cover
Contact Name
Muhamad Sahiddin
Contact Email
jurnaljktp@gmail.com
Phone
+6281342494099
Journal Mail Official
msahiddin@gmail.com
Editorial Address
Jalan Padang Bulan II, Hedam, Distrik Heram, Kota Jayapura
Location
Kota jayapura,
P a p u a
INDONESIA
Jurnal Keperawatan Tropis Papua
ISSN : -     EISSN : 26545756     DOI : https://doi.org/10.47539
Core Subject :
Peer-reviewed, open-access journal publishing original research articles, systematic reviews, and nursing case studies in the field of nursing science and practice. Scientific coverage focuses on tropical nursing, with an emphasis on malaria, tuberculosis, dengue fever, and other neglected tropical diseases, as well as all fundamental fields of nursing practice in eastern Indonesia and similar tropical settings.
Arjuna Subject : -
Articles 147 Documents
FAKTOR PERILAKU IBU HAMIL UNTUK TES HIV DI PUSKESMAS KOTARAJA KOTA JAYAPURA Suryati Romauli; Yunike Mikyela Waroi
JURNAL KEPERAWATAN TROPIS PAPUA Vol. 3 No. 1 (2020)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Jayapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47539/jktp.v3i1.95

Abstract

Jumlah penderita HIV semakin tinggi salah satu disebabkan resiko penularan HIV pada anak dari ibu yang menderita HIV. Pencegahan dilakukan dengan kesediaan ibu hamil untuk test HIV, agar resiko penularan pada janin dapat dicegah, dibutuhkan perilaku ibu hamil untuk test HIV. Tujuan penelitian untuk menganalisis faktor-faktor perilaku ibu hamil untuk tes HIV di Puskesmas Kotaraja Kota Jayapura. Jenis penelitian ini adalah deskrpitif kuantitatif dengan pendekatan cross sectional study. Populasi dalam penelitian ini adalah kunjungan K1 ibu hamil pada bulan Januari sampai Maret 2019 sebanyak 195 orang. Sampel adalah sebagian ibu hamil kunjungan K1 yang ada di Puskesmas Kotaraja sebanyak 66 orang. Pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling. Analisa data dilakukan dengan menggunakan program SPSS. Hasil penelitian diperoleh bahwa karakteristik ibu hamil di Puskesmas Kotaraja sebagian besar (81,8%) berumur 20-35 tahun, sebagian besar (65,2%) berpendidikan menengah, sebagian besar (80,3%) tidak bekerja dan sebagian besar (63,6%) multipara. Pengetahun ibu hamil untuk tes HIV sebagian besar (65,2%) memiliki pengetahuan cukup. Sikap ibu hamil untuk tes HIV sebagian besar (62,1%) memiliki sikap positif, Tindakan ibu hamil untuk tes HIV sebagian besar (53%) memiliki tindakan yang cukup. Ibu hamil di Puskesmas Kotaraja sebagian besar (59,1%) bersedia untuk tes HIV. Ditemukan perilaku ibu hamil yang bersedia untuk tes HIV disebabkan pengetahuan yang baik, sikap positif dan tindakan yang baik. Kesediaan ibu hamil untuk test HIV dipengaruhi oleh sikap dan tindakan ibu hamil, sehingga disarankan lebih meningkatkan penyuluhan pada wanita sebelum perencanaan kehamilan serta kesediaan ibu hamil untuk test HIV.
PERSEPSI PERAWAT TENTANG FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PELAYANAN KESEHATAN NEONATAL DI PEDALAMAN PAPUA Hotnida Erlin Situmorang
JURNAL KEPERAWATAN TROPIS PAPUA Vol. 3 No. 1 (2020)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Jayapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47539/jktp.v3i1.96

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji faktor-faktor yang berhubungan dengan pelayanan kesehatan neonatal di pedalaman Papua melalui pengalaman dan persepsi perawat-perawat yang bertugas di daerah-daerah di Papua. Penelitian ini menggunakan desain penelitian kualitatif deskriptif dengan tujuan untuk mengkaji pengalaman dan persepsi perawat-perawat kesehatan tentang faktor-faktor yang berhungan dengan pelayanan kesehatan pada neonatal di Papua. Informan dalam penelitian ini merupakan 6 perawat yang bekerja di berbagai daerah di pedalaman Papua dan di tentukan secara purposif. Pengumpulan data dilakukan dengan metode interview kemudian data penelitian ini ditranskrip dan dianalisis dengan menggunakan tematik analisis. Penelitian ini mengidentifikasi lima tema yang muncul dari informasi yang diperoleh dari partisipan yaitu, hambatan geografis, faktor sosial budaya, faktor ekonomi atau kemiskinan, faktor keamanan kerja, dan kurangnya fasilitas dan petugas kesehatan. Kerja sama lintas sektoral antara pemerintah nasional, provinsi, kabupaten, dan daerah dalam menyediakan infrastruktur, pendekatan pelayanan kesehatan dengan mengadopsi budaya lokal, pemberian bantuan dana untuk mengakses pusat kesehatan, distribusi tenaga dan fasilitas kesehatan yang memadai serta memastikan keamanan petugas kesehatan sangat penting untuk meningkatkan pelayanan kesehatan bayi dan ibu agar angka kematian bayi dapat di turunkan secara signifikan. Perlunya manajemen layanan kesehatan bekerja bersama dengan anggota masyarakat seperti pemimpin suku setempat, dukun dan keluarga di perencanaan kesehatan, untuk menciptakan pelayanan perawatan kesehatan khususnya ibu dan neonatal yang dapat diakses dan sesuai untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, peningkatan infrastruktur jalan dan transportasi, fasilitas listrik dan air bersih dan pembangunan pusat kesehatan masyarakat di setiap desa di pedalaman.
HUBUNGAN SANITASI FISIK RUMAH DENGAN KEJADIAN INFEKSI SALURAN PERNAFASAN AKUT MASYARAKAT KAMPUNG ANELAK DISTRIK SIEPKOSI KABUPATEN JAYAWIJAYA Suningsih Suabey
JURNAL KEPERAWATAN TROPIS PAPUA Vol. 3 No. 1 (2020)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Jayapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47539/jktp.v3i1.97

Abstract

Masyarakat kampong Anelak sebagian besar tinggal di honai dan rumah non permanen dengan kondisi ruangan tidak memiliki ventilasi sebagai pertukaran udara, keadaan lantai rumah dan dinding yang tidak baik serta kotor. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan sanitasi fisik rumah dengan kejadian ISPA. Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan pendekatan cross sectional. Penelitian dilaksanakan di Kampung Anelak Distrik Siepkosi Kabupaten Jayawijaya pada bulan Februari 2018. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh masyarakat Kampung Anelak Distrik Siepkosi Kabupaten Jayawijaya yang berjumlah sebanyak 173 orang. Perhitungan besar sampel dilakukan dengan cara metode exhaustive sampling. Hasil penelitian penelitian menunjukan sanitasi fisik rumah sebagian besar responden memiliki ventilasi rumah tidak baik (69,7%), sebagian besar responden memiliki dinding rumah yang tidak baik (63,6%), dan sebagian responden memiliki lantai rumah tidak baik (75,8%). Hasil analisis data dengan uji chi-squere menunjukan nilai p=0,000 < 0,05, yang berarti ada hubungan yang cukup kuat antara sanitasi fisik rumah (ventilasi, dinding, lantai rumah) dengan kejadian infeksi saluran pernaasan akut pada masyarakat kampung Anelak Distrik Siepkosi, Kabupaten Jayawijaya.
HUBUNGAN FREKUENSI, LAMA DAN TINGKAT KETERIKATAN GAME ONLINE DENGAN PERILAKU AGRESIF PADA SISWA KELAS XI DI SMK NEGERI 3 JAYAPURA Blestina Maryorita; Theresia Sirken; Agussalim Agussalim
JURNAL KEPERAWATAN TROPIS PAPUA Vol. 3 No. 1 (2020)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Jayapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47539/jktp.v3i1.99

Abstract

Kecanduan game online di kalangan remaja menjadi salah satu permasalahan yang dialami remaja. Perilaku agresif di kalangan remaja khususnya pelajar sekolah menengah atas dari tahun ke tahun semakin meningkat baik dari jumlahnya maupun bentuk perilaku agresif yang dimunculkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan frekuensi, lama dan tingkat keterikatan game online dengan perilaku agresif pada siswa kelas XI di SMK Negeri 3 Jayapura. Sampel pada penelitian ini adalah siswa kelas XI di SMK Negeri 3 Jayapura dengan menggunakan teknik simple random sampling. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian analitik dengan menggunakan rancangan cross sectional. Data diolah secara univariat dan bivariat menggunakan uji logistic. Hasil penelitian menunjukan bahwa dari 222 responden rata-rata frekuensi bermain game online 3 kali sehari, rata-rata lama bermain game online 7,34 jam sehari dan tingkat keterikatan game online tinggi 47,3% dan kategori sedang 52,7% serta yang berperilaku agresif sebanyak 68,5%. Korelasi antara frekuensi dengan perilaku agresif menunjukan ada hubungan (p = 0,001
FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEPATUHAN MINUM OBAT ANTI TUBERKULOSIS PADA PASIEN TUBERKULOSIS PARU DI PUSKESMAS WAENA Isak Jurun Hans Tukayo; Sri Hardyanti; Meyske Stevelin Madeso
JURNAL KEPERAWATAN TROPIS PAPUA Vol. 3 No. 1 (2020)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Jayapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47539/jktp.v3i1.104

Abstract

Tuberkulosis adalah penyakit menular yang langsung disebabkan oleh kuman TB (Mycobacterium Tuberculosa). Tuberkulosis (TB) sampai saat ini masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di dunia. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis faktor-faktor yang mempenaruhi kepatuhan minum obat anti tuberkulosis pada pasien tuberkulosis paru di puskesmas Waena. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif analitik dengan menggunakan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian adalah semua penderita TB paru kategori dewasa di Puskesmas Waena dengan jumlah sampel sebesar 66 orang yang dipilih menggunakan teknik simple random sampling. Analisis data menggunakan uji chi square dengan tingkat kemaknaan α
PENGARUH TERAPI AKTIVITAS KELOMPOK TERHADAP KEMAMPUAN KOMUNIKASI VERBAL PASIEN HALUSINASI DI RUMAH SAKIT JIWA ABEPURA Rohmani Rohmani; Ni Luh Nadya Lestari; Kismiyati Kismiyati
JURNAL KEPERAWATAN TROPIS PAPUA Vol. 3 No. 1 (2020)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Jayapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47539/jktp.v3i1.105

Abstract

Halusinasi adalah salah satu gejala gangguan jiwa di mana pasien mengalami perubahan sensori persepsi, merasakan sensasi palsu berupa suara, penglihatan, pengecapan, perabaan atau penghidungan Terapi aktivitas kelompok orientasi realita adalah terapi yang bertujuan membuat pasien mampu mengidentifikasi stimulus internal maupun eksternal. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis apakah terdapat pengaruh terapi aktivitas kelompok orientasi realita terhadap kemampuan komunikasi verbal pasien halusinasi di Rumah Sakit Jiwa Daerah Abepura. Sampel diambil dengan teknik pengambilan total sampling yaitu sebanyak 19 orang yang memenuhi kriteria inklusi.Desain penelitian yang digunakan adalah eksperimen semu one-group-pre-test-post-test design dan data dikumpulkan dari responden menggunakan lembar observasi.Hasil penelitian uji Wilcoxon pada TAK sesi 1-4 kemampuan verbal didapatkan nilai p pada TAK sesi 1,2,4, nilai p value = 0,000 < α = 0,05, dan sesi 3 kemampuan verbal nilai p value = 0,001 < α = 0,05. Pada TAK 1-4 kemampuan non verbal didapatkan nilai p value sesi 1,2,3 dan 4 = 0,000 < α 0,05. Sehingga dapat diambil kesimpulan bahwa TAK sesi 1-4 mempunyai pengaruh terhadap kemampuan komunikasi verbal dan non verbal pada pasien halusinasi di Rumah Sakit Jiwa Daerah Abepura.
BEDA TINGKAT PENGETAHUAN SISWA KELAS XI SMA YAPIS BIAK SEBELUM DAN SETELAH EDUKASI KOMPLIKASI PENYAKIT SOSIAL TERHADAP KEJADIAN HIV/AIDS DI BIAK NUMFOR La Jumu
JURNAL KEPERAWATAN TROPIS PAPUA Vol 3, No 2 (2020)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Jayapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47539/jktp.v3i2.106

Abstract

Edukasi komplikasi penyakit sosial terhadap kejadian HIV ADIS melalui siswa SMTA adalah merupakan upaya pencegahan dan pemberantasan penyakit sosial dan juga komplikasinya terhadap kejadaian HIV AIDS, agar generasi muda siswa SMTA mengetahui secara dini, cara pencegahan kedua penyakit tersebut karena kondisinya, telah meresahkan masyarakat dengan bentuk kejadian berupa kesakitan dan kematian, makin hari, makin tahun semakin bertambah dan menimpah seluruh lapisan masyarakat dari bayi balita sampai kakek nenek. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan sebelum dan setelah edukasi penyakit sosial terhadap kejadian HIV AIDS dengan, 36 responden., dianalisis berdasarkan tingkat pengetahuan dengan cara mengisi soal pretest dan post test. Penelitian menggunakan metode analitik kuantitatif dengan pendekatan cross sectional, pengambilan sampel secara Propotive sampling pada populasi 50 siswa dan teknik penetapan responden secara acak , didapat 36 responden, dengan jenis uji statistik Wilcoxon. Nilai Wilcoxon Signed Ranks Test di Asymp Sig. (2-tailed) adalah (Z hitung P = 0,000) kurang dari (Z tabel P value < 0,05). Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan (Z hitung P = 0,000) sebelum dan setelah edukasi komplikasi penyakit sosial terhadap kejadian HIV AIDS pada siswa SMTA, jadi saran edukasi komplikasi penyakit sosial dengan komplikasi HIV AIDS dapat dikembangkan terus dengan harapan remaja dapat mengetahui secara dini cara mencegah diri dari penyakit sosial dan komplikasinya terhadap HIV AIDS.
FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENULARAN TYPHOID ABDOMINALIS PADA PASIEN YANG BEROBAT DI KLINIK DOA BUNDA KABUPATEN JAYAPURA Ni Kadek Siska Wernita Putri; Mais Maikel Yaroseray; Rohmani Rohmani
JURNAL KEPERAWATAN TROPIS PAPUA Vol. 1 No. 2 (2018)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Jayapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47539/jktp.v1i2.121

Abstract

Typhoid abdominalis adalah penyakit infeksi akut usus halus yang disebabkan oleh bakteri Salmonella typhi atau Salmonella paratyphi A, B dan C. Penularan typhoid abdominalis dapat melalui fecal dan oral yang masuk ke dalam tubuh manusia melalui makanan dan minuman yang terkontaminasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor yang mempengaruhi penularan typhoid abdominalis pada pasien yang berobat di Klinik Doa Bunda Kabupaten Jayapura. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan rancangan case control. Jumlah sampel penelitian sebanyak 48 responden yaitu 24 responden pasien kasus/sakit typhoid dan 24 responden pasien kontrol/tidak sakit typhoid yang diambil dengan teknik simple random sampling. Hasil penelitian uji chi square menunjukkan bahwa ada pengaruh food/makanan (p=0,000), finger/jari kuku (p=0,000), fly/lalat (p=0,000), feces/tinja (p=0,001) dan fomitus/muntahan (p=0,002) terhadap penularan typhoid abdominalis. Hasil uji regresi logistik menunjukkan bahwa ada pengaruh food/makanan (p=0,010) dan finger/jari kuku (p=0,029) terhadap penularan typhoid abdominalis. Masyarakat hendaknya dapat menjaga pola hidup sehat agar terhindar dari typhoid abdominalis.
HUBUNGAN TINGKAT PENDIDIKAN DAN PENGETAHUAN IBU DENGAN KELENGKAPAN IMUNISASI DASAR BAYI DI DISTRIK WALELAGAMA KABUPATEN JAYAWIJAYA Suningsih Suabey
JURNAL KEPERAWATAN TROPIS PAPUA Vol 3, No 2 (2020)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Jayapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47539/jktp.v3i2.123

Abstract

Anak merupakan masa depan bangsa yang berhak atas pelayanan kesehatan secara individu. Anak memerlukan asupan gizi yang baik, kasih sayang, penanaman nilai agama dan budaya serta upaya pencegahan penyakit seperti pemberian imunisasi.Mengacu pada uraian latar belakang diatas maka penulis tertarik untuk melakukan penilitian yang berkaitan dengan hubungan tingkat pendidikan dan pengetahuan ibu dengan kelengkapan imunisasi dasar bayi di Distrik Walelagama Kabupaten Jayawijaya. Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional dengan pendekatan cross sectional. Penelitian dilaksanakan di Distrik Walelagama Kabupaten Jayawijaya pada bulan Maret sampai Juni 2019. Populasi dalam penelitian ini adalah semua ibu yang memiliki bayi berumur > 10 bulan dan < 15 bulan yang berada di Distrik Walelagama sebanyak 99 orang. Perhitungan besar sampel dilakukan dengan menggunakan total sampling. Hasil penelitian diperoleh sebagian besar responden memiliki tingkat pendidikan rendah (58,6%), sebagian besar responden memiliki tingkat pengetahuan kurang (53,5%), dan sebagian besar responden tidak melakukan imunisasi dasar lengkappada bayinya (66%). Berdasarkan hasil analisis data dengan uji statistik chi-squere terlihat bahwa nilai signifikansi sig (2-tailed) 0,00
PEMBATASAN SOSIAL DIPERLUAS DAN DIPERKETAT (PSDD) DALAM PENCEGAHAN PENULARAN COVID 19 DI KABUPATEN KEEROM, PAPUA: BAGAIMANA DAMPAKNYA TERHADAP BIDANG PENDIDIKAN DAN SOSIAL? Rosmin Mariati Tingginehe
JURNAL KEPERAWATAN TROPIS PAPUA Vol 3, No 2 (2020)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Jayapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47539/jktp.v3i2.154

Abstract

Peningkatan kasus covid 19 di Kabupaten Keerom menyebabkan pemerintah memberlakukan pembatasan social diperluas dan diperketat (PSDD) untuk memutus rantai penularan covid 19. Kondisi ini telah menekan berbagai sector termasuk pendidikan, sosial dan budaya, pertumbuhan ekonomi yang semakin meluas, termasuk di sektor pangan dan pertanian. Penelitian ini bertujuan untuk mengatahui dampak pemberlakuan pembatasan social diperluas dan diperketat pada kehidupan social masyarakat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain fenomenologi yang dilaksanakan di Kabupaten Keerom pada bulan Mei – Juli 2020. Pengumpulan data dilakukan melakukan wawancara mendalam, pengamatan dan telaah dokumen. Informan penelitian berjumlah 12 orang yang dipilih menggunakan prosedur purposive. Analisis data kualitatif dilakukan untuk mencari makna fenomena sejak pengambilan data di lapangan. Hasil penelitian menunjukan terjadi transformasi penyelenggaraan pendidikan, yaitu perubahan kegiatan belajar mengajar dari tatap muka menjadi pembelajaran secara daring. Siswa hanya mengikuti pembelajaran dengan memperhatikan layar gadget atau laptop yang digunakan sebagai media belajar. Terjadi kegagapan hubungan social yang diakibatkan oleh berkurangnya kebiasaan interaksi ketika bertemu seperti berjabat tangan. Hajatan yang melibatkan banyak orang tidak bisa dilakukan sehingga mengurangi pertemuan masyarakat. Perubahan protocol terjadi pada fasilitas kesehatan untuk mengurangi potensi penularan. Masyarakat telah menjadikan penggunaan masker dan menjaga

Page 3 of 15 | Total Record : 147