cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Industrial Engineering Online Journal
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
INDUSTRIAL ENGINEERING ONLINE JOURNAL adalah Karya Ilmiah S1 Program Studi Teknik Industri Fakultas Teknik Universitas Diponegoro yang memuat tulisan ilmiah dan hasil-hasil penelitian, kajian ilmiah, analisis dan pemecahan permasalahan di Industri yang erat hubungannya dengan bidang Ilmu Teknik Industri.
Arjuna Subject : -
Articles 1,253 Documents
ANALISIS WASTE PADA INDUSTRI MEBEL DENGAN MENGGUNAKAN PENDEKATAN LEAN MANUFACTURING Studi Kasus: CV. JATI MAS SEMARANG Ahmad Afif; Ratna Purwaningsih
Industrial Engineering Online Journal Vol 6, No 4 (2017): wisuda periode oktober 2017
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (644.01 KB)

Abstract

Analisis Waste pada Industri Mebel dengan Menggunakan Pendekatan Lean Manufacturing (Studi Kasus: CV Jati mas Semarang). Industri mebel merupakan salah satu industri yang berkembang pesat pada saat sekarang ini. Hal ini menuntut dibutuhkannya perbaikan dan pengembangan sehingga dapat meningkatkan performansi perusahaan dan tingkat persaingan dengan kompetitor. CV JATI MAS merupakan salah satu industri furniture yang memproduksi segala jenis alat rumah tangga seperti lemari, rak, kitchen set, dan lain – lain dengan menerapkan sistem design to order. Adapun fokus penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi waste dan menganalisis penyebab waste pada produksi lemari, kitchen set, ranjang, dan rak di CV JATI MAS. Pendekatan yang digunakan adalah Lean Manufacturing Value Stream Mapping. Lean Manufacturing merupakan pendekatan untuk mengefisienkan sistem dengan mereduksi waste. Pendekatan ini dilakukan dengan menggunakan tools Value Stream Mapping (VSM) untuk memahami kondisi umum aliran informasi, aliran material dan proses produksi pada CV JATI MAS. Dari VSM dapat diketahui aktivitas-aktivitas yang memiliki waste dalam proses keseluruhan perusahaan. Berdasarkan setiap jenis waste yang dimiliki, maka dapat diberikan saran perbaikan kepada perusahaan terhadap semua jenis waste yang dimiliki pada proses aliran material dan proses produksi perusahaan. Hasil penelitian menunjukan terdapat empat jenis waste yaitu waiting, overprocessing, inventory dan unnecessary motion ABSTRACTWaste Analysis on Furniture Industry Using Lean Manufacturing Approach (Case Study: CV Jati mas Semarang). The furniture industry is one of the fastest growing industries at the present time. This requires the need for improvement and development so as to improve the company's performance and the level of competition with competitors. CV JATI MAS is one of the furniture industry that produces all kinds of household appliance such as cabinets, shelves, kitchen set, and others by applying design to order system. The focus of this research is to identify the waste and analyze the causes of waste in the production of cabinets, kitchen sets, beds, and shelves in CV JATI MAS. The approach used is Lean Manufacturing Value Stream Mapping. Lean Manufacturing is an approach to streamline the system by reducing waste. This approach is done using Value Stream Mapping (VSM) tools to understand the general condition of information flow, material flow and production process in CV JATI MAS. From VSM can be known activities that have waste in the whole process of the company. Based on each type of waste owned, it can be given suggestions for improvement to the company of all types of waste owned in the process of material flow and production process company. The results showed there are four types of waste that is waiting, overprocessing, inventory and unnecessary motion.
Analisa Pemilihan Supplier Ramah Lingkungan dengan Metode Analytical Hierarchy Process (AHP) Pada PT X Khairunnisa Hanan Yancadianti; Nia Budi Puspitasari; Ary Arvianto
Industrial Engineering Online Journal Vol 4, No 4 (2015): Wisuda Oktober Tahun 2015
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (646.223 KB)

Abstract

Isu mengenai lingkungan telah menjadi tren bagi industri maupun masyarakat. Pemilihan pemasok merupakan masalah pengambilan keputusan penting agar mendapatkan pemasok yang dapat meningkatkan daya saing perusahaan. Kriteria pemilihan pemasok umunya hanya didasarkan pada aspek cost, delivery, dan quality. Dalam melakukan pemilihan supplier perlu diketahui posisi item dan jumlah supplier yang tersedia untuk item tersebut. Metode yang digunakan dalam menentukan kategori item bahan baku adalah Kraljic Portfolio Matrix. Dalam pemilihan green supplier digunakan metode Analytcal Hierarchy Process (AHP). Dari 9 item bahan baku yang dikelompokkan 3 item berada pada kategori  critical, 1 item pada leverage, 3 item pada bottleneck dan 2 item pada kategori noncritical. Pada pemilihan green supplier kriteria kualitas memiliki bobot 0,413, kriteria biaya memiliki bobot 0,241, kriteria lingkungan 0,189, kriteria pengiriman 0,085 dan kriteria pelayanan 0,054. Rekomendasi supplier yang diberikan adalah PT Sejong karena memiliki bobot terbesar yaitu 0,268.  Abstract Indonesia with 250 million of population, has became potensial land for cosmetics market. These industries is growing with 14% increase in sales in 2012. Nowadays, environmental issues is becoming a trend in society. The decision in  supplier selection will be very important in order to get suppliers who can improve competitiveness of the company. The criteria selection of supplier generally based only on aspect of cost, delivery, and quality. In choosing a supplier, it necessary to know the item position and the number of which available for these item. The methode which is used to determine basic material item category is Kraljic Portfolio Matrix. Kraljic. The selection of green supplier use Analytcal Hierarchy Process (AHP). From 9 item of basic material which are have been grouped, 3 item are on critical category, 1 item on leverage, 3 item on bottleneck, and 2 item on noncritical category. In green supplier selection, quality criteria weighs 0,413, cost criteria weighs 0,241, environment criteria 0,189, delivery criteria 0,085, and service criteria 0,054. The recommended supplier given is PT Sejong because it has the greatest weight of 0,268.
ANALISIS KEBIJAKAN MAINTENANCE UNTUK MENGETAHUI BIAYA YANG PALING OPTIMAL PADA MESIN MULTPACKING SYSYTEM 023 (Studi Kasus pada PT MAYORA INDAH, Tbk Divisi Biskuit Jayanti ) Marpaung, Klara Fitriani; Bakhtiar, Arfan
Industrial Engineering Online Journal Vol 7, No 4 (2018): WISUDA PERIODE OKTOBER 2018
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (913.374 KB)

Abstract

PT.MAYORA INDAH Tbk Jayanti merupakan salah satu unit PT MAYORA yang merupakan Industri Fast Moving Consumer Good ( FMCG ).  PT MAYORA INDAH, Tbk harus dapat mengikuti dan menerapkan perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi ( IPTEK ) serta mampu menerapkan pengawasan  dan pengendalian terhadap seluruh bidang yang ada di perusahaan sehingga dapat mencapai hasil yang efektif dan efesien. Sebagai produsen makanan yang terlengkap dan terbesar di Indonesia, PT.MAYORA INDAH, Tbk berusaha untuk memenuhi permintaan pasar dalam peningkatan Industri Fast Moving Consumer Good ( FMCG ). PT.MAYORA INDAH, Tbk Divisi Biskuit Jayanti berfokus kepada produksi biskuit. Produk andalan dari Pabrik Jayanti adalah produk Roma Kelapa karena tingkat produksi yang mencapai 90 %. Untuk itu perlu dilakukan maintenance yang baik untuk meningkatkan produktifitas dari Roma Biskuit Kelapa. Dalam produksi Roma Kelapa, proses terakhir adalah proses packing. Dimana mesin yan digunakan adalah mesin Multipacking System. Mesin Multipacking yang paling banyak mengalami downtime adalah mesin Multipacking 023. Sehingga diperlukan analisis untuk mengetahui faktor penyebab terjadinya breakdown pada pola distribusinya, dan pemilihan kebijakan penjadwalan preventive maintenance atau repair maintenance pada mesin Multipacking System 023 di PT.MAYORA INDAH, Tbk Divisi Biskuit Jayanti denga menggunakan parameter Mean Time Between Failure ( MTBF ) dalam mencari rata-rata kerusakan dalam setiap periode dan MTTF dalam mencari  rata-rata waktu dari  system yang beroperasi sampai kegagalan terjadi  dan Pemilihan kebijakan yang akan dipilih perusahaan adalah kebijakan maintenance dengan harga yang paling murah yaitu repair  maintenance. Abstract[Analysis Of Maintenance Policy To Know The Most Optimal Costs In Multpacking Sysytem 023 Machines (Case Study At PT Mayora Indah, Tbk Jayanti Biscuit Division)] PT. MAYORA INDAH Tbk Jayanti is one of the units of PT MAYORA which is the Fast Moving Consumer Good (FMCG) Industry. PT MAYORA INDAH, Tbk must be able to follow and implement the development of Science and Technology (IPTEK) and be able to implement supervision and control of all fields in the company so as to achieve effective and efficient results. As the most complete and largest food producer in Indonesia, PT. MAYORA INDAH, Tbk strives to meet market demand in increasing Fast Moving Consumer Good (FMCG) Industry. PT. MAYORA INDAH, Tbk Jayanti Biscuits Division focuses on biscuit production. The main product from the Jayanti Factory is the Roma Coconut product because the production level reaches 90%. For this reason, good maintenance is needed to increase productivity from Roma Coconut Biscuits. In Roma Kelapa production, the final process is the packing process. Where the machine used is a Multipacking System. Multipacking machines that experience the most downtime are 023 Multipacking machines. So we need an analysis to find out the factors causing the breakdown in the distribution pattern, and the selection of preventive maintenance or repair maintenance scheduling policy on 023 Multipacking System at PT. MAYORA INDAH, Tbk Jayanti Biscuit Division with using the Mean Time Between Failure (MTBF) parameter in finding the average damage in each period and MTTF in finding the average time from the operating system until failure occurs and the selection of policies to be chosen by the company is the maintenance policy at the cheapest price, namely repair maintenance.
ANALISIS TINGKAT KONTRIBUSI FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KINERJA KESELAMATAN KERJA PEKERJA (STUDI KASUS PT. COCA-COLA BOTTLING INDONESIA-CENTRAL JAVA) TAHUN 2012 Adi Hendiawan; Aries Susanty
Industrial Engineering Online Journal Volume 1, Nomer 4, Tahun 2012
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PT.Coca-Cola Bottling Indonesia (CCBI)-Central Java  telah menjadikan keselamatan kerja sebagai komitmen perusahaan. Keselamatan kerja di PT.CCBI-Central Java dinilai baik hingga saat ini. Namun demikian, keselamatan kerja PT.CCBI-Central Java masih pada kondisi keselamatan kerja dari pekerja tidak terlepas dari faktor diri pekerja dan perusahaan. Belum pernah diketahui bagaimana besar pengaruh kondisi ini terhadap hasil pencapaian kinerja keselamatan kerja pekerja.Berdasarkan sejumlah penelitian terdapat faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja keselamatan kerja pekerja yaitu kepemimpinan yang berorientasi pada keselamatan kerja, praktik manajemen keselamatan kerja, dan sikap pekerja pada keselamatan kerja. Berdasarkan penjelasan tersebut, penelitian ini mengukur tingkat kontribusi faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja keselamatan kerja pekerja di PT.CCBI-Central Java. Model konseptual yang digunakan pada penelitian ini berdasarkan pengembangan model penelitian Vinodkumar dan Bhasi (2010). Pengukuran data melalui survei dengan menggunakan kuesioner kepada 200 pekerja level operator PT.CCBI-Central Java. Structural Equation Model  (SEM) merupakan metode pengolahan data yang digunakan pada penelitian ini dengan menggunakan  software AMOS 20.0. Hasil menunjukan kepemimpinan yang berorientasi pada keselamatan kerja, sejumlah praktik manajemen keselamatan kerja (komitmen manajemen, pelatihan keselamatan kerja, dan peraturan dan prosedur keselamatan kerja), dan sikap pekerja pada keselamatan kerja (safety knowledge dan safety motivation)  memiliki pengaruh signifikan pada kinerja keselamatan kerja pekerja (safety compliance dan safety participation) pada tingkat signifikansi 5%. Sejumlah praktik manajemen keselamatan kerja dan sikap pekerja menjadi mediator dalam hubungan yang dibangun. Hasil lain keterlibatan pekerja, komunikasi dan umpan balik, dan kebijakan promosi keselamatan kerja belum signifikan terhadap kinerja keselamatan kerja pekerja, yang menjadi bahan evaluasi bagi pihak manajemen PT.CCBI-Central Java untuk meningkatkan kinerja keselamatan kerja pekerja
PENATAAN FASILITAS RAK UNTUK OPTIMASI INVENTORY MENGGUNAKAN METODE DEDICATED STORAGE PADA KLINIK ANANDA Conni Valinda; Nia Budi Puspitasari
Industrial Engineering Online Journal Vol 5, No 4 (2016): Wisuda Oktober Tahun 2016
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (709.779 KB)

Abstract

Klinik Ananda merupakan salah satu tempat layanan kesehatan yang utama di Kecamatan Kolang. Hal tersebut menyebabkan klinik harus memiliki persediaan obat yang memadai. Permasalahan yang terjadi adalah penataan obat pada rak yang masih bersifat acak menyebabkan karyawan klinik membutuhkan waktu yang lama untuk mencari obat. Selain itu, terjadi kesalahan informasi dalam menentukan kuantitas obat yang harus disupplai kembali. Penempatan yang acak menyebabkan obat yang sama dapat berada di tempat yang berbeda. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan alternatif usulan penataan rak menggunakan metode dedicated storage policy. Hasil yang diperoleh berupa alternatif penataan rak dimana setiap jenis obat memiliki tempat penyimpanan yang tersendiri dan waktu mencari obat akan berkurang. Pada penelitian ini, jenis obat diklasifikasikan menjadi obat strip, obat sirup, obat tablet, dan obat UGD. Hasil penelititan menunjukkan rak dibagi menjadi 2, yaitu rak 1 yang berisi obat jenis ‘obat strip’. Rak 2 berisi jenis ‘obat sirup’, ‘obat tablet’, dan ‘obat UGD’.   Abstract Ananda Clinic is one of the important health services in Kolang District. Hence, the clinic needed an adequate amount of medicine. The problem was it has random shelves arrangement, thus resulting in worker needed time to search the medicines. In addition, it also caused missing information about the quantity of the medicines which needed to be replenished. Random arrangement caused the same medicines were located in different place. This research aims to determine and analyze shelves arrangement alternatives. Hence, the dedicated storage policy would be applied in this research. By using the method, shelves arrangement alternatives will be obtained where the same medicines would be located in one place and times for searching the medicine would be reduced. Medicines were classified to four categories which were ‘pills’, ‘syrups’, ‘tab drug’, and ‘UGD drugs’. Result showed that first rack consisted of ‘pills’. Meanwhile, the second rack consisted of ‘syrups, ‘tab drug’, and ‘UGD drugs’. 
PERENCANAAN STRATEGI BISNIS UKM PRODUK BERBAHAN LIMBAH KAYU MENGGUNAKAN METODE QUANTITATIVE STRATEGY PLANNING MATRIX (QSPM) (Studi Kasus : UD.MURSODO) Desy Anggrita Wida Aswara; Sri Hartini
Industrial Engineering Online Journal volume 3,nomor 4,tahun 2014
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (364.369 KB)

Abstract

Strategi bisnis merupakan kemampuan yang dimiliki pelaku bisnis untuk menganalisis lingkungan eksternal dan internal usaha, merumuskan strategi, mengimplementasikan strategi dan merancang rencana untuk mencapai sasaran. UD.MURSODO adalah UKM yang mengolah produk berbahan limbah kayu yang mengalami kendala yaitu persaingan yang semakin ketat, permodalan yang kecil serta kegiatan promosi yang kurang maksimal. Oleh karena itu penelitian ini dilakukan untuk merumuskan strategi bisnis bagi UD.MURSODO. Proses perencanaan strategi bisnis ini dilakukan menggunakan metode SWOT (Strengths- Weakness- Opportunity- Threats), analisis faktor internal dan eksternal menggunakan matriks IFE dan EFE, penentuan posisi UD.MURSODO menggunakan matriks SPACE dan IE. Hasil alternatif strategi dipilih menggunakan matriks QSPM. Berdasarkan masalah yang terjadi pada UD.MURSODO, kegiatan penetrasi pasar merupakan prioritas strategi yang harus dikembangkan. Oleh karena itu, segala hal yang terkait dengan promosi, pemasaran dan penjualan akan mampu mengembangkan UD.MURSODO. ABSTRACTBussiness strategy was task the owner to analize external and internal problem of bussines environtment, formulated the strategy, implemented and designed to achiev the bussines target. UD.MURSODO was a SME that made product from wood waste and UD.MURSODO have many problem that fierce competition, less promotion activity and small capitalization in experienced of business development. Therefore, the study  conducted to formulate the strategies for UD.MURSODO. Business strategy planning used SWOT method (Strengths- Weakness- Opportunity- Threats), analysis of internal and external factors used IFE and EFE matrix, the matrix positioning SPACE and IE. Alternative strategies  selected by QSPM. Based on the case, UD.MURSODO developed the market penetration as the priority. Therefore, all matters will be able to developed like promotion, marketing and sales.
EVALUASI KONDISI LINGKUNGAN KERJA DENGAN MENGGUNAKAN ERGONOMIC CHECKPOINTS DI PT WIJAYA KARYA BETON PABRIK PRODUK BETON (PBB) BOYOLALI Nurana Maharani Putri; Singgih Saptadi
Industrial Engineering Online Journal Vol 6, No 4 (2017): wisuda periode oktober 2017
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (392.071 KB)

Abstract

[Evaluasi kondisi lingkungan kerja dengan menggunakan Ergonomic Checkpoint di PT Wijaya Karya Beton Pabrik Produk Beton (PBB) Boyolali] PT Wijaya Karya Beton Tbk Pabrik Produk Beton (PPB) Boyolali merupakan perusahaan yang khusus bergerak dalam industri beton pracetak yang terletak di Boyolali. Proses produksi beton pracetak mayoritas menggunakan mesin, akan tetapi masih terdapat kegiatan yang dilakukan secara manual salah satunya dalam proses pembuatan tulang pada bagian workshop. Bagian ini memiliki potensi bahaya yang cukup tinggi dimana dalam proses produksi terdapat beberapa kegiatan manual handling. Oleh sebab itu, penulis akan melakukan evaluasi yang lebih mengenai kondisi lingkungan kerja menggunakan Ergonomic Checkpoints di bagian Workshop pembuatan tulangan tiang listrik. Ergonomic Checkpoints adalah suatu daftar kegiatan yang dilakukan pada suatu elemen untuk meningkatkan mutu pekerjaan. Pada Ergonomic Checkpoints terdapat 9 aspek dengan 132 sub aspek ergonomic, setiap aspek akan dicek bila terpenuhi. Dari pengamatan yang telah dilakukan dengan menggunakan Ergonomic Checkpoint, diketahui dari 132 sub aspek terdapat 91 sub aspek yang menunjukkan BAIK, 18 sub aspek yang menunjukkan TIDAK, dan terdapat 23 sub yang tidak ditemukan. 18 sub aspek yang tidak baik perlu dilakukan perbaikan demi tercapainya produktivitas yang tinggi namun tetap memperhatikan lingkungan yang ergonomis. Pada kesempatan ini penulis memilih aspek Penyimpanan dan Penanganan Material sebagai fokus usulan perbaikan. Pada aspek ini terdapat 5 sub aspek yang tidak baik. Terdapat beberapa usulan yaitu antara lain : (a) pengecatan kembali rambu- rambu jalur transportasi, (b) material produksi dan hasil produksi  harus diletakkan pada tempat yang telah disediakan sesuai peraturan perusahaan sehingga tidak mengganggu jalur transportasi, (c) perbaikan desain tempat kerja yaitu untuk proses-proses yang berurutan, mesin dapat ditempatkan secara dekat, (d) perbaikan desain rak hasil produksi kawat dan (e) memperbaiki letak penempatan tempat sampah.ABSTRACT[Evaluation of environmental conditions using Ergonomic Checkpoints in PT Wijaya Karya Beton (concrete product factory) Boyolali]  PT Wijaya Karya Beton Tbk Pabrik Produk Beton (PPB) Boyolali is a specialized company engaged in the precast concrete industry located in Boyolali. Precast concrete production process using the majority of the engine, but there are activities that are performed manually one of them in the manufacturing process of bone at the workshop. This section has the potential hazard is high enough where in the production process there are some manual handling activities. Therefore, the researchers will conduct further evaluation of the work environment using Ergonomic Checkpoints at the Workshop manufacture rebars electric pole. Ergonomic Checkpoints is a list of activities carried on an element to improve the quality of work. At Ergonomic Checkpoints are 9 aspect with 132 sub ergonomic aspects, each aspect will be checked when met. From the observations that have been made by using Checkpoint Ergonomic, known from 132 sub aspect there are 91 sub aspect showing YES, 18 sub aspect showing NO, and there are 23 sub is not found. 18 sub aspects are not good needs to be improved in order to achieve high productivity but still consider ergonomic environment. In this moment I choose aspects material storage and handling as the focus of the proposed improvements. In this aspect there are five sub aspects are not good. There are several proposals among other things: (a) repainting signs rambu- transportation routes, (b) production of materials and products should be put in place that has been provided for under company regulations that do not interfere with transportation routes, (c) improved workplace design that is for sequential processes, machines can be placed closely, (d) improvement of production yield a wire rack design and (e) adjusted the placement of trash.
USULAN PENGOPTIMALAN ARMADA BUS PO NUSANTARA GUNA MENINGKATKAN PROFIT PERUSAHAAN Prasista Astasari; Sriyanto Sriyanto; Zainal Fanani Rosyada
Industrial Engineering Online Journal Volume 1, Nomer 4, Tahun 2012
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak PO. Nusantara adalah salah satu industri pelayanan jasa transportasi darat bus dengan trayek Jawa dan Sumatera. Sampai saat ini armada yang dimiliki telah mencapai sebanyak 139 bus. Permintaan dan penawaran masing-masing kelas rata-rata per hari yaitu : supply kelas Super Eksekutif 88 kursi tetapi demand 66 penumpang, supply kelas Eksekutif 1.120 kursi tetapi demand 946 penumpang, supply kelas VIP 128 kursi tetapi demand 102 penumpang, supply kelas PATAS 540 kursi tetapi demand 432 penumpang, supply kelas Ekonomi 488 kursi tetapi demand 413 penumpang. Penelitian ini bertujuan mengoptimalkan penggunaan armada sehingga tercapai keuntungan yang maksimal Berdasarkan hasil analisis Metode Jaringan dan Linier Programing diketahui keuntungan operasional perjalanan per hari sebesar Rp. 162.047.500,00. Terdapat beberapa trayek yang rugi atau keuntungan dibawah 60% dari biaya operasional yaitu : Super Eksekutif : Semarang – Jakarta (-17%), Eksekutif : Malang – Tangerang (34%), Cepu – Palembang (-6%), Kudus – Tangerang (38%), Semarang – Palembang (28%), dan kelas VIP : Semarang – Tangerang (26%). Hasil optimalisasi melalui alternatif-1 dengan cara kelas Super Eksekutif dan Eksekutif menghentikan sementara trayek yang rugi, untuk kelas VIP mengubah jurusan Semarang –Tangerang menjadi Rembang – Tangerang, sedangkan kelas PATAS dan Ekonomi kondisi tetap tidak dioptimasi maka keuntungan yang diperoleh meningkat menjadi Rp. 183.588.500,00. Alternatif-2 dengan cara semua armada tetap dioperasional tetapi mengubah pemberangkatan bus ke kota lain dengan memperhatikan biaya operasional perjalanan, sehingga total keuntungan semua kelas setelah dikurangi biaya operasional diperoleh sebesar Rp. 167.888.500,00. Alternatif-3 yaitu semua armada tetap dioperasionalkan dengan cara armada kelas Super Eksekutif dikurangi dan pindah menjadi kelas Ekonomi dengan jurusan Blora – Tangerang. Untuk armada kelas Eksekutif, PATAS dan VIP kondisi tetap seperti alternatif-2 maka total keuntungan semua kelas menjadi setelah dikurangi biaya operasional menjadi Rp. 168.377.250,00  
ANALISIS PENYEBAB CACAT KAIN DENGAN MENGGUNAKAN METODE FAILURE MODE AND EFFECT ANALYSIS (FMEA) DAN FAULT TREE ANALYSIS (FTA) Agus Yuni Kristanto; Rani Rumita; Sriyanto Sriyanto
Industrial Engineering Online Journal Vol 5, No 1 (2016): wisuda januari Tahun 2016
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (375.412 KB)

Abstract

PT Damatex is a company engaged in the fabrics manufacturing from the yarn industry. The production process was conducted on the preparation, weaving section, and parts inspection part. Production failure experienced by company is still high at 4.29% of total production while the company’s defect target is 1.30%. Until now the company quality control is still not maximized because of the high failure experienced by the company. Thus, it is necessary to evaluate the ongoing production process. On this research, it uses Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) method and Fault Tree Analysis (FTA) to identify and analyze the failure. FMEA method is for determining and multiplying severity, occurrence and detection in order to obtain the value of the RPN. The highest RPN value that occurs in PT Damatex namely the failure modes of failed dropper operation with the value 294. The value of the RPN is a priority that needs corrective treatment. FTA method is used to determine the root cause of the failure. Causes of failure are divided into two failures : operator (human error) and machine. Failures happened to these problems are mostly caused by the operator because the operator is very influential in the engine performance.  ABSTRAKPT Damatex merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang industry pembuatan kain dari benang. Proses produksi yang dilakukan meliputi bagian persiapan, bagian pertenunan dan bagian inspeksi. Kegagalan produksi yang dialami oleh perusahaan masih tinggi yaitu sebesar 4,29%  dari total produksi sedangkan target cacat yang diinginkan perusahaan sebesar 1,30%. Hingga saat ini pengendalian kualitas yang dilakukan perusahaan masih belum maksimal karena kegagalan yang dialami perusahaan masih tinggi. Dengan demikian perlu dilakukan evaluasi terhadap proses produksi yang berlangsung. Dalam penelitian ini menggunakan metode Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) dan metode Fault Tree Analysis (FTA) untuk mengidentifikasi dan menganalisa kegagalan yang terjadi. Metode FMEA untuk menentukan dan mengalikan tingkat keparahan, kejadian dan deteksi sehingga diperoleh nilai RPN. Nilai RPN paling tinggi yang terjadi pada PT Damatex yaitu pada moda kegagalan dropper gagal operasi dengan nilai 294. Nilai RPN terbesar merupakan prioritas yang perlu dilakukan tindakan korektif.Metode FTA digunakan untuk mengetahui akar penyebab kegagalan yang terjadi. Penyebab kegagalan dibedakan menjadi dua yaitu kegagalan yang disebabkan oleh operator (human error) dan kegagalan karena mesin.Kegagalan yang terjadi pada permasalahan ini sebagian besar disebabkan oleh operator karena operator sangat berpengaruh dalam kinerja mesin.
ANALISIS PRODUKTIVITAS PADA PRODUKSI NORMAL NOODLE MENGGUNAKAN METODE ROOT CAUSE ANALYSIS (RCA) PT. INDOFOOD CBP SUKSES MAKMUR TBK NOODLE DIVISION Darnotoputri, Dewi Arleni; Pujotomo, Darminto
Industrial Engineering Online Journal Vol 8, No 1 (2019): WISUDA PERIODE JANUARI TAHUN 2019
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (498.066 KB)

Abstract

PT. Indofood CBP Sukses Makmur Tbk memproduksi berbagai varian mi instan, sehingga dikategorikan sebagai perusahaan make to stock dengan produksi yang kontinu. Perusahaan berkomitmen untuk mampu mencapai target produksi dengan kualitas yang sesuai standar dan meningkatkan kehandalan diseluruh proses sehingga produksi bisa berjalan dengan optimal. Pada tahun 2015 proses produksi HCNN Line 31 yaitu proses pemasukan bumbu yang masih menggunakan tenaga manusia yang berdampak pada belum tercapainya tingkat produktivitas standar yang dimiliki oleh perusahaan sebesar 11.917 unit sedangkan terdapat produktivitas berada dibawah standar yaitu pada bulan, Februari 11.474 unit, Maret 10.773 unit, Mei 11.859 unit, Juni 11.849 unit, Juli 11.901 unit, Agustus 11.906 unit, Oktober 11.912 unit dan November 11875 unit. Metode Root Cause Analysis (RCA) merupakan analisis terstruktur untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang menjadi penyebab dari satu atau lebih kejadian di masa lalu untuk mencegah terulangnya kembali kejadian merugikan yaitu pada proses produksi mi instan pada tahun 2015 dan menganalisis dampak kebijakan otomatisasi pada awal tahun 2016 yaitu fishbone diagram. Kebijakan otomatisasi yang dilakukan oleh perusahaan berdampak cukup signifikan. Kemudian, metode cashflow dan payback period digunakan untuk memberikan saran secara kuantitatif terkait modal yang dibutuhkan untuk melaksanakan kebijakan. Modal awal investasi yang dianggarkan awal tahun 2016 Rp. 1.344.000.000,00 ,00 dan modal investasi  akan kembali setelah 1 tahun 2 bulan 20 hari. Abstract PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk produce many variants of instant noodles and categorize as a make to stock companies with a continuous production. The Company is committed to able to achieve production targets with appropriate quality standards and increase reliability throughout the process so that the production can run optimally. In 2015, the production process HCNN Line 31, which is the process of entering seasoning still using manpower impacting not yet achieved the level of productivity of a standard that is owned by the company amounted to 11 917 units, while there are productivity is below the standard, namely in 11.474 units on  February, 10.773 units on March, 11. 859 units on May, 11. 849 units on June, 11.901 units on July, 11.906 units on August, 11.875 units on October and 11.912 units on November. Methods of Root Cause Analysis (RCA) is a structured analysis to identify the factors that cause one or more instances in the past to prevent the reoccurrence of adverse events are in the process of production of instant noodles in 2015 and analyze the impact of policy automation in early 2016 namely fishbone diagram. Automation policy conducted by the company had significant impact. Then, the cash flow and payback period method is used to provide quantitative advice related to the capital needed to implement the policy. The initial capital investment is budgeted beginning in 2016 Rp. 1.344.000.000,00  and capital investment will be restoring after 1 year 2 months 20 days.

Page 76 of 126 | Total Record : 1253


Filter by Year

2012 2024


Filter By Issues
All Issue Vol 13, No 4 (2024): WISUDA PERIODE OKTOBER TAHUN 2024 Vol 13, No 3 (2024): WISUDA PERIODE JULI TAHUN 2024 Vol 13, No 2 (2024): WISUDA PERIODE APRIL TAHUN 2024 Vol 13, No 1 (2024): WISUDA PERIODE JANUARI TAHUN 2024 Vol 12, No 4 (2023): WISUDA PERIODE OKTOBER TAHUN 2023 Vol 12, No 3 (2023): WISUDA PERIODE JULI TAHUN 2023 Vol 12, No 2 (2023): WISUDA PERIODE APRIL TAHUN 2023 Vol 12, No 1 (2023): WISUDA PERIODE JANUARI TAHUN 2023 Vol 11, No 4 (2022): WISUDA PERIODE OKTOBER TAHUN 2022 Vol 11, No 3 (2022): WISUDA PERIODE JULI TAHUN 2022 Vol 11, No 2 (2022): WISUDA PERIODE APRIL TAHUN 2022 Vol 11, No 1 (2022): WISUDA PERIODE JANUARI TAHUN 2022 Vol 10, No 1 (2021): WISUDA PERIODE JANUARI TAHUN 2021 Vol 9, No 4 (2020): WISUDA PERIODE OKTOBER TAHUN 2020 Vol 10, No 4 (2021): WISUDA PERIODE OKTOBER TAHUN 2021 Vol 10, No 3 (2021): WISUDA PERIODE JULI TAHUN 2021 Vol 9, No 3 (2020): WISUDA PERIODE JULI TAHUN 2020 Vol 9, No 2 (2020): WISUDA PERIODE APRIL TAHUN 2020 Vol 9, No 1 (2020): WISUDA PERIODE JANUARI TAHUN 2020 Vol 8, No 4 (2019): WISUDA PERIODE OKTOBER TAHUN 2019 Vol 8, No 3 (2019): WISUDA PERIODE JULI TAHUN 2019 Vol 8, No 2 (2019): WISUDA PERIODE APRIL TAHUN 2019 Vol 8, No 1 (2019): WISUDA PERIODE JANUARI TAHUN 2019 Vol 7, No 4 (2018): WISUDA PERIODE OKTOBER 2018 Vol 7, No 3 (2018): WISUDA PERIODE JULI 2018 Vol 7, No 2 (2018): WISUDA PERIODE APRIL 2018 Vol 7, No 1 (2018): WISUDA PERIODE JANUARI 2018 Vol 6, No 4 (2017): wisuda periode oktober 2017 Vol 6, No 3 (2017): wisuda periode juli 2017 Vol 6, No 2 (2017): wisuda periode april 2017 Vol 6, No 1 (2017): Wisuda Periode Januari Tahun 2017 Vol 5, No 4 (2016): Wisuda Oktober Tahun 2016 Vol 5, No 3 (2016): Wisuda Juli Tahun 2016 Vol 5, No 2 (2016): Wisuda April Tahun 2016 Vol 5, No 1 (2016): wisuda januari Tahun 2016 Vol 4, No 4 (2015): Wisuda Oktober Tahun 2015 Vol 4, No 3 (2015): Wisuda Juli Tahun 2015 Vol 4, No.2 Tahun 2015 Vol 4, No.1 Tahun 2015 volume 3,nomor 4,tahun 2014 Volume 3, Nomor 3, Tahun 2014 Volume 3, Nomor 2, Tahun 2014 Volume 3, Nomor 1, Tahun 2014 Volume 2, Nomor 4, Tahun 2013 Volume 2, Nomor 3, Tahun 2013 Volume 1, Nomer 4, Tahun 2012 Volume 1, Nomer 3, Tahun 2012 Volume 1, Nomer 2, Tahun 2012 Volume 1, Nomer 1, Tahun 2012 More Issue