cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Kedokteran Diponegoro
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : 25408844     DOI : -
Core Subject : Health,
JKD : JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO ( ISSN : 2540-8844 ) adalah jurnal yang berisi tentang artikel bidang kedokteran dan kesehatan karya civitas akademika dari Program Studi Kedokteran Umum, Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro Semarang dan peneliti dari luar yang membutuhkan publikasi . JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO terbit empat kali per tahun. JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO diterbitkan oleh Program Studi Kedokteran Umum, Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro Semarang.
Arjuna Subject : -
Articles 1,040 Documents
LAMA SAKIT, LETAK PERFORASI DAN BAKTERI PENYEBAB OMSK SEBAGAI FAKTOR RISIKO TERJADINYA JENIS DAN DERAJAT KURANG PENDENGARAN PADA PENDERITA OMSK Mita Aninditia Toari; Suprihati Suprihati; Zulfikar Naftali
DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL (JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO) Vol 7, No 2 (2018): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO
Publisher : Faculty of Medicine, Diponegoro University, Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (544.48 KB) | DOI: 10.14710/dmj.v7i2.21280

Abstract

Latar Belakang Otitis media supuratif kronik merupakan masalah kesehatan utama yang terjadi di negara berkembang sehingga penderitanya mengalami kurang pendengaran. Kurang pendengaran yang umum terjadi pada penderita OMSK adalah tipe konduktif karena terjadi perforasi pada membran timpani telinga sedangkan mikroba yang sering ditemukan pada sekret telinga penderita adalah P.aeruginosa dan S.aureus.Tujuan Mengetahui lama sakit, letak perforasi dan bakteri penyebab OMSK sebagai faktor risiko terjadinya jenis dan derajat kurang pendengaran pada penderita OMSKMetode Observasional analitik dengan desain cross sectional. Sampel penelitian ini adalah pasien OMSK yang dirawat inap di RSUP Dr. Kariadi Semarang.Hasil Lama sakit memiliki nilai PR = 2,207 untuk jenis kurang pendengaran dan PR=2,356 untuk derajat kurang pendengaran sedangkan letak perforasi memiliki nilai PR=2,195 untuk derajat kurang pendengaran.Kesimpulan Lama sakit merupakan faktor risiko terjadinya jenis dan derajat kurang pendengaran sedangkan letak perforasi merupakan faktor risiko dari derajat kurang pendengaran.
PERBEDAAN KELUARAN MOTORIK PADA PASIEN STROKE ISKEMIK PADA SAAT SERANGAN TERTIDUR DAN TERJAGA Asrina Enggarela; Hexanto Muhartomo; Erna Setiawati
DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL (JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO) Vol 7, No 1 (2018): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO
Publisher : Faculty of Medicine, Diponegoro University, Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (364.751 KB) | DOI: 10.14710/dmj.v7i1.19341

Abstract

Latar belakang: Serangan stroke iskemik dapat terjadi pada saat sedang terjaga maupun tertidur. Perbedaan kedua onset tersebut sering dihubungkan dengan etiologi dan subtipe stroke walaupun sebenarnya faktor risiko, manifestasi klinis serta prognosis antara stroke saat tertidur dan terjaga masih menjadi kontroversi. Penelitian di Indonesia mengenai perbedaan stroke iskemik yang terjadi pada saat tertidur dan terjaga masih sangat terbatas.Tujuan: Menganalisis perbedaan keluaran motorik pada pasien stroke iskemik yang mengalami serangan pada saat tertidur dan terjaga.Metode: Penelitian observasional analitik dengan rancangan belah lintang (cross sectional). Pengambilan subjek dilakukan dengan cara consecutive sampling. Subjek penelitian adalah 38 pasien stroke iskemik yang dirawat inap di RSUP Dr. Kariadi dan RSUD RAA Soewondo.Hasil: Terdapat perbedaan skor MAS yang bermakna secara statistik (p= 0,0045) antara  pasien stroke iskemik yang terkena serangan pada saat tertidur dan terjaga. Namun, secara klinis perbedaan tersebut tidak bermakna (< 10). Terdapat hubungan yang bermakna (p= 0,037; r= 0,339) antara kadar GDS dan skor MAS serta ditemukan perbedaan tekanan darah diastolik yang bermakna (p= 0,033) antara kelompok stroke iskemik saat serangan tertidur dan terjaga.Kesimpulan: Perbedaan skor MAS antara pasien stroke yang terjadi saat tertidur dan terjaga tidak jauh berbeda. Pasien stroke yang terkena serangan pada saat tertidur cenderung memiliki tekanan darah dan kadar kolesterol total yang lebih tinggi, serta memiliki keluaran motorik yang lebih jelek.
FAKTOR - FAKTOR YANG MEMPENGARUHI TINGKAT PENGETAHUAN ORANG TUA MENGENAI KELAINAN GENETIK PENYEBAB DISABILITAS INTELEKTUAL DI KOTA SEMARANG Oktarisa Khairiyah Ar-Rasily; Puspita Kusuma Dewi
Jurnal Kedokteran Diponegoro (Diponegoro Medical Journal) Vol 5, No 4 (2016): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Diponegoro, Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (479.52 KB) | DOI: 10.14710/dmj.v5i4.15599

Abstract

Latar Belakang : Disabilitas intelektual (DI) disebabkan oleh beberapa faktor. Orang tua sangat berperan penting. Tingkat pengetahuan orang tua mengenai DI dipengaruhi oleh beberapa faktor, yaitu usia, jenis kelamin, tingkat pendidikan, tingkat pendapatan, paparan informasi, konsultasi kedokter, dan sosial budaya.Metode : Metode penelitian ini adalah observasional analitik dengan desain cross sectional. Sampel seluruh orang tua penderita DI. Lokasi di SLB-C Widya Bhakti Semarang, untuk mengetahui faktor yang mempengaruhi tingkat pengetahuan orang tua mengenai penyebab DI. Sampel sebanyak 50 orang tua. Pengambilan data dengan wawancara. Data diuji menggunakan analisa Chi Square.Hasil : Tingkat pengetahuan orang tua tentang DI di kota Semarang baik (48%). Hasil konsultasi ke dokter (p=0,056) memiliki pengaruh yang bermakna terhadap tingkat pengetahuan orang tua mengenai kelainan genetik penyebab DI. Sedangkan faktor usia (p=0,144), tingkat pendidikan (p=0,575), tingkat pendapatan (p=0,976), paparan informasi (p=0,266), dan sosial budaya berupa agama (p=0, 606) dan pekerjaan (p=0,379) tidak berpengaruh.Kesimpulan : Faktor konsultasi ke dokter memiliki pengaruh yang bermakna terhadap tingkat pengetahuan orang tua mengenai kelainan genetik penyebab DI. Sedangkan faktor usia, tingkat pendidikan, tingkat pendapatan dan paparan informasi tidak memiliki pengaruh yang bermakna terhadap tingkat pengetahuan orang tua mengenai kelainan genetik penyebab DI.
KESESUAIAN TERMOMETER DIGITAL DENGAN TERMOMETER AIR RAKSA DALAM MENGUKUR SUHU AKSILA PADA DEWASA MUDA Indah Dayanti Darwis; Edwin Basyar; Ari Adrianto
DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL (JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO) Vol 7, No 2 (2018): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO
Publisher : Faculty of Medicine, Diponegoro University, Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (342.735 KB) | DOI: 10.14710/dmj.v7i2.21493

Abstract

Latar Belakang : Evaluasi suhu tubuh merupakan salah satu metode diagnostik tertua yang dikenal dan masih merupakan tanda penting untuk mengetahui status kesehatan seseorang, baik dalam kehidupan sehari-hari maupun dalam bidang medis. Termometer air raksa yang merupakan gold standar dalam pengukuran suhu sudah banyak ditinggalkan karena bahaya merkuri yang merugikan bagi manusia dan digantikan dengan termometer digital yang lebih ramah lingkungan.Tujuan : Membuktikan adanya kesesuaian termometer digital dengan termometer air raksa dalam mengukur suhu aksila pada dewasa muda.Metode : Sebanyak 32 orang subyek penelitian dipilih secara simple random sampling dan dilakukan pengukuran suhu aksila secara bersamaan menggunakan termometer digital dan termometer air raksa sebanyak tiga kali pengukuran untuk setiap subyek. Data hasil pengukuran kemudian dianalisis statistik menggunakan uji Intraclass Correlation Coefficient (ICC) for Absolute Agreement.Hasil : Rerata suhu aksila menggunakan termometer digital yaitu 36,02  0,49 dan rerata suhu menggunakan termometer air raksa yaitu 36,34  0,41. Hasil uji kesesuaian menggunakan ICC didapatkan kesesuaian derajat sedang (ICC = 0,550).Kesimpulan : Terdapat kesesuaian derajat sedang antara termometer digital dan termometer air raksa dalam mengukur suhu aksila pada dewasa muda.
PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK MENIRAN (PHYLLANTHUS NIRURI L.) DOSIS BERTINGKAT TERHADAP GAMBARAN MIKROSKOPIS GINJAL – STUDI PADA MENCIT BABL/C YANG DIINDUKSI METANIL YELLOW Fadila Amalina Ariputri; RB Bambang Witjahyo
DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL (JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO) Vol 6, No 2 (2017): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO
Publisher : Faculty of Medicine, Diponegoro University, Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (346.076 KB) | DOI: 10.14710/dmj.v6i2.18567

Abstract

Latar Belakang : Metanil yellow merupakan salah satu bahan pewarna tekstil yang mulai disalahgunakan sebagai pewarna makanan, padahal metanil yellow mempunyai sifat iritan dan karsinogenik pada tubuh,termasuk menyebabkan kerusakan ginjal. Untuk mengurangi efek negatif zat toksik dalam tubuh, diperlukan antioksidan yang dapat berasal dari dari alam, salah satunya adalah tumbuhan meniran (Phyllanthus niruri L.Tujuan : Mengetahui pengaruh pemberian ekstrak meniran (Phyllanthus niruri L.) dosis bertingkat terhadap gambaran mikroskopis ginjal mencit Balb/C yang diinduksi metanil yellow.Metode : Penelitian true experimental dengan posttest only with control group design. Sampel sebanyak 25 ekor mencit Balb/c diadaptasi selama 7 hari, setelah itu dibagi secara simple random sampling menjadi 5 kelompok. Kelompok kontrol (K) hanya diberi pakan dan minum standar. P1 diberi metanil yellow peroral 63 mg dalam 0,3 ml air/hari; P2 diberi metanil yellow peroral 63 mg dalam 0,3 ml air/hari dan ekstrak meniran 1,4 mg dalam 0,3 ml air/hari; P3 diberi metanil yellow peroral 63 mg dalam 0,3 ml air/hari dan ekstrak meniran 2,8 mg dalam 0,3 ml air/hari; dan P4 diberi metanil yellow peroral 63 mg dalam 0,3 ml air/hari dan ekstrak meniran 5,6 mg dalam 0,3 ml air/hari. Setelah 30 hari, mencit dimatikan kemudian dilakukan pemeriksaan mikroskopis ginjal berupa degenerasi dan nekrosis. Data dideskripsikan dalam bentuk tabel, gambar, dan analisa statistik.Hasil : Rerata degenerasi tertinggi sel epitel tubulus proksimal ginjal terdapat pada kelompok P1, sedangkan rerata nekrosis tertinggi pada kelompok P2. Pada degenerasi, terdapat perbedaan yang bermakna (p<0,05) pada K-P1, K-P2, K-P3, P1-P3, P1-P4, P2-P3, P2-P4, sedangkan K-P4, P1-P2, P3-P4 tidak didapatkan perbedaan yang bermakna. Pada nekrosis, didapatkan perbedaan yang bermakna (p<0,05) pada K-P1, K-P2, P1-P3, P1-P4, P2-P3, dan P2-P4, sedangkan K-P3, K-P4, P1-P2, dan P3-P4 tidak didapatkan perbedaan yang bermakna.Simpulan : Pemberian ekstrak meniran (Phyllanthus niruri L.) dosis bertingkat menyebabkan terjadinya perubahan gambaran mikroskopis ginjal mencit Balb/C yang diinduksi metanil yellow.
HUBUNGAN ANTARA LINGKAR PAHA DAN LINGKAR PANGGUL DENGAN SINDROMA METABOLIK Prabu Giusta Nugraha; Aryu Candra; Etisa Adi Murbawani; Martha Ardiaria
Jurnal Kedokteran Diponegoro (Diponegoro Medical Journal) Vol 8, No 4 (2019): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Diponegoro, Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (292.252 KB) | DOI: 10.14710/dmj.v8i4.25368

Abstract

Latar belakang : Sindroma metabolik merupakan salah satu penyakit yang mulai meningkat angka kejadianya. Pada indonesia prevalensi sindroma metabolik berkisar antara 47,40% untuk usia 50-60 tahun. Sindroma Metabolik dapat didiagnosis ketika seseorang memiliki tiga atau lebih dari lima komponen, Komponen tersebut yaitu: obesitas sentral, peningkatan kadar TG,  menurunnya kadar kolesterol HDL, tekanan darah tinggi dan peningkatan konsentrasi glukosa puasa. Penelitian ini mencari salah satu upaya metode skrining untuk mendeteksi yaitu dengan pengukuran antropometri lingkar paha dan lingkar panggul. Tujuan : Mengetahui hubungan antara lingkar paha dan lingkar panggul dengan sindrom metabolik. Metode : Penelitian ini adalah penelitian studi observasional analitik dengan pendekatan crossectional yang dilakukan di posyandu Tandang Ijen Kelurahan Jomblang Kota Semarang. Subjek penelitian adalah dewasa usia 50-70 tahun yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Uji hipotesis menggunakan uji Mann-Whitney.. Hasil : Dari 72 sampel yang diambil didapatkan 57 orang yang  mengalami sindroma metabolik. Uji Mann-whitney didapatkan nilai p= 0.013 (p<0.05) pada lingkar paha dan p= 0.066 (p<0.05) pada lingkar panggul. Kesimpulan : Terdapat hubungan yang signifikan antara lingkar paha dengan sindroma metabolik sedangkan tidak terdapat hubungan yang signifikan pada lingkar panggul dengan sindroma metabolik.Kata Kunci : Lingkar Paha, Lingkar Panggul, Sindroma metabolik
PENGARUH EKSTRAK GYNURA DIVARICATA TERHADAP KADAR MDA DARAH TIKUS TERINDUKSI KANKER PAYUDARA Andreas Tigor Partomuan; Innawati Jusup
Jurnal Kedokteran Diponegoro (Diponegoro Medical Journal) Vol 5, No 4 (2016): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Diponegoro, Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (387.104 KB) | DOI: 10.14710/dmj.v5i4.14237

Abstract

Latar Belakang : Kanker payudara merupakan penyakit keganasan dengan angka kasus sebesar 43,2% dan angka kematian 12,9% diantara penyakit keganasan lainnya pada tahun 2012. MDA merupakan salah satu marker biokimia yang dapat digunakan untuk penilaian profil kanker. Beberapa tahun terakhir terapi herbal bagi penyakit kanker banyak diteliti, salah satunya Gynura divaricata.Tujuan : Mengetahui pengaruh ekstrak daun Gynura divaricata terhadap kadar MDA darah tikus terinduksi kanker payudara.Metode : Penelitian eksperimental ini menggunakan rancangan post-test only control group design. 15 ekor tikus betina Sprague Dawley® dibagi 3 kelompok secara acak, yaitu selama 3 bulan, masing-masing kelompok kontrol negatif (K1) diberi diet standar, kelompok kontrol positif (K2) diberi pakan standar dan diinduksi kanker payudara, serta kelompok perlakuan (P) yang diberi pakan standar, kemudian diinduksi kanker payudara, lalu diberikan ekstrak Gynura divaricata dengan dosis 750 mg/kgBB setiap hari. Pada hari ke-15, darah dari masing-masing kelompok diambil untuk diteliti kadar MDA di dalamnya. Setelah itu, hasil penelitian diuji hubungannya secara statistik menggunakan metode one way ANOVAHasil : Rerata kadar MDA darah yang didapatkan adalah 2,671(K1), 4,088(K2), dan 3,233(P). Kadar MDA darah pada ketiga kelompok dianalisis menggunakan uji one way ANOVA dan mendapatkan hasil p=0,330.Kesimpulan : Terdapat pengaruh yang dari ekstrak Gynura divaricata terhadap kadar MDA darah tikus terinduksi kanker payudara. Namun, perbedaan yang didapatkan tidak signifikan.
PENGARUH PAPARAN ASAPMESIN DIESEL TERHADAP GAMBARAN HISTOLOGI PARU PADA PENDERITA ALERGI (STUDY EXPERIMENTAL PADA MENCIT BALB/C) Chrisantus Ronald Bria Seran; Suprihati Suprihati; Yanuar Iman Santoso
DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL (JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO) Vol 7, No 2 (2018): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO
Publisher : Faculty of Medicine, Diponegoro University, Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (291.326 KB) | DOI: 10.14710/dmj.v7i2.20672

Abstract

Latar Belakang : Alergi merupakan hasil dari interaksi antara faktor predisposisi genetik atopi dengan alergen lingkungan, infeksi dan polutan. Rinitis alergi adalah suatu gangguan pernapasan pada hidung yang disebabkan oleh reaksi peradangan mukosa yang diperantarai oleh imunoglobulin E (IgE) setelah terjadi paparan alergen. Partikel hasil pembakaran mesin diesel menyebabkan peningkatan IgE dengan berbagai mekanisme dan inflamasi lokal pada saluran pernafasan, sehingga terjadi peningkatan kontak antara jaringan dengan alergen sehingga timbul respon imun. Maka dapat diketahui pengaruh paparan asap mesin diesel terhadap struktur histopatologi paru mencit yang terpapar asap mesin diesel dengan jumlah eosinofil pada paru mencit tersebut.Tujuan : Mengetahui paparan asap mesin diesel yang mempengaruhi kerusakan epitel jaringan paru pada penyakit alergi.Metode : Sampel sebanyak 15 mencit dipilih secara simple random sampling. mencit dibagi menjadi tiga kelompok. Kelompok Kontrol Negatif(K) diberikan pakan standar dan air minum selama masa penelitian  Kelompok Kontrol Positif (K1) diinjeksi OVA secara intraperitoneal. Selanjutnya diberikan OVA 1% intranasal. Kelompok Perlakuan 1 (P1) diberikan paparan asap mesin diesel setelah diinduksi OVA.Hasil : Rata-rata jumlah eosinophil kelompok kontrol (-) 0,52, kontrol (+) 2,12 dan perlakuan 2,36. Perbandingan antara kelompok kontrol (-) dengan kelompok kontrol (+) dan perbandingan antara kelompok kontrol (-) dengan kelompok perlakuan diperoleh nilai p sebesar 0.008. perbandingan antara kelompok kontrol (+) dengan kelompok perlakuan diperoleh nilai p sebesar 0.246Kesimpulan : Jumlah eosinofil di jaringan peribronkhial paru pada kelompok control positif yang diinduksi ovalbumin lebih tinggi dibandingkan dengan kelompok control negatif yang tidak diinduksi ovalbumin.
PERBEDAAN TINGKAT KECEMASAN DAN DEPRESI PADA MAHASISWA SISTEM PERKULIAHAN TRADISIONAL DENGAN SISTEM PERKULIAHAN TERINTEGRASI Sarah Damayanti RP Marbun; Titis Hadiati; Widodo Sarjana
Jurnal Kedokteran Diponegoro (Diponegoro Medical Journal) Vol 5, No 4 (2016): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Diponegoro, Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (299.079 KB) | DOI: 10.14710/dmj.v5i4.15942

Abstract

Latar Belakang: Banyak faktor yang memengaruhi tingkat kecemasan dan tingkat depresi, salah satunya adalah sistem perkuliahan. Cenderung terjadi peningkatan kasus gangguan kejiwaan diantara para siswa dan mahasiswa pada tingkat pendidikan yang lebih tinggi. Salah satu penyakit kejiwaan yang paling sering ditemukan terutama pada masa dewasa muda adalah cemas dan depresi.Tujuan: Mengetahui perbedaan tingkat kecemasan dan depresi pada mahasiswa sistem perkuliahan tradisional dengan sistem perkuliahan terintegrasi.Metode: Desain penelitian adalah penelitian deskriptif analitik dengan menggunakan rancangan belah lintang (cross-sectional). Sampel adalah 368 orang mahasiswa Program Studi Pendidikan Dokter Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro yang terdiri dari 178 orang angkatan 2012 dan 190 orang angkatan 2013. Responden diukur tingkat kecemasan dengan menggunakan kuesioner Zung Self-rating Anxiety Scale dan tingkat depresi dengan menggunakan Zung Self-rating Depression Scale. Uji yang digunakan adalah uji Chi-square.Hasil: Hasil uji statistik menunjukkan tidak ada perbedaan yang bermakna pada tingkat kecemasan (p=0,490) dan tingkat depresi (p=0,692) antara mahasiswa sistem perkuliahan tradisional dengan sistem perkuliahan terintegrasi.Kesimpulan: Perbedaan tingkat kecemasan dan tingkat depresi berdasarkan sistem perkuliahan memiliki nilai yang tidak bermakna.
EFEK PEMBERIAN EKSTRAK DAUN Carica pubescens TERHADAP JUMLAH LEUKOSIT PADA TIKUS Sprague Dawley YANG DIINDUKSI AZOXYMETHANE : STUDI DI LABORATORIUM PENELITIAN DAN PENGUJIAN TERPADU 4 UNIVERSITAS GADJAH MADA Eka Meyliana Sugeng; Ainun Rahmasari Gumay; Saekhol Bakri
Jurnal Kedokteran Diponegoro (Diponegoro Medical Journal) Vol 8, No 1 (2019): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Diponegoro, Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (321.433 KB) | DOI: 10.14710/dmj.v8i1.23315

Abstract

Latar belakang: Inflamasi adalah salah satu faktor penyebab terjadinya kanker kolorektal. Flavonoid adalah suatu senyawa yang terkandung dalam daun Carica pubescens diyakini memiliki efek antiinflamasi. Tujuan: mengetahui efek pemberian ekstrak daun Carica pubescens terhadap jumlah leukosit pada tikus Sprague dawley yang diinduksi azoxymethane. Metode: jenis penelitian ini adalah post test only control group design dengan sampel terdiri dari 25 tikus Sprague dawley yang dibagi dalam 5 kelompok yaitu K1 diberi injeksi NaCl 0,9% seminggu sekali selama dua minggu, K2 diberi injeksi azoxymethane seminggu sekali selama dua minggu. P1, P2 dan P3 yang diberi injeksi azoxymethane seminggu sekali dalam dua minggu dan diberi ekstrak daun Carica pubescens dengan dosis 100 mg/KgBB, 200 mg/KgBB dan 400 mg/KgBB. Jumlah leukosit dihitung dengan alat hematology analyzer Sysmex KX-21 yang dinyatakan dalam sel/μL. Data dianalisis dengan One way Anova dan uji Post Hoc. Hasil: rerata jumlah leukosit kelompok K2 (7000 ± 2065,2 μL) lebih tinggi signifikan dibanding K1(4830 ± 449,4 μL, p=0,002) dan P1 (4380 ± 715,5 μL, p=0,002). Rerata kelompok K2 (7000 ± 2065,2 μL) lebih tinggi namun tidak berbeda signifikan dengan kelompok P2 (6820 ± 1030,5 μL, p=0,807) dan P3 (6020 ± 759,6 μL, p=0,193). Kesimpulan: ekstrak daun Carica pubescens menurunkan jumlah leukosit.Kata Kunci: Carica pubescens, leukosit, kanker kolorektal.

Page 61 of 104 | Total Record : 1040


Filter by Year

2016 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 15, No 1 (2026): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 14, No 6 (2025): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 14, No 5 (2025): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 14, No 4 (2025): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 14, No 3 (2025): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 14, No 2 (2025): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 14, No 1 (2025): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 13, No 6 (2024): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 13, No 5 (2024): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 13, No 4 (2024): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 13, No 3 (2024): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 13, No 2 (2024): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 13, No 1 (2024): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 12, No 6 (2023): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 12, No 5 (2023): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 12, No 4 (2023): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 12, No 3 (2023): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 12, No 2 (2023): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 12, No 1 (2023): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 11, No 6 (2022): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 11, No 5 (2022): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 11, No 4 (2022): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 11, No 3 (2022): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 11, No 2 (2022): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 11, No 1 (2022): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 10, No 6 (2021): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 10, No 5 (2021): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 10, No 4 (2021): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 10, No 3 (2021): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 10, No 2 (2021): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 10, No 1 (2021): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 9, No 6 (2020): DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL (Jurnal Kedokteran Diponegoro) Vol 9, No 4 (2020): DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL ( Jurnal Kedokteran Diponegoro ) Vol 9, No 3 (2020): DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL ( Jurnal Kedokteran Diponegoro ) Vol 9, No 2 (2020): DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL ( Jurnal Kedokteran Diponegoro ) Vol 9, No 1 (2020): DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL ( Jurnal Kedokteran Diponegoro ) Vol 8, No 4 (2019): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO Vol 8, No 3 (2019): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO Vol 8, No 2 (2019): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO Vol 8, No 1 (2019): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO Vol 7, No 4 (2018): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO Vol 7, No 2 (2018): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO Vol 7, No 1 (2018): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO Vol 6, No 4 (2017): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO Vol 6, No 3 (2017): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO Vol 6, No 2 (2017): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO Vol 6, No 1 (2017): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO Vol 6 (2017): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO Vol 5, No 4 (2016): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO Vol 5, No 3 (2016): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO Vol 5, No 2 (2016): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO Vol 5, No 1 (2016): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO More Issue