cover
Contact Name
Muhamad Sahiddin
Contact Email
jurnaljktp@gmail.com
Phone
+6281342494099
Journal Mail Official
msahiddin@gmail.com
Editorial Address
Jalan Padang Bulan II, Hedam, Distrik Heram, Kota Jayapura
Location
Kota jayapura,
P a p u a
INDONESIA
Jurnal Keperawatan Tropis Papua
ISSN : -     EISSN : 26545756     DOI : https://doi.org/10.47539
Core Subject :
Peer-reviewed, open-access journal publishing original research articles, systematic reviews, and nursing case studies in the field of nursing science and practice. Scientific coverage focuses on tropical nursing, with an emphasis on malaria, tuberculosis, dengue fever, and other neglected tropical diseases, as well as all fundamental fields of nursing practice in eastern Indonesia and similar tropical settings.
Arjuna Subject : -
Articles 147 Documents
DUKUNGAN KELUARGA DALAM KUNJUNGAN PEMERIKSAAN ANTENATAL CARE DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SENTANI, JAYAPURA Nurmah Rachman; Dian Irawati Rusman
JURNAL KEPERAWATAN TROPIS PAPUA Vol 3, No 2 (2020)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Jayapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47539/jktp.v3i2.155

Abstract

Kematian ibu dapat dicegah dengan menerapkan antenatal care secara tepat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga dengan kunjungan antenatal care pada ibu hamil. Penelitian ini menggunakan desain cross sectional yang dilaksanakan di wilayah kerja Puskesmas Sentani, Jayapura pada bulan Februari 2020. Populasi penelitian adalah ibu hamil yang berada di wilayah kerja Puskesmas Sentani dengan jumlah sampel sebesar 111 orang yang dipilih menggunakan teknik simple random sampling. Pengambilan data menggunakan kuesioner dengan subjek penelitian adalah ibu hamil yang memenuhi kriteria inklusi. Analisis data uji chi square dengan tingkat kemaknaan α
PSIKOLOGIS PASIEN MULTI DRUG RESISTAN TUBERKULOSIS SELAMA PENGOBATAN DI PUSKESMAS SENTANI KOTA: STUDI FENOMENOLOGI Sulistiyani Sulistiyani; Lamria Situmeang; Qoriah Nur
JURNAL KEPERAWATAN TROPIS PAPUA Vol. 4 No. 1 (2021): JUNI 2021
Publisher : Poltekkes Kemenkes Jayapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47539/jktp.v4i1.160

Abstract

Pasien TB-MDR yang sedang menajalani pengobatan akan mempunyai gangguan fisik dan psikologis. Pasien TB-MDR mengalami gejala yang tidak enak akibat dari side efek obat TB yang menyebabkan pasien merasa adanya tekanan psikis seperti merasa sedih, cemas hingga depresi. Kondisi psikologis memiliki peranan penting dalam meningkatkan keberhasilan minum obat lini 2. Adanya gangguan psikologis seperti depresi pada pasien TB-MDR yang juga merupakan masalah secara global perlu mendapatkan penanganan dan perawatan secara khusus. Penelitian yang berkaitan tentang TB-MDR banyak dilakukan secara kuantitaif, akan tetapi masalah psikologis bersifat subjektif, sehingga sangat penting untuk mengeksplorasi kondisi psikologis selama menjalani pengobatan. Metode penelitian ini adalah kualitatif dengan desain fenomenologi desktiptif. Populasi penelitian ini adalah pasien TB-MDR yang menjalani pengobatan dengan jumlah partisipan enam orang. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik purposive sampling. Pengambilan data dilakukan dengan metode focus group discussion dengan menggunakan teknik wawancara indepth interview. Analisa data menggunakan teknik Colaizzi. Trustwhortiness dalam penelitian menggunakan 4 metode antara lain Credibility, Dependability, Confirmability, dan Tranferability. Hasil penelitian dari tujuan penelitian sebanyak dua tema yaitu: 1) Merasakan kondisi yang tidak enak ketika pertama minum yang terdiri dari dua kategori: seperti: a) Merasakan tekanan psikis dan fisik, b) Cemas dan takut menularkan penyakit, tema 2) Kendala finansial yang dirasakan selama menjalani pengobatan. Pasien TB-MDR memiliki masalah psikologis yang berkaitan dengan pengobatan maupun biaya. Peran perawat yang dapat dilakukan untuk pengembangan program pengobatan yang mempu meningkatkan status kecerdasan emosional pasien TB-MDR adalah dengan pemberian psikoedukasi, konseling maupun spiritual well-being sangat diperlukan.
IMPLEMENTASI KOMUNIKASI DALAM PENGENDALIAN TUBERKULOSIS PARU STUDI KASUS: PUSKESMAS SIKO DAN KALUMATA KOTA TERNATE Muliana Muliana
JURNAL KEPERAWATAN TROPIS PAPUA Vol. 4 No. 1 (2021): JUNI 2021
Publisher : Poltekkes Kemenkes Jayapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47539/jktp.v4i1.173

Abstract

ABSTRACT Tuberculosis (TB) is a direct infectious disease caused by the bacteria Mycobacterium tuberculosis. Based on the 2017 Global Tuberculosis Report, globally new tuberculosis cases amounted to 6.3 million, equivalent to 61% of tuberculosis incidents (10.4 million). Tuberculosis remains the 10 highest cause of death in the world and tuberculosis mortality globally is estimated at 1.3 million patients. The purpose of this study was to determine the Implementation of Communication in the Control of Pulmonary Tuberculosis in the Siko and Kalumata Puskesmas in Ternate City. In this study, researchers used a mix method. The research location is in the working area of the Siko and Kalumata Community Health Centers. The size / number of informants in this study is determined on the basis of saturation theory (the point in managing data when new data no longer brings additional insight to the research question). The informants in this study were the Head of the Community Health Center Head of the Sub-District Head Office, Religious Leaders, Community Leaders, Health Cadres and TB Patients. Communication has an important role in controlling pulmonary tuberculosis, various structured programs from the global WHO level to regional city governments are trying to do this and then duplicated and implemented in the working areas of the Siko and Kalumata Puskesmas. Results of research on the implementation of communication generally show that the category is not good enough as much as 48.0% and quite good 52.0%. There is no difference in the mean value of communication between the two working areas of the Siko and Kalumata puskesmas. In addition, a more innovative communication approach is needed and that touches the community so that they can independently try to participate in controlling pulmonary tuberculosis either by adhering to treatment, or taking part in preventing an increase in new cases. Keywords: Tuberculosis (TB), communication
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN BURNOUT PADA TENAGA KESEHATAN DALAM SITUASI PANDEMI COVID-19 May Dwi Yuri Santoso
JURNAL KEPERAWATAN TROPIS PAPUA Vol. 4 No. 1 (2021): JUNI 2021
Publisher : Poltekkes Kemenkes Jayapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47539/jktp.v4i1.176

Abstract

Abstrak Pandemi COVID-19 mengakibatkan peningkatan beban pelayanan kesehatan tenaga kesehatan yang berpotensi mempengaruhi kualitas pelayanan kesehatan, produktivitas pelayanan tenaga kesehatan yang dapat berdampak pada gangguan kesehatan mental tenaga kesehatan sehingga akan berisiko untuk terjadinya burnout. Pengkajian sistematis faktor penyebab burnout yang telah dipublikasikan dari berbagai Negara dapat menjadi salah satu upaya untuk menentukan langkah preventif, kuratif dan rehabilitatif tenaga kesehatan yang mengalami burnout akibat COVID-19 di Indonesia. Pencarian sistematis dilakukan pada Maret-April 2021. Basis data yang digunakan: PubMed, Google Scholar dan Spingerlink. Kata kunci: “COVID 19 and burnout and Health workers” dan “COVID 19 and burnout”, “COVID 19 and burnout and Health workers and factors associated”. Pelaporan tinjauan sistematis ini berpedoman pada Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses (PRISMA). Terdapat 9 artikel yang memenuhi kriteria inklusi dan melibatkan 10.517 tenaga kesehatan dari seluruh dunia. Sebagian besar burnout disebabkan oleh meningkatnya beban kerja dengan semakin lama dalam tindakan pencegahan ekstra, perubahan tim, penyebaran dampak pandemi dan masalah birokrasi akan menguras tenaga serta pikiran tenaga kesehatan, terutama yang bekerja menangani langsung pasien COVID-19. Kata Kunci: COVID-19, burnout, tenaga kesehatan Abstract The COVID-19 pandemic has resulted in an increase in the burden of health care for health workers which has the potential to affect the quality of health services, productivity of health worker services which can have an impact on mental health disorders of health workers so that it will be at risk of burnout. The published systematic study of the causes of burnout from various countries can be an effort to determine preventive, curative and rehabilitative steps for health workers who experience burnout due to COVID-19 in Indonesia. A systematic search was carried out in March-April 2021. Databases used: PubMed, Google Scholar and Spingerlink. Keywords: "COVID 19 and burnout and Health workers" and "COVID 19 and burnout", "COVID 19 and burnout and Health workers and factors associated". This systematic review reporting is guided by Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyzes (PRISMA). There were 9 articles that met the inclusion criteria and involved 10,517 health workers from around the world. Most of the burnout is caused by the increasing workload with the longer taking extra precautions, team changes, the spread of the impact of the pandemic and bureaucratic problems that will drain the health and minds of health workers, especially those who work directly with COVID-19 patients. Keywords: COVID-19, burnout, health workers
HUBUNGAN KARAKTERISTIK DAN LAYANAN KESEHATAN DENGAN KEPATUHAN MINUM OBAT ANTIRETROVIRAL (ARV) PENDERITA HIV/AIDS DI POLIKLINIK HANNA RSUD YOWARI Kismiyati Kismiyati; Mayland Hamong; Yunita Kristina
JURNAL KEPERAWATAN TROPIS PAPUA Vol. 4 No. 1 (2021): JUNI 2021
Publisher : Poltekkes Kemenkes Jayapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47539/jktp.v4i1.179

Abstract

Kepatuhan minum obat ARV pada penderita HIV/AIDS sangat penting dipatuhi karena dapat meningkatkan kualitas hidup penderita sekaligus mengurangi penyebaran penularan HIV/AIDS. Kedisiplinan dalam pengobatan bermanfaat menurunkan atau melemahkan virus dalam pencegahan penularan HIV/AIDS. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan karakteristik dan layanan kesehatan dengan kepatuhan minum obat Antiretroviral (ARV) Pada Penderita HIV/AIDS di Poliklinik Hanna RSUD Yowari. Penelitian ini deskriptif analitik dengan metode crossestional pada penderita HIV/AIDS di RSUD Yowari sebanyak 73 responden. Data dianalisis menggunakan statistik uji chi- square. Hasil penelitian diperoleh bahwa karakteristik penderita HIV/AIDS di RSUD Yowari terbanyak berumur < 30 tahun yaitu sebanyak 38 orang (51,1%), berjenis kelamin perempuan sebanyak 40 orang (54,8%) dan berpendikan tinggi sebanyak 49 orang (667,1%). Pekerjaan responden sebagian besar bekerja sebanyak 49 orang (67,1%) dengan lama pengobatan < 6 bulan. Akses pelayanan kesehatan kategori sulit sebanyak 30 orang (41,1%) dan mudah sebanyak 43 orang (58,9%). Kepatuhan minum obat sebanyak 34 orang (46,6%) tidak patuh minum dan sebanyak 39 orang (53,4%) patuh. Faktor yang berhubungan dengan dengan kepatuhan minum obat ARV adalah pendidikan (p-value = 0,031), lama pengobatan (p-value = 0,008), akses layanan (p-value = 0,002). Faktor yang tidak berhubungan dengan dengan kepatuhan minum obat ARV adalah umur (p-value = 0,707) dan jenis kelamin (p-value = 0,951). Kesimpulan: Karakteristik responden seperti umur, pekerjaan dan jenis kelamin tidak berhubungan dengan kepatuhan minum ARV namun akses layananan ke Fasilitas kesehatan RSUD Yowari seperti kondisi geografis Papua, jarak rumah responden, lama pengobatan, serta pendidikan berhubungan dengan kepatuhan responden konsumsi ARV. Abstrak Adherence to taking ARV drugs in people with HIV / AIDS is very important because it can improve the quality of life of sufferers while reducing the spread of HIV / AIDS transmission. The aim of the study was to determine the relationship between health characteristics and services and adherence to taking antiretroviral drugs (ARVs) in HIV / AIDS patients at the Hanna Polyclinic, Yowari Hospital. This study was a descriptive analytic study using the method of crossestional study in patients with HIV / AIDS in Yowari Hospital as many as 73 respondents. Data were analyzed using a questionnaire and analyzed using chi square. The results showed that most of the characteristics of HIV / AIDS sufferers in Yowari Hospital were
PERBEDAAN KUALITAS HIDUP PASIEN GAGAL GINJAL KRONIK DENGAN HEMODIALISA DAN PERITONEAL DIALISA DI RUANG HEMODIALISA RSUD Dr. MOEWARDI Theresia Febriana Christi Tyas Utami
JURNAL KEPERAWATAN TROPIS PAPUA Vol. 5 No. 1 (2022): JUNI 2022
Publisher : Poltekkes Kemenkes Jayapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47539/jktp.v5i1.180

Abstract

Abstrak Penyakit ginjal kronik sudah menjadi masalah kesehatan masyarakat diseluruh dunia. Pasien dengan gagal ginjal kronik (klirens kreatinin
EFEKTIVITAS EKSTRAK IKAN GABUS TERHADAP PENINGKATAN STATUS GIZI DAN KADAR HEMOGLOBIN PADA IBU HAMIL DENGAN HIV/AIDS DI PROVINSI PAPUA Nouvy Helda Warouw
JURNAL KEPERAWATAN TROPIS PAPUA Vol. 4 No. 1 (2021): JUNI 2021
Publisher : Poltekkes Kemenkes Jayapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47539/jktp.v4i1.207

Abstract

Angka kasus HIV/AIDS pada ibu hamil masih cukup tinggi di Papua. Kerusakan sistem kekebalan tubuh yang diakibatkan oleh virus HIV menyebabkan hilangnya imunitas tubuh sehingga dapat menyebabkan komplikasi berbagai penyakit. Kebutuhan asupan gizi yang cukup pada ibu hamil sangat baik untuk dipertahankan dalam meningkatkan status kesehatan penderita HIV/AIDS. Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas ektrak kapsul ikan gabus dalam meningkatkan status gizi (lingkar lengan atas dan berat badan) dan kadar hemoglobin pada ibu hamil ODHA yang telah diberi pengobatan antirektroviral (ARV). Penelitian ini adalah true experiment dengan rancangan randomised kontrol group pre test-post test yang dilakukan di Komunitas Orang dengan HIV/AIDS (ODHA) Sentani dan Puskesmas Sentani pada bulan Oktober sampai November 2016. Sampel penelitian adalah ibu hamil yang menderita HIV/AIDS berjumlah 10 orang. Sampel kelompok kontrol diberikan terapi ARV dan ekstrak ikan kabus. Hasil penelitian menunjukan pada kelompok perlakuan terjadi peningkatan lingkar lengan atas (2 cm), berat badan (5 kg) dan kadar hemoglobin (0,48 g/dL) setelah pemberian ekstrak ikan gabus. Ekstrak ikan gabus efektif meningkatkan lingkar lengan atas, berat badan dan kadar hemoglobin pada ibu hamil dengan HIV/AIDS. Ekstrak ikan gabus dapat dijadikan sebagai suplemen tambahan bagi ibu hamil dengan HIV/AIDS.The number of HIV/AIDS cases in pregnant women is still quite high in Papua. Damage to the immune system caused by the HIV virus causes loss of body immunity so that it can cause complications of various diseases. The need for adequate nutritional intake in pregnant women is very good to be maintained in improving the health status of people with HIV/AIDS. This study aimed to examine the effectiveness of snakehead fish capsule extract in improving nutritional status (upper arm circumference and body weight) and hemoglobin levels in pregnant women living with HIV who have been given antiretroviral (ARV) treatment. This study is a true experiment with a randomized control group pre test-post test design conducted in the Community of People with HIV/AIDS (PLWHA) Sentani and the Sentani Health Center from October to November 2016. The sample of the study was pregnant women suffering from HIV/AIDS totaling 10 person. The control group sample was given ARV therapy and kabus fish extract. The results showed that in the treatment group there was an increase in upper arm circumference (2 cm), body weight (5 kg) and hemoglobin levels (0.48 g/dL) after administration of snakehead fish extract. Snakehead fish extract was effective in increasing upper arm circumference, body weight and hemoglobin levels in pregnant women with HIV/AIDS. Snakehead fish extract can be used as an additional supplement for pregnant women with HIV/AIDS.
PERBANDINGAN KEBERSIHAN TANGAN DENGAN POTENSI DESINFEKSI HANDSANITIZER, SABUN DAN TISU BASAH PADA PRANATA LABORATORIUM PENDIDIKAN DI MASA PANDEMI COVID-19 Risda Hartati; Meidy Imbiri; Farida Fransisca Sihotang; Indra Taufik Sahli; Asrianto Asrianto
JURNAL KEPERAWATAN TROPIS PAPUA Vol. 4 No. 2 (2021): DESEMBER 2021
Publisher : Poltekkes Kemenkes Jayapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47539/jktp.v4i2.217

Abstract

Pentingnya kebersihan tangan dalam pencegahan penularan mikroorganisme dan mengurangi penyebaran infeksi telah menjadi kebiasaan manusia setelah terjadi pandemi global coronavirus (Covid-19). Padasaatmulaiterjadiwabah, praktisi pendidikan telah berkonsentasi pada kegiatan mencuci tangan dan kebersihan tangan yang memadai. Berbagai macam produk pencuci tangan telah digunakan sebagai alternatif untuk kebersihan tangan. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan efektivitas sabun cuci tangan, handsanitizer dan tisu basah dalam mengurangi jumlah koloni mikroba pada permukaan tangan. Penelitian ini merupakan true experiment dengan rancangan penelitian posttest only control group design yang dilaksanakan di perguruan tinggi Poltekkes Kemenkes Jayapura terhadap 24 petugas pranata laboratorium pendidikanyang secara acak dibagi menjadi tiga kelompok intervensi masing-masing 8 peserta. Peserta diinstruksikan untuk bekerja sesuai tugas pokoknya di laboratorium selama 3-5 jam, proses pencuciantangan dengan menggunakan pedoman WHO. Swab tangan dilakukan sebelum dan sesudah dilakukan intervensi pada ketiga kelompok dan dihitung nilai rata-rata colony forming unit (CFU) untuk setiap kelompok. Hasil. Persentase penurunan tertinggi pada kelompok mencuci tangan dengan handsanitizer (84,30%), diikuti oleh kelompok sabun dan air (81,90%) dan terendah untuk kelompok tisu basah  (51,95%). Perbedaan CFU pada semua kelompok perlakuan tidak tidak signifikan (p = 0,214). Kesimpulan. Tidak terdapat perbedaan signifikanterhadappotensi desinfeksi tangan antara handsanitizer, sabun dan air atau tisu basah. Ketiga pembersih tangan memiliki kemampuan dalam mengurangi jumlah kontaminasi mikroba pada tangan petugas laboratoriumpendidikan. The importance of hand hygiene in preventing the transmission of microorganisms and reducing the spread of infection has become a new habit after the global coronavirus (Covid-19) pandemic. In the months since the outbreak, education practitioners have concentrated on adequate hand washing and hand hygiene. A wide variety of handwashing products have been used as an alternative to hand hygiene. This study aims to compare the effectiveness of hand soap, hand sanitizer, and wet wipes in reducing the number of microbial colonies on hand surfaces. This study is a true experiment with a posttest-only control group design research conducted in Jayapura Health Polytechnic College involving 24 educational laboratory personnel who were randomly divided into three intervention groups with 8 participants each. Participants were instructed to work according to their main tasks in each laboratory for 3-5 hours, then they were divided into three groups: soap and water group, hand sanitizer group, and wet wipes group. All handwashing was done according to WHO guidelines for handwashing. Hand swabs were performed before and after the intervention in the three groups and the average colony-forming unit (CFU) value was calculated for each group. Results. The highest percentage of decline was in the hand sanitizer group (84,30%), followed by the soap and water group (81,90%) and the lowest for the wet wipes group (51,95%). The difference in CFU in all treatment groups was not significant (p = 0,214). The results of the study showed that there was no significant difference in the potential ability for hand disinfection between hand sanitizer, soap, and water or wet wipes. All three hand sanitizers can reduce the amount of microbial contamination in the hands of laboratory workers. 
FAKTOR YANG MEMENGARUHI KEPATUHAN MENGGUNAKAN MASKER DALAM PENCEGAHAN PENULARAN COVID – 19 DI PEMUKIMAN PASAR INPRES KOTA JAYAPURA Fitriah Fatahudin; Agus Zainuri; Zakarias Giay
JURNAL KEPERAWATAN TROPIS PAPUA Vol. 5 No. 1 (2022): JUNI 2022
Publisher : Poltekkes Kemenkes Jayapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47539/jktp.v5i1.222

Abstract

Pandemi Covid-19 telah menyebar begitu cepat sejak Desember 2019 di China hingga menyebar ke 215 negara termasuk Indonesia karena penyebarannya melalui udara dari droplet orang yang terinfeksi. Salah satu faktor yang dapat mencegahnya adalah dengan menggunakan masker dengan benar. Persepsi yang baik dapat mencegah penularan Covid-19 dengan patuh memakai masker. Kajian Penelitian: Untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kepatuhan penggunaan masker dalam pencegahan penularan Covid-19 di Pasar Inpres Kota Jayapura. Desain penelitian cross sectional deskriptif analitik. Populasi seluruh penduduk di Pasar Inpres dan sampel sebanyak 78 orang dengan cara random sampling. Data diperoleh dengan menggunakan kuesioner dan dianalisis menggunakan chi square dan regresi logistik biner. Faktor-faktor yang mempengaruhi kepatuhan memakai masker yaitu persepsi kerentanan (p-value=0,024
HUBUNGAN DUKUNGAN SOSIAL TEMAN SEBAYA DENGAN FUNGSI KOGNITIF PADA LANSIA Amanda Eflin Pradana; Reni Zulfitri; Nopriadi Nopriadi
JURNAL KEPERAWATAN TROPIS PAPUA Vol. 4 No. 2 (2021): DESEMBER 2021
Publisher : Poltekkes Kemenkes Jayapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47539/jktp.v4i2.225

Abstract

Penuaan yang terjadi pada lansia bisa berdampak pada kemunduran intelektual termasuk fungsi kognitif. Banyak faktor yang dapat mempengaruhi fungsi kognitif pada lansia mengalami penurunan salah satunya dukungan sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dukungan sosial teman sebaya dengan fungsi kognitif pada lansia di wilayah kerja Puskesmas Payung Sekaki. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif korelasi dan pendekatan cross sectional. Penelitian dilakukan pada Februari-Juli 2021 di wilayah kerja Puskesmas Payung Sekaki Kota Pekanbaru. Sampel penelitian sebanyak 100 responden yang diambil dengan menggunakan teknik cluster sampling. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner. Analisis data menggunakan Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan lansia berusia 60-74 tahun sebanyak 80%, berjenis kelamin perempuan sebanyak 58%, pendidikan terakhir sekolah dasar sebanyak 31%, status perkawinan menikah sebanyak 60%. Kategori untuk dukungan sosial teman sebaya positif sebanyak 67%, gangguan kognitif sebanyak 51%. Ada hubungan antara dukungan sosial teman sebaya dengan fungsi kognitif pada lansia (p=0,047). Dukungan sosial teman sebaya dapat mempengaruhi terjadinya penurunan fungsi kognitif pada lansia. Saran bagi Puskesmas adalah untuk memberikan penambahan informasi melalui penyuluhan untuk mangajak lansia agar meningkatkan hubungan dukungan sosial antar teman sebaya agar fungsi kognitif berada dalam kondisi yang optimal.Aging in the elderly can impact intellectual decline, including cognitive function. Many factors can affect cognitive function in the elderly experiencing a decline, one of which is social support. This research aimed to determine the association between peer social support and the cognitive function of the elderly in the working area of Payung Sekaki Public Health Center. The design was descriptive correlation research with cross-sectional. The study was conducted in February-July 2021 in the Work Area of the Payung Sekaki Health Center, Pekanbaru City. The samples of the research were 100 respondents taken using cluster sampling. This research used a questionnaire, data analysis using chi-square. The result found that the samples between 60-74 years old were 80%, the female was 58%, primary school graduates was 31%, marital status married was 60%. The category for positive peer social support was 67%, impaired cognitive function was 51%. There is a relationship between peer social support and cognitive function in the elderly (p=0.047). Peer social support can affect the decline in cognitive function in the elderly. Suggestions for the health centre are to provide additional information through counseling to invite the elderly to improve social support relationships between peers so that cognitive function is in optimal condition. 

Page 4 of 15 | Total Record : 147