cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Industrial Engineering Online Journal
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
INDUSTRIAL ENGINEERING ONLINE JOURNAL adalah Karya Ilmiah S1 Program Studi Teknik Industri Fakultas Teknik Universitas Diponegoro yang memuat tulisan ilmiah dan hasil-hasil penelitian, kajian ilmiah, analisis dan pemecahan permasalahan di Industri yang erat hubungannya dengan bidang Ilmu Teknik Industri.
Arjuna Subject : -
Articles 1,253 Documents
PengukuranBebanKerjadanPenentuanJumlahTenagaKerjaOptimalMenggunakanMetodeWorkLoadAnalysis(WLA)PadaBagianPackingDivisiKacangAtom(StudiKasus:PT DuaKelinci) Vera Febriani; Aries Susanty
Industrial Engineering Online Journal Vol 9, No 2 (2020): WISUDA PERIODE APRIL TAHUN 2020
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakPTDuaKelinciadalah perusahaan yangmemproduksimakanan ringan diIndonesiayangmenghasilkanberbagai macam produk kacang dan olahannya PT Dua Kelinci terdapat salah satu divisi dengan tingkatproduksi terbanyak yaitudivisi kacang atomDivisi ini memilikipermaslahan terutama di bagianpackingantara lain tidak tercapainya target produksi, ketidakseimbangan jumlah karyawan di salah satu stasiun kerjadibandingkan stasiun kerja lainya yang mengakibatkan inefisiensi kerja, dan beberapa karyawan merasakankelelahan dalam bekerja yang diakibatkan oleh besarnya beban kerja yang diterima karyawan. Oleh karena itudilakukan pengukuran terhadap beban kerja karyawansehingga diketahui jumlah optimal karyawan yang harusbekerja. Penelitian laporan kerja praktek ini yaitu perhitungan beban kerja hanya dilakukan pada stasiun kerjapacking shift pagi dengan jam efektif selama 7 jam dengan metode work sampling. Metode pengukuran yangdigunakan yaitu metode Work Load Analysis (WLA). Bedasarkan hasil perhitungan diketahui bahwa bebankaryawantertinggi terdapat pada bagian setting mesin dengan beban sebesar 140,54% hal ini diakibatkanbeban yang diangkat oleh pekerja dan frekuensi pekerjaan dilakukan.Perhitungan optimalissi pekerja didapatpengurangankaryawaansebanyak1orang.Katakunci:Abstract[Title:MeasurementofWorkloadandDeterminationofOptimalLaborAmountUsingtheWorkLoadAnalysis (WLA) Method in the Packing Section of the Kacang Atom Division (Case Study: PT Dua Kelinci)]PTDuaKelinciisacompanythatmanufacturessnacksinIndonesiathatproducesavarietyofbeanandprocessedproducts.PTDuaKelincihasthehighestproductionlevel,namelythekacangatomdivision.Thisdivisionhasproblems,especiallyinthepackingsection,suchasnotachievingproductiontargets,imbalancesthe number of employees at one work station compared to other work stations which results in work inefficiency,andsomeemployeesfeelfatigueatworkduetothelargeworkloadreceivedbyemployees.Therefore,measurementsaremadeoftheworkloadofemployeessothattheoptimalnumberofemployeesthatmustworkis known. This practical work research report is the calculation of workload only is only at packing work stationshiftmorningwitheffectivehoursfor 7hourswiththeworksamplingmethod.Themeasurementmethod usedistheWorkLoadAnalysis(WLA)method.Basedonthecalculationresultsitisknownthatthehighestemployeeloadisfoundinthemachinesettingssectionwithaloadof140.54%,thisisduetotheburdenliftedbytheworkers andthefrequencyofworkperformed
Pengembangan Metode Operasi Bisnis Start-Up Kewirausahaan Mahasiswa Pada Undip Mart Atoillah, Farkhan; Widyo Pramono, Susatyo Nugroho
Industrial Engineering Online Journal Vol 9, No 3 (2020): WISUDA PERIODE JULI TAHUN 2020
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakSebanyak 60% start-up yang diajukan oleh mahasiswa dalam Program Mahasiswa Wirausaha mengalami kendala sehingga tidak dapat bertahan di pasaran. Tujuan dari penelitian ini yaitu melakukan identifikasi faktor kegagalan, melakukan profilling kinerja start-up, memberikanrekomendasi perbaikan sistem inkubasi program mahasiswa Wirausaha, serta melakukan pemilihan metode operasi bisnis antara Undip dengan start-up. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa start-up yang tergabung dalam Program Mahasiswa Wirausaha mayoritas berada pada fase pertumbuhan sebesar 53%, 16% start-up yang masih dalam proses pengembangan produk, dan terdapat 31% start-up yang berada pada fase penurunan. Faktor kegagalan pada start-up mayoritas disebabkan karena produk yang tidak sesuai dengan kebutuhan pasar, serta memiliki strategi marketing yang buruk,tidak memiliki peralatan operasional yang memadahi, kesalahan dalam membentuk tim, tidak fokus dalam menjalankan bisnis sertabanyaknya konflik internal. Rekomendasi perbaikan yang dapat dilakukan yaitu dengan membentuk skema program inkubasi yang terbagi menjadi dua yaitu prestart-up dan startup, serta membuat pusat kewirausahaan sebagi solusi banyaknya start-up yang berhenti pasca kelulusan. Adapun metode operasi bisnis terpilih antara Undip mart dengan start-up yaitu dengan melakukan kombinasi operasi bisnis direct selling dan dropshipping yang merupakan peringkat pertama dan dua dengan nilai rata rata sebesar 7,33 dan 6,77.Kata kunci:AbstractStudent start-ups submitted in entrepreneurship program incubation have a failure rate of 60%, so they do not survive in the market. The purpose of this study is to identify failure factors, perform start-ups performance profiling, provide recommendations for improving the incubation system, selecting business operation methods between Undip and start-ups. The results of this study indicate that the majority of start-ups are in the growth phase of 53%, 16% of startups are still in the product development process, and 31% of startups are in the decline phase. The majority of failure factors in start-ups are caused by-products that do not match market needs, have a bad marketing strategy, do not have operational equipment, bad team, miss focus on running the business, and many internal conflicts. Recommendations for improvement that can be made are by establishing two incubation program schemes, namely prestart-up and startup, and creating an entrepreneurship center as a solution for the many start-ups that are out of business after graduation. The selected business operation method between Undip mart and start-up is a combination of direct selling and dropshipping business operations which are first ranked and second-ranked with an average value of 7.33 and 6.77.
KLASIFIKASI KEY PERFORMANCE INDICATORKE DALAM HUMAN RESOURCES SCORECARD (STUDI KASUS BIDANG SDM PT PLN (PERSERO) UIP KALBAGTIM) Aulia, Yussy; Purwaningsih, Ratna
Industrial Engineering Online Journal Vol 9, No 3 (2020): WISUDA PERIODE JULI TAHUN 2020
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakKualitas sumber daya yang dimiliki oleh suatu perusahaan dapat mempengaruhi kualitas dan kelangsungan bisnis perusahaan. Sumber dayatersebutterdiri dari sumber daya alam, sumber daya finansial, sumber daya ilmu pengetahun, sumber daya teknologi, dan sumber daya manusia. Dari beberapa sumber daya tersebut, sumber daya manusia adalah sumber daya terpenting karena digunakan untuk menggerakkan dan menyinergikan sumber daya lainnya untuk mencapai tujuan organisasi. Oleh karena itu, kualitas SDM diperbaiki secara berkelanjutan dengan melakukan sistem pengukuran kinerja. Pengukuran kinerja dapat dilakukan dengan berbagai metode, salah satunya denganpendekatan Human Resources Scorecard dimana visi dan misi perusahaan dijabarkan menjadi Key Performance Indicator (KPI) yang dapat diukur.KPI tersebut akan dibentuk ke dalam Human Resource Scorecard yang terdiri dari empat perspektif, yaitu financial, customer, internal business process, dan learning & growth.Penelitian ini dimulai dengan melakukan pengumpulan data dibidang Pengembangan SDM PT PLN (Persero) UIP Kalbagtim. Dari penelitian didapatkan 28 KPI dengan skor terbobot masing-masing. Hasil penelitian dari penggunan metode ini akan memberikan usulan aplikatif terhadap kinerja karyawan kedepannya.Kata kunci: AbstractThe quality of resources owned by a company can affect the quality and sustainability of the company's business. These resources consist of natural resources, financial resources, scientific knowledge resources, technological resources, and human resources. From some of these resources, human resources are the most important resource because it is used to mobilize and synergize other resources to achieve organizational goals. Therefore, the quality of human resources is continually improved by implementing a performance measurement system. Performance measurement can be done with various methods, one of which is the Human Resources Scorecard approach where the company's vision and mission are translated into measurable Key Performance Indicators (KPIs). The KPI will be formed into the Human Resource Scorecard consisting of four perspectives, namely financial, customer, internal business process, and learning & growth. This research began with data collection in the field of HR Development of PT PLN (Persero) UIP Kalbagtim. From the research, 28 KPIs were scored with each weighted score.The research results from the use of this method will provide applicative proposals for future employee performance.
OPTIMALISASI RUTE DISTRIBUSI PRODUK PORTLAND COMPOSITE CEMENT(PCC) DENGAN MENGGUNAKAN METODE SAVING MATRIXUNTUK MEMINIMALKAN BIAYA TRANSPORTASI(Studi Kasus: PT Indocement Tunggal Prakarsa, Tbk., Plant Cirebon) M, Nabila Aisya; Susanty, Aries
Industrial Engineering Online Journal Vol 9, No 2 (2020): WISUDA PERIODE APRIL TAHUN 2020
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakPTIndocement Tunggal Prakarsa, Tbk. merupakan salah satu perusahaan produsen semen terbesar di Indonesia. Semen tersebut didistribusikan kepada distributor maupun retailer di beberapa wilayah di daerah Jawa Tengah, Jawa Barat, Jawa Timur hingga Pulau Bali. Saat ini sebagian besar proses distribusi dilakukan dengan menggunakan truk yang dikelola oleh berbagai mitra yang bekerja sama dengan PT Indocement. Dalam beberapa waktu terakhir, pihak Departemen Deliveryseringkali mendapatkan komplain dari mitra angkutan hingga 50% yang disebabkan oleh truk yang menganggur. Hal tersebut terjadi dikarenakan tidak terdapatnya jalur distrbusi yang tepat, karena pengalokasian angkutan hanya berdasarkan ketersediaan truk. Jalur distribusi sangat mempengaruhi biaya operasional perusahaan dan efisiensi waktu. Dalam penelitian ini, optimalisasi rute distribusi diselesaikan dengan menggunakan Metode Saving Matrix dengan pendekatan Nearest Neighbour dan Nearest Insert. Berdasarkan hasil perhitungan menggunakan Metode Saving Matrixdidapatkan 4 rute optimal yang harus dilalui Angkutan Anggada Perkasa PT (A). dengan jarak tempuh 540,8 km, 410,8 km, 521 km, 416 km dan biaya operasional sebesar Rp 2.889.293,33. Sedangkan jumlah truk yang dibutuhkan oleh Angkutan Anggada Perkasa, PT (A)untuk memenuhi seluruh demandyaitu 15 angkutan bermuatan 48 ton, 2 angkutan bermuatan 32 ton dan 1 angkutan bermuatan 30 ton.Kata kunci:Abstract[Title: Optimalization of Portland Composite Cement (PCC) using Saving Matrix Method to Minimize Transportation Cost; Case Study: PT Indocement Tunggal Prakarsa, Tbk., Plant Cirebon]PT Indocement Tunggal Prakarsa, Tbk. is one of the largest cement producers in Indonesia. The cement is distributed to distributors and retailers in several regions in Central Java, West Java, East Java and Bali. At present most of the distribution process is carried out using trucks managed by various partners who work together with PT Indocement. In recent times, the Delivery Department often received complaints from transport partners of up to 50% caused by idle trucks. This happens because there is no proper distribution channel, because transportation allocation is only based on the availability of trucks. Distribution channels greatly affect the company's operating costs and time efficiency. In this study, optimization of distribution routes was completed using the Saving Matrix Method with Nearest Neighbor and Nearest Insert approaches. Based on the calculation using the Saving Matrix Method, there are 4 optimal routes that must be passed by Anggada Perkasa Transport PT (A) with a distance of 540.8 km, 410.8 km, 521 km, 416 km and an operational cost of Rp 2,889,293.33. While the number of trucks needed by Angkada Anggada Perkasa, PT (A) to meet all demands is 15 transports with 48 tons load, 2 transports with 32 tons load and 1 transport with 30 tons load
ANALISIS POTENSI BAHAYA DAN RISIKO MENGGUNAKAN METODE JOB SAFETY ANALYSIS (JSA)PADA PEKERJAAN MECHANICAL SECTIONDI PT ANGKASA PURA I (PERSERO) SEMARANG Athaya, Afina Salma; Rosyada, Zainal Fanany
Industrial Engineering Online Journal Vol 9, No 3 (2020): WISUDA PERIODE JULI TAHUN 2020
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakPT. Angkasa Pura I (Persero) Cabang Bandar Udara Internasional Ahmad Yani Semarang adalah suatu badan usaha milik negara yang bergerak di bidang jasa kebandarudaraan (Airport Services)yang terbagi atas 2 (dua) bagian besar, yaitu Jasa Aeronautika dan JasaNon-Aeronautika.PT. Angkasa Pura I (Persero) Bandara Internasional Ahmad Yani Semarang terdapat kantor cabang yang didalamnya terdiri dari beberapa departemensalah satunya adalah departemen Airport Technicalkhususnya pada Mechanical Section.Daam melakukan pekerjaanya, Mechanical Section menggunakan alat-alat canggih yang dalam penggunaannya bisa menimbulkan potensi bahaya yang dapat menyebabkan kecelakaan kerja seperti tangan tergores, tangan terjepit, tertimpa benda yang berat, terkena percikan api, mata terpapar cahaya las, tubuh tertubruk benda berat, terjatuh dari ketinggian, serta terpeleset yang dapat mengakibatkan risiko luka gores, luka memar, luka serius, patah tulang atau bahkan dapat menyebabkan kematian.Oleh karena itu, diperlukan adanya analisis potensi bahaya dan risiko untuk meminimalisir kecelakaan kerjayaitu dengan metode Job Safety Analysis (JSA). Dalam metode ini, potensi bahaya dan risiko dinilai tingkat risikonya. Penilaian risiko terdiri dari low risk, medium risk, high risk, hingga extreme risk. Berdasarkan hasil pengolahan data menggunakan metode ini, terdapat beberapa langkah pekerjaan yang menimbulkan risiko yang extremeseperti lua serius yang dapat menyebabkan kematian serta patah tulang. Sehingga diperlukan tindakan pengendalian seperti memberikan pelatihan kepada pekerja sebelum pekerja emlakukan pekerjaannya agar pekerjaannya dapat berjalan dengan baik dan benar serta menggunakan alat pelindung diri (APD) secara lengkap.Kata Kunci: .AbstractPT. Angkasa Pura I (Persero) Ahmad Yani International Airport Branch Semarang is a state-owned company engaged in airport services (airport services), which is divided into two major parts, namely: aeronautical services and non-aeronautical services. PT. Angkasa Pura I (Persero) Ahmad Yani International Airport Semarang has a branch office that consists of several departments, one of which is the Airport Technical department, especially in the Mechanical Section. In doing its work, the mechanical section uses sophisticated equipment, which in its use can cause potential hazards. Can result in work accidents such as scratched hands, pinched hands, being hit by heavy objects, being hit by heavy objects, being exposed to sparks, having your eyes exposed to welding light, being hit by heavy objects, falling from a height, and slipping, which can result in scratches, bruises, serious injuries, fractured bones, or even death.Therefore, it is necessary to analyze the potential hazards and risks to minimize work accidents, namely the Job Safety Analysis (JSA) method. In this method, the potential hazards and risks are assessed at the risk level. The risk assessment consists of low risk, medium risk, high risk, and extreme risk. Based on the results of data processing using this method, several work steps pose extreme risks, such as serious injuries that can cause death and fractures. So control measures are needed, such as providing training to workers before they do their work so that their work can run properly and they can use personal protective equipment (PPE) in full.
USULAN PERBAIKAN PROSES DALAM MEMINIMASI CACAT TOBI WHITE BODY MESIN DUSTPRESS DENGAN METODE FAILURE MODE AND EFFECTS ANALYSIS (FMEA) (STUDI KASUS : PT. SANGO CERAMICS INDONESIA) Pratama, Hanggar; Sriyanto, Sriyanto
Industrial Engineering Online Journal Vol 8, No 4 (2019): WISUDA PERIODE OKTOBER TAHUN 2019
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meminimasi cacat Tobi pada produk whitebody, khususnya mesin Dustpress. Minimasi cacat sangat diperlukan bagi perusahaan untuk tetap menjaga kualitas produk yang dihasilkan. Untuk itu perlu dilakukan perbaikan proses guna meminimasi potensi terjadinya kegagalan tersebut. Data yang digunakan yakni data primer cacat atribut produk whitebody mesin dustpress. Penelitian dilakukan dengan mengidentifikasi penyebab penyebab kegagalan dari cacat Tobi. Fishbone diagram digunakan untuk mengetahui akar dari permasalahan yang dihadapi. FMEA Merupakan salah satu metode untuk mengetahui dampak penyebab terjadinya kegagalan tersbut dan juga untuk mengetahui prioritas perbaikan proses. Dari penelitian yang telah dilakukan, penyebab kegagalan cacat tobi disebabkan oleh adanya debu yang menempel baik pada saat produk berada di glazing line maupun pada saat pembakaran berlangsung dengan Risk Priority Number sebesar 320. Perbaikan proses yang diusulkan yakni dengan mengadakan kontrol kebersihan stasiun kerja glazing line dan glost kiln sebelum proses produksi berlangsung. Abstract Suggestion For Improving The Process In Minimizing Tobi’s Defects In The White Body Product At Dustpress Machine Using The Failure Mode And Effects Analysis (FMEA) Method. (Case Study: Pt. Sango Ceramics Indonesia. )The goal for this study aims to minimize Tobi’s defects in the white body product, especially Dust press machine. Reject minimization is needed for keeping good the quality of products. For that reason, process improvement is needed for reducing the reject. The data used is the primary data for attribute data of defective white body product Dust press machine. Research carried out by identifying the cause of the defect causing the failure of Tobi. Fishbone diagrams are used to determine the root of the problems faced. FMEA is one method to determine the impact of the failure and also to determine the priority of process improvement. From the research that has been done, the cause of the failure defects caused by the dust either at the time the products are in line glazing or when combustion takes place with Risk Priority Number is 320. Process improvement are proposed by controlling cleanliness of glazing lines workstations and glost kiln workstations before production start.
ANALISIS HUMAN ERRORPADA PEKERJA BORONG DENGAN METODE SHERPADAN METODE HEART PADA UNIT SKT BL 53 PT DJARUM KUDUS Emanuel Ryan Nawastya Hantara; Novie Susanto
Industrial Engineering Online Journal Vol 9, No 4 (2020): WISUDA PERIODE OKTOBER TAHUN 2020
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPT Djarum Kudus selalu berusaha untuk menjaga kualitas rokok kretek tetap terjamin baik. Namun pada proses produksi di unit SKT sering terjadi kesalahan proses kerja yang mengakibatkan sejumlah produk rokok cacat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa human error yang mengakibatkan terjadinya produk cacatpada stasiun kerja di unit SKT. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitumetode SHERPA yang digunakan untuk memprediksi human error yang mungkin terjadi dan metode HEART yang digunakan untuk mengetahui probabilitas kegagalan operator dalam melaksanakan pekerjaannya. Dari penelitian ini, diketahui prediksi human error yang tertinggi dalam proses produksi rokok yaitu pada stasiun kerja batil dengan jenis kegiatan memberikan lem pada kertas sigaret. Jenis kegiatan tersebut memiliki HEP terbesar daripada jenis kegiatan lain yaitu sebesar 0,4096. Untuk mengurangi produk cacat tersebut, diberikan rekomendasi perbaikan untuk seluruh stasiun kerja yaitu dengan melakukan perawatan alat kerja secara rutin, memberikan hiburan dan membersihkan toilet secara berkala agar menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat.Kata Kunci: ABSTRAKPT DjarumKudus always attempts to maintain the quality of traditional cigarettes but in the production process in SKT unit, some work error often occurs which results in some product defect. This research aims to analyze the human error which causes the product defect in SKT unit workstation. The metode used in this research is SHERPA metode used to predict the human error which likely happens and HEART metode used to know the probability of the operator's failure in doing their task. From this research, it is known that the prediction of the highest human error occurs in the production process in batil workstationwith the activity of gluing the cigarette paper. The activity has the highest HEP score compared to any other activity, which is 0,4096. To reduce the product defect, the recommended improvement for every workstationis to maintain the tools regularly, entertain the workers, and clean the toilet regularly so that a clean and healthy environment can be actualized.
PERANCANGAN SISTEM INFORMASI PENDATAAN DOKUMEN DAN REKAMAN PADAPT TOYOTA MOTOR MANUFACTURING INDONESIA (PT TMMIN) Fauzan Karim Fajriansyah; Nia Budi Puspitasari
Industrial Engineering Online Journal Vol 9, No 3 (2020): WISUDA PERIODE JULI TAHUN 2020
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakPT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (PT TMMIN) merupakan perusahaan salah satu perusahaan otomotif terbesar di Indonesia yang terletak di Sunter, Jakarta Utara. Setiap tahunnya dilakukan berbagai jenis audit secara rutin untuk tetap menjaga kualitas produk serta menjaga keselamatan dan kesehatan kerja. Dokumen dan rekaman menjadi salah satu aspek yang diperlukan oleh perusahaan untuk memberikan arahan dan melakukan kontrol terhadap kegiatan yang terjadi pada lantai produksi. Namun masih ditemukan adanya kesalahan pendataan pada dokumen dan rekaman di perusahaan, sehingga terdapat dokumen dan rekaman yang tidak terdata. Oleh karena itu, diperlukan adanya pendataan dokumen dan rekaman yang baik sehingga dapat meminimalisir adanya resiko terjadinya abnormality pada proses produksi. Software Pythondapatdigunakan untuk membuat sebuahsistem informasi yang dapat menjadi solusi dan memudahkan perusahaan dalam mendata dokumen dan rekaman yang ada.Sistem informasi yang dibuat dapat memudahkan perusahaan dalam mengelola keluar dan masuknya data yang dimiliki oleh perusahaan serta memudahkan perusahaan dalam melakukan pendataan dokumen dan rekaman.Kata Kunci: AbstractPT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (PT TMMIN) is one of the largest automotive companies in Indonesia, located in Sunter, North Jakarta. Every year various types of audits are routinely carried out to maintain product quality and maintain occupational safety and health. Documents and records become one of the aspects needed by the company to provide direction and control the activities that occur on the production floor. However, there were still errors in data collection on documents and records in the company, so there were documents and records that were not recorded. Therefore, there is a need to document documents and records that are good so as to minimize the risk of abnormalities in the production process. Python software can be used to create an information system that can be a solution and make it easier for companies to record existing documents and records. The information system created can facilitate the company in managing the entry and exit of data owned by the company as well as facilitate the company in collecting documents and records
PERANCANGAN TATA LETAK FASILITAS WORKSHOP SEWING MENGGUNAKAN METODE BLOCPLAN DAN CORELAP(STUDI KASUS: UNIT CABIN MAINTANANCEPT GARUDA MAINTENANCE FACILITY AEROASIA Tbk.) Cintya Dema Apsari; Manik Mahachandra
Industrial Engineering Online Journal Vol 9, No 2 (2020): WISUDA PERIODE APRIL TAHUN 2020
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakTata letak fasilitas dan peralatan produksi merupakan salah satu faktor yang berperan dalam peningkatan produktifitas perusahaan.Workshop WSSW di PT GMF AeroAsia Tbk.pada awalnya tidak dibangun sebagai fasilitas proses maintanancesehingga terdapat beberapa masalah tata letaksepertijalur gang sebagai tempat produksi dan penyimpanan, jalur gang sempit, tidak dapat menggunakan forklift, dan akses pintu hanya satu. WSSW juga berencana menginvestasikan mesin baru pada proses cutting. Tujuan penelitian ini adalah merancang tata letak yang dapat mengatasi masalah di lantai produksi dengan menggunakan 2 skenario yaitu pemindahan WSSW ke lokasi baru dan menyesuaikan tata letak WSSW di lokasi integrated workshop. Penelitian dilakukan dengan menambahkan luas material dan personil serta pemberian allowance pada perhitungan kebutuhan luas. Kemudian perancangan dilanjutkan dengan membuat activity relationshipchart(ARC). Alternatif layoutdibuat dengan menggunakan BLOCPLAN dan CORELAP. Tata letak kemudian diberi gang dengan luas sesuai jenis material handling. Hasil penelitian menunjukkan pada skenario 1 dan 2, tata letak BLOCPLAN lebih baik dari CORELAPkarena jarak perpindahan material yang lebih kecil dan tidak ada aliran balik.Kata Kunci: Abstract[Title: Facility and LayoutPlanning of Workshop Sewing Using BLOCPLAN and CORELAP Method(Case Study: Cabin Maintanance Unit PT Garuda Maintanance Facility AeroAsia Tbk.)]Facility Layoutand Equipment Design is one of the factors that play a role in increasing company productivity. WSSW Workshop at PT GMF AeroAsia Tbk.was not initially built as a maintenance process facility so there were some layoutproblems such as the alleyusedfor production area and storage, narrow alleyway, not being able to use forklifts, and only one door access. WSSW also plans to invest in new machines in the cutting process. The purpose of this research is to design a layoutthat can solve problems on the production floor using 2 scenarios,moving the WSSW to a new locationand adjusting the layoutof the WSSW at the integrated workshop location. The research was conducted by adding material and personnel area as well as providing allowances for the calculation of area requirementsto the new layout. Then the design is continued by making an activity relationship chart (ARC).Alternative layouts are made using BLOCPLAN and CORELAP. The layoutisthen given an alley with an area according to the type of material handling. The results show that in scenarios 1 and 2, the BLOCPLAN layoutis betterthan CORELAP because the material transfer distance is smaller and there is no backflow
ANALISIS BEBAN KERJA MENTAL OPERATOR MESIN PEMOTONGAN KAYUPADA BAGIAN PRODUKSIPERUM PERHUTANI BRUMBUNG DENGAN METODE NASA TLX Reyhan Rinda Pradhana; Heru Prastawa
Industrial Engineering Online Journal Vol 8, No 4 (2019): WISUDA PERIODE OKTOBER TAHUN 2019
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakMasalah –masalah yang terjadi menuntut pemilik industri untuk berpikir lebih agar industri yang telah dirintis dapat bertahan atau bahkan maju dari persaingan global ini.Sumber daya manusia yang baik merupakan aset penting bagi perusahaan. Pekerja yang memiliki performansi kerja bagus tentu akan memberi dampak positif bagi perusahaan. Performansi kerja berkaitan dengan tempat kerja, yang biasanya mengacu pada standar kerja yang sesuai dengan kualitas dan produktivitas yang baik. Beban kerja merupakan istilah yang digunakan untuk menyebut harga atau costdari pencapaian suatu target kegiatan.Salah satu cara untuk penyesuaian beban kerja yaitu dengan melakukan pengukuran beban kerja.Metode analisa beban kerja yang digunakan dalam penelitian ini yaitu NASA-TLX. NASA-TLX merupakan salah satu metode pengukuran beban kerja mental secara subjektif.Perum perhutani merupakan salah satu perusahaan manufaktur yang termasuk kedalam Badan Usaha Milik Negara (BUMN).Terdapat keluhan dari para pekerja di perhutani terkait dengan tuntutan pekerjaannya.Dengan metode ini dapat diukur skor beban kerja mental bedasarkan kuisioner yang diisi oleh operator mesin pemotongan kayudi bagian produksi.Kata Kunci:AbstractThe problems that occur require industry owners to think more so that the industry that has been pioneered can survive or even advance from this global competition. Good human resources are important assets for the company. Workers who have good work performance will certainly have a positive impact on the company. Work performance is related to the workplace, which usually refers to work standards that are in accordance with good quality and productivity. Workload is a term used to describe the price or cost of achieving an activity target. One way to adjust the workload is by measuring the workload. The workload analysis method used in this research is NASA-TLX. NASA-TLX is a subjective method of measuring mental workload. Perum Perhutani is one of the manufacturing companies that are included in the State-Owned Enterprises (BUMN). There are complaints from workers at Perhutani regarding the demands of their work. With this method, mental workload scores can be measured based on a questionnaire filled out by the wood cutting machine operator in the production section.

Page 78 of 126 | Total Record : 1253


Filter by Year

2012 2024


Filter By Issues
All Issue Vol 13, No 4 (2024): WISUDA PERIODE OKTOBER TAHUN 2024 Vol 13, No 3 (2024): WISUDA PERIODE JULI TAHUN 2024 Vol 13, No 2 (2024): WISUDA PERIODE APRIL TAHUN 2024 Vol 13, No 1 (2024): WISUDA PERIODE JANUARI TAHUN 2024 Vol 12, No 4 (2023): WISUDA PERIODE OKTOBER TAHUN 2023 Vol 12, No 3 (2023): WISUDA PERIODE JULI TAHUN 2023 Vol 12, No 2 (2023): WISUDA PERIODE APRIL TAHUN 2023 Vol 12, No 1 (2023): WISUDA PERIODE JANUARI TAHUN 2023 Vol 11, No 4 (2022): WISUDA PERIODE OKTOBER TAHUN 2022 Vol 11, No 3 (2022): WISUDA PERIODE JULI TAHUN 2022 Vol 11, No 2 (2022): WISUDA PERIODE APRIL TAHUN 2022 Vol 11, No 1 (2022): WISUDA PERIODE JANUARI TAHUN 2022 Vol 10, No 1 (2021): WISUDA PERIODE JANUARI TAHUN 2021 Vol 9, No 4 (2020): WISUDA PERIODE OKTOBER TAHUN 2020 Vol 10, No 4 (2021): WISUDA PERIODE OKTOBER TAHUN 2021 Vol 10, No 3 (2021): WISUDA PERIODE JULI TAHUN 2021 Vol 9, No 3 (2020): WISUDA PERIODE JULI TAHUN 2020 Vol 9, No 2 (2020): WISUDA PERIODE APRIL TAHUN 2020 Vol 9, No 1 (2020): WISUDA PERIODE JANUARI TAHUN 2020 Vol 8, No 4 (2019): WISUDA PERIODE OKTOBER TAHUN 2019 Vol 8, No 3 (2019): WISUDA PERIODE JULI TAHUN 2019 Vol 8, No 2 (2019): WISUDA PERIODE APRIL TAHUN 2019 Vol 8, No 1 (2019): WISUDA PERIODE JANUARI TAHUN 2019 Vol 7, No 4 (2018): WISUDA PERIODE OKTOBER 2018 Vol 7, No 3 (2018): WISUDA PERIODE JULI 2018 Vol 7, No 2 (2018): WISUDA PERIODE APRIL 2018 Vol 7, No 1 (2018): WISUDA PERIODE JANUARI 2018 Vol 6, No 4 (2017): wisuda periode oktober 2017 Vol 6, No 3 (2017): wisuda periode juli 2017 Vol 6, No 2 (2017): wisuda periode april 2017 Vol 6, No 1 (2017): Wisuda Periode Januari Tahun 2017 Vol 5, No 4 (2016): Wisuda Oktober Tahun 2016 Vol 5, No 3 (2016): Wisuda Juli Tahun 2016 Vol 5, No 2 (2016): Wisuda April Tahun 2016 Vol 5, No 1 (2016): wisuda januari Tahun 2016 Vol 4, No 4 (2015): Wisuda Oktober Tahun 2015 Vol 4, No 3 (2015): Wisuda Juli Tahun 2015 Vol 4, No.2 Tahun 2015 Vol 4, No.1 Tahun 2015 volume 3,nomor 4,tahun 2014 Volume 3, Nomor 3, Tahun 2014 Volume 3, Nomor 2, Tahun 2014 Volume 3, Nomor 1, Tahun 2014 Volume 2, Nomor 4, Tahun 2013 Volume 2, Nomor 3, Tahun 2013 Volume 1, Nomer 4, Tahun 2012 Volume 1, Nomer 3, Tahun 2012 Volume 1, Nomer 2, Tahun 2012 Volume 1, Nomer 1, Tahun 2012 More Issue