cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Kedokteran Diponegoro
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : 25408844     DOI : -
Core Subject : Health,
JKD : JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO ( ISSN : 2540-8844 ) adalah jurnal yang berisi tentang artikel bidang kedokteran dan kesehatan karya civitas akademika dari Program Studi Kedokteran Umum, Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro Semarang dan peneliti dari luar yang membutuhkan publikasi . JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO terbit empat kali per tahun. JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO diterbitkan oleh Program Studi Kedokteran Umum, Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro Semarang.
Arjuna Subject : -
Articles 1,040 Documents
PERBEDAAN PENGARUH SEPATU BERHAK WEDGE DAN NON-WEDGE TERHADAP GAIT DAN KESEIMBANGAN Permatasari, Galuh Arum; Winarni, Tri Indah
DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL (JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO) Vol 6, No 2 (2017): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO
Publisher : DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL (JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (329.794 KB)

Abstract

Latar Belakang : Penggunaan sepatu hak tinggi memberikan pengaruh bagi tubuh, perubahan postur, kinematika, perubahan gaya berjalan yang dapat berimplikasi pada keseimbangan tubuh. Dewasa ini muncul berbagai jenis sepatu dengan luas alas hak sepatu yang berbeda, berupa  wedge dan non-wedge. Perbedaan luas alas hak sepatu memungkinkan pengaruh yang berbeda bagi tubuh.Tujuan : Membuktikan perbedaan pengaruh sepatu berhak wedge dan non-wedge terhadap gait dan keseimbanganMetode : Penelitian eksperimental dengan rancangan two group pre and post design. Subyek adalah wanita berusia 18-24 tahun. Enam puluh dua wanita yang bersedia mengikuti penelitian dan memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi dibagi secara acak menjadi dua kelompok, kelompok perlakuan wedge dan non-wedge masing-masing berjumlah 31 orang. Setiap kelompok dilakukan Walk test untuk uji gait, One leg stand dan Tandem stand untuk uji keseimbangan sebelum dan setelah perlakuan menggunakan sepatu hak tinggi 7 cm. Hasil : Hasil penelitian ini menunjukkan terjadi perubahan gait dan keseimbangan secara signifikan  sebelum dan setelah perlakuan. Namun, jika dibandingkan selisih perubahan antara kelompok wedge dan non-wedge menunjukkan tidak terdapat perbedaan bermakna pada parameter gait. Parameter gait step length menunjukkan perbedaan signifikan (p=0,006), sedangkan stride length, cadence, dan gait speed tidak menunjukkan perbedaan signifikan (p=0,288; p=0,888; p=0,679). Pada uji keseimbangan, tidak menunjukkan perbedaan signifikan (p>0,050) pada selisih perubahan keseimbangan antar kelompok.Kesimpulan : tidak terdapat perbedaan pengaruh antara sepatu berhak wedge dan non-wedge terhadap gait dan keseimbangan
KUALITAS PENGGUNAAN ANTIBIOTIK PADA KASUS OBSTETRI-GINEKOLOGI SEBELUM DAN SESUDAH KAMPANYE PENGGUNAAN ANTIBIOTIK SECARA BIJAK DI RSND Nabila Adzhana; V. Rizke Ciptaningtyas; Winarto Winarto; Endang Sri Lestari
Jurnal Kedokteran Diponegoro (Diponegoro Medical Journal) Vol 8, No 4 (2019): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Diponegoro, Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (310.563 KB) | DOI: 10.14710/dmj.v8i4.25490

Abstract

Latar Belakang: Antibiotik merupakan obat yang berfungsi menghambat pertumbuhan atau membunuh mikroorganisme. Pemakaian antibiotik yang tidak bijak dapat menimbulkan  resistensi bakteri terhadap antibiotik. Bakteri yang telah  menjadi resisten terhadap antimikroba menjadi permasalahan penting di berbagai pelayanan kesehatan. Dalam rangka mengendalikan resistensi antimikroba, dibutuhkan pengendalian penggunaan antibiotik secara bijak yang sesuai dengan  Permenkes RI No.8 tahun 2015 tentang Program Pengendalian Resistensi Antimikroba (PPRA) di Rumah Sakit. Tujuan: Mengetahui dan mengevaluasi kualitas penggunaan antibiotik pada pasien kasus obstetri-ginekologi sebelum dan sesudah kampanye penggunaan antibiotik secara bijak Metode: Penelitian kuasi eksperimental dengan studi pre & post group design dengan menggunakan analisis chi square & Fisher exact test. Penilaian kualitas penggunaan antibiotik dengan menggunakan kategori kualitas Van der Meer & Gyssens, dengan melakukan esktraksi data dari 34 rekam medis pasien kasus obstetri ginekologi Rumah Sakit Nasional Diponegoro pada periode sebelum kampanye, dan 34 rekam medis pasien sesudah  kampanye penggunaan antibiotik secara bijak. Hasil: Kualitas penggunaan antibiotik dengan kategori 0(bijak) pada kasus Obstetri-Ginekologi RSND sebelum kampanye sebesar 7,4% dan terjadi penurunan kualitas penggunaan antibiotik pada periode sesudah kampanye menjadi sebesar 7,0%. Penggunaan antibiotik secara tidak bijak(kategori I-V) meningkat dari 92,6%(sebelum kampanye) menjadi sebesar 93,6% sesudah pelaksanaan kampanye penggunaan antibiotik. Penggunaan antibiotik kategori V (tanpa indikasi) mengalami penurunan dari 64,2%(sebelum kampanye) menjadi 61,6% sesudah kampanye penggunaan antibiotik secara bijak. Simpulan: Tidak terdapat peningkatan kualitas penggunan antibiotik yang bijak  sebelum dan sesudah kampanye penggunaan antibiotik secara bijak pada kasus obstetri ginekologiKata Kunci: antibiotik profilaksis, kategori Van der Meer & Gyssens, kasus obstetri ginekologi
PREVALENSI DAN FAKTOR RISIKO TERJADINYA TINEA PEDIS PADA POLISI LALU LINTAS KOTA SEMARANG Astri N. Napitupulu; Prasetyowati Subchan; Y.L. Aryoko Widodo
Jurnal Kedokteran Diponegoro (Diponegoro Medical Journal) Vol 5, No 4 (2016): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Diponegoro, Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (409.918 KB) | DOI: 10.14710/dmj.v5i4.14245

Abstract

Latar Belakang : Tinea pedis merupakan salah satu dermatofitosis yang sering terjadi. Tinea pedis menginfeksi sekitar 10% populasi dunia. Tinea pedis menginfeksi daerah tumit, sela-sela jari dan telapak kaki. Angka prevalensinya ditemukan meningkat pada pemakaian sepatu yang tertutup. Polisi lalu lintas diperkirakan memiliki resiko lebih tinggi terinfeksi tinea tedisTujuan : Mengetahui prevalensi dan faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya tinea pedis pada polisi lalu lintas Kota SemarangMetode : Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian observasional dengan pendekatan cross sectional. Subjek penelitian ini adalah 41 polisi lalu lintas kota Semarang yang memenuhi kriteria inklusi. Data diambil dengan kuesioner meliputi higiene, lama masa bekerja dan durasi kerjaHasil : Angka kejadia tinea pedis pada polisi lalu lintas Kota Semarang adalah 41,5%.Kesimpulan : Lama masa kerja, durasi kerja dan tingkat higiene tidak berpengaruh pada kejadian tinea pedis.
HUBUNGAN LINGKAR PINGGANG DAN POLA MAKAN DENGAN KADAR ASAM URAT SERUM PADA DEWASA OVERWEIGTH USIA 20-25 TAHUN Sulistyaningnagari, Putri Gayatri; Murbawani, Etisa Adi; Fitranti, Deny Yudi
DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL (JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO) Vol 7, No 2 (2018): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO
Publisher : DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL (JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (330.632 KB)

Abstract

Latar Belakang Hiperurisemia didefinisikan sebagai kadar asam urat serum yang melebihi 60mg/l. Angka prevalensi hiperurisemia di Indonesia mencapai 18%. Prevalensi hiperurisemia ditemukan lebih banyak pada subjek dengan indeks massa tubuh (IMT) tinggi. Faktor yang dapat mempengaruhi kadar asam urat serum di antaranya lingkar pinggang dan pola makan.Tujuan Mengidentifikasi hubungan lingkar pinggang dan pola makan  dengan kadar asam urat serum pada dewasa overweight usia 20-29 tahun.Metode Penelitian observasional dengan rancangan belah lintang dilaksanakan di Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro (n=62). Pengukuran lingkar pinggang dilakukan menggunakan pita ukur, dan data pola makan dikumpulkan menggunakan Food Frequency Questionnaire (FFQ) semi-kuantitatif. Uji hipotesis yang digunakan adalah uji korelasi Pearson dan Spearman.Hasil Pada penelitian didapatkan korelasi positif yang bermakna dengan kekuatan sedang antara lingkar pinggang dan kadar asam urat serum (r=0,484; p=0,001). Korelasi positif yang bermakna dengan kekuatan lemah didapatkan antara asupan gizi karbohidrat dengan kadar asam urat serum (r=0,353; p=0,005). Asupan gizi protein dan lemak tidak menunjukkan korelasi yang bermakna dengan kadar asam urat serum (p=0,104 dan p=0,537).Kesimpulan Terdapat korelasi signifikan lingkar pinggang dan asupan gizi karbohidrat dengan kadar asam urat serum.
PENGARUH PEMBERIAN RANITIDIN TERHADAP GAMBARAN HISTOPATOLOGI PARU TIKUS WISTAR PADA PEMBERIAN METANOL DOSIS BERTINGKAT Terena Chintya Mardia Utama; Gatot Suharto; Saebani Saebani
Jurnal Kedokteran Diponegoro (Diponegoro Medical Journal) Vol 5, No 4 (2016): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Diponegoro, Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (332.131 KB) | DOI: 10.14710/dmj.v5i4.15966

Abstract

Latar belakang: Penyalahgunaan metanol menyebabkan keracunan toksik di dalam tubuh yaitu organ paru dan asidosis format. Terapi asidosis yaitu dengan mensupresi enzim alkohol dehidrogenase (ADH) sebagai inhibitor untuk mencegah pembentukan asam format. Ranitidin memiliki aktivitas inhibitor gastic alcohol and enzim hepatic dehydrogenase.Tujuan: Membuktikan pengaruh pemberian ranitidin terrhadap gambaran histopatologi paru tikus wistar pada pemberian metanol dosis bertingkat.Metode: True experimental post test only with controlled group design. Sampel sebanyak 35 ekor tikus wistar jantan usia 2-3 bulan, berat badan 150-250 gram dibagi menjadi 7 kelompok, yaitu kelompok kontrol (K) yang hanya diberi makan dan minum standar, kontrol positif 1 (K1) yang diberi dosis ¼ LD-100 metanol, kontrol positif 2 (K2) yang diberi dosis ½ LD-100 metanol, kontrol positif 3 (K3) yang diberi dosis 1 LD-100 metanol, kelompok perlakuan 1 (P1) diberi ¼ LD-100 metanol dan ranitidin 30 mg/kgBB, perlakuan 2 (P2) diberi ½ LD-100 metanol dan ranitidin 30 mg/kgBB dan perlakuan 3 (P3) diberi 1 LD-100 metanol dan ranitidin 30 mg/kgBB. Penelitian dilakukan selama 8 hari. Pada hari ke-8, tikus diterminasi untuk diambil parunya serta dilakukan pengamatan histopatologi.Hasil: Pada kelompok kontrol positif dan perlakuan ditemukan gambaran histopatologi oedema alveolus, destruksi septum interalveolaris dan infiltrasi sel radang dengan uji statistic Mann Whitney dan Independent Samples T-Test. Uji statistik kelompok antara K2 dan P2 gambaran edema dan destruksi menunjukkan perbedaan bermakna (p<0,05), namun kelompok K1 dengan P1 dan K3 dengan P3 gambaran edema dan destruksi serta antar kelompok gambaran infiltrasi menunjukkan perbedaan tidak bermakna (p>0,05). Pada pengamatan antara kelompok P1, P2, P3 menunjukkan mikroskopis oedema, destruksi dan infiltrasi yang lebih berat dibanding K0, meskipun bermakna secara statistik (p<0,05).Simpulan: Pemberian ranitidin tidak berpengaruh terhadap gambaran histopatologi paru tikus wistar.
EFEK PEMBERIAN EKSTRAK DAUN Carica pubescens TERHADAP JUMLAH LIMFOSIT TIKUS Sprague dawley YANG DIINDUKSI AZOXYMETHANE : STUDI DI LABORATORIUM PENELITIAN DAN PENGUJIAN TERPADU 4 UNIVERSITAS GADJAH MADA Maharani Shofa Yudina; Ainun Rahmasari Gumay; Muflihatul Muniroh
Jurnal Kedokteran Diponegoro (Diponegoro Medical Journal) Vol 8, No 1 (2019): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Diponegoro, Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (360.604 KB) | DOI: 10.14710/dmj.v8i1.23333

Abstract

Latarbelakang: Inflamasi merupakan salah satu faktor yang berperan penting dalam patofisiologi kanker kolorektal. Daun Carica pubescens yang mengandung flavonoid berpotensi sebagai agen preventif kanker kolorektal. Tujuan: Mengetahui efek pemberian ekstrak daun Carica pubescens terhadap jumlah limfosit tikus Sprague dawley yang diinduksi azoxymethane. Metode: randomized post test control group design yang menggunakan 25 ekor tikus Sprague dawley jantan. Kontrol normal (K1) diinjeksi NaCl fisiologi. Kontrol sakit (K2) diinjeksi Azoxymethane satu kali seminggu selama dua minggu. Kelompok P1, P2, dan P3 diinjeksi Azoxymethane dan diberi ekstrak daun Carica pubescens dosis 100 mg/kgBB, 200 mg/kgBB, dan 400 mg/kgBB. Untuk analisis data digunakan One-Way Anova dan uji Post-Hoc. Hasil: Jumlah limfosit kelompok K2 (3100/μl±200,00) signifikan lebih tinggi daripada K1 (5460/μl±1647,1; p=0,000). Jumlah limfosit kelompok P1 (3260/μl±746,9) lebih rendah secara signifikan dibandingkan dengan kelompok K2 (p=0,001), P2 (5080/μl±630,0; p=0,004 ) dan P3 (4680/μl±476,4; p=0,020). Kesimpulan: Pemberian ekstrak daun Carica pubescens menyebabkan penurunan jumlah limfosit tikus Sprague dawley yang diinduksi azoxymethane.Kata Kunci: Carica pubescens, limfosit, inflamasi, kanker kolorektal
HUBUNGAN TINGKAT STRES DENGAN DERAJAT KEPARAHAN AKNE VULGARIS (STUDI PADA MAHASISWI FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS DIPONEGORO ANGKATAN 2012-2015) Hidayati, Noufry Zaliva; Riyanto, Puguh
DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL (JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO) Vol 6, No 2 (2017): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO
Publisher : DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL (JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (372.78 KB)

Abstract

Latar Belakang: Kelainan kulit yang sering terjadi pada remaja dan dewasa muda adalah akne vulgaris (AV). Penyebab AV adalah multifaktorial, salah satunya yaitu faktor stres. Stres merupakan suatu reaksi terhadap sebuah “perceived stimulus” (rangsangan yang dirasakan) dan reaksi ini berkemampuan untuk mengganggu keadaan homeostasis dari suatu makhluk hidup.Tujuan: Mengetahui hubungan tingkat stres dengan derajat keparahan AV dan perbedaan tingkat tingkat stres antara penderita AV dengan bukan penderita AV pada mahasiswi Fakultas Kedokteran.Metode: Penelitian ini menggunakan rancangan observasional cross-sectional pada bulan April-Mei 2016 di Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro dan Rumah Sakit Nasional Diponegoro Semarang. Sampel diambil secara simple random sampling menghasilkan 43 mahasiswi pada kelompok non AV dan 43 mahasiswi pada kelompok AV yang memenuhi kriteria inklusi tetapi tidak memenuhi kriteria eksklusi. Tingkat stres mahasiswi diukur dengan menggunakan skor BDI. Analisis data menggunakan uji Spearman sebagai uji korelasi dan uji Mann-Whitney sebagai uji beda.Hasil: Tingkat stres dengan derajat keparahan AV memiliki hubungan yang bermakna p=0,009 (p<0,05) dan tingkat stres antara kelompok AV dengan kelompok non AV memiliki perbedaan yang bermakna p=0,040 (p<0,05) dengan subjek penelitian mahasiswi Fakultas Kedokteran.Kesimpulan: Terdapat hubungan antara tingkat stres dengan derajat keparahan AV dan terdapat perbedaan tingkat tingkat stres antara penderita AV dengan bukan penderita AV pada mahasiswi Fakultas Kedokteran secara bermakna.
HUBUNGAN LATIHAN TAEKWONDO TERHADAP ATENSI PADA USIA REMAJA YANG DIUKUR DENGAN ATTENTION NETWORK TEST Fauzi Hestu Harmoni; Budi Laksono; Endang Kumaidah
Jurnal Kedokteran Diponegoro (Diponegoro Medical Journal) Vol 5, No 4 (2016): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Diponegoro, Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (357.434 KB) | DOI: 10.14710/dmj.v5i4.14429

Abstract

Latar Belakang : WHO menyatakan bahwa kurangnya aktivitas fisik telah diidentifikasi sebagai faktor risiko keempat yang menyebabkan 3,2 juta kematian pertahun secara global. Dalam beberapa tahun terakhir, banyak penelitian mengevaluasi beberapa aspek dari beladiri yang mengindikasikan dapat meningkatkan kebugaran. Taekwondo merupakan seni beladiri yang berasal dari Korea yang perkembangannya terhitung pesat baik di dunia termasuk di Indonesia. Penelitian sebelumnya menyebutkan bahwa berlatih Taekwondo dalam rentang waktu satu tahun dapat meningkatkan fungsi kognitif.Tujuan : Mengetahui pengaruh latihan Taekwondo terhadap atensi.Metode : Penelitian ini bersifat observasional analitik dengan menggunakan rancangan belah lintang yang dilaksanakan di Kampus STIMART AMNI Semarang. Sampel penelitian adalah mahasiswa STIMART AMNI Semarang (n=48) yang terbagi atas kelompok yang mengikuti latihan Taekwondo dan kelompok yang tidak mengikuti latihan Taekwondo, kemudian diukur atensinya menggunakan software Attention Network Test. Aspek atensi alerting dan executive antara kelompok non olahraga aerob rutin dan kelompok olahraga aerob rutin dianalisis menggunakan uji Mann-Whitney. Sedangkan aspek atensi orienting menggunakan uji t-tidak berpasangan.Hasil : Pada pemeriksaan atensi ditemukan rerata peningkatan atensi pada fungsi alerting, orienting, dan executive sampel penelitian yang mengikuti latihan Taekwondo. Uji Mann-Whitney diperoleh hasil bermakna yaitu alerting p= 0,041 dan executive p= 0,003. Namun uji t-tidak berpasangan diperoleh hasil tidak bermakna yaitu orienting p= 0,481.Kesimpulan : Terdapat perbedaan atensi pada fungsi alerting dan executive yang bermakna pada sampel yang mengikuti latihan Taekwondo dibandingkan sampel yang tidak mengikuti latihan Taekwondo.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN MIOPIA PADA ANAK SD DI DAERAH PERKOTAAN DAN DAERAH PINGGIRAN KOTA Wulansari, Dewi; Rahmi, Fifin Luthfia; Nugroho, Trilaksana
DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL (JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO) Vol 7, No 2 (2018): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO
Publisher : DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL (JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (398.738 KB)

Abstract

Latar Belakang Kelainan refraksi merupakan salah satu penyakit mata yang dapat menyebabkan kebutaan. Miopia merupakan salah satu bentuk kelainan refraksi. Data WHO tahun 2010 didapatkan prevalensi miopia di dunia sebesar 27% dan 2,8% untuk miopia tinggi. Faktor risiko terjadinya miopia adalah faktor keturunan dan faktor lingkungan. Diperlukan studi tentang faktor risiko dalam upaya pencegahan miopia.Tujuan Mengetahui dan menganalisis perbedaan prevalensi dan faktor-faktor risiko yang berhubungan dengan miopia miopia pada anak sekolah di perkotaan dan pinggiran kotaMetode Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional dengan pendekatan studi crossectional. Subjek penelitian adalah siswa SD kelas 4-6, dengan jumlah 59 di pinggiran kota dan 75 di perkotaan. Data dikumpulkan dengan cara wawancara menggunakan kuesioner. Uji statistik yang dilakukan adalah uji Chi-square.Hasil Prevalensi miopia di perkotaan 56%, sedangkan di pinggiran kota 28,8%. Didapatkan hasil yang signifikan antara jarak membaca buku (p=0,011), dan aktivitas di luar ruangan pada hari libur (p=0,002) dengan miopia di daerah perkotaan. Di daerah pinggiran kota didapatkan hasil yang tidak signifikan antara faktor-faktor yang diteliti dengan miopia. Didapatkan hasil yang signifikan antara letak geografis dengan miopia (p=0,002)Simpulan Prevalensi miopia lebih tinggi di perkotaan dibandingkan dengan piggiran kota. Faktor yang berhubungan dengan miopia di perkotaan adalah tingkat pendidikan orang tua, status ekonomi, jarak membaca buku, dan aktivitas di luar ruangan pada hari libur. Tidak terdapat hasil yang signifikan antara faktor-faktor dengan miopia di pinggiran kota. Terdapat hubungan antara letak geografis dengan miopia.
GAMBARAN FUNGSI KOGNITIF PADA LANSIA DI UNIT REHABILITASI SOSIAL PUCANG GADING SEMARANG Tria Coresa; Dwi Ngestiningsih
Jurnal Kedokteran Diponegoro (Diponegoro Medical Journal) Vol 6, No 1 (2017): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Diponegoro, Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (267.082 KB) | DOI: 10.14710/dmj.v6i1.16246

Abstract

Latar belakang: Peningkatan jumlah penduduk lanjut usia menimbulkan berbagai masalah sosial, ekonomi, dan kesehatan. Masalah kesehatan yang sering terjadi pada usia lanjut ialah gangguan fungsi kognitif. Pemeriksaan yang cepat dan praktis namun nilainya tinggi adalah pemeriksaan Mini Mental State Examination (MMSE). Pemeriksaan ini dilakukan dengan memberi serangkaian perintah pada seseorang dan menilai ketepatannyaMetode: Penelitian observasional deskriptif dengan metode cross-sectional, dilaksanakan pada bulan maret sampai juli 2014 bertempat di Unit Rehabilitasi Sosial Pucang Gading Semarang.Hasil: Dari penelitian diperoleh 41 orang yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi terdiri dari 10 laki-laki dan 31 perempuan. Berdasarkan usia dan jenis kelamin menunjukkan penurunan fungsi kognitif terbanyak adalah pada usia 60-74 tahun terutama pada perempuan. Berdasarkan BMI, tekanan darah dan GDS terbanyak pada kelompok underweight, hipertensi ringan dan normalKesimpulan: Hasil pemeriksaan MMSE di Unit Rehabilitasi Sosial Pucang Gading Semarang sebagian besar lansia dengan hasil probable gangguan kognitif yaitu 60,9% dan 22% definitif gangguan kognitif. Dalam penelitian ini terlihat bahwa pemeriksaan MMSE lebih sensitif mendeteksi gangguan fungsi kognitif pada lansia.

Page 45 of 104 | Total Record : 1040


Filter by Year

2016 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 15, No 1 (2026): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 14, No 6 (2025): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 14, No 5 (2025): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 14, No 4 (2025): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 14, No 3 (2025): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 14, No 2 (2025): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 14, No 1 (2025): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 13, No 6 (2024): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 13, No 5 (2024): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 13, No 4 (2024): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 13, No 3 (2024): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 13, No 2 (2024): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 13, No 1 (2024): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 12, No 6 (2023): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 12, No 5 (2023): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 12, No 4 (2023): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 12, No 3 (2023): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 12, No 2 (2023): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 12, No 1 (2023): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 11, No 6 (2022): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 11, No 5 (2022): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 11, No 4 (2022): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 11, No 3 (2022): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 11, No 2 (2022): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 11, No 1 (2022): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 10, No 6 (2021): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 10, No 5 (2021): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 10, No 4 (2021): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 10, No 3 (2021): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 10, No 2 (2021): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 10, No 1 (2021): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 9, No 6 (2020): DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL (Jurnal Kedokteran Diponegoro) Vol 9, No 4 (2020): DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL ( Jurnal Kedokteran Diponegoro ) Vol 9, No 3 (2020): DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL ( Jurnal Kedokteran Diponegoro ) Vol 9, No 2 (2020): DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL ( Jurnal Kedokteran Diponegoro ) Vol 9, No 1 (2020): DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL ( Jurnal Kedokteran Diponegoro ) Vol 8, No 4 (2019): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO Vol 8, No 3 (2019): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO Vol 8, No 2 (2019): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO Vol 8, No 1 (2019): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO Vol 7, No 4 (2018): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO Vol 7, No 2 (2018): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO Vol 7, No 1 (2018): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO Vol 6, No 4 (2017): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO Vol 6, No 3 (2017): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO Vol 6, No 2 (2017): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO Vol 6, No 1 (2017): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO Vol 6 (2017): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO Vol 5, No 4 (2016): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO Vol 5, No 3 (2016): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO Vol 5, No 2 (2016): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO Vol 5, No 1 (2016): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO More Issue