cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Kedokteran Diponegoro
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : 25408844     DOI : -
Core Subject : Health,
JKD : JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO ( ISSN : 2540-8844 ) adalah jurnal yang berisi tentang artikel bidang kedokteran dan kesehatan karya civitas akademika dari Program Studi Kedokteran Umum, Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro Semarang dan peneliti dari luar yang membutuhkan publikasi . JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO terbit empat kali per tahun. JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO diterbitkan oleh Program Studi Kedokteran Umum, Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro Semarang.
Arjuna Subject : -
Articles 1,040 Documents
HUBUNGAN TINGKAT KECANDUAN GADGET DENGAN GANGGUAN EMOSI DAN PERILAKU REMAJA USIA 11-12 TAHUN Ahmad Ramadhan Asif; Farid Agung Rahmadi
DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL (JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO) Vol 6, No 2 (2017): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO
Publisher : Faculty of Medicine, Diponegoro University, Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (341.982 KB) | DOI: 10.14710/dmj.v6i2.18529

Abstract

Latar Belakang: Gadget merupakan salah satu hasil perkembangan teknologi yang diciptakan dalam bentuk perangkat kecil. Kecanduan gadget dapat berdampak pada perkembangan anak dan remaja yaitu gangguan emosi dan perilaku. Gangguan emosi dan perilaku merupakan hendaya yang serius dalam perkembangan dan menurunkan produktivitas serta kualitas hidup.Tujuan: Menganalisis hubungan tingkat kecanduan gadget dengan gangguan emosi dan perilaku remaja usia 11-12 tahun.Metode: Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional dengan desain penelitian belah lintang. Sampel penelitian ini adalah remaja usia 11-12 tahun yang menggunakan gadget dari beberapa SD di Semarang. Pengambilan data berupa karakteristik, data tingkat kecanduan gadget menggunakan Smartphone Addiction Scale-Short Version, data gangguan emosi dan perilaku menggunakan ­ Strenghts and Difficulties Questionnaire, dan data status sosial ekonomi menggunakan kuesioner Bistok Saing. Uji statistik meggunakan uji chi-square.Hasil: Jumlah subyek penelitian sebanyak 75 orang. Dari uji bivariat chi-square didapatkan hasil yang bermakna antara tingkat kecanduan gadget dengan gangguan emosi dan perilaku remaja usia 11-12 tahun (p=0,002). Tidak terdapat hubungan antara tingkat pendidikan ayah dengan gangguan emosi dan perilaku (p=0,521), tingkat pendidikan ibu dengan gangguan emosi perilaku (p=0,903), dan jumlah saudara dengan gangguan emosi dan perilaku (p=0,627).Kesimpulan: Terdapat hubungan tingkat kecanduan gadget dengan gangguan emosi dan perilaku remaja usia 11-12 tahun.
PENGARUH PEMBERIAN JUS ALPUKAT (Persea americana Mill) TERHADAP KONSENTRASI SPERMATOZOA TIKUS WISTAR JANTAN YANG DIPAPAR ASAP ROKOK Galih Bhakti Sadewo; Donna Hermawati; Mahayu Dewi Ariani
DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL (JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO) Vol 8, No 2 (2019): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO
Publisher : Faculty of Medicine, Diponegoro University, Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (307.943 KB) | DOI: 10.14710/dmj.v8i2.23803

Abstract

Latar belakang : Asap rokok dapat meningkatkan efek radikal bebas yang menyebabkan kerusakan membran sel yang dipicu oleh stress oksidatif. Spermatogenesis dapat dipengaruhi oleh stress oksidatif dan menurunkan kualitas sperma, termasuk konsentrasi spermatozoa. Alpukat mengandung antioksidan berupa flavonoid yang dapat menangkal radikal bebas yang terdapat didalam tubuh. Tujuan : Mengetahui pengaruh pemberian jus alpukat terhadap konsentrasi spermatozoa tikus wistar jantan yang dipapar asap rokok. Metode : Penelitian ini menggunakan post test only control group design. Jumlah sampel sebanyak 35 ekor tikus wistar jantan yang dibagi menjadi 5 kelompok. Kelompok Kontrol (-) adalah kelompok tanpa perlakuan. Kelompok Kontrol (+) hanya diberi paparan asap rokok. Kelompok P1 dipapar asap rokok dan diberi jus alpukat 1 ml. Kelompok P2 dipapar asap rokok dan diberi jus alpukat 2 ml. Kelompok P3 dipapar asap rokok dan diberi jus alpukat 3 ml. Perlakuan selama 28 hari, pada hari ke-29 semua tikus diterminasi dan diperiksa konsentrasi spermatozoanya. Hasil : Rerata konsentrasi spermatozoa adalah: Kelompok K(-)=18,40; Kelompok K(+)=6,60; Kelompok P1= 10,80; Kelompok P2=13,20; Kelompok P3=12,20. Uji One Way ANOVA didapatkan perbedaan yang bermakna antara kelima kelompok perlakuan. Uji Post-Hoc didapatkan perbedaan bermakna antara K(-) dengan K (+), K(-) dengan P1, K(-) dengan P3, dan K(+) dengan P2. Sementara pada kelompok lain tidak didapatkan perbedaan konsentrasi spermatozoa. Kesimpulan : Pemberian jus alpukat dapat mempengaruhi konsentrasi spermatozoa tikus wistar yang dipapar asap rokok.Kata Kunci : Asap rokok, jus alpukat, konsentrasi spermatozoa
PENGARUH PEMBERIAN LEAFLET DAN PENJELASAN TERHADAP PENGETAHUAN IBU MENGENAI HIPERBILIRUBINEMIA NEONATORUM Belia Dwi Hapsari Nugraheni; Adhie Nur Radityo Suswihardhyono
Jurnal Kedokteran Diponegoro (Diponegoro Medical Journal) Vol 5, No 2 (2016): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Diponegoro, Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (271.149 KB) | DOI: 10.14710/dmj.v5i2.11569

Abstract

Background : Hyperbilirubinemia is one of the most common clinical phenomenon found in neonates marked yellow coloration of the skin, mucosa, sclera result of the accumulation of direct and indirect bilirubin in serum or blood, if levels reach 5-7mg / dL and could have an impact on infant mortality if handling less. However, mothers' knowledge of hyperbilirubinemia is still low. So it takes a method of counseling to increase knowledge of mothers about hyperbilirubinemia.Aim : Analyzing the effect of leaflets and an explanation of the mothers knowledge regarding neonatal hyperbilirubinemia.Method : This study used a quasi-experimental with pretest posttest group. Samples taken counsecutive sampling. There are 35 subjects of mothers who gave birth at the Hospital dr. Kariadi, Semarang from May to June 2015. The researchers gave questionnaires that have been tested for validity as a pretest and then the subject was given a leaflet and explanations after pretest done. Posttest conducted one day after the subjects were counseled on neonatal hyperbilirubinemia. All result were analyzed using the Wilcoxon test..Result : This study, the mean maternal age 29.97 ± 7.09 years and the majority of respondents are housewives amounted to 48.60%. Knowledge mean of 5.82 ± 4.68 before being given a leaflet and explanations, can be increased significantly to 14 ± 2.99 at posttest, after being given leaflets and explanations with a value of p <0.05.Conclusion : Methods of individual counseling with the help of leaflets can increase knowledge about the mother neonatal hyperbilirubinemia.
EFIKASI TERAPI TRANSKRANIAL MAGNETIK STIMULASI (TMS) TERHADAP PERBAIKAN KLINIS PASIEN NYERI PUNGGUNG BAWAH DI RSUP DR. KARIADI SEMARANG Rian Dwi Kusuma; Trianggoro Budisulistyo; Y.L Aryoko Widodo
DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL (JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO) Vol 6, No 2 (2017): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO
Publisher : Faculty of Medicine, Diponegoro University, Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (410.243 KB) | DOI: 10.14710/dmj.v6i2.18657

Abstract

Latar Belakang : Terdapat berbagai macam terapi dalam menurunkan intensitas nyeri punggung bawah, seperti terapi farmakologis, fisioterapi, bedah dan TMS (Transkranial Magnetik Stimulasi). Namun seberapa besar pengaruh TMS terhadap perbaikan klinis nyeri punggung bawah masih belum diketahui.Tujuan : Untuk mengetahui efektifitas terapi TMS terhadap perbaikan klinis nyeri punggung bawah.Metode : Penelitian ini menggunakan metode kohort (prosfektif). Responden penelitian ini berjumlah 34 responden dan di bagi menjadi 2 kelompok yaitu TMS dan Non TMS. Responden di wawancarai sebanyak 2 kali yaitu sebelum terapi dan sesudah terapi yang meliputi kekuatan otot, gangguan fungsional, dan intensitas nyeri. Dilakukan analisa deskritif, univariat dan bivariat. Hasil di nyatakan bermakna apabila nilai p <0,05.Hasil : Dari penelitian didapatkan penurunan kualitas nyeri sebelum – sesudah terapi TMS sebesar 6.76 – 4.11, Sedangkan rata - rata penurunan kualitas nyeri Non TMS sebelum - sesudah 6.47 – 5.11 ini menunjukkan adanya perbedaan rata– rata penurunan kualitas nyeri pasien NPB pada kedua kelompok sebelum dilakukan terapi. Namun setelah dilakukan penghitungan mann-whitney untuk menguji tingkat keefektifitasan terapi TMS lebih efektif dalam menurunkan kualitas nyeri.Simpulan : Terapi TMS dan Non TMS sama sama dapat menurunkan intensitas nyeri. Namun terapi TMS lebih efektif dalam menurunkan kualitas nyeri pada pasien nyeri punggung bawah.
PEMBERIAN MAKANAN PENDAMPING ASI DINI SEBAGAI FAKTOR RISIKO KEJADIAN STUNTING PADA ANAK USIA 2-3 TAHUN Noverian Yoshua Prihutama; Farid Agung Rahmadi; Galuh Hardaningsih
DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL (JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO) Vol 7, No 2 (2018): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO
Publisher : Faculty of Medicine, Diponegoro University, Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (339.303 KB) | DOI: 10.14710/dmj.v7i2.21288

Abstract

Latar Belakang Stunting atau perawakan pendek merupakan kondisi terhambatnya pertumbuhan tubuh akibat salah satu bentuk kekurangan gizi yang ditandai dengan tinggi badan menurut umur di bawah standar deviasi (<-2SD) dengan referensi World Health Organization (WHO) tahun 2006.Tujuan Menganalisis peran pemberian makanan pendamping air susu ibu dini sebagai faktor risiko kejadian stunting pada anak usia 2-3 tahun.Metode Penelitian analitik observasional dengan rancangan penelitian kasus-kontrol. Sampel terdiri dari 104 anak umur 2-3 tahun di wilayah kerja Puskesmas Rowosari Kota Semarang selama periode Maret-Agustus 2017. Uji statistik menggunakan uji komparatif Chi-square.Hasil Berdasarkan 104 subjek kasus-kontrol di wilayah Puskesmas Rowosari Semarang, didapatkan hubungan bermakna pada pemberian MP-ASI dini (p=0,000). Hubungan tidak bermakna didapatkan pada jenis MP-ASI (p=0,680), konsistensi MP-ASI (p=0,290), pendapatan orang tua (p=1,000).Kesimpulan Pada penelitian ini terdapat hubungan yang signifikan pada variabel pemberian MP-ASI dini terhadap stunting. Selain itu terdapat hubungan yang tidak signifikan pada variabel jenis MP-ASI, konsistensi MP-ASI, dan pendapatan orang tua.
PENGARUH PEMBERIAN LEAFLET DAN PENJELASAN TERHADAP PENGETAHUAN IBU MENGENAI PERAWATAN TALI PUSAT PADA BAYI BARU LAHIR Bejo Lanang Saprono; Adhie Nur Radityo
DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL (JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO) Vol 6, No 2 (2017): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO
Publisher : Faculty of Medicine, Diponegoro University, Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (320.353 KB) | DOI: 10.14710/dmj.v6i2.18552

Abstract

Latar belakang: Perawatan tali pusat merupakan salah satu perawatan yang dilakukan pada bayi lahir dan penting dilakukan sebagai pencegahan infeksi. Untuk mencegah terjadinya infeksi pada tali pusat, maka dilakukan penyuluhan guna meningkatkan pengetahuan ibu mengenai perawatan tali pusat yang baik dan benar. Penyuluhan menggunakan audiovisual atau ceramah sudah sering dilakukan, sebaliknya penyuluhan secara individu berupa leaflet jarang dilakukan sehingga penelitian ini perlu dilakukan.Tujuan: menganalisis pengaruh pemberian leaflet dan penjelasan terhadap pengetahuan ibu mengenai perawatan tali pusat pada bayi baru lahir.Metode: Penelitian ini menggunakan desain quasi experimental dengan kelompok pretest posttest. Subjek penelitian merupakan ibu yang melahirkan di RSUP dr.Kariadi Semarang yang dipilih secara consecutive sampling pada bulan Mei 2016. Peneliti memberikan kuesioner yang telah diuji validitasnya sebagai pretest dan kemudian subjek diberikan leaflet dan penjelasan. Posttest dilakukan satu hari setelah subjek diberikan leaflet dan penjelasan.Hasil: Pengetahuan pre-intervensi bernilai minimal 11, median 14 dan maksimal 17. Sedangkan skor minimal 16, median 19, maksimal 20 didapatkan pada post-intervensi. Diperoleh nilai p = 0,000 (p<0,05) pada perbedaan pengetahuan pre dan post-intervensi.Simpulan: Terdapat perbedaan yang bermakna secara statistik dan klinis antara pengetahuan ibu mengenai perawatan tali pusat sebelum dan setelah penyuluhan satu lawan satu menggunakan leaflet.
PENGARUH PEMBERIAN VITAMIN E DALAM MENCEGAH PENURUNAN FUNGSI KOGNITIF VISUOSPASIAL TIKUS YANG TERPAPAR HEAT STRESS Satria Fadhil Ardika; Ratih Vierda Octaviani; Muyassaroh Muyassaroh
DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL (JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO) Vol 8, No 3 (2019): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO
Publisher : Faculty of Medicine, Diponegoro University, Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (405.108 KB) | DOI: 10.14710/dmj.v8i3.24509

Abstract

Latar belakang: Salah satu penyebab yang dapat menimbulkan gangguan pada fungsi kognitif adalah heat stress. Peningkatan mortalitas akibat heat stress diperkirakan akan menjadi salah satu dampak yang paling mungkin dari perubahan iklim di masa depan.Vitamin E sebagai antioksidan telah terbukti menjadi salah satu terapi pada gangguan neurodegeneratif yang terkait dengan stress oksidatif. Tujuan: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian vitamin E dalam mencegah penurunan fungsi kognitif visuospasial tikus yang terpapar heat stress. Metode: Penelitian eksperimental murni dengan rancangan post-test only controlled group dengan jumlah sampel 21 tikus Sprague Dawley jantan dibagi secara acak menjadi 3 kelompok: kontrol negatif (K1) tidak diberikan paparan heat stress dan vitamin E, kontrol positif (K2) diberikan paparan heat stress 43°C selama 15 menit/hari, perlakuan (P) diberikan vitamin E dengan dosis 0,1 mg/g bb/ hari dengan cara sonde lambung 2 jam sebelum diberikan paparan heat stress 43⁰C selama 15 menit/hari. perlakuan dilakukan selama 14 hari. fungsi kognitif visuospasial diuji dengan Morris Water Maze Test (MWM) selama 5 hari. Analisis data dengan SPSS uji One Way Anova. Hasil: Hasil penelitian ini menunjukan adanya perbedaan yang bermakna antara kelompok kontrol negatif (K1), kontrol positif (K2), dan perlakuan (P) (p=0,018). Gangguan fungsi kognitif visuospasial lebih tinggi secara bermakna pada kelompok kontrol positif (K2) dibandingkan dengan kontrol negatif (K1) (p=0,028) dan lebih rendah secara bermakna pada kelompok perlakuan (P) dibandingkan kontrol positif (K2) (p=0,008). Kesimpulan: Pemberian vitamin E dapat mencegah penurunan fungsi kognitif visuospasial tikus yang dipaparkan heat stress.Kata kunci: Fungsi kognitif visuospasial, vitamin E, heat stress
PERBANDINGAN EFEKTIVITAS SATU PAKET PROGRAM TERAPI SWD DAN TENS TERHADAP PENGURANGAN NYERI PADA PASIEN LOW BACK PAIN MEKANIK Adventina Silalahi; Tanti Ajoe Koesoma; Ani Margawati
Jurnal Kedokteran Diponegoro (Diponegoro Medical Journal) Vol 5, No 4 (2016): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Diponegoro, Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (298.915 KB) | DOI: 10.14710/dmj.v5i4.14198

Abstract

Latar Belakang : Low Back Pain (LBP) merupakan salah satu keluhan paling sering dijumpai yang menyebabkan disabilitas untuk melakukan kegiatan sehari-hari. LBP juga merupakan salah satu keluhan muskuloskeletal yang paling umum dijumpai pada populasi orang dewasa. Terdapat berbagai macam modalitas terapi fisik untuk mengurangi nyeri, diantaranya adalah terapi Short Wave Diatermy (SWD) dan Trancutaneus Electrical Nerve Stimulation (TENS). Terapi tersebut terbukti bermanfaat dan menjadi terapi yang sering digunakan di RSUP Dr.Kariadi Semarang.Tujuan : Mengetahui efek pengurangan nyeri pada penderita LBP Mekanik yang mendapat satu paket program terapi SWD dan TENS yang dirujuk ke instalasi Rehabilitasi Medik RSUP Dr.Kariadi Semarang.Metode : Penelitian ini merupakan penelitian di bidang Ilmu Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif analitik dengan menggunakan data sekunder (Rekam medik pasien). Subjek penelitian adalah pasien penderita LBP mekanik di Poliklinik Rehabilitasi Medik RSUP Dr.Kariadi Semarang.Hasil : Ada pengurangan intensitas nyeri secara bermakna sebelum dan sesudah terapi TENS (p = 0,000). Begitu juga pasien dengan terapi SWD, terjadi pengurangan intensitas nyeri secara bermakna sebelum dan sesudah terapi ( p = 0,000 ). Tidak terdapat perbedaan rerata selisih nilai Visual Analogue Scale (VAS) yang bermakna antara pasien LBP mekanik yang mendapatkan terapi TENS dangan pasien LBP mekanik yang mendapatkan terapi SWD (p = 0,109 ).Kesimpulan : Satu paket program terapi TENS sama efektifnya dengan satu paket program terapi SWD untuk mengurangi nyeri pada pasien dengan LBP mekanik.
PENGARUH EKSTRAK KUNYIT (CURCUMA LONGA) TERHADAP HISTOPATOLOGI KOKLEA PADA OTOTOKSISITAS (STUDI EKSPERIMENTAL PADA TIKUS WISTAR YANG DIINDUKSI GENTAMISIN) Lucia Octaviany Laka; Yanuar Iman Santosa; Zulfikar Naftali
DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL (JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO) Vol 7, No 1 (2018): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO
Publisher : Faculty of Medicine, Diponegoro University, Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (743.711 KB) | DOI: 10.14710/dmj.v7i1.19376

Abstract

Latar belakang: Gentamisin merupakan aminoglikosida pilihan pertama namun dapat menyebabkan ototosisitas dengan meningkatkan berbagai spesies radikal bebas serta menekan jumlah antioksidan yang berakibat pada kerusakan sel dan apoptosis. Kunyit (Curcuma longa) merupakan salah satu rempah yang sering dimanfaatkan sebagai obat tradisional. Kandungan aktif dari kunyit yaitu curcumin mempunyai fungsi sebagai antioksidan diharapkan mampu menurunkan ototoksisitas.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan bahwa pemberian ekstrak kunyit berpengaruh terhadap jumlah kelainan histopatologi dan indeks apoptosis koklea pada tikus wistar yang diinduksi gentamisin.Metode: Penelitian eksperimental murni dengan rancangan post-test only controlled group design. Sampel penelitian berupa 18 ekor tikus wistar yang dibagi secara acak menjadi tiga kelompok: kontrol negatif, kontrol positif yang diinduksi gentamisin, dan kelompok perlakuan yang diinduksi gentamisin dan diberikan ekstrak kunyit dengan dosis 100 mg/kgBB. Pemberian ekstrak dilakukan per oral melalui sonde selama 14 hari. Pada akhir penelitian tikus wistar diterminasi, organ koklea diambil untuk dilakukan pemeriksaan histopatologi, dan dilakukan perhitungan jumlah kelainan histopatologi dan indeks apoptosis koklea.Hasil: Hasil penelitian ini menunjukkan adanya perbedaan yang bermakna antara kelompok kontrol negatif, kontrol positif, dan perlakuan (p=0,001). Jumlah kelainan histopatologi koklea lebih tinggi secara bermakna pada kelompok kontrol positif dibandingkan dengan kontrol negatif (p=0,002) dan lebih rendah secara bermakna pada kelompok perlakuan dibandingkan dengan kontrol positif (p=0,015). Tidak tampak apoptosis pada ketiga kelompok.Kesimpulan: Pemberian ekstrak kunyit dapat menurunkan jumlah kelainan histopatologi koklea tikus wistar yang diinduksi gentamisin.
PENGARUH PEMBERIAN JAMUR KUPING HITAM (AURICULARIA POLYTRICHA) TERHADAP KADAR KOLESTEROL TOTAL SERUM TIKUS WISTAR YANG DIINDUKSI MINYAK JELANTAH Ratih Budinastiti; Henna Rya Abdurachmin; Nyoman Suci Widyastiti
Jurnal Kedokteran Diponegoro (Diponegoro Medical Journal) Vol 5, No 4 (2016): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Diponegoro, Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (355.077 KB) | DOI: 10.14710/dmj.v5i4.15821

Abstract

Latar Belakang: Pemberian minyak jelantah berpengaruh terhadap kenaikan kadar kolesterol total (TC). Hal ini meningkatkan resiko terjadinya aterosklerosis yang berdampak pada timbulnya penyakit kardiovaskuler. Jamur kuping hitam merupakan antioksidan alami yang mengandung polisakarida, flavonoid, niacin, dan vitamin C yang dapat memperbaiki profil lipid. Tujuan: Menganalisis pengaruh pemberian air rebusan jamur kuping hitam terhadap kadar TC serum tikus wistar yang diinduksi minyak jelantah. Metode: Penelitian true experimental dengan rancangan post test only control group design ini menggunakan tikus Wistar jantan usia 12 minggu (n=24) yang secara random dibagi menjadi 4 kelompok. K1 sebagai kontrol negatif, K2 diberi minyak jelantah, K3 diberi air rebusan jamur kuping, K4 diberi minyak jelantah dan air rebusan jamur kuping. Kadar TC serum kemudian diukur dengan metode CHOD-PAP setelah perlakuan selama 28 hari. Hasil: Rerata kadar TC K1 (80,2217±3,61 mg/dL), K2 (195,8483±5,47 mg/dL), K3 (75,5800±4,02 mg/dL), dan K4 (110,8683±5,82 mg/dL); p=0,000. Simpulan: Air rebusan jamur kuping menurunkan kadar kolesterol total serum pada tikus wistar yang diinduksi minyak jelantah.

Page 42 of 104 | Total Record : 1040


Filter by Year

2016 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 15, No 1 (2026): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 14, No 6 (2025): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 14, No 5 (2025): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 14, No 4 (2025): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 14, No 3 (2025): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 14, No 2 (2025): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 14, No 1 (2025): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 13, No 6 (2024): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 13, No 5 (2024): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 13, No 4 (2024): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 13, No 3 (2024): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 13, No 2 (2024): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 13, No 1 (2024): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 12, No 6 (2023): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 12, No 5 (2023): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 12, No 4 (2023): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 12, No 3 (2023): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 12, No 2 (2023): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 12, No 1 (2023): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 11, No 6 (2022): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 11, No 5 (2022): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 11, No 4 (2022): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 11, No 3 (2022): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 11, No 2 (2022): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 11, No 1 (2022): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 10, No 6 (2021): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 10, No 5 (2021): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 10, No 4 (2021): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 10, No 3 (2021): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 10, No 2 (2021): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 10, No 1 (2021): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 9, No 6 (2020): DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL (Jurnal Kedokteran Diponegoro) Vol 9, No 4 (2020): DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL ( Jurnal Kedokteran Diponegoro ) Vol 9, No 3 (2020): DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL ( Jurnal Kedokteran Diponegoro ) Vol 9, No 2 (2020): DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL ( Jurnal Kedokteran Diponegoro ) Vol 9, No 1 (2020): DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL ( Jurnal Kedokteran Diponegoro ) Vol 8, No 4 (2019): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO Vol 8, No 3 (2019): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO Vol 8, No 2 (2019): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO Vol 8, No 1 (2019): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO Vol 7, No 4 (2018): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO Vol 7, No 2 (2018): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO Vol 7, No 1 (2018): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO Vol 6, No 4 (2017): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO Vol 6, No 3 (2017): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO Vol 6, No 2 (2017): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO Vol 6, No 1 (2017): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO Vol 6 (2017): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO Vol 5, No 4 (2016): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO Vol 5, No 3 (2016): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO Vol 5, No 2 (2016): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO Vol 5, No 1 (2016): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO More Issue