUDA PERIODE JULI TAHUN 2021 Vol 9, No 3 (2020): WISUDA PERIODE JULI TAHUN 2020 Vol 9, No 2 (2020): WISUDA PERIODE APRIL TAHUN 2020 Vol 9, No 1 (2020): WISUDA PERIODE JANUARI TAHUN 2020 Vol 8, No 4 (2019): WISUDA PERIODE OKTOBER TAHUN 2019 Vol 8, No 3 (2019): WISUDA PERIODE JULI TAHUN 2019 Vol 8, No 2 (2019): WISUDA PERIODE APRIL TAHUN 2019 Vol 8, No 1 (2019): WISUDA PERIODE JANUARI TAHUN 2019 Vol 7, No 4 (2018): WISUDA PERIODE OKTOBER 2018 Vol 7, No 3 (2018): WISUDA PERIODE JULI 2018 Vol 7, No 2 (2018): WISUDA PERIODE APRIL 2018 Vol 7, No 1 (2018): WISUDA PERIODE JANUARI 2018 Vol 6, No 4 (2017): wisuda periode oktober 2017 Vol 6, No 3 (2017): wisuda periode juli 2017 Vol 6, No 2 (2017): wisuda periode april 2017 Vol 6, No 1 (2017): Wisuda Periode Januari Tahun 2017 Vol 5, No 4 (2016): Wisuda Oktober Tahun 2016 Vol 5, No 3 (2016): Wisuda Juli Tahun 2016 Vol 5, No 2 (2016): Wisuda April Tahun 2016 Vol 5, No 1 (2016): wisuda januari Tahun 2016 Vol 4, No 4 (2015): Wisuda Oktober Tahun 2015 Vol 4, No 3 (2015): Wisuda Juli Tahun 2015 Vol 4, No.2 Tahun 2015 Vol 4, No.1 Tahun 2015 volume 3,nomor 4,tahun 2014 Volume 3, Nomor 3, Tahun 2014 Volume 3, Nomor 2, Tahun 2014 Volume 3, Nomor 1, Tahun 2014 Volume 2, Nomor 4, Tahun 2013 Volume 2, Nomor 3, Tahun 2013 Volume 1, Nomer 4, Tahun 2012 Volume 1, Nomer 3, Tahun 2012 Volume 1, Nomer 2, Tahun 2012 Volume 1, Nomer 1, Tahun 2012 More Issue