cover
Contact Name
Ade Jaya Saputra
Contact Email
journal@uib.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
ade.jaya@uib.ac.id
Editorial Address
Baloi-Sei Ladi, Jl. Gajah Mada, Kelurahan Tiban Indah, Kecamatan Sekupang, Kota Batam, Kepulauan Riau, 29426
Location
Kota batam,
Kepulauan riau
INDONESIA
LEADER: Civil Engineering and Architecture Journal
ISSN : -     EISSN : 3026622X     DOI : https://doi.org/10.37253/leader
Core Subject :
The journal covers topics in civil engineering and architecture, including structures, geotechnics, transportation, water resources, construction management, environment, urban planning, materials, and regional development. LEADER serves as a multidisciplinary platform for academics and professionals interested in development transformation in emerging countries.
Arjuna Subject : -
Articles 176 Documents
Comparative Analysis of Concrete Structure Bridges and Steel Structure Bridges in Terms of Economics Marwa Nurul Khorimah Hanafi; Nurul Azizah; Salsabilla krisya Putri; Indrastuti
LEADER: Civil Engineering and Architecture Journal Vol. 2 No. 4 (2024): August
Publisher : Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37253/leader.v2i4.10202

Abstract

This study compares the economic feasibility of concrete and steel bridges by analyzing material costs, maintenance expenses, and project efficiency. A comprehensive literature review highlights the advantages and limitations of each material. Concrete is recognized for its low initial cost, excellent compressive strength, and widespread availability, making it ideal for conventional bridge designs. Steel, on the other hand, offers superior tensile strength, high durability, and faster prefabrication, making it suitable for complex and long-span structures. The research methodology involves applying the Critical Path Method (CPM) for scheduling and cost analysis to determine the most efficient material choice based on project requirements. The findings reveal that while steel bridges have a higher initial cost, they may yield lower long-term maintenance expenses and greater structural adaptability. Conversely, concrete bridges are more favorable for short-term projects with immediate budget constraints. The results emphasize the importance of strategic material selection and efficient project scheduling to achieve optimal construction outcomes and cost management.
Evaluation of Road Damage Using the Pavement Condition Index (PCI) Method on the Leuwikidang Highway, Majalengka Regency Angga Pratama; Yusra Aulia Sari
LEADER: Civil Engineering and Architecture Journal Vol. 2 No. 4 (2024): August
Publisher : Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37253/leader.v2i4.10203

Abstract

Jalan merupakan elemen penting yang perlu diperhatikan untuk menunjang suatu kegiatan dari satu daerah ke daerah lainnya. Di berbagai ini jalan merupakan infrastruktur yang terus dibangun agar dapat memudahkan kegiatan di negara-negara tersebut. Akan tetapi, di belahan negara lain seperti negara-negara yang sedang berkembang infrasturktur ini jarang diperhatikan, sehingga kegiatan menjadi terhamabat di negara tersebut. Kerusakan jalan masih menjadi suatu soal permasalahan yang perlu diperhatikan oleh pemerintah daerahnya. Terutama di Kabupaten Majalengka masalah infrastruktur jalan masih banyak yang belum layak sehingga mengurangi mobiltas dari masyarakatnya. Tujuan dari penelitian ini unutk mengevaluasi kerusakan di ruas jalan raya Leuwikidang, Kabupaten Majalengka menggunakan metode PCI. Terutama di ruas jalan raya Leuwikidang, Kabupaten Majalengka banyaknya kerusakan jalan sehingga mengganggu para pengguna jalan. Dengan mengetahui kondisi jalan, otoritas jalan dapat merencanakan tindakan pemeliharaan yang tepat waktu dan efektif, mengurangi biaya perbaikan jangka panjang dan meningkatkan keselamatan pengguna jalan. Jalan ini menghubungkan berbagai daerah sehingga akan mengganggu kegiatan sehari-hari. Berbagai studi menunjukkan bahwa keberadaan jaringan jalan yang baik dapat mempercepat distribusi barang dan jasa, mengurangi biaya logistik, dan meningkatkan aksesibilitas ke berbagai wilayah . Pengumpulan data dilakukan dengan suvey langsung ke lokasi dengan mengidentifkasi jenis kerusakan seperti lubang, retakan, kerusakan permukaan. Jalan raya Leuwikidang adalah jalan dengan lebar 3,5 meter dan merupakan jalan satu jalur deengan panajng jalan yang diteliti adalah 500 meter. Nilai PCI terburuk ada pada STA 3 yaitu 0+200 – 0+300 dengan nilai PCI 18 yang artinya sanagat buruk. Untuk nilai rata-rata PCI pada jalan raya Leuwikidang, Kabupaten Majalengka dengan nilai kondisi jalan menggunakan PCI adalah 44,8=cukup, yang dimana ruas jalan raya Leuwikidang perlu penanganan pemeliaharan berjangka.
Evaluation of the Level of Damage to Rigid Road Pavement Using the Bina Marga Method and the PCI Method (Case Study: Majalengka North Ring Road) Yudi Herdiana
LEADER: Civil Engineering and Architecture Journal Vol. 2 No. 4 (2024): August
Publisher : Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37253/leader.v2i4.10204

Abstract

Jalan tidak hanya menghubungkan antara satu tempat dengan tempat lain, tetapi juga memfasilitasi transportasi barang dan orang secara efisien. Di Indonesia sendiri sering ditemui sekali jalan-jalan yang memakai perkerasan yang seadanya yang tidak mengacu pada aturan-aturan sehingga membuat jalan tersebut hanya bertahan beberapa lama dikarenakan terjadi keursakan perkerasan jalan. Hal itu dikarenakan sedaang terdapat beberapa proyek yang sedang dibangun di sekitar area Jalan Lingkar Utara Majalengka ini. Oleh karena itu, tujuan penelitian ini agar dapat mengetahui serta angka rusaknya jalan aspal yang dialami pada ruas Jalan Lingkar Utara Majalengka ini serta mengetahui upaya penanganan kerusakan jalan aspal yang biasa terjadi pada ruas jalan Lingkar Utara Majalengka. Lokasi Penelitian ini terletak di Jalan Lingkar Utara Majalengka. Dimana tempat ini berada di Kawasan yang sedang meraknya Pembangunan-pembangunan besar-besaran. Penelitian ini memakai metode kombinasi yaitu, metode kualitatif dan metode kuantitatif. Perhitungan kondisi perkerasan memakai PCI (Pavement Condition Index) menunjukkan nilai sebesar 16, yang tergolong sangat buruk. Akibatnya, skor kondisi jalan menurut metode PCI adalah 8. Tujuan dari pekerjaan perbaikan atau pemeliharaan berkala adalah untuk mencegah kerusakan lebih lanjut pada perkerasan jalan.
Rigid Pavement Structure Design for the Ampel-Bantarwaru Majalengka Road Section Kamaludin; Yusra Aulia Sari
LEADER: Civil Engineering and Architecture Journal Vol. 2 No. 4 (2024): August
Publisher : Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37253/leader.v2i4.10205

Abstract

Jenis penelitian yang digunakan dalam desain ini adalah penelitian kuantitatif, yaitu desain yang menggunakan berbagai teknik, seperti penelitian observasional, untuk mendeskripsikan, menganalisis, dan mengklasifikasikan data. Lokasi dan waktu perancangan Desain dilaksanakan pada ruas Jalan Ampel-Bantarwal sepanjang ±4 km. Masa persiapan tugas besar siklus pengerasan jalan adalah ±4 bulan. Peta situs desain. Penelitian ini menggunakan metode analisis kuantitatif yang mendeskripsikan, menganalisis, dan mengkategorikan data dengan menggunakan berbagai metode, termasuk penelitian observasi. Waktu dan tempat penelitian ini dilakukan di ruas Jalan Ampel – Bantarwaru panjang ruas jalan ± 4 Km. Waktu pembuatan Tugas Besar Mata Kuliah Perkerasan Jalan Yaitu ± 4 bulan. Perkerasan jalan terdiri dari satu atau beberapa lapisan material yang dipadatkan di atas material dasar. Aspal adalah bahan utama yang digunakan dalam perkerasan lentur.  Beton adalah  bahan utama perkerasan jalan yang terbuat padat dibuat dari campuran semen portland, pasir, kerikil, dan material tambahan. Menurut evaluasi dan perhitungan pemadatan yang kuat. Dari sini jelas bahwa metode pemadatan semen-beton digunakan dalam desain struktur ini, dan bentuk pemadatan yang digunakan adalah bentuk pemadatan yang memiliki tulangan kontinu dengan menggunakan tulangan sebagai pengganti beton yang panjang. Beton jenis k-350 dengan tebal 200 cm diaplikasikan pada lapisan pondasi terbawah. Tulangan terbuat dari kawat, BJTP-24 ⌀ 33 dengan spasi 300 mm, tulangan memanjang (dowel), dan tulangan horizontal BJTD-32 ⌀ 16 dengan spasi 750 mm. Patuhi panduan untuk pembuatannya.
Analysis of the Effect of Adding Calcium Carbonate (CaCo3) Against the Compressive Strength of Light Bricks (Compressive Strength Analysis of Light Bricks Based on SNI Rules 03-3449-2002) Sutria Desman; Hanifah Asnur
LEADER: Civil Engineering and Architecture Journal Vol. 2 No. 6 (2024): December
Publisher : Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37253/leader.v2i6.10254

Abstract

The use of lightweight bricks in construction is an effort to reduce the load on building structures and material consumption compared to traditional bricks. Lightweight brick, often also called lever brick, is a building material for walls that is much in demand in building construction. Lightweight bricks are made from a mixture of Portland cement, water, sand and foam. This research aims to determine the compressive strength of lightweight bricks without Calcium Carbonate and to determine the effect of adding Calcium Carbonate on the compressive strength of lightweight bricks. This research uses an experimental method using a quantitative approach. The results of testing the compressive strength of lightweight bricks aged 14 days produced an average compressive strength value for normal bricks of 0.7168 MPa, %5 calcium carbonate mixture of 0.6199 MPa, 10% calcium carbonate mixture of 0.5618 MPa, 15% calcium carbonate mixture % of 0.4843 MPa.
Redesign of Road Geometric Civil 3D® Case Study: Jl. Kadipaten-Kasokandel (STA 0+000-STA 4+800) Yoga Setyawan
LEADER: Civil Engineering and Architecture Journal Vol. 2 No. 5 (2024): October
Publisher : Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37253/leader.v2i5.10257

Abstract

Geometric road planning is a component of road development planning that aims to determine the actual dimensions of the road and its function to meet traffic needs. In the geometric planning of the Kadipaten-Kasokandel road at STA 0+000-STA 4+800, geometric patterns and shapes must be planned so that the related streets can produce optimal service to traffic according to their function. Road geometric planning on the Kadipaten-Kasokandel the segment of the road from Sta 0+000 to Sta 4+800 using AutoCAD®Civil 3D using the design speed plan (VD) criteria of 80 km/hour, the terrain classification on this road section is flat terrain. In the horizontal alignment, there are four bends with three curves using the Spiral-Circle-Spiral type, while the first use the Full Circle bend type. In the vertical alignment, there are seven segments of the inclined plane.
Road Geometric Evaluation The Jatiwangi-Cigasong On Baribis Segment, Majalengka Regency Muhammad Fahmi Nur Syabana Sari
LEADER: Civil Engineering and Architecture Journal Vol. 2 No. 5 (2024): October
Publisher : Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37253/leader.v2i5.10260

Abstract

Kota-kota di Indonesia telah diakui sebagai kota-kota yang ramai, Untuk mendukung aktivitas yang sedang berlangsung di Indonesia, peran transportasi sangat diharapkan. Pembangunan infrastruktur yang baik dapat dilihat dari seberapa memadainya transportasi di Indonesia. Majalengka adalah ketidakmampuan dan ekonomi dari jalan Jatiwangi-Cigasong di mana jalan di daerah ini terlalu kecil sementara aliran lalu lintas cukup padat. Desain geometrik jalan sangat mempengaruhi kenyamanan dan keselamatan pengguna jalan yang merupakan prioritas utama. Dalam penelitian geometrik jalan ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Dari hasil analisis geometrik dapat ditarik kesimpulan, termasuk Untuk penyesuaian horizontal ada satu titik belokan, yaitu Spiral - Circle – Spiral dan Dengan titik sudut 117,16.
Road Spread Planning to Traffic Performance (Case Study: Roads Sukaraja, Jatiwangi, Majalengka) Nurmala Dwiani; Yusra Aulia Sari
LEADER: Civil Engineering and Architecture Journal Vol. 2 No. 5 (2024): October
Publisher : Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37253/leader.v2i5.10262

Abstract

In the context of the growth of transportation infrastructure worldwide, the expansion of roads has become an important issue. Road expansion projects are often top priorities in various countries to overcome traffic congestion and improve interregional connectivity. Therefore, the role of the government in the construction of roads in Indonesia is crucial for sustainability and the need for infrastructure development and environmental protection. The purpose of the study paper entitled Road Enlargement Planning versus Traffic Performance is to investigate the effectiveness and impact of road enlargement as an infrastructure development strategy. The location of the research will be on Sukaraja Wetan Road in the Majalengka district. The quantitative method is used to observe the activity trend of Emperor Wetan. So, in this study, the survey was conducted directly at the place to be studied. The total LHR initial lifetime of the plan in 2025 with an initial traffic growth rate of 5% obtained is 1059. The amount of LHR end-life plan in 2035 with a final traffic growth figure of 7% obtaining is 1985. LEP and LEA calculations are obtained from the vehicle's distribution coefficient multiplied by the result of the initial LHR and the final LHR, then multiplied by the axis values on each vehicle. In both tables above, the LEP value is 101,746, while the LEA value is 190,6183. The LET value is 146,182, while the LER value is 148182. The CBR value is 4%, the Ground Support Force value is 4,289, and the Regional Factor is 2. The material plan to be used is the Laston Surface Layer, which is 7.5 cm, the Upper Foundation Layer (LPA) of Breakstone Class A is 20 cm, and the Lower Foundations Layer of Sirtu Class B is 40 cm.
Analysis of Rigid Pavement Using the Bina Marga and PCI Methods (Case Study: Jalan Lanud Sukani STA 1+500 – STA 4+500) Teguh Puji Setiawan; Muhamad Taufik
LEADER: Civil Engineering and Architecture Journal Vol. 3 No. 1 (2025): February
Publisher : Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37253/leader.v3i1.10270

Abstract

As a developing country, Indonesia requires quality roads and adequate quantities to meet the needs of the community in carrying out various economic activities, both in terms of accessibility and the movement of goods and services. Accurate evaluation can identify types of damage such as cracks, potholes, or other deformations that can affect road performance. Routine maintenance may include filling cracks and repairing potholes, while periodic maintenance can involve resurfacing or partial reconstruction. The aim of this study is to determine the types of surface damage on Jalan Lanud Sukani STA 1+500 – STA 4+500. Data sources were obtained from primary data through surveys and secondary data. Data collection was conducted in November-December 2024. The research analysis used the Bina Marga (BM) method and the Pavement Condition Index (PCI) method.The results of the study using the Bina Marga method showed a priority value of 3. Meanwhile, the PCI method yielded a result of 16, which is classified as very poor. Therefore, the road condition value based on the PCI method is 8.
Development of A Sustainable Transportation System and Autonomous Mobility in Majalengka Kamaludin; Muhamad Taufik; Yusra Aulia Sari
LEADER: Civil Engineering and Architecture Journal Vol. 3 No. 1 (2025): February
Publisher : Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37253/leader.v3i1.10271

Abstract

This research carries out an in-depth investigation into the potential for developing a sustainable and autonomous transportation system in the Majalengka area experiencing rapid urbanisation and using survey and interview methods. This research analyses the current transportation conditions and community readiness for autonomous mobility and identifies existing obstacles and opportunities. Research findings show a high dependence on private vehicles and pressing environmental problems. Based on these findings, this research formulates several strategic recommendations to encourage the implementation of mobility and autonomy, including infrastructure investigations, preparation of regulations, and socialisation campaigns.