cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Kedokteran Diponegoro
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : 25408844     DOI : -
Core Subject : Health,
JKD : JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO ( ISSN : 2540-8844 ) adalah jurnal yang berisi tentang artikel bidang kedokteran dan kesehatan karya civitas akademika dari Program Studi Kedokteran Umum, Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro Semarang dan peneliti dari luar yang membutuhkan publikasi . JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO terbit empat kali per tahun. JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO diterbitkan oleh Program Studi Kedokteran Umum, Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro Semarang.
Arjuna Subject : -
Articles 1,040 Documents
DIAMETER ARTERI SPIRALIS ENDOMETRIUM MENCIT BALB/C YANG DIBERI EKSTRAK KUNYIT ASAM (CURCUMA DOMESTICA DAN TAMARINDUS INDICA) SECARA ORAL DALAM PERIODE GESTASI DENGAN DOSIS BERTINGKAT Nabella Jalinza Liyanda; Herman Kristanto
DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL (JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO) Vol 6, No 2 (2017): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO
Publisher : Faculty of Medicine, Diponegoro University, Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (290.663 KB) | DOI: 10.14710/dmj.v6i2.18599

Abstract

Latar Belakang : Kunyit asam merupakan minuman tradisional Indonesia yang sering dikonsumsi ibu hamil. Sebuah penelitian menunjukkan adanya peran Curcumin, zat aktif dalam kunyit asam, dalam vasodilatasi dan vasokontriksi arteriol perifer. Berdasarkan penelitian tersebut perlu dilakukan sebuah penelitian untuk menganalisis efek Curcumin pada arteri spiralis endometrium mengingat konsumsi kunyit asam dalam kehamilan yang semakin meningkat.Tujuan : Membuktikan adanya perbedaan diameter arteri spiralis endometrium mencit Balb/c yang diberi ekstrak kunyit asam secara oral dalam periode gestasi dengan dosis bertingkat.Metode : Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan desain Post Test Only Control Group dimana 20 mencit Balb/c dalam periode gestasi dibagi menjadi 4 kelompok. Kontrol hanya diberikan pakan standar sedangkan PI, PII, dan PIII diberikan ekstrak kunyit asam dengan dosis bertingkat, masing-masing 1.365, 4.095, 12.285 mg/KgBB/hari selama 10 hari yang dimulai dari hari ke-8 sampai hari ke-17 gestasi. Pada hari ke-18 gestasi, hewan coba diterminasi dan dibedah. Uterus diambil dan dibuat preparat histologi . Arteri spiralis diamati dan diukur menggunakan mikrometer pada lensa okuler.Hasil : PIII menunjukkan perubahan yang signifikan terhadap kontrol (p<0,05). Namun,PI dan PII terhadap control, PII dan PIII terhadap PI, serta PIII terhadap PII tidak menunjukkan perubahan yang signifikan (p>0,05).Kesimpulan : Terdapat perbedaan yang bermakna pada diameter arteri spiralis endometrium mencit Balb/c yang diberi ekstrak kunyit asam secara oral dalam periode gestasi dengan dosis 12.285 mg/KgBB/hari.
Daftar Isi Terbitan DMJ Vol. 9, No. 1, Januari 2020 Daftar Isi DMJ : Vol.9, No. 1, Januari 2020
DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL (JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO) Vol 9, No 1 (2020): DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL ( Jurnal Kedokteran Diponegoro )
Publisher : Faculty of Medicine, Diponegoro University, Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (339.583 KB) | DOI: 10.14710/dmj.v9i1.26575

Abstract

Dafar isi
PENGARUH SUPLEMEN VITAMIN D TERHADAP JUMLAH EOSINOFIL JARINGAN PARU PENDERITA ALERGI STUDI EKSPERIMENTAL PADA MENCIT BALB/C YANG DIINDUKSI OVALBUMIN Eka Yuli Padma Lestari; Yanuar Iman Santoso
Jurnal Kedokteran Diponegoro (Diponegoro Medical Journal) Vol 5, No 4 (2016): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Diponegoro, Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (546.964 KB) | DOI: 10.14710/dmj.v5i4.14340

Abstract

Latar Belakang : Alergi atau reaksi hipersensitivitas yang diperantarai IgE merupakan masalah kesehatan baik di negara berkembang maupun di negara maju. Vitamin D dapat menurunkan kejadian inflamasi dan penyakit infeksi saluran pernapasan, meningkatkan fungsi paru, mengurangi sensitivitas pernapasan dan mengurangi hipersensitivitas terhadap aeroalergen.Tujuan : Membuktikan ada pengaruh pemberian suplemen vitamin D terhadap jumlah eosinofil jaringan paru mencit Balb/c yang diinduksi ovalbumin.Metode : Penelitian ini berjenis True Experimental dengan desain Post Test Only Control Group Design. Sampel sebanyak 18 ekor mencit Balb/c dibagi menjadi 3 kelompok, yaitu kelompok kontrol negatif yang hanya diberi pakan standar, kelompok kontrol positif diinduksi ovalbumin, dan kelompok perlakuan diinduksi ovalbumin dan suplemen vitamin D per oral. Penelitian dilaksanakan selama 30 hari. Pada hari ke 31 mencit diterminasi untuk diamati histopatologi jaringan paru.Hasil : pada gambaran histopatologi jaringan paru Uji Shapiro-Wilk didapatkan data berdistribusi tidak normal. Kemudian dilakukan uji Kruskal-Wallis didapatkan data yang bermakna dengan nilai p = 0,006 (p<0,05 dilanjutkan dengan uji Mann Whitney dengan hasil rerata jumlah eosiofil menunjukan perbedaan yang bermakna antar kelompok kontrol positif dengan kontrol negatif yaitu p=0,008 (p<0,05). Selain itu ditemukan pula perbedaan bermakna antara kelompok kontrol positif dengan perlakuan dengan vitamin D yaitu p = 0,008 (p<0,05). Akan tetapi, didapatkan perbedaan tidak bermakna antara kelompok kontrol negatif dengan kelompok perlakuan vitamin D yaitu p =0,690 (p<0,05).Simpulan : Pemberian suplemen vitamin D berpengaruh menurunkan rerata jumlah eosinofil jaringan paru pada mencit Balb/c yang diinduksi ovalbumin
HUBUNGAN BODY MASS INDEX DAN PERSENTASE LEMAK TUBUH DENGAN VOLUME OKSIGEN MAKSIMAL PADA DEWASA MUDA Sylvia Teresa; Sumardi Widodo; Tri Indah Winarni
DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL (JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO) Vol 7, No 2 (2018): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO
Publisher : Faculty of Medicine, Diponegoro University, Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (322.573 KB) | DOI: 10.14710/dmj.v7i2.20744

Abstract

Latar belakang : Lemak tubuh yang berlebih dapat menurunkan status kebugaran kardiorespirasi seseorang sehingga menyebabkan obesitas dan penyakit kardiovaskuler. Oleh karena itu, diperlukan metode pengukuran lemak tubuh yang tidak invasif dan biaya relatif murah untuk mengontrol status kebugaran kardiorespirasi seseorang. VO2 maks dapat digunakan sebagai indikator status kebugaran kardiorespirasi. Multistage fitness test adalah salah satu metode untuk mengukur VO2 maks.Tujuan : Menganalisis hubungan Body Mass Index (BMI) dan persentase lemak tubuh dengan VO2 maks pada dewasa muda.Metode : Penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross sectional dilaksanakan di stadion Universitas Diponegoro. Subjek penelitian adalah mahasiswa Universitas Diponegoro (n=96) yang sedang mengambil mata kuliah olahraga. Subjek penelitian berusia 18-25 tahun, ras Melayu-Mongoloid, memiliki BMI dalam kategori normal, atau overweight, atau obese 1. Subjek penelitian diukur tanda vital, tinggi badan, berat badan, skinfold thickness di 7 lokasi tubuh, dan multistage fitness test. Analisis statistik yang digunakan adalah uji korelasi Pearson, uji komparatif Kruskal-Wallis dilanjutkan uji post hoc Mann-Whitney, dan uji multivariat regresi linear.Hasil    : BMI dengan VO2 maks memiliki korelasi (r) -0.287 (p<0.05) sedangkan persentase lemak tubuh dengan VO2 maks memiliki koefisien korelasi -0.422 (p<0.05). Perbandingan nilai VO2 maks antara kelompok BMI normal, overweight, dan obese 1 secara keseluruhan tidak signifikan (p>0.05). Faktor-faktor yang berhubungan dengan nilai VO2 maks secara signifikan (p<0.05)  diantaranya berat badan, tinggi badan, BMI dan persentase lemak tubuh.Kesimpulan    : BMI dan persentase lemak tubuh memiliki korelasi negatif dengan VO2 maks, semakin besar nilai BMI dan persentase lemak tubuh maka semakin kecil nilai VO2 maks.
HUBUNGAN PENDIDIKAN DAN PENGETAHUAN PESERTA BPJS DI KELURAHAN ROWOSARI DENGAN PEMANFAATAN PELAYANAN KESEHATAN DI PUSKESMAS ROWOSARI Bayu Kusuma Wardana; Suharto Suharto
Jurnal Kedokteran Diponegoro (Diponegoro Medical Journal) Vol 6, No 1 (2017): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Diponegoro, Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (320.894 KB) | DOI: 10.14710/dmj.v6i1.16234

Abstract

Latar Belakang : Pendidikan dan pengetahuan mempengaruhi sikap penerimaan hal baru yang berkaitan dengan kemajuan. Pada tahun 2014 seluruh anggota Askes, Jamkesmas, maupun Jamkesda berpindah menjadi keanggotaan dalam BPJS. Puskesmas merupakan salah satu pelayanan kesehatan tingkat pertama dalam pelaksanaan BPJS. Puskesmas Rowosari merupakan salah satu puskesmas yang berada di pinggiran kota Semarang dengan tingkat kunjungan puskesmas rendah. Penduduk wilayah kerja puskesmas Rowosari sebagian besar berada pada tingkat pendidikan dan pengetahuan rendah.Tujuan Penelitian : Mengetahui hubungan pendidikan dan pengetahuan peserta BPJS dengan pemanfaatan pelayanan kesehatan di Puskesmas.Metode Penelitian : Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional dengan rancangan penelitian cross sectional.Hasil Penelitian : Dengan analisa bivariat, secara statistic terdapat hubungan  yang signifikan antara tingkat pendidikan (p=0,017) dan pengetahuan (p=0,00) peserta BPJS dengan pemanfaatan pelayanan kesehatan di puskesmas.Kesimpulan : Terdapat hubungan antara pendidikan dan pengetahuan peserta BPJS dengan pemanfaatan pelayanan kesehatan di puskesmas.
HUBUNGAN OBESITAS DAN KEJADIAN ASMA PADA ANAK USIA 13-14 TAHUN Taufiq Pratama Wijayanto; MS Anam MS Anam; Nahwa Arkhaesi
Jurnal Kedokteran Diponegoro (Diponegoro Medical Journal) Vol 8, No 1 (2019): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Diponegoro, Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (342.522 KB) | DOI: 10.14710/dmj.v8i1.23396

Abstract

Latar Belakang: Asma merupakan penyakit saluran respiratori kronik yang mengakibatkan obstruksi jalan napas dengan gejala utama wheezing. Penyakit ini masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di seluruh dunia, terutama di negara berkembang. Asma sendiri sering muncul pada masa kanak kanak dan usia muda sehingga memberi dampak negatif bagi kehidupan pengidapnya. Banyak faktor yang menyebabkan terjadinya asma, salah satunya adalah obesitas. Obesitas mengawali terjadinya asma, meningkatkan prevalensi serta derajat penyakit asma, dan mempunyai hubungan signifikan dengan kontrol penyakit asma. Tujuan: Mengetahui prevalensi serta insidensi asma pada anak dan menganalisis hubungan antara obesitas dengan kejadian asma pada usia 13-14 tahun. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan menggunakan desain cross sectional. Subjek penelitian adalah anak usia 13-14 tahun yang sedang bersekolah di SMP di kota Semarang. Pengambilan data dilakukan dengan pengisian kuesioner ISSAC dan pengukuran antropometri berupa tinggi badan serta berat badan. Pengambilan data dilaksanakan pada bulan Mei-Juni 2018. Uji statistik yang digunakan adalah uji hipotesis Chi-square. Hasil: Subjek penelitian berjumlah 310 anak. Pada penelitian ini, dari 20 anak yang memiliki insidensi asma, terdapat 10 anak atau (50 %) subjek yang mengalami obesitas, sedangkan 10 anak lainnya tidak mengalami obesitas. Hasil analisis menunjukkan nilai signifikansi p<0,001 antara obesitas dan kejadian asma pada anak usia 13-14 tahun di Semarang. Kesimpulan: Prevalensi kejadian asma sebesar 15,2 % dan angka insidensi asma sebesar 6,45 % pada anak usia 13-14 tahun di Semarang. Prevalensi obesitas sebesar 12,9 % pada anak usia 13-14 tahun di Semarang. Obesitas memiliki hubungan yang bermakna dengan kejadian asma pada anak usia 13-14 tahun di Semarang.Kata kunci: Asma, obesitas, anak usia 13-14 tahun
PENGARUH EKSTRAK DAUN KERSEN (MUNTINGIA CALABURA L) TERHADAP INTEGRITAS MUKOSA ESOFAGUS TIKUS WISTAR YANG DIINDUKSI ETANOL DAN SOFT DRINK Rizqa Wahyuni; Hermawan Istiadi; Astika Widy Utomo
DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL (JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO) Vol 6, No 2 (2017): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO
Publisher : Faculty of Medicine, Diponegoro University, Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (654.244 KB) | DOI: 10.14710/dmj.v6i2.18631

Abstract

Latar belakang: Prevalensi konsumsi alkohol dan soft drink di Indonesia melonjak tinggi. Konsumsi alkohol dan soft drink dapat merusak sfingter dan menyebabkan iritasi pada mukosa esofagus. Kersen (Muntingia calabura L.) merupakan tanaman buah tropis yang mudah dijumpai.Daun kersen mengandung senyawa antioksidan flavonoid yang efektif menghambat mediator inflamasi, sehingga dapat mencegah terjadinya kerusakan jaringan dan mengurangi efek buruk etanol dan soft drink terhadap esofagus.Tujuan: Mengetahui pengaruh pemberian ekstrak daun kersen (Muntingia calabura L) terhadap integritas mukosa esofagus tikus wistar yang diinduksi etanol dan soft drink.Metode: Penelitian quasi experimental dengan metode “post test only control group design” menggunakan 26 tikus wistar jantan yang terbagi menjadi 4 kelompok, yaitu K1 diinduksi etanol 40% 1,8 ml/hari, K2 diinduksi soft drink 50 ml/hari, P1 diberikan ekstrak daun kersen 500 mg/kgBB kemudian etanol 40%, P2 diberi ekstrak daun kersen 500 mg/kgBB kemudian soft drink 50 ml/hari. Perlakuan selama 30 hari, lalu tikus diterminasi dan dilakukan pengamatan mikroskopis dengan kriteria Barthel-Manja.Hasil: Kelompok K1 dan K2 menunjukkan kerusakan pada mukosa esofagus. Sedangkan kelompok         P1 dan P2 terdapat perbaikan yang bermakna. Terdapat perbedaan signifikan integritas mukosa esofagus antara kelompok K1 dengan kelompok P1 (p=0,000) dan antara kelompok K2 dengan kelompok P2 (p=0,000). Perbedaan yang tidak signifikan terdapat antara kelompok K1 dengan kelompok K2 (p=0,061) dan kelompok P1 dengan kelompok P2 (p = 0,045).Kesimpulan: Pemberian ekstrak daun kersen 500 mg/kgBB memberikan perbaikan yang bermakna terhadap integritas mukosa esofagus tikus wistar yang diinduksi etanol dan soft drink. 
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN SANTRI DENGAN PERILAKU PENCEGAHAN SKABIES DI PONDOK PESANTREN DARUT TAQWA BULUSAN SEMARANG TAHUN 2016 Intan Pratama Naelanaviri Putri; Dhega Anindita Wibowo; Arwinda Nugraheni
Jurnal Kedokteran Diponegoro (Diponegoro Medical Journal) Vol 5, No 4 (2016): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Diponegoro, Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (467.225 KB) | DOI: 10.14710/dmj.v5i4.14481

Abstract

Latar belakang : Menurut WHO skabies merupakan salah satu penyakit yang perlu mendapatkan perhatian lebih karena merupakan kontributor yang substansial bagi morbiditas dan mortalitas global. Skabies sering terjadi di pondok pesantren. Salah satu faktor yang dapat menyebabkan skabies adalah tingkat pengetahuan dan perilaku pencegahan seseorang.Tujuan : Mengetahui hubungan tingkat pengetahuan santri dengan perilaku pencegahan skabies di pondok pesantren Darut Taqwa Bulusan Semarang.Metode : Penelitian ini menggunakan metode analitik observasional dengan desain cross sectional. Responden penelitian diambil dengan purposive sampling dan didapat 250 santri pesantren Darut Taqwa Bulusan Semarang. Pengambilan data dilakukan dengan pengisian kuesioner yang telah diujicobakan. Data yang didapat berupa karakteristik responden, faktor yang berhubungan dengan perilaku pencegahan skabies, dan faktor perancu yang berhubungan dengan perilaku pencegahan skabies. Data tersebut dianalisis dengan uji kolmogorov smirnov, Chi Square dan Regresi Logistik.Hasil : Tidak ada hubungan antara pengetahuan dengan perilaku pencegahan skabies di pondok pesantren Darut Taqwa (POR=0,975, IK=0,568-1,672, p= 0,926) dengan dikendalikan faktor perancu sikap dan persepsi (POR=0,463, IK=0,276-0,777, p=0,004). Untuk faktor perancu kepercayaan tidak terdapat hubungan dengan perilaku pencegahan skabies di pondok pesantren Darut Taqwa (POR=0,650, IK=0,400-1,197, p=0,188).Kesimpulan : Tidak terdapat hubungan antara tingkat pengetahuan santri dengan perilaku pencegahan skabies di pondok Pesantren Darut Taqwa Bulusan Semarang.
PENGARUH DEEP BREATHING AKUT TERHADAP SATURASI OKSIGEN DAN FREKUENSI PERNAPASAN ANAK OBESITAS USIA 7-12 TAHUN Syela Nirmada Herdiyanti; Tanti Ajoe Kesoema; Farah Hendara Ningrum
DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL (JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO) Vol 7, No 2 (2018): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO
Publisher : Faculty of Medicine, Diponegoro University, Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (330.625 KB) | DOI: 10.14710/dmj.v7i2.21195

Abstract

Latar belakang : Obesitas mengakibatkan gangguan mekanisme ventilasi-perfusi dan gangguan pertukaran gasyang berakibat pada penurunan saturasi oksigen yang diikuti peningkatan frekuensi pernapasan. Deep breathing  tidak invasif, mudah dilakukan, dan mampu meningkatkan compliance paru sehingga dapat memperbaiki pertukaran gas, sehingga mampu memperbaiki saturasi oksigen dan frekuensi pernapasan penderita obesitas.Tujuan penelitian   : Mengetahui pengaruh deep breathing akut terhadap saturasi oksigen dan frekuensi pernapasan anak obesitas.Metode penelitian : Penelitian ini merupakan penelitian pra-eksperimental dengan rancangan  one group pre test and post test. Subjek penelitian adalah sepuluh orang anak obesitas usia 7-12 tahun yang terdaftar sebagai siswa di Sekolah Dasar Negeri Tembalang yang dipilih dengan teknik  purposive sampling. Subjek penelitian diberikan intervensi deep breathing selama 15 menit. Saturasi oksigen dan frekuensi pernapasan subjek penelitian diukur sebelum dan setelah melakukan deep breathing.Hasil penelitian : Uji hipotesis untuk perbedaan saturasi oksigen dan frekuensi pernapasan diuji dengan uji Friedman. Hasil uji hipotesis pada saturasi oksigen  sebelum  dan  setelah melakukan deep breathing didapatkan nilai significancy sebesar p=0,019 (p<0,05), artinya terdapat perbedaan pada hasil pengukuran saturasi oksigen. Hasil uji hipotesis pada frekuensi pernapasan  sebelum  dan  setelah melakukan deep breathing didapatkan nilai significancy sebesar p=0,209 (p>0,05), artinya tidak terdapat perbedaan pada hasil pengukuran frekuensi pernapasan.Simpulan dan saran  : Deep breathing akut berpengaruh terhadap saturasi oksigen namun tidak berpengaruh terhadap frekuensi pernapasan. Deep breathing dapat dijadikan latihan untuk mempertahankan fungsi sistem pernapasan tetap baik pada anak obesitas.
PERBANDINGAN PEMBERIAN ANTIBIOTIK PROFILAKSIS CEFTRIAXON DAN NON-CEFTRIAXON TERHADAP KEJADIAN SURGICAL SITE INFECTION PASCA KOLESISTEKTOMI Alexander Lim; Sigit Adi Prasetyo; Rebriarina Hapsari
DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL (JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO) Vol 6, No 2 (2017): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO
Publisher : Faculty of Medicine, Diponegoro University, Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (457.409 KB) | DOI: 10.14710/dmj.v6i2.18535

Abstract

Latar belakang : Surgical Site Infection (SSI) merupakan salah satu komplikasi pascaoperasi yang harus dihindari. Penggunaan antibiotik profilaksis diharapkan dapat mengurangi kejadian SSI. Pemilihan jenis antibiotik profilaksis yang tepat dibutuhkan agar penggunaan antibiotik menjadi rasional dan efektif.Tujuan : Membandingkan  pemberian antibiotik profilaksis ceftriaxone dan non ceftriaxone terhadap kejadian SSI pada pasien kolesistolitiasis yang dilakukan laparoskopi dan laparotomi  kolesistektomi.Metode : Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan metode penelitian cross sectional, dilaksanakan di bagian rekam medik RSUP Dr. Kariadi Semarang. Pasien dibagi menjadi kelompok yang diberikan antibiotik ceftriaxone dan non ceftriaxone baik yang dilakukan laparoskopi kolesistektomi atau laparotomi kolesistektomi. Data tersebut dianalisis dengan uji Fisher dan perhitungan risiko dengan Prevalnce Ratio menggunakan tabel 2x2.Hasil : Diantara variabel yang diteliti hanya variabel jenis kelamin yang bermakna dengan nilai p = 0,023. Sedangkan untuk perbedaan  jenis pemberian antibiotik profilaksis (p = 0,636) dan jenis tindakan operasi (p = 0,066) tidak bermakna. Uji regresi logistik untuk variabel jenis kelamin dan umur tidak bisa dilakukan. Jenis operasi laparotomi kolesistektomi memiliki risiko 4,583 lebih besar untuk terjadinya SSI (Interval Kepercayaan 95% = 1,050 - 20,003)Kesimpulan : Tidak ada perbedaan yang bermakna antara pemberian antibiotik profilaksis ceftriaxone dan non ceftriaxone pada pasien kolesistolitiasis yang dilakukan laparoskopi atau laparotomi kolesistektomi terhadap kejadian SSI.

Page 62 of 104 | Total Record : 1040


Filter by Year

2016 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 15, No 1 (2026): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 14, No 6 (2025): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 14, No 5 (2025): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 14, No 4 (2025): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 14, No 3 (2025): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 14, No 2 (2025): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 14, No 1 (2025): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 13, No 6 (2024): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 13, No 5 (2024): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 13, No 4 (2024): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 13, No 3 (2024): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 13, No 2 (2024): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 13, No 1 (2024): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 12, No 6 (2023): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 12, No 5 (2023): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 12, No 4 (2023): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 12, No 3 (2023): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 12, No 2 (2023): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 12, No 1 (2023): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 11, No 6 (2022): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 11, No 5 (2022): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 11, No 4 (2022): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 11, No 3 (2022): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 11, No 2 (2022): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 11, No 1 (2022): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 10, No 6 (2021): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 10, No 5 (2021): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 10, No 4 (2021): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 10, No 3 (2021): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 10, No 2 (2021): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 10, No 1 (2021): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 9, No 6 (2020): DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL (Jurnal Kedokteran Diponegoro) Vol 9, No 4 (2020): DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL ( Jurnal Kedokteran Diponegoro ) Vol 9, No 3 (2020): DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL ( Jurnal Kedokteran Diponegoro ) Vol 9, No 2 (2020): DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL ( Jurnal Kedokteran Diponegoro ) Vol 9, No 1 (2020): DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL ( Jurnal Kedokteran Diponegoro ) Vol 8, No 4 (2019): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO Vol 8, No 3 (2019): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO Vol 8, No 2 (2019): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO Vol 8, No 1 (2019): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO Vol 7, No 4 (2018): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO Vol 7, No 2 (2018): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO Vol 7, No 1 (2018): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO Vol 6, No 4 (2017): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO Vol 6, No 3 (2017): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO Vol 6, No 2 (2017): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO Vol 6, No 1 (2017): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO Vol 6 (2017): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO Vol 5, No 4 (2016): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO Vol 5, No 3 (2016): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO Vol 5, No 2 (2016): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO Vol 5, No 1 (2016): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO More Issue