cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Kedokteran Diponegoro
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : 25408844     DOI : -
Core Subject : Health,
JKD : JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO ( ISSN : 2540-8844 ) adalah jurnal yang berisi tentang artikel bidang kedokteran dan kesehatan karya civitas akademika dari Program Studi Kedokteran Umum, Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro Semarang dan peneliti dari luar yang membutuhkan publikasi . JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO terbit empat kali per tahun. JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO diterbitkan oleh Program Studi Kedokteran Umum, Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro Semarang.
Arjuna Subject : -
Articles 1,040 Documents
HUBUNGAN LINGKAR LEHER DAN TEBAL LEMAK BAWAH KULIT (SKINFOLD) TERHADAP PROFIL LIPID PADA REMAJA Tiara Aris Dahriani; Etisa Adi Murbawani; Binar Panunggal
Jurnal Kedokteran Diponegoro (Diponegoro Medical Journal) Vol 5, No 4 (2016): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Diponegoro, Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (393.316 KB) | DOI: 10.14710/dmj.v5i4.15967

Abstract

Latar Belakang: Masalah profil lipid tidak hanya terkait pada usia tua saja, tetapi juga pada usia remaja. Untuk menguji masalah tersebut dapat dilakukan dengan pengukuran lingkar leher dan tebal lemak bawah kulit (skinfold).Tujuan: Menganalisis hubungan antara lingkar leher dan tebal lemak bawah kulit (skinfold) terhadap profil lipid pada remaja.Metode: Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional. Subjek penelitian adalah remaja berusia 16-18 tahun, kelas XI SMA Negeri 9 Semarang. Subjek dipilih dengan consecutive sampling. Sebanyak 61 remaja setuju mengikuti penelitian dan memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Analisis data dengan menggunakan uji korelasi Pearson Product Moment, Rank Spearman, Mann-Whitney, dan Kruskal-Wallis.Hasil: Tidak terdapat hubungan antara lingkar leher terhadap kolesterol total (p=0,633 ; r=0,62), trigliserida (p=0,307 ; r=0,133), LDL (p=0,411 ; r=0,107) dan HDL (p=0,091 ; r= -0,219). Tebal lemak bawah kulit (skinfold) yang diubah kedalam bentuk persen lemak tubuh bermakna terhadap kolesterol total (p=0,037 ; r=0,268 ), LDL (p=0,037 ; r=0,268), dan HDL (p=0,047 ; r= -0,256) dengan kekuatan korelasi lemah. Sedangkan persen lemak tubuh tidak memiliki hubungan yang bermakna terhadap trigliserida (p=0,269 ; r=0,144).Simpulan: Tidak terdapat hubungan antara lingkar leher terhadap profil lipid pada remaja. Terdapat hubungan antara tebal lemak bawah kulit (skinfold) terhadap profil lipid (kolesterol total, LDL, HDL) pada remaja.
PERBEDAAN NILAI KAPASITAS AEROBIK MAKSIMAL (VO2MAX) PADA ATLET USIA 10-13 TAHUN ANTAR CABANG OLAHRAGA (STUDI PADA CABANG OLAHRAGA BOLA VOLI, SEPAK BOLA, RENANG, DAN TAEKWONDO) Maria Anindya Krishnasari; Yosef Purwoko; Endang Kumaidah
Jurnal Kedokteran Diponegoro (Diponegoro Medical Journal) Vol 8, No 1 (2019): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Diponegoro, Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (282.226 KB) | DOI: 10.14710/dmj.v8i1.23335

Abstract

Latar Belakang : Gaya hidup sedentary di zaman sekarang dapat memicu berbagai penyakit. Hal ini dapat dicegah dengan memulai hidup sehat sejak usia muda. Penelitian menunjukkan bahwa tingkat kebugaran yang baik di usia muda dapat meningkatkan profil kesehatan di usia dewasa nantinya. Tujuan : Mengetahui perbedaan nilai VO2max atlet usia 10-13 tahun cabang olahraga bola voli, sepak bola, renang, dan taekwondo. Metode Penelitian : Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif analitik dengan desain cross sectional. Subjek adalah 14 atlet laki-laki berusia 10-13 tahun cabang olahraga bola voli, sepak bola, renang, dan taekwondo. Data karakteristik subjek berupa usia dan lama latihan. Nilai VO2max diukur dengan Multistage-20m-shuttle run test. Data nilai VO2max diuji dengan Uji Oneway Anova. Hasil : Rerata nilai VO2max atlet bola voli adalah 28,42 ml/kg/menit, sepak bola 26,00 ml/kg/menit, renang 29,08 ml/kg/menit, dan taekwondo 30,98 ml/kg/menit. Kesimpulan Pada penelitian ini, nilai VO2max atlet usia 10-13 tahun antar cabang olahraga memiliki perbedaan yang tidak bermakna, dengan urutan nilai VO2max dari yang tertinggi ke terendah yaitu taekwondo, renang, bola voli dan sepak bola.Kata Kunci : atlet, 10-13 tahun, VO2max, bola voli, sepak bola, renang, taekwondo
PENGARUH LATIHAN HATHA YOGA TERHADAP TEKANAN INTRAOKULER Novalia Larissa Fandhira; Maharani Maharani; Riski Prihatningtyas
DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL (JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO) Vol 6, No 2 (2017): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO
Publisher : Faculty of Medicine, Diponegoro University, Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (319.394 KB) | DOI: 10.14710/dmj.v6i2.18608

Abstract

Latar Belakang : Tekanan intraokuler adalah faktor risiko penyakit glaukoma yang dapat dimodifikasi. Aktivitas fisik dan posisi tubuh dapat mempengaruhi tekanan intraokuler. Salah satu pilihan aktivitas fisik yang dewasa ini semakin banya digemari oleh masyarakat adalah yoga, terutama cabang Hatha Yoga. Tujuan : Membuktikan pengaruh latihan Hatha yoga terhadap tekanan intraokulerMetode : Jenis penelitian ini adalah quasi experimental dengan rancangan penelitian post-test only two groups. Subjek penelitian berjumlah 38 orang yang dibagi menjadi kelompok Hatha Yoga dan kelompok kontrol. Pada setiap kelompok terdiri dari 19 subjek berjenis kelamin perempuan yang berusia 20 - 40 tahun. Subjek pada kelompok Hatha Yoga telah megikuti latihan yoga selama minimal 3 bulan, sedangkan subjek pada kelompok kontrol belum pernah mengikuti latihan yoga. Pengambilan data pada kelompok Hatha Yoga dilakukan sesaat setelah latihan Hatha Yoga yang dilaksanakan 1 kali selama 60 menit. Sedangkan pengambilan data pada kelompok kontrol dilakukan pada waktu yang sama di hari yang berbeda. Data yang diambil adalah tekanan intraokuler. Analisa data menggunakan uji T tidak berpasangan. Perbedaan dinyatakan bermakna jika p<0,05.Hasil : Berdasarkan data yang terkumpul dari 38 subjek, didapatkan hasil rerata tekanan intraokuler pada kelompok hatha yoga adalah 16,18 ± 2,40 mmHg sedangkan pada kelompok kontrol adalah 18,42 ± 2,52 mmHg. Pada uji T tidak berpasangan didapatkan perbedaan yang bermakna antar kedua kelompok (p = 0,008).Kesimpulan : Latihan hatha yoga selama minimal 3 bulan dapat membantu menurunkan tekanan intraokuler.
RASIO NEUTROFIL LIMFOSIT DARAH TEPI SEBAGAI INDIKATOR OUTCOME PADA STROKE ISKEMIK AKUT Fauzia Chaira Ummah; Maria Belladonna; Retnaningsih Retnaningsih
Jurnal Kedokteran Diponegoro (Diponegoro Medical Journal) Vol 5, No 4 (2016): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Diponegoro, Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (435.16 KB) | DOI: 10.14710/dmj.v5i4.14430

Abstract

Latar Belakang: Keterkaitan proses inflamasi pada stroke iskemik yaitu melalui kondisi inflamasi akut yang mengancam penumbra di area sekitar sel nekrotik serta kerusakan jaringan akibat inflamasi yang meningkatkan kejadian mortalitas dan disabilitas. Peran penanda inflamasi cukup besar dalam menilai perjalanan stroke iskemik, salah satunya rasio neutrofil limfosit/neutrophil lymphocyte ratio (NLR) yang menggabungkan neutrofil sebagai komponen inflamasi aktif serta limfosit sebagai regulator dan komponen protektif dalam satu kesatuan parameter. Penilaian NLR diharapkan dapat mengindikasikan keluaran stroke dengan lebih cermat.Tujuan: Membuktikan bahwa NLR darah tepi dapat digunakan sebagai indikator outcome stroke iskemik akut.Metode: Rancangan penelitian kohort pada pasien stroke iskemik akut yang dirawat di RSUP Dr.Kariadi Semarang yang diambil dengan consecutive sampling. Tiga puluh satu pasien yang mengalami stroke iskemik akut dengan onset <72 jam dilakukan penghitungan NLR dan skor National Institutes of Health Stroke Scale (NIHSS), pada hari ke 7 perawatan dilakukan penilaian skor NIHSS ulang. Hubungan antar variabel dianalisis dengan uji Chi Square, uji t berpasangan, uji Pearson, kurva ROC, dan uji sensitivitas serta sensibilitas.Hasil: Didapatkan 31 subjek penelitian. Terdapat hubungan yang bermakna antara nilai NLR dengan perubahan skor NIHSS (p = 0,001) dengan koefisien korelasi adalah -0,581. Dengan analisis kurva ROC didapatkan cut-off-point NLR saat masuk sebagai indikator perubahan keluaran stroke adalah 5,35 (95% CI=0,6 s/d 0,9). Hasil uji spesifisitas dan sensitivitas dengan data responden yang ada didapatkan sensitifitas 80,00% spesifitas 72,72 %.Kesimpulan: Pemeriksaan NLR darah tepi saat penderita masuk merupakan indikator keluaran stroke iskemik akut yang cukup baik.
HUBUNGAN ANEMIA DENGAN KUALITAS HIDUP PASIEN GAGAL JANTUNG KRONIK Azzahra Dzakiyah; Novi Anggriyani; Noor Wijayahadi
DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL (JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO) Vol 7, No 2 (2018): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO
Publisher : Faculty of Medicine, Diponegoro University, Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (408.398 KB) | DOI: 10.14710/dmj.v7i2.20789

Abstract

Latar Belakang Gagal jantung kronik merupakan sindroma klinik yang kerap dijumpai pada orang dewasa dengan prevalensi 0,13% di Indonesia. Anemia merupakan prediktor independen terhadap mortalitas dan morbiditas pasien gagal jantung kronik.  Kualitas hidup merupakan indikator yang penting untuk melihat keberhasilan terapi dari segi perspektif pasien.Tujuan: mengetahui hubungan antara kadar hemoglobin dengan kualitas hidup pasien gagal jantung kronik.Metode Penelitian ini dilakukan dengan desain cross sectional pada pasien gagal jantung kronik yang dirawat di RSUP Dr. Kariadi dengan metode consecutive sampling (n=32). Data yang digunakan adalah data primer berupa kuisioner kualitas hidup MLHFQ dan data sekunder berupa kadar hemoglobin pasien saat awal masuk rawat inap melalui data rekam medis.Hasil Data kadar hemoglobin yang telah diklasifikasikan derajatnya sesuai kriteria WHO dianalisis dengan uji korelasi Spearman dengan skor kualitas hidup MLHFQ yang terbagi menjadi dimensi fisik, emosi, umum, dan keseluruhan dan tidak didapatkan hubungan yang bermakna (p>0,05) dengan kekuatan korelasi lemah untuk dimensi fisik (r : -0,212), dan sangat lemah untuk dimensi lain (r<0,2). Terdapat hubungan yang bermakna (p<0,05), dengan korelasi sedang, antara kelas fungsional dengan kualitas hidup dimensi fisik, umum, (r:0,401) dan keseluruhan (r:0,496).Kesimpulan Kadar hemoglobin tidak memiliki hubungan yang signifikan dengan kualitas hidup pasien gagal jantung kronik.
FAKTOR PENYEBAB TERJADINYA DERMATITIS KONTAK AKIBAT KERJA PADA PEKERJA SALON Daisha Vika Audina; Asih Budiastuti; Y.L Aryoko Widodo
Jurnal Kedokteran Diponegoro (Diponegoro Medical Journal) Vol 6 (2017): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Diponegoro, Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (394.297 KB) | DOI: 10.14710/dmj.v6i0.18801

Abstract

Latar Belakang: Dermatitis kontak merupakan reaksi peradangan pada kulit akibat bahan yang kontak dengan kulit. Dermatitis kontak akibat kerja dapat ditemui pada pekerja salon yang umunya timbul karena kontak dengan bahan penyebab ketika melakukan tugas seperti pewarnaan rambut, pelurusan, dan pengeritingan rambut.Tujuan: Mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi dan menjadi penyebab terjadinya dermatitis kontak akibat kerja pada pekerja salon di kota Semarang.Metode: Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan rancangan penelitian cross sectional dimana pengumpulan data dilakukan pada satu saat atau satu periode tertentu dan pengamatan studi hanya dilakukan satu kali. Teknik pengambilan sampel menggunakan cara cluster sampling dan didapat 41 pekerja salon di kecamatan Tembalang dan Banyumanik, kota Semarang. Data diambil dengan metode wawancara menggunakan instrument kuesioner yang telah dilakukan uji validitas dan reliabilitasnya. Data yang didapatkan berupa data karakteristik responden, faktor yang berhubungan dengan terjadinya dermatitis kontak dan data klinis. Data tersebut kemudian dianalisis dengan uji chi square / uji fisher. Analisa data menggunakan uji regresi logistic dengan tingkat kemaknaan p<0,05; Interval Kepercayaan 95%.Hasil: Penelitian ini menunjukkan bahwa dari 41 responden, 23 diantaranya mengalami dermatitis kontak akibat kerja (56,1%).  Hasil analisa statistik didapatkan jenis pekerjaan (p=0,049), frekuensi paparan (p=0,037), memiliki hubungan yang bermakna terhadap terjadinya dermatitis kontak akibat kerja. Sedangkan penggunaan alat pelindung diri (p=0,228), tidak memiliki hubungan yang bermakna terhadap terjadinya dermatitis kontak akibat kerja.Kesimpulan: Jenis pekerjaan dan frekuensi paparan merupakan faktor penyebab terjadinya dermatitis kontak akibat kerja pada pekerja salon. Sedangkan penggunaan alat pelindung diri bukan merupakan faktor penyebab terjadinya dermatitis kontak pada pekerja salon.
PENGARUH EKSTRAK DAUN BELIMBING WULUH (Averrhoa blimbi L.)TERHADAP KADAR KOLESTEROL LDL SERUM TIKUS WISTAR (Rattus norvegicus) HIPERKOLESTEROLEMIA Ayudia Marina Sendy; Aryoko Widodo
DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL (JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO) Vol 8, No 2 (2019): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO
Publisher : Faculty of Medicine, Diponegoro University, Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (400.456 KB) | DOI: 10.14710/dmj.v8i2.23783

Abstract

Latar Belakang: Hiperkolesterolemia adalah kondisi dimana konsentrasi kolesterol di dalam darah melebihi batas normal karena adanya kelainan metabolisme lipid yang ditandai dengan peningkatan kadar kolesterol LDL yang merupakan faktor risiko terjadinya penyakit jantung koroner. Daun belimbing wuluh merupakan tanaman herbal yang dapat menurunkan kadar kolesterol LDL karena mengandung senyawa flavonoid, saponin, dan tanin. Tujuan: Menganalisis pengaruh pemberian ekstrak daun belimbing wuluh dengan dosis bertingkat dibandingkan simvastatinterhadap kadar kolesterol LDL serum pada tikus wistar hiperkolesterolemia. Metode: Penelitian true experimental dengan rancangan post test only controlled group design menggunakan30 ekor tikus wistar jantan dibagi menjadi 5 kelompok yaitu kelompok K1 merupakan kontrol negatif, K2 merupakan kontrol positif, P1 diberi 0,18 mg/200gBB simvastatin, kelompok P2 diberi 250 mg/kgBB ekstrak daun belimbing wuluh, dan kelompok P3 diberi 500 mg/kgBB ekstrak daun belimbing wuluh. Perhitungan kadar kolesterol LDL dengan metode CHOD-PAP. Uji statistik menggunakan uji one way Anova. Hasil: Rerata kadar kolesterol LDL serum kelompok K1 (14,18 ± 4,32), K2 (15,58 ± 4,05), P1 (15,04 ± 4,91), P2 (15,86 ± 3,18) dan P3 (15,52 ± 4,81). Pada analisis uji one way Anova tidak didapatkan perbedaan yang signifikan antar kelompok K1, K2, P1, P2, dan P3 (p > 0,05). Simpulan: Ekstrak daun belimbing wuluh dosis 250 mg/kgBB, 500 mg/kgBB dan simvastatin didapatkan tidak terbukti dalam menurunkan kadar kolesterol LDL serum tikus hiperkolesterolemia.Kata Kunci: Daun belimbing wuluh, Hiperkolesterolemia,LDL
Cover dan Daftar Isi Terbitan JKD Vol. 8, No. 4 Oktober 2019 Cover, Cover
DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL (JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO) Vol 8, No 4 (2019): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO
Publisher : Faculty of Medicine, Diponegoro University, Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (342.393 KB) | DOI: 10.14710/dmj.v8i4.25320

Abstract

Cover dan Daftar Isi Terbitan JKD Vol. 8, No. 4 Oktober 2019
MUSIK KLASIK MENURUNKAN TINGKAT STRES MAHASISWA YANG AKAN MENGHADAPI UJIAN Therisa Adareth; Yosef Purwoko
DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL (JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO) Vol 6, No 2 (2017): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO
Publisher : Faculty of Medicine, Diponegoro University, Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (419.09 KB) | DOI: 10.14710/dmj.v6i2.18640

Abstract

Latar belakang:  Ujian merupakan salah satu penyebab utama stres pada mahasiswa. Terdapat berbagai cara untuk menurunkan tingkat stres pada mahasiswa, salah satunya menggunakan terapi musik.Tujuan:  Membuktikan bahwa musik klasik dapat menurunkan tingkat stres mahasiswa yang akan menghadapi ujian.Metode:  Penelitian ini adalah eksperimental dengan pre test post test randomized control group design dan post test only randomized control group design. Penelitian dilaksanakan di laboratorium fisiologi FK Undip pada tanggal 18 April 2016. Subjek penelitian adalah mahasiswa Kedokteran FK Undip angkatan 2015, dibagi menjadi kelompok perlakuan (n=20) dan kelompok kontrol (n=20). Denyut jantung diukur menggunakan pulse oxymeter, tekanan darah diukur menggunakan sfigmomanometer digital sebelum dan sesudah diberikan musik klasik, dan kecemasan diukur menggunakan CTAS sesudah diberikan musik klasik. Data berdistribusi normal diuji menggunakan uji t tak berpasangan dan data berdistribusi tidak normal diuji menggunakan uji Mann-Whitney.Hasil:  Uji statistik menunjukkan terdapat perbedaan yang bermakna pada tekanan darah sistolik antara kedua kelompok (p=0,002), sedangkan tidak terdapat perbedaan yang bermakna pada denyut jantung (p=0,308), tekanan darah diastolik (p=0,205), dan kecemasan (p=0,721) antara kedua kelompok.Kesimpulan:  Perbedaan yang bermakna hanya didapatkan pada tekanan darah sistolik, menunjukkan bahwa musik klasik tidak dapat menurunkan tingkat stres mahasiswa yang akan menghadapi ujian secara signifikan.
PENGARUH PEMBERIAN KOPI TERHADAP MOTILITAS SPERMATOZOA TIKUS WISTAR YANG DIPAPAR SINAR ULTRAVIOLET Koo Melyza Hartono; Mahayu Dewi Ariani; Dhega Anindita Wibowo
Jurnal Kedokteran Diponegoro (Diponegoro Medical Journal) Vol 5, No 4 (2016): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Diponegoro, Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (328.198 KB) | DOI: 10.14710/dmj.v5i4.14804

Abstract

Latar belakang : Sinar UV adalah salah satu penyebab timbulnya radikal bebas yang dapat mengganggu motilitas spermatozoa. Kafein yang terdapat dalam kopi dapat meningkatkan produksi cAMP untuk merangsang motilitas spermatozoa. Asam klorogenat pada kopi berperan sebagai antioksidan.Tujuan : Membuktikan pengaruh pemberian kopi terhadap motilitas spermatozoa tikus wistar jantan yang dipapar sinar ultraviolet.Metode : Penelitian ini mengunakan post test only control group design. Sampel terdiri dari 28 ekor tikus wistar jantan yang dikelompokkan menjadi 4 kelompok secara random. Kelompok K(-) adalah kelompok tanpa perlakuan. Kelompok K(+) hanya diberi paparan sinar UV. Kelompok P1 dipapar sinar UV dan diberi kopi dengan dosis 180mg/3ml/hari. Kelompok P2 dipapar sinar UV dan diberi kopi dengan dosis 360mg/3ml/hari. Perlakuan diberikan selama 30 hari dan pada hari ke-31 semua tikus diterminasi dan diperiksa motilitas spermatozoanya.Hasil : Rerata motilitas spermatozoa adalah kelompok K(-)= 32,5; kelompok K (+)= 11,67; kelompok P1= 40; kelompok P2= 51,67. Uji Oneway ANOVA didapatkan perbedaan bermakna pada motilitas spermatozoa pada semua kelompok. Uji Post Hoc menunjukan perbedaan yang bermakna antara kelompok K(-) dengan kelompok K(+) (p=0,002),kelompok K(+) dengan kelompok P1 (p=0,000), dan kelompok K(+) dengan kelompok P2 (p=0,000). Sedangkan antar kelompok perlakuan P1 dan P2 terdapat perbedaan yang tidak bermakna.Simpulan : Pemberian kopi memberikan pengaruh yang signifikan terhadap peningkatan motilitas spermatozoa tikus wistar jantan yang dipapar sinar UV.

Page 60 of 104 | Total Record : 1040


Filter by Year

2016 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 15, No 1 (2026): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 14, No 6 (2025): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 14, No 5 (2025): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 14, No 4 (2025): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 14, No 3 (2025): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 14, No 2 (2025): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 14, No 1 (2025): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 13, No 6 (2024): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 13, No 5 (2024): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 13, No 4 (2024): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 13, No 3 (2024): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 13, No 2 (2024): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 13, No 1 (2024): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 12, No 6 (2023): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 12, No 5 (2023): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 12, No 4 (2023): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 12, No 3 (2023): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 12, No 2 (2023): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 12, No 1 (2023): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 11, No 6 (2022): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 11, No 5 (2022): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 11, No 4 (2022): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 11, No 3 (2022): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 11, No 2 (2022): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 11, No 1 (2022): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 10, No 6 (2021): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 10, No 5 (2021): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 10, No 4 (2021): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 10, No 3 (2021): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 10, No 2 (2021): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 10, No 1 (2021): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 9, No 6 (2020): DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL (Jurnal Kedokteran Diponegoro) Vol 9, No 4 (2020): DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL ( Jurnal Kedokteran Diponegoro ) Vol 9, No 3 (2020): DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL ( Jurnal Kedokteran Diponegoro ) Vol 9, No 2 (2020): DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL ( Jurnal Kedokteran Diponegoro ) Vol 9, No 1 (2020): DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL ( Jurnal Kedokteran Diponegoro ) Vol 8, No 4 (2019): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO Vol 8, No 3 (2019): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO Vol 8, No 2 (2019): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO Vol 8, No 1 (2019): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO Vol 7, No 4 (2018): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO Vol 7, No 2 (2018): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO Vol 7, No 1 (2018): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO Vol 6, No 4 (2017): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO Vol 6, No 3 (2017): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO Vol 6, No 2 (2017): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO Vol 6, No 1 (2017): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO Vol 6 (2017): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO Vol 5, No 4 (2016): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO Vol 5, No 3 (2016): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO Vol 5, No 2 (2016): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO Vol 5, No 1 (2016): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO More Issue