cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Industrial Engineering Online Journal
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
INDUSTRIAL ENGINEERING ONLINE JOURNAL adalah Karya Ilmiah S1 Program Studi Teknik Industri Fakultas Teknik Universitas Diponegoro yang memuat tulisan ilmiah dan hasil-hasil penelitian, kajian ilmiah, analisis dan pemecahan permasalahan di Industri yang erat hubungannya dengan bidang Ilmu Teknik Industri.
Arjuna Subject : -
Articles 1,253 Documents
ANALISIS PENERAPAN SMK3 PADA PT INDONESIA POWER UBP MRICA BANJARNEGARA Allison, Chellsy; Prastawa, Heru
Industrial Engineering Online Journal Vol 7, No 4 (2018): WISUDA PERIODE OKTOBER 2018
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (244.088 KB)

Abstract

Angka kecelakaan kerja naik sekitar 5% - 10% setiap tahunnya disebabkan oleh rendahnya kesadaran akan penerapan sistem K3 di kalangan industri. PT Indonesia Power UP Mrica adalah salah satu perusahaan pembangkit listrik bertenaga air yang mempunyai risiko tinggi dalam kecelakaan kerja. PT IP UP Mrica sudah menetapkan SMK3 pada perusahaan tetapi masih terdapat kekurangan dalam penerapannya. Hal ini dapat menyebakan munculnya potensi kecelakaan kerja. Penerapan SMK3 pada PT IP UP Mrica sudah dapat dikatakan terorganisir, tetapi terdapat beberapa poin dalam Review Evaluasi Efektifitas SMK3 yang tidak terpenuhi karena kurangnya evidence atau evidence dianggap tidak layak karena belum diperbarui. Pada hasil checklist ditemukan 11 poin yang tidak memenuhi persyaratan. Total persen pemenuhan pada keamanan bekerja dalam SMK3 adalah 76%. Untuk lebih mengoptimalkan penerapan SMK3 para pegawai harus mampu bekerja sama dalam mengimplementasikan kedalam kegiatan bekerja dan sebaiknya dilakukan sertifikasi OHSAS 18001 agar citra perusahaan semakin baik dan karyawan selalu terjamin akan keselamatan dan kesehatannya Abstract [Analysis Implementation of Occupational Health and Safety Management System at PT Indonesia Power UBP Mrica Banjarnegara]The number of occupational accidents increases by around 5% - 10% every year due to the low awareness of the application of the occupational health and safety system in the industry. PT Indonesia Power UP Mrica is one of the water-powered generator companies that has a high risk of work accidents. PT IP UP Mrica has implemented occupational health and safety (OHS) management system in companies but there are still deficiencies in its application. This can cause potential work accidents. The implementation of SMK3 at PT IP UP Mrica is already organized, but there are several points in the Review of the OHS Management System Effectiveness Evaluation that are not accomplished because of lack of evidence or evidence deemed inappropriate because it has not been updated. The checklist found 11 points that did not meet the requirements. The total percent of compliance with the security of working in SMK3 is 76%. To further optimize the implementation of SMK3 employees must be able to work together in implementing it into work activities and OHSAS 18001 certification should be carried out so that the company image is better and employees are always guaranteed of their safety and health
ANALISIS PENGARUH E-CRM DAN KEPUASAN PELANGGAN TERHADAP LOYALITAS PELANGGAN PADA MASKAPAI PENERBANGAN LION AIR Fariyanti Novita P; Aries Susanty; Rani Rumita
Industrial Engineering Online Journal Volume 1, Nomer 4, Tahun 2012
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tingginya tingkat persaingan antar industri maskapai penerbangan yang terjadi  mengakibatkan setiap maskapai penerbangan harus dapat mengelola makapainya secara profesional agar terbentuk loyalitas. Loyalitas pelanggan dapat terbentuk karena adanya hubungan yang baik dengan pelanggan dan tingkat kepuasan pelanggan yang tinggi. Hubungan pelanggan atau customer relationship management dapat dilakukan melalui media elektronik yang disebut e-CRM. E-CRM yang dilakukan Lion Air adalah dengan adanya website. Selain mengetahui e-CRM yang telah dilakukan, melalui website kepuasan pelanggan juga dapat diukur dari kualitas website tersebut. Karena itu dilakukan pengukuran kualitas website dengan metode webqual dan analisis pengaruh e-CRM dengan loyalitas pelanggan dan kepuasan pelanggan dengan loyalitas dengan regresi linier. Berdasarkan pengukuran dengan webqual, kualitas website Lion Air berada pada tingkat yang baik. Berdasarkan hasil pengolahan data dengan regresi linier berganda menyatakan bahwa E-CRM tidak berpengaruh terhadap loyalitas pelanggan, sedangkan kepuasan pelanggan berpengaruh terhadap loyalitas pelanggan. Kepuasan dan e-CRM mempengaruhi loyalitas pelanggan sebanyak 32%.
ANALISIS RESIKO KERJA PADA PEMBUATAN NATA DE COCO DENGAN METODE JOB SAFETY ANALYSIS (JSA) DI CV SEMPURNA BOGA MAKMUR Sholicha, Mar’atus; Suliantoro, Hery
Industrial Engineering Online Journal Vol 5, No 4 (2016): Wisuda Oktober Tahun 2016
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (272.863 KB)

Abstract

Dalam dunia industri, perlindungan terhadap tenaga kerja masih jauh dari yang diharapkan karena masih banyak terjadi kecelakaan kerja serta potensi bahaya kerja yang dapat membahayakan tenaga kerja. Terkait masalah perlindungan tenaga kerja dari kecelakaan kerja, perusahaan menerapkan sistem manajeman yang dapat melindungi tenaga kerja dari kecelakaan kerja dan menghindari kerugian yang besar terhadap perusahaannya. Analisis yang dapat digunakan dalam permasalahan ini yaitu Job Safety Analisys (JSA). Job Safety Analysis (JSA) merupakan suatu alat yang dapat menganalisis suatu potensi resiko kerja dalam suatu pekerjaan, JSA dapat diterapkan untuk dapat mengurangi resiko terjadinya kecelakaan kerja. Dengan demikian, maka penerapan Job safety Analisys (JSA) diharapkan akan dapat meminimasi kecelakaan kerja yang memiliki potensi terjadi selama proses produksi dengan melakukan tindakan pencegahan dini guna meningkatkan tingkat keselamatan dan kesehatan kerja, sehingga dapat memberikan keuntungan, kegiatan produksi yang efektif dan efisien serta produktivitas tinggi pada perusahaan.. Abstract Risk work analysis in manufacturing, the protection of labor is still far from the expected because there are still a lot of work accidents and potential hazards that could endanger the employment of labor. Related to the problem of labor protection from workplace accidents, the company implemented a management system that can protect workers from occupational accidents and avoid substantial losses to the company. The analysis can be used in this matter, namely Job Safety Analisys (JSA). Job Safety Analysis (JSA) is a tool that can analyze the potential risks of working in a job, the JSA can be applied to reduce the risk of accidents. Thus, the application of job safety Analisys (JSA) is expected to minimize the accidents that have the potential to occur during the production process to take preventive measures early in order to improve the level of health and safety, so as to provide benefits, production activities are effective and efficient and productivity high on the company.
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI LOYALITAS PELANGGAN PADA PT. MATAHARI DEPARTMENT STORE SIMPANG LIMA SEMARANG Hasanah, Uswatun; Puspitasari, Diana
Industrial Engineering Online Journal Volume 3, Nomor 3, Tahun 2014
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (285.921 KB)

Abstract

PT. Matahari Department Store merupakan salah satu retail terbesar di Semarang yang pusatnya berada di Simpang Lima. Dalam mengukur loyalitas pelanggan, terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi, yaitu faktor kualitas pelayanan, faktor kepuasan pelanggan serta loyalty program. Salah satu faktor loyalitas pelanggan yang pertama adalah kualitas pelayanan. Kualitas pelayanan merupakan salah satu faktor yang paling mempengaruhi kepuasan pelanggan dan kepuasan pelanggan merupakan salah satu faktor yang sangat berpengaruh bagi loyalitas pelanggan. Apabila kualitas layanan yang diberikan oleh perusahaan dapat membuat pelanggan puas maka pelanggan akan setia dan loyal terhadap PT. Matahari Department Store. PT. Matahari Department Store menerapkan kebijakan baru yaitu pelanggan kartu MCC diharuskan membayar untuk memperpanjang kartu dan bagi pelanggan yang ingin berlangganan kartu MCC juga diharuskan membayar, sehingga karena kebijakan baru itulah pelanggan pengguna kartu MCC menurun dan adanya keluhan pelanggan mengenai kebijakan baru tersebut.Penelitian ini menggunakan metode Structural Equation Modeling dengan sampel penelitian berjumlah 200 orang. Metode analisis yang digunakan adalah analisis Structural Equation Modeling serta analisis uji goodness of fit statistic. Hasil penelitian mendapatkan bahwa faktor yang paling mempengaruhi loyalitas pelanggan adalah kepuasan pelanggan dan loyalty program dengan nilai estimates sebesar 0,41. Variabel kepuasan pelanggan juga dipengaruhi oleh variabel kualitas layanan dan loyalty program, namun variabel yang paling mempengaruhi variabel kepuasan pelanggan adalah variabel kualitas layanan dengan nilai estimates sebesar 0,81.   ABSTRACTPT. Matahari Department Store is one of the largest retail center located in Semarang Simpang Lima. In measuring customer loyalty, there are several factors, namely factors of service quality, customer satisfaction and loyalty factors program. One of the first customer loyalty factor is the quality of service. Quality of service is one of the factors that most affect customer satisfaction and customer satisfaction is one of the most influential factors for customer loyalty. If the quality of services provided by the company can make customers satisfied and loyal customers are loyal to the PT. Matahari Department Store. PT. Matahari Department Store implementing a new policy that MCC card customers are required to pay to extend the card and for customers who want to subscribe to the MCC card is also required to pay, so as a new policy that decreases the MCC card user customers and any customer complaints about the new policy. This study uses Structural Equation Modeling with a sample of 200 people. The analytical method used was analysis of Structural Equation Modeling and analysis of statistical goodness of fit test. The results of the study found that the factors that most affect customer loyalty is customer satisfaction and loyalty programs with value estimates of 0.41. Variable customer satisfaction is also influenced by the variable quality of service and loyalty programs, but the variables that most affect customer satisfaction variable is the variable quality of service with value estimates of 0.81. 
ANALISIS KEPUASAN PELANGGAN MENGGUNAKAN METODE IMPORTANCE PERFORMANCE ANALYSIS DAN QUALITY FUNCTION DEPLOYMENT DI HYPERMARKET SUPER INDO TEMBALANG, SEMARANG Claudia Gita Pratiwi; Aries Susanty
Industrial Engineering Online Journal Vol 6, No 4 (2017): wisuda periode oktober 2017
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (682.182 KB)

Abstract

Hypermarket SUPER INDO Tembalang, Semarang merupakan salah satu perusahaan food-retail dibawah manajemen PT. LION SUPER INDO yang dikembangkan melalui kemitraan antara Salim Group (Indonesia) dan Ahold Delhaize (Belgia). Dari tahun ke tahun perkembangan bisnis retail di Indonesia semakin pesat. Hypermarket SUPER INDO Tembalang dituntut untuk melakukan improvement agar dapat bertahan dalam menghadapi pesaing – pesaingnya dan tetap menjaga eksistensi merk dagang yang sudah dibangun selama ini. Penilitian ini dilakukan dengan menyebarkan kuisioner kepada para customer-nya untuk mengetahui tingkat kepentingan dan kinerja dari hypermarket SUPER INDO Tembalang. Analisis tingkat kepentingan dan kinerja perusahaan dilakukan dengan menggunakan matriks Importance Performance Analysis, selanjutnya atribut kebutuhan pelanggan pada kuadran I (prioritas utama) yang nantinya akan dianalisis lebih lanjut dengan menggunakan metode Quality Function Deployment. Terdapat 3 atribut prioritas utama yaitu RL1, RS1, dan RS2. Berdasarkan ketiga atribut prioritas utama tersebut didapatkan alternatif teknis sebagai usulan perbaikan yaitu dengan melakukan pengecekan ketersediaan barang dirak barang secara terjadwal (5jam sekali) dari mulai jam buka toko, strategi perusahaan dalam memilih supplier yang menjadi pemasok bagi gerai – gerainya harus lebih lengkap dan berkualitas, dan juga perlu dilakukan penjadwalan pengecekan kotak saran atau customer service setidaknya seminggu sekali sehingga harapannya saran atau keluhan dari pelanggan dapat ditampung dan dirapatkan untuk mencari solusi yang terbaik.AbstractAn analysis of satisfication customers using Importance Performance Analysis method and Quality Function Deployment in Hypermarket SUPER INDO Tembalang, Semarang. Hypermarkets SUPER INDO Tembalang, Semarang one of food-retail company under PT. LION SUPER INDO which developed by partnership between the Salim Group (Indonesia) Ahold and Delhaize (Belgia). Until here the development of retail business in Indonesia is growing rapidly. Hypermarkets SUPER INDO Tembalang need to improvement activiy for survive from competitors and keep the trademark’s existence be hold. This research activity with give questionnaires to customers for determine the level of importance and performance of hypermarket SUPER INDO Tembalang. Analysis of the level of importance and the company's perceived performance by using a matrix Importance Performance Analysis, so customers demand at the first quadrant (top priority) will be analyzed by using Quality Function Deployment method. There are 3 main priority attribute it as RL1, RS1 and RS2. According third attributes top priority can be found technical alternatives belong proposed improvement whit checking buffer stock of goods in place items basis scheduled way (5 hour once) from the start opening store, the company's strategy in selecting suppliers who became a supplier to the outlets should be more complete and high quality and also must be scheduled checking a suggestion box or customer service at least once a week per-times so we find advices or complaints from customers can be collected and meet to find the best solution. 
Hubungan Citra Merek, Kualitas Produk, Harga terhadap Loyalitas Empat Merek Handphone di Indonesia (Studi Kasus Mahasiswa S1 UNDIP Semarang) Ovy Ayuning Nareswari Ovy Ayuning Nareswari
Industrial Engineering Online Journal Volume 1, Nomer 4, Tahun 2012
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Handphone merupakan salah satu alat telekomunikasi yang banyak diminati oleh masyarakat. Seiring dengan tumbuhnya kebutuhan handphone bagi masyarakat, bermunculan berbagai macam merek handphone. Di Indonesia terdapat 4 merek yang memiliki indeks kepuasan pelanggan yang cukup baik di mata masyrakat, yaitu Nokia, Blackberry, Samsung dan Sony Erricsson. Namun, peringkat kepuasan pelanggan dari setiap merek ini selalu berubah setiap tahun, sehingga dapat dikatakan loyalitas terhadap masing-masing merek tersebut juga mengalami kenaikan dan penurunan. Tujuan yang ingin dicapai di dalam penelitian ini yaitu mengetahui penilaian pelanggan terhadap faktor penentu loyalitas dari setiap merek yang dihitung dengan statistik deskriptif, mengetahui faktor yang memiliki hubungan positif yang signifikan terhadap loyalitas masing-masing merek dengan menggunakan Korelasi Pearson, mengetahui urutan prioritas dan saran perbaikan untuk setiap merek berdasarkan besarnya pengaruh yang dihitung dengan koefisien determinasi, dan hasil penilaian pelanggan yang masih di bawah rata-rata. Faktor penentu loyalitas yang memiliki penilaian paling besar untuk Nokia dan Sony yaitu harga, dan untuk Samsung serta Blackberry yaitu citra merek. Faktor-faktor yang memiliki hubungan positif yang signifikan terhadap loyalitas merek, sesuai dengan urutan besarnya pengaruh, untuk Nokia yaitu citra merek, kualitas produk, harga, untuk Samsung yaitu harga lalu kualitas produk, untuk Sony hanya kualitas produk dan untuk Blackberry yaitu kualitas produk lalu citra merek.  
ANALISIS PENGARUH KUALITAS PELAYANAN DAN KUALITAS PRODUK TERHADAP MINAT BELI ULANG (Studi pada Starbucks Semarang) W, Lurensia Vinda; pujotomo, darminto
Industrial Engineering Online Journal Vol 4, No 4 (2015): Wisuda Oktober Tahun 2015
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (276.448 KB)

Abstract

Minum kopi yang berkembang menjadi gaya hidup membuat bisnis kedai kopi berkembang dengan cepat. Starbucks, brand kedai kopi global memasuki  pasar Indonesia dan menjadi pilihan banyak konsumen. Penelitian ini ditujukan untuk menganalisis pengaruh kualitas pelayanan dan kualitas produk terhadap minat membeli ulang konsumen terhadap suatu produk. Objek penelitian yang dipakai adalah kedai kopi Starbucks yang berada di Semarang.Sampel penelitian ini adalah konsumen kedai kopi Starbucks Semarang, sejumlah 100 orang. Metode yang dipakai adalah regresi linier berganda yang dijalankan dengan perangkat lunak SPSS 17 for Windows, hasil uji tersebut digunakan untuk menganalisis data. Dimensi yang dipakai pada variabel kualitas pelayanan adalah keandalan, daya tanggap, jaminan, bukti langsung, dan empati. Dimensi performa, estetika dan kualitas yang dipersepsikan digunakan variabel kualitas produk Starbucks yang berupa minuman.            Hasil studi pada Starbucks Semarang menunjukkan kualitas pelayanan dan kualitas produk yang diberikan memberikan pengaruh terhadap minat beli konsumen.   
ANALISIS LINGKUNGAN FISIK KERJA PADA DEPARTEMEN FINISHING (Studi Kasus pada PT AUSTENITE FOUNDRY) Torop Nadeak Sihombing; Ary Arvianto
Industrial Engineering Online Journal Vol 7, No 4 (2018): WISUDA PERIODE OKTOBER 2018
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (499.326 KB)

Abstract

PT. Austenite Foundry merupakan salah satu perusahaan manufaktur yang terletak di Kawasan Industri Medan. PT. Austenite Foundry berpengalaman dalam bidang indusri pengecoran/penuangan baja atau logam. Salah satu permasalahan yang dihadapi oleh PT. Austenite Foundry adalah kurang baiknya lingkungan fisik kerja yang ada di PT. Austenite Foundry khususnya di departemen finishing, baik itu faktor pencahayaan, temperatur, maupun kebisingan. Terlihat kesulitan dari para operator ketika melakukan pekerjaan pembubutan yaitu pada saat melihat ukuran maupun angka yang tertera pada gambar teknik. Oleh karena itu dilakukan penelitian untuk mengetahui kondisi lingkungan fisik kerja aktual dan membandingkan dengan kondisi lingkungan fisik kerja ideal yang ditetapkan oleh pemerintah. Pengukuran pencahayaan, temperatur, dan kebisingan pada 5 (lima) titik ruangan yang berbeda pada departemen finishing dilakukan dengan menggunakan Luxmeter, Termometer, dan Sound Level Meter. Dari hasil penelitian diperoleh tingkat pencahayaan sebesar 156,6 Lux, tingkat temperatur sebesar 30,18 0C, dan tingkat kebisigan sebesar 89,8 dB yang artinya adalah untuk kondisi lingkungan fisik kerja pada departemen finishing PT. Austenite Foundry masih terdapat di luar Nilai Ambang Batas yang ditetapkan oleh pemerintah. ABSTRACT[Analysis of work physical environment in finishing department, Case Study : PT. Austenite Foundry]. PT. Austenite Foundry is a manufacturing company located in the Medan Industrial Area. PT. Austenite Foundry is experienced in the steel or metal casting industry. One of the problems faced by PT. Austenite Foundry is a physical work environment that is not good at PT. Austenite Foundry, especially in the finishing department, both lighting, temperature and noise. The difficulty of the operators when doing the turning work is seen when looking at the size and number shown on the technical drawing. Therefore, research is conducted to find out the physical condition of the actual work and compare it with the physical conditions of the ideal work set by the government. Measurement of lighting, temperature, and noise at 5 (five) different room points in the finishing department was done using Luxmeter, Thermometer, and Sound Level Meter. From the results of the study obtained a level of lighting of 156.6 Lux, a temperature level of 30.18 0C, and a noise level of 89.8 dB which means that for the physical environmental conditions of work in the finishing department of PT. Austenite Foundry is still outside the threshold value set by the government.
PENGARUH KEBISINGAN DAN BEBAN KERJA FISIK TERHADAP KELELAHAN KERJA PORTER APRON BANDARA AHMAD YANI Rizki Ridha Illahi; Ratna Purwaningsih
Industrial Engineering Online Journal Volume 2, Nomor 4, Tahun 2013
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bandara Ahmad Yani Semarang merupakan salah satu bandara Internasional yang berada di Jawa Tengah, namun hal tersebut belum didukung dengan sistem kerja yang baik dan menjamin kesehatan serta keselamatan pekerja. Penelitian ini terdiri dari dua variabel independen yaitu kebisingan dan beban kerja fisik serta terdiri dari satu variabel dependen yaitu kelelahan kerja. Hasil pengukuran kebisingan di area Apron menggunakan alat sound level meter sebesar 85 – 114 dB. Sedangkan denyut nadi kerja responden yang diukur menggunakan metode 10 denyut Kilboan dengan bantuan stopwatch sebesar 110 – 117 denyut/menit. Kelelahan kerja pada penelitian ini diukur menggunakan kuesioner skala likert Fatigue Severity Scale atau FSS, dimana hasil pengukuran kelelahan terhadap responden sebesar 46 - 53. Untuk mengetahui pengaruh antar ketiga variabel tersebut, dilakukan pengolahan menggunakan regresi linear berganda dengan software SPSS 16. Ketiga variabel tersebut memenuhi syarat empat uji asumsi klasik berupa uji linearitas, uji multikolinearitas, uji normalitas, dan uji heteroskesdastisitas. Dari hasil uji F regresi berganda tersebut variabel beban kerja fisik dan kebisingan berpengaruh secara simultan terhadap kelelahan kerja. Sedangkan dari hasil uji T regresi berganda, variabel beban kerja fisik dan kebisingan masing – masing berpengaruh signifikan secara individual terhadap kelelahan kerja. Hasil regresi tersebut menghasilkan persamaan y= -14,782 + 0,538 X1 + 0,435 X2 dan dihasilkan nilai koefisien determinasi R sebesar 0,886. Aktivitas fisik sebagai proter tentunya membutuhkan konsumsi energi dan setelah dilakukan perhitunganya konsumsi energi yang dibutuhkan oleh porter sebesar 5,094 ± 1,105 kkal/menit. Rekomendasi yang dapat diberikan untuk memberikan perbaikan sistem kerja porter di antaranya perusahaan sebaiknya memperhatikan kesejahteraan porter lalu memberikan training cara penanganan material secara manual, karena telah ditelitih bahwa teknik pengangkatan mempengaruhi kelelahan kerja. Kemudian perhitungan waktu yang diperbolehkan untuk seorang pekerja terkena paparan kebisingan menggunakan rumus Time Weight Average atau TWA = 10 log (D/100) + 85 dB (A). Ahmad Yani International Airport Semarang, is one of international airport in Center Java. But it is not yet supported with sophisticated equipment that service the airport and facilitate the workers.. The system is not working properly can cause some accidents and health risks such as loss of hearing, injured while lifting, and chronic fatigue, which can endanger workers and passengers as a result of service to the aircraft is not optimal, then tested multiple linear regression between workload physical fatigue and the noise of the work. The test results showed that the physical workload is the variable most significantly influence the level of job burnout, where the coefficient R value of 0.806. but noise is also significantly influence the level of job burnout and both variables are also significant simultaneous effect on job burnout. Based on these results, indicating the potential for accidents to workers caused by the variable porter noise and physical workload that must be handled so as not to adversely affect the safety of workers. The evaluation is done by calculating the percentage of HRR or reverse heart rate and energy consumption porter workers. After calculation using these methods, it was found that the% HRR workers have a value of over 30% which indicates a risk of harm. But the value of labor power consumption is well within tolerance, so that workers do not require additional rest time. This is due to the imbalance between the number of workers lack porter with physical workload in the form of aircraft baggage of 5 airlines operating at Ahmad Yani Airport in Semarang, so that should be done is to conduct employee training porter, increasing the number of personnel, and attention to food intake worker in the morning before work to mmenuhi energy needs of workers.
ANALISIS PERSIAPAN PENERAPAN SISTEM MANAJEMEN HAZARD ANALYSIS CRITICAL CONTROL POINT (HACCP) DAN PENYUSUNAN RENCANA HACCP PADA INDUSTRI PEMBUATAN TAHU Tirsa Roza Triyanni; Bambang Purwanggono; Darminto Pujotomo
Industrial Engineering Online Journal Vol 6, No 1 (2017): Wisuda Periode Januari Tahun 2017
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (236.893 KB)

Abstract

Keamanan pangan merupakan syarat penting bagi pangan yang akan dikonsumsi oleh masyarakat. Termasuk salah satunya adalah tahu yang merupakan pangan penting sebagai penyedia sumber protein. UD. XYZ merupakan salah satu industri kecil yang memproduksi pangan berupa tahu. UD. XYZ ingin menerapkan sistem manajemen Hazard Analysis Critical Control Point (HACCP) untuk meningkatkan jaminan mutu produk. Sehingga perlu adanya kajian mengenai persyaratan dasar HACCP dan perancangan sistem Hazard Analysis Critical Control Point (HACCP). Studi ini bertujuan untuk menganalisis sistem Hazard Analysis Critical Control Point (HACCP) dan persyaratan dasarnya, yaitu Good Manufacturing Practices (GMP) yang belum diterapkan oleh UD. XYZ. Dimulai dengan identifikasi dan penilaian ketidaksesuaian kondisi nyata di UD. XYZ terhadap persyaratan yang dikeluarkan oleh BPOM tahun 2012, dilanjutkan dengan identifikasi titik kendali kritis. Hasil penilaian menunjukkan bahwa kondisi UD. XYZ masuk dalam tingkat (rating) IV yang mengindikasikan bahwa tingkat kelayakan unit usaha berdasarkan penilaian Good Manufacturing Practices (GMP) tidak memuaskan yang dinyatakan sangat perlu perbaikan dan tidak layak. Sementara ditemukan 3 titik kritis yang perlu diperhatikan, yaitu proses perebusan, penggumpalan, dan pengemasan. Abstract Food safety is an important requirement for food  to be consumed by the public. Including one of them is tofu which are important in providing a source of protein. UD. XYZ is one of the small industries that produce tofu. UD. XYZ want to apply management system of HACCP (Hazard Analysis Critical Control Point) to improve the quality assurance. So that its needs a study about prerequisites program of HACCP and design for management system of HACCP. This study aimed to analyze the system Hazard Analysis Critical Control Points (HACCP) and prerequisites program, namely Good Manufacturing Practices (GMP), which has not been implemented by UD. XYZ.  The fist phase is identification and assessment of real conditions at UD. XYZ than the requirements of GMP, and the last phase is identification of critical control point. The result shows that the condition UD. XYZ be in rate (rating) IV. Its mean the feasibility of a business unit are not satisfactory and its very necessary repairs and unfit. Its found three critical points that need to be considered, namely the boiling process, clotting, and packaging.

Page 28 of 126 | Total Record : 1253


Filter by Year

2012 2024


Filter By Issues
All Issue Vol 13, No 4 (2024): WISUDA PERIODE OKTOBER TAHUN 2024 Vol 13, No 3 (2024): WISUDA PERIODE JULI TAHUN 2024 Vol 13, No 2 (2024): WISUDA PERIODE APRIL TAHUN 2024 Vol 13, No 1 (2024): WISUDA PERIODE JANUARI TAHUN 2024 Vol 12, No 4 (2023): WISUDA PERIODE OKTOBER TAHUN 2023 Vol 12, No 3 (2023): WISUDA PERIODE JULI TAHUN 2023 Vol 12, No 2 (2023): WISUDA PERIODE APRIL TAHUN 2023 Vol 12, No 1 (2023): WISUDA PERIODE JANUARI TAHUN 2023 Vol 11, No 4 (2022): WISUDA PERIODE OKTOBER TAHUN 2022 Vol 11, No 3 (2022): WISUDA PERIODE JULI TAHUN 2022 Vol 11, No 2 (2022): WISUDA PERIODE APRIL TAHUN 2022 Vol 11, No 1 (2022): WISUDA PERIODE JANUARI TAHUN 2022 Vol 10, No 1 (2021): WISUDA PERIODE JANUARI TAHUN 2021 Vol 9, No 4 (2020): WISUDA PERIODE OKTOBER TAHUN 2020 Vol 10, No 4 (2021): WISUDA PERIODE OKTOBER TAHUN 2021 Vol 10, No 3 (2021): WISUDA PERIODE JULI TAHUN 2021 Vol 9, No 3 (2020): WISUDA PERIODE JULI TAHUN 2020 Vol 9, No 2 (2020): WISUDA PERIODE APRIL TAHUN 2020 Vol 9, No 1 (2020): WISUDA PERIODE JANUARI TAHUN 2020 Vol 8, No 4 (2019): WISUDA PERIODE OKTOBER TAHUN 2019 Vol 8, No 3 (2019): WISUDA PERIODE JULI TAHUN 2019 Vol 8, No 2 (2019): WISUDA PERIODE APRIL TAHUN 2019 Vol 8, No 1 (2019): WISUDA PERIODE JANUARI TAHUN 2019 Vol 7, No 4 (2018): WISUDA PERIODE OKTOBER 2018 Vol 7, No 3 (2018): WISUDA PERIODE JULI 2018 Vol 7, No 2 (2018): WISUDA PERIODE APRIL 2018 Vol 7, No 1 (2018): WISUDA PERIODE JANUARI 2018 Vol 6, No 4 (2017): wisuda periode oktober 2017 Vol 6, No 3 (2017): wisuda periode juli 2017 Vol 6, No 2 (2017): wisuda periode april 2017 Vol 6, No 1 (2017): Wisuda Periode Januari Tahun 2017 Vol 5, No 4 (2016): Wisuda Oktober Tahun 2016 Vol 5, No 3 (2016): Wisuda Juli Tahun 2016 Vol 5, No 2 (2016): Wisuda April Tahun 2016 Vol 5, No 1 (2016): wisuda januari Tahun 2016 Vol 4, No 4 (2015): Wisuda Oktober Tahun 2015 Vol 4, No 3 (2015): Wisuda Juli Tahun 2015 Vol 4, No.2 Tahun 2015 Vol 4, No.1 Tahun 2015 volume 3,nomor 4,tahun 2014 Volume 3, Nomor 3, Tahun 2014 Volume 3, Nomor 2, Tahun 2014 Volume 3, Nomor 1, Tahun 2014 Volume 2, Nomor 4, Tahun 2013 Volume 2, Nomor 3, Tahun 2013 Volume 1, Nomer 4, Tahun 2012 Volume 1, Nomer 3, Tahun 2012 Volume 1, Nomer 2, Tahun 2012 Volume 1, Nomer 1, Tahun 2012 More Issue