cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Industrial Engineering Online Journal
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
INDUSTRIAL ENGINEERING ONLINE JOURNAL adalah Karya Ilmiah S1 Program Studi Teknik Industri Fakultas Teknik Universitas Diponegoro yang memuat tulisan ilmiah dan hasil-hasil penelitian, kajian ilmiah, analisis dan pemecahan permasalahan di Industri yang erat hubungannya dengan bidang Ilmu Teknik Industri.
Arjuna Subject : -
Articles 1,253 Documents
PENYUSUNAN DOKUMEN MUTU SUBDIREKTORAT DATA dan INFORMASI BERDASARKAN STANDAR ISO 9001 : 2008 (Studi Kasus Direktorat Jenderal Sumber Daya Air, Kementerian Pekerjaan Umum) Shinta Dewi Paramita; Aries Susanty
Industrial Engineering Online Journal Volume 1, Nomer 2, Tahun 2012
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelayanan Subdirektorat Data dan Informasi dinilai belum dapat memenuhi kebutuhan pelayanan yang baik, karena belum adanya sistem pendokumentasian prosedur kerja yang baik yang mengakibatkan kurang efektif dan efisiennya kinerja individu yang ada dalam unit pelayanan. Salah satu solusi yang dapat diterapkan untuk menuju Tata Pemerintah yang baik (good governance) adalah dengan melakukan reformasi birokrasi. Reformasi Birokrasi harus diwujudkan dalam wujud perubahan secara signifikan (evolusi yang dipercepat) melalui tindakan atau rangkaian kegiatan pembaharuan secara konsepsional, sistematis dan berkelanjutan dengan melakukan upaya penataan, peninjauan, penertiban, perbaikan, penyempurnaan dan pembaharuan sistem, kebijakan dan peraturan perundang-undangan. Perubahan secara signifikan dapat diwujudkan dalam pendokumentasian Sistem Manajemen Mutu berdasarkan ISO 9001:2008. Dimulai dengan mengidentifikasi Tatalaksana (business process) melalui tugas pokok dan fungsi (TUPOKSI) Subdirektorat Data dan Informasi untuk melakukan pemetaan awal. Hasil akhir penelitian ini berupa perancangan 1 (satu)  manual mutu, 19 (sembilan belas) prosedur mutu, dan 45 (lima puluh empat) instruksi kerja sebagai persyaratan pendokumentasian Sistem Manajemen Mutu berdasarkan ISO 9001:2008.
Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Perilaku Berpindah serta Independensi antara Perilaku Berpindah dengan Karakteristik Demografi pada Konsumen TV Berlangganan di Kota Semarang Ropenti Sirait; Bambang Purwanggono; Aries Susanty
Industrial Engineering Online Journal Vol 5, No 4 (2016): Wisuda Oktober Tahun 2016
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (413.903 KB)

Abstract

Fenomena keluhan konsumen dan bangkrutnya salah satu provider TV berlangganan di Indonesia menjadi isu yang sangat penting diperhatikan oleh setiap pelaku bisnis industri TV berlanganan di Indonesia. Di sisi lain, jumlah pemain dalam industri  TV berlangganan  semakin banyak, berdampak pada persaingan yang semakin ketat. Setiap perusahaan harus melakukan perbaikan manajerial dengan tepat terutama pada konsumen yang lebih cenderung untuk beralih.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variabel-variabel perpindahan terhadap perilaku perpindahan konsumen serta mengetahui ketidaktergantungan antara perilaku berpindah dengan karakteristik demografi konsumen TV berlangganan di Kota Semarang. Hasil penelitian melalui analisis pengaruh faktor dengan regresi linear berganda menunjukkan bahwa  kegagalan menghadapi pelanggan, keberadaan pesaing, ketidaknyamanan, kegagalan layanan inti, masalah etika, pengaruh sosial, harga, memiliki pengaruh positif signifkan terhadap perilaku perpindahan konsumen. Sementara biaya beralih memiliki pengaruh negatif signifkan terhadap perilaku perpindahan konsumen Adapun urutan variabel diurutkan berdasarkan pengaruh yang paling tinggi adalah  sebagai berikut: 1). pengaruh sosial, 2). masalah etika, 3). kegagalan layanan inti, 4). biaya perpindahan, 5). keberadaan pesaing, 6). ketidaknyamanan, 7). kegagalan menghadapi pelanggan, dan 8). harga. Selain itu, hasil penelitian melalui analisis ketidaktergantungan dengan Crosstabs dan Chi-Square diketahui bahwa perilaku berpindah bergantung pada karakteristik demograpi yaitu jenis kelamin, usia, jenis pekerjaan, tingkat pendapatan.  Namun perilaku independen dengan tingkat pendidikan terakhir.   Abstract The phenomenon of consumer complaints and the down of one of pay TV provider in Indonesia has become a very important issue in Indonesia. Besides, the number of players in the pay TV industry increase the competition. The company must make the improvements with appropriate managerial and focus on consumers who are more likely to switch. This study aims to determine the variable effect of the customer switching behavior and also the independence analysis between customer switching behavior and demographic characteristics on pay TV in Semarang. The results of this research through the analysis by suing multiple linear regression showed that the customer encounter faiure, competition, inconvenience, core service failures, ethics problems, group influence, prices, had a positive significant influence on the customer switching behavior. While the switching cost has the negative significant influence on the customer switching behavior. The sequence of variables sorted by the highest impact are as follows: 1). Group influence, 2). Ethics problems, 3). core service failures, 4). switching costs, 5). competition, 6). inconvenience, 7). customer encounter faiure, and 8). price. In addition, the research results through analysis of independence with Crosstabs and Chi-Square is known that the switching behavior depend on the demography characteristics of sex, age, occupation, income level. But switching behavior was independence with education level. 
ANALISIS PENGARUH KEPUASAN PELANGGAN TERHADAP LOYALITAS PELANGGAN DAN NIAT UNTUK BERALIH (Studi Kasus Pada Kantor Pos Besar Semarang) Dwi Lestari Ariani; Hery Suliantoro
Industrial Engineering Online Journal Volume 3, Nomor 1, Tahun 2014
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PT. Pos Indonesia merupakan salah satu perusahaan negara yang bertugas memberikan pelayanan kepada masyarakat luas yang bergerak langsung dalam bidang jasa.Salah satu program pelayanan jasa yang ditawarkan oleh PT. Pos Indonesia adalah jasa pengiriman paketpos. Setelah UU Pos yang memungkinkan swasta turut serta menggarap bisnis jasa pengiriman, PT. Pos tidak lagi memonopoli bisnis jasa pengiriman di Tanah Air. Trend market share PT. Pos Indonesia terus menurun, sementara jasa pengiriman paket swasta menguasai pasar. Tingginya tingkat persaingan antar layanan jasa pengiriman paket mengakibatkan setiap provider berusaha meningkatkan kepuasan pelanggan dan pelayanan yang dimilikinya agar terbentuk loyalitas. Oleh karena itu, pada penelitian ini dilakukan pengukuran pengaruh kepuasan pelanggan terhadap loyalitas pelanggan dan niat pelanggan untuk beralih pada jasa paketpos Kantor Pos Besar Semarang.Berdasarkan hasil perhitungan dengan korelasi Pearson product moment, didapatkan bahwa kepuasan pelanggan berpengaruh positif dan signifikan terhadap loyalitas pelanggan dan berpengaruh negatif dan signifikan terhadap niat pelanggan untuk beralih yang berarti kepuasan pelanggan yang meningkat akan meningkatkan loyalitas pelanggan dan akan menurunkan niat pelanggan untuk beralih.             ABSTRACTPT. Pos Indonesia is one of the state corporation which will provide services to the public directly engaged in the service sector. One program services offered by PT. Pos Indonesia is paketpos delivery services. After the Postal Law that allows participating private businesses working on delivery service, PT. Pos heading no longer monopolize the delivery of business services in the country. Trend market share of PT. Pos Indonesia continues to decline, while the private package delivery services dominate the market. The high level of competition among parcel delivery services lead to any provider seeking to improve customer satisfaction and its services in order to form loyalty. Therefore, in this study measured the effect of customer satisfaction on customer loyalty and customer intention to switch to the Post Office Semarang paketpos services.Based on calculations by the Pearson product moment correlation, it is found that customer satisfaction is positive and significant effect on customer loyalty and significant negative effect on customer intention to switch which means improved customer satisfaction will increase customer loyalty and will lower the customer's intention to switch.
PENERAPAN TOTAL PRODUCTIVE MAINTENANCE DENGAN PENDEKATAN OVERALL EQUIPMENT EFFECTIVENESS (OEE) DAN PENENTUAN KEBIJAKAN MAINTENANCE PADA MESIN RING FRAME DIVISI SPINNING I DI PT PISMA PUTRA TEXTILE Haryono, Lilik; Susanty, Aries
Industrial Engineering Online Journal Vol 6, No 4 (2017): wisuda periode oktober 2017
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (844.273 KB)

Abstract

Peranan mesin sangat vital  pada seluruh proses produksi, sehingga keadaan mesin harus selalu dalam keadaan yang optimal, terutama mesin ring frame karena pada mesin ini terjadi proses perubahan sliver menjadi benang. Tingginya waktu downtime akan berpengaruh terhadap target produksi yang sering tidak tercapai. Pengukuran nilai efisiensi ini hanya memperhatikan target produksi. Untuk mengetahui efisiensi dari mesin perlu adanya aspek availability,performance, dan quality. Kegiatan perawatan mengalami perkembangan seiring perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi menjadi Total Productive Maintenance (TPM).Tujuan dari TPM adalah melakukan minimalisasi kerugian dari sistem manufaktur sehingga mengurangi biaya produksi dengan melakukan pendekatan Overal Equipment Effectiveness (OEE). Perhitungan nilai OEE mempertimbangkan aspek availability, perfomance, dan quality. Selain itu, untuk mengetahui besarnya kerugian produksi, maka dilakukan analisis terhadap six big losses yang pada dasarnya merupakan kerugian dari ketiga aspek OEE. Dengan analisis ini, nantinya dapat diketahui akar penyebab masalah-masalah yang terjadi pada mesin ring frame sehingga dapat dilakukan langkah perbaikan. Tujuan dari KKI di PT Pisma Putra Text adalah menghitung OEE dari mesin ring frame, menentukan six big lose, dan mencari penyebab masalah dengan fish bone dan melakukan proses perbaikan. AbstractThe role of the machine is vital to the entire production process, so the state of the machine must always be in an optimal state, especially the ring frame machine because in this machine there is a process of sliver change into yarn. The high downtime will affect the production targets that are often not achieved. Measurement of this efficiency value only pay attention to production targets. To know the efficiency of the machine needs the availability, performance, and quality aspects. Maintenance activities have developed along with the development of science and technology into Total Productive Maintenance (TPM) .The objective of TPM is to minimize the losses of the manufacturing system so as to reduce production costs by approaching Overal Equipment Effectiveness (OEE). The calculation of OEE values takes into consideration the availability, performance, and quality aspects. In addition, to know the magnitude of production losses, then the analysis of six big losses which is basically a loss of the three aspects of OEE. With this analysis, later can be known the root cause of problems that occur in the ring frame machine so that it can be done remedial steps. The purpose of KKI in PT Pisma Putra Text is to calculate OEE from the ring frame machine, determine the six big lose, and look for the cause of the problem with the fish bone and do the repair process.
PEMILIHAN STRATEGI BISNIS DENGAN MENGGUNAKAN METODE QUANTITATIVE STRATEGY PLANNING MATRIX PADA UKM BATIK BANYUMAS Meila Zulhiana; Hery Suliantoro; Ratna Purwaningsih
Industrial Engineering Online Journal Vol 4, No 4 (2015): Wisuda Oktober Tahun 2015
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (497.509 KB)

Abstract

Salah satu UKM yang ada di Jawa Tengah adalah Industri Batik. Batik merupakan salah satu kesenian khas Indonesia yang berupa kain bermotif yang telah ada sejak berabad-abad lamanya hidup dan berkembang yang dimiliki hampir setiap Kabupaten dan Kota di Jawa Tengah, termasuk Kabupaten Banyumas yang mempunyai ciri khas batik. Dari tahun 2012 hingga tahun 2014 terjadi penurunan jumlah penjualan batik Banyumas. Penurunan jumlah penjualan ini dikarenakan  pengusaha UKM batik Banyumas memerlukan waktu lama hingga laku terjual. Oleh karena itu sangat diperlukan adanya strategi bisnis yang sesuai dengan UKM batik Banyumas. Tujuan dari penelitian ini adalah menyusun strategi bisnis  dalam SWOT dengan menggunakan matriks SPACE dan matriks QSPM serta merumuskan strategi bisnis yang sesuai dengan UKM batik Banyumas. Terdapat sembilan alternatif strategi, dengan menggunakan matriks QSPM prioritas strategis yang terpilih yaitu UKM batik membuat brosur, leafllet dan lewat media sosial agar masyarakat Banyumas mengetahui keberadaan dari UKM batik Banyumas sehingga kemungkinan adanya kenaikan volume penjualan dengan nilai TAS terbesar 5,98, menawarkan produk ke berbagai instansi organisasi lainnya yang belum pernah memesan batik Banyumas untuk memperluas jaringan kemitraan memiliki TAS terbesar 5,70 dan menjalin kerja sama dengan pihak pemerintah agar dibangun pusat pasar yang menjadi titik konsentrasi penjualan dan pusat produksi dan keseluruhan yang lokasinya strategis memiliki TAS terbesar 5,04.   ABSTRACTOne of the SMEs exists in Central Java is Batik Industry. Batik is a traditional Indonesian art in the form of patterned fabric which has existed since centuries ago, lives and thrive in almost every district and town across Central Java, including Banyumas batik which has a unique characteristics. From 2012 to 2014, there is a decline in the number of sales in Banyumas batik. A decrease in the number of sales is caused by Banyumas batik SMEs takes a long time to sold. Therefore it is very necessary to have a business strategy that fits Banyumas batik SMEs. The aim of this study is to develop a business strategy in SWOT, using SPACE matrix and QSPM matrix, also formulate business strategies in accordance with the Banyumas batik SMEs. There are nine alternative strategies, by using QSPM matrix, the chosen strategic priorities are batik SMEs create brochures, leafllet and through social media so that people know the existence of Banyumas batik SMEs, so that the possibility of an increase in the volume of sales by the largest TAS value of 5.98, offering products to various agencies of other organizations that have never ordered Banyumas batik to expand the partnership network has the largest TAS 5.70 and cooperated with the government in order to be built the central market concentration point of sales and production centers and overall strategic location has the largest TAS 5.04.
ANALISIS PEMASANGAN LAYANAN ASTINET DENGAN VALUE STREAM MAPPING BERDASARKAN KONSEP LEAN THINKING PT. TELEKOMUNIKASI INDONESIA DIVRE II JABODETABEK Maulana Ihsan Wardhana; Ratna Purwaningsih
Industrial Engineering Online Journal Vol 7, No 4 (2018): WISUDA PERIODE OKTOBER 2018
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (749.404 KB)

Abstract

Telkom indonesia berusaha untuk selalu meningkatkan service level pada layanan Astinet Salah satu SLG (Service Level Guarantee) Telkom Indonesia Regional 2 (JABODETABEK) akan memberikan kecepatan layanan Pemasangan Astinet dalam 2 Minggu sejak Januari 2016, yang artinya hanya membutuhkan waktu 14 hari mulai dari request instalasi sampai Astinet dapat terpasang dengan baik. Hal ini dilakukan dengan pertimbangan bahwa kecepatan layanan akan menjadi titik kritis untuk kesuksesan penggelaran Astinet. Namun di dalam prakteknya, kebijakan FDS ini belum dapat dilakukan dengan baik. Masih terdapat keterlambatan di dalam penyelesaian layanan pemasangan Astinet yang dinilai sebagian besar waktu habis karena proses menunggu kesiapan baik dari alat produksi dan sumber daya manusia serta jumlah kesediaan ODP yang masih terbatas. . Lean Manufacturing merupakan pendekatan yang bertujuan untuk meminimasi pemborosan yang terjadi pada aliran proses. Pemahaman kondisi dari proses digambarkan dalam Value Stream Mapping untuk selanjutnya dijabarkan aktivitas yang memiliki nilai tambah dan tidak memiliki nilai tambah. Dari hasil pengolahan value stream mapping diketahui terdapat 3 aktivitas menunggu yang terbesar yaitu menungu proses IKG, menunggu penandatanganan kontrak dan menunggu layanan diaktifkan. Ketiga pemborosan menunggu ini kemudian dianalisis menggunakan FMEA untuk mengetahui factor kegagalan proses yang dapat menyebabkan pemborosan menunggu dan dapat diketahui dari analisis FMEA nilai RPN tertinggi yaitu 240 yaitu menunggu proses IKG yang disebabkan karena jaringan belum tersedia. ABSTRACT[Analysis installation of astinet services with value stream mapping based on the concept of lean thinking pt. Telecommunication of indonesia DIVRE II JABODETABEK] Telkom Indonesia strives to always improve service levels in Astinet services. One of the SLG (Service Level Guarantee) Telkom Indonesia Regional 2 (JABODETABEK) will provide speed of Astinet Installation services within 2 Weeks since January 2016, which means it only takes 14 days starting from the installation request. until Astinet can be installed properly. This is done with the consideration that the speed of service will be a critical point for the successful deployment of Astinet. But in practice, this FDS policy has not been done well. There are still delays in the completion of Astinet installation services which are considered to be largely depleted due to the process of waiting for the readiness of both production equipment and human resources as well as the limited number of ODP willingness. . Lean Manufacturing is an approach that aims to minimize waste that occurs in the process flow. Understanding the conditions of the process is described in the Value Stream Mapping to further elaborate activities that have added value and have no added value. From the results of value stream mapping processing, it is known that there are 3 biggest waiting activities, namely waiting for the IKG process, waiting for the contract signing and waiting for the service to be activated. The three waiting wastes are then analyzed using FMEA to determine the factor of process failure that can cause wasteful waiting and can be seen from the FMEA analysis that the highest RPN value is 240 which is waiting for the IKG process which is caused because the network is not yet available.
EVALUASI ANTHROPOMETRI DAN REDESAIN MEJA DAN KURSI SEKOLAH TAMAN KANAK-KANAK MELALUI IMPLEMENTASI QUALITY FUNCTION DEVELOPMENT Wari Noviawardani; Purnawan Adi Wicaksono
Industrial Engineering Online Journal Volume 1, Nomer 4, Tahun 2012
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dimensi Antropometri merupakan salah satu hal penting dalam upaya menciptakan desain yang sesuai dengan kebutuhan manusia. Kurangnya penelitian mengenai pengukuran dimensi-dimensi tubuh manusia menjadikan alasan banyaknya produk yang berkembang saat ini tidak sesuai dengan ukuran manusia yang membutuhkan sesuai dengan sebagai mana mestinya. Hal ini juga terjadi pada produk-produk anak kelompok usia 4-6 tahun khususnya produk yang ada di sekolah mereka. Penggunaan dimensi anthropometri ini penting digunakan sebagai pertimbangan kesehatan dan keselamatan pengguna produk dalam hal ini anak sebagai pengguna produk. TK Pertiwi 3 Tembalang merupakan taman kanak-kanak dibawah naungan Pemda Semarang merupakan taman kanak-kanak dengan kualitas pendidikan yang cukup baik. Kursi dan meja yang digunakan selama ini belum mengakomodir kelayakan aspek ergonomi dalam perancangannya. Produk yang digunakan saat ini tidak terlalu memperhatikan keinginan konsumen. Pada penelitian ini, digunakan metode Qualtiy Function Development untuk mengidentifikasi keinginan konsumen dan kemudian menjadikan voice of customer tersebut menjadi parameter teknis dalam perancangan meja dan kursi sekolah taman kanak-kanak. Selain itu akan dilakukan analisis ergonomi dalam hal ini analisis anthropometri dan pembuatan tabel anthropometri dalam rangka mendukung perancangan produk meja dan kursi sekolah taman kanak-kanak. Analisis ergonomic dilakukan guna memberikan kesimpulan apakah produk yang telah ada selama ini memiliki kelayakan ergonomi
ANALISA BEBAN KERJA PEGAWAI DAN USULAN PERBAIKAN SISTEM ANTRIAN PADA INSTALASI FARMASI DEPO ASKES RSUD DR SOESELO SLAWI Oriza Wahyu Utami; Rani Rumita
Industrial Engineering Online Journal Vol 5, No 4 (2016): Wisuda Oktober Tahun 2016
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (728.016 KB)

Abstract

RSUD Dr Soeselo Slawi adalah satu-satunya rumah sakit pemerintah yang terdapat di Kabupaten Tegal, sehingga pada kondisi-kondisi tertentu, seringkali terjadi keluhan pelanggan berupa lamanya waktu tunggu. Untuk menanggulangi permasalahan ini, dilakukan penelitian terhadap penyebab lambatnya pelayanan obat. Dari hasil penelitian, didapatkan bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi adalah kekurangan tenaga kerja, variasi kerja antar personel, adanya waktu tidak produktif, keterlambatan dokter, tingkat pendidikan pasien rendah, kurangnya mesin peracik obat serbuk, terjadinya kehabisan stok obat saat pelayanan, kurangnya penyuluhan mengenai SOP pelayanan obat dan metode penyampaian peraturan antrian kepada pasien yang kurang komunikatif serta model antrian yang kurang efektif. Dari beberapa penyebab ini diambil dua penyebab yang dianggap paling signifikan yaitu kurangnya tenaga kerja dan tidak efektifnya model antrian. Untuk meneliti lebih lanjut diadakan perhitungan beban kinerja pegawai serta dilakukan simulasi terhadap model antrian untuk mengevaluasi fenomena antrian, sehingga akan dihasilkan solusi optimal dan proses pelayanan obat dapat dirancang agar lebih efektif dan efisien. Perhitungan beban kinerja pegawai menggunakan metode Workload Indicator Staffing Needs (WISN), simulasi antrian dilakukan dengan pemodelan menggunakan software extend r4.    Abstract  ANALYSIS OF EMPLOYEES WORK LOAD AND PROPOSED IMPROVEMENT SERVICE SYSTEM INSTALLATION OF PHARMACEUTICAL DRUGS ON HEALTH INSURANCE DISPENSARY IN PUBLIC HOSPITAL DR SOESELO SLAWI. Hospital Dr Soeselo Slawi is the only governmental public hospital located in Tegal, because of that, in certain conditions, often occurs some customer complaints of long waiting time.  To overcome this problem, researcher do an examination of the causes of slow drug services. From the research, it was found that the factors that influence is a shortage of labor, variation of work among personnel, the unproductive time, delay the doctor, the level of patient education is low, a lack of drug powder engine maker, the stock out of medicine in busy time, lack of education about SOP (Standard Operational Procedure) drug services and delivery methods queue rules to patients who are less communicative. Of the few things that are known, held employee performance load calculation and simulation of the queuing model to evaluate the phenomenon of the queue, that will produce the optimal solution and service process drugs can be designed to be more effective and efficient. Calculation of employee performance load are using Workload Indicators Staffing Needs (WISN), simulation of queuing is done by modeling using r4 extend software.
PENGEMBANGAN PENILAIAN KINERJA KEPALA BAGIAN DENGAN MENGGUNAKAN METODE FUZZY AHP DAN RATING SCALE (Studi Kasus di PT Nyonya Meneer) Welly Mahardhika; Bambang Purwanggono
Industrial Engineering Online Journal volume 3,nomor 4,tahun 2014
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (886.277 KB)

Abstract

Salah satu sumber daya yang terpenting dalam melaksanakan kegiatan perusahaan adalah Sumber Daya Manusia. PT Nyonya Meneer ingin berkomitmen baik meningkatkan kualitas bahan baku dan sumber daya manusia agar menjadi lebih baik lagi ke depannya. Tujuan yang ingin dicapai dalam  penelitian ini adalah mengetahui bobot kriteria penilaian kinerja dengan menggunakan Fuzzy Analytical Hierarchy Process dan mendapatkan nilai kerja kepala bagian perusahaan menggunakan metode Rating Scale. Hasil bobot kriteria penilaian kinerja kepala bagian adalah  adalah  skill (0,416),  managerial ( 0,087), kedisiplinan ( 0,269), dan bersikap dewasa (0,228). Hasil bobot subkriteria penilaian kinerja kepala bagian adalah tegas (0,059). berpengalaman (0,080), tanggung jawab (0,057), perencanaan (0,058), proaktif (0,051), kritis (0,045), teliti (0,066), koordinasi (0,012), memipin kelompok (0,014), kerjasama (0,033), mengembangkan orang lain (0,014), memberi perintah (0,014), disiplin (0,175), tepat waktu (0,094), pengendalian diri (0,151), dan percaya diri (0,338). Penilaian kinerja terhadap 18 orang kepala bagian tersebut, dimana kepala bagian produksi mendapat nilai B yaitu kinerja tinggi sedangkan 17 orang kepala bagian mendapat nilai C yaitu kinerja sesuai standar. Semua kepala bagian tersebut dapat didorong untuk meningkatkan kinerjanya sehingga hasil yang diperoleh bisa mencapai nilai A (kinerja sangat tinggi) dengan pemberian motivasi dan  pelatihan. AbstractOne of the most important of resources into doing company activity is human resources. PT Nyonya Meneer wants to make a good commitment to increase raw material quality and employees to be better for future. The purpose of this research is to find out criteria weighs using Fuzzy Analytical Hierarchy Process and get sections chief score using Rating Scale method. The weights of performance appraisal criteria were skill (0,416), managerial (0,087), discipline (0,269), and maturity (0,228).The weights of performance appraisal sub – criteria were distinct (0,059), past experiences (0,080), responsibility (0,057), planning (0,058), proactive (0,051), critical (0,045), thorough (0,066), coordination (0,012), leadership (0,014), teamwork (0,033), developing others (0,014), directiveness (0,014), dicipline (0,175), punctually time (0,094), self – control   (0,151), and self confidence (0,338).Performance appraisal of 18 sections chief where production chief gets B and it is high performance but 17 sections chief get C, it is standard performance. Sections chief can be pushed to increase that performance until the results that held, could get A (very high performance) with giving motivation and training    
ANALISIS PEMILIHAN SUPPLIER DENGAN MENGGUNAKAN METODE ANALYTICAL HIERARCHY PROCESS (Studi Kasus: UMKM Diana Bakery) Kusuma Wardhana, Daniel Arya; Prastawa, Heru
Industrial Engineering Online Journal Vol 6, No 4 (2017): wisuda periode oktober 2017
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (204.424 KB)

Abstract

Hal penting yang dapat dilakukan untuk mendukung performance perusahaan adalah dengan pemilihan supplier yang tepat, karena memilih supplier secara tepat dapat mengurangi biaya pembelian dan dapat meningkatkan daya saing perusahaan.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemilihan pemasok bahan baku tepung terigu pada Diana Bakery dengan pendekatan AHP (Analytical Hirarchy Process). Analitycal Hierarchy Process (AHP) adalah metode untuk memecahkan suatu situasi yang komplek tidak terstruktur kedalam beberapa komponen dalam susunan yang hirarki, dengan memberi nilai subjektif tentang pentingnya setiap variabel secara relatif, dan menetapkan variabel mana yang memiliki prioritas paling tinggi guna mempengaruhi hasil pada situasi tersebut. Data diperoleh dengan teknik wawancara dan pengisian kuesioner dari sampel yang ditentukan secara Judgement sampling serta data lainnya yang diperoleh dari pemilik Diana Bakery. Analisis data menggunakan pendekatan AHP (Analytical Hirarchy Process) dengan software Expert Choice 11. Diperoleh hasil bahwa pemasok bahan baku tepung terigu yakni PT Bogasari menjadi prioritas utama dan prioritas kedua PT Sriboga Baturaya serta PT Lumbung Nasional dan PT Bungasari menjadi prioritas ke tiga dan ke empat.Metode dan Model pemilihan pemasok bahan baku ini dapat diterapkan oleh Diana Bakery sebagai acuan dalam system pendukung keputusan pengembangan perusahaan. Abstract Analysis Of Supplier Selection Using Analytical Hierarchy Process Method. The important thing to do to support the company's performance is the proper supplier selection, for selecting appropriate suppliers can reduce purchasing costs and to increase the competitiveness of this perusahaan.This study aims to analyze the selection of raw material suppliers of the flour in Diana's Bakery with AHP approach ( Hirarchy Analytical Process). Analytical Hierarchy Process (AHP) is a method to solve a complex situation is not structured into several components in the composition of the hierarchy, by giving subjective value on the importance of each variable in relative terms, and define a variable which has the highest priority in order to affect the outcome of the situation , Data were obtained by interview and questionnaires of the sample determined Judgement sampling and other data obtained from the owner Diana Bakery. Analysis of the data using the approach of AHP (Analytical Hirarchy Process) with Expert Choice software 11. The results show that flour raw material suppliers, PT Bogasari a top priority and the second priority Sriboga Baturaya PT and PT Lumbung National and PT Bungasari priority to three and to four .This method and model selection of suppliers of raw materials can be applied by Diana Bakery as a reference in a decision support system development company.

Page 42 of 126 | Total Record : 1253


Filter by Year

2012 2024


Filter By Issues
All Issue Vol 13, No 4 (2024): WISUDA PERIODE OKTOBER TAHUN 2024 Vol 13, No 3 (2024): WISUDA PERIODE JULI TAHUN 2024 Vol 13, No 2 (2024): WISUDA PERIODE APRIL TAHUN 2024 Vol 13, No 1 (2024): WISUDA PERIODE JANUARI TAHUN 2024 Vol 12, No 4 (2023): WISUDA PERIODE OKTOBER TAHUN 2023 Vol 12, No 3 (2023): WISUDA PERIODE JULI TAHUN 2023 Vol 12, No 2 (2023): WISUDA PERIODE APRIL TAHUN 2023 Vol 12, No 1 (2023): WISUDA PERIODE JANUARI TAHUN 2023 Vol 11, No 4 (2022): WISUDA PERIODE OKTOBER TAHUN 2022 Vol 11, No 3 (2022): WISUDA PERIODE JULI TAHUN 2022 Vol 11, No 2 (2022): WISUDA PERIODE APRIL TAHUN 2022 Vol 11, No 1 (2022): WISUDA PERIODE JANUARI TAHUN 2022 Vol 10, No 1 (2021): WISUDA PERIODE JANUARI TAHUN 2021 Vol 9, No 4 (2020): WISUDA PERIODE OKTOBER TAHUN 2020 Vol 10, No 4 (2021): WISUDA PERIODE OKTOBER TAHUN 2021 Vol 10, No 3 (2021): WISUDA PERIODE JULI TAHUN 2021 Vol 9, No 3 (2020): WISUDA PERIODE JULI TAHUN 2020 Vol 9, No 2 (2020): WISUDA PERIODE APRIL TAHUN 2020 Vol 9, No 1 (2020): WISUDA PERIODE JANUARI TAHUN 2020 Vol 8, No 4 (2019): WISUDA PERIODE OKTOBER TAHUN 2019 Vol 8, No 3 (2019): WISUDA PERIODE JULI TAHUN 2019 Vol 8, No 2 (2019): WISUDA PERIODE APRIL TAHUN 2019 Vol 8, No 1 (2019): WISUDA PERIODE JANUARI TAHUN 2019 Vol 7, No 4 (2018): WISUDA PERIODE OKTOBER 2018 Vol 7, No 3 (2018): WISUDA PERIODE JULI 2018 Vol 7, No 2 (2018): WISUDA PERIODE APRIL 2018 Vol 7, No 1 (2018): WISUDA PERIODE JANUARI 2018 Vol 6, No 4 (2017): wisuda periode oktober 2017 Vol 6, No 3 (2017): wisuda periode juli 2017 Vol 6, No 2 (2017): wisuda periode april 2017 Vol 6, No 1 (2017): Wisuda Periode Januari Tahun 2017 Vol 5, No 4 (2016): Wisuda Oktober Tahun 2016 Vol 5, No 3 (2016): Wisuda Juli Tahun 2016 Vol 5, No 2 (2016): Wisuda April Tahun 2016 Vol 5, No 1 (2016): wisuda januari Tahun 2016 Vol 4, No 4 (2015): Wisuda Oktober Tahun 2015 Vol 4, No 3 (2015): Wisuda Juli Tahun 2015 Vol 4, No.2 Tahun 2015 Vol 4, No.1 Tahun 2015 volume 3,nomor 4,tahun 2014 Volume 3, Nomor 3, Tahun 2014 Volume 3, Nomor 2, Tahun 2014 Volume 3, Nomor 1, Tahun 2014 Volume 2, Nomor 4, Tahun 2013 Volume 2, Nomor 3, Tahun 2013 Volume 1, Nomer 4, Tahun 2012 Volume 1, Nomer 3, Tahun 2012 Volume 1, Nomer 2, Tahun 2012 Volume 1, Nomer 1, Tahun 2012 More Issue