cover
Contact Name
Alfi Fairuz Asna
Contact Email
fairuzasna@gmail.com
Phone
+6281333033548
Journal Mail Official
fairuzasna@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Masyarakat
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : 27155617     EISSN : 23563346     DOI : https://doi.org/10.14710/jkm.crossmark
Core Subject : Health,
Jurnal Kesehatan Masyarakat (JKM) provides an online media to publish scientific articles from research and development in the field of Public Health. The scope of JKM is as follows: - Health Administration and Policy - Epidemiology - Environmental Health - Occupational Health and Safety - Health Education and Behavioral Sciences - Biostatistics - Public Health Nutrition - Reproduction Healtg
Articles 13 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 1 (2014): JANUARI" : 13 Documents clear
Analisis Implementasi Kebijakan ASI Eksklusif Di Tingkat Kabupaten Kebumen Tahun 2013 Ayunovita Dewi; Anneke Suparwati; Chriswardani Suryawati
Jurnal Kesehatan Masyarakat (Undip) Vol 2, No 1 (2014): JANUARI
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (642.179 KB) | DOI: 10.14710/jkm.v2i1.6370

Abstract

Kabupaten Kebumen adalah salah satu Kabupaten di Jawa Tengah yang cakupan ASI Eksklusifnya masih 54,6 %. Kabupaten Kebumen juga belum mempunyai suatu regulasi daerah tentang ASI Eksklusif.  Hal ini berakibat pelaksanaan ASI Eksklusif belum maksimal.  Permasalahan dalam implemetasi kebijakan ASI Eksklusif di Kabupaten Kebumen terdapat pada aspek komunikasi, sumber daya, disposisi dan struktur birokrasi. Tujuan penelitian adalah menganalisis implementasi kebijakan ASI Eksklusif di tingkat Kabupaten Kebumen.  Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan metode pendekatan observasional dan menggunakan wawancara mendalam dengan teknik pengumpulan data. Informan utama adalah Kepala DKK, Kabid Yankes, Kasie Gizi, Bagian Hukum Sekertariat Kabupaten Kebumen, Kepala Puskesmas Bonorowo dan Kuwarasan. Uji validitas dengan triangulasi sumber kepada Disnakertransos, Dikpora, TIM Penggerak PKK, BPPKB Kabupaten Kebumen dan PT. Sampoerna. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada aspek komunikasi sudah dilakukan dengan intensitas yang belum rutin. Pada aspek sumberdaya, ketersediaan dana Kabupaten masih kurang dan sarana prasarana berupa ruang menyusui harus difungsikan. Pada aspek disposisi masih kurangnya dukungan dari lintas sektor di Kabupaten Kebumen, masih adanya tenaga kesehatan yang bekerja sama dengan produsen susu formula dan penggunaan ruang menyusui yang belum maksimal. Pada aspek struktur birokrasi tidak terdapat petunjuk pelaksanaan yang khusus, yang dibuat oleh Dinas Kesehatan dan tidak ada Perda tentang ASI Eksklusis sedangkan Perda adalah peraturan tertinggi di tingkat daerah yang bisa mengikat semua kalangan masyarakat. Disarankan bagi Dinas Kesehatan segera membuat Perda dan menyelesaikan penyusunan Peraturan Bupati ASI eksklusif yang jelas dan rinci . Bagi Dinas Kesehatan dan kepala Puskesmas disarankan untuk melakukan supervisi dan monitoring ke tenaga kesehatan khususnya terkait dengan penggunaan ruang menyususi, dan sanksi terhadap bidan yang bekerja sama dengan produsen susu formula.
Respon Kadar Gula Darah Terhadap Konsumsi Lumpia Semarang Basah Dan Goreng Nuraini, Kartika; Irene Kartasurya, Martha; Widajanti, Laksmi
Jurnal Kesehatan Masyarakat (Undip) Vol 2, No 1 (2014): JANUARI
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (312.087 KB) | DOI: 10.14710/jkm.v2i1.6380

Abstract

Kelebihan asupan makanan dapat menjadi salah satu penyebab terjadinya penyakit gula darah atau Diabetes Melitus. Prevalensi Diabetes Mellitus di Kota Semarang dari tahun 2007-2010 sebesar 20,5%, dengan angka kejadian Diabetes Mellitus sebanyak 68.673 kasus. Salah satu makanan camilan khas Kota Semarang yang sangat diminati adalah Lumpia Semarang, Lumpia Semarang adalah camilan terbuat dari kulit lumpia yang diisi rebung dan varian telur atau daging yang mengandung energi yang cukup tinggi, terutama pada lumpia goreng dibandingkan dengan lumpia basah sehingga menjadi pertanyaan apakah konsumsi lumpia semarang beresiko terhadap kenaikan kadar gula darah dan respon kadar gula darah terhadap konsumsi lumpia goreng lebih tinggi dibandingkan lumpia basah. Selain itu aspek kehalalan produk lumpia menjadi hal yang dipertanyakan mengingat Lumpia Semarang adalah makanan adaptasi dari Negara China. Tujuan penelitian ini adalah membuktikan adakah perbedaan kadar gula darah subjek penelitian terhadap konsumsi Lumpia Basah dan Goreng yang telah diobservasi kehalalannya. Penelitian ini adalah penelitian eksperimental kuasi dengan metode time series design. Populasi dalam penelitian ini adalah orang dewasa muda usia 20-23 tahun dan jumlah subjek penelitian sebanyak 40. Data karakteristik subjek dan konsumsi lumpia dikumpulkan melalui wawancara terstruktur dan pengukuran langsung. Analisis data menggunakan Uji Beda Wilcoxon. Hasil analisis data menyatakan bahwa pada menit ke 30-60 postprandial terjadi perbedaan kadar gula darah terhadap konsumsi lumpia basah dengan lumpia goreng dengan nilai p=0,03 dan perbedaan penurunan kadar gula darah pada menit ke 60-120 postprandial terhadap konsumsi lumpia basah dan goreng dengan nilai p=0,04. Kesimpulan dari penelitian ini adalah diketahui ada perbedaan hasil pengukuran respon kadar gula darah antara setelah mengkonsumsi lumpia basah dengan lumpia goreng, yaitu pada menit ke 60 dan 120, pada konsumsi lumpia basah menjadi lebih tinggi dibandingkan konsumsi lumpia goreng pada menit ke 60 dan respon penurunan kadar gula darah setelah konsumsi lumpia basah lebih cepat dibandingkan lumpia goreng
Analisis Rencana Strategi Pemasaran Layanan Unggulan Poli Mata Semarang Eye Center Di RSI Sultan Agung Semarang Tahun 2013 Dian Saputro, Dicky; Suryawati, Chriswardani; Kartika Wulan, Lucia Ratna
Jurnal Kesehatan Masyarakat (Undip) Vol 2, No 1 (2014): JANUARI
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (133.293 KB) | DOI: 10.14710/jkm.v2i1.6374

Abstract

The number of visists the patient and increasing the SEC the last 5 years (2008-2012) and did not have plans on rencana stategik specific marketing strategies that needed to develop a marketing plan straegi SEC unit. The purpose of this study is to analyze the internal and external environment RSISA SEC unit based marketing mix is used as the basis for the preparation of marketing plans startegik SEC RSISA Unit.This research uses descriptive qualitative research approach. Subjects of the study were taken by purposive sampling techniques include nursing services and medical director, head of the division units SEC, marketing head of the division, in charge of field units SEC, two eye specialist doctors, nurses, medical and non-medical support personnel as the main respondents while two SEC service users as respondents triangulation. Analysis of the data using content analysis. The results showed the power that is the latest medical technology supporting facilities, strategic location, affordable rates and nonmedical medics good.Weaknesses are inadequate waiting area, promotion is not maximized, nurse jobs overlap. Opportunity that is a one-stop service, has partnerships with government and private institutions, and the provision of social activities. Threats owned unit layout SEC is located alongside the town, numbering queue is still manual. Strategic advice includes working with fendor-fendor medical devices, a partnership with both the private and government institutions, a larger installation of billboards, to enforce the one-stop service. From this study it can be suggested that the unit SEC to conduct an aggressive strategy for the advancement and development of the service
Analisis Alur Pelayanan Dan Antrian Di Loket Pendaftaran Pasien Rawat Jalan Diana Fuanasari, Ayu; Suparwati, Anneke; Asmita Wigati, Putri
Jurnal Kesehatan Masyarakat (Undip) Vol 2, No 1 (2014): JANUARI
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (738.613 KB) | DOI: 10.14710/jkm.v2i1.6369

Abstract

Instalasi Rawat Jalan merupakan unit fungsional yang menangani penerimaan pasien yang berobat rawat jalan di rumah sakit. RSUD Kota Semarang berpotensi menjadi rumah sakit rujukan utama bagi masyarakat Kota Semarang. Salah satu harapan pasien adalah tidak perlu menunggu lama untuk mendapatkan pelayanan, tetapi masih ada pernyataan pasien yang sedang menunggu pelayanan pendaftaran bahwa antriannya masih terlalu lama. Tujuan penelitian adalah menganalisis sistem antrian di loket pendaftaran pasien rawat jalan RSUD Kota Semarang. Jenis Penelitian yang dilakukan merupakan metode penelitian deskriptif dengan pendekatan studi pontong lintang. Data tingkat kedatangan dan waktu pelayanan setiap pasien diperoleh dari loket pendaftaran pasien rawat jalan selama satu minggu (Senin-Sabtu). Model antrian pendaftaran rawat jalan RSUD Kota semarang menggunakan sistem M/M/1, yaitu proses antrian dengan 1 petugas pelayanan di setiap jenis pembiayaan dan FIFO sebagai disiplin antrian. Angka kedatangan tertinggi di masing-masing jenis pembiayaan pada jam buka pengambilan nomor antrian yaitu jam 06.30-07.29. Rata-rata waktu pelayanan pendaftaran loket rawat jalan pada pasien askes 1,3 menit, pada pasien jamkesmas 0,98 menit dan pada pasien umum 1,6 menit. Rata-rata waktu tunggu pelayanan pendaftaran rawat jalan RSUD Kota Semarang pada pasien askes dan pasiem umum terlama terjadi pada jam pelayanan 07.30-08.29 dan tercepat pada jam pelayanan 11.30-12.00, sedangkan pada pasien jamkesmas waktu tunggu pelayanan terlama pada jam pelayanan 08.30-09.29 dan tercepat pada jam pelayanan 11.30-12.00. Untuk menghindari antrian panjang yang terjadi di semua jenis pembiayaan, perlu adanya penambahan loket sehingga dapat mengurangi panjang antrian, meskipun penambahan loket akan mempengaruhi penambahan tenaga dan peralatan yang ada, hal ini juga dapat dijadikan dasar untuk mengurangi lama waktu tunggu.
Hubungan Intensitas Kebisingan Dengan Gangguan Psikologis Pekerja Departemen Laundry Bagian Washing PT. X Semarang Ferri Kristiyanto; Bina Kurniawan; Ida Wahyuni
Jurnal Kesehatan Masyarakat (Undip) Vol 2, No 1 (2014): JANUARI
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (329.823 KB) | DOI: 10.14710/jkm.v2i1.6379

Abstract

The use of technology in the workplace in terms of facilities and infrastructure will generate noise or unwanted sound that will cause health problems in workers that occupational diseases. The impact of noise on health that occurs in labor could be psychological disorders such as convenience disorders, stress, insomnia, easy emotion, and impaired concentration which can cause accidents. The purpose of this study was to analyze the relationship of noise intensity with psychological disorders laundry department worker washing part of PT. X Semarang. The design of the study is a cross sectional method with the type of explanatory research and observational approach. The population in this study was the morning shift workers who work at the washing amounted to 110 people, the samples taken were 76 people using purposive sampling technique. The sources was data obtained from the measurement noise and interviews. Based on the research showed that workers experience psychological disorders. The statistical test used the Spearman rank correlation test at α 5% (0,05) showed r = 0,894 with p value = 0,000. It was concluded that there way a relationship with the noise intensity psychological disturbances parts washing laundry department worker PT. X Semarang
Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Gangguan Fungsi Paru Pada Pekerja Yang Terpapar Potassium Permanganate Dan Phosphoric Acid Di Industri Garmen Cecep Fathurrahman; Siswi Jayanti; - Ekawati
Jurnal Kesehatan Masyarakat (Undip) Vol 2, No 1 (2014): JANUARI
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (240.772 KB) | DOI: 10.14710/jkm.v2i1.6373

Abstract

One of the negative effects of the garment industry was the air pollution by potassium permanganate and phosphoric acid that produced in the pp spray process. Potassium permanganate and phosphoric acid were a chemical irritant which inhaled by the workers will result impaired lung function with early symptoms such as asphyxiate, sore throat, coughing, etc. The purpose of this research was to know the factors (age, working periode, nutritional status, smoking habit, and habits of sport) were associated with impaired lung function in workers exposed to potassium permanganate and phisphoric acid in garment industry. This research was observational research with a cross sectional research design approach. The population of this research was the entire workers of PT Sai Apparel Industries in laundry department in pp spray section amounted to 72 people with a sample of 42 people. Samples were taken by simple random sampling. Data analysis was performed using univariate and bivariate using Chi Square test. The results showed that there was a significant relationship between the independent variables with the dependent variable (impaired  lung function) are working periode (p value = 0.016), smoking (p value = 0.007) , and use of PPE (p value = 0.030) and showed no relationship that age (p value = 0.094), nutritional status (p value = 0.353), and exercise habits (p value = 0.139). It is therefore necessary the use of respirator are strictly monitoring and continuous on the workers and the need to make more effort to lower the levels of potassium permanganate and phosphoric acid in the air with exhaust after work stopped, and make rotation work on workers in the laundry department in pp spray section PT Sai Apparel Industries
Analisis Hubungan Karakteristik Pasien Dengan Kepuasan Pelayanan Rawat Jalan Semarang Eye Center (SEC) Rumah Sakit Islam Sultan Agung Semarang Aulia Nur Hidayati; Chriswardani Suryawati; Ayun Sriatmi
Jurnal Kesehatan Masyarakat (Undip) Vol 2, No 1 (2014): JANUARI
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (347.738 KB) | DOI: 10.14710/jkm.v2i1.6367

Abstract

SEC adalah layanan unggulan dari RSISA yang memberikan pelayanan pada kesehatan mata yang menjadi pusat rujukan pengobatan mata bagi masyarakat Jawa Tengah. Dalam tiga tahun terakhir jumlah kunjungan rawat jalan mengalami peningkatan meskipun terdapat kecenderungan menurun. Kepuasan pasien menjadi salah satu indikator yang digunakan sebagai pencitraan awal rumah sakit apakah rumah sakit tersebut memberikan pelayanan yang baik bagi pelanggannya. Pihak rumah sakit perlu memahami karakteristik pasien untuk pengambilan keputusan terkait pelayanan rumah sakit sehingga pasien dapat merasa puas. Namun dalam pelaksanaan masih ada kecenderungan kurang puas pada pasien yaitu terhadap fasilitas pelayanan, waktu menunggu, pelayanan dokter, tarif, dan pelayanan administrasi pendaftaran pasien ASKES serta pelayanan administrasi pembayaran. Tujuan penelitian dilakukan untuk mengetahui hubungan antara karakteristik pasien dengan kepuasan pasien pada pelayanan poli mata SEC RSISA. Penelitian dilaksanakan di SEC RSISA menggunakan penelitian kuantitatif dengan survei kepuasan Cross Sectional dengan jumlah responden 100 orang pasien. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik responden termasuk dalam kelompok umur dewasa (68%), jenis kelamin wanita (58%), asal suku jawa (86%), pendidikan lanjut (61%), bekerja (54%), pendapatan tinggi (75%), diagnosa penyakit kasus dengan operasi (72%), dan tipe pembiayaan umum (55%). Selain itu sesuai dimensi kepuasan Linder-Pelz bahwa pasien merasa puas pada dimensi accessibility (43%), availibility of resources (35%), countinuity of care (29%), efficacy (54%), finances (47%), hummaneness (37%), information of gathering (44%), information of giving (30%), pleassantness of surrounding (35%), dan quality (10%). Hasil uji ChiSquare, uji korelasi Pearson Product Moment dan uji korelasi Rank Spearman menunjukkan tidak ada hubungan antara karakteristik dengan kepuasan pasien.
Faktor Risiko Penyakit Kardiovaskuler (Studi Pada Mahasiswa Perokok Fakultas Teknik Jurusan Mesin Universitas Diponegoro Semarang) Endang Sri Lestari; Lintang Dian Saraswati; Henry Setyawan S.
Jurnal Kesehatan Masyarakat (Undip) Vol 2, No 1 (2014): JANUARI
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (347.404 KB) | DOI: 10.14710/jkm.v2i1.6378

Abstract

Penyakit kardiovaskuler cenderung meningkat sebagai penyebab kematian. Faktor risikonya antara lain kebiasaan merokok, kurangnya aktifitas fisik, obesitas atau kelebihan berat badan, penyakit diabetes, tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi serta adanya riwayat keluarga. Saat ini, trennya terjadi pada usia muda, dikarenakan gaya hidup serta perilaku remaja yang kurang baik yang dapat berpengaruh terhadap kesehatan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor risiko penyakit kardiovaskuler pada mahasiswa perokok Fakultas Teknik Jurusan Mesin Universitas Diponegoro Semarang. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan metode survey dan menggunakan desain cross-sectional-study. Sampel penelitian ini berjumlah 52 responden. Data dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner, pemeriksaan kolesterol, gula darah dan tekanan darah. Data dianalisis dengan distribusi frekuensi dan bivariat dengan uji rank spearman dan chi square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar kolesterol  agak tinggi/batas tinggi (200-239 mg/dl) sebesar 7,7%. Kadar gula darah sedang (100-125 mg/dl) 23,1%; tekanan darah sistolik diatas normal (≥135 mmHg) sebesar 55,8%; tekanan darah diastolik diatas normal (≥85 mmHg) sebesar 26,9%; tekanan darah tinggi (>140/90 mmHg) 17,0%; IMT tinggi (≥ 23kg/m2) sebesar 15,4%. Variabel yang terkait dengan kolesterol dan gula darah yaitu jumlah merokok (p=0,0001), dan lama merokok (p=0,0001). Variabel yang terkait dengan tekanan darah tinggi yaitu jumlah rokok (p=0,0001), lama merokok (p=0,0001), cara menghisap rokok (p=0,011). Disarankan bagi para mahasiswa untuk memperkecil risiko terjadinya penyakit kardiovaskuler dengan mengurangi konsumsi rokok dan konsumsi fast food
Analisa Komitmen Manajemen Rumah Sakit (RS) Terhadap Keselamatan Dan Kesehatan Kerja (K3) Pada RS Prima Medika Pemalang Azza Ivana; Baju Widjasena; Siswi Jayanti
Jurnal Kesehatan Masyarakat (Undip) Vol 2, No 1 (2014): JANUARI
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (231.931 KB) | DOI: 10.14710/jkm.v2i1.6372

Abstract

Rumah sakit  (RS) Prima Medika Pemalang merupakan institusi pelayanan kesehatan yang menyelenggarakan pelayanan kesehatan. Potensi bahaya di RS disebabkan oleh faktor biologi, faktor kimia, faktor ergonomi, faktor fisik, faktor psikososial, serta bahaya mekanik, bahaya listrik, limbah RS yang dapat mengakibatkan penyakit, dan kecelakaan akibat kerja. Berdasarkan potensi bahaya di RS dan untuk mencegah dan mengurangi resiko bahaya tersebut, maka perlu ditetapkan standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja di RS (K3RS) sedangkan pada RS Prima Medika bagian yang menangani masalah K3 secara khusus belum terbentuk. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis komitmen manajemen RS terhadap Keselamatan dan Kesehatan Kerja pada RS Prima Medika Pemalang. Penelitian ini adalah jenis penelitian kualitatif dengan metode observasi dan wawancara mendalam. Informan pada penelitian ini yaitu direktur RS, kepala sub bagian umum RS, seksi keperawatan RS, kepala ruangan keperawatan (IGD dan bangsal) dan kepala ruangan farmasi. Hasil penelitian ini diketahui bahwa RS Prima Medika Pemalang sudah memiliki komitmen awal yang diungkapkan secara lisan untuk membentuk struktur K3RS akan tetapi belum diwujudkan dalam bentuk kebijakan secara tertulis dan struktur organisasi yang khusus untuk K3RS, namun RS sudah memiliki dana yang digunakan untuk keperluan K3RS seperti pengadaan Alat Pelindung Diri, pembelian APAR dan alat – alat keselamatan lainnya
The Association Between Physical Environmental Condition Of House With The Pneumonia On Children Under Five Years At Working Area Pati I Public Health Center Subdistrict Pati Regency Eka Luvita Sari; - Suhartono; Tri Joko
Jurnal Kesehatan Masyarakat (Undip) Vol 2, No 1 (2014): JANUARI
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (272.449 KB) | DOI: 10.14710/jkm.v2i1.6375

Abstract

Background: Pneumonia is inflammation and swelling of lung tissue  infection caused by inhalation of foreign particles or radiation. In 2012-2013, there were 1.096 pneumonia cases on children under five years at Pati regency. I Pati Public Health Center had the highest pneumonia cases on children under five years with total 524 cases. One of risk factor that influence pneumonia incidence on children under five years was physical environmental condition of house. This study aimed to determine the association between physical environmental condition of housing with pneumonia incidence on children under five years. Method: It was the explanatory research observational with case control approach. The sample in this research was children ages 12-59 months with pneumonia and take a medicine Pati I Public Health Center on September 2012-August 2013. Data collecting through survey used questioner, observation and direct measurement at field. Data analytical used Chi-Square statistic examination and the risk with Odds Ratio (OR). Result: The result showed significant association with  room of density (p=0,000; OR=9,804), house of temperature (p= 0,010; OR= 12,571) natural lighting of house (p=0,000; OR=6,588), house of humidity (p=0,005; OR=8,734), room of humadity (p=0,001; OR=11,862) While house of density (pvalue= 0,609; OR=3,143), type of walls (p value = 0,053; OR=5,375), type of floors(p =0,064; OR=8,105), ventilation wide (p= 0,833; OR=0,836),  room of  temperature (p = 0,072; OR=4,000), dan natural lighting of room (p= 0,0091; OR=6,588)  did not show significant association. Conclusion: This study concludes that the need to improve the physical condition of the home environment, especially the habit of opening the window and healthy home ventilation standards

Page 1 of 2 | Total Record : 13


Filter by Year

2014 2014


Filter By Issues
All Issue Vol 12, No 3 (2024): MEI 2024 Vol 12, No 4 (2024): JULI Vol 12, No 2 (2024): MARET Vol 12, No 1 (2024): JANUARI Vol 11, No 6 (2023): NOVEMBER Vol 11, No 5 (2023): SEPTEMBER Vol 11, No 4 (2023): JULI Vol 11, No 3 (2023): MEI Vol 11, No 2 (2023): MARET Vol 11, No 1 (2023): JANUARI Vol 10, No 6 (2022): NOVEMBER Vol 10, No 5 (2022): SEPTEMBER Vol 10, No 4 (2022): JULI Vol 10, No 3 (2022): MEI Vol 10, No 2 (2022): MARET Vol 10, No 1 (2022): JANUARI Vol 9, No 6 (2021): NOVEMBER Vol 9, No 5 (2021): SEPTEMBER Vol 9, No 4 (2021): JULI Vol 9, No 3 (2021): MEI Vol 9, No 2 (2021): MARET Vol 9, No 1 (2021): JANUARI Vol 8, No 6 (2020): NOVEMBER Vol 8, No 5 (2020): SEPTEMBER Vol 8, No 4 (2020): JULI Vol 8, No 3 (2020): MEI Vol 8, No 2 (2020): MARET Vol 8, No 1 (2020): Jurnal Kesehatan Masyarakat (E-Journal) Vol 8, No 1 (2020): JANUARI Vol 7, No 4 (2019): OKTOBER Vol 7, No 4 (2019): Jurnal Kesehatan Masyarakat (E-Journal) Vol 7, No 3 (2019): JULI Vol 7, No 2 (2019): APRIL Vol 7, No 1 (2019): JANUARI Vol 6, No 6 (2018): NOVEMBER Vol 6, No 5 (2018): SEPTEMBER Vol 6, No 4 (2018): JULI Vol 6, No 3 (2018): MEI Vol 6, No 2 (2018): MARET Vol 6, No 1 (2018): JANUARI Vol 5, No 5 (2017): SEPTEMBER Vol 5, No 4 (2017): JULI Vol 5, No 3 (2017): MEI Vol 5, No 2 (2017): MARET Vol 5, No 1 (2017): JANUARI Vol 3, No 3 (2015): JULI Vol 4, No 5 (2016): SEPTEMBER Vol 4, No 4 (2016): JULI Vol 4, No 3 (2016): MEI Vol 4, No 2 (2016): MARET Vol 4, No 1 (2016): JANUARI Vol 3, No 2 (2015): APRIL Vol 3, No 1 (2015): JANUARI Vol 2, No 6 (2014): NOVEMBER Vol 2, No 5 (2014): SEPTEMBER Vol 2, No 4 (2014): JULI Vol 2, No 3 (2014): MEI Vol 2, No 2 (2014): MARET Vol 2, No 1 (2014): JANUARI More Issue