cover
Contact Name
Marlina
Contact Email
lppm.iaintakengonaceh@gmail.com
Phone
+6281265355559
Journal Mail Official
lppm.iaintakengonaceh@gmail.com
Editorial Address
Jl. Yos Sudarso No. 10 Gedung E11 Lantai 1
Location
Kab. aceh tengah,
Aceh
INDONESIA
Inteligensia: Jurnal Studi Keislaman
ISSN : 25487345     EISSN : 28283570     DOI : https://doi.org/10.54604/itg.v9i2
Core Subject :
Inteligensia: Jurnal Studi Keislaman is an open access peer-reviewed research journal published by the Institute for Community Service (PPs-IAIN Takengon). inteligensia provides a platform that welcomes and recognizes original empirical research papers on Jurnal Studi Keislaman written by researchers, academics, professionals and practitioners from around the world.
Arjuna Subject : -
Articles 33 Documents
PENGUATAN BUDAYA LITERASI : (STUDI PERAN PERPUSTAKAAN KELILING DINAS PERPUSTAKAAN DAN KEARSIPAN ACEH TENGAH DALAM MENINGKATKAN MINAT BACA MASYARAKAT) Rahmayana Rahmayana
Inteligensia: Jurnal Studi Keislaman Vol. 7 No. 2 (2022): September 2022
Publisher : IAIN Takengon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54604/itg.v7i2.190

Abstract

Tulisan ini bertujuan untuk mendeskripsikan upaya membudayakan kegiatan literasi pada masyarakat. Rendahnya budaya literasi dipengaruhi oleh keterbatasan sarana untuk membaca. Untuk itu perlu peran perpustakaan keliling sebagai sarana pemerataan layanan perpustakaan hinggadaerah terpencil. Perpustakaan terkendala dengan keterbatasan jumlah kendaran untuk berkeliling. Rumusan masalah penelitian ini adalah peran dan strategi perpustakaan keliling dalam meningkatkan minat baca, serta kecenderungan minat bacaan masyarakat yang kemudian diaplikasikan melalui tujuan penelitian yaitu untuk medeskripsikan dan menganalisis rumusan masalah tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif, adapun sumber data yaitu 7 pengelola dan 24 pengunjung perpustakaan keliling, menggunakan teknik pengumpulan data observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) Perpustakaan keliling berperan sebagai fasilitator, mediator, dan motivator dalam pemerataan layanan 2) Strategi perpustakaan keliling dalam meningkatkan minat baca adalah mengunjungi masyarakat pada lokasi tidak terjangkau, strategi sistem layanan membaca di tempat, sirkulasi, dan story telling, strategi promosi melalui media sosial. Serta strategi shelving koleksi 3) Minat bacaan masyarakat dari kalangan anak dan remaja cenderung menyukai buku fiksi seperti karya sastra, pada usia ini kecencenderungan membacabuku non fiksi dipengaruhi oleh kebutuhan pembelajaran di lembaga pendidikan seperti jenis bacaan ilmu sosial, ilmu murni, kesenian, karya ilmiah, karya umum, agama, bahasa, dan sejarah. Usia dewasa muda kecenderungan membaca buku fiksi berkurang. Sedangkan usia dewasa akhir cenderung membaca buku keagamaan dan tidak menyukai buku fiksi.
UNIVERSITAS AL-AZHAR CAIRO: DAYA TAHAN SEBUAH TRADISI INTELEKTUAL Nuruzzahri Nuruzzahri
Inteligensia: Jurnal Studi Keislaman Vol. 7 No. 2 (2022): September 2022
Publisher : IAIN Takengon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54604/itg.v7i2.191

Abstract

Al-Azhar merupakan salah satu universitas tertua di dunia sampai saat ini yang telah mengajarkan berbagai macam disiplin ilmu pengetahuan baik berupa ilmu agama maupun ilmu umum. Sejarah pendirian pertama sekali dilakukan pada masa dinasti fatimiyah untuk kepentingan politik dengan menjadikan lembaga tersebut sebagai tempat untuk menanamkan keagamaan,sejak pertama berdiri mengalami pasang surut karena pengaruh dari siapa yang berkuasa pada saat itu, setiap terjadi pergantian kekuasan tentu peratuan juga berobah dan mengalami perombakan disesuaikan dengan faham yang dianut oleh masing-masing penguasa. Al-Azhar sangat berperan dalam perkembangan dan kemajuan umat Islam, baik itu di Mesir maupun di negara-negara yang diluar mesir, sampai sekarang universitas ini menjadi andalan bagi seluruh pelajar di dunia. Banyak alumni yang memiliki pemikiran brilian dengan meninggalkan karya-karya yang sangat bernilai harganya, sehingga buah karya mereka dijadikan rujukan untuk pengembangan ilmu pengetahuan.
PEMBINAAN RELIGIUSITAS REMAJA DI KAWASAN PERBATASAN KABUPATEN ACEH TENGGARA Ramud Sutris Haryadi
Inteligensia: Jurnal Studi Keislaman Vol. 7 No. 2 (2022): September 2022
Publisher : IAIN Takengon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54604/itg.v7i2.192

Abstract

Kedangkalan ilmu agama remaja di perbatasan menyebabkan mudahnya remaja dalam tergiur mengikuti kegiatan orang non-muslim di kawasan perbatasan. Seperti saat hari raya natal dan tahun baru Masehi, kebiasaan masyarakat non-muslim merayakan dengan miras/alkohol. Remaja cenderung mengikuti kegiatan tersebut. Maka dari itu, pembinaan religiusitas remaja perbatasan menjadi hal yang pelu untuk diteliti. Penelitian ini mengangkat rumusan masalah berupa pemahaman religiusitas anak remaja rajin ibadah dan tidak, pelaksanaan pembinaan religiusitasnya, serta kendala dan solusi pembinaan religiusitas. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif dengan metode pengumpulan data yaitu triangulasi data. Pengumpulan data menggunakan instrumen wawancara, observasi, dan dokumentasi. Informan dalam penelitian ini adalah Remaja, Orang Tua Remaja, Tokoh Agama, Imam Masjid, Takmir Masjid di Kawasan Perbatasan Kabupaten Aceh Tenggara. Hasil penelitian ini mengangkat tiga rumusan yaitu pemahaman pembinaan religiusitas anak remaja yang aktif dan tidak aktif di kawasan perbatasan masih kurang. Pelaksanaan pembinaan religiusitas anak remaja di kawasan perbatasan Kabupaten Aceh Tenggara masih belum berjalan maksimal. Pembinaan yang masih aktif berjalan hanya TPA yang dilaksanakan oleh Ustadz/Ustadzah TPA yaitu pembinaan 1) membaca Al Qur’an dengan tartil dan maghorijul huruf yang benar, 2) praktik sholat, 3) fardu kifayah, 4) menulis Al Qur’an, 5) penghafalan do’a-do’a harian, 6) hafalan tentang bacaan sholat/ fardu kifayah. Pembinaan tokoh masyarakat dilakukan dengan pendekatan langsung dengan memantau langsung dan melaksanakan rapat kecil. Pembinaan yang dilakukan orang tua dengan: 1) memberikan Nasihat; 2) membiasakan solat 5 waktu; 3) memberikan fasilitas belajar di luar desa; 4) mengajak dan Memberikan teladan yang baik; 5) bersama-sama murojaah; 6) menanamkan sikap bahwa Allah itu nyata dan ada. Kendala dan solusi pembinaan religiusitas anak remaja di kawasan perbatasan Kabupaten Aceh Tenggara yaitu motivasi remaja turun, kurangnya dukungan orang tua, kurangnya sumbangan sedekah masyarakat, ditiadakannya da’i perbatasan. Solusinya dengan memotivasi orang tua percaya akan kegiatan remaja.
BIMBINGAN AGAMA UNTUK MENINGKATKAN ETOS KERJA ANGGOTA KEPOLISIAN DI POLRES GAYO LUES JUHRI AHMAD
Inteligensia: Jurnal Studi Keislaman Vol. 7 No. 2 (2022): September 2022
Publisher : IAIN Takengon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54604/itg.v7i2.195

Abstract

Secara fungsional Polri dituntut untuk melaksanakan tugas dengan sikap etis, adil dan ramah, serta memberikan perlindungan, pengayoman dan pelayanan serta menjaga ketertiban. Untuk mewujudkan hal tersebut diatas berbagai upaya telah dilakukan, salah satunya dengan kegiatan bimbingan agama. Bimbingan agama menjadi hal yang sangat penting dalam menentukan jati diri dan meningkatkan etos kerja anggota Polri. Berangkat dari latar belakang tersebut, peneliti tertarik untuk meneliti (1) Bagaimana bentuk program dan pelaksanaan bimbingan agama di Polres Gayo Lues. (2) Bagaimana dampak bimbingan agama dalam meningkatkan etos kerja anggota kepolisian di Polres Gayo Lues. (3) Apa saja faktor pendukung dan penghambat pelaksanaan bimbingan agama dalam meningkatkan etos kerja anggota kepolisian di Polres Gayo Lues. Penelitian ini merupakan field research yang bersifat kualitatif. Pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil Penelitian menunjukkan: (1) Bentuk program dan pelaksanaan kegiatan bimbingan agama di Polres Gayo Lues terbagi menjadi tiga kegiatan; Pembinaan rohani dan mental (BINROHTAL), bimbingan agama kepada anggota Polres Gayo Lues yang akan melaksanakan pernikahan, perceraian dan rujuk dan peringatan hari-hari besar Islam; (2) Bimbingan agama untuk meningkatkan etos kerja Anggota kepolisian di Polres Gayo Lues menunjukan hasil yang baik, implikasi dari bimbingan agama untuk meningkatkan etos kerja Anggota kepolisian di Polres Gayo Lues meliputi, pertama tepat waktu, kedua Moralitas yang bersih (ikhlas), ketiga kejujuran, keempat memiliki komitmen dan kelima istiqamah (kuat pendirian.
ETIKA PESERTA DIDIK DALAM PROFIL ABDULLAH BIN UMAR Ahmad Hamdani
Inteligensia: Jurnal Studi Keislaman Vol. 8 No. 1 (2023): Maret 2023
Publisher : IAIN Takengon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54604/itg.v8i1.300

Abstract

Etika dalam dunia pendidikan Islam sebenarnya bukan menjadi hal yang asing karena telah banyak dikemukakan baik oleh pakar. Salah satunya adalah Abdullah bin Umar r.a. Beliau dikenal dengan pemahaman fiqihnya dan memiliki aspek pengetahuan agama yang luas dan bermanfaat. Aspek tersebut diantaranya yaitu, sikap tawadhu’, wara’ dan ketelitian yang tiada duanya.Ia telah menimba ilmu dari Rasulullah SAW meriwayatkan dari ayahnya sendiri yaitu Umar bin al-Khattab serta meriwayatkan dari para sahabat Nabi, Aisyah, dan juga dari saudarinya sendiri yaitu Hafshah.Terbentuknya akhlak dan etika mulia ini yang seharusnya menjadi tujuan pendidikan. Namun, yang terjadi sekarang justru sebaliknya, adanya krisis pendidikan dan kurangnya perhatian terhadap eksistensi moral dan etika dalam dunia pendidikan. Oleh sebab inilah maka penulis tertarik mengungkap kembali pemikiran pendidikan berdasarkan kepada profil Abdullah bin Umar r.a. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan jenis penelitian study kepustakaan (library research), menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Pengumpulan data dilakukan dengan mengumpulkan data-data yang ada, baik melalui buku, dokumen, maupun majalah internet (web), kemudian data-data tersebut dianalisa sehingga peneliti bisa menyimpulkan tentang masalah yang dikaji. Teknik analisis data menggunakan pendekatan, induksi, deduksi dan komparasi. Penelitian ini menghasilkan kesimpulan berdasarkan profil Abdullah bin Umar bahwa sebagai peserta didik harus berilmu pengetahuan dan juga didasari oleh etika-etika yang benar, artinya mempunyai sikap yang sesuai dengan kaidah atau nilai dalam pendidikan Islam. Adapun konsep yang lebih spesifik tentang etika-etika Abdullah bin Umar r.a yang harus diteladani oleh seorang peserta didik adalah etika peserta didik terhadap gurunya, terhadap orang tuanya, terhadap sahabat/rekannya dan konsep etika peserta didik terhadap majelis ilmu.
MANAJEMEN SUPERVISI AKADEMIK KEPALA SEKOLAH DALAM MENINGKATKAN MUTU STANDAR PROSES PEMBELAJARAN GURU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMA SE-KABUPATEN GAYO LUES Ali Nurdin
Inteligensia: Jurnal Studi Keislaman Vol. 8 No. 1 (2023): Maret 2023
Publisher : IAIN Takengon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54604/itg.v8i1.301

Abstract

Supervisi akademik merupakan salah satu supervisi yang seharusnya dilaksanakan oleh kepala sekolah untuk meningkatkan mutu standar proses pembelajaran, karena guru adalah orang yang berhubungan langsung dalam proses belajar mengajar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi supervisi akademik yang dilaksanakan kepala sekolah dalam rangka meningkatkan mutu standar proses pembelajaran guru pendidikan agama Islam. Penelitian yang dilaksanakan merupakan penelitian yang berusaha mengungkapkan, menemukan dan menggali informasi tentang perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi supervisi akademik dalam meningkatkan mutu standar proses pembelajaran guru pendidikan agama islam Di SMA Se- Kabupaten Gayo Lues.Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Data dikumpulkan dengan wawancara dan dokumentasi. Sumber data terdiri dari : Kepala Sekolah, Wakil Kepala Sekolah, guru PAI dan Guru umum/kelas. Tehnik analisis data. Untuk pengecekan keabsahan data dilakukan dengan kredibilitas, transferabilitas, dependabilitas, konfirmabilitas. Hasil penelitian mengungkapkan tiga temuan yaitu pertama, Perencanaan Pelaksanaan Supervisi Akademik yang dilaksanakan oleh Kepala sekolah dalam meningkatkan mutu standar proses pembelajaran guru pendidikan agama islam di SMA Se- Kabupaten Gayo Lues dilakukan pada umumnya melalui perencanaan dalam musyawarah/rapat tentang program kerja Kepala Sekolah yang kemudian menghasilkan program kerja Kepala Sekolah dan dituangkan di dalam program tahunan serta diimplementasikan dalam program semester dan dilaksanakan di wilayah kerja Kepala Sekolah se- kabupaten Gayo Lues. Kedua pelaksanaan supervisi akademik dalam meningkatkan mutu standar proses pembelajaran guru pendidikan agama islam di SMA Se- Kabupaten Gayo Lues yang dilaksanakan oleh Kepala Sekolah meliputi pemantauan, pembinaan, dan penilaian terhadap guru pendidikan agama Islam. Ketiga, Evaluasi pelaksanaan supervisi akademik dalam meningkatkan mutu standar proses pembelajaran guru pendidikan agama islam di SMA Se- Kabupaten Gayo Lues yang dilaksanakan oleh Kepala Sekolah bertujuan untuk melihat hasil kemampuan guru dalam proses pendidikan agama Islam.
PRAKTIK PENDIDIKAN MULTIKULTURAL DI SEKOLAH DASAR KECAMATAN BADAR KABUPATEN ACEH TENGGARA Junaida Junaida
Inteligensia: Jurnal Studi Keislaman Vol. 8 No. 1 (2023): Maret 2023
Publisher : IAIN Takengon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54604/itg.v8i1.302

Abstract

Pendidikan multikultural merupakan wujud kesadaran tentang keanekaragaman kultural, hak-hak asasi manusia serta pengurangan atau penghapusan jenis prasangka atau prejudice untuk suatu kehidupan masyarakat yang adil dan maju. Pendidikan multikultural merupakan suatu kebijakan untuk menyikapi kemajemukan sehingga menciptakan pendidikan yang menghargai perbedaan. Pendidikan multikultural di Aceh Tenggara menjadi hal yang perlu menjadi sorotan untuk diteliti. Tujuan yang ingin dilaksanakan dalam penelitian ini adalah: 1) mengetahui, mengidentifikasi, dan menganalisis praktik pendidikan multikultural, dan 2) peran Kepala Sekolah dan Guru dalam Praktik Pendidikan Multikultural di Sekolah Dasar Kecamatan Badar Kabupaten Aceh Tenggara. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif. Pengumpulan data menggunakan instrumen wawancara, observasi, dan dokumentasi. Informan dalam penelitian ini adalah Kepala Sekolah, guru kelas, dan siswa di SD Kecamatan Badar. Hasil penelitian ini mengangkat 2 rumusan masalah yang peneliti angkat. Pertama praktik pendidikan multikultural di Sekolah sudah berjalan baik. Siswa sudah mempraktekkan hidup dalam perbedaan, membangun saling percaya, memelihara saling pengertian, menjunjung sikap saling menghargai, terbuka dalam berfikir, serta apresiasi dan interdependensi (mengapresiasi dan saling ketergantungan). Peran Kepala Sekolah dan Guru dalam Praktik Pendidikan Multikultural di Sekolah Dasar Kecamatan Badar Kabupaten Aceh Tenggara mencakup kegiatan inklusi, pengembangan keprofesionalan guru, mengundang Da'i dan pendeta moderat, dan sumbangan untuk semua.
PROBLEMATIKA DAN STRATEGI GURU PAI DALAM MENINGKATKAN MUTU PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM PADA SMP DI KABUPATEN ACEH TENGAH Rahmawati Rahmawati
Inteligensia: Jurnal Studi Keislaman Vol. 8 No. 1 (2023): Maret 2023
Publisher : IAIN Takengon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54604/itg.v8i1.367

Abstract

Dalam usaha meningkatkan mutu pembelajaran pendidikan agama Islam, guru pendidikan agama Islam memiliki peran yang sangat besar. Disamping hal itu, keberhasilan dalam pembelajaran yang bermutu tidak terlepas dari adanya strategi pembelajaran, Untuk mewujudkan hal tersebut guru tidak terlepas dari problematika dalam pembelajaran. Penelitian ini berfokus mengungkap bagaimana problematika yang dihadapi guru PAI serta strategi yang digunakan guru dalam meningkatkan mutu pembelajaran Pendidikan Agama Islam di SMP Negeri 4 Takengon, SMPIT Cendekia, dan di SMP Negeri 5 Takengon Kabupaten Aceh Tengah. Pada penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan sumber data primer yaitu kepala sekolah dan guru di sekolah yang di tetapkan sebagai subyek penelitian, data sekunder diperoleh dari kepustakaan, arsip serta catatan-catatan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, serta dokumentasi, serta teknik analisa data menggunakan triangulasi data. Berdasarkan penelitian yang dilakukan di temukan hasil sebagai berikut: 1. Problematika yang dihadapi guru Pendidikan Agama Islam pada tingkat SMP di Kabupaten Aceh Tengah yaitu, Pertama, kurangnya minat siswa dalam belajar Pendidikan Agama Islam. Kedua, Jarangnya pelatihan bagi guru untuk meningkatkan kualiatas diri. Ketigat, kemampuan guru yang belum masimal. Keempat, minimnya buku panduan bagi siswa. Keenam, modul pembelajaran yang jarang digunakan. 2. strategi pembelajaran di kelas (direct Instruction) dan juga diluar kelas (Indirect Instruction). Dalam pelaksanaannya guru PAI menggunakan berbagai metode pembelajaran sebagai strategi dalam pembelajaran, metode yang digunakan yaitu sangat bervariasi seperti metode ceramah, menonton film, game, role play, diskusi. Untuk meningkatkan mutu pembelajaran sekolah memiliki program untuk mengembangkan pembelajaran Pendidikan Agama Islam seperti, program baca tulis Al-Qur’an, pengembangan kepribadian Islam dengan kajian halaqoh dankajian keputrian, pengembangan karakter anak dengan dilengkap sarana dan prasarana, serta mengadakan pelatihan bagi guru sebagai bentuk pengembangan kualitas diri.
STRATEGI GURU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DALAM ME-NANAMKAN NILAI-NILAI MULTIKULTURAL DI SEKOLAH MENENGAH PERTAMA NEGERI 1 BLANGKEJEREN DAN SEKOLAH MENENGAH ATAS NEGERI 1 BLANGKEJEREN Sudarman Sudarman
Inteligensia: Jurnal Studi Keislaman Vol. 8 No. 1 (2023): Maret 2023
Publisher : IAIN Takengon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54604/itg.v8i1.368

Abstract

Sebagai negeri yang memiliki keberagaman pemikiran dan pemahaman yang multikultural berarti siap menerima adanya berbagai macam budaya. Maka dari itu sudah sepantasnya wawasan multikultural dibumikan melalui pendidikan multikultural yang diharapkan mampu menanamkan nilai-nilai pluralisme, humanisme dan demokrasi kepada peserta didik. Adapun yang berperan sebagai aktor dalam proses penanaman nilai-nilai multikultural tersebut terhadap peserta didik adalah semua guru, salah satunya adalah guru PAI. Guru PAI yang kompeten tentu mempunyai strategi tersendiri dalam menanamkan nilai-nilai multikultural pada siswa dalam pembelajaran PAI. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap bagimana langkah-langkah guru PAI dalam menanamkan nilai-nilai multikultural di SMP Negeri 1 Blangkejeren dan SMAN 1 Blangkejeren dan untuk mengkaji faktor-faktor yang mempengaruhi guru PAI dalam menanamkan nilai-nilai multikultural di SMP Negeri 1 Blangkejeren dan SMAN 1 Blangkejeren. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan metode field research. Pengumpulan data diperoleh melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa langkah-langkah guru PAI dalam menanamkan nilai-nilai multikultural di SMP Negeri 1 Blangkejeren dan SMAN 1 Blangkejeren dilakukan melalui penanaman nilai toleransi antar warga sekolah, mengajarkan sikap menghormati dan menghargai dengan teman yang berbeda agama, suku mapun etnis, membiasakan sikap gotong royong di sekolah, memberikan nilai keadilan dan persamaan dalam proses belajar mengajar, mengintegrasikan nilai-nilai multikultural dalam pembelajaran, dan menunjukkan pembiasaan yang positif dan keteladanan. Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi guru PAI dalam menanamkan nilai-nilai multikultural di SMP Negeri 1 Blangkejeren dan SMAN 1 Blangkejeren meliputi dukungan sekolah, dukungan dari warga masyarakat sekitar, dukungan dari keluarga siswa, dukungan siswa sendiri, dan dukungan para dewan guru untuk tertanamnya nilai-nilai multikultural pada siswa.
ANALISIS KINERJA KEPALA MADRASAH IBTIDAIYAH NEGERI DALAM TATA KELOLA MADRASAH PASCA PANDEMI DI KABUPATEN BENER MERIAH Jarniati Jarniati; Ihsan Harun
Inteligensia: Jurnal Studi Keislaman Vol. 9 No. 1 (2024): Maret 2024
Publisher : IAIN Takengon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54604/itg.v9i1.388

Abstract

Penelitian ini tentang Analisis Kinerja Kepala Madrasah Ibtidaiyah Negeri Dalam Tata Kelola Madrasah Pasca Pandemi Di Kabupaten Bener Meriah yang dilatarbelakangi oleh beberapa pola kinerja Kepala Madrasah laki-laki dan perempuan yang mengalami perubahan pasca pandemi Covid 19 yang memberikan beberapa pengaruh terhadap hasil pembelajaran siswa di Mandrasah Ibtidaiyah Negeri di Kabupaten Bener Meriah. Tujuan penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kinerja Kepala Madrasah, peran dan faktor penghambat yang dialami oleh kepala Madrasah dalam tata kelola Madrasah pelaksaan pembelajaran pasca pandemi. Dalam melakukan penelitian ini, penulis menggunakan metode kualitatif sebagai acuan untuk mendapatkan sumber data secara nyata. Teknik pengumpula data dilakukan melalui wawancara (interview) dengan membuat instrumen daftar pertanyaan serta foto bukti dokumentasi sebagai pendukung dalam penelitian agar mendapatkan data secara mendalam. Berdasarkan hasil dari penelitian ini : 1. Kinerja kepala Madrasah perempuan dan laki-laki dalam pengembangan madrasah dengan menerapkan kurikulum merdeka dan melakukan kegiatan pembiasaan. Sedangkan pelaksanaan tugas manajerial dengan memberikan motivasi dan kedisiplinan, melakukan inovasi dan pengembangan kewirausahaan serta melakukan supervisi kepada guru dan tenaga kependidikan 2. Peran Kepala Madrasah sebagai edukator, administrator, motivator dan supervisor 3. Sedangkan, hambatan dalam hal melakukan proses pembelajaran serta tata kelola Madrasah pasca pandemi, selain itu kendala di hadapi hampir seluruh Madrasah ialah harus memulai materi pembelajaran mengulang kembali dengan alasannya banyak siswa yang belum memahami pembelajaran yang dilakukan melalui daring (online). Bukan hanya itu saja yang menjadi penghambat kinerja kepala Madrasah akan tetapi, keterbatasan Hp android, jaringan yang tidak stabil serta keterbatasan guru dalam menguasai teknologi terbaru.

Page 3 of 4 | Total Record : 33