cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Kedokteran Diponegoro
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : 25408844     DOI : -
Core Subject : Health,
JKD : JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO ( ISSN : 2540-8844 ) adalah jurnal yang berisi tentang artikel bidang kedokteran dan kesehatan karya civitas akademika dari Program Studi Kedokteran Umum, Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro Semarang dan peneliti dari luar yang membutuhkan publikasi . JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO terbit empat kali per tahun. JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO diterbitkan oleh Program Studi Kedokteran Umum, Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro Semarang.
Arjuna Subject : -
Articles 1,040 Documents
HUBUNGAN ANTARA OLAHRAGA DENGAN DISMENOREA PADA MAHASISWI FAKULTAS ILMU KEOLAHRAGAAN UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG TAHUN 2016 Wizurai Hakim; Yuli Trisetiyono; Dodik Pramono
Jurnal Kedokteran Diponegoro (Diponegoro Medical Journal) Vol 5, No 4 (2016): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Diponegoro, Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (352.517 KB) | DOI: 10.14710/dmj.v5i4.15987

Abstract

Latar belakang: Olahraga teratur dan aktivitas fisik telah diperkenalkan sebagai metode yang efektif untuk pencegahan dan pengobatan dismenorea. Berolahraga dapat meningkatan hormon endorphin menyebabkan peningkatan ambang nyeri dan mengurangi aktivitas sistem simpatis, sehingga terjadi penurunan gejala dismenorea.Tujuan: Membuktikan adakah hubungan antara olahraga dengan dismenorea pada mahasiswi Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Semarang tahun 2016.Metode: Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan rancangan belah lintang. Sebanyak 78 mahasiswi FIK Unnes yang memenuhi kriteria inklusi selama April 2016 sampai Mei 2016 telah mengisi kuesioner. Data jenis olahraga, frekuensi, durasi serta kejadian dismenorea diperoleh melalui wawancara dengan kuesioner yang dibuat khusus untuk penelitian ini. Data dideskripsikan dalam bentuk tabel dan gambar, dilakukan uji Chi-square dan uji korelasi Gamma dan sommers’d, analisis data menggunakan program computer.Hasil: Sebanyak 12 subjek (15,4%) dari 78 sampel mahasiswi tidak mengalami dismenorea. Pada penelitian ini didapatkan nilai p>0.05 atau tidak bermakna pada variabel frekuensi, durasi, dan jenis olahraga terhadap dismenorea pada mahasiswi FIK Unnes 2016.Simpulan: Tidak terdapat hubungan antara olahraga dengan dismenorea pada mahasiswi FIK Unnes tahun 2016.
PERBEDAAN TINGKAT KECEMASAN DAN INSOMNIA ANTARA TAHANAN DAN NARAPIDANA DI LEMBAGA PEMASYARAKATAN KLAS IIA WANITA SEMARANG Nila Rabiastuti Meiyanti; Widodo Sarjana; Titis Hadiati
Jurnal Kedokteran Diponegoro (Diponegoro Medical Journal) Vol 8, No 1 (2019): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Diponegoro, Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (288.313 KB) | DOI: 10.14710/dmj.v8i1.23368

Abstract

Latar Belakang: Kecemasan dan insomnia dapat dialami oleh siapa saja termasuk penghuni lembaga pemasyarakatan baik dengan status narapidana maupun masih status tahanan. Banyaknya perubahan - perubahan dan permasalahan yang dialami narapidana dan tahanan akan menyebabkan mereka dalam suatu ketidaknyamanan dan berdampak pada masalah kesehatan mental seperti kecemasan yang selanjutnya bermanifestasi insomnia. Tujuan: Mengetahui perbedaan tingkat kecemasan dan insomnia antara tahanan dan narapidana. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel adalah 57 orang yang terdiri dari 26 tahanan dan 31 narapidana yang berada di Lembaga Pemasyarakatan Klas IIA Wanita Semarang. Pengambilan sampel dengan metode simple random sampling. Responden diukur tingkat kecemasan dengan menggunakan kuesioner Zung Self-rating Anxiety Scale dan tingkat insomnia dengan menggunakan kuesioner Insomnia Severity Index. Uji yang digunakan adalah uji Chi-square. Hasil: Pada penelitian didapatkan hasil bahwa kecemasan pada tahanan 7.7%, dan narapidana 9.7%. Sedangkan insomnia pada penghuni lapas cukup tinggi dengan total 54.4% dari seluruh responden yang mengalami insomnia, dengan rincian 31.7% insomnia yang dialami tahanan dan 22.8% insomnia yang dialami oleh narapidana. Berdasarkan hasil uji statistik menunjukkan tidak terdapat perbedaan yang bermakna pada tingkat kecemasan anatara tahanan dan narapidana (p=1.00) dan terdapat perbedaan yang bermakna pada tingkat insomnia antara tahanan dan narapidana (p=0.041). Kesimpulan: tidak ada perbedaan yang bermakna dalam hal tingkat kecemasan, namun terdapat perbedaan yang bermakna dalam hal tingkat insomnia antara tahanan dan narapidana.Kata Kunci: Kecemasan, insomnia, tahanan, narapidana.
PENGARUH PEMBERIAN MIYAK GORENG PENGGUNAAN BERULANG TERHADAP KADAR PARASETAMOL PADA URIN TIKUS WISTAR JANTAN Pratama Nurmalik Adhuri; Endang Sri Sunarsih; Astika Widy Utomo
DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL (JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO) Vol 6, No 2 (2017): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO
Publisher : Faculty of Medicine, Diponegoro University, Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (380.042 KB) | DOI: 10.14710/dmj.v6i2.18617

Abstract

Latar Belakang: Penggunaan minyak goreng berulang lazim dilakukan, dengan tujuan mengurangi biaya dalam memasak. Minyak goreng yang digunakan berulang akan menyebabkan pembentukan radikal bebas yang dapat menjenuhkan antioksidan endogen, yaitu glutahtion. Parasetamol merupakan obat analgetikantipiretik yang sering dikonsumsi masyarakat. Gluthation mempunyai peran penting dalam metabolisme parasetamol.Tujuan: Mengetahui pengaruh minyak goreng penggorengan berulang terhadap kandungan parasetamol dalam urin tikus wistar.Metode:True experimental dengan post test only control group design. Pengukuran pengaruh penggunaan minyak goreng berulang dilakukan dengan membandingkan presentase kandungan parasetamol pada urin tikus. Setelah diadaptasi dengan diet standar selama 7 hari, 14 ekor tikus wistar jantan dibagi menjadi 2 kelompok. Kelompok K sebagai kelompok kontrol dan kelompok P sebagai kelompok perlakuan. Kelompok K diberi diet standar dan kelompok P diberi diet minyak goreng penggorengan berulang ad libitum selama 56 hari. Pada hari ke-57 semua tikus diberi parasetamol oral 12,5mg/200gramBB. Sampel yang diambil adalah urin tampung 24 jam. Volume urin dicatat. Kadar parasetamol dalam urin diukur dengan spektrofotometri UV pada panjang gelombang 242 nm. Persentase jumlah parasetamol dalam urin didapat dari mengalikan kadar parasetamol dengan volume urin.Hasil: Uji statistik dengan uji t tidak berpasangan menunjukan perbedaan bermakna (p<0,05). Persentase jumlah parasetamol kelompok perlakuan lebih rendah dibandingkan kelompok kontrol. Dengan rerata sebesar 94,6% pada kelompok perlakuan dan 97,16% pada kelompok kontrol.Simpulan: Minyak goreng penggunaan berulang mempengaruhi metabolisme parasetamol dengan menurunkan persentase parasetamol dalam urin.
HUBUNGAN ANTARA DIMENSI KURSI DAN KELUHAN NYERI PUNGGUNG BAWAH MAHASISWA FK UNDIP Gina Silvia Pamungkas; RM Soerjo Adjie; Darmawati Ayu Indraswari
Jurnal Kedokteran Diponegoro (Diponegoro Medical Journal) Vol 5, No 4 (2016): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Diponegoro, Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (330.771 KB) | DOI: 10.14710/dmj.v5i4.14454

Abstract

Latar Belakang : Nyeri punggung bawah (NPB) adalah masalah kesehatan yang umum di seluruh dunia. Salah satu faktor risiko terjadinya NPB adalah akibat duduk dalam waktu yang lama dan posisi duduk yang salah. Posisi duduk yang salah dapat dipengaruhi oleh dimensi atau desain kursi yang tidak sesuai dengan antropometri duduk.Tujuan : Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui adakah hubunganantara dimensi kursi dan munculnya keluhan NPB mahasiswa Fakultas Kedokteran Undip.Metode :Penelitian ini adalah penelitian observasional menggunakan pendekatan belah lintang yang dilakukan pada bulan Maret – April 2016 dengan subjek penelitian adalah mahasiswa Fakultas Kedokteran Undip yang duduk di kursi kelas selama 4 jam. Penelitian ini dilakukan menggunakan kuesioner DASS 42 sebagai alat ukur status psikologi dan skala pengukuran numerik (SPN) untuk mengukur intensitas nyeri yang dirasakan. Analisis data menggunakan uji Chi- square.Hasil :Jumlah responden sebanyak 64 orang. Tidak terdapat hubungan yang bermakna antara dimensi kursi dan keluhan nyeri punggung bawah pada mahasiswa FK Undip (p=0,114).Kesimpulan :Tidak terdapat hubungan yang bermakna antara dimensi kursi dan munculnya keluhan NPB mahasiswa Fakultas Kedokteran Undip.
PENGARUH EKSTRAK DAUN SUKUN (ARTOCARPUS ALTILIS) TERHADAP GAMBARAN FIBROSIS HEPAR TIKUS WISTAR YANG DIINDUKSI DIETILNITROSAMIN Frizani, Nursa Audina; Miranti, Ika Pawitra
DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL (JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO) Vol 7, No 2 (2018): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO
Publisher : Faculty of Medicine, Diponegoro University, Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (333.212 KB) | DOI: 10.14710/dmj.v7i2.20854

Abstract

Latar belakang: Fibrosis hepar merupakan salah satu bentuk degenerasi hepar, dan apabila dibiarkan dapat berkembang menjadi sirosis. Salah satu stimulus yang dapat menyebabkan fibrosis adalah dietilnitrosamin, yang dimetabolisme menjadi radikal bebas seperti Reactive Oxygen Species (ROS), yang dapat dicegah dengan kandungan antioksidan. Daun sukun (Artocarpus altilis) memiliki kandungan antioksidan yang diharapkan dapat menghambat proses fibrogenesis.Tujuan: Mengetahui pengaruh ekstrak daun sukun (Artocarpus altilis) terhadap gambaran fibrosis hepar tikus wistar setelah diinduksi dietilnitrosamin.Metode: Penelitian ini menggunakan post-test only control group design. Sampel terdiri dari 18 ekor tikus wistar jantan yang dibagi menjadi 3 kelompok. Kelompok K(-) tanpa perlakuan, kelompok K(+) diinjeksi dietilnitrosamin 50mg/kgBB satu kali seminggu, kelompok perlakuan diinjeksi dietilnitrosamin 50mg/kgBB satu kali seminggu dan diberi ekstrak daun sukun 200mg/kgBB setiap hari. Penelitian dilaksanakan selama 8 minggu dan tikus diterminasi serta diambil heparnya untuk dilakukan pemeriksaan secara mikroskopis.Hasil: Rerata skor fibrosis hepar kelompok K(-) 0,00; kelompok K(+) 1,60; kelompok perlakuan 0,60. Uji Kruskall-Wallis didapatkan p<0,05 yang berarti paling tidak terdapat perbedaan skor fibrosis hepar antar dua kelompok. Uji post-hoc Mann-Whitney kelompok K(-) dan kelompok K(+) didapatkan perbedaan bermakna (p<0,05); kelompok K(-) dan kelompok perlakuan dengan p=0,05 yang berarti ditemukan perbedaan yang tidak bermakna antar dua kelompok; kelompok K(+) dan kelompok perlakuan dengan p=0,059 yang berarti ditemukan perbedaan yang tidak bermakna antar dua kelompok.Simpulan: Tikus yang diinduksi dietilnitrosamin akan mengalami fibrosis pada hepar dengan derajat yang bervariasi, dan kelompok yang diberi ekstrak daun sukun memiliki derajat fibrosis hepar yang lebih rendah dibandingkan dengan kelompok yang diinduksi dietilnitrosamin.
HUBUNGAN ANEMIA PADA BAYI PREMATUR DENGAN STATUS PERTUMBUHAN USIA 0-6 BULAN Shastia Kautsary Setiyadi; Adhie Nur Radityo
Jurnal Kedokteran Diponegoro (Diponegoro Medical Journal) Vol 6, No 4 (2017): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Diponegoro, Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (265.962 KB) | DOI: 10.14710/dmj.v6i4.18387

Abstract

Latar Belakang : Anemia pada bayi baru lahir merupakan abnormalitas yang paling sering ditemukan pada bayi baru lahir. Apabila terjadi pada bayi premature, salah satu komplikasi yang mungkin terjadi adalah terganggunya proses pertumbuhan dan juga proses perkembangan anak  Namun, penelitian yang khusus membahas mengenai hubungan riwayat anemia pada bayi premature dan status pertumbuhan masih sedikit sehingga penelitian ini perlu dilakukanTujuan Penelitian : Mengetahui apakah riwayat anemia pada bayi prematur memiliki hubungan dengan status pertumbuhan bayi usia 0 hingga 6 bulanMetode Penelitian observasional analitik dengan rancangan cross sectional pada 30 subjek dengan riwayat lahir premature dan anemia serta 30 subjek yang hanya memiliki riwayat lahir premature saja. Data subjek diambil dari data rekam medik RS Kariadi dan dihubungi untuk mendapatkan data antropometri saat 6 bulanHasil : Sebanyak 20% dari tiap kelompok subjek mengalami status pertumbuhan yang buruk Didapatkan nilai p hasil analisis hubungan riwayat anemia pada bayi premature dan status pertumbuhan sebesar 1.Kesimpulan : Tidak terdapat hubungan yang bermakna antara riwayat anemia pada bayi premature dan status pertumbuhan bayi usia 0 hingga 6 bulan
GAMBARAN PERSEPSI DAN KESIAPAN DOSEN FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS DIPONEGORO TERHADAP INTERPROFESSIONAL EDUCATION (IPE) Patricia, Jennifer; Bakri, Saekhol; Adespin, Dea Amarilisa
DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL (JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO) Vol 8, No 2 (2019): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO
Publisher : Faculty of Medicine, Diponegoro University, Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (339.242 KB) | DOI: 10.14710/dmj.v8i2.23795

Abstract

Latar belakang: Kualitas pelayanan kesehatan sangat ditentukan oleh kemampuan berkolaborasi, kerjasama dan komunikasi antar profesi tenaga kesehatan yang dapat ditingkatkan melalui program Interprofessional Education (IPE). Persepsi dan kesiapan dosen pembimbing adalah bagian penting dalam pelaksanaan program IPE.  Tujuan: Untuk menganalisis gambaran persepsi dan kesiapan dosen FK Undip terhadap IPE.   Metode: Penelitian deskriptif dengan rancangan cross sectional. Pengambilan sampel menggunakan teknik total sampling pada dosen Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro yang telah bertugas sebagai dosen pembimbing lapangan (DPL) IPE tahun 2018. Responden terdiri dari 14 dosen Kedokteran, 10 dosen Ilmu Keperawatan, dan 11 dosen Ilmu Gizi. Data diambil menggunakan kuesioner Interprofessional Education Perceptions Scale (IEPS) untuk menilai persepsi dosen terhadap IPE dan Readiness Interprofessional Learning Scale (RIPLS) dimodifikasi untuk menilai kesiapan dosen terhadap IPE. Hasil : Mayoritas dosen FK Undip memiliki persepsi (68.6%) dan kesiapan (82,9 %) dalam kategori baik terhadap IPE. Terdapat perbedaan bermakna (p = 0,005) kesiapan dosen terhadap IPE berdasarkan karakteristik jurusan. Terdapat hubungan positif yang sedang (p = 0,000 ; r = 0.570) antara persepsi dan kesiapan dosen FK Undip terhadap IPE. Simpulan: Mayoritas dosen FK Undip memiliki persepsi dan kesiapan dalam kategori baik terhadap IPEKata kunci : IPE, Persepsi, Kesiapan
PERBEDAAN INDEKS HIGIENE ORAL DAN pH PLAK KELOMPOK PEMAKAI DAN BUKAN PEMAKAI PESAWAT ORTODONTI CEKAT Vika Oktaviani; Oedijani Santoso
Jurnal Kedokteran Diponegoro (Diponegoro Medical Journal) Vol 5, No 1 (2016): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Diponegoro, Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (358.693 KB) | DOI: 10.14710/dmj.v5i1.11358

Abstract

Background: Orthodontic treatment can have an impact in the form of changes in the oral environment and the composition of the oral flora, causing changes the amount and pH of plaque that can cause dental caries and gingivitis.Aim: To determine the difference on oral hygiene index and pH of plaque group of users and non users of fixed orthodontic appliances.Methods: This research is analytical observational research by using cross sectional design. The subjects of the research were as many as 54 students who were divided into group of the users and group of the non users fixed orthodontic appliances. This research began with the measurement of the pH of plaque by using pH meter, then assessment of Oral Hygiene Index which obtained by summing the scores of debris and scores of calculus of each student.Results: The result of the research with statistical test that there was increase on oral hygiene index in the group of users (0,45 ± 0,250) and non users of fixed orthodontic appliances (0,38 ± 0,217). pH of plaque in the group of users fixed orthodontic appliances lower (0,38 ± 0,217) than group of non users of fixed orthodontic appliances (7,18 ± 0,131).Conclusion: There was no significant difference about Oral Hygiene Index Simplified (OHI-S) in the group of users and group of the non users fixed orthodontic appliances and there was significant difference between the pH of plaque in the group of users and group of the non users fixed orthodontic appliances. 
PERBEDAAN JENIS PEKERJAAN IBU DENGAN KUANTITAS PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF ( STUDI KASUS DI KECAMATAN SEMARANG UTARA ) Winarning Dinanti; Ani Margawati
DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL (JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO) Vol 6, No 2 (2017): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO
Publisher : Faculty of Medicine, Diponegoro University, Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (464.29 KB) | DOI: 10.14710/dmj.v6i2.18649

Abstract

Latar Belakang: Air susu ibu bermanfaat bagi kesehatan bayi karena mengandung gizi tinggi serta dapat melindungi bayi dari penyakit infeksi. Data Dinas Kesehatan Kota Semarang menyatakan cakupan pemberian ASI eksklusif tahun 2014 adalah 64,7% , hal ini belum mencapai target nasional yaitu 80 %.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan jenis pekerjaan ibu dengan kuantitas pemberian ASI eksklusif.Metode: Desain penelitian ini adalah studi cross sectional yang dilakukan dengan pendekatan kuantitatif. Sampel diambil dengan teknik purposive sampling dan didapatkan 40 orang, yaitu ibu yang bekerja sebagai buruh pabrik dan PNS yang memiliki balita di Kecamatan Semarang Utara yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Data dikumpulkan menggunakan metode wawancara dengan intrumen berupa kuesioner.Hasil: Teknik analisis yang digunakan adalah analisis univariat dan analisis bivariat ( uji chi square dan uji Fisher). Penelitian ini menunjukkan tidak terdapat perbedaan ibu yang bekerja sebagai buruh pabrik dan PNS dengan pemberian ASI eksklusif ( p=0,197 ), frekuensi pemberian ASI dalam sehari (p=0,327) dan lamanya pemberia ASI (p=0,322). Hal yang menjadi faktor lain yaitu pendidikan,pengetahuan,perilaku, dukungan suami, pendapatan juga tidak terdapat perbedaan dengan kuantitas pemberian ASI eksklusif.Simpulan: Jenis pekerjaan ibu antara buruh pabrik dan PNS tidak terdapat perbedaan yang signifikan dengan kuantitas pemberian ASI eksklusif. 
PREVALENSI DAN FAKTOR RISIKO TERJADINYA KETOMBE PADA POLISI LALU LINTAS KOTA SEMARANG Mitha Ismi Istiqomah; Prasetyowati Subchan; Aryoko Widodo S.
Jurnal Kedokteran Diponegoro (Diponegoro Medical Journal) Vol 5, No 4 (2016): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Diponegoro, Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (337.853 KB) | DOI: 10.14710/dmj.v5i4.15491

Abstract

Latar Belakang : Infeksi jamur pada kulit sering diderita oleh masyarakat yang tinggal di negara tropis seperti Indonesia. Infeksi jamur yang sering diderita salah satunya adalah ketombe. Ketombe adalah suatu gangguan kulit kepala yang ditandai dengan adanya skuama atau sisik berwarna putih atau abu-abu pada rambut kepala dengan jumlah yang bervariasi. Profesi polisi lalu lintas (Polantas) diperkirakan memiliki resiko tinggi terkena ketombe. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui angka kejadian dan faktor resiko ketombe pada Polantas di Semarang.Metode : Penelitian ini bersifat belah lintang dengan subjek penelitian 58 Polantas di Semarang pada bulan Mei 2016. Diagnosis ketombe berdasarkan pemeriksaan klinis oleh residen penyakit kulit kelamin dan kerokan kulit kepala. Data diambil dengan kuesioner meliputi higiene perorangan dan tempat penyimpanan topi polisi. Analisa data menggunakan uji regresi logistik dengan tingkat kemaknaan p < 0,05; Interval Kepercayaan 95%.Hasil : Pada penelitian ini didapatkan 14 dari 58 polisi lalu lintas kota Semarang terdiagnosa ketombe. Dari hasil analisis kuesioner higiene perorangan (p = 0,145) dan tempat penyimpanan topi polisi (p = 0,750) secara statistik  tidak bermakna karena p> 0,05.Simpulan : Prevalensi kejadian ketombe pada polisi lalu lintas kota Semarang sebanyak 24,1%.  Higiene perorangan yang buruk dan tempat penyimpanan topi polisi bukan merupakan faktor risiko kejadian ketombe pada polisi lalu lintas kota Semarang.

Page 58 of 104 | Total Record : 1040


Filter by Year

2016 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 15, No 1 (2026): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 14, No 6 (2025): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 14, No 5 (2025): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 14, No 4 (2025): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 14, No 3 (2025): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 14, No 2 (2025): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 14, No 1 (2025): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 13, No 6 (2024): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 13, No 5 (2024): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 13, No 4 (2024): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 13, No 3 (2024): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 13, No 2 (2024): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 13, No 1 (2024): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 12, No 6 (2023): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 12, No 5 (2023): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 12, No 4 (2023): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 12, No 3 (2023): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 12, No 2 (2023): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 12, No 1 (2023): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 11, No 6 (2022): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 11, No 5 (2022): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 11, No 4 (2022): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 11, No 3 (2022): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 11, No 2 (2022): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 11, No 1 (2022): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 10, No 6 (2021): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 10, No 5 (2021): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 10, No 4 (2021): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 10, No 3 (2021): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 10, No 2 (2021): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 10, No 1 (2021): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 9, No 6 (2020): DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL (Jurnal Kedokteran Diponegoro) Vol 9, No 4 (2020): DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL ( Jurnal Kedokteran Diponegoro ) Vol 9, No 3 (2020): DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL ( Jurnal Kedokteran Diponegoro ) Vol 9, No 2 (2020): DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL ( Jurnal Kedokteran Diponegoro ) Vol 9, No 1 (2020): DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL ( Jurnal Kedokteran Diponegoro ) Vol 8, No 4 (2019): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO Vol 8, No 3 (2019): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO Vol 8, No 2 (2019): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO Vol 8, No 1 (2019): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO Vol 7, No 4 (2018): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO Vol 7, No 2 (2018): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO Vol 7, No 1 (2018): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO Vol 6, No 4 (2017): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO Vol 6, No 3 (2017): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO Vol 6, No 2 (2017): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO Vol 6, No 1 (2017): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO Vol 6 (2017): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO Vol 5, No 4 (2016): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO Vol 5, No 3 (2016): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO Vol 5, No 2 (2016): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO Vol 5, No 1 (2016): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO More Issue