cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Industrial Engineering Online Journal
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
INDUSTRIAL ENGINEERING ONLINE JOURNAL adalah Karya Ilmiah S1 Program Studi Teknik Industri Fakultas Teknik Universitas Diponegoro yang memuat tulisan ilmiah dan hasil-hasil penelitian, kajian ilmiah, analisis dan pemecahan permasalahan di Industri yang erat hubungannya dengan bidang Ilmu Teknik Industri.
Arjuna Subject : -
Articles 1,253 Documents
ANALISIS BEBAN KERJA MENTAL GURU SMA NEGERI 1 SEMARANG MENGGUNAKAN METODE SWAT (Subjective Workload Assessment Technique) Nayudia Amaradana Febrina; Denny Nurkertamanda
Industrial Engineering Online Journal Volume 2, Nomor 3, Tahun 2013
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

SMA Negeri 1 Semarang adalah salah satu sekolah favorit di Semarang dan termasuk dalam SMA RSBI. Keberhasilan SMAN 1 dalam memajukan prestasi siswa-siswanya tidak lepas dari peranan guru. Hampir semua guru-guru di SMAN 1 sudah bersertifikasi sehingga mengharuskan mereka agar dapat memenuhi jumlah beban mengajar sedikitnya 24 jam/minggu. RSBI menuntut perubahan pada sistem kurikulum baru dan kemampuan guru mengajar menggunakan bahasa inggris serta TIK. Dari permasalahan tersebut penulis menduga bahwa dengan adanya sertifikasi guru dan RSBI menyebabkan guru mengalami beban kerja mental. Melalui penelitian ini penulis ingin mengetahui beban kerja mental guru SMAN 1 dalam melaksanakan tugasnya dan mengidentifikasi faktor-faktor yang dominan serta memberikan usulan perbaikan sistem kerja. Subjek dalam penelitian adalah 14 guru tetap yang sudah bekerja lebih dari satu tahun, sudah sertifikasi dan berusia lebih dari 50 tahun menggunakan metode Subjective Workload Assessment Technique (SWAT) yang dikembangkan oleh Garry B. Reid dan Thomas Eric Nygren. Metode ini menggunakan tiga deskriptor, yaitu dimensi waktu (time), beban usaha mental (effort) dan beban tekanan psikologis (stress) dan dilakukan dalam dua tahap, yaitu tahap pembuatan skala (scale development) dan tahap pemberian nilai terhadap pekerjaan (event scoring). Beban kerja mental terbesar dialami guru SMAN 1 adalah pada saat melakukan kegiatan proses pembelajaran oleh pendidik sebesar 70.89. ABSTRACTSMA Negeri 1 Semarang is one of the popular schools in Semarang and included in SMA RSBI. SMAN 1 success in advancing their students' achievement is the role of the teacher. Almost all of the teachers at SMAN 1 already certified so that they require in order to meet the amount of teaching load at least 24 hours / week. RSBI demanding changes to the new curriculum system and the ability of teachers to teach using English and ICT. Of these problems the authors suspect that the presence of certified teachers and experienced teachers RSBI cause mental workload. Through this study the authors wanted to know the high mental workload of teachers of SMAN 1 in carrying out their duties and identify the dominant factors and provide suggestions for improvement work system. Subjects in the study were 14 permanent teachers who have worked more than one year, has been certified and aged over 50 years using the Subjective Workload Assessment Technique (SWAT) developed by Garry B. Eric Thomas Reid and Nygren. This method uses three descriptors, namely the time dimension (time), the burden of mental effort (effort) and the burden of psychological distress (stress) and carried out in two stages, namely the stage of scaling (scale development) and phase assignment of the job 
IDENTIFIKASI POTENSI KEGAGALAN PRODUKSI LINE 7 POLYMER BATCH DEPARTEMEN POLYESTER STAPLE FIBER MENGGUNAKAN METODE FAILURE MODE AND EFFECT ANALYSIS (FMEA) PT INDONESIA TORAY SYNTHETIC Anatashia Rosa Ferella; Ary Arvianto
Industrial Engineering Online Journal Vol 6, No 4 (2017): wisuda periode oktober 2017
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (217.121 KB)

Abstract

Identifikasi Potensi Kegagalan Produksi Line 7 Polymer Batch Departemen Polyester Staple Fiber Menggunakan Metode Failure Mode and Effect (FMEA). PT Indonesian Toray Synthetic memproduksi staple fiber, nylon, dan resin sebagai bahan baku pembuatan kain. Dalam penelitian ini, Departemen Polymer Staple Fiber (PSF) sebagai penghasil utama pembuatan staple fiber, namun memiliki permasalahan terkait tingkat produktivitas mesin yang tersedia. Pada proses polimerisasi terdapat 7 line mesin yang digunakan, namun dalam 4 bulan terakhir terdapat kendala keterlambatan proses produksi pada line 7. Dan kesempatan atau potensi dapat diminimalisir dengan memahami potensi kegagalan yang terjadi dan metode FTA dan FMEA ini dapat membantu untuk memahami potensi kegagalan terbesar. Bedasarkan hasil penelitian terdapat 15 indikator penyebab kegagalan proses produksi. Masing-masing diukur bedasarkan tingkat security, occurance, dan detection. Bedasarkan hasil perhitungan nilai RPN item gasket nozzle dan reducing steam LPS menjadi item kegagalan yang memiliki nilai RPN terbesar. Item gasket nozzle merupakan item yang digunakan untuk menghubungan pipa-pipa panjang sekaligus membantu untu mengatur aliran bahan material. Sedangkan item reducing steam LPS merupakan item yang dibutuhkan dalam proses polimerisasi dan esterifikasi dalam pembuat chip. Dimana item digunaakan sebagai alat steam yang mengatur kadar panas dalam EG sebagain bahan pembuatan chip dalam polymer batch ini. Abstract Potential Process of Production Failure. Staple Fiber Polymer Using Failure Mode and Effect (FMEA) Method. PT Indonesia Toray Synthetic manufactures fiber staple, nylon, and resin as raw material for fabric manufacture. In this study, the Department of Polymer Staple Fiber (PSF) as the main producer of staple fiberi manufacture, but has a productive rate of available machines. In the polymerization process there are 7 machine lines used, but in the last 4 months nothing else depends on the product. 7. The emergence of a wide range of production products, wake up, can disrupt the process berjalanya a product. And opportunities or potentials can be minimized by understanding potential failures and FTA and FMEA methods can help to understand the greatest potential disruptions. Based on research results. Each measurement is based on safety, occurrence, and detection. Based on the calculation of RPN items of forced nozzle items and LPS steam reduction into items with the greatest RPN value. Gasket nozzle items are items used to connect long pipes while helping. Item item reduce steam LPS is an item required in polymerization and esterification process in chip maker. Where the item is used as a steam device that regulates heat levels in EG as a chipmaking material in this batch polymer.
MODEL PENILAIAN KINERJA 360 DEGREE FEEDBACK UNTUK OPERATOR PRODUKSI DENGAN METODE FUZZY AHP DI PT. BERKAT MANUNGGAL JAYA Erika Rosmawati Hutabarat; Susatyo Nugroho WP; Diana Puspitasari
Industrial Engineering Online Journal Vol 4, No 4 (2015): Wisuda Oktober Tahun 2015
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (480.524 KB)

Abstract

Penilaian kinerja merupakan proses identifikasi, evaluasi dan pengembangan kinerja individu untuk mencapai tujuan dan sasaran organisasi secara efektif. Kinerja operator di PT. Berkat Manunggal Jaya masih dianggap belum optimal dalam hal kedisiplinan, motivasi kerja dan tingkat pengetahuan yang mengakibatkan tingginya tingkat kecacatan produk dan kecelakaan kerja serta effort yang rendah dalam melakukan pekerjaannya. Penelitian ini membahas tentang sistem penilaian kinerja operator sebagai pertimbangan pemberian insentif untuk merangsang peningkatan kinerja operator. Untuk memecahkan masalah ini digunakan metode fuzzy AHP dengan model penilaian 360 Degree feedback. Fuzzy menutup kelemahan yang terdapat pada AHP, yaitu permasalahan terhadap kesubjektifan penilai sedangkan model 360 degree feedback memiliki standar yang objektif dalam penilaian kinerja karena penillai terdiri dari berbagai sumber.Berdasarkan perhitungan fuzzy AHP Urutan sub kriteria berdasarkan bobot global tertinggi adalah kemampuan pengendalian 0,214, kemampuan assembly 0,198, pengalaman diperusahaan  0,137, kemampuan 0,082, tingkat pemahaman 0,075, tingkat adaptasi terhadap perubahan 0,074, kehadiran 0,063, pengalaman masa lalu 0,061, pengetahuan 0,059 dan tingkat pendidikan 0,036. Sedangkan bobot untuk masing-masing penilai adalah kepala departemen 0,552. Rekan kerja 0,327, dan diri sendiri 0,121. Hasil penilaian kinerja ini akan dijadikan acuan untuk memberikan insentif kepada operator. Abstract                    The performance assessment defines identification, evaluation, and development of individual performance to achieve the organization’s goals and objectives effectively. The operator performance in PT. Berkat Manunggal Jaya is still considered unoptimal in terms of discipline, motivation, and knowledge level that cause high level of product defects and accidents as well as the low effort in doing jobs. This study discusses the operator performance appraisal system as consideration of incentives to stimulate operator performance. To solve this problem,  fuzzy AHP method with scoring model 360 Degree feedback is used. Fuzzy covers the shortcomings found in AHP, namely problem of the assessors subjectivity while model 360 degree feedback has objective standards in evaluating performance because the assessors consist of various sources.                    Based on fuzzy AHP calculation,  sub-criteria sequences based on the highest global weight are the ability to control 0.214, ability of assembly 0.198, experience in the company 0.137, ability 0.082, understanding level 0.075, adaptation degree to changes 0,074, attendance 0.063, past experience 0.061, knowledge 0.059, and education level 0,036. While the weight for each appraiser is the department head 0.552, coworkers 0.327, and oneself 0.121. The performance evaluation results will be used as a reference to provide incentive to the operator.
Penerapan Total Productive Maintenance dengan metode Overall Equipment Effectiveness pada Mesin HUSKY pada PT TIRTA INVESTAMA Safira Khanza; Susatyo Nugroho W P
Industrial Engineering Online Journal Vol 7, No 4 (2018): WISUDA PERIODE OKTOBER 2018
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (672.458 KB)

Abstract

Produk air bersih merupakan hal yang penting dikonsumsi untuk kesehatan manusia. Keadaan tersebut menjadikan Indonesia sebagai tempat yang strategis bagi perusahaan customer goods dalam memasarkan produknya. Salah satu perusahaan yang memasarkan produk air bersih untuk dikonsumsi adalah PT TIRTA INVESTAMA. PT TIRTA INVESTAMA adalah anak dari perusahaan DANONE yang bergerak pada bidang pemasaran produk air minum dalam kemasan, dengan merk AQUA. Secara umum, PT TIRTA INVESTAMA memiliki berbagai jenis produk AQUA hasil olahan perusahaan seperti AQUA 240 ml, 330 ml, 600 ml, 1500 ml, dan galon. Salah satu produk yang dihasilkan adalah galon yang memproduksi tutupnya (cap) sendiri. Dalam proses pembuatanya, cap ini dibuat dengan menggunakan mesin modern yaitu mesin blowing, bernama HUSKY. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan total productive maintenance di PT TIRTA INVESTAMA, mengetahui nilai Overall Equipment Effectiveness (OEE) mesin HUSKY, mengetahui faktor-faktor yang menjadi penyebab menurunnya efektivitas mesin HUSKY melalui six big losses dan mengidentifikasi penyebab utama kegagalan dan melakukan analisis terhadap faktor yang memberikan kontribusi kegagalan paling besar. Hasil yang didapat dalam peneltian ini adalah nilai Overall Equipment Effectiveness (OEE) sebesar 73%. Nilai efektivitas ini tergolong rendah. Rendahnya nilai OEE pada mesin blowing ini dikarenakan rendahnya faktor performance, efficiency dan availability. Disebabkan nilai efektivitas yang rendah, maka diberikan saran dan usulan yang dapat direkomendasikan untuk dapat menaikkan nilai OEE pada mesin HUSKY. Abstract[Total Productive Maintenance application with the Overall Equipment Effectiveness method on the HUSKY Machine at PT TIRTA INVESTAMA] Clean water products are important things for human health. This situation makes Indonesia a strategic place for customer goods companies to market their products. One company that markets clean water products for consumption is PT TIRTA INVESTAMA. PT TIRTA INVESTAMA is a branch of the company DANONE which is engaged in the marketing of bottled drinking water products, with the brand AQUA. In general, PT TIRTA INVESTAMA has various types of processed AQUA products such as AQUA 240 ml, 330 ml, 600 ml, 1500 ml, and gallons. One of the products produced is a gallon that produces its own cap. In the manufacturing process, this stamp is made using a modern machine, the blowing machine, called HUSKY. This study aims to determine the application of total productive maintenance at PT TIRTA INVESTAMA, find out the Overall Equipment Effectiveness (OEE) value of the HUSKY machine, find out the factors that cause the effectiveness of the HUSKY machine through the six big losses and identify the main causes of failure and analyze factors which contributes to the greatest failure. The results obtained in this study are the Overall Equipment Effectiveness (OEE) value of 73%. This effectiveness value is low. The low OEE value in the blowing machine is due to the low performance, efficiency and availability factors. Due to the low effectiveness value, suggestions and proposals can be recommended that can be recommended to increase the OEE value on HUSKY machines.
Evaluasi Penerapan Total Productive Maintenance dengan Menggunakan Overall Equipment Effectiveness (OEE) (Studi Kasus PT. Indotirta Jaya Abadi) Intan Arthantia; Bambang Purwanggono; Dyah Ika Rinawati
Industrial Engineering Online Journal Volume 1, Nomer 4, Tahun 2012
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perusahaan yang bergerak di bidang industri membutuhkan perawatan yang berkesinambungan terhadap mesin-mesin produksinya. Perawatan merupakan kegiatan untuk menjamin mesin produksi agar dapat bekerja sebagaimana mestinya. Perawatan menyeluruh untuk meningkatkan produktivitas perusahaan dikenal dengan Total Productive Maintenance (TPM). TPM menggabungkan praktek perawatan preventive maintenance dan predictive maintenance dengan keterlibatan operator mesin melalui kegiatan autonomous maintenance. PT. Indotirta Jaya Abadi merupakan salah satu perusahaan yang memproduksi Air Minum Dalam Kemasan (AMDK).  Penerapan TPM yang sudah dilaksanakan PT. Indotirta Jaya Abadi adalah 5S, Perawatan Terencana dan Training. Penelitian ini menganalisis tentang efektivitas mesin BC yaitu mesin amdk yang memproduksi air minum dalam kemasan botol.  Tahapan pertama dalam usaha peningkatan efektivitas mesin produksi pada perusahaan ini adalah dengan melakukan pengukuran efektivitas mesin BC dengan menggunakan perhitungan Overall Equipment Effectiveness (OEE) yang kemudian dilanjutkan dengan pengukuran OEE six big losses untuk mengetahui besarnya efektifitas yang hilang pada keenam faktor six big losses. Dari keenam faktor tersebut selanjutnya dicari faktor yang apa yang paling memberikan kontribusi terbesar yang mengakibatkan besarnya efektivitas pada mesin BC. Dengan diagram sebab akibat dapat dianalisa maslah sebenarnya yang menjadi penyebab rendahnya efektivitas mesin BC Kesimpulan yang dapat diambil berdasarkan dari perhitungan OEE mesin BC selama tahun 2011 diperoleh nilai rata – rata OEE sebesar 84,92% dan ternyata tidak semua bulan sudah mempunyai nilai OEE ideal yaitu >85%. Hal ini disebabkan lamanya  downtime dan  reject produk masih banyak, dikarenakan operator masih memakai paradigma lama. Oleh  karena itu diusulkan penerapan metode  autonomous maintenance pada operator mesin BC yang bertujuan untuk yang dirancang untuk melibatkan operator dalam merawat mesin, sehingga nantinya diharapkan bahwa operator tidak hanya mahir dalam mengoperasikan mesin saja tetapi juga bisa ikut dalam perawatan sederhana
ANALISA PENGENDALIAN KUALITAS PRODUKSI BOTOL X 500 ML PADA PT. BERLINA, TBK DENGAN MENGGUNAKAN METODE NEW SEVEN TOOLS Chandradevi, Adelia; Puspitasari, Nia Budi
Industrial Engineering Online Journal Vol 5, No 4 (2016): Wisuda Oktober Tahun 2016
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (368.395 KB)

Abstract

PT. Berlina, Tbk merupakan perusahaan yang bergerak di bidang manufaktur pembuatan kemasan plastik. Demi menjaga kepercayaan konsumen tentunya PT. Berlina, Tbk mengutamakan kualitas dari produk-produknya. Salah satu hal yang dilakukan ialah melakukan pengendalian kualitas. Pengendalian kualitas merupakan suatu kegiatan yang dilakukan agar produk memiliki kesesuaian dengan standar yang telah ditetapkan. Penelitian yang dilakukan di PT. Berlina, Tbk ini ditujukan untuk mengetahui bagaimana pengendalian kualitas yang dilakukan oleh perusahaan khususnya untuk produk botol X 500 ml. Metode yang akan digunakan dalam melakukan pengendalian kualitas ini ialah new seven tools, dimana metode ini meliputi beberapa tahapan yaitu affinity diagram, interrelationship diagram, tree diagram, matrix diagram, matrix data analysis, activity network diagram, dan process decision program chart. Jenis kecacatan yang biasanya ditemukan dalam produk botol X 500 ml antara lain ialah produk kotor hitam, kotor feta tau oli, kotor debu, deformasi, bintik-bintik putih, mulut cacat, gelembung, dan lain-lain. Dari hasil penelitian diketahui penyebab kecacatan dari produk botol X 500 ml faktor operator, material, mesin, lingkungan, dan metode pengoperasian.   AbstractThe title of this research is Analysis of X 500 ml Bottle at PT. Berlina, Tbk Using New Seven Tools Methods. PT Berlina is a company that produces plastic packaging. The quality of the product is  very important to maintain customer satisfaction, and quality control is a must for PT Berlina. Quality control is a requirement to ensure that the product meets the conformity of the established standard. This research aims to examine  the quality control process in PT Berlina, especially for the X 500 ml bottle. PT Berlina applies the new seven tools in controlling quality, consists of some steps which are affinity diagram, interrelationship diagram, tree diagram, matrix diagram, matrix data analysis, activity network diagram and process decision program chart.  The failures found in X 500 ml bottle among others are the product is dirty and black, feta tau dirty oil, dirty dust, deformation, white spots, mouth defects , bubbles and others. The result finds some factors that cause the defect of X 500 ml bottle are the operators, material, machine, environment and operation method. 
PERANCANGAN SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN UNTUK PEMILIHAN SUPPLIER BATIK MENGGUNAKAN ALGORITMA ANALYTICAL HIERARCHY PROCESS (AHP) Lutfi Mardiansyah; Sri Hartini; Wiwik Budiawan
Industrial Engineering Online Journal Volume 3, Nomor 2, Tahun 2014
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (634.09 KB)

Abstract

Batik merupakan salah satu jenis produk sandang yang berkembang pesat di Jawa Tengah sejak beberapa dekade, bahkan beberapa abad yang lalu. Hingga saat ini batik menjadi ikon beberapa daerah di Jawa Tengah, yakni Pekalongan, Jogja  dan Solo. Pada tahap persiapan membatik, IKM batik mempersiapkan bahan baku utama seperti kain katun, bahan pewarna dan malam. Bahan baku utama tersebut didapat dengan cara memesan ke supplier-supplier bahan baku yang sebelumnya telah dipilih oleh IKM batik sesuai dengan kriteria masing-masing IKM. Akan tetapi dalam melakukan pemilihan supplier terdapat permasalahan yaitu tidak terdapatnya metode yang pasti untuk pengambilan keputusan pemilihan supplier bahan baku batik, yang mengakibatkan IKM rentan melakukan kesalahan dalam penentuan supplier. Dalam penelitian tugas akhir ini, penulis akan membuat sebuah Sistem Pendukung Keputusan (SPK) yang akan membantu pemilik IKM batik dalam melakukan pengambilan keputusan untuk menentukan supplier yang memenuhi kriteria dari masing-masing IKM. Sistem pendukung keputusan ini berbasis web dengan bahasa pemrograman PHP dan menggunakan database My SQL. Model pengambilan keputusan dalam SPK ini menggunakan Algoritma Analytical Hierarchy Process (AHP). Dalam perancangan sistem ini menggunakan metode yang sering dipakai yaitu metode prototipe. Tujuan menggunakan metode ini agar sesuai dengan prosedur standar yang harus dilakukan mulai dari menganalisa, merancang, mengimplementasikan, dan memelihara sistem informasi. Sedangkan Dengan begitu kelak dalam pembuatan website akan lebih mudah dan meminimalisir kesalahan. Setelah sistem dibangun berdasarkan desain awal dilakukan pengujian prototipe dengan membandingkan hasil SPK Supplier Bahan Baku Batik dengan hasil perhitungan Software Expert Choice. Dari perbandingan tersebut terdapat selisih berkisar antara 0,01 – 0,06 disebabkan adanya pembulatan desimal pada Software Expert Choice, tetapi hasil tersebut tidak mempengaruhi hasil keputusan supplier terbaik.  ABSTRACT Batik is one type of clothing products are growing rapidly in Central Java since several decades , even centuries ago . Until now batik became iconic several areas in Central Java , namely Pekalongan , Yogyakarta and Solo . In the preparation phase of batik , the batik industry prepare for key raw materials such as cotton fabrics , dyes and paraffin . The main raw material is obtained by means of ordering to suppliers of raw materials that have previously been selected by the batik industry in accordance with the criteria of each the batik industry . But in doing that supplier selection, problems are the absence of a definite method for supplier selection decision-making batik material , which resulted in the batik industry prone to make mistakes in the determination of the supplier . In this thesis , we will make a Decision Support System ( DSS ) that will help owners of the batik industry in decision making to determine the suppliers that meet the criteria of each the batik industry . The system is web-based decision support with the PHP programming language and uses MySQL database . Models of decision making in this DSS uses Algorithm Analytical Hierarchy Process ( AHP ) . In designing the system uses a method that is often used is the method prototype . The purpose of using this method to fit a standard procedure that should be done starting from analyzing , designing , implementing , and maintaining information systems . That way in the future while making the website easier and minimize errors . Once the system is built based on the design of the initial prototype testing done by comparing the results of SPK Raw Material Supplier Batik with the calculated Expert Choice Software. From this comparison there is a difference ranged from 0.01 to 0.06 due to rounding decimal in Expert Choice Software, but the result does not affect the decision of the best suppliers.
KESIAPAN PERUSAHAAN TERHADAP SNI ISO 50001 DENGAN MENGGUNAKAN TOOLS GAP ANALYSIS STUDI KASUS PT. INDO ACIDATAMA. TBK Randy Maulana Nasir; Arfan Bakhtiar; Naniek Utami Handayani
Industrial Engineering Online Journal Vol 6, No 4 (2017): wisuda periode oktober 2017
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (432.351 KB)

Abstract

Masalah energi memiliki banyak pengaruh dan dampak organisasi lainnya, bahkan terhadap dunia. Banyak penelitian sudah mencoba untuk membantu perusahaan dalam mengatasi kesenjangan kondisi perusahaan dengan standar yang ada melalui pelaksanaan manajemen secara bertahap hingga mencapai standar sistem manajemen ISO 50001 (Antunes et al, 2014). Indonesia mempunyai sumber daya energi yang terdiri dari sumber daya energi fosil dan sumber daya terbarukan. Sumber daya yang biasa digunakan pada industri manufaktur adalah sumber daya energi fosil meliputi minyak minyak bumi, gas bumi, dan batubara. Penggnaan energi fosil yang semakin meningkat akan mengakibatkan potensi energi fosil akan semakin terbatas dan menurun. (Pham, 2014). PT Indo Acidatama Tbk. (SRSN) bergerak pada industri agro kimia. Produk utama perusahaan ini meliputi ethanol, acetic acid, ethyl acetate, dan pupuk bio organik plus. Berdasarkan wawancara dengan auditor internal perusahaan dan data penggunaan jumlah energi yang dihabiskan oleh PT Indo Acidatama Tbk adalah rata rata berkisar 349.668 Gjoule per tahunnya, melebihi ambang batas pemerintah. . Maka dari itu peneliti ingin meneliti bagaimana penerapan sistem manajemen energi pada PT Indo Acidatama Tbk berdasarkan Prinsip ISO 50001. Gap analysis dapat didefinisikan sebagai suatu metode atau alat yang digunakan untuk mengetahui tingkat kinerja suatu perusahaan atau intitusi. Diharapkan, Gap Analysis dapat digunakan untuk mengetahui kinerja dari system yang sedang berjalan di perusahaan  dengan system standar ISO 50001. Abstract [Title: Company Preparation To SNI ISO  50001 Using Gap Analysis Tools Case Study Pt. Indo Acidatama. Tbk] Energy problems have many influences and impacts on other organizations, even on the world. Many studies have tried to assist companies in overcoming the company's gap conditions with existing standards through the implementation of management gradually to achieve the standard of ISO 50001 management system (Antunes et al., 2014). Indonesia has energy resources consisting of fossil energy resources and renewable resources. Resources commonly used in manufacturing industries are fossil energy resources including petroleum, natural gas, and coal. Increasing fossil energy will result in the potential for fossil energy will be increasingly limited and decreased. (Pham, 2014). PT Indo Acidatama Tbk. (SRSN) is engaged in agro-chemical industry. The company's main products include ethanol, acetic acid, ethyl acetate, and organic bio-fertilizer plus. Based on interviews with corporate internal auditors and data on the use of the amount of energy spent by PT Indo Acidatama Tbk is an average of around 349,668 Gjoules per year, exceeding the government threshold. . Therefore, researchers want to examine how the application of energy management systems in PT Indo Acidatama Tbk based on ISO 50001. The Gap analysis can be defined as a method or tool used to determine the level of performance of a company or institution. Hopefully, Gap Analysis can be used to know the performance of the system that is running in the company with the standard energy management  system ISO 50001.
UPAYA MEREDUKSI WASTE MATERIAL UTAMA PADA PROSES PRODUKSI UNTUK MENINGKATKAN PRODUKTIVITAS PERUSAHAAN DALAM RANGKA PENERAPAN GREEN PRODUCTIVITY DI PERUSAHAAN (Studi Kasus : PT. Ungaran Printing Apparel) Mutia Manarisa; Sriyanto Sriyanto
Industrial Engineering Online Journal Volume 1, Nomer 4, Tahun 2012
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK PT Ungaran Printing Apparel merupakan sebuah perusahaan yang bergerak di bidang industri tekstil printing pakaian. Permasalahan yang terjadi adalah pada beberapa periode produktivitas perusahaan masih rendah dan dampak limbah yang dapat merusak lingkungan. Selain itu, masalah lain yang dihadapi perusahaan adalah jumlah waste yang cukup tinggi, terutama limbah cat hasil proses produksi . Oleh karena itu, perlu dilakukan pengurangan limbah (waste reduction). Pendekatan Green Productivity dianggap relevan karena GP berawal dari sebuah strategi untuk meningkatkan produktivitas sekaligus kinerja lingkungan pada saat bersamaan. Pada penelitian ini, dilakukan usaha untuk meminimalisir penggunaan cat pada proses printing sehingga diharapkan konsumsi material utama yang terbuang dapat berkurang sekaligus mengurangi jumlah limbah cair yang dihasilkan. Berdasarkan alternatif yang diajukan, dipilih alternatif 1 sebagai alternatif solusi, yaitu mengganti film dengan spesifikasi keakuratan tinggi dan memiliki pemisah antar warna cat sehingga dapat mengurangi pemborosan cat karena kesalahan penuangan warna gradasi. Alternatif ini dapat meningkatkan produktivitas perusahaan sebesar 4,3 %, mereduksi waste sebesar 25 % per harinya dan memberikan penghematan kepada perusahaan sebesar Rp120.677.400 per tahun.   ABSTRACT PT Ungaran Printing Apparel is a company specializing in industrial textile printing outfit. Problems occured in a period of productivity is still low, and the impact of wastes that may damage the environment. In addition, other companies problems is the amount of waste is quite high, especially waste of paint from production process. Therefore, companies needs to reduction paint waste (waste reduction). Approach to Green Productivity is considered relevant because GP started from a strategy to enchance the productivity and environment performance at the same time. In this study, attempt to minimize uses of paint in printing process to reduce the main material consumption and reduce the number of liquid waste at the same time. Based on the proposd alternative,the first alternative was selected as an alternative solution, i.e. replace film with better film that have high accuracy and separator between colors, so it can reduce waste paint pouring color gradation in error. This alternative can increase the productivity of the company amounted to 4,3% reduce waste by 25% per day and provides a savings to the company of Rp 120.677.400 per year.  
ANALISA PRODUKTIVITAS PEKERJA DENGAN METODE SAMPLING KERJA PADA BAGGING SECTION PT. CHANDRA ASRI PETROCHEMICAL TBK. Hadi Kurniawan; Wiwik Budiawan
Industrial Engineering Online Journal Vol 5, No 1 (2016): wisuda januari Tahun 2016
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (661.406 KB)

Abstract

Performansi merupakan hal penting dalam produktivitas aktivitas perusahaan. Tingkat performansi yang baik akan menghasilkan hasil kerja yang baik pula. Berkaitan dengan tingkat performansi, terdapat permasalahan yaitu kondisi menganggur baik mesin maupun operator. Pekerja yang tidak memberikan performansi penuh bagi perusahaan pada jam kerjanya dapat menimbulkan kerugian waktu maupun biaya. Kondisi menganggur seorang pekerja atau mesin yang terus berlanjut dan terakumulasi akan menimbulkan kerugian yang besar bagi perusahaan. Kerugian tersebut mendorong perusahaan untuk mengetahui tingkat performansi pekerja/mesin dalam bekerja, kemudian dianalisa faktor-faktor penyebab time wasting maupun kondisi menganggur tersebut, dan dicari tahu solusi pemecahannya. Untuk itu diperlukan suatu metode yang efektif dan efisien, salah satunya dengan metode Work Sampling (Sampling kerja). Metode ini dapat diterapkan untuk memantau kinerja pekerja tanpa penambahan biaya produksi yang besar. Setelah dilakukan pengukuran dan perhitungan, didapatkan rata-rata performansi sebesar 77,67%. Kemudian dilakukan analisa terhadap faktor penyebab menganggur terbesar menggunakan Diagram Pareto dan Fishbone, dan didapatkan faktor menganggur terbesar adalah “menunggu loading” sebesar 21,2% dari seluruh penyebab pekerja menganggur.  Performance is essential for the productivity of the company's activities. Good performance will produce good work. Relates to the level of performance, there are problems that the condition of both engine idle and operators. Workers who do not give a full performance for the company in working hours can cause loss of time and cost. Conditions unemployed worker or machine that continues to accumulate and will cause great harm to the company. The losses prompted the company to determine the level of performance of the worker / machine at work, then analyzed the factors that cause time wasting as well as the idle condition, and sought out solutions to solve them. For that we need a method that is effective and efficient, one of them with methods Work Sampling.. This method can be applied to monitor the performance of workers without adding production costs. After measurement and calculation, obtained an average performance of 77.67%. Then performed an analysis of the factors causing the biggest idle using Pareto Chart and Fishbone, and obtained the greatest idle factor is "awaiting loading" of 21.2% of all causes of worker’s idle..

Page 40 of 126 | Total Record : 1253


Filter by Year

2012 2024


Filter By Issues
All Issue Vol 13, No 4 (2024): WISUDA PERIODE OKTOBER TAHUN 2024 Vol 13, No 3 (2024): WISUDA PERIODE JULI TAHUN 2024 Vol 13, No 2 (2024): WISUDA PERIODE APRIL TAHUN 2024 Vol 13, No 1 (2024): WISUDA PERIODE JANUARI TAHUN 2024 Vol 12, No 4 (2023): WISUDA PERIODE OKTOBER TAHUN 2023 Vol 12, No 3 (2023): WISUDA PERIODE JULI TAHUN 2023 Vol 12, No 2 (2023): WISUDA PERIODE APRIL TAHUN 2023 Vol 12, No 1 (2023): WISUDA PERIODE JANUARI TAHUN 2023 Vol 11, No 4 (2022): WISUDA PERIODE OKTOBER TAHUN 2022 Vol 11, No 3 (2022): WISUDA PERIODE JULI TAHUN 2022 Vol 11, No 2 (2022): WISUDA PERIODE APRIL TAHUN 2022 Vol 11, No 1 (2022): WISUDA PERIODE JANUARI TAHUN 2022 Vol 10, No 1 (2021): WISUDA PERIODE JANUARI TAHUN 2021 Vol 9, No 4 (2020): WISUDA PERIODE OKTOBER TAHUN 2020 Vol 10, No 4 (2021): WISUDA PERIODE OKTOBER TAHUN 2021 Vol 10, No 3 (2021): WISUDA PERIODE JULI TAHUN 2021 Vol 9, No 3 (2020): WISUDA PERIODE JULI TAHUN 2020 Vol 9, No 2 (2020): WISUDA PERIODE APRIL TAHUN 2020 Vol 9, No 1 (2020): WISUDA PERIODE JANUARI TAHUN 2020 Vol 8, No 4 (2019): WISUDA PERIODE OKTOBER TAHUN 2019 Vol 8, No 3 (2019): WISUDA PERIODE JULI TAHUN 2019 Vol 8, No 2 (2019): WISUDA PERIODE APRIL TAHUN 2019 Vol 8, No 1 (2019): WISUDA PERIODE JANUARI TAHUN 2019 Vol 7, No 4 (2018): WISUDA PERIODE OKTOBER 2018 Vol 7, No 3 (2018): WISUDA PERIODE JULI 2018 Vol 7, No 2 (2018): WISUDA PERIODE APRIL 2018 Vol 7, No 1 (2018): WISUDA PERIODE JANUARI 2018 Vol 6, No 4 (2017): wisuda periode oktober 2017 Vol 6, No 3 (2017): wisuda periode juli 2017 Vol 6, No 2 (2017): wisuda periode april 2017 Vol 6, No 1 (2017): Wisuda Periode Januari Tahun 2017 Vol 5, No 4 (2016): Wisuda Oktober Tahun 2016 Vol 5, No 3 (2016): Wisuda Juli Tahun 2016 Vol 5, No 2 (2016): Wisuda April Tahun 2016 Vol 5, No 1 (2016): wisuda januari Tahun 2016 Vol 4, No 4 (2015): Wisuda Oktober Tahun 2015 Vol 4, No 3 (2015): Wisuda Juli Tahun 2015 Vol 4, No.2 Tahun 2015 Vol 4, No.1 Tahun 2015 volume 3,nomor 4,tahun 2014 Volume 3, Nomor 3, Tahun 2014 Volume 3, Nomor 2, Tahun 2014 Volume 3, Nomor 1, Tahun 2014 Volume 2, Nomor 4, Tahun 2013 Volume 2, Nomor 3, Tahun 2013 Volume 1, Nomer 4, Tahun 2012 Volume 1, Nomer 3, Tahun 2012 Volume 1, Nomer 2, Tahun 2012 Volume 1, Nomer 1, Tahun 2012 More Issue