cover
Contact Name
Muhamad Sahiddin
Contact Email
jurnaljktp@gmail.com
Phone
+6281342494099
Journal Mail Official
msahiddin@gmail.com
Editorial Address
Jalan Padang Bulan II, Hedam, Distrik Heram, Kota Jayapura
Location
Kota jayapura,
P a p u a
INDONESIA
Jurnal Keperawatan Tropis Papua
ISSN : -     EISSN : 26545756     DOI : https://doi.org/10.47539
Core Subject :
Peer-reviewed, open-access journal publishing original research articles, systematic reviews, and nursing case studies in the field of nursing science and practice. Scientific coverage focuses on tropical nursing, with an emphasis on malaria, tuberculosis, dengue fever, and other neglected tropical diseases, as well as all fundamental fields of nursing practice in eastern Indonesia and similar tropical settings.
Arjuna Subject : -
Articles 147 Documents
DETERMINAN KEJADIAN PENDARAHAN POSTPARTUM DI RSUD KABUPATEN BIAK NUMFOR Sophian Aswar; Sapta Erna Pamungkas; Nurul Ulfiani
JURNAL KEPERAWATAN TROPIS PAPUA Vol. 2 No. 1 (2019)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Jayapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47539/jktp.v2i1.53

Abstract

Pendahuluan : Perdarahan postpartum meningkatkan kemungkinan kematian di rumah sakit dan menyebabkan 19% dari kematian ibu di rumah sakit (Polly.et.al. 2009). Penyebab langsung kematian ibu terkait kehamilan dan persalinan terutama adalah perdarahan 28% (Depkes. RI, 2008), tujuan: Mengetahui berapa besar faktor risiko yang mempengaruhi kejadian pendarahan postpartum di RSUD Kabupaten Biak Numfor, metode: penelitian bersifat observasional analitik dengan desain case control study, hasil : berdasarkan analisis Regresi Logistik Berganda variabel paritas ibu merupakan faktor yang paling berpengaruh terhadap kejadian pendarahan post partum dengan nilai Wald sebesar 8,942 dan signifikansi sebesar 0,00, dengan demikian paritas merupakan faktor risiko kejadian pendarahan postpartum, Kesimpulan: Umur < 20 tahun atau > 35 tahun memiliki risiko untuk mengalami perdarahan post partum 3,1 kali lebih besar daripada ibu yang berumur 20 – 35 tahun, Paritas ≤ 1 dan paritas > 3 memiliki risiko 6,1 kali lebih besar untuk mengalami perdarahan post partum dibandingkan dengan paritas 2 – 3, Riwayat persalinan tidak normal memiliki risiko untuk mengalami perdarahan postpartum 3,1 kali lebih besar bila dibandingkan dengan ibu yang riwayat persalinan baik, Partus lama (persalinan ≥ 18 jam) memiliki risiko untuk mengalami perdarahan post partum 3,5 kali lebih besar daripada ibu dengan partus normal (≤ 18 jam ) Ibu dengan anemia memiliki risiko untuk mengalami perdarahan postpartum 2,9 kali lebih besar daripada ibu dengan tidak anemia (≤18 jam) namun tidak signifikan karena nilai P = 0.092, Hasil uji multivariat menunjukkan bahwa variabel paritas merupakan faktor yang paling berpengaruh terhadap kejadian perdarahan postpartum dengan nilai Wald sebesar 8.942.
ANALISIS PENGETAHUAN DAN SIKAP SISWA/ SISWI SMP NEGERI I WARSA TENTANG BAHAYA MEROKOK Sophian Aswar; Sapta Erna Pamungkas
JURNAL KEPERAWATAN TROPIS PAPUA Vol. 2 No. 1 (2019)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Jayapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47539/jktp.v2i1.54

Abstract

Abstrak Pendahuluan : Rokok memiliki dampak yang dapat membahayakan kesehatan tubuh kita, karena terdapat kandungan zat kimia yang berbahaya didalam rokok yang banyak di komsumsi dikalangan remaja khusus usia SMP, tujuan: Untuk mengetahui gambaran pengetahuan dan sikap siswa siswi SMP Negeri I Warsa tentang bahaya merokok, metode: Penelitian ini adalah penelitian deskriftif dengan rancangan yang digunakan adalah observasional, hasil : Dari variabel tingkat pengetahuan bahaya rokok dari 71 responden yang tertinggi pada kelompok yang tingkat pengetahuan rendah tentang bahaya rokok sebanyak 56 responden (78,9%), Variabel dari 71 responden tertinggi pada kelompok sikap positif terhadap bahaya rokok sebanyak 59 responden (83,1%)
PENGETAHUAN DAN KETERAMPILAN CLINICAL INSTRUCTURE SEBELUM DAN SETELAH PELATIHAN BEDSIDE TEACHING Ardhanari Hendra Kusuma; Yohanis F Tipawael
JURNAL KEPERAWATAN TROPIS PAPUA Vol. 2 No. 1 (2019)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Jayapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47539/jktp.v2i1.57

Abstract

Pembelajaran klinik merupakan suatu proses pembelajaran berbasis pengalaman yang bertujuan untuk pengusaan keterampilan klinik dan kemampuan berkomunikasi peserta didik, sehingga dibutuhkan suatu metode yang tepat demi tercapainya tujuan pembelajaran. Pada pelaksanaan metode Bedside Teaching dirasakan mulai menurun, Sehingga untuk meningkatkan kualitas bimbingan klinik dibutuhkan pelatihan metode bimbingan klinik Bedside Teaching pada CI (Clinical Instructure). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keefektifan pelatihan Bedside Teaching terhadap pengetahuan dan keterampilan CI (Clinical Instructure) Keperawatan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif Pre-Experiment (Pre-Post Test design). Peneliti memberikan pelatihan metode bedside teaching dan pada clinical instructure. Subyek penelitian terdiri dari 30 CI. Pengumpulan data dilakukan sebelum dan setelah pelatihan menggunakan quesioner pengetahuan dan ceklis keterampilan CI. Skor pengetahuan 30 CI sebelum mengikuti pelatihan metode bedside teaching diperoleh nilai rerata 5.20 dan SD 1.349, setelah mengikuti pelatihan nilai rerata pengetahuan CI diperoleh 9.57 dan SD 0.971 dengan nilai p 0,000. Skor keterampilan CI setelah mengikuti pelatihan diperoleh nilai rerata keterampilan CI sebesar 9.80 dan SD 0.551. Pelatihan dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan CI (Clinical Instructure) dalam melakukan proses bimbingan klinik bedside teaching.
PERAN KEPEMIMPINAN ONDOAFI DALAM MENDUKUNG PROGRAM PELAYANAN KESEHATAN DI DISTRIK SENTANI BARAT KABUPATEN JAYAPURA Frengki Apay; Demianus Tafor; Mais Maikel Yaroserai
JURNAL KEPERAWATAN TROPIS PAPUA Vol. 2 No. 1 (2019)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Jayapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47539/jktp.v2i1.59

Abstract

Peran serta tokoh adat dalam hal ini ondoafi dan seluruh masyarakat dalam capaian program pelayanan kesehatan, terutama membantu petugas puskesmas dalam mensosialisasikan dan penyuluhan program pelayanan kesehatan. penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan manfaat peran serta ondoafi membantu petugas kesehatan dalam sosialisasi dan penyuluhan pelayanan kesehatan. jenis penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. infirman penelitian ini berjumlah 15 orang yang dipilih secara purposive yang merupakan tokoh ondoavi tokoh kampung, kepala distrik, petugas kesehtah puskesmas. Metode pengumpulan data dilakukam melalui dua cara yaitu observasi dan wawancara mendalam (in-depth interview). Pemberian informasi tentang peran serta ondoafi dalam mendukung program pelayanan kesehatan. ketika ondoafi terlibat bersama petugas dalam pelayanan kesehatan berkaitan dengan penyuluhan pengobatan masal apakah dapat membantu mengerakan masyakat untuk memperhatikan, betapa pentingnya kesehtan bagi kehidupan masyarakat. dan ondoafi dlam mengunakan kekuasaannya untuk mengajak masyarakat secara keseluruhan dan terjadi perubahan peninbgkatan derajat kesehatan masyarakat.
POLA HIDUP PASIEN HIPERTENSI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH WAMENA, JAYAWIJAYA Yoel Halitopo
JURNAL KEPERAWATAN TROPIS PAPUA Vol. 2 No. 2 (2019)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Jayapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47539/jktp.v2i2.63

Abstract

Pasien Hipertensi yang menerapkan perilaku gaya hidup sehat dan perawatan diri yang baik dapat menurunkan tekanan darah dan mengurangi risiko kejadian dini penyakit kardiovaskuler. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran asuhan keperawatan pada pasien hipertensi dengan pola hidup sehat di Rumah Sakit Umum Daerah Wamena Kabupaten Jayawijaya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain studi kasus survey. Penelitian dilakukan di Polik Penyakit Dalam RSUD Wamena pada bulan April – Mei 2018. Sampel penelitian berjumlah 90 orang yang dipilih menggunakan teknik accidental random sampling. Hasil penelitian menunjukkan 58,3% responden tidak patuh melakukan kontrol darah. Hanya 44% responden yang patuh mengatur pola makan. Responden yang memiliki kebiasaan merokok sebanyak 65,9% dan tidak melakukan aktivitas olahraga sebanyak 76,7%. Sebanyak 75,8% pasien tidak patuh melakukan pengendalian stres. Ketidakpatuhan pasien untuk melakukan pola hidup sehat disebabkan oleh pasien lebih memilih pengobatan di faslitas kesehatan dibandingkan dengan upaya pencegahan. Konseling dan penyuluhan perlu dilakukan untuk memperbaiki pola hidup pasien hipertensi.
PERSEPSI DAN PERILAKU MASYARAKAT TENTANG PELAKSANAAN PROGRAM PENGOBATAN MASAL FILARIASIS DI WILAYAH PUSKESMAS KOTA JAYAPURA Korinus Suweni; Demianus Tafor; Sulistiyani Sulistiyani
JURNAL KEPERAWATAN TROPIS PAPUA Vol. 2 No. 2 (2019)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Jayapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47539/jktp.v2i2.67

Abstract

Penyakit kaki gajah (filariasis) masih menjadi masalah kesehatan di Indonesia. Pemerintah Propinsi Papua telah melakukan upaya untuk mengeliminasi filariasis melalui pencanangan program pengobatan massal selama 5 tahun dimulai tahun 2015 sampai tahun 2020 setiap bulan Oktober. Pelaksanaan program pengobatan massal telah dilakukan selama 2 tahun, untuk itu perlu dikaji persepsi dan perilaku masyarakat tentang program pengobatan massal tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi gambaran persepsi dan perilaku masyarakat Kota Jayapura tentang program pengobatan massal yang telah dan akan dilakukan. Metode penelitian ini adalah penelitian kualitatif eksploratif. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara mendalam (in-depth interview). Hasil wawancara dibuat dalam transkrip, dianalisis secara content analysis dan disajikan secara naratif. Persepsi informan terhadap program pengobatan massal filariasis bervariasi ada yang positif, hal ini dipengaruhi oleh pemahaman program dengan baik sehingga ada motivasi keterlibatan aktif, sedangkan ada juga yang negatif, dikarenakan tingkat pemahaman program pengobatan massal yang kurang, sehingga timbul keraguan dan ketakutan terhadap program tersebut. Sama halnya dengan perilaku informan terhadap program pengobatan massal filariasis, ada yang positif karena memiliki pemahaman yang baik maka informan tersebut berperilaku positif dan berperan aktif dalam program pengobatan, sedangkan informan yang berperilaku negatif disebabkan karena memiliki pemahaman yang kurang, sehingga berpengaruh terhadap tindakannya untuk tidak minum obat anti filariasis.
HUBUNGAN PENGETAHUAN, DUKUNGAN KELUARGA DAN PERSEPSI KEPALA KELUARGA TENTANG MALARIA DENGAN PERILAKU PENCEGAHAN MALARIA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS NIMBOKRANG Muhamad Sahiddin; Sofitje J Gentindatu
JURNAL KEPERAWATAN TROPIS PAPUA Vol. 2 No. 2 (2019)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Jayapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47539/jktp.v2i2.68

Abstract

Malaria adalah salah satu penyakit menular yang masih menjadi masalah kesehatan dunia. Provinsi Papua menjadi salah satu daerah endemis malaria sehingga perlu mengedepankan perilaku pencegahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan, dukungan kelurga dan persepsi kepala keluarga tentang malaria dengan perilaku pencegahan malaria di wilayah kerja Puskesmas Nimbokrang. Penelitian dilakukan di wilayah kerja Puskesmas Nimbokrang pada 28 Maret – 13 Juni 2019. Jenis penelitian ini adalah observasional dengan menggunakan desain cross sectional. Sampel penelitian berjumlah 89 orang yang dipilih dengan menggunakan teknik simple random sampling. Analisa data dilakukan dengan analisis bivariat dan multivariat yaitu uji chi square dan regresi logistik dengan tingkat signifikasi nilai p < 0,05. Hasil penelitian menunjukkan pengetahuan (p = 0,004), dukungan keluarga (p = 0,007) dan persepsi (p = 0,009) berhubungan dengan perilaku pencegahan malaria. Pengetahuan (OR = 3,179; 95% CI: 1,249 – 8,094) dan dukungan keluarga (OR=2,810; 95% CI: 1,033 – 7,644) merupakan variabel yang paling berpengaruh terhadap perilaku pencegahan malaria. Masyarakat perlu diberikan informasi dan pengetahuan tentang cara pencegahan malaria yang efektif.
HUBUNGAN PERILAKU MENCUCI TANGAN DENGAN KEJADIAN DIARE PADA ANAK DI RUANG KANAK-KANAK RSUD ABEPURA Qoriah Nur; Siswani Siswani
JURNAL KEPERAWATAN TROPIS PAPUA Vol. 2 No. 2 (2019)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Jayapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47539/jktp.v2i2.69

Abstract

Diare merupakan suatu keadaan pengeluaran tinja yang tidak normal atau tidak seperti biasanya, ditandai dengan peningkatannya volume, keenceran, serta frekuensi lebih dari tiga kali sehari. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui sejauh mana hubungan perilaku mencuci tangan dengan kejadian diare di ruang kanak-kanak RSUD Abepura. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian observasional deskrptif analitik dengan pendekatan cross sectional yaitu untuk mengetahui hubungan antara dua variabel dengan menggunakan uji stastistik Chi square dengan tingkat kemaknaan = 0,05. Sampel penelitian ini adalah responden yang sedang menjalani perawatan di ruang kanak-kanak di RSUD. Hasil penelitian menunjukkan responden yang mendapatkan sumber informasi mencuci tagan dari guru sebanyak 8 responden atau sekitar 26,7 % dan responden yang mendapatkan informasi cuci tangan melalui keluarga sebanyak 22 responden atau sekitar 73,3 %. responden yang memiliki prilaku baik dalam mencuci tangan sekitar 23 responden atau 76,7 % sedangkan responden yang memiliki perilaku cuci tangan kurang sekitar 7 responden atau sekitar 23,3 %. Uji analisa didapatkan hasil nilai p=0,007 dimana lebih kecil dari nilai 
HUBUNGAN ANTARA PENGETAHUAN DAN SIKAP IBU HAMIL TENTANG HIV/AIDS DENGAN KEPATUHAN MELAKUKAN VCT DI PUSKESMAS ABEPURA Flora Niu; Sisilia Nona Susanti Lewuk; Fachry Amal
JURNAL KEPERAWATAN TROPIS PAPUA Vol. 2 No. 2 (2019)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Jayapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47539/jktp.v2i2.82

Abstract

WHO memperkirakan bahwa AIDS telah menyebabkan kematian lebih dari 25 juta orang sejak pertama kali di akui pada tanggal 5 juni 1981 AIDS diklaim telah menyebabkan kematian di Afrika Sub-Sahara, sebanyak 2,4 hingga 3,3 juta jiwa lebih dari 570 juta jiwa di antaranya adalah Ibu hamil dan Anak-anak lebih dari 64% orang yang dengan HIV di Afrika Sub-Sahara lebih tiga per empat (76%) dari semua wanita hidup dengan HIV Indonesia menjadi peringkat ke 20 dengan tingkatan HIV tertinggi, jumlah penduduk Indonesia yang populasinya mencapai 237 juta jiwa (74,7%)di antaranya terinfeksi pada Ibu hamil dan anak-anak. HIV/AIDS di Papua, bukan tidak beralasan hal ini karenakan dari waktu ke waktu angka kasus ini menunjukan peningkatan yang signifikan. Jumlah Provinsi Papua yang hanya 3.207.444 juta jiwa, HIV/AIDS di provinsi Papua yang secara populasi umum menyerang ibu hamil dan bayi dengan jumlah adalah 150 orang bayi (1,87%) dan 321ibu hamil (4,01%) yang terinfeksi. Jenis penelitian menggunakan kuantitatif dengan pendekatan cross sectional study. Populasi sebanyak 655 ibu hamil dan sampel sebanyak 86 ibu hamil. Pengambilan sampel menggunakan data primer. Instrument penelitian data menggunakan kuesioner. Upaya pencegahan dan penularan yang dapat menurunkan risiko penularan dari ibu hamil kebayinya menjadi di bawah 25-40%. Salah satu upaya pencegahan ini menggunakan metode VCT. Kegiatan Pelayanan Pencegahan Penularan HIV dari Ibu ke Anak /Prevention of Mother to Child HIV Transmision/PMTC, merupakan bagian dari pelayanan perawatan dukungan dan pengobatan/CST. Hasil penelitian menunjukan tidak ada hubungan antara pengetahuan dengan kepatuhan dalam melakukan pemeriksaan VCT p = 1,488, tidak ada hubungan antara sikap dengan kepatuhan dalam melakukan pemeriksaan VCT p = 1,818. Kesimpulan penelitian adalah tidak terdapat hubungan pengetahuan ibu hamil terhadap pemeriksaan VCT dan tidak terdapat sikap ibu hamil terhadap pemeriksaan VCT. Kata Kunci : Pengetahuan, sikap Pemeriksaan VCT.
FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEPATUHAN BEROBAT PENDERITA TB PARU DI WILAYAH PUSKESMAS KOTA YAPEN SERUI Lamria Situmeang; Sulistiyani Sulistiyani; Theresia Febriana Christi Tyas Utami
JURNAL KEPERAWATAN TROPIS PAPUA Vol. 3 No. 1 (2020)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Jayapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47539/jktp.v3i1.94

Abstract

Situasi tuberkulosis di Indonesia tergolong telah menjadi darurat kesehatan masyarakat global dan Indonesia sudah berkomitmen untuk mengakhiri Tuberkulosis. Penelitian ini untuk melihat hubungan tingkat pendidikan penderita, pengetahuan penderita, sikap petugas, Pengawas Minum Obat (PMO), dan dukungan keluarga dengan kepatuhan berobat penderita TB Paru. Penelitian ini menggunakan metode analitik cross sectional. Pengambilan data menggunakan kuisioner dengan subjek penelitian adalah TB paru yang memenuhi kriteria inklusi. Ada hubungan antara peran pengawas minum obat dengan tingkat kepatuhan pasien TB Paru dengan nilai uji chi square didapatkan bahwa nilai P value 0,012 > 0,005 dengan nilai hitung didapatkan 6,254 < 79,08 dengan nilai estimasi resiko atau OR 5,500 pada (95% CI: 1,320-22,920), dan tidak ada hubungan antara dukungan keluarga (P value 0,765 > 0,05), sikap (P value 0,765 > 0,05), dan pengetahuan (P value 0,077 > 0,005) dengan tingkat kepatuhan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan antara peran pengawas minum obat (PMO) dengan tingkat kepatuhan pasien TB Paru, dan tidak ada hubungan antara dukungan keluarga, sikap, dan pengetahuan dengan tingkat kepatuhan pasien TB di Puskesmas Kota Serui Kepulauan Yapen. Diharapkan dengan meningkatkan kepatuhan melalui pemberian pemahaman dan pengetahuan tentang TB pada pasien, hal ini dapat memperbaiki persepsi masyarakat tentang penyakit TB yang juga dapat memperkuat faktor utama seperti kondisi psikologis penderita, sehingga dapat mendukung penyelesaian program pengobatan.

Page 2 of 15 | Total Record : 147