cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
LANTERN (Journal on English Language, Culture and Literature)
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 417 Documents
ID, EGO, ANDSUPEREGO REPRESENTED BY THE MAIN CHARACTEROFFIFTY SHADES OF GREYMOVIE CRHISTIAN GREY Sudrazat, Riza Alun
LANTERN (Journal on English Language, Culture and Literature) Volume 6, Number 1, Tahun 2017
Publisher : LANTERN (Journal on English Language, Culture and Literature)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (253.65 KB)

Abstract

Fifty Shades of Grey is an American romantic drama movie directed by Sam Taylor-Johnson adapted from a novel by E.L James. The movie depicts the relationship between Christian Grey and Anastasia Steel. Omitted of this study analyzes the main character’s personality by discussing intrinsic and extrinsic aspects in this movie. The focus of this study is Christian Grey’s id, ego, and superego. To figure this out, the writer uses psychoanalysis approach by using Sigmund Freud’s theory on the id, ego, and superego. From this analysis, it can be concluded that Christian Grey’s personality is leaning on his id which is BDSM. BDSM denotes a set of erotic behaviors involving bondage and discipline, dominance and submission, sadism and masochism, and/or slave and master relationship. Then, his ego and superego works to restricts the id into nondestructive ways.
EXTEDED ESSAY: THE AMERICAN DREAMS IN HOW STARBUCKS SAVED MY LIFE WRITTEN BY MICHAEL GATES GILL Putri, Meylinda Rosa
LANTERN (Journal on English Language, Culture and Literature) Volume 3, Number 4, Tahun 2014
Publisher : LANTERN (Journal on English Language, Culture and Literature)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (311.634 KB)

Abstract

American dream adalah sebuah konsep yang meyakini bahwa kesuksesan berawal dari suatu kerja keras. Istilah ini biasanya mengacu pada kesuksesan finansial, kecukupan materi dan ketenaran. Sejarah dari American dream sendiri dapat ditelusuri melalui sejarah dari Negara Amerika Serikat, sejak dari jaman Puritan. Orang-orang dari berbagai belahan dunia datang ke Amerika Serikat dengan satu mimpi yang sama, yaitu American dream. American dream juga menginspirasi banyak penulis novel dalam membuat karya mereka, seperti misalnya Michael Gates Gill dengan karyanya yang berjudul How Starbucks Saved My Life. Novel How Starbucks Saved My Life diciptakan sekitar tahun 2007, berkisah tentang kehidupan pribadinya sendiri sebagai seorang pengusaha periklanan terkenal dan terbesar di Amerika yang telah mencapai puncak kesuksesannya, namun kemudian ‘jatuh’ secara tiba-tiba dan harus mengalami keterpurukan dalam segala aspek kehidupannya.Extended essay ini mengulas tentang American dream yang diangkat dari novel How Starbucks Saved My Life karya Michael Gates Gill. Dalam membuat extended essay ini, penulis menggunakan metode penelitian kepustakaan. Penelitian kepustakaan yang digunakan adalah pengambilan sumber dari buku-buku terkait di perpustakaan dan berbagai sumber lainnya  melalui internet. Extended essay ini menggunakan pendekatan ekspresif karena pendekatan tersebut merupakan pendekatan yang paling cocok digunakan untuk mempelajari kisah hidup pengarangnya melalui bukunya. Extended essay ini fokus pada analisis American dream yang dicapai dalam fase-fase hidup tokoh utamanya, yaitu Michael Gates Gill. Penelitian ini membuktikan bahwa Gill, yang walaupun ia adalah seorang kulit putih, tetapi ia juga melakukan banyak perjuangan dan pengorbanan untuk dapat bangkit kembali dari keterpurukan yang dialami dan menggapai mimpinya, American dream. Elemen – elemen American Dream yang direpresentasikan dalam novel ini adalah Life, Liberty (Equal Opportunity), dan Pursuit of Happiness.
BOOK REVIEW OF NIGHT WRITTEN BY ELIE WIESEL Pratiwi, Dian Intan
LANTERN (Journal on English Language, Culture and Literature) Volume 4, Nomor 4, Tahun 2015
Publisher : LANTERN (Journal on English Language, Culture and Literature)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (231.132 KB)

Abstract

Buku yang berjudul Night merupakan sebuah autobiografi dari Elie Wiesel. Buku ini bercerita tentang perjuangan Elie Wiesel muda ketika ia bersama ayahnya ditahan di kamp konsentrasi milik Nazi Jerman pada masa Perang Dunia II. Ia yang merupakan seorang keturunan Yahudi terpaksa harus menjadi korban peristiwa Holocaust yang didalangi oleh Hitler. Pada book review ini, penulis membahas tema, tokoh dan penokohan, kelebihan serta kelemahan dari buku ini. Melalui book review ini, diharapkan akan mengundang semakin banyak pembaca yang tertarik untuk membaca buku yang berjudul Night ini. Buku ini mempunyai beberapa kelebihan di antaranya mengungkap fakta tentang pemusnahan etnis yang seharusnya tidak terjadi di mana semua manusia dari segala golongan, etnis maupun ras memiliki hak untuk hidup yang sama.
Code Mixing and Code Switching Used by Students Living in a Boarding House on “Jalan Airlangga Tengah nomor 7, Semarang.” Anggraita, Paramita Rara
LANTERN (Journal on English Language, Culture and Literature) Volume 2, Nomor 2, Tahun 2013
Publisher : LANTERN (Journal on English Language, Culture and Literature)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (164.878 KB)

Abstract

Bahasa merupakan sebuah peranan yang sangat penting dalam hubungan manusia. Bahasa menjembatani manusia dalam berkomunikasi. Skripsi yang berjudul Analysis of Code Mixing and Code Switching Used by Students Living in a Boarding House on “Jalan Airlangga Tengah nomor 7, Semarang” ini merupakan sebuah penelitian mengenai bahasa percakapan sehari-hari para mahasiswa yang mengandung unsur-unsur campur kode dan alih kode. Ketika berkomunikasi, kerap kali tanpa disadari maupun dengan disadari para mahasiswa melakukan bentuk campur kode dan alih kode. Penulis ingin meneliti bentuk campur kode dan alih kode apa saja yang terjadi didalam percakapan mereka dan apa saja alasan dari campur kode dan alih kode tersebut. Apakah campur kode dan alih kode yang diucapkan oleh penutur tersebut mempengaruhi pendengar dalam memproduksi respon ujaran yang sesuai, mempengaruhi penggunaan bahasa yang dituturkan pendengar dan bagaimana bentuk respon dari pendengar tersebut. Dalam penelitian ini, ada dua tipe campur kode dan lima tipe alih kode yang digunakan oleh penulis berdasarkan teori dari Hymes dan Holmes. Lalu kemudian penulis meneliti lagi faktor-faktor penyebab terjadinya campur kode dan alih kode menurut teori dari Holmes. Setelah penganalisisan data selesai, penulis dapat menyimpulkan bahwa ada tiga bahasa yang kerap kali digunakan oleh para mahasiswa. Bahasa-bahasa tersebut adalah bahasa Indonesia, bahasa Jawa dan bahasa Inggris. Penggunaan bahasa tersebut juga memiliki tingkat-tingkat keformalan tersendiri dan digunakan menurut faktor yang memicu terjadinya campur kode dan alih kode seperti kepada siapa kalimat ditujukan, dimana latar belakang tempat terjadinya peristiwa, topik apa yang sedang dibicarakan dan apa fungsi dari penggunaan campur kode dan alih kode tersebut.
THE CONSUMMATE LOVE OF HAZEL GRACE AS REFLECTED IN THE FAULT IN OUR STARS MOVIE Astriana, Nadya Novera
LANTERN (Journal on English Language, Culture and Literature) Volume 6, Number 3, Tahun 2017
Publisher : LANTERN (Journal on English Language, Culture and Literature)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (48.53 KB)

Abstract

The Fault in Our Starsis one of the American romantic movies which shows the struggle to maintain a relationship between a couple who have cancer. This thesis discusses about the consummate love with three aspects of love of Hazel grace and Augustus Waters in  The Fault in Our Stars movie. The purpose of this thesis is to analyze the intrinsic aspects and the extrinsic aspects of the movie. The writer uses three methods in analyzing the intrinsic aspects and the extrinsic aspects. Library research is used to collect the data for this thesis. To analyze the intrinsic aspects, the writer uses exponential approach and to analyze the extrinsic aspects, the writer uses psychological approach. In relation to psychological approach, the writer uses Triangular Theory of Love Triangular Theory of Love by Robert Stenberg to explain the extrinsic aspects. Stenberg explains that love has three components which are intimacy, passion, and commitment and consummate love is the combination of those three components of love. The finding of this thesis is the relationship between Hazel Grace and Augustus Waters depicts about consummate love because they brings the complete components of love in the movie.
AMISH TEENAGERS VIEWING THE WORLD IN A DOCUMENTARY FILM AMISH ON BREAK Purwaningsih, Siti
LANTERN (Journal on English Language, Culture and Literature) Volume 3, Nomor 1, Tahun 2014
Publisher : LANTERN (Journal on English Language, Culture and Literature)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (199.29 KB)

Abstract

Agama telah menjadi ulasan menarik disetiap negara sejak dulu kala tak terkecuali  di Amerika Serikat. Agama juga seolah sudah menjadi bagian penting di dalam kehidupan bermasyarakat dan berbudaya. Keanekaragaman budaya yang masuk ke Amerika juga berdampak pada beragamnya kepercayaan atau agama yang ada di sana. Salah satu yang menarik adalah Komunitas Amish yang terkenal dengan kehidupannya yang sangat religius dan sederhana. Di tengah kemajuan teknologi yang berkembang sangat pesat di Amerika, komunitas Amish masih ada dengan segala nilai-nilai kehidupan religiusnya yang sangat sederhana tanpa mengindahkan kemajuan teknologi yang ada. Konsep ketuhanan yang dipercaya memicu seseorang menjadi religius kemudian membentuk komunitas yang mempunyai kepercayaan yang sama, bisa menjadi sangat kuat, berkembang dan bertahan lama. Mereka berfikir, bereaksi dan bertindak sesuai dengan nilai-nilai religius yang telah mereka terima sejak kecil hingga dewasa tanpa boleh mengajukan pertanyaan. Nilai-nilai tersebut yang mereka yakini akan mengantarkan mereka pada kehidupan terbaik di dunia maupun setelah kematian yaitu surga. 
RELIGIOUS SKEPTICISM IN THOMAS PAINE’S ESSAY ENTITLED THE AGE OF REASON (PART I) Faradhillah, Nadia
LANTERN (Journal on English Language, Culture and Literature) Volume 5, Number 1, Tahun 2016
Publisher : LANTERN (Journal on English Language, Culture and Literature)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (40.158 KB)

Abstract

Esai The Age of Reason (Part I) merupakan sebuah tulisan yang berisi pandangan Thomas Paine mengenai agama. Dalam esai ini, Paine mengungkapkan argumennya mengenai hubungan antara keberadaan Tuhan dan kebenaran sebuah agama. Argumen-argumen tersebut disusun berdasarkan kepercayaan Paine terhadap paham Deisme. Pada akhirnya, paham Deisme lah yang membuat Thomas Paine menjadi seseorang yang skeptis terhadap agama.Skripsi ini menganalisis sikap skeptis Thomas Paine terhadap institusi agama. Penulis memilih esai The Age of Reason (Part I) yang ditulis oleh Thomas Paine sebagai objek penelitian. Hal yang menjadi fokus dalam skripsi ini adalah bagaimana argumen-argumen Thomas Paine menunjukkan keyakinannya terhadap Deisme, dan membuatnya menjadi seseorang yang skeptis terhadap agama. Untuk mengetahui hal ini, penulis menggunakan pendekatan filsafat agama dengan memakai teori Religious Skepticism milik J. L. Schellenberg.Dari analisis, dapat disimpulkan bahwa keyakinan Thomas Paine terhadap Deisme memiliki arti penting terhadap sikap skeptisnya pada agama. Deisme yang mengutamakan penggunaan akal dalam memahami agama menemukan banyak kesalahan yang terdapat pada institusi agama sehingga membuat sikap skeptis Thomas Paine terhadap agama semakin besar.
Book Review of Negeri 5 Menara Written By Ahmad Fuadi Marcheilla, Lovita
LANTERN (Journal on English Language, Culture and Literature) Volume 2, Nomor 3, Tahun 2013
Publisher : LANTERN (Journal on English Language, Culture and Literature)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (79.854 KB)

Abstract

Negeri 5 Menara adalah sebuah novel yang mengangkat cerita kehidupan Pondok Pesantren di Jawa yang syarat akan nilai kehidupan. Novel karya Ahmad Fuadi ini merupakan salah satu novel best seller yang banyak menginspirasi para pembaca. Membaca novel Negeri 5 Menara ini membawa kita untuk ikut terjun di dalam kisah – kisah seru dan inspiratif, dimana hubungan persahabatan, aktivitas pendidikan yang diceritakan terlihat begitu hidup. Lewat mantra “Man Jadda Wajada”, siapa yang bersungguh-sungguh, melakukan usaha lebih dari yang orang lain lakukan, maka keberhasilan akan didapat. Alif seorang anak perantau yang menggapai mimpi-mimpinya bersama teman - temannya, para “Sahibul Menara”. Dengan semangat dan keikhlasan untuk memperoleh pendidikan dan berani bermimpi tinggi. Tekanan batin karena keinginan masuk SMA negeri pupus dan dibayangi-bayangi oleh kebahagiaan sahabat kampungnya Randai yang berhasil masuk Universitas yang dulu mereka cita – citakan. Kelebihan dari novel ini banyak pelajaran penting tentang kehidupan yang dipaparkan, bahasanya pun mengalir namun tetap lugas khas bahasa wartawan sehingga mudah dipahami. Pengarang juga menyelipkan candaan khas pondok, lirik lagu, dan syair – syair islam yang mengobarkan semangat bagi siapa saja yang membacanya. Adapun kekurangan novel ini terlihat dari klimaks cerita yang kurang menonjol, sehingga pembaca merasa dinamika cerita sedikit datar. Setelah selesai membaca, pembaca akan merasa cerita belum selesai setuntas-tuntasnya. Hal ini mungkin disebabkan karena penulis mendasarkan ceritanya pada kisah nyata dan tidak ingin melebih-lebihkannya. Namun hal itu tidak menjadi hambatan yang berarti untuk melahap habis isi novel ini. Novel Negeri 5 Menara ini merupakan novel yang sangat menarik, karena selain sarat akan pesan moral pendidikan dan nilai- nilai persahabatan, novel ini juga memiliki kekuatan untuk memotivasi pembacanya agar percaya pada kekuatan mimpi, ikhlas, dan kerja keras.
APPRAISAL SYSTEM IN NEWS ITEM Widiastuti, Noor
LANTERN (Journal on English Language, Culture and Literature) Volume 4, Number 2, Tahun 2015
Publisher : LANTERN (Journal on English Language, Culture and Literature)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (244.989 KB)

Abstract

This thesis relates to appraisal system in news item. It is aimed at describing evaluative language used by journalists. Two news items from the different source exposing the sametopic, that is, the world‟s reaction on Hashimoto‟s comments dealing with the justification ofsex slavery practice by Japanese soldiers in World War II, are analysed based on attitude,amplification and source aspects. It is qualitative research. The method of collecting dataapplied is non-participant observation since the researcher is not involved in producingutterances being studied. Referential identity method is applied in analyzing. The resultshows that negative attitude and amplification are dominant. In addition, the assessments insource aspect are predominated by that of from other than the journalists. Moreover, themodality coming from other than the journalists they are careful in giving additional voice.On the contrary, the presence of concession indicates additional voice of the journalists. Key words: Systemic Functional Grammar, appraisal system, news item
Libertarianism Aspects as Reflected in “Dallas Buyers Club” Film Finasari, Finasari
LANTERN (Journal on English Language, Culture and Literature) Volume 5, Number 4, Tahun 2016
Publisher : LANTERN (Journal on English Language, Culture and Literature)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (76.3 KB)

Abstract

AbstractThis thesis focuses on Libertarianism aspects as reflected in the characters ofDallas Buyers Club (2013) film by Jean-Marc Vallée. Dallas Buyers Clubfilm describes a reflection of libertarian movement or individual liberty with the limited intervention from the government by the characters named Ron Woodroof and Dr. Eve. The aim of this thesis is to describe libertarianism aspects in the movie by analyzing the intrinsic and extrinsic aspects. The writer employs library research to support the data with the film as the main data and some relevant books, journals, articles, and online documents and websites as the supporting data. To analyze the intrinsic aspects, the writer uses some theories of narrative elements and cinematography elements. To analyze the extrinsic aspects, the writer applies the theory of libertarianism with its key concepts by David Boaz. The result of this thesis proves that, based on David Boaz’s theory, the characters of the movie, such as Ron Woodroof has applied individual rights, free market, and limited government and Dr. Eve has applied spontaneous order as the basic key concepts of libertarianism.

Page 10 of 42 | Total Record : 417