cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Journal of Oceanography
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science,
Jurnal Oseanografi diterbitkan oleh Program Studi Oseanografi, FPIK, Undip. Jurnal ini digunakan untuk menerbitkan jurnal-jurnal karya lulusan S1 Oseanografi Universitas Diponegoro.
Arjuna Subject : -
Articles 382 Documents
TRANSPOR SEDIMEN DI PELABUHAN KENDAL, KABUPATEN KENDAL Karuniasari, Deti; Purwanto, Purwanto; Atmojo, Warsito
Journal of Oceanography Vol 3, No 3 (2014)
Publisher : Program Studi Oseanografi, Jurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (165.081 KB)

Abstract

AbstrakInteraksi arus daerah pantai terhadap garis pantai mengakibatkan terjadinya angkutan sedimen diwilayah pantai (Coastal Sediment Transport). Bentuk angkutan sedimen yang terjadi di pelabuhan Kendal berupa angkutan sedimen sejajar pantai (Longshore Sediment Transport) yang dibangkitkan oleh gelombang pecah. Transport sedimen inilah yang menimbulkan permasalahan sedimentasi pada suatu pelabuhan yang dapat membuat pendangkalan, akibat pendangkalan maka akan mengganggu kelancaran dari aktivitas pelabuhan tersebut. Pelabuhan Kendal merupakan pelabuhan yang akan difungsikan bukan hanya sebagai tempat berlabuhnya kapal penumpang melainkan juga akan dikelola untuk dijadikan pelabuhan peti kemas dan kapal-kapal besar. Tujuan dilakukannya penelitian ini mengetahui tinggi gelombang pecah (Hb), besar energi dan arah longshore current serta mengetahui transport sedimen yang dipengaruhi longshore current (arus sejajar pantai) yang dibangkitkan oleh gelombang pecah di Pelabuhan Kendal. Materi yang digunakan pada penelitian ini meliputi data primer dan data sekunder. Data primer tersebut meliputi data sedimen dan data gelombang. Data sekunder yang digunakan dalam penelitian ini adalah data angin tahun 2011, dan Peta Rupa Bumi BAKOSURTANAL skala 1:25.000. Metode penelitian yang digunakan untuk menentukan transport sedimen yaitu dengan menggunakan rumus empiris yang didapat dari pengaruh gelombang. Peramalan gelombang diperoleh dari data angin dengan menggunakan metode SMB. Berdasarkan hasil penelitian diketahui tinggi gelombang pecah berkisar 0,54940 – 0,63664 meter yang akan membangkitkan gelombang pecah sehingga terjadi arus sejajar pantai yang besarnya berkisar 0,46773 - 0,46807 m/detik dengan arah datang arus cenderung dari timur menuju barat yang dapat mengangkut sedimen. Potensi angkutan sedimen signifikan Pelabuhan Kendal berkisar 4559,47921 – 36323,13631 m3/tahun atau 12,49085 -99,50849 m3/hari.
STUDI RIP CURRENT DI PANTAI SELATAN YOGYAKARTA Pangururan, Ishak Putra; Rochaddi, Baskoro; Ismanto, Aris
Journal of Oceanography Vol 4, No 4 (2015)
Publisher : Program Studi Oseanografi, Jurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (687.947 KB)

Abstract

Berdasarkan data Statistik Kepariwisataan 2013 dari Dinas Pariwisata D.I Yogyakarta terdapat sepuluh pantai yang menjadi tujuan utama wisata sepanjang tahun 2012. Tujuan wisata pantainya yaitu Pantai Trisik, Pantai Samas, Pantai Depok, Pantai Parangtritis, Pantai Baron, Pantai Kukup, Pantai Krakal, Pantai Pulangsawal (Indrayanti), Pantai siung, dan Pantai Wediombo. Rip current adalah arus yang bergerak dari pantai menuju ke laut yang dapat terjadi setiap hari dengan kondisi bervariasi mulai dari yang kecil, pelan dan tidak berbahaya, sampai arus yang dapat menyeret orang ke tengah laut dan dibangun oleh hubungan antara gelombang yang datang menuju pantai dan kondisi morfologi pantai. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui lokasi kemunculan rip current di pantai selatan Yogyakarta, serta korelasi antara tipe gelombang pecah dan morfologi pantai yang mencetuskan terjadinya rip current. Materi yang dijadikan objek studi pada penelitian ini adalah rip current, tipe gelombang pecah dan morfologi pantai. Hasil dari penelitian ini menunjukan lokasi kemunculan rip current terdapat pada setiap pantai pasir di Yogyakarta. Pada pantai pasir yang berbentuk teluk lokasi kemunculan rip current terdapat pada kedua ujung teluk, sedangkan pada pantai pasir yang berbentuk lurus (straight) kemunculan rip current berasosiasi dengan beach cups. Terdapat dua jenis pantai diselatan Yogyakarta yaitu pantai tebing berbatu dan pantai pasir dengan kategori kemiringan landai sampai curam. Kecepatan rip current yang diukur di sepuluh titik pengukuran berkisar diantara 0,08 m/s sampai dengan 1 m/s. Korelasi antara kecepatan rip current dan kemiringan pantai berbanding lurus dengan hubungan yang sangat erat. Tipe gelombang pecah yang terdapat pada semua pantai pasir dari bulan Januari sampai bulan Oktober adalah tipe plunging.
KAJIAN POLA ARUS LAUT SEBELUM DAN SESUDAH PEMBANGUNAN PELABUHAN KHUSUS PABRIKASI BAJA DI PERAIRAN PACIRAN, KABUPATEN LAMONGAN Muhazzir, Muhazzir; Widada, Sugeng; Ismunarti, Dwi Haryo
Journal of Oceanography Vol 1, No 1 (2012): Journal of Oceanography
Publisher : Program Studi Oseanografi, Jurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (675.737 KB)

Abstract

AbstrakIndonesia terletak di negara tropis, keadaan ini menunjukkan bahwa banyak fenomena kelautan yang terjadi di perairan Indonesia. Fenomena kelautan yang banyak terjadi adalah fenomena fisika diantaranya adalah arus laut san pasang surut. Informasi mengenai arus laut sangat diperlukan dalam pembangunan bangunan pantai misalnya pembangunan pelabuhan khusus di perairan Paciran, Kabupaten Lamongan. Dengan adanya data arus laut yang akurat tentang pola arus laut, maka akan sangat membantu mengetahui lokasi yang tepat untuk mendirikan bangunan pantai. Tujuan dari dilakukannya penelitian ini adalah untuk mendapatkan informasi dan gambaran mengenai pola arus laut sehingga dapat mengurangi dampak negatif yang terjadi.Penelitian dilaksanakan pada tanggal 14-20 Oktober 2009, di perairan Paciran, Kabupaten Lamongan. Penelitian dilakukan dalam dua tahap, yakni tahap pengambilan data primer dan tahap pengerjaan model matematis di Laboratorium Komputasi Jurusan Ilmu Kelautan UNDIP, model matematis ini dapat dibuat dengan menggunakan perangkat lunak Surface Water Modelling System (SMS). Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif yaitu metode untuk membuat gambaran mengenai situasi atau kejadian yang diteliti atau dikaji pada waktu terbatas dan tempat tertentu untuk mendapatkan gambaran tentang situasi dan kondisi secara lokal. Penentuan lokasi sampling didasarkan pada pertimbangan bahwa lokasi stasiun penelitian mewakili karakteristik perairan Paciran salah satunya pertimbangan kedalaman yang harus dicapai agar range sensor dari perekam terpenuhi sehingga perekaman data dengan perekam dapat berjalan dengan baik.Kecepatan rata-rata arus pada seluruh kolom air 10,83 cm/det, kecepatan arus minimum 0,95 cm/det, dan maksimum 29,12 cm/det. Kecepatan arus pada kolom air permukaan memiliki kecepatan arus yang lebih besar daripada kolom air tengah dan dasar. Kondisi arus dilapangan menunjukan adanya hubungan antara fluktuasi arah dan kecepatan arus dengan pola pasang surut yang terjadi. Hubungan ini dapat dilihat dengan adanya pergerakan arah arus yang cenderung bolak-balik, dimana pada saat kondisi pasang arah arus cenderung ke arah baratlaut - utara dan pada saat surut arah arus ke arah tenggara-selatan.  Hubungan ini dapat dilihat dengan adanya pergerakan arah arus yang cenderung bolak-balik, dimana pada saat kondisi pasang arah arus cenderung ke arah timur laut – barat dan pada saat surut arah arus ke arah barat – timur laut. Hasil simulasi model pola arus menunjukkan tidak adanya perubahan pola arus yang signifikan sebelum pembangunan pelabuhan khusus.
KAJIAN KARAKTERISITIK GELOMBANG LAUT AKIBAT PENGARUH RENCANA PEMBANGUNAN PELABUHAN PATIMBAN, SUBANG Cezalipi, Javier; Prasetyawan, Indra Budi; Marwoto, Jarot
Journal of Oceanography Vol 6, No 3 (2017)
Publisher : Program Studi Oseanografi, Jurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (713.865 KB)

Abstract

Pembangunan pelabuhan akan berpengaruh terhadap proses penjalaran dan transformasi gelombang. Pemecah gelombang yang akan dibangun di daerah pelabuhan patimban sebagai usaha untuk melindungi perairan pelabuhan dengan mengurangi terjangan gelombang di laut lepas. Data gelombang akan sangat penting untuk memberikan informasi sekaligus menilai seberapa besar pengaruh pemecah gelombang tersebut untuk melindungi pelabuhan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik gelombang dan proses transformasi gelombang sebelum dan sesudah adanya pemecah gelombang pada lokasi kajian. Penelitian dilaksanakan pada tanggal 28 Desember – 30 Desember 2016 di Perairan Patimban, Subang.Data yang digunakan adalah data gelombang pengukuran lapangan, data angin dan data batimetri.Peramalan gelombang dengan data angin menggunakan metode SMB (Sverdrup-Munk-Bretschneider).Pemodelan gelombang menggunakan perangkat lunak MIKE 21 SW (Spectral Wave) sehingga dapat diketahui pengaruh penjalaran gelombang akibat adanya pemecah gelombang. Hasil pengolahan data lapangan menunjukkan bahwa tinggi gelombang maksimum sebesar 0,83 meter dengan periode 5,98 detik. Tinggi gelombang signifikan (Hs) 0,55 meter dan periode signifikan (Ts) 4,22 detik. Tinggi gelombang minimum 0,10 meter dengan periode 1,16 detik. Hasil simulasi model gelombang menunjukan bahwa rata-rata pemecah gelombang mampu memperkecil tinggi gelombang sebesar 36,4% saat musim barat, 5,5% saat musim peralihan I, 15,7% saat musim timur dan 41,6% saat musim peralihan II.
STUDI REFRAKSI DAN DIFRAKSI GELOMBANG PADA RENCANA BANGUNAN PELABUHAN DI TANJUNG BONANG, KABUPATEN REMBANG Amalia, Radhina; Atmodjo, Warsito; Purwanto, Purwanto
Journal of Oceanography Vol 3, No 4 (2014)
Publisher : Program Studi Oseanografi, Jurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (5377.984 KB)

Abstract

Gelombang merupakan salah satu parameter oseanografi yang sangat penting dalam  merencanakan suatu bangunan pantai, penentuan tata letak (layout) pelabuhan. Penjalaran gelombang seperti refraksi dan difraksi perlu diketahui, khususnya dalam melakukan perencanaan bangunan pelabuhan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui proses refraksi dan difraksi gelombang pada rencana bangunan pelabuhan di Tanjung Bonang, Kabupaten Rembang dengan menggunakan software SMS 10.0 modul CMS-Wave. Penelitian dilaksanakan pada tanggal, 12-15 April 2014 di Tanjung Bonang, Kabupaten Rembang. Data yang digunakan berupa data gelombang, data angin, batimetri, dan peta rupa bumi Indonesia Rembang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode studi kasus. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa tinggi gelombang di Tanjung Bonang memiliki tinggi signifikan (Hs) 0,139 meter dan periode signifikan (Ts) sebesar 4,286 detik. Peramalan data gelombang menggunakan metode SMB. Hasil permodelan gelombang menunjukkan bahwa refraksi gelombang terjadi karena adanya perbedaan kontur kedalaman dan menyebabkan terjadinya pembelokan arah gelombang, sedangkan difraksi terjadi pada saat gelombang mengalami pembelokan di daerah sekitar bangunan pelabuhan.
ANALISIS KANDUNGAN KARBON ORGANIK TOTAL (KOT) DALAM SEDIMEN DI PERAIRAN SLUKE KABUPATEN REMBANG Nova Putri Dewanti; Muslim Muslim; Wahyu Retno Prihatiningsih
Journal of Oceanography Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Program Studi Oseanografi, Jurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (325.426 KB)

Abstract

Perairan Sluke terletak di bagian timurKabupaten Rembang yang berada di Provinsi Jawa Tengah. Sedimen dasar laut selalu menjadi tempat pengendapan utama dari berbagai proses yang terjadi di laut. Bahan organik dapat menjadi parameter penilaian tingkat kesuburan suatu perairan.Penelitian ini bertujuanuntuk mengetahui konsentrasi dan distribusiKarbon Organik Total (KOT) dalam sedimen.Pengambilan data dilakukan pada tanggal 8 Maret 2015 dengan menggunakan metode purposive sampling.Data tersebut diperolehdari 9 stasiun penelitian yang mewakili wilayah perairan tersebut.Data primer berupa sampel sedimen dasar, sedangkan data sekunder meliputi pergerakan arus Perairan Sluke. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif. Metode analisa tekstur sedimen menggunakan metode dry sieving (pengayakan) dan wet sieving (pemipetan), sedangkan metode pengukuranKarbon Organik Total (KOT) dalam sedimen menggunakan metode loss of weight on ignition (LOI %). Metode pengukuran arus menggunakan metode euler.Hasil penelitian ini adalah konsentrasiKarbon Organik Total (KOT) dalam sedimen di Perairan Sluke berkisar antara 3,401% - 13,739%.Distribusi Karbon Organik Total (KOT) dalam sedimen dipengaruhi oleh jenis butir sedimen, dimana jenis butir sedimen yang halus seperti lanau dan lempung memiliki kandungan Karbon Organik Total (KOT) lebih tinggi dibandingkan dengan jenis butir sedimen yang kasar seperti pasir.Pergerakan massa air tidak mempengaruhi distribusi Karbon Organik Total dalam sedimen secara signifikan. 
STUDI POLA TRANSPOR SEDIMEN DI PERAIRAN PELABUHAN TANJUNG ADIKARTA PANTAI GELAGAH, YOGYAKARTA Fikri, Irvan Ahmad; Purwanto, Purwanto; Hariadi, Hariadi
Journal of Oceanography Vol 2, No 2 (2013)
Publisher : Program Studi Oseanografi, Jurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4575.791 KB)

Abstract

Abstrak Perairan Pantai Gelagah, Yogyakarta mempunyai potensi untuk dikembangkan menjadi pelabuhan perikanan, lokasi tersebut didukung oleh aksestabilitas yang mudah serta ketersediaan lahan yang cukup luas. Salah satu permasalahan dalam pembangunan dan pengembangan  pelabuhan di Perairan Pantai Gelagah adalah adanya sedimentasi yang tinggi di lokasi tersebut. Pengambilan data lapangan dilakukan pada tanggal 22 – 24 Februari 2012 di Perairan Pantai Gelagah serta proses simulasi model  dilakukan di Laboratorium Komputasi Balai Pengkajian Dinamika Pantai (BPDP) Yogyakarta pada bulan Agustus – Oktober 2012. Tujuan Penelitian ini adalah untuk menggambarkan pola transpor sedimen serta mengetahui daerah yang berpotensi terjadi sedimentasi di Perairan Pelabuhan Tanjung Adikarta, Gelagah. Data yang diperoleh diolah menggunakan perangkat lunak DHI Mike 21 yang dapat mensimulasikan pola transpor sedimen serta menggambarkan kondisi hidro oseanografi yang berpengaruh terhadap transpor sedimen yaitu arus dan gelombang. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh bahwa pola transpor sedimen di Perairan Pelabuhan Tanjung Adikarta terdistribusi dari Sungai Sarang sampai mulut pelabuhan dengan sumber utama sedimen berasal dari Sungai Sarang, sedangkan daerah yang berpotensi terjadi sedimentasi yaitu mulut pelabuhan sebelah barat dengan laju sedimentasi berkisar antara 10 – 30 m3/th/m. Kolam pelabuhan relatif aman dan tidak berpotensi terjadi sedimentasi atau pendangkalan karena terlindung dari pengaruh arus dan gelombang yang merupakan faktor utama yang mempengaruhi transpor sedimen. 
STUDI EFEKTIVITAS GROIN TERHADAP PERUBAHAN GARIS PANTAI DI PANTAI TELUK PENYU KABUPATEN CILACAP Yustian, Aulia; S, Denny Nugroho.; Ismunarti, Dwi Haryo
Journal of Oceanography Vol 5, No 3 (2016)
Publisher : Program Studi Oseanografi, Jurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2333.311 KB)

Abstract

Rekayasa terhadap pergerakan sedimen menggunakan bangunan pantai jenis groin adalah salah satu upaya untuk menjaga stabilitas garis pantai. Penelitian terkait fenomena perubahan garis pantai dan rekayasa pergerakan sedimen menggunakan groin telah dilakukan di Pantai Teluk Penyu. Pantai ini terletak di tengah objek vital nasional seperti Pelabuhan Perikanan Samudera Cilacap (PPSC), dan lain sebagainya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas groin dan pola perubahan garis pantai yang terjadi pada Pantai Teluk Penyu.Metode penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan penentuan titik sampling menggunakan metode cluster sampling (area sampling). Metode analisis data menggunakan metode pemodelan numeris / matematik untuk menganalisa perubahan garis pantai dan bangunan pantai di daerah tersebut.Hasil penelitian menunjukan bahwa groin yang terdapat pada Pantai Teluk Penyu efektif sebagai bangunan stabilitas pantai. Groin tersebut dapat menangkap sedimen yang bergerak sejajar pantai dengan arah gerak dominan dari selatan menuju utara dan dapat meredam energi gelombang yang terjadi. Hasil tumpang tidih (overlay) peta tahun 1983 (sebelum ada groin) dengan peta 2011 menunjukan akresi seluas 168212,21 m2 atau 16,82 ha yang menyebabkan majunya garis pantai sebesar 60 - 70 meter. Pola perubahan garis Pantai Teluk Penyu selama 5 tahun (tahun 2014 – 2019) mengalami akresi namun cenderung stabil dengan nilai total akresi dan erosi yang hampir sama yakni sebesar 421 m2 dan 408,56 m2. 
Transpor Sedimen Di Perairan Teluk Lampung nursusty, febiyan; Atmodjo, Warsito; Hariyadi, Hariyadi
Journal of Oceanography Vol 2, No 3 (2013)
Publisher : Program Studi Oseanografi, Jurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak               Teluk Lampung merupakan perairan yang memiliki peranan besar bagi masyarakat Provinsi Lampung. Perairan ini merupakan perairan dengan lalu lintas pelayaran yang sibuk karena dilalui oleh kapal-kapal besar, seperti kapal penumpang, kapal tanker dan kapal yang mengangkut batu bara dari pelabuhan Panjang, Bandar Lampung. Selain itu terdapat beberapa sungai yang bermuara di Teluk Lampung, antara lain Sungai Simpangkanan, Sungai Ratai dan Sungai Pedada sehingga menyebabkan kondisi perairan sekitarnya menjadi keruh dan berlumpur. Oleh karena itu penelitian mengenai transpor sedimen diharapkan menjadi salah satu pendukung informasi hidro-oseanografi di daerah Teluk Lampung.                   Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kondisi hidrodinamika, terutama pola sebaran sedimen di perairan Teluk Lampung, dengan pendekatan pemodelan oseanografi dengan menggunakan perangkat lunak Mike 21 Hydrodynamic Mud Transport. Penelitian dilaksanakan pada tanggal 6 hingga 21 April 2011. Metode yang digunakan adalah metode kuantitatif yang merupakan metode ilmiah, obyektif, terukur, rasional, dan sistematis. Data lapangan yang diukur adalah data pasang surut, data arus laut, data bathimetri, sedimen dan angin.Dari hasil pengukuran diperoleh nilai Tinggi Muka Air Rata-rata (Mean Sea Level) sebesar 175 cm, Tinggi Muka Air Tinggi Tertinggi (High Highest Water Level) 219 cm, dan Tinggi Muka Air Rendah Terendah (Low Lowest Water Level) 131 cm. Dari data pasang surut diperoleh juga bilangan Formzahl sebesar 0,473 yang menunjukkan bahwa pasang surut di perairan daerah penelitian bertipe campuran condong ganda. Simulasi model Hidrodinamika 2D menghasilkan pola arus yang dirata-ratakan terhadap kedalaman  pada daerah model.  Pada daerah model, kecepatan arus yang terbentuk hingga 1,35 m/detik pada kondisi pasang bulan purnama dan 0,05 m/detik pada kondisi surut bulan mati. Hasil verifikasi data lapangan dengan hasil pemodelan kesesuaiannya sebesar 91%.  
Pola Arus di Perairan Paciran Jawa Timur pada Musim Peralihan Awal Sari, Yuyun Kurnia; Indrayanti, Elis; Purwanto, Purwanto
Journal of Oceanography Vol 4, No 1 (2015)
Publisher : Program Studi Oseanografi, Jurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Wilayah Perairan Paciran, Jawa Timur merupakan perairan dengan aktivitaswisata bahari, pelabuhan, permukiman dan lain-lain.Kondisi tersebut dapat menimbulkan dampak-dampak negatif seperti erosi, tanah yang timbul akibat sedimentasi dan lain-lain.Pengetahuan akanpemahaman gambaran mengenai kondisi hidro-oseanografi sangat penting sebagai langkah untuk pengelolaan dan perlindungan wilayah pesisir dan laut. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui pola arus laut yang ada di Perairan Paciran Jawa Timur pada musim peralihan awal (Maret sampai April).Penelitian ini menggunakan data primer berupa data arus dan data pasang surut, sedangkan data sekunder berupa peta batimetri. Simulasi model diolah menggunakan software ArcGIS 9.3 dan SMS 8.1 , didukung dengan pengolahan data menggunakan CD-Oceanography dan Mike 21. Hasil simulasi model menunjukkan bahwa pola arus di Perairan Paciran Jawa Timur merupakan arus non pasut, di tunjukkan oleh hasil pengolahan dalam bentuk stick diagram, scatter dan current rose yang menunjukkan pergerakan arus cenderung tidak teratur. Pada saat surut menuju pasang kecepatan maksimum berkisar 0,2851 meter/sec sampai 0,5623 meter/sec bergerak ke arah tenggara, dan kecepatan minimum berkisar 0,0197 meter/sec sampai 0,2733 meter/sec bergerak ke arah tenggara. Sedangkan pada saat pasang menuju surut kecepatan maksimum berkisar 0,0530 meter/sec  sampai 0,565 meter/sec bergerak ke arah barat laut dan kecepatan minimum 0,0067 meter/sec sampai 0,0525 meter/sec bergerak ke arah barat laut.