cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Kedokteran Diponegoro
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : 25408844     DOI : -
Core Subject : Health,
JKD : JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO ( ISSN : 2540-8844 ) adalah jurnal yang berisi tentang artikel bidang kedokteran dan kesehatan karya civitas akademika dari Program Studi Kedokteran Umum, Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro Semarang dan peneliti dari luar yang membutuhkan publikasi . JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO terbit empat kali per tahun. JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO diterbitkan oleh Program Studi Kedokteran Umum, Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro Semarang.
Arjuna Subject : -
Articles 1,040 Documents
PENGARUH EKSTRAK DAUN KEMANGI (OCIMUM BASILICUM LINN) PADA BERBAGAI KONSENTRASI TERHADAP VIABILITAS BAKTERI STREPTOCOCCUS MUTANS : STUDI PADA MAHASISWA FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS DIPONEGORO Rina Nuzulia; Oedijani Santoso
Jurnal Kedokteran Diponegoro (Diponegoro Medical Journal) Vol 6, No 4 (2017): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Diponegoro, Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (279.747 KB) | DOI: 10.14710/dmj.v6i4.18386

Abstract

Latar Belakang: Kesehatan gigi merupakan suatu masalah kesehatan yang memerlukan penanganan komprehensif,salah satunya karies gigi. Prevalensi karies yang cukup tinggi di Indonesia mempunyai etiologi yang salah satunya disebabkan oleh Streptococcus mutans. Tindakan alternatif pencegahan dengan daun kemangi (Ocimum basilicum Linn) yang memiliki manfaat sebagai penghilang rasa sakit (analgesik), antibakteri dan antijamur dengan kandungan kimia Flavonoid, glikosid, asam gallic dan esternya, asam kaffeic dan minyak atsiri yang mengandung eugenol sebagai komponen utama.Tujuan: Mengetahui pengaruh ekstrak daun kemangi (Ocimum basilicum Linn) pada berbagai konsentrasi terhadap viabilitas Streptococcus mutans yang diukur dengan zona hambatnya.Metode: Penelitian ini menggunakan jenis Post test only control group design dengan cara kertas cakram yang direndam dalam aquadestilata steril (kontrol) dan yang direndam dalam ekstrak daun kemagi (perlakuan) dengan konsentrasi 25%, 50%, 75%, dan 100%; lalu diletakkan ke dalam cawan petri yang telah ditanami bakteri Streptococcus mutans.Hasil Penelitian:  Diameter zona hambat terhadap Streptococcus mutans pada kelompok yang diberi perlakuan ekstrak daun kemangi pada konsentrasi 25%, 50%, 75% dan 100% sama besar diameter zona hambatnya dengan kelompok kontrol (-). Sehingga perhitungan statistika tidak perlu dilakukan karena zona hambat kelompok perlakuan sama dengan zona kontrol. Penilaian perbedaan zona hambat antar kelompok menunjukkan tidak ada perbedaan yang signifikan (p=1,0).Kesimpulan:  Tidak adanya daya hambat oleh ekstrak daun kemangi pada berbagai konsentrasi terhadap viabilitas bakteri Steptococcus mutans. Masing-masing persentase ekstrak daun kemangi tidak berpengaruh terhadap ukuran zona hambat yang dihasilkan.
HUBUNGAN SIDIK JARI KAKI DENGAN PRESTASI AKADEMIK PADA MAHASISWA FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS DIPONEGORO Intan Permatasari; Muhammad Wadji; RM Soerjo Adji
DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL (JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO) Vol 8, No 2 (2019): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO
Publisher : Faculty of Medicine, Diponegoro University, Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (315.187 KB) | DOI: 10.14710/dmj.v8i2.23791

Abstract

Latar Belakang: Sidik jari (fingerprint) merupakan pola guratan epidermis (epidermal ridge) yang terdapat di  distal phalanx manus dan distal phalanx pedis. Studi yang mempelajari pola guratan epidermis disebut dermatoglifi.  Pemeriksaan sidik jari dibagi menjadi dua yaitu kualitatif dan kuantitafif. Sidik jari berhubungan dengan kecerdasan karena perkembangan sidik jari dan neocortex  terjadi dalam waktu yang bersamaan dan berasal dari ektoderm yang sama. Neocortex merupakan pusat kecerdasan dan fungsi kognitif. Kecerdasan dan fungsi kognitif dibutuhkan mahasiswa untuk menunjang proses pembelajaran yang baik. Hasil dari proses ini ditandai dengan prestasi akademik yang memuaskan. Salah satu penilaian prestasi akademik yaitu IPK (Indeks Prestasi Kumulatif) pada mahasiswa. Tujuan: Mengetahui hubungan sidik jari kaki dengan prestasi akademik pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel adalah 30 mahasiswi Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro angkatan 2015 yang memenuhi kriteria penelitian. Pengambilan sampel dengan metode simple random sampling. Dilakukan pengambilan sidik jari dan pendataan nilai IPK. Uji stastitik menggunakan uji Saphiro-Wilk, uji Korelasi Spearman, uji Korelasi Pearson, dan uji Regresi Linear. Hasil: Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro dominan memiliki pola loop (64,67%) terutama fibular loop (62,33%). Korelasi TRC dan IPK berdasarkan uji Pearson didapatkan nilai p=0,043 dan r=0,372. Korelasi TPI dan IPK berdasarkan uji Spearman didapatkan nilai p=0,033 dan r=0,391. Uji T pada regresi linear didapatkan thitung > ttabel (2,072 > 2,069). Uji F pada regresi linear didapatkan fhitung < ftabel (2,434 < 2,51). Kesimpulan: Terdapat korelasi signifikan antara TRC dengan prestasi akademik, terdapat korelasi signifikan antara TPI dengan prestasi akademik, terdapat korelasi negatif antara DI dengan prestasi akademik, dan TPI, DI, FI, serta TRC secara simultan tidak berhubungan dengan prestasi akademik pada mahasiswi Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro.Kata Kunci: Sidik Jari,  Neocortex, Prestasi Akademik
PERBANDINGAN PENGARUH PEMBERIAN ANALGETIK COX-2 DENGAN ASAM MEFENAMAT TERHADAP RASA NYERI PASCA ODONTEKTOMI (IMPAKSI KELAS 1, MOLAR 3 RAHANG BAWAH) Dicky Kresnadi Rahmanto; Kuswartono Mulyo
Jurnal Kedokteran Diponegoro (Diponegoro Medical Journal) Vol 5, No 1 (2016): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Diponegoro, Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (300.674 KB) | DOI: 10.14710/dmj.v5i1.11359

Abstract

Background: Sore is a common gripe and frightening experience for patients post odontectomyso patients requiredof proper and good treatment. Mefenamic acid analgesic drug effects can not always be achieved the maximum in comparison with the type of drug effects etoricoxib that can achieve maximum results with appropriate and well.Objective: To determine the effect of etoricoxib with analgesic mefenamic acid against sore odontectomy.Methods: This study is a quasi-experimental research design "post test only randomized controlled group design" with the double-blind technique. Samples were divided two groups where each group numbered 15, namely the treatment group receive analgesic drugs etoricoxib 90 mg and group control receive analgesic drug mefenamic acid 500 mg. Sore was measured by the VDS. Statistical test using unpaired t.Results: On the first day until the seventh day, p <0.001 for p <0.05, the author conclude there is a meaningful or significantdifference. gender, age, education, and experience on the extraction has no effect of VDS score or not a confounding variable, p> 0.05.Conclusions: There are significant differences the scores VDS of sore post odontektomi between the group treated with etoricoxib 90 mg and 500 mg mefenamic acid group. Gender, age, education, and experience has no effect on the extraction of VDS scores.
PERBEDAAN TINGKAT STRES DAN INSOMNIA PADA MAHASISWA FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS DIPONEGORO YANG BERASAL DARI SEMARANG DAN NON SEMARANG Winadi Yoyada Dwi Putra; Titis Hadiati; Widodo Sarjana
DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL (JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO) Vol 6, No 2 (2017): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO
Publisher : Faculty of Medicine, Diponegoro University, Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (388.809 KB) | DOI: 10.14710/dmj.v6i2.18648

Abstract

Latar Belakang: Stres dan insomnia merupakan masalah kejiwaan yang paling umum terjadi di seluruh masyarakat dunia, termasuk Indonesia. Angka kejadian stres dan insomnia semakin mengalami peningkatan setiap tahunnya. Kejadian stres serta insomnia tersebut seringkali terjadi pada dewasa muda khususnya mahasiswa yang memiliki banyak tekanan dalam masa studinya. Tekanan tersebut bisa berasal dari lingkungan, khususnya tempat tinggal.Tujuan: Mengetahui serta membedakan tingkat stres dan insomnia pada mahasiswa fakultas kedokteran Universitas Diponegoro yang berasal dari Semarang dan non Semarang.Metode: Jenis penelitian adalah penelitian deskriptif-analitik dengan desain belah-lintang. Responden penelitian merupakan seluruh mahasiswa semester 4 fakultas kedokteran Universitas Diponegoro yang berjumlah 171 orang. Tingkat stres diukur dengan menggunakan kuesioner Depression Anxiety Stress Scale (DASS) dan tingkat insomnia diukur dengan menggunakan kuesioner Kelompok Studi Psikiatri Biologik Jakarta – Insomnia Rating Scale (KSPBJ-IRS)Hasil: Dalam hal tingkat stres berdasarkan skala Depression Anxiety Stress Scale (DASS), didapatkan melalui hasil uji Kolmogorov-Smirnov bahwa tidak ada perbedaan yang signifikan antara mahasiswa yang berasal dari Semarang dengan yang berasal dari non Semarang. Dalam hal tingkat insomnia berdasarkan skala Kelompok Studi Psikiatri Biologik Jakarta – Insomnia Rating Scale (KSPBJ-IRS) didapatkan melalui uji Kolmogorov-Smirnov bahwa tidak ada perbedaan yang signifikan antara mahasiswa yang berasal dari Semarang dengan yang berasal dari non Semarang.Kesimpulan: Tidak ada perbedaan yang signifikan dalam hal tingkat stres dan tingkat insomnia antara mahasiswa fakultas kedokteran Universitas Diponegoro semester 4 yang berasal dari Semarang dengan yang berasal dari non Semarang.
PENGARUH EKSTRAK KULIT MANGGIS TERHADAP KATALASE ORGAN HEPAR TIKUS TERPAPAR FLUFENAZIN DEKANOAT Miranti Anggun Sari; Astika Widy Utomo; Innawati Jusup
Jurnal Kedokteran Diponegoro (Diponegoro Medical Journal) Vol 5, No 4 (2016): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Diponegoro, Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (307.869 KB) | DOI: 10.14710/dmj.v5i4.15490

Abstract

Latar Belakang : Flufenazin dekanoat merupakan antipsikotik dengan penggunaan jangka panjang. Pengobatan antipsikotik jangka panjang mengakibatkan menurunnya kadar pertahanan antioksidan. Ekstrak kulit manggis memiliki khasiat sebagai antioksidan. Dengan adanya antioksidan pada ekstrak kulit manggis, terjadi penekanan dalam proses pembentukan ROS sehingga tidak menimbulkan stres oksidatif. Enzim katalase digunakan untuk mengetahui stres oksidatif hepar tikus terpapar flufenazin dekanoat diberi ekstrak kulit manggis.Tujuan : Menganalisis pengaruh pemberian ekstrak kulit manggis terhadap kadar katalase organ hepar tikus wistar terpapar flufenazin dekanoat. Metode : Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan desain penelitian post test only controlled group design. Sampel adalah 24 ekor tikus wistar dibagi menjadi kelompok kontrol negatif (K0) diberi injeksi sesame oil, kontrol positif (K1) diberi ekstrak kulit manggis ad libitum 600 mg/kgBB, kelompok P1 diberi injeksi fluphenazine decanoat intra muscular, dan kelompok P2 diberi injeksi flufenazin dekanoat intra muscular dan ekstrak kulit manggis ad libitum 600 mg/kgBB. Perlakuan dilakukan selama 28 hari dan dilanjutkan dengan pengukuran kadar katalase hepar. Uji statistik menggunakan uji one way ANOVA dengan post hoc Bonferroni.Hasil  : Dengan menggunakan uji one way ANOVA didapatkan perbedaan signifikan antara kelompok K0 dan K1, K0 dan P2, serta K1 dan P1. Sedangkan antara kelompok K0 dan P1, K1 dan P2, serta P1 dan P2, tidak didapatkan perbedaan yang signifikan.Kesimpulan : Ekstrak kulit manggis menyebabkan peningkatan kadar katalase tikus terpapar flufenazin dekanoat.
DAYA ANTIBAKTERI NANOPARTIKEL CU HASIL LASER ABLATION TERHADAP STREPTOCOCCUS MUTANS Nabila Dyah Rifani; Inayah Mumpuni Budiyati; Fatkhiyatus Saa&#039;dah; Tyas Prihatningsih
DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL (JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO) Vol 8, No 3 (2019): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO
Publisher : Faculty of Medicine, Diponegoro University, Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (403.774 KB) | DOI: 10.14710/dmj.v8i3.24422

Abstract

Latar belakang:Karies gigi adalah penyakit yang disebabkan oleh bakteri Streptococcus mutans.Bakteri Streptococcus mutansbiasanya hadir dalam bentuk biofilm oral atau plak gigi. Karena itu mengontrol karies gigi dapat dilakukan dengan menghambat aksi bakteri.Penggunaan nanopartikel, sebagai agen baru untuk menghambat pertumbuhan mikroba. Metode laser ablation memanfaatkan laser Nd:YAG dengan energi yang rendah untuk mengablasi permukaan sampel sehingga menghasilkan nanopartikel dengan kemurnian tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh nanopartikel Cu (CuONPs) yang disintesis dengan metode laser ablation pada berbagai konsentrasi terhadap viabilitas Streptococcus mutans dengan menguku diameter zona hambatnya. Metode: Penelitian ini terdiri dari empat konsentrasi nanopartikel Cu dalam pvp yaitu 15,25,30, dan 40 ppm. Kertas cakram berdiameter 6mm direndamkan kedalam larutan nanopartikel, selanjutnya diletakkan dalam media agar yang telah dikultur dengan Streptococcus mutans dan dilakukan inkubasi selama 24 jam Hasil: Nanopartikel Cu dengan konsentrasi 25 ppm mampu menunjukkan diameter zona hambat. Hal ini menunnjukkan bahwa Naopartikel Cu mempunyai daya antibakteri terhadap pertumbuhan Streptococcus mutans. Simpulan: Pemberian nanopartikel Cu pada berbagai konsentrasi berpengaruh terhadap pertumbuhan Streptococcus mutans.  Kata Kunci: Nanopartikel Cu, S.mutans, Diameter Zona Hambat
JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO Daftar Isi JKD
DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL (JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO) Vol 5, No 3 (2016): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO
Publisher : Faculty of Medicine, Diponegoro University, Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (232.758 KB) | DOI: 10.14710/dmj.v5i3.13079

Abstract

DAFTAR ISI1.   Prevalensi Kejadian PONV Pada Pemberian Morfin Sebagai Analgetik Pasca                        Operasi Penderita Tumor Payudara Dengan Anestesi Umum Di RSUP      Dr. Kariadi Semarang      Alfiani Sofia Qudsi, Heru Dwi Jatmiko     167 - 1732.   Hubungan Tingkat Keparahan Gejala Dan Status Fungsional  Pada Pasien                          Carpal Tunnel Syndrome Diukur Menggunakan Carpal Tunnel Syndrome Assessment      Alif Luqman Hakim, Robby Tjandra     174 - 1873.   Kuantitas Penggunaan Antibiotik Pada Pasien Bedah Ortopedi RSUP                                     Dr. Kariadi Semarang      Anangga Haryanto, Agus Priambodo, Endang Sri Lestari     188 – 1984.   Pengaruh Pemberian Ekstrak Buah Kersen (Muntingia Calabura L.) Dosis                            Bertingkat Terhadap Gambaran Histopatologi Ginjal Mencit Balb/C Yang Hiperurisemia     Ida Kholifaturrokhmah, Ratna Damma Purnawati     199 - 2095.   Pengaruh Pemberian Tawas Dengan Dosis Bertingkat Dalam Pakan Selama                         30 Hari Terhadap Gambaran Histopatologi Hepar Tikus Wistar      Putri Rizki Ananda, Akhmad Ismail     210 - 2216.   Perbandingan Pengaruh Pemberian Analgetik Etoricoxib Dengan Natrium                            Diclofenak Terhadap Rasa Nyeri Pasca Odontektomi (Impaksi Kelas 1, Molar 3 Rahang Bawah)      Taufiqurrachman, Kuswartono Mulyo     222 - 2347.   Gambaran Pengetahuan, Sikap, Dan Perilaku Remaja Terhadap Abortus                             Provocatus Di SMA Negeri 1 Sliyeg Kabupaten Indramayu     Tika Fatikhah, Santosa     235 - 345
HUBUNGAN ANTARA AKTIVITAS ASETILKOLINESTERASE DARAH DAN TINGKAT ATENSI PADA PETANI KENTANG DENGAN PAPARAN KRONIK PESTISIDA ORGANOFOSFAT DI DESA KEPAKISAN BANJARNEGARA Erni, Erni; Gumay, Ainun Rahmasari; Bakri, Saekhol
DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL (JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO) Vol 7, No 1 (2018): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO
Publisher : DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL (JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (337.335 KB)

Abstract

Latar Belakang: Keracunan pestisida organofosfat merupakan salah satu masalah kesehatan yang umum terjadi di Indonesia. Melalui mekanisme penghambatan enzim asetilkolinesterase, paparan kronik organofosfat dapat memunculkan berbagai gangguan kognitif, salah satunya gangguan atensi.Tujuan: Mengetahui hubungan antara aktivitas asetilkolinesterase darah dan tingkat atensi pada petani kentang dengan paparan kronik pestisida organofosfat di Desa Kepakisan Banjarnegara.Method: Penelitian dengan rancangan belah lintang dilakukan pada 33 petani kentang Banjarnegara berjenis kelamin laki-laki berusia 18-59 tahun, yang telah bekerja sebagai petani selama minimal 2 tahun. Setiap subjek menjalani pemeriksaan asetilkolinesterase dengan Tintometer Kit (metode semikuantitatif) dilanjutkan dengan pengukuran atensi menggunakan aplikasi Attention Network Test (ANT). Data dianalisis menggunakan uji korelasi Spearman.Hasil :Dari seluruh subjek penelitian, 57.6 %  (n=19) petani mengalami keracunan ringan sedangkan 42.4%  (n=14) lainnya memiliki aktivitas asetilkolinesterase yang normal. Terdapat korelasi negatif bermakna antara aktivitas asetilkolinesterase darah dan total atensi, fungsi alerting serta orienting dengan derajat korelasi secara berurutan adalah -0,472 (p=0,006), -0,562 (p=0,001) dan -0,653 (p<0,001).Kesimpulan: Terdapat korelasi antara aktivitas asetilkolinesterase yang rendah dengan tingkat atensi yang buruk pada petani kentang dengan paparan kronik organofosfat di Kepakisan Banjarnegara.
PERBANDINGAN PARAMETER FUNGSI PARU ATLET PUTRA CABANG OLAHRAGA TINJU DENGAN TAEKWONDO DI PUSAT PENDIDIKAN DAN LATIHAN PELAJAR JAWA TENGAH Putri Asyifa Rahman; Endang Kumaidah; Yosef Purwoko
Jurnal Kedokteran Diponegoro (Diponegoro Medical Journal) Vol 5, No 4 (2016): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Diponegoro, Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (312.356 KB) | DOI: 10.14710/dmj.v5i4.15647

Abstract

Latar belakang: Aktivitas fisik yang dilakukan seperti pola latihan, metode latihan, intensitas latihan, dan durasi pertandingan mempengaruhi kapasitas vital paru seorang atlet. Salah satu cabang olahraga yang memiliki pola latihan dan metode latihan yang cukup berat adalah cabang olahraga beladiri seperti cabang olahraga Tinju dan Taekwondo. Kedua cabang olahraga tersebut membutuhkan parameter fungsi paru yang tinggi.Tujuan: Mengetahui perbandingan parameter fungsi paru atlet putra cabang olahraga Tinju dengan Taekwondo di PPLP Jawa TengahMetode: Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional. Sampel adalah 10 atlet putra usia 15-19 tahun pada cabang olahraga Tinju dan Taekwondo. Pengambilan data karakteristik berupa usia, tinggi badan, berat badan, lingkar dada, dan BMI. Nilai VC, FVC dan FEV1 dan PEF diukur menggunakan Spirometer spirolab II. Uji statistik menggunakan uji Kruskal- Wallis.Hasil: Rerata nilai VC atlet putra cabang olahraga Taekwondo dan Tinju adalah 3,7 ± 0,36 L dan 3,8 ± 0,29 L, Rerata nilai FVC atlet putra cabang olahraga Taekwondo dan Tinju adalah 3,6 ± 0,42 L dan 3,7 ± 0,33 L, Rerata nilai FEV1 atlet putra cabang olahraga Taekwondo dan Tinju adalah 3,4 ± 0,38 L dan 3,4 ± 0,25 L, Rerata nilai PEF atlet putra cabang olahraga Taekwondo dan Tinju adalah 6,9 ± 0,8 L/s dan 7,5 ± 1,43 L/s.Kesimpulan: Parameter fungsi paru pada atlet putra cabang olahraga Tinju lebih besar dari Taekwondo di PPLP Jawa Tengah tetapi perbedaan tersebut tidak bermakna secara statistik.
PERBEDAAN BEBAN CAREGIVER ORANG DENGAN SKIZOFRENIA DENGAN ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS Sisca Maria Turnip; Titis Hadiati; Widodo Sarjana
DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL (JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO) Vol 7, No 4 (2018): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO
Publisher : Faculty of Medicine, Diponegoro University, Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/dmj.v7i4.22262

Abstract

Latar belakang   Skizofrenia maupun anak berkebutuhan khusus mempunyai hendaya nyata pada taraf kemampuan fungsional sehari-hari, sehingga membutuhkan bantuan untuk memenuhi kebutuhannya oleh pihak keluarga maupun kerabat lain yang peduli pada mereka (caregiver).Peran ini berpengaruh banyak terhadap keluarga atau kerabat sebagai pemberi layanan utama perawatan dimana menimbulkan konsekuensi yang akhirnya menimbulkan beban pada keluarga.Tujuan  membuktikan adanya perbedaaan beban caregiver pada skizofrenia dan pada caregiveranak berkebutuhan khusus.Metode  Penelitian observasional dengan rancangan belah lintang. Subjek penelitian adalah 60, 30 caregiver skizofrenia di Poliklinik Rawat Jalan Psikiatri RS. Dr Amino Gondohutomo Semarangdan caregiver anak berkebutuhan khusus  di YPAC Semarang pada Januari 2016 – September 2017. Data diperoleh dari wawancara menggunakan kuisioner BAS. Uji statistik menggunakanMann – WhitneyHasil   Dari hasil analisis yang dihasilkan menunjukan tidak adanya perbedaan yang bermakna antara beban perawatan pada caregiver skizofrenia dan caregiver anak berkebutuhan khusus pada keempat domain yaitu domain 1 dampak terhadap perasaan nyaman (p=0.073), domain 3 apresiasi terhadap peran perawatan (p=0.845), domain 4 dampak terhadap hubungan dengan orang lain (p=0.072), domain 5 beratnya masalah ganguuan yang dihadapi (p=0.110),namun untuk domain 2 tidak dapat dianalisis karena hanya sedikit caregiver yang merupakan pasangan hidup dan pada caregiver anak berkebutuhan khusus tidak ada. Untuk skor BAS total tidak didapatkan perbedaan bermakna antara caregiver skizofrenia dan caregiver anak berkebutuhan khusus (p=0.019)Simpulan Tidak terdapat perbedaan skor BAS total antara caregiver skizofenia dan caregiver anak berkebutuhan khusus.Kata kunci:   caregiver, beban perawatan, skizofrenia, anak berkebutuhan khusus

Page 44 of 104 | Total Record : 1040


Filter by Year

2016 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 15, No 1 (2026): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 14, No 6 (2025): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 14, No 5 (2025): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 14, No 4 (2025): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 14, No 3 (2025): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 14, No 2 (2025): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 14, No 1 (2025): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 13, No 6 (2024): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 13, No 5 (2024): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 13, No 4 (2024): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 13, No 3 (2024): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 13, No 2 (2024): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 13, No 1 (2024): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 12, No 6 (2023): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 12, No 5 (2023): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 12, No 4 (2023): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 12, No 3 (2023): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 12, No 2 (2023): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 12, No 1 (2023): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 11, No 6 (2022): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 11, No 5 (2022): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 11, No 4 (2022): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 11, No 3 (2022): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 11, No 2 (2022): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 11, No 1 (2022): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 10, No 6 (2021): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 10, No 5 (2021): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 10, No 4 (2021): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 10, No 3 (2021): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 10, No 2 (2021): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 10, No 1 (2021): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 9, No 6 (2020): DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL (Jurnal Kedokteran Diponegoro) Vol 9, No 4 (2020): DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL ( Jurnal Kedokteran Diponegoro ) Vol 9, No 3 (2020): DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL ( Jurnal Kedokteran Diponegoro ) Vol 9, No 2 (2020): DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL ( Jurnal Kedokteran Diponegoro ) Vol 9, No 1 (2020): DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL ( Jurnal Kedokteran Diponegoro ) Vol 8, No 4 (2019): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO Vol 8, No 3 (2019): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO Vol 8, No 2 (2019): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO Vol 8, No 1 (2019): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO Vol 7, No 4 (2018): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO Vol 7, No 2 (2018): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO Vol 7, No 1 (2018): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO Vol 6, No 4 (2017): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO Vol 6, No 3 (2017): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO Vol 6, No 2 (2017): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO Vol 6, No 1 (2017): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO Vol 6 (2017): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO Vol 5, No 4 (2016): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO Vol 5, No 3 (2016): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO Vol 5, No 2 (2016): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO Vol 5, No 1 (2016): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO More Issue