cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Kedokteran Diponegoro
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : 25408844     DOI : -
Core Subject : Health,
JKD : JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO ( ISSN : 2540-8844 ) adalah jurnal yang berisi tentang artikel bidang kedokteran dan kesehatan karya civitas akademika dari Program Studi Kedokteran Umum, Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro Semarang dan peneliti dari luar yang membutuhkan publikasi . JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO terbit empat kali per tahun. JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO diterbitkan oleh Program Studi Kedokteran Umum, Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro Semarang.
Arjuna Subject : -
Articles 1,040 Documents
HUBUNGAN TINGKAT KECANDUAN GADGET DENGAN PRESTASI BELAJAR SISWA USIA 10 – 11 TAHUN Larasati Aurora Arifin; Farid Agung Rahmadi
DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL (JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO) Vol 6, No 2 (2017): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO
Publisher : Faculty of Medicine, Diponegoro University, Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (403.971 KB) | DOI: 10.14710/dmj.v6i2.18590

Abstract

Latar belakang: Belajar merupakan suatu proses perubahan sikap dan tingkah laku yang semula tidak tahu menjadi tahu setelah terjadinya interaksi dengan sumber belajar. Keberhasilan atau kegagalan seseorang siswa dalam penguasan materi pelajaran dapat digambarkan melalui prestasi belajar yang dicapai. Gadget belakangan sudah menjadi gaya hidup masyarakat modern tak terkecuali anak-anak. Kecanduan gadget memiliki konsekuensi negatif terhadap kehidupan sehari – hari dan dapat menjadi salah satu faktor yang dapat mempengaruhi hasil prestasi belajar siswa.Tujuan: Menganalisis hubungan tingkat kecanduan gadget dengan hasil prestasi belajar pada siswa usia 10-11 tahun di beberapa SD di kota Semarang. Metode: Penelitian observasional analitik dengan desain belah lintang dilakukan pada siswa usia 10 – 11 tahun di beberapa Sekolah Dasar di kota Semarang selama bulan Maret – Mei 2016. Kuesioner Smartphone Addiction Scale – Short Version (SAS – SV) diisi oleh masing – masing subjek. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji Chi square.Hasil: Subjek berjumlah 49 orang terdiri dari 29 siswa dan 20 siswi. Sebanyak 19 (38,8%) siswa memiliki tingkat kecanduan gadget tinggi. Hasil uji bivariat Kai kuadrat tidak didapatkan hubungan yang bermakna antara skor tingkat kecanduan gadget dengan prestasi belajar siswa (p=0,181)Simpulan: Tidak terdapat hubungan antara tingkat kecanduan gadget dengan prestasi belajar siswa usia 10 – 11 tahun
THE RELATION BETWEEN TYPES OF IRON CHELATORS AND FERITIN ON OSTEOCALCIN OF THALASSEMIA PATIENTS WITH REPEATED TRANSFUSIONS Amelia, Sesa; Nugroho, Trilaksana; Widyastiti, Nyoman Suci; Kholis, Fathur Nur
DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL (JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO) Vol 9, No 1 (2020): DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL ( Jurnal Kedokteran Diponegoro )
Publisher : Faculty of Medicine, Diponegoro University, Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (427.715 KB) | DOI: 10.14710/dmj.v9i1.26565

Abstract

Introduction:  Thalassemia is an inherited disorder that decrease the rate of globin synthesis. Multiple blood transfusions in thalassemia patients leading to complications of hemosiderosis and hemochromatosis. Iron chelator aims to remove excess iron in the body. High ferritin levels interfere with 25-hydroxyvitamin-D production and negatively affect bone metabolism, measured with osteocalcin (N-Mid Oc). Study aims to determine the relation between type of iron chelator and ferritin levels to osteocalcin levels in thalassemia patients with history of repeated transfusions. Method: An observational analytic cross-sectional study. Research was conducted in May - August 2019 and carried out at Red Cross Semarang, Rembang Hospital, and Purwodadi Hospital. Study subjects were 40 people, then 6 people were excluded to 34 people. Gender are 14 male and 20 female. Subjects were thalassemia patient with repeated transfusions and undergoing iron chelation therapy. Subjects that met the criteria were tested for blood to measure ferritin levels and osteocalcin levels. Results: Average ferritin levels was 2842.85 ug/L and average osteocalcin levels was 15.05 ng/mL. There was significant relation between type of iron chelator on osteocalcin levels (p=0.046), but there was no significant relation between type of iron chelator on ferritin levels (p=0.434). There was significant relation between ferritin levels and osteocalcin levels on patient with Deferasirox therapy (p=0.022), but no significant relation on patient with Deferiprone therapy (p=0.432). Conclusion: There is significant relation between the type of iron chelator on osteocalcin levels and there is significant relation between ferritin levels and osteocalcin levels on patient with Deferasirox therapy.Keywords: thalassemia,iron chelator, deferasirox, deferiprone, ferritin, osteocalcin
FAKTOR-FAKTOR RISIKO YANG BERPENGARUH TERHADAP SENSORINEURAL HEARING LOSS (SNHL) PADA PENDERITA SPEECH DELAY : STUDI DI RUMAH SAKIT UMUM PUSAT DOKTER KARIADI SEMARANG Debby Fatmala Rahayuningrum; Zulfikar Naftali; Willy Yusmawan
Jurnal Kedokteran Diponegoro (Diponegoro Medical Journal) Vol 5, No 4 (2016): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Diponegoro, Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (395.604 KB) | DOI: 10.14710/dmj.v5i4.14261

Abstract

Latar Belakang : Speech delay merupakan salah satu masalah tumbuh kembang anak. Salah satu penyebab speech delay yang paling sering terjadi adalah sensorineural hearing loss. Faktor risiko yang dapat memengaruhi sensorineural hearing loss bervariasi, mulai dari prenatal sampai faktor risiko setelah anak lahir.Tujuan : Menganalisis faktor-faktor risiko yang berpengaruh terhadap sensorineural hearing loss pada penderita speech delay.Metode : Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan desain kasus kontrol. Subjek penelitian adalah 62 penderita speech delay, terdiri atas 31 penderita speech delay yang terdiagnosis SNHL sebagai kelompok kasus dan 31 penderita speech delay yang tidak terdiagnosis SNHL sebagai kelompok kontrol. Uji statistik analisis inferensial dilakukan menggunakan uji chi-square dan uji Fisher’s exact. Uji statistik analisis multivariat dilakukan dengan menggunakan uji regresi logistik.Hasil : Berat lahir rendah merupakan faktor risiko yang berpengaruh terhadap SNHL pada penderita speech delay (OR=27,259 CI=1,749-440,491; p=0,018). Riwayat prenatal, prematuritas, asfiksia neonatorum, ikterus neonatorum, dan riwayat postnatal tidak berpengaruh terhadap SNHL pada penderita speech delay.Kesimpulan : Berat lahir rendah merupakan faktor risiko yang berpengaruh terhadap SNHL pada penderita speech delay.
UJI EFEKTIVITAS ANTIJAMUR EKSTRAK BIJI PEPAYA ( CARICA PAPAYA L.) TERHADAP PERTUMBUHAN MALASSEZIA FURFUR SECARA IN VITRO Maria Anna Sihombing; Winarto Winarto; Indah Saraswati
DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL (JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO) Vol 7, No 2 (2018): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO
Publisher : Faculty of Medicine, Diponegoro University, Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (350.987 KB) | DOI: 10.14710/dmj.v7i2.20735

Abstract

Latar Belakang : Malassezia furfur merupakan flora normal yang dapat  menjadi patogen jika keseimbangan hospes terganggu, dan menyebabkan ketombe. Penggunaan shampo antiketombe jangka panjang dapat menimbulkan efek samping, serta telah dilaporkan bahwa Malassezia furfur isolat tertentu resisten terhadap golongan azol. Penelitian ini menguji efektivitas antijamur dari ekstrak biji pepaya terhadap Malassezia furfur.Tujuan : Menguji efektivitas antijamur ekstrak biji pepaya terhadap pertumbuhan Malassezia furfur secara in vitro.Metode : Penelitian eksperimental laboratorium dengan post test only control group design, dilakukan secara triplo menggunakan 5 kelompok perlakuan dengan konsentrasi bertingkat (12,5, 25, 50, 100, 200) mg/ml. Kontrol (-) berisi suspensi jamur & media SDB olive oil, sedangkan kontrol (+) berisi media SDB olive oil, suspensi jamur & formalin. Penentuan KHM memperhatikan kekeruhan media SDB olive oil pada tabung, dilanjutkan penggoresan pada cawan petri berisi media SDA olive oil dengan mengamati pertumbuhan koloni untuk menentukan KBM. Sampel diinkubasi 5-7 hari dengan suhu 34,50C.Hasil : Kekeruhan pada media cair hanya didapatkan pada kontrol negatif, sedangkan pertumbuhan koloni pada media padat didapatkan pada kontrol negatif dan konsentrasi 12,5 mg/ml.Kesimpulan : Ekstrak biji pepaya mempunyai efek anti Malassezia furfur (KBM) pada konsentrasi ekstrak 25 mg/ml.
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN DAN MOTIVASI TERHADAP KEMANDIRIAN IBU NIFAS DALAM PERAWATAN DIRI SELAMA EARLY POSTPARTUM Yuniar Safitri; Ratnasari Dwi Cahyanti
Jurnal Kedokteran Diponegoro (Diponegoro Medical Journal) Vol 5, No 4 (2016): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Diponegoro, Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (321.049 KB) | DOI: 10.14710/dmj.v5i4.16033

Abstract

Latar Belakang: Masa nifas merupakan masa setelah plasenta keluar, yang merupakan waktu untuk memulihkan kembali organ kandungan seperti sebelum hamil berlangsung sekitar enam minggu. Periode postpartum terdiri dari periode immediate postpartum, early postpartum dan late postpartum. Kemandirian dalam perawatan diri selama masa nifas penting agar pemulihan kesehatan segera tercapai. Perawatan ibu selama masa nifas dipengaruhi beberapa faktor diantaranya pengetahuan, motivasi, budaya, kepercayaan, pengalaman dan usia.Tujuan: mengetahui hubungan tingkat pengetahuan dan motivasi terhadap kemandirian ibu nifas dalam perawatan diri selama early postpartum.Metode:Penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Pengumpulan data dilakukan pada bulan Maret – Mei 2016 kepada ibu early postpartum dengan metode pengambilan sampel totally sampling. Instrumen penelitian yang digunakan berupa kuesioner, meliputi pengetahuan, motivasi dan kemandirian dalam perawatan diri masa nifas. Analisa dengan menggunakan uji spearman dengan kemaknaan p<0.05.Hasil: subjek terdiri 47 sampel, karakteristik responden mayoritas berada pada rentang umur 20-35 tahun (87.2%), pendidikan SMA (44.7%), riwayat persalinan multipara (68.1%), tidak bekerja (80.9%), suku bangsa Jawa (93.6%), dan pembiayaan persalinan umum (70.2%). Hasil analisa bivariat menunjukkan tidak terdapat hubungan antara tingkat pengetahuan terhadap kemandirian ibu nifas dalam perawatan diri selama early postpartum dan terdapat hubungan antara tingkat motivasi terhadap kemandirian ibu nifas dalam perawatan diri selama early postpartum.Simpulan: terdapat hubungan yang signifikan antara motivasi terhadap kemandirian ibu nifas dalam perawatan diri selama early postpartum dan tidak ditemukan hubungan antara pengetahuan terhadap kemandirian ibu nifas dalam perawatan diri selama early postpartum.
PENGARUH OLAHRAGA JALAN CEPAT TERHADAP MEMORI JANGKA PENDEK PADA KELOMPOK DEWASA MUDA Reza Tri Sutrisno; Yuswo Supatmo; Arwinda Nugraheni
Jurnal Kedokteran Diponegoro (Diponegoro Medical Journal) Vol 8, No 1 (2019): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Diponegoro, Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (293.441 KB) | DOI: 10.14710/dmj.v8i1.23373

Abstract

Latar Belakang: Olahraga aerobik dengan intensitas sedang yang dilakukan selama 30 menit dapat meningkatkan beberapa fungsi kognitif seperti memori, penalaran, perencanaan dan dapat mempersingkat waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan sebuah permasalahan. Salah satu olahraga aerobik yang dapat dilakukan dengan mudah di kalangan masyarakat adalah olahraga jalan cepat. Peneliti belum menemukan penelitian yang membahas tentang pengaruh olahraga jalan cepat terhadap memori jangka pendek. Peneliti bermaksud untuk melakukan penelitian terkait dengan hal tersebut. Tujuan: Mengetahui pengaruh olahraga jalan cepat terhadap memori jangka pendek pada kelompok dewasa muda Metode: Penelitian eksperimental dengan metode pre-test dan post-test. Subjek penelitian adalah mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro (n=40) berusia 18-22 tahun yang dipilih secara purposive sampling dengan retriksi menjadi kelompok perlakuan dan kontrol. Penelitian ini menggunakan Scenery Picture Memori Test untuk pengambilan data memori jangka pendek pre-test dan post-test yang dilanjutkan analisis menggunakan uji t berpasangan, t tidak berpasangan, Wilcoxon dan Mann-Whitney. Hasil: Terdapat peningkatan bermakna pada nilai memori jangka pendek (p=0,000) setelah perlakuan olahraga jalan cepat dengan rerata 17,20±1,40 menjadi 20,75±1,86. Peningkatan yang bermakna ini tidak ditemukan pada kelompok kontrol (p=0,83). Kesimpulan: Olahraga jalan cepat dapat meningkatkan nilai fungsi memori jangka pendek pada kelompok dewasa muda.Kata kunci: Memori jangka pendek, scenery picture memory test, olahraga jalan cepat
PENGARUH PEMBERIAN DARK CHOCOLATE TERHADAP MOTILITAS SPERMATOZOA MENCIT BALB/C JANTAN YANG DIPAPAR ASAP ROKOK Rahmawan Bagus Maheyasa; Eka Chandra Herlina
DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL (JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO) Vol 6, No 2 (2017): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO
Publisher : Faculty of Medicine, Diponegoro University, Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (347.516 KB) | DOI: 10.14710/dmj.v6i2.18622

Abstract

Latar Belakang Asap rokok merupakan senyawa radikal bebas yang dapat menyebabkan keadaan patologis pada tubuh, salah satunya dapat memberikan gangguan pada motilitas spermatozoa. Dark chocolate adalah salah satu makanan yang sangat bermanfaat bagi kesehatan, kandungan flavonoidnya yang berfungsi sebagai antioksidan mampu menurunkan jumlah rantai radikal bebas pada oksidasi lipid.Tujuan Membuktikan pemberian dark chocolate dengan dosis bertingkat dapat mempengaruhi motilitas spermatozoa pada mencit balb/c jantan yang dipapar asap rokok.Metode Penelitian ini menggunakan post test only control group design. Jumlah sampel sebanyak 40 mencit Balb/c jantan yang dibagi menjadi 5 kelompok. Kelompok K(-) adalah kelompok tanpa perlakuan. Kelompok K(+) hanya diberi paparan asap rokok. Kelompok P1 dipapar asap rokok dan diberi dark chocolate dosis 0,05 gram/hari. Kelompok P2 dipapar asap rokok dan diberi dark chocolate dosis 0,1 gram/hari. Kelompok P3 dipapar asap rokok dan diberi dark chocolate dosis 0,2 gram/hari. Perlakuan selama 28 hari, pada hari ke-29 semua mencit diterminasi dan diperiksa motilitas spermatozoanya.Hasil Rerata motilitas spermatozoa adalah: Kelompok K(-)=46; Kelompok K(+)=8; Kelompok P1=46; Kelompok P2=48; Kelompok P3=50. Uji Kruskal Wallis didapatkan perbedaan yang bermakna antara kelima kelompok tersebut (p=0,012). Uji Mann Whitney didapatkan perbedaan bermakna antara K(-) dengan K(+), K(+) dengan P1, K(+) dengan P2, dan K(+) dengan P3.Kesimpulan Pemberian dark chocolate menimbulkan pengaruh perbaikan motilitas spermatozoa pada mencit balb/c jantan yang dipapar asap rokok secara signifikan. Penggunaan dosis 0,05 gram/hari memberi hasil terbaik dalam meningkatkan dan memperbaiki motilitas spermatozoa.
PENGARUH PEMBERIAN RAMUAN EKSTRAK PRODUK X SEBAGAI ANALGESIK PADA MENCIT Hizkia Christian Willianto; Noor Wijayahadi
Jurnal Kedokteran Diponegoro (Diponegoro Medical Journal) Vol 5, No 4 (2016): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Diponegoro, Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (390.221 KB) | DOI: 10.14710/dmj.v5i4.14459

Abstract

Latar belakang : Produk X merupakan produk kesehatan terbuat dari bahan-bahan herbal alami. Produk X diformulasikan dari: Languatis rhizoma (Laos), Zingiberis aromaticae (Jahe), Retrofracti fructus (Cabe Jawa), Curcuma rhizoma (Temulawak). Bahan-bahan yang terkandung dalam Produk X dipercaya memiliki efek sebagai pereda nyeri.Tujuan : Mengetahui pengaruh pemberian ramuan ekstrak Produk X sebagai analgesik pada mencit.Metode : Penelitian eksperimental ini menggunakan rancangan post-test only control group design. 24 mencit Balb/c dewasa jantan dibagi 6 kelompok secara acak yaitu kelompok kontrol negatif (K1) diberi aquades, kelompok kontrol positif (K2) diberi 1,3 mg/20 gram BB Aspirin peroral, kelompok perlakuan 1 (P1) diberi 0,1 mL ekstrak produk X peroral, kelompok perlakuan 2 (P2) diberi 0,35 mL ekstrak produk X peroral. Setelah 30 menit, semua mencit diinjeksi dengan 0,1 mL larutan asam asetat 1 % intraperitoneal kemudian diletakkan pada tempat uji hewan. Masing-masing mencit pada tiap kelompok dihitung jumlah geliatnya setiap 15 menit selama 30 menit.Hasil : Rerata jumlah geliat yang didapatkan pada 15 menit I adalah 6,33 ± 2,73(K1), 3 ± 2,61(K2), 4,17 ± 1,6(P1), 0,17 ± 0,41(P2); pada 15 menit II adalah 5,5 ± 4,43(K1), 1,67 ±2,25(K2), 2,5 ± 3,39(P1), 0(P2). Dengan uji Mann Whitney pada jumlah geliat pada 15 menit I didapatkan perbedaan bermakna antara P2 dengan K1 (p=0,003), P2 dengan K2 (p=0,004), P2 dengan P1 (p=0,003); pada 15 menit II didapatkan perbedaan bermakna antara P2 dengan K1 (p=0,002), P2 dengan K2 (p=0,022), P2 dengan P1 (p=0,022).Kesimpulan : Terdapat pengaruh pemberian ramuan ekstrak Produk X sebagai analgesik pada mencit.
PERBEDAAN PROFIL LIPID PADA PASIEN DENGAN ANGINA PEKTORIS STABIL DAN SINDROMA KORONER AKUT Tsyaning, Wikan Tamara; Uddin, Ilham; Sofia, Sefri Noventi; Utami, Sulistiyati Bayu; Setiawan, I Edward Kurnia
DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL (JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO) Vol 7, No 2 (2018): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO
Publisher : Faculty of Medicine, Diponegoro University, Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (344.239 KB) | DOI: 10.14710/dmj.v7i2.21185

Abstract

Latar Belakang Penyakit Jantung Koroner (PJK) merupakan masalah kardiovaskular dengan tingkat mortalitas paling tinggi. Manifestasi yang paling sering dari PJK adalah Angina Pektoris Stabil (APS) dan Sindroma Koroner Akut (SKA). Patofisiologi APS dan SKA memiliki perbedaan di vulnerabilitas plak, dimana vulnerabilitas plak itu sendiri berhubungan dengan kadar profil lipid.Tujuan Mengetahui gambaran dan perbedaan profil lipid pada pasien dengan APS dan SKA.Metode Observasional analitik dengan desain cross sectional. Sampel penelitian ini adalah pasien APS dan SKA yang menjalani terapi di RSUP Dr. Kariadi Semarang dan belum mendapat obat antihiperlipidemia ataupun mendapat obat antihiperlipidemia kurang dari seminggu. Data yang diambil merupakan data sekunder. Analisa data menggunakan uji t tidak berpasangan. Perbedaan dinyatakan bermakna jika p>0.05.Hasil Berdasarkan data yang terkumpul sebanyak 38 subjek, didapatkan perbedaan rerata profil lipid, yaitu kolesterol total, trigliserida, LDL, dan HDL antara subjek APS dan SKA berturut-turut 184.11±41.96 mg/dl dan 192.63±47.38 mg/dl; 120.42±44.04 mg/dl dan 148.05±52.22 mg/dl; 115.68±36.68 mg/dl dan 126.11±44.56mg/dl; 44.42±11.51 mg/dl dan 39.74±13.61 mg/dl. Pada Uji t tidak berpasangan tidak didapatkan perbedaan bermakna antara kedua kelompok pada masing-masing profil lipid dengan nilai p pada kolesterol total, trigliserida, LDL, dan HDL berturut-turut 0.561, 0.086, 0.436, dan 0.162.Kesimpulan Tidak terdapat perbedaan bermakna kadar profil lipid pada pasien APS dan pasien SKA.
METODE DAN POLA WAKTU PEMBERIAN ASI EKSKUSIF SEBAGAI FAKTOR RISIKO GROWTH FALTERING PADA BAYI USIA 2-6 BULAN Adinda Ratna Puspita; Rina Pratiwi
Jurnal Kedokteran Diponegoro (Diponegoro Medical Journal) Vol 6, No 2 (2017): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Diponegoro, Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (367.01 KB) | DOI: 10.14710/dmj.v6i2.18526

Abstract

Latar Belakang Growth faltering terjadi karena masukan energi yang tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan anak untuk tumbuh, atau kebutuhan energi anak yang meningkat karena kondisi tertentu. Pemberian ASI (Air Susu Ibu) eksklusif dapat memenuhi kebutuhan bayi hingga usia 6 bulan. Pemberian ASI dapat dilakukan dengan metode dan pola waktu yang bervariasi.Tujuan Menganalisis metode dan pola waktu pemberian ASI eksklusif sebagai faktor risiko growth faltering pada bayi usia 2-6 bulan.Metode Penelitian observasional analitik dengan desain case control dilakukan pada periode Maret – Mei 2016 dengan subjek kelompok kasus adalah 41 bayi usia 2-6 bulan yang mengalami growth faltering, sedangkan subjek kelompok kontrol adalah 41 bayi usia 2-6 bulan dengan arah garis pertumbuhan N1 atau N2. Kedua kelompok diambil dari Puskesmas Halmahera dan Posyandu wilayah kerjanya. Pengambilan data penelitian dilakukan dengan wawancara menggunakan kuesioner. Uji hipotesis menggunakan uji Chi-Square.Hasil Didapatkan hubungan bermakna antara pemberian ASI eksklusif (p=0,006), pola waktu pemberian ASI (p=0,007), pemberian MP-ASI (Makanan Pendamping Air Susu Ibu) (p=0,029), dan jenis kelamin (p=0,004) dengan growth faltering pada bayi usia 2-6 bulan. Tidak didapatkan hubungan bermakna antara metode pemberian ASI, status gizi ibu, tingkat pendidikan ibu, pekerjaan ibu, sosial ekonomi, ISPA (Infeksi Saluran Pernapasan Akut), dan diare dengan growth faltering pada bayi usia 2-6 bulan (p>0,05). Analisis multivariat menunjukkan jenis kelamin perempuan (OR 3,837, 95% CI 1,358-10,840) merupakan dan pemberian ASI tidak eksklusif (OR 3,166, 95% CI 1,047-9,574) sebagai faktor yang dominan berhubungan dengan growth faltering.Kesimpulan Pemberian ASI tidak eksklusif dan jenis kelamin perempuan faktor risiko growth faltering pada bayi usia 2-6 bulan.

Page 64 of 104 | Total Record : 1040


Filter by Year

2016 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 15, No 1 (2026): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 14, No 6 (2025): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 14, No 5 (2025): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 14, No 4 (2025): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 14, No 3 (2025): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 14, No 2 (2025): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 14, No 1 (2025): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 13, No 6 (2024): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 13, No 5 (2024): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 13, No 4 (2024): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 13, No 3 (2024): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 13, No 2 (2024): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 13, No 1 (2024): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 12, No 6 (2023): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 12, No 5 (2023): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 12, No 4 (2023): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 12, No 3 (2023): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 12, No 2 (2023): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 12, No 1 (2023): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 11, No 6 (2022): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 11, No 5 (2022): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 11, No 4 (2022): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 11, No 3 (2022): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 11, No 2 (2022): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 11, No 1 (2022): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 10, No 6 (2021): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 10, No 5 (2021): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 10, No 4 (2021): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 10, No 3 (2021): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 10, No 2 (2021): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 10, No 1 (2021): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 9, No 6 (2020): DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL (Jurnal Kedokteran Diponegoro) Vol 9, No 4 (2020): DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL ( Jurnal Kedokteran Diponegoro ) Vol 9, No 3 (2020): DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL ( Jurnal Kedokteran Diponegoro ) Vol 9, No 2 (2020): DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL ( Jurnal Kedokteran Diponegoro ) Vol 9, No 1 (2020): DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL ( Jurnal Kedokteran Diponegoro ) Vol 8, No 4 (2019): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO Vol 8, No 3 (2019): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO Vol 8, No 2 (2019): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO Vol 8, No 1 (2019): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO Vol 7, No 4 (2018): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO Vol 7, No 2 (2018): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO Vol 7, No 1 (2018): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO Vol 6, No 4 (2017): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO Vol 6, No 3 (2017): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO Vol 6, No 2 (2017): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO Vol 6, No 1 (2017): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO Vol 6 (2017): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO Vol 5, No 4 (2016): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO Vol 5, No 3 (2016): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO Vol 5, No 2 (2016): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO Vol 5, No 1 (2016): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO More Issue