cover
Contact Name
Marlina
Contact Email
lppm.iaintakengonaceh@gmail.com
Phone
+6281265355559
Journal Mail Official
lppm.iaintakengonaceh@gmail.com
Editorial Address
Jl. Yos Sudarso No. 10 Gedung E11 Lantai 1
Location
Kab. aceh tengah,
Aceh
INDONESIA
Inteligensia: Jurnal Studi Keislaman
ISSN : 25487345     EISSN : 28283570     DOI : https://doi.org/10.54604/itg.v9i2
Core Subject :
Inteligensia: Jurnal Studi Keislaman is an open access peer-reviewed research journal published by the Institute for Community Service (PPs-IAIN Takengon). inteligensia provides a platform that welcomes and recognizes original empirical research papers on Jurnal Studi Keislaman written by researchers, academics, professionals and practitioners from around the world.
Arjuna Subject : -
Articles 33 Documents
Pembelajaran Alquran Melalui Metode Ummi Zulkarnain Zulkarnain
Inteligensia: Jurnal Studi Keislaman Vol. 6 No. 2 (2021): September 2021
Publisher : IAIN Takengon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54604/itg.v9i2.71

Abstract

Pembelajaran Alquran yang baik membutuhkan sebuah sistem yang mampu menjamin mutu bahwa setiap anak atau orang yang belajar Alquran, bisa membaca Alquran dengan baik dan benar. Salah satu metode yang tengah berkembang saat ini adalah metode Ummi, sehingga menarik untuk dikaji lebih mendalam lagi. Dalam tulisan ini mendiskripsikan: Pertama, Perencanaan pembelajaran alQur’an metode Ummi berpedoman pada aturan-aturan yang telah ditetapkan Ummi Foundantion seperti menentukan target yang akan dicapai, menentukan durasi pembelajaran, desain posisi pembelajaran, menentukan jumlah siswa dalam kelompok pembelajaran, penerapan model pembelajaran serta melakukan sertifikasi guru Alquran metode Ummi. Kedua, Pelaksanaan pembelajaran Alquran metode Ummi merujuk kepada tahapan pembelajaran yang telah ditetapkan Ummi Foundantion seperti mengelola kelompok berdasarkan jilid Ummi yang sedang dipelajari, menggunakan media pembelajaran atau alat peraga serta melaksanakan 7 tahapan pembelajaran. Ketiga, Evaluasi pembelajaran dilakukan dengan cara beragam, yaitu melaksanakan evaluasi hasil pembelajaran berupa evaluasi harian pada setiap akhir jam pelajaran Tahsin Alquran metode Ummi lalu melaksanakan evaluasi kenaikan jilid serta melakukan evaluasi berjenjang sebagai sarana komunikasi dan sarana evaluasi hasil capaian prestasi belajar Tahsin Alquran pelajar.
Peran Didong Gayo dalam Menanamkan Nilai Agama dan Moral pada Anak Usia Dini Shaumiwaty Shaumiwaty
Inteligensia: Jurnal Studi Keislaman Vol. 6 No. 2 (2021): September 2021
Publisher : IAIN Takengon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54604/itg.v9i2.72

Abstract

Didong merupakan seni tradisi pertunjukan yang berasal dari masyarakat Gayo, dimana didong menjadi sarana untuk menyampaikan suatu ekspresi masyarakat akan kehidupan keseharian, berisikan pesan kepada generasi muda yang akan datang. Kesenian ini banyak sekali mempengaruhi masyarakat Gayo dalam kesehariannya, seperti membawa semangat kedalam hidup masyarakatnya. Lirik lagu yang menarik dalam bentuk sejenis prosa, pantun yang mengelitik hati, tatkala sering menjadi bahan candaan dalam masyarakat Gayo. Didong biasanya di pertunjukan pada acara-acara resmi seperti setelah pesta pernikahan, peringatan hari besar daerah. Teks didong memuat tentang pesan dan nasehat yang dimuat dalam teks syair didong. Makna yang berisikan nasehat agama, moral, pendidikan dan nilai akan karakter akan menjadi fondasi yang kuat pada anak usia dini. Syair didong bertujuan untuk menanamkan nilai agama dan moral sehingga melalui didong diharapkan tercapai pembiasaan anak berperilaku baik, sopan dan santun supaya anak terbiasa dalam beribadah. Anak diharapkan mampu mengenal ketauhidan melaui syair-sayir didong yang diterapkan. Penanaman nilai agama dan moral pada anak usia dini sebagai salah satu hal terpenting dalam tumbuh kembang anak. Hal ini dilakukan bertujuan untuk meletakkan dasar-dasar keimanan dengan pola takwa kepada-Nya dan keindahan akhlak, cakap, percaya pada diri sendiri, serta memiliki kesiapan untuk hidup di tengah-tengah dan bersama-sama dengan masyarakat untuk menempuh kehidupan yang diridhai-Nya.
Nilai-Nilai Pendidikan Keteladanan Dalam Kisah Nabi Ibrahim A.S Mahdi Wahyuni Salam
Inteligensia: Jurnal Studi Keislaman Vol. 6 No. 2 (2021): September 2021
Publisher : IAIN Takengon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54604/itg.v9i2.73

Abstract

Nabi Ibrahim nerupakan sosok seorang Rasul, pendidik, bapak dan suami yang sukses mendidik keluarga dan ummat. Tak ada lagi yang meragukan kualitas keimanan, kesabaran, keshalihan, ketegasan, kesantunan dan kepemimpinannya sebagai seorang Nabi utusan Allah. Bukanlah pendidikan biasa yang melahirkan generasi yang luar biasa, melainkan beliau mengajarkan generasi milenial tentang visi yang besar terhadap pembinaan generasi masa depan, yaitu: Pertama, selalu mendoakan anak agar menjadi anak yang taat dan patuh ibadah kepada Allah SWT. Kedua, membantu anak menjadi pribadi yang rajin ibadah, dan selalu bersukur. Ketiga, pentingnya menegakkan shalat, karena shalat adalah kunci keselamatan dan kebahagiaan dunia dan akhirat. Keempat, memohon kepada Allah SWT agar anak-anak dilimpahi rezeki. Kelima, Nabi Ibrahim juga berharap kelak anak-anak dan keturunannya menjadi pribadi-pribadi yang disenangi oleh orang banyak, bahkan antar generasi sesudahnya. Keenam, menumbuhkan watak dan karakteristik yang kuat, ikhlas, mandiri, bahkan memberikan momentum bagi kebebasan berpikir. Ketujuh, mengajarkan pentingnya musyawarah dalam mengambil sebuah keputusan bersama.
Model Pembelajaran Tahfidz Al-Qur’an di Pondok Pesantren Terpadu Bunayya Kabupaten Gayo Lues Abdussyukur Abdussyukur
Inteligensia: Jurnal Studi Keislaman Vol. 6 No. 2 (2021): September 2021
Publisher : IAIN Takengon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54604/itg.v9i2.74

Abstract

Desain Pembelajaran Tahfidz Al-Qur’an di Pondok Pesantren Terpadu Bunayya menggunakan target hafalan yang di susun oleh Koordinator Al-Qur’an bersama guru tahfizh berdasarkan target hafalan santri yang telah ditentukan saat rapat kerja (RAKER) pimpinan awal tahun ajaran baru. Koordinator Al-Qur’an bersama tim menentukan model pembelajaran tahfizd yang akan dilaksanakan diantaranya Tahsin, Talaqqi, Ziadah, setoran, murajaah, tasmi’, karantina Qur’an dan Wisuda Qur’an. Koordinator Al-Qur’an menentukan langkah-langkah pembelajaran yang harus diimplementasikan oleh guru Al-qur’an dalam pelaksanaan pembelajaran. Pelaksanaan Pembelajaran Tahfidz Al-Qur’an di Pondok Pesantren Terpadu Bunayya dilakasanakan empat kali tatap muka setiap hari. Pelaksanaannya dimulai dengan kegiatan pembuka (salam, mengondisikan santri, membaca doa dan murajaah satu surah pendek), Kegiatan Inti (Tahsin, Tahfidz, Setoran, muraja’ah atau Tasmi’) dan Kegiatan Penutup (Penilaian dan Doa). Penilaian pembelajaran Tahfidz Al-Qur’an yang dilakukan di Pondok Pesantren Terpadu Bunayya dengan sistem setoran hafalan dan tasmi’, bentuk penilaian harian, Mingguan, Bulanan dan Semesteran. Aspek yang dinilai adalah kefashihan, kelancaran hafalan dan capaian hafalan. Dan dilakukan pelaporan secara tertulis capaian hafalan santri kepada pimpinan pesantren dan orang tua santri melalui group whatsapp. Kendala yang dihadapi dalam pelaksanaan Tahfidz Al-Qur’an di Pondok Pesantren Terpadu Bunayya terdiri dari 3 faktor yaitu faktor santri, faktor pendidik dan faktor ekternal (keluarga dan lingkungan, semua kendala dapat teratasi berkat terjalinnya kerjasama yang baik dari semua pihak yang terkait.
Kepribadian Manusia Menurut Perspektif Pendidikan Islam Nuruzzahri Nuruzzahri
Inteligensia: Jurnal Studi Keislaman Vol. 6 No. 2 (2021): September 2021
Publisher : IAIN Takengon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54604/itg.v9i2.75

Abstract

Dalam kepribadian manusia terkandung sifat-sifat hewan dan sifat-sifat malaikat yang terkadang timbul pergulatan antara dua aspek kepribadian manusia tersebut. Adakalanya, manusia tertarik oleh kebutuhan dan syahwat tubuhnya, dan adakalanya ia tertarik oleh kebutuhan spiritualnya. Dalam Al-Qur’an kepribadian manusia disebut dengan potensi diri manusia dan adakalanya disebut dengan fitrah manusia yang dianugerahi oleh sang pencipta. Potensi tersebut kadang-kadang terdorong untuk melakukan hal-hal yang baik dan kadangkalanya melakukan perbuatan jahat tergantung dari bisikan mana yang datang, apakah itu nafsu atau akal yang mengarahkan. Dalam Al-Qur’an tipe kepribadian manusia terbagai kepada tiga, yaitu: Mukmin, Kafir dan Munafikun.
Penggunaan Aplikasi Daring (Dalam Jaringan) dan Permasalahannya pada Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam Siswa SMP Swasta Washliyani Medan Labuhan Masruroh Lubis
Inteligensia: Jurnal Studi Keislaman Vol. 6 No. 2 (2021): September 2021
Publisher : IAIN Takengon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54604/itg.v9i2.76

Abstract

Pembelajaran PAI merupakan pembelajaran yang menekankan pada aspek sikap. Tentunya hal ini memunculkan permasalahan tersendiri mengingat pembelajaran sikap merupakan pembelajaran yang menuntut pada penghayatan nilai-nilai PAI. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana pembelajaran PAI secara daring pada masa pandemi? Permasalahan apa saja yang dihadapi guru dan siswa selama pembelajaran PAI secara daring? Penelitian ini berjenis penelitian lapangan dengan pendekatan kualitatif. Pengumpulan data menggunakan wawancara terhadap siswa dan guru melalui telfon dan secara langsung dengan menerapakan protokoler kesehatan secara ketat. Subjek penelitian ini para siswa dan guru yang terlibat langsung dalam pembelajaran PAI secara daring. Hasil penelitian menunjukkan: 1) Pembelajaran PAI secara daring menyesuaikan dengan kebijakan-kebijakan dari pemerintah mulai dari perencanaan pembelajaran, materi pembelajaran yang mengalami penyederhanaan, media pembelajaran menggunakan google classroom dan grup WA, metode pembelajaran sering menggunakan ceramah dan tugas, penilaian menggunakan tugas (pengerjaan tugas-tugas). 2) Permasalahan pembelajaran PAI secara daring yang dihadapi guru adalah: guru merasa kesulitan untuk mengajar dikarenakan siswa yang pasif, guru merasa lelah dan jenuh, media pembelajaran yang tersedia tidak memiliki fasilitas ideal, tidak dapat mengontrol proses pembelajaran secara komprehensif. Permasalahan pembelajaran daring yang dihadapi siswa adalah: kapasitas penyimpanan handphone terbatas, kendala sinyal dan kuota, dan kurang motivasi (pembelajaran merasa hambar dan tidak sungguh-sungguh karena tidak dapat melihat atau mendengarkan penjelasan guru langsung).
KREATIVITAS GURU PAI DI MASA PANDEMI COVID-19 DI SMP KECAMATAN PINTU RIME GAYO BENER MERIAH Yuni Nur Laili
Inteligensia: Jurnal Studi Keislaman Vol. 7 No. 1 (2022): Maret 2022
Publisher : IAIN Takengon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54604/itg.v7i1.147

Abstract

Covid-19 memberikan efek di setiap bidang kehidupan masyarakat Indonesia, termasuk Pendidikan. Akibatnya, proses pembelajaran dilakukan secara jarak jauh (daring) yang menuntut kreatifitas guru. Penelitian ini untuk menjawab bagaimana kreatifitas guru PAI pada masa pandemic covid-19 di SMP di kecamatan Pintu Rime Gayo Kabupaten Bener Meriah, dari aspek perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasinya. Penelitian ini adalah penelitian fenomenologis, bersifat deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi, dan dokumentasi. Yang menjadi sumber penelitian ini adalah SMPN 2 dan 4 Pintu Rime Gayo. Sumber data penelitian ini adalah 2 kepala sekolah, 2 wakil kepala bidang kurikulum, dan 4 orang peserta didik. Analisis data yang digunakan adalah reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru PAI merencanakan pembelajaran dengan menyusun RPP satu lembar yang relevan dengan tujuan pembelajaran daring. Dalam pelaksanaan pembelajaran, guru menggunakan media whats app, google class meeting, dan zoom. Evaluasi pembelajaran yang dilakukan guru adalah sarana aplikais berupa google form, quis, live work sheet. Pendukung pembelajaran daring adalah dukungan orang tua, sekolah dan pemerintah, sarana yang mendukung, efisiensi, dan pengembangan IT. Sedangkan penghambatnya adalah keterbatasan media, jaringan dan penggunaan kuota internet yang boros dan komunikasi yang kurang jelas.
MANAJEMEN PEMBELAJARAN AL-QUR’AN METODE UMMI (STUDI MULTISITUS PADA SDIT AL MANAR BENER MERIAH & SDIT AL MANAR TAKENGON) Ari Saputra
Inteligensia: Jurnal Studi Keislaman Vol. 7 No. 1 (2022): Maret 2022
Publisher : IAIN Takengon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54604/itg.v7i1.148

Abstract

Pembelajaran al-Qur’an yang baik membutuhkan sebuah sistem yang mampu menjamin mutu bahwa setiap orang yang belajar al-Qur’an, bisa membaca al-Qur’an dengan baik dan benar. Salah satu metode yang tengah berkembang saat ini adalah metode Ummi, sehingga menarik untuk dikaji lebih mendalam lagi. Peneltian ini bertujuan untuk mengetahui, mendeskripsikan, dan menganalisis manajemen pembelajaran al-Qur’an metode Ummi yang meliputi perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi di SDIT Al-Manar Bener Meriah dan SDIT Al-Manar Takengon. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan yang bersifat deskriptif-kualitatif. Sumber data yang digunakan adalah sumber data primer dan sekunder. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan metode observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Adapun metode analisis data yang digunakan adalah dengan analisis data model Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: Pertama, Perencanaan pembelajaran al-Qur’an metode Ummi berpedoman pada aturan-aturan yang telah ditetapkan Ummi Foundantion seperti menentukan target yang akan dicapai, desain posisi pembelajaran, model pembelajaran serta melakukan sertifikasi guru al-Qur’an metode Ummi. Kedua, Pengorganisasian dilakukan dengan menentukan durasi, menentukan jumlah siswa dalam kelompok, Ketiga, Pelaksanaan pembelajaran al-Qur’an metode Ummi merujuk pada tahapan pembelajaran yang telah ditetapkan Ummi Foundantion seperti mengelola kelompok berdasarkan jilid Ummi yang sedang dipelajari, menggunakan media atau alat peraga serta melaksanakan 7 tahapan pembelajaran. Keempat, Evaluasi pembelajaran dilakukan dengan cara: melaksanakan evaluasi hasil pembelajaran berupa evaluasi harian pada setiap akhir jam pelajaran Tahsin al-Qur‟an metode Ummi lalu melaksanakan evaluasi kenaikan jilid serta melakukan evaluasi berjenjang sebagai sarana komunikasi dan sarana evaluasi hasil capaian prestasi belajar Tahsin al-Qur’an siswa yang dilaporkan kepada wali murid siswa.
TIPOLOGI DAYAH DI KABUPATEN ACEH TENGAH Afrizal Afrizal
Inteligensia: Jurnal Studi Keislaman Vol. 7 No. 1 (2022): Maret 2022
Publisher : IAIN Takengon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54604/itg.v7i1.149

Abstract

Penelitian ini adalah penelitian lapangan dengan metode deskriptif kualitatif dan menggunakan pendekatan fenomenologis. Penelitian dilakukan di Dayah Modern Maqamam Mahmuda, Dayah Terpadu Dayah Terpadu Al-Azhar dan Dayah Terpadu Darul Amal. Sumber data primer penelitian ini adalah data yang diperoleh dari informan melalui pengamatan wawancara mendalam dengan pimpinan dayah, dayah dayah teungku dayah, serta sumber data sekunder yang diperoleh dari dokumen dan sumber data lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas dayah di Aceh Tengah, khususnya Dayah Modern Maqamam Mahmuda, Dayah Terpadu Al-Azhar dan Dayah Terpadu Darul Amal, adalah kategori dayah modern/terpadu yang mengintegrasikan sistem pendidikan dayah tradisional dengan sistem pendidikan sekolah/madrasah. Dayah di Aceh Tengah memiliki karakteristik tersendiri dan program unggulan untuk memberikan pendidikan terbaik kepada siswa. Dayah Modern Maqamam Mahmuda memiliki ciri khas penguatan bahasa dan kewirausahaan, Dayah Terpadu Al-Azhar memiliki ciri khas nilai-nilai dayah tradisional yang identik dengan penguasaan buku klasik dan penerapan praktik dayah tradisional seperti suluk. Kemudian Dayah Terpadu Darul Amal memiliki ciri khas penguasaan ilmu Alquran (tilawatil Quran, tahsinul quran, qiraah sab'ah) sehingga melahirkan qari.'
PELAKSANAAN KURIKULUM DI MADRASAH TSANAWIYAH SWASTA MAQAMAM MAHMUDA Maulida Maulida
Inteligensia: Jurnal Studi Keislaman Vol. 7 No. 1 (2022): Maret 2022
Publisher : IAIN Takengon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54604/itg.v7i1.150

Abstract

Kurikulum sebagai salah satu komponen pendidikan yang strategis untuk mencapai tujuan pendidikan. Kurikulum harus dilaksanakan dengan baik di setiap lembaga pendidikan agar tujuan pendidikan dapat tercapai. Madrasah mengajarkan ilmu agama dan ilmu umum untuk mencapai tujuan pendidikan Islam dan tujuan pendidikan nasional. Konsep pendidikan umum dan pendidikan Islam di madrasah harus terintegrasi dengan baik dalam proses pembelajaran melalui kurikulum, agar dapat menciptakan peserta didik yang berilmu, beriman, dan berakhlak mulia. Penelitian ini bertujuan untuk mendiskripsikan pelaksanaan kurikulum di Madrasah Tsanawiyah Swasta Maqamam Mahmuda. Permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimana struktur kurikulum dan pelaksanaannya di Madrasah Tsanawiyah Swasta Maqamam Mahmuda. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Pengumpulan data dengan cara observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisis data melalui reduksi data, penyajian data dan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa struktur kurikulum di Madrasah Tsanawiyah Swasta Maqamam Mahmuda memadukan kurikulum pesantren dan kurikulum madrasah. Pelaksanaan kurikulum berjalan dengan baik sesuai dengan jadwal yang dilaksanakan bersamaan antara jadwal mata pelajaran pesanten dan jadwal mata pelajaran madrasah. Semua guru agamanya menguasai kitab kuning dan alumni dari pesantren modern. Guru menggunakan berbagai strategi dalam proses pembelajaran. Evaluasi pembelajaran dilaksanakan melalui ujian praktik dan ujian tulisan.

Page 1 of 4 | Total Record : 33