cover
Contact Name
Marlina
Contact Email
lppm.iaintakengonaceh@gmail.com
Phone
+6281265355559
Journal Mail Official
lppm.iaintakengonaceh@gmail.com
Editorial Address
Jl. Yos Sudarso No. 10 Gedung E11 Lantai 1
Location
Kab. aceh tengah,
Aceh
INDONESIA
Inteligensia: Jurnal Studi Keislaman
ISSN : 25487345     EISSN : 28283570     DOI : https://doi.org/10.54604/itg.v9i2
Core Subject :
Inteligensia: Jurnal Studi Keislaman is an open access peer-reviewed research journal published by the Institute for Community Service (PPs-IAIN Takengon). inteligensia provides a platform that welcomes and recognizes original empirical research papers on Jurnal Studi Keislaman written by researchers, academics, professionals and practitioners from around the world.
Arjuna Subject : -
Articles 33 Documents
KEGIATAN MENCETAK PENAMPANG UNTUK MENINGKATKANKREATIVITAS ANAK USIA DINI Syarifah Ainy Rambe; Abdul Marif
Inteligensia: Jurnal Studi Keislaman Vol. 7 No. 1 (2022): Maret 2022
Publisher : IAIN Takengon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54604/itg.v7i1.152

Abstract

Kreativitas sangatlah penting dikembangkan bagi anak usia 5-6tahun, karena kreativitas yang baik akan membantu anak unutk mampu dalam melakukan pemecahan masalah pribadi. kegiatan mencetak penampang merupakan salah satu kegiatan yang dapat mengembangkan kreativitas anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan kreativitas anak agar potensi-potensi di dalam dirinya juga berkembang. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian secara deskriptif kualitatif, yang menggambarkan dan membandingkan suatu data yang diperoleh dari hasil observasi dengan teori yang terkait, untuk kemudian disusun dan dianalisa sehingga dapat ditarik sebuah kesimpulan. Penelitian ini menggunakan sampel anak usia 5-6 tahun. Pengambilan sampel dilakukan dengan cara purposive sampling, sebanyak 9 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan mencetak penampang dapat dilakukan untuk mengebangkan kreativitas anak, terlihat dari hasil observasi bahwa dari 9 orang ampel, 8 orang mempunya hasil berkembang sangat baik dan 1 orang mulai berkembang sesuai harapan.
FASE TAQLID DAN KEJUMUDAN Asna Asna
Inteligensia: Jurnal Studi Keislaman Vol. 7 No. 1 (2022): Maret 2022
Publisher : IAIN Takengon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54604/itg.v7i1.153

Abstract

Fase taqlid dan Kejumudan berawal dari pertengahan abad keempat hijriah sampai akhir ketiga belas hijriah, dikarenakan periode ini mencakup dua fase yang bertautan, fase pertama masih terkait denga fase kedua secara langsung maka disini akan dijelaskan periode ini dengan mengupas dua fase ini secara intensif. Pertama tentang era taqlid kemudian dilanjutkan dengan era kejumudan (kebekuan) pada masa ini terdapat beberapa faktor, yaitu faktor politik, intelektual, moral, dan sosial yang mempengaruhi kebangkitan umat islam dan menghalangi aktifitas para ulama dalam pembentukan hukum atau perundang-undangan hingga terjadinya kemandekan. Gerakan ijtihad dan upaya perumusan undang-undang sudah berhenti, semangat kebebasan dan kemerdekaan berpikir para ulama sudah berhenti mereka tidak lagi menjadikan Al-qur’an dan sunnah sebagai sumber utama dalam menetapkan hukum, akan tetapi mereka merasa puas dengan cara bertaqlid
PENDEKATAN PEMERINTAH TERHADAP PERTANIAN DALAM PANDANGAN EKONOMI ISLAM Junaidi Junaidi
Inteligensia: Jurnal Studi Keislaman Vol. 7 No. 1 (2022): Maret 2022
Publisher : IAIN Takengon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54604/itg.v7i1.154

Abstract

Diantara kunci pembangunan sebuah negara adalah bidang pertanian. Pertanian menjadi tumpuan setiap negara untuk ketahanan pangan. Islam memandang sebagai hal yang harus diutamakan, karena ia merupakan kebutuhan pokok. Hasil pertanian akan selalu ada apabila petani secara berkelanjutan tetap mempertahankan pertanian. Petani yang selalu menyediakan kebutuhan pokok terhadap penduduk yang tinggal di kota atau yang tidak menghasilkan pertanian. Petani juga masyarakat yang tinggal di pedesaan dengan kegiatan sehari-hari bertani dan beternak. Karena kurangnya sumber manusia dalam masalah pertanian sering mengakibatkan petani rugi dalam pertaniaannya. Oleh karena itu negara tidak terlepas dengan petani karena sumber daya petani sampai kapanpun sangat diperlukan. Karena pertaniaan merupakan suatu keperluan dasar manusia, dalam Islam telah di anjurkan bahwa pekerjaan yang baik setekah perniagaan adalah pertanian. Pertanian mempunyai kepentingan yang unggul dimana tanpa pertanian manusia akan mengalami kelaparan dan krisis pangan. Menurut Islam dalam masalah pertanian harus ada pendekatan yang harus di lakukan oleh pemerintah untuk meningkatkan taraf pertanian yaitu dengan membuat pelatihan pertanian, memfasilitasi pemasaran, memberi pembiayaan dan jaminan, dan melakukan pendekatan kelompok atau komoditi. Dengan adanya pendekatan tersebut mungkin dapat ditargetkan hasil pertanian bisa memenuhi kebutuhan masyarakat dalam suatu negara khusunya di negara tropis yang sangat didukung oleh alam.
PERAN GURU DALAM PEMBIASAAN BUDAYA 3S (SENYUM, SAPA, SALAM) TERHADAP SISWA HUSRIN KONADI
Inteligensia: Jurnal Studi Keislaman Vol. 7 No. 1 (2022): Maret 2022
Publisher : IAIN Takengon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54604/itg.v7i1.159

Abstract

Budaya 3S sangatlah penting bagi kehidupan sehari-hari siswa. Siswa yang memahami budaya 3 S akan berdampak dengan baiknya karakter siswa tersebut. Peran guru dianggap penting untuk menumbuihkan kebiasaan budaya 3S pada siswa. Penelitian ini bertujuan untuk melihat peran guru sejauh mana dalam pembiasaan budaya 3S pada siswa. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian secara deskriptif kualitatif, yang menggambarkan dan membandingkan suatu data yang diperoleh dari hasil observasi dengan teori yang terkait, untuk kemudian disusun dan dianalisa sehingga dapat ditarik sebuah kesimpulan. Penelitian ini menggunakan sampel 6 orang guru SD di SD Negeri Bale Redelong . Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru sangat berperan penting dalam penerpan pembiasaan budaya 3S (Senyum, Sapa, Salam).
PERSEPSI GURU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM SMA KABUPATEN GAYO LUES DALAM PROGRAM PENCEGAHAN PENYALAHGUNAAN NARKOBA Hendry Sujatmiko
Inteligensia: Jurnal Studi Keislaman Vol. 7 No. 1 (2022): Maret 2022
Publisher : IAIN Takengon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54604/itg.v7i1.160

Abstract

Penelitian ini di latar belakangi dari pemberitaan di media tentang pemusnahan ladang ganja di Gayo Lues yang luasnya mencapai belasan hektar dan fakta bahwa delapan puluh persen penghuni Lembaga Permasyarakatan kelas IIB Blangkejeren terjerat kasus narkoba.Hal ini menunjukkan bahwa Gayo Lues termasuk salah satu produsen Ganja di Propinsi Aceh.Tujuanpenelitian ini adalah (1) Untuk memperoleh gambaran persepsi Guru Pendidikan Agama Islam sekolah menengah atas tentang fenomena penyalahgunaan Narkoba di Gayo Lues. (2) Untuk memperoleh deskripsi persepsi Guru Pendidikan Agama Islam tentang urgensi penerapan pendidikan anti Narkoba di Sekolah tingkat sekolah menengah atas di Gayo Lues. (3) Untuk mengidentifikasi persepsi Guru Pendidikan Agama Islam sekolah menengah atas tentang desain pencegahan penyalahgunaan Narkoba di Sekolah. Penelitian menggunakan pendekatan penelitian kualitatif dengan metode pengumpulan data melalui wawancara antara peneliti dengan Informan secara langsung, Informan merupakan Guru Pendidikan Agama Islam di tiga sekolah diantaranya : SMAN 1 Blangkejeren, SMAN 2 Blangkejeren dan SMAN 1 Blang Pegayon. Kesimpulan penelitian ini adalah bahwa Informan berpersepsi fenomena penyalahgunaan narkoba di Gayo Lues baik di lingkungan pendidikan maupun di lingkungan masyarakat masih marak, namun ketiga Informan mempunyai persepsi yang berbeda bila pendidikan anti narkoba harus dimasukkan dalam kurikulum sekolah. Perbedaan persepsi Informan tentang urgensi penerapan pendidikan anti narkoba di sekolah karena dipengaruhi sistem pencegahan yang dilakukan sekolah selama ini.
KIPRAH TGK ABDUL DJALIL TERHADAP PENDIDIKAN ISLAM DI ACEH TENGAH Rohdiah Rohdiah
Inteligensia: Jurnal Studi Keislaman Vol. 7 No. 1 (2022): Maret 2022
Publisher : IAIN Takengon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54604/itg.v7i1.180

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kiprah Tgk Abdul Djalil terhadap Pendidikan Islam (PI) di Aceh Tengah untuk mendeskripsikan peluang dan hambatan Tgk Abdul Djalil terhadap Pendidikan Islam (PI) di Aceh Tengah. Penelitian ini menggunakan metode penelitian sejarah. Berdasarkan hasil peneitian dan pembahasan di atas dapat disimpulkan bahwa: 1. kiprah Tgk Abdul Djalil terhadap Pendidikan Islam di Aceh Tengah melalui menyebarkan Pendidikan Islam modernis yang istilah masyarakat Gayo disebut dengan kom mude, dengan tujuan untuk memerangi ajaran-ajaran animisme seperti singkretis, dan praktek perdukunan. Tgk Abdul Djalil yang dikenal sebagai ulama profesional, mahir dalam memberikan ceramah secara tegas dan lantang, yang menjadi salah satu keunggulannya adalah menjadikan masjid at-Taqwa sebagai pusat dakwah. Sehingga para jama’ah mendatangi masjid tersebut dari wilayah Aceh Tengah dan sekitarnya, Bener Meriah bahkan Gayo Lues. Sehingga Tgk. Abdul Djalil memberikan ceramah tidak mendatangi dari masjid satu ke masjid lainnya, sebagaiman yang dilakukan penceramah pada umumnya. Untuk menjalankan kiprahnya terhadap Pendidikan Islam, Tgk Abdul Djalil mendirikan sekolah PI, RA, MI, MA bahkan sampai perguruan tinggi. Selain itu, membuat amal usaha transportasi PT Aceh Tengah dan pedagang kain. Degan demikian, Pendidikan Islam yang dijalankan oleh Tgk. Abdul Djalil tidak hanya memfokuskan pada pendidikan dan proses belajar mengajar semata, melain menanamkan Pendidikan Islam dalam kegidupan organisasi, sekolah, sosial dan ekonomi. 2. Peluang dan hambatan Tgk Abdul Djalil terhadap Pendidikan Islam di Aceh Tengah, yang menjadi peluang adalah Tgk. Abdul Djalil memiliki wawasan ilmu pengetahuan, profesional, jaringan yang luas serta ekonomi yang memadai. Sedangkan hambatanya yaitu perselisihan idiologi antara kom tue dengna kom mude perselisihan tersebut berakibat pada terpecahnya dua kubu dalam kehidupan keagmaan masyarakat Gayo yang tidak dapat disatuaan hingga saat sekarang ini meskipun MPU Kabupaten Aceh Tengah berusaha menyatukan keduanya. Daan sika p fanatisme antara kedua, masih terjadi hingga saat sekarang ini.
PENCEGAHAN PENYIMPANGAN SEKSUAL DI KALANGAN REMAJA : (Studi Tafsir Surah an-Nur Ayat 58-59 tentang Pendidikan Seks dalam Keluarga) Jufri Hasani Z
Inteligensia: Jurnal Studi Keislaman Vol. 7 No. 2 (2022): September 2022
Publisher : IAIN Takengon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54604/itg.v7i2.181

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi dengan masih maraknya perilaku penyimpangan seksual di tengah masyarakat yang di antara pelakunya adalah anak-anak dan remaja. Kemajuan zaman dengan kemudahan mengakses informasi dan hiburan di berbagai sarana berbasis data menyebabkan angka penyimpangan seksual kian mencemaskan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengungkap pesan-pesan al-Qur’an dalam mencegah penyimpangan seksual di kalangan remaja melalui pendidikan seks keluarga berbasis al-Qur’an dengan menjadikan surah an-Nur/24: 58-59 sebagai pijakan utama. Metode penelitian menggunakan metode penelitian kualitatif berbentuk kajian kepustakaan (library research). Untuk memahami ayat, penelitian ini menggunakan pendekatan tafsir tahliliy (analitik) dengan mengungkap berbagai aspek yang dikandung ayat sehingga makna dan tujuan ayat terungkap secara maksimal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam Al-Qur’an surah an-Nur/24: 58-59 ditemukan upaya pencegahan penyimpangan seksual remaja dengan menerapkan aturan terkait etika meminta izin memasuki kamar tidur orang lain pada tiga waktu yaitu: 1) setelah salat Isya; 2) sebelum salat Subuh; 3) pada saat tengah hari. Dengan adanya aturan ini diharapkan penghuni rumah lainnya terutama mereka yang belum menikah terhindar dari pemandangan yang tidak layak mereka lihat dan privasi pemilik kamar bisa terjaga.
PRINSIP-PRINSIP DASAR EKONOMI ISLAM Ainiah Ainiah
Inteligensia: Jurnal Studi Keislaman Vol. 7 No. 2 (2022): September 2022
Publisher : IAIN Takengon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54604/itg.v7i2.183

Abstract

Sistem ekonomi Islam mempunyai karakteristik yang berbeda dengan sistem ekonomi lainnya. Prinsip dasar dari ekonomi Islam mengantarkan umat-Nya menuju falah tidak hanya di dunia namun juga di akhirat. Penelitian ini bertujuan menganalisis prinsip-prinsip dasar yang terkandung dalam ajaran ekonomi Islam serta perbedaan dengan sistem ekonomi kapitalisme dan sosialisme. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan terdapat prinsip-prinsip dasar yang unggul dari sistem ekonomi Islam diantaranya prinsip ketauhidan, keseimbangan, kebebasan yang bertanggungjawab serta persaudaraan dan tanggung jawab sosial.
KOMPETENSI GURU DALAM PROFIL AISYAH RA DAN RELEVANSINYA DENGAN PENDIDIKAN ISLAM KONTEMPORER Susnari Susnari
Inteligensia: Jurnal Studi Keislaman Vol. 7 No. 2 (2022): September 2022
Publisher : IAIN Takengon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54604/itg.v7i2.184

Abstract

Guru merupakan sosok “pahlawan” tanpa tanda jasa, ia memiliki peran multifungsi, sebagai pembimbing, pengelola kelas, fasilitator, mediator, inspirator, impormator, motivator bahkan guru dapat berperan sebagai orangtua peserta didik. Guru bertugas untuk mengajar dan mendidik. Karena itu, materi pelajaran tidak sekedar untuk dikuasai oleh peserta didik melainkan untuk diamalkan dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan profil Aisyah ra dan relevansinya dengan guru pendidikan Islam kontemporer dan untuk mendeskripsikan kompetensi guru dalam profil Aisyah ra dan relevansinya dengan guru pendidikan Islam kontemporer. Penulisan tesis ini menggunakan metode sejarah. Teknik pengumpulan data menggunakan editing, organizing dan penemuan hasil penelitian. Sedangkan teknik analisis data yaitu reduksi data, didplay data dan gambaran kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa: 1. Profil Aisyah ra dan relevansinya dengan guru pendidikan Islam kontemporer menunjukan bahwa menjadi guru harus memiliki berbagai kemampuan, yaitu kemampuan emosional, spiritual dan intelektual. Karena guru yang sukses dalam mendidik ia tidak hanya terpaku pada penguasaan materi yang disampaikan kepada peserta didik melainkan menguasai berbagai ilmu agar materi tersebut dapat tersampaikan pada proses pembelajaran serta dapat diamalkan dalam kehidupan sehari-hari. 2. Kompetensi guru dalam profil Aisyah ra dan relevansinya dengan guru pendidikan Islam kontemporer menunjukan bahwa: a. guru yang memiliki kompetensi pedagogik merupakan guru yang memiliki wawasan luas terutama yang berkaitan dengan profesinya, mampu memberikan pemahaman kepada peserta didik serta mampu memantau perkembangannya; b. guru yang memiliki kompetensi kepribadian yaitu memiliki akhlak yang mulia, jujur, bersikap dewasa, serta mengarahkan tujuan pendidikan Islam yang beroroentasi akhirat; c. guru yang memiliki kompetensi profesional yaitu guru yang mampu menguasai materi yang diajarkan, mengembangkan materi pelajaran serta mengembangkannya secara berkelanjutan; d. Guru yang memiliki kompetensi sosial yaitu guru yang dapat menerima keadaan peserta didik memiliki jiwa sosial yang tinggi serta mampu mencerna setiap permasalahan serta menyelesaikannya secara bijaksana.
KONSEP PENDIDIKAN RAMAH ANAK MENURUT KI HADJAR DEWANTARA Raudhah Raudhah
Inteligensia: Jurnal Studi Keislaman Vol. 7 No. 2 (2022): September 2022
Publisher : IAIN Takengon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54604/itg.v7i2.185

Abstract

Sekolah seharusnya menjadi ruang bagi anak untuk memperoleh pendidikan yang menyenangkan. Namun kenyataannya seringkali tidak demikian. Anak bersekolah menjadi beban bagi dirinya, terlebih jika suasana belajar yang ada membuatnya tidak nyaman. Penelitian ini mengkaji tentang “Konsep Pendidikan Ramah Anak Menurut Ki Hadjar Dewantara.” Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsep dan prinsip-prinsip Pendidikan Ramah Anak menurut Ki Hadjar Dewantara. Penelitian ini termasuk dalam kategori penelitian kepustakaan (library research), yaitu mengumpulkan data atau karya tulis ilmiah yang berkaitan dengan obyek penelitian atau pengumpulan data yang bersifat kepustakaan. Sumber data terdiri dari buku-buku Ki Hadjar Dewantara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsep pendidikan menurut Ki Hadjar Dewantara terhadap Sekolah Ramah Anak yakni pendidikan humanistik. Humanistik bermakna “berilah kemerdekaan kepada anak-anak didik kita: bukan kemerdekaan yang leluasa, tetapi yang terbatas oleh tuntutan-tuntutan kodrat alam yang nyata dan menuju ke arah kebudayaan, yaitu keluhuran dan kehalusan hidup manusia”. Walaupun Ki Hadjar Dewantara tidak menyebut pendidikan humanistik adalah bagian dari ide besar Sekolah Ramah Anak, tapi setidaknya nilai-nilai yang terdapat didalamnya mengarah pada terciptanya Sekolah Ramah Anak. Prinsip pendidikan menurut Ki Hadjar Dewantara adalah “tuntunan”, yang dilandaskan pada lima prinsip Panca Dharma: Prinsip kemerdekaan, prinsip kebangsaan, prinsip kebudayaan, prinsip kemanusiaan dan prinsip kodrat alam dengan tujuan “menuntun” menggunakan metode Among berkarakteristik pendidikan dalam lingkungan keluarga, sekolah, dan organisasi pemuda (masyarakat).

Page 2 of 4 | Total Record : 33