cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Kedokteran Diponegoro
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : 25408844     DOI : -
Core Subject : Health,
JKD : JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO ( ISSN : 2540-8844 ) adalah jurnal yang berisi tentang artikel bidang kedokteran dan kesehatan karya civitas akademika dari Program Studi Kedokteran Umum, Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro Semarang dan peneliti dari luar yang membutuhkan publikasi . JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO terbit empat kali per tahun. JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO diterbitkan oleh Program Studi Kedokteran Umum, Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro Semarang.
Arjuna Subject : -
Articles 1,040 Documents
PENGARUH PEMBERIAN RANITIDIN TERHADAP GAMBARAN HISTOPATOLOGI TUBULUS PROKSIMAL GINJAL TIKUS WISTAR PADA PEMBERIAN METANOL DOSIS BERTINGKAT Belinda Faustinawati; Saebani Saebani; Gatot Suharto
DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL (JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO) Vol 6, No 2 (2017): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO
Publisher : Faculty of Medicine, Diponegoro University, Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (507.004 KB) | DOI: 10.14710/dmj.v6i2.18553

Abstract

Latar Belakang Metanol adalah zat yang mudah menguap danterbakar yang sering digunakan untuk produk industri dan rumah tangga. Namun, karena biaya produksi etanol mahal, saat ini banyak orang yang menyalahgunakan metanol sebagaiminuman oplosan. Padahal konsumsi metanol dapat menyebabkan nekrosis tubular akut terutama pada tubulus proksimal ginjal yang diakibatkan oleh zat metabolitnya yaitu asam format. Ranitidin adalah antagonis selektif dan kompetitif reseptor H2 yang biasa digunakan untuk mengobati ulkus peptikum. Ternyata, ranitidin mampu menghambat kerja enzim alkohol dehidrogenase sehingga metanol tidak dapat dimetabolisme menjadi asam format.Tujuan membuktikan seberapa besar pengaruh pemberianranitidin terhadap gambaran histopatologi sel tubulus proksimal ginjal tikus wistarpadapemberianmetanoldosisbertingkat.Metode Penelitian true experimental laboratorik dengan post-test only control group design.Sampel penelitian adalah tikus wistar jantan yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi kemudian dibagi secara acak dengan allocation random sampling. Sampel dibagi menjadi 7 kelompok terdiri atas 1 kelompok kontrol negatif; 3 kontrol positif yaitu dengan pemberian metanol dosis bertingkat {¼LD100 (0,7 ml), ½LD100 (1,4ml), LD100 (2,8ml)}; dan 3 kelompok perlakuan yaitu dengan pemberian metanol dosis bertingkatdan ranitidin 4,5mg, 4 jam setelah pemberian metanol. Pengumpulan data dilakukan dengan pengamatan langsung gambaran histopatologi sel tubulus ginjal. Uji hipotesis menggunakan uji Mann-Whitney.Hasil Pada uji Mann-Whitney didapatkan perbedaan yang tidak bermakna (p>0,05) antara kontrol negatif dengan kontrol positif pada dosis pemberian metanol ¼LD100 dan ½LD100, sehingga didapatkan hasil yang tidak signifikan (p>0,05) juga pada kelompok perlakuan dengan dosis yang sama. Namun, didapatkan perbedaan yang bermakna (p<0,05) antara kelompok kontrol negatif dengan kelompok kontrol positif LD100 dan kelompok perlakuan (LD100M+R), serta kelompok kontrol positif dengan kelompok perlakuan(LD100M+R).Kesimpulan Pemberian ranitidin dapat menurunkan kejadian nekrosis sel tubulus ginjal secara bermakna pada dosis metanol LD100.
PENGARUH PEMAKAIAN MASKER MADU TERHADAP DERAJAT KEPARAHAN AKNE VULGARIS Fitriani, Ulfah; Budiastuti, Asih; Widodo, Aryoko
DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL (JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO) Vol 8, No 3 (2019): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO
Publisher : Faculty of Medicine, Diponegoro University, Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (327.825 KB) | DOI: 10.14710/dmj.v8i3.24510

Abstract

Latar belakang: Akne vulgaris merupakan kelainan kulit kronik pada unit pilosebasea yang ditandai dengan seborrhea, formasi komedo terbuka dan tertutup, pustula dan papula yang erimatus, serta pada kasus yang berat dapat disertai pustul yang dalam dan pseudokista. Madu memiliki senyawa hidrogen peroksida (H2O2) yang efektif sebagai zat antibakteri. Sifat antibakteri madu membantu mengatasi infeksi pada luka sedangkan aksi anti inflamasinya dapat mengurangi nyeri yang berpengaruh pada proses penyembuhan. Tujuan: Mengetahui adanya pengaruh pemberian madu terhadap derajat keparahan Akne Vulgaris. Metode: Penelitian ini merupakan studi klinis dengan desain randomized pre and post test control group. Subjek penelitian adalah mahasiswi Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro Semarang yang memenuhi kriteria inklusi. Subyek penelitian diacak kedalam kelompok kontrol dan perlakuan, masing-masing kelompok terdiri dari 20 subyek dan lama penelitian selama 4 minggu atau. Data yang diperoleh merupakan data primer dengan mengisi kuisioner, menghitung jumlah lesi AV dan menentukan derajat keparahan AV. Hasil: Lesi total AV awal penelitian kedua kelompok tidak berbeda bermakna (p=0,301), begitu pula dengan lesi total AV akhir penelitian (p=0,229). Perbedaan total lesi AV awal (20,95±10,98) dan akhir (12,32±12,23) kelompok kontrol berbeda bermakna (p<0,005). Terdapat penurunan bermakna (p<0,001) dari lesi AV awal (25,11±13,32)  dan akhir (15,21±12,54) pada kelompok perlakuan. Delta lesi kelompok kontrol dan perlakuan juga tidak berbeda bermakna (p=0,698). Pada akhir penelitian, derajat keparahan AV antara kedua kelompok didapatkan hasil akhir tidak berbeda bermakna (p=1,000). Kesimpulan: Tidak didapatkan hubungan bermakna antara pemakaian masker madu dengan derajat keparahan AV selama 4 minggu.Kata kunci: Akne vulgaris, derajat keparahan, masker madu.
PENGARUH SUPLEMENTASI ZINK TERHADAP JUMLAH EOSINOFIL PADA JARINGAN PARU PENDERITA ALERGI Studi Eksperimental pada Mencit BALB/c dengan Sensitisasi Ovalbumin Agatha Magistalia Cahiadewi; Yanuar Iman Santosa; Suprihati Suprihati
Jurnal Kedokteran Diponegoro (Diponegoro Medical Journal) Vol 5, No 4 (2016): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Diponegoro, Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (469.335 KB) | DOI: 10.14710/dmj.v5i4.14199

Abstract

Pendahuluan : Rinitis alergi dan asma saling berkaitan dalam menimbulkan alergi pada saluran pernapasan, salah satu kelainan adalah akumulasi eosinofil pada paru yang berakibat toksik pada jaringan. Ovalbumin (OVA) mencetuskan kondisi alergi. Suplementasi zink bekerja sebagai cytoprotectan, antiinflamasi dan antioksidan diperkirakan menurunkan jumlah eosinofil pada paru.Tujuan : Membuktikan pengaruh suplementasi zink terhadap jumlah eosinofil pada gambaran histopatologi paru mencit BALB/c yang disensitisasi OVA.Metode Penelitian : Eksperimental Post Test Only Control Group Design. Sampel 18 mencit BALB/c betina dibagi menjadi 3 kelompok. Kelompok kontrol negatif (K1), kelompok kontrol positif dengan sensitisasi OVA (K2), dan kelompok perlakuan dengan sensitisasi OVA dan suplementasi zink dosis 5 mg/kgBB (P). Perlakuan diberikan selama 30 hari, kemudian dihitung jumlah eosinofil pada gambaran histopatologi paru setiap kelompok.Hasil : Rerata jumlah eosinofil kelompok kontrol negatif (K1) adalah 0,48; kelompok kontrol positif (K2) adalah 2,12; kelompok perlakuan dengan sensitisasi OVA dan suplementasi zink (P) adalah 0,76. Uji Anova dilanjutkan uji Post Hoc diperoleh jumlah eosinofil pada paru kelompok P lebih rendah secara signifikan dibandingkan dengan kelompok K2 (p = 0,000).Kesimpulan : Suplementasi zink menurunkan jumlah eosinofil pada paru mencit BALB/c setelah disensitisasi OVA.
EFEK PEMBERIAN EKSTRAK KUNYIT (Curcuma domestica Val.) PADA KERUSAKAN SEL GASTER TIKUS WISTAR YANG DIINDUKSI FORMALIN Muhammad Rizki Bharadista; Farmaditya Eka Putra Mundhofir
DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL (JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO) Vol 7, No 1 (2018): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO
Publisher : Faculty of Medicine, Diponegoro University, Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (309.75 KB) | DOI: 10.14710/dmj.v7i1.19377

Abstract

Latar Belakang: Formalin pada umumnya digunakan sebagai pengawet mayat, bahan baku industri, parfum dan lainnya. Namun formalin sering disalahgunakan sebagai pengawet makanan. Kunyit biasa digunakan sebagai bumbu masak dan obat tradisional. Pada ekstrak kunyit mengandung kurkumin yang berfungsi sebagai antioksidan yang melindungi dan memperbaiki sel dari kerusakan radikal bebas. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya efek pemberian ekstrak kunyit pada kerusakan sel gaster tikus wistar yang diinduksi formalin.Metode: Penelitian ini merupakan jenis penelitian eksperimental laboratorik dengan rancangan Post Test Only Control Group Design yang menggunakan tikus wistar sebagai hewan coba.Hasil: Pengamatan seluruh lapangan pandang dilakukan dengan perbesaran 100x lalu menentukan daerah yang diamati di mukosa gaster dengan perbesaran 400x untuk menentukan derajat kerusakan mukosa gaster. Hasil pemeriksaan mikroskopis menunjukkan adanya deskuamasi dan erosi. Pemeriksaan mikroskopis gaster pada kelompok kontrol negatif menunjukan sebagian besar sel gaster memiliki kerusakan berupa deskuamasi dan erosi. Tidak ada sampel yang mengalami ulserasi pada penelitian ini. Kesimpulan: Terdapat pengaruh yang bermakna dari pemberian ekstrak kunyit (Curcuma domestica Val.) terhadap kerusakan sel gaster akibat paparan formalin.
PENGARUH EKSTRAK JAHE MERAH (Zingiber Officinale Roscoe var. Rubrum) TERHADAP KADAR MDA SERUM TIKUS SETELAH TERPAPAR ASAP ROKOK Relly Kurniawan; Budhi Surastri Soejoto
Jurnal Kedokteran Diponegoro (Diponegoro Medical Journal) Vol 5, No 4 (2016): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Diponegoro, Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (336.577 KB) | DOI: 10.14710/dmj.v5i4.15822

Abstract

Latar Belakang: Asap rokok merupakan salah satu sumber radikal bebas. Kadar radikal bebas yang tinggi dapat menyebabkan terjadinya kondisi stres oksidatif dan memicu terjadinya peroksidasi lipid pada membran sel yang akan menghasilkan Malondialdehyde (MDA). Sebenarnya, tubuh mempunyai sejumlah enzim dan zat yang dapat menetralkan radikal bebas yang disebut antioksidan. Kadar radikal bebas yang tinggi dapat menyebabkan antioksidan endogen tidak mampu untuk menetralisir. Kemampuan jahe sebagai antioksidan alami juga tidak terlepas dari kadar komponen fenolik total yang terkandung di dalamnya sehingga memiliki efek protektif yang tinggi dalam menangkal stres oksidatif. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian ekstrak jahe merah terhadap kadar MDA serum tikus setelah terpapar asap rokok. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian true experimental dengan desain pre-post test only control group design pada tikus. Perlakuan yang diberikan yaitu dengan pemberian ekstrak jahe merah (Zingiber officinale var. Rubrum) dan pemberian paparan asap rokok pada tikus, sedangkan keluarannya (outcome) adalah kadar MDA serum tikus. Hasil: Pemberian paparan asap rokok pada kelompok 2 meningkatkan kadar MDA serum dibandingkan dengan kelompok 1. Kelompok 3 yang diberikan ekstrak jahe merah 200 mg/kgBB/hari tidak efektif menurunkan kadar MDA serum. Pemberian ekstrak jahe merah menurunkan kadar MDA serum setelah diberikan paparan asap rokok (K4) jika dibandingkan dengan kelompok yang diberikan jahe merah tanpa diberikan paparan asap rokok (K3), penurunan tersebut tidak bermakna secara statistik. Kelompok 4 meningkatkan kadar MDA serum tikus dibandingkan dengan kelompok 2. Kesimpulan: Tidak terdapat pengaruh yang bermakna dari pemberian jahe merah (Zingiber officinale var. Rubrum) terhadap kadar MDA darah tikus setelah terpapar asap rokok.
PERBANDINGAN PREVALENSI INFEKSI Blastocystis hominis PADA ANAK DENGAN DIARE DAN TIDAK DIARE DI RANDUDONGKAL Anita Carolina; Ryan Halleyantoro; Dian Puspita Dewi
Jurnal Kedokteran Diponegoro (Diponegoro Medical Journal) Vol 8, No 1 (2019): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Diponegoro, Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (322.171 KB) | DOI: 10.14710/dmj.v8i1.23293

Abstract

Latar belakang: Blastocystis hominis merupakan protozoa usus anaerob yang hidup di dalam usus hewan maupun manusia, yang sering dijumpai di daerah tropis dan subtropis. Blastocystosis bukan merupakan infeksi oportunistik karena banyak ditemukan di usus, namun terdapat pula yang mengatakan bahwa Blastocystis hominis merupakan salah satu protozoa usus yang menyebabkan terjadinya diare. Tujuan: Untuk mengetahui adanya perbedaan kejadian infeksi Blastocystis hominis pada anak dengan diare dan tidak diare. Metode: Pengambilan sampel akan dilakukan di Randudongkal. Waktu penelitian berlangsung pada bulan April-September 2018. Proses diagnosis menggunakan metode pewarnaan Trikrom akan dilakukan di Laboratorium Parasitologi Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro, Semarang Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode Chi square untuk mengetahui adanya perbedaan kejadian infeksi Blastocystis hominis pada anak dengan diare dan tidak diare. Hasil: Infeksi Blastocystis hominis pada anak dengan diare sebesar 12% dengan hasil analisis didapatkan perbedaan yang tidak bermakna (p>0,05). Sanitasi lingkungan terhadap kasus terinfeksi Blastocystis hominis dan tanpa Blastocystis hominis didapatkan perbedaan tidak bermakna. Kesimpulan: Terdapat perbedaan yang tidak bermakna antara infeksi Blastocystis hominis pada anak dengan diare dan tidak diare.Kata kunci: Blastocystis hominis, diare
PENGARUH PEMBERIAN MERKURI PER ORAL TERHADAP GAMBARAN HISTOPATOLOGI LIVER TIKUS WISTAR Jo Jonathan Jose Johan; Hadi Hadi; Siti Amarwati
DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL (JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO) Vol 6, No 2 (2017): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO
Publisher : Faculty of Medicine, Diponegoro University, Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (363.535 KB) | DOI: 10.14710/dmj.v6i2.18585

Abstract

Latar Belakang Merkuri merupakan logam berat yang bersifat toksik, namun banyak digunakan di berbagai aspek kehidupan manusia. Merkuri memiliki 3 bentuk: elemental, inorganik, dan organik. Banyak paparan merkuri yang tidak disadari banyak orang selain melalui inhalasi, seperti merkuri inorganik yang melalui produk kosmetik atau pengawet obat. Paparan merkuri dapat merusak berbagai organ, termasuk hati. Hati sebagai organ metabolisme zat toksik dapat mengalami hepatotoksisitas akibat paparan merkuri.Tujuan Mengetahui pengaruh pemberian merkuri klorida per oral terhadap gambaran histopatologi hati tikus Wistar.Metode Penelitian eksperimental post test only control group design selama 14 hari dengan sampel 27 ekor tikus Wistar jantan dibagi secara acak menjadi kelompok kontrol (tidak diberi merkuri klorida), perlakuan 10 mg/kgBB, dan perlakuan 20 mg/kgBB. Tiap kelompok terdiri dari 9 ekor tikus. Pada hari ke-15 dilakukan terminasi, hati diambil, preparat diproses, dicat dengan Hematoksilin-Eosin, dan diamati dengan perbesaran 400 kali. Dinilai derajat kerusakan sel hati: normal, ringan (degenerasi parenkimatosa), sedang (degenerasi hidropik), dan berat (nekrosis sel hati).Hasil Diperoleh derajat normal, kerusakan ringan, kerusakan sedang, dan kerusakan berat berturut-turut pada: kontrol: 11,11%, 55,56%, 33,33%, 0 ; perlakuan 10 mg/kgBB: 0, 11,11%, 55,56%, 33,33%,; perlakuan 20 mg/kgBB: 0, 0, 0, 100%. Rerata derajat kerusakan histopatologi semakin meningkat dari kontrol sampai perlakuan 20 mg/kgBB. Uji Kruskal-Wallis didapatkan perbedaan bermakna (p=0,000). Dilanjutkan uji Mann-Whitney didapatkan perbedaan bermakna antara kontrol dengan perlakuan 10 mg/kgBB (p=0,009), kontrol dengan perlakuan 20 mg/kgBB (p=0,000), dan perlakuan 10 mg/kgBB dengan perlakuan 20 mg/kgBB (p=0,004).Simpulan Pemberian merkuri klorida per oral menyebabkan perubahan gambaran histopatologi hati tikus Wistar, Dosis merkuri klorida yang lebih tinggi menyebabkan kerusakan pada histopatalogi hati tikus Wistar yang lebih berat.
PENGARUH JUS BUAH BEET TERHADAP MOTILITAS SPERMATOZOA TIKUS WISTAR JANTAN YANG DIPAPAR ASAP ROKOK Galang Skontantinova; Tun Paksi Sareharto; Donna Hermawati; Tuntas Dhanardhono
Jurnal Kedokteran Diponegoro (Diponegoro Medical Journal) Vol 9, No 1 (2020): DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL ( Jurnal Kedokteran Diponegoro )
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Diponegoro, Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (401.825 KB) | DOI: 10.14710/dmj.v9i1.26560

Abstract

Latar belakang : Rokok mempengaruhi tingkat fertilitas seorang pria dengan menurunkan motilitas spermatozoa karena radikal bebas yang dikandungnya. Radikal bebas dapat ditangkal dengan antioksidan. Buah beet (Beta vulgaris) memiliki kapasitas antioksidan yang bahkan lebih tinggi. Efek buah beet terhadap motilitas spermatozoa belum ada yang meneliti. Metode penelitian : Penelitian ini merupakan uji eksperimental laboratorik dengan rancangan post test only control group design yang menggunakan tikus wistar jantan sebagai objek percobaan. Uji statistik menggunakan uji Kruskal-Wallis dan uji post hoc Mann-Whitney. Hasil : Pada penelitian ini menggunakan 30 ekor tikus wistar jantan yang dibagi menjadi 4 kelompok dan 1 kelompok kontrol dengan menggunakan uji Kruskal-Wallis didapatkan perbedaan signifikan pada ≥2 kelompok perlakuan dalam kelompok motilitas spermatozoa dengan pergerakan aktif (p<0,001) dan tanpa pergerakan (p=0,001), namun tidak ada perbedaan signifikan antar kelompok perlakuan dalam kelompok motilitas spermatozoa dengan pergerakan lemah (p=0,316). Uji post hoc Mann-Whitney pada kelompok motilitas dengan pergerakan aktif menunjukkan perbedaan signifikan antara kelompok perlakuan asap rokok saja dengan perlakuan asap rokok yang diberi jus buah bit 4 mL/kgBB (p=0,007), 8 mL/kgBB (p=0,006), dan 16 mL/kgBB (p=0,007). Uji post hoc Mann-Whitney pada kelompok motilitas tanpa pergerakan menunjukkan perbedaan signifikan antara kelompok perlakuan asap rokok saja dengan perlakuan asap rokok yang diberi jus buah bit 4 mL/kgBB (p=0,025) dan 16 mL/kgBB (p=0,009). Namun tidak signifikan antara kelompok perlakuan asap rokok saja dengan perlakuan asap rokok yang diberi jus buah bit 8 mL/kgBB (p=0,074) Kesimpulan : Jus buah beet dapat mempengaruhi motilitas spermatozoa yang dipapar asap rokok dan memiliki pengaruh terhadap perbaikan motilitas spermatozoa yang dipapar asap rokok.Kata kunci : Motilitas spermatozoa, Buah beet, Asap rokok, Radikal bebas
EFEKTIVITAS KRIM ALMOND OIL 4% TERHADAP TINGKAT KELEMBAPAN KULIT Christian Tricaesario; Retno Indar Widayati
Jurnal Kedokteran Diponegoro (Diponegoro Medical Journal) Vol 5, No 4 (2016): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Diponegoro, Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (353.449 KB) | DOI: 10.14710/dmj.v5i4.14256

Abstract

Latar belakang : Kelembapan kulit merupakan kadar air yang berada di dalam kulit, yang dipengaruhi oleh berbagai faktor endogen dan eksogen. Banyak pelembap menggunakan bahan sintetik untuk menjaga kelembapan kulit sedangkan bahan sintetik ini memiliki efek samping. Salah satu bahan alami yang dipercaya dapat melembapkan kulit dan menggantikan bahan-bahan tersebut adalah almond oil yang bersifat oklusif dan emolien.Tujuan : Mengetahui efektivitas dari krim almond oil 4% terhadap tingkat kelembapan kulitMetode : Perubahan tingkat kelembapan kulit subjek penelitian antara sebelum dan sesudah 28 hari pemakaian krim pelembap yang mengandung almond oil 4% dibandingkan dengan perubahan pada subjek yang memakai krim pelembap tanpa almond oil 4% sebagai kelompok kontrolnya. Penelitian eksperimental dengan pre-test and post-test control group design ini terdiri dari 29 subjek dimana lengan bawah kanan berlaku sebagai kelompok perlakuan dan lengan bawah kiri sebagai kelompok kontrol. Uji statistik menggunakan uji Mann-Whitney, uji Wilcoxon, dan uji Kruskal-Wallis.Hasil : Sebanyak 13 orang (44.8%) dalam kelompok perlakuan tidak mengalami perubahan tingkat kelembapan kulit dan 16 orang lainnya (55.2%) mengalami kenaikan tingkat kelembapan kulit, sedangkan dalam kelompok kontrol hanya 4 orang (13.8%) yang mengalami peningkatan kelembapan kulit. Didapatkan perbedaan bermakna (p<0.001) tingkat kelembapan kulit kelompok perlakuan pada pre-test dan post-test. Terdapat perbedaan bermakna (p=0.001) perubahan kelembapan kulit pada kelompok kontrol dan perlakuan.Kesimpulan : Krim almond oil 4% efektif meningkatkan kelembapan kulit.
FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KINERJA MAHASISWA S-1 PENDIDIKAN DOKTER UNIVERSITAS DIPONEGORO DALAM PELAKSANAAN KEGIATAN INTERPROFESSIONAL EDUCATION TAHUN 2017 Desti Ratna Pratiwi; Dea Amarilisa Adespin; Budi Palarto Soeharto
DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL (JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO) Vol 7, No 2 (2018): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO
Publisher : Faculty of Medicine, Diponegoro University, Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (250.659 KB) | DOI: 10.14710/dmj.v7i2.20716

Abstract

Latar Belakang Interprofessional Education penting dilaksanakan bagi mahasiswa kesehatan karena merupakan suatu program yang bertujuan untuk menumbuhkan kemampuan antarprofesi dalam menciptakan pelayanan kesehatan yang komprehensif bagi masyarakat. Kemampuan kolaborasi yang dilakukan mahasiswa kesehatan sejak dini melalui program IPE diharapkan dapat menjadi bekal untuk meningkatkan kualitas mutu pelayanan kesehatan di Indonesia.Tujuan Mengetahui faktor yang berhubungan dengan kinerja mahasiswa S-1 Pendidikan Dokter Universitas Dipongoro dalam pelaksanaan kegiatan Interprofessional Education tahun 2017.Metode Penelitian kuantitatif dengan rancangan desain analisis deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Subjek penelitian dipilih menggunakan  snowball sampling dari mahasiswa Pendidikan Dokter Universitas Diponegoro yang duduk di semester 6 sebagai peserta IPE dan didapatkan 92 sampel yang memenuhi kriteria inklusi. Pengumpulan data dengan pencatatan hasil jawaban kuesioner yang diisi subjek penelitian. Uji Hipotesis menggunakan Pearson-Chi Square.Hasil Mahasiswa S-1 Pendidikan Dokter Universitas Diponegoro pada pelaksanaan kegiatan Interprofessional Education tahun 2017 sebagian besar memiliki persepsi, keterampilan, sikap dan kemampuam tim yang baik sehingga menghasilkan kinerja yang baik pada penilaian kinerja. Masing-masing faktor tersebut memiliki nilai signifikansi p < 0,05 terhadap kinerja mahasiswa pada pelaksanaan IPE.Simpulan Terdapat hubungan antara persepsi, keterampilan, sikap dan kemampuan tim dengan kinerja mahasiswa S-1 Pendidikan Dokter Universitas Diponegoro pada pelaksanaan kegiatan Interprofessional Education tahun 2017.

Page 57 of 104 | Total Record : 1040


Filter by Year

2016 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 15, No 1 (2026): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 14, No 6 (2025): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 14, No 5 (2025): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 14, No 4 (2025): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 14, No 3 (2025): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 14, No 2 (2025): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 14, No 1 (2025): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 13, No 6 (2024): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 13, No 5 (2024): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 13, No 4 (2024): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 13, No 3 (2024): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 13, No 2 (2024): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 13, No 1 (2024): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 12, No 6 (2023): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 12, No 5 (2023): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 12, No 4 (2023): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 12, No 3 (2023): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 12, No 2 (2023): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 12, No 1 (2023): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 11, No 6 (2022): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 11, No 5 (2022): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 11, No 4 (2022): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 11, No 3 (2022): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 11, No 2 (2022): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 11, No 1 (2022): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 10, No 6 (2021): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 10, No 5 (2021): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 10, No 4 (2021): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 10, No 3 (2021): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 10, No 2 (2021): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 10, No 1 (2021): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 9, No 6 (2020): DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL (Jurnal Kedokteran Diponegoro) Vol 9, No 4 (2020): DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL ( Jurnal Kedokteran Diponegoro ) Vol 9, No 3 (2020): DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL ( Jurnal Kedokteran Diponegoro ) Vol 9, No 2 (2020): DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL ( Jurnal Kedokteran Diponegoro ) Vol 9, No 1 (2020): DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL ( Jurnal Kedokteran Diponegoro ) Vol 8, No 4 (2019): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO Vol 8, No 3 (2019): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO Vol 8, No 2 (2019): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO Vol 8, No 1 (2019): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO Vol 7, No 4 (2018): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO Vol 7, No 2 (2018): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO Vol 7, No 1 (2018): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO Vol 6, No 4 (2017): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO Vol 6, No 3 (2017): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO Vol 6, No 2 (2017): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO Vol 6, No 1 (2017): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO Vol 6 (2017): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO Vol 5, No 4 (2016): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO Vol 5, No 3 (2016): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO Vol 5, No 2 (2016): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO Vol 5, No 1 (2016): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO More Issue