cover
Contact Name
Sugeng Setia Nugroho
Contact Email
sugengsnugroho@uny.ac.id
Phone
+628562977629
Journal Mail Official
sugengsnugroho@uny.ac.id
Editorial Address
Faculty of Sports Sciences, Universitas Negeri Yogyakarta Jl. Colombo No. 1 Karangmalang Yogyakarta 55281, Indonesia
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Medikora: Jurnal Ilmiah Kesehatan Olahraga
ISSN : 02169940     EISSN : 27212823     DOI : 10.21831
Core Subject : Health, Education,
MEDIKORA is a sports health scientific journal published by the Sports Science Study Program of the Faculty of Sport Science, Universitas Negeri Yogyakarta which contains the results of critical analysis studies and research in the field of sports health. The Journal is published twice a year (April and October).
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 9 Documents
Search results for , issue "Vol 16, No 1 (2017): April" : 9 Documents clear
PENGARUH LATIHAN CIRCUIT BODYWEIGHT TERHADAP KEBUGARAN JASMANI, INDEKS MASSA TUBUH, PERSENTASE LEMAK TUBUH DAN FLEKSIBILITAS Nanda Dwicahya; Fatkurahman Arjuna
MEDIKORA Vol 16, No 1 (2017): April
Publisher : Faculty of Sports Sciences, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (453.205 KB) | DOI: 10.21831/medikora.v16i1.23487

Abstract

Memiliki status kebugaran jasmani yang baik dan tubuh yang ideal merupakan harapan semua orang. Sebagian besar member fitness Ros-In Hotel memliki tubuh yang kurang ideal dan kebugaran jasmani yang kurang bagus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh latihan circuit bodyweight terhadap kebugaran jasmani, indeks massa tubuh, persentase lemak tubuh, dan fleksibilitas member fitness Ros-In Hotel Yogyakarta.Penelitian ini merupakan pre-experimental design dengan one-group pretest-posttest design. Sampel dalam penelitian ini adalah member dengan usia antara 19-25 tahun, aktif minimal dua bulan, dan bersedia mengikuti latihan 18 kali pertemuan. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 10 orang. Pengambilan data dilakukan dengan tes dan pengukuran. Instrumen yang digunakan yaitu tes rockport, stadiometer, timbangan, scinfold caliper, dan sit and reach. Analisis data penilitian menggunakan uji t untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan variabel antara pretest dan posttest pada kelompok eksperimen.Hasil penelitian ini menunjukan uji t data VO2Max diperoleh nilai t hitung 3.000 t tabel 2.262, dan nilai p 0,015 0,05 maka ada peningkatan VO2Max yang signifikan. Hasil uji t IMT diperoleh nilai t hitung 6.957 t tabel 2.262, dan nilai p 0,000 0,05 maka ada penurunan berat badan yang sangat signifikan. Hasil uji t lemak tubuh diperoleh nilai t hitung 9.221 t tabel 2.262, dan nilai p 0,000 0,05 maka ada penurunan lemak tubuh yang sangat signifikan. Hasil uji t fleksibilitas diperoleh nilai t hitung 6.332 t tabel 2.262, dan nilai p 0,000 0,05 maka ada peningkatan fleksibilitas yang sangat signifikan.
PROFIL DAYA TAHAN AEROBIK POSISI GUARD, FORWARD, DAN CENTER ATLET BOLA BASKET Muhamad Fanani Augi Nugraha; Cerika Rismayanthi
MEDIKORA Vol 16, No 1 (2017): April
Publisher : Faculty of Sports Sciences, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (372.892 KB) | DOI: 10.21831/medikora.v16i1.23480

Abstract

Pemahaman atlet bola basket Kabupaten Indramayu tentang daya tahan aerobik masih terbatas. Tidak optimalnya daya tahan aerobik dapat mengakibatkan penurunan kemampuan konsentrasi, kecepatan reaksi dan mudah lelah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui daya tahan aerobik posisi guard, forward, dan center atlet bola basket Kabupaten Indramayu.Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain penelitian deskriptif. Subyek penelitian ini adalah atlet bola basket Kabupaten Indramayu dengan jumlah 30 atlet. Pengambilan data menggunakan tes, dengan instrument yang digunakan adalah yo-yo intermittent recovery test. Teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif yang dituangkan dalam bentuk persentase, yang terbagi dalam enam kategori pada norma VO2 Max.Berdasarkan hasil penelitian menunjukan bahwa daya tahan aerobik (VO2 Max) atlet bola basket Kabupaten Indramayu yang terdiri dari 30 atlet terdapat 25 atlet (83,33 %) dalam kategori sedang. Daya tahan aerobik (VO2 Max) pada posisi guard (80 %) dalam kategori sedang, posisi forward (81,81 %) dalam kategori sedang, dan posisi center (88,89 %) dalam kategori sedang.
EFEKTIVITAS MANIPULASI “TOPURAK” UNTUK PENYEMBUHAN CEDERA SENDI LUTUT PASIEN LAB /KLINIK OLAHRAGA TERAPI DAN REHABILITASI FIK UNY Rohim, Muhammad Fathur; Kushartanti, Wara
MEDIKORA Vol 16, No 1 (2017): April
Publisher : Faculty of Sports Sciences, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (705.841 KB) | DOI: 10.21831/medikora.v16i1.23483

Abstract

Cedera lutut yang ditandai dengan rasa nyeri merupakan cedera yang cukup sering. WHO 2008 menyatakan bahwa penderita nyeri sendi sebanyak 151 juta jiwa di dunia, hal ini merupakan sebuah kondisi yang sangat umum dialami oleh banyak orang, terutama bagi mereka yang banyak melakukan aktivitas fisik yang bertumpu pada lutut dan kaki. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat keefektifan manipulasi “Topurak” (totok, pukul, gerak) untuk penyembuhan cedera sendi lutut.Metode pre-experimental design dengan rancangan One Group Pretest-Posttest Design digunakan dengan populasi pasien cedera sendi lutut di Lab/ Klinik Olahraga Terapi dan Rehabilitasi – FIK UNY, pada bulan Januari – April 2017 secara insidental. Dari 75 pasien yang ditangani selama penelitian diambil sebanyak 20 orang yang bersedia sebagai sampel. Setelah dilakukan pretest untuk menilai tanda radang dan fungsional lutut, diterapi dengan manipulasi Topurak sebanyak tiga kali dengan selang-seling hari, dan masing-masing terapi berdurasi 5 menit. Setelah perlakuan terapi ke-tiga dilakukan post test. Semua data dideskripsikan, dan dilanjutkan dengan uji beda antara pretest dan post test untuk mengetahui seberapa efektivitas manipulasi Topurak. Hasil uji normalitas menunjukkan adanya distribusi normal pada data lingkar lutut atas, lingkar lutut tengah, skala nyeri, skala duduk berdiri, dan skala naik tangga, serta distribusi tidak normal pada lingkar lutut bawah, fleksi, ekstensi, dan skala kemampuan jalan. Uji beda dua kelompok berpasangan menggunakan sign test (non-parametrik).Hasil uji beda menunjukkan bahwa manipulasi Topurak efektif (p < 0,05) dalam menyembuhkan cedera sendi lutut yang ditunjukkan dengan menurunnya tanda radang, meningkatnya skala fungsi jalan, naik tangga dan duduk berdiri kecuali pembengkakan di lutut.
EFEKTIVITAS LATIHAN BEBAN DENGAN METODE CIRCUIT WEIGHT TRAINING DENGAN SUPER SET TERHADAP PENURUNAN BERAT BADAN DAN PROSENTASE LEMAK Prabowo Purwanto; Ahmad Nasrulloh
MEDIKORA Vol 16, No 1 (2017): April
Publisher : Faculty of Sports Sciences, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (504.736 KB) | DOI: 10.21831/medikora.v16i1.23484

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Mengetahui pengaruh metode latihan circuit weight training terhadap penurunan berat badan dan prosentase lemak, (2) Mengetahui pengaruh metode latihan super set terhadap penurunan berat badan dan prosentase lemak, (3) Mengetahui metode manakah yang paling efektif antara metode latihan circuit weight training dengan metode latihan super set terhadap penurunan berat badan dan prosentase lemak pada member Cakra Sport Club.Penelitian ini adalah pre-eksperimen dengan desain penelitian yang di gunakan yaitu pretest- posttest. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah member cakra sport club dengan jumlah 20 member. Pembagian kelompok dalam penelitian ini yaitu kelompok I latihan dengan metode circuit weight training dan kelompok II latihan dengan metode super set. Instrumen yang digunakan yaitu timbangan, alat ukur tinggi badan dan skinfold caliper. Teknik analisis data menggunakan paired t test dan independen t test untuk mengetahui ada pengaruh dan ada perbedaan terhadap sampel.Hasil Penelitian menunjukan bahwa: (1) Latihan menggunakan metode circuit weight training ada pengaruh yaitu pada berat badan sebelum dan sesudah menggunakan metode circuit weight training sebesar 4,6 % dan prosentase lemak sebelum dan sesudah menggunakan metode circuit weight training sebesar 19,2 %. (2) Latihan menggunakan metode super set ada pengaruh pada berat badan sebelum dan sesudah menggunakan metode super set sebesar 2,6 % dan persentase lemak sebelum dan sesudah menggunakan metode super set sebesar 10,5 %. (3) Metode circuit weight training lebih efektif dari pada metode super set untuk menurunkan berat badan dan prosentase lemak. Hal ini dibuktikan dengan nilai prosentase pada penurunan berat badan antara metode circuit weight training dengan metode super set sebesar 4,6 % yang lebih besar dari 2,6 % dan nilai prosentase penurunan prosentase lemak antara metode circuit weight training dengan metode super set sebesar 19,2 % yang lebih besar dari 10,5 %.
PROFIL KONDISI FISIK ATLET UNIT KEGIATAN MAHASISWA PENCAK SILAT UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA KATEGORI TANDING Dewi Nurhidayah; Ali Satia Graha
MEDIKORA Vol 16, No 1 (2017): April
Publisher : Faculty of Sports Sciences, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (691.425 KB) | DOI: 10.21831/medikora.v16i1.23475

Abstract

Kondisi fisik merupakan faktor utama yang perlu diperhatikan sebelum mempelajari teknik, taktik, dan mental. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil kondisi fisik atlet UKM Pencak Silat UNY kategori tanding pada putra dan putri.Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kuantitatif dengan teknik pengumpulan data tes dan pengukuran. Subjek dalam penelitian ini adalah altet UKM pencak Silat UNY kaategori tanding pada putra dan putri. Instrumen yang digunakan terdiri atas 9 item tes. Pemilihan item tes ini mengacu pada tes kondisi fisik atlet pencak silat dewasa kategori tanding, yaitu: (1) fleksibilitas menggunakan side-split, (2) kecepatan menggunakan sprint 40 meter, (3) daya ledak lengan menggunakan push-up 30 detik, (4) kekuatan otot perut menggunakan sit-up selama 1 menit, (5) kekuatan otot punggung menggunakan back-up selama 1 menit, (6) daya ledak tungkai menggunaka standing triple jump, (7) kelincahan menggunakan shuttle run, (8) daya tahan anaerobik menggunakan sprint 300 meter, dan (9) daya tahan aerobik menggunakan bleep test.Teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif yang dituangkan dalam bentuk persentase. Berdasarkan hasil analisis tes dengan menglasifikasikan hasil tes dengan norma yang ada, secara umum kondisi fisik atlet UKM Pencak Silat UNY tahun 2016 pada putra rata-rata 63 % dalam kategori baik, 25 % dalam kondisi cukup, dan 13 % dalam kondisi sangat baik. Kondisi fisik atlet UKM Pencak Silat UNY tahun 2016 pada putri rata-rata 75% dalam kategori baik dan 25% dalam kondisi cukup.
EFEKTIVITAS KOMBINASI TERAPI DINGIN DAN MASASE DALAM PENANGANAN CEDERA ANKLE SPRAIN AKUT Wahyu Tri Atmojo; Rachmah Laksmi Ambardini
MEDIKORA Vol 16, No 1 (2017): April
Publisher : Faculty of Sports Sciences, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (509.109 KB) | DOI: 10.21831/medikora.v16i1.23485

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana tingkat keberhasilan kombinasi terapi dingin dan masase dalam menangani cedera ankle sprain akut pada atlet pencak silat Daerah Istimewa Yogyakarta.Penelitian ini merupakan penelitian Pre-Experimental Design dengan rancangan One Group Pretest-Posttest Design. Teknik pengambilan data menggunakan tes dan pengukuran berupa tes awal dan tes akhir dengan penentuan diagnosis cedera ankle sprain akut tersebut menggunakan angket catatan medis. Populasi dalam penelitian ini adalah atlet pemusatan latihan Daerah Istimewa Yogyakarta cabang olahraga pencak silat yang mengalami cedera ankle sprain akut. Teknik sampling dalam penelitian ini menggunakan teknik incidental sampling. Perhitungan jumlah sampel dihitung dengan rumus Slovin dan didapat sampel sebanyak 20 atlet. Teknik analisis data menggunakan uji-t berpasangan setelah sebelumnya melalui uji prasyarat, uji normalitas, dan uji homogenitas.Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan bermakna pada perlakuan kombinasi terapi dingin dan masase dalam menangani cedera ankle sprain akut, dengan indikasi berkurangnya tanda radang cedera meliputi kemerahan, suhu panas, lingkar ankle, nyeri, serta meningkatnya ROM sendi ankle dengan nilai p = 0.000 (p0.05). Secara praktis, berdasarkan hasil penelitian di atas dapat disimpulkan bahwa kombinasi terapi dingin dan masase efektif dalam menangani cedera ankle sprain akut pada atlet Pencak Silat Daerah Istimewa Yogyakarta.
PENGARUH TERAPI MUSIK TERHADAP TINGKAT KECEMASAN SEBELUM BERTANDING PADA ATLET FUTSAL PUTRI Dina Mutiah Larasati; Hadwi Prihatanta
MEDIKORA Vol 16, No 1 (2017): April
Publisher : Faculty of Sports Sciences, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1125.891 KB) | DOI: 10.21831/medikora.v16i1.23476

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh terapi musik terhadap tingkat kecemasan sebelum bertanding pada atlet futsal putri tim Muara Enim Unyted.Desain penelitian menggunakan nonequivalent control group design. Baik kelompok perlakuan maupun kelompok kontrol diberi pretest untuk mengetahui keadaan awal, kemudian kelompok perlakuan diberikan perlakuan (treatment), sedangkan kelompok kontrol tidak. Setelah itu diberikan posttest untuk mengetahui adakah perbedaan pengaruh antara kelompok expertimen dan kelompok kontrol.Hasil penelitian menyatakan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan dengan diberikannya terapi musik dalam menurunkan tingkat kecemasan sebelum bertanding pada atlet futsal putri tim Muara Enim Unyted. Rerata kelompok perlakuan dengan kategori kecemasan ringan, sedangkan pada kelompok kontrol dengan kategori kecemasan sedang.
PENGARUH LATIHAN CIRCUIT BODYWEIGHT TERHADAP KEBUGARAN JASMANI, INDEKS MASSA TUBUH, PERSENTASE LEMAK TUBUH DAN FLEKSIBILITAS Nanda Dwicahya; Fatkurahman Arjuna
MEDIKORA Vol 16, No 1 (2017): April
Publisher : Faculty of Sports Sciences, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (453.205 KB) | DOI: 10.21831/medikora.v16i1.23486

Abstract

Memiliki status kebugaran jasmani yang baik dan tubuh yang ideal merupakan harapan semua orang. Sebagian besar member fitness Ros-In Hotel memliki tubuh yang kurang ideal dan kebugaran jasmani yang kurang bagus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh latihan circuit bodyweight terhadap kebugaran jasmani, indeks massa tubuh, persentase lemak tubuh, dan fleksibilitas member fitness Ros-In Hotel Yogyakarta.Penelitian ini merupakan pre-experimental design dengan one-group pretest-posttest design. Sampel dalam penelitian ini adalah member dengan usia antara 19-25 tahun, aktif minimal dua bulan, dan bersedia mengikuti latihan 18 kali pertemuan. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 10 orang. Pengambilan data dilakukan dengan tes dan pengukuran. Instrumen yang digunakan yaitu tes rockport, stadiometer, timbangan, scinfold caliper, dan sit and reach. Analisis data penilitian menggunakan uji t untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan variabel antara pretest dan posttest pada kelompok eksperimen.Hasil penelitian ini menunjukan uji t data VO2Max diperoleh nilai t hitung 3.000 t tabel 2.262, dan nilai p 0,015 0,05 maka ada peningkatan VO2Max yang signifikan. Hasil uji t IMT diperoleh nilai t hitung 6.957 t tabel 2.262, dan nilai p 0,000 0,05 maka ada penurunan berat badan yang sangat signifikan. Hasil uji t lemak tubuh diperoleh nilai t hitung 9.221 t tabel 2.262, dan nilai p 0,000 0,05 maka ada penurunan lemak tubuh yang sangat signifikan. Hasil uji t fleksibilitas diperoleh nilai t hitung 6.332 t tabel 2.262, dan nilai p 0,000 0,05 maka ada peningkatan fleksibilitas yang sangat signifikan.
IDENTIFIKASI TINGKAT KEBUGARAN OTOT ATLET BULUTANGKIS USIA 9-12 TAHUN DENGAN METODE KRAUS WEBER Dinan Mitsalina; Prijo Sudibjo
MEDIKORA Vol 16, No 1 (2017): April
Publisher : Faculty of Sports Sciences, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (335.976 KB) | DOI: 10.21831/medikora.v16i1.23479

Abstract

Bulutangkis merupakan olahraga yang memiliki risiko cedera yang tinggi disebabkan karena karakteristik olahraga tersebut (high impact, high intensity, and multi direction sports). Upaya pencegahan cedera dapat dilakukan dengan memiliki kebugaran otot dan fleksibilitas yang baik. Identifikasi kebugaran otot dan fleksibilitas atlet dapat dilakukan dengan metode Krauss Weber. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi tingkat kebugaran otot atlet bulutangkis usia 9-12 tahun tahun dengan metode Krauss Weber.Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif menggunakan metode survei dengan instrumen berupa tes Kraus Weber. Subjek penelitian yang digunakan adalah atlet bulutangkis usia 9-12 tahun di Klub Jaya Raya Satria. Teknik pengambilan sampel dengan cara purposive sampling, dengan jumlah 12 atlet. Teknik analisis data menggunakan statistik deskriptif dan persentase.Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kebugaran otot atlet bulutangkis usia 9-12 tahun yang paling buruk adalah pada kekuatan otot perut, didominasi oleh semua atlet dengan kategori obesitas yang berjenis kelamin putra. Seluruh atlet bulutangkis usia 9-12 tahun memiliki kekuatan otot punggung maupun fleksibilitas tulang belakang dan otot hamstring yang baik.

Page 1 of 1 | Total Record : 9