cover
Contact Name
Deden Akbar Izzuddin
Contact Email
deden.akbar@fikes.unsika.ac.id
Phone
+6281289178630
Journal Mail Official
jokerikor@unsika.ac.id
Editorial Address
Editorial Office Jurnal Olahraga Kebugaran dan Rehabilitasi (JOKER) Program Studi Ilmu Keolahragaan Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Singaperbangsa Karawang Jl. Lingkar Tanjungpura, Desa Margasari, Kecamatan Karawang Timur, Kab. Karawang Website: https://jhs.unsika.ac.id/index.php/joker/index Email: jokerikor@unsika.ac.id
Location
Kab. karawang,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Olahraga Kebugaran dan Rehabilitasi (JOKER)
ISSN : 2776392     EISSN : 27980928     DOI : https://doi.org/10.35706/joker.v1i2
Core Subject :
Fokus Jurnal Olahraga Kebugaran dan Rehabilitasi (JOKER) pada kajian dan penelitian di bidang keolahragaan, berfokus pada bidang-bidang olahraga Non Pendidikan diantaranya: Filsafat Olahraga, Sejarah Olahraga, Pedagogi Olahraga, Psikologi Olahraga, Sosiologi Olahraga, Biomekanika Olahraga dan Kedokteran Olahraga. Ruang Lingkup Mengikuti perkembangan bidang teori lain yang menjadi Ruang lingkup pada Jurnal Olahraga Kebugaran dan Rehabilitasi (JOKER) ini diantaranya: Bidang teori lain yang bersifat spesifik : Belajar Gerak (Motor Learning), Perkembangan Gerak (Motor Development), Teori Bermain (Play Theory), Teori Gerak (Movement Theory) dan Teori Latihan (Training and Coaching Theory); Sedang Berkembang: Manajemen Olahraga, Infrastruktur Olahraga, Industri Olahraga, Komunikasi dan Media Massa Olahraga, Ekonomi Olahraga (Sport Economy), Hukum Olahraga (Sport Law), Politik Olahraga (Sport Politics) dan Teknologi Olahraga (Sports Engineering) Disiplin ilmu olahraga yang meliputi jenis-jenis atau cabang-cabang olahraga yang sudah berkembang dipertandingkan secara professional maupun amatir dan baik di level Olimpiade, Asean Games, Sea Games dan PON (Pekan Olahraga Nasional) maupun ditingkat daerah diantaranya: Atletik, Gymnastic, Renang, Panahan, Dayung, Petanque, Sepakbola/Futsal, Basket, Bola Voli, Bulu Tangkis, Tenis, Pencak Silat, Karate, Taekwondo, Judo, Gulat, dst.
Arjuna Subject : -
Articles 118 Documents
Pengaruh Pola Makan terhadap Performa Atlet UKM Sepak Bola UPI Fadhlan Muhammad Daniswara; Derrel Putra Perkasa; Muhammad Fathan Diza Saptia; Latif Qolbi
Jurnal Olahraga Kebugaran dan Rehabilitasi (JOKER) Vol 5 No 2 (2025): Jurnal Olahraga Kebugaran dan Rehabilitasi (JOKER)
Publisher : Universitas Singaperbangsa Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35706/joker.v5i2.13404

Abstract

Pola makan merupakan salah satu faktor penting yang memengaruhi kesiapan fisik dan performa atlet, namun masih banyak atlet yang belum menerapkan kebiasaan makan yang sesuai dengan kebutuhan aktivitas olahraga. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pola makan atlet berpengaruh terhadap performa atlet sepak bola di lingkungan Unit Kegiatan Mahasiswa Sepak Bola Universitas Pendidikan Indonesia. Penelitian menggunakan metode survei deskriptif dengan penyebaran kuesioner kepada 25 atlet yang berisi pertanyaan mengenai frekuensi makan, jenis makanan yang dikonsumsi, kecukupan cairan, serta persepsi atlet terhadap dampak pola makan terhadap kemampuan bertanding. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun sebagian besar atlet mengetahui pentingnya pengaturan makan, penerapannya belum optimal karena masih ditemukan kebiasaan sarapan yang tidak teratur, rendahnya konsumsi sayur dan buah, serta masih adanya konsumsi makanan cepat saji yang dapat menurunkan kualitas pemulihan dan stamina. Temuan ini menegaskan bahwa edukasi gizi yang lebih terarah diperlukan agar atlet dapat menerapkan pola makan yang sesuai dengan tuntutan latihan dan pertandingan. Kesimpulannya, pola makan yang tidak teratur dan kurang seimbang berpotensi menghambat performa atlet, sehingga diperlukan pembinaan gizi yang berkelanjutan untuk mendukung pencapaian performa yang optimal. Eating patterns are one of the key factors influencing athletes’ physical readiness and performance. However, many athletes still do not apply proper dietary habits that match the demands of sports activities. This study aims to examine how athletes’ eating patterns affect the performance of football players in the Student Football Activity Unit at the Indonesia University of Education. The research employed a descriptive survey method by distributing questionnaires to 25 athletes, containing questions about meal frequency, types of food consumed, hydration adequacy, and athletes’ perceptions of the impact of eating patterns on their performance. The results indicate that although most athletes are aware of the importance of proper nutrition, its implementation remains suboptimal. Irregular breakfast habits, low consumption of fruits and vegetables, and the continued intake of fast food were still found, all of which may reduce recovery quality and endurance. These findings highlight the need for more targeted nutritional education to help athletes adopt eating patterns that align with training and competition demands. In conclusion, irregular and unbalanced eating patterns have the potential to hinder athlete performance, emphasizing the importance of continuous nutritional guidance to support optimal athletic achievement.
Analisis Metode Latihan Progresif Untuk Meningkatkan Akurasi Dan Power Servis Atas Dalam Bola Volly Ahmad Sopiyan; Ardi Anugrah R Marbun; Arif Wellmen Tumanggor; Mikael Brema; Muhammad Fadil; Deni Rahman Marpaung; Randi Kurniawan
Jurnal Olahraga Kebugaran dan Rehabilitasi (JOKER) Vol 5 No 2 (2025): Jurnal Olahraga Kebugaran dan Rehabilitasi (JOKER)
Publisher : Universitas Singaperbangsa Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35706/joker.v5i2.13467

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas metode latihan progresif dalam meningkatkan akurasi dan power servis atas pada permainan bola voli melalui studi kepustakaan dari enam jurnal relevan. Teknik servis atas merupakan kemampuan dasar yang memiliki peran strategis sebagai serangan pertama dalam permainan, sehingga membutuhkan penguasaan teknik yang baik, stabil, dan bertenaga. Hasil analisis menunjukkan bahwa latihan progresif memberikan dampak positif yang signifikan terhadap peningkatan kemampuan teknik, karena pendekatan ini memungkinkan pemain mempelajari gerakan dari tahap paling sederhana hingga tahapan kompleks secara terstruktur. Tahapan progresif membantu pemain mengembangkan koordinasi gerak, kontrol tubuh, konsistensi teknik, serta adaptasi motorik yang lebih optimal. Selain itu, peningkatan intensitas latihan secara bertahap terbukti mampu memperkuat otot dan meningkatkan efisiensi gerakan, sehingga power pukulan bertambah tanpa mengorbankan akurasi. Secara keseluruhan, latihan progresif terbukti menjadi metode pembelajaran yang efektif, aman, dan relevan untuk diterapkan pada pemain pemula maupun siswa sekolah
Tingkat Kepercayaan Diri Atlet BK Karate Karawang Ilaika Al Quratu Aini; Muhamad Abbas; Berlian Agatha Silalahi; Moh. Supriyadi; Aprillia Wulan Utari; Rezka Masturah; Vismaia Nur Fitriani; Mohamad Rifky Anugrah Pratama
Jurnal Olahraga Kebugaran dan Rehabilitasi (JOKER) Vol 5 No 2 (2025): Jurnal Olahraga Kebugaran dan Rehabilitasi (JOKER)
Publisher : Universitas Singaperbangsa Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35706/joker.v5i2.13517

Abstract

Kepercayaan diri merupakan salah satu faktor psikologis yang berperan penting dalam menunjang performa atlet, khususnya pada cabang olahraga bela diri seperti karate yang menuntut kesiapan fisik, mental, dan emosional secara optimal. Atlet dengan tingkat kepercayaan diri yang baik cenderung mampu mengontrol emosi, mengambil keputusan dengan tepat, serta menampilkan performa terbaik saat latihan maupun pertandingan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tingkat kepercayaan diri atlet karate BK Karawang berdasarkan hasil observasi dan pengisian instrumen psikologis. Subjek dalam penelitian ini berjumlah delapan atlet karate BK Karawang, yang terdiri dari empat atlet yang lolos seleksi BK (dua atlet laki-laki dan dua atlet perempuan) serta empat atlet lainnya sebagai pembanding. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi langsung dan pengisian angket kepercayaan diri yang terdiri dari 15 butir pernyataan. Data yang diperoleh kemudian dianalisis menggunakan statistik deskriptif dengan bantuan perangkat lunak SPSS, meliputi nilai rata-rata (mean), standar deviasi, nilai minimum, dan nilai maksimum pada setiap item pernyataan. Hasil analisis menunjukkan bahwa secara umum atlet karate BK Karawang memiliki tingkat kepercayaan diri yang berada pada kategori sedang hingga tinggi. Atlet yang lolos seleksi BK cenderung menunjukkan nilai rata-rata kepercayaan diri yang lebih baik dibandingkan atlet yang belum lolos, baik pada aspek keyakinan terhadap kemampuan diri, ketenangan dalam menghadapi tekanan, maupun keberanian dalam mengambil keputusan saat bertanding. Meskipun demikian, masih ditemukan variasi tingkat kepercayaan diri antarindividu yang dipengaruhi oleh faktor pengalaman bertanding, dukungan lingkungan, dan kesiapan mental. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa kepercayaan diri merupakan aspek psikologis yang perlu mendapatkan perhatian khusus dalam pembinaan atlet karate. Diperlukan program latihan mental yang terstruktur dan berkelanjutan agar kepercayaan diri atlet dapat terus ditingkatkan sehingga mampu menunjang pencapaian prestasi secara optimal.
Dampak Latihan Basic Movement Dan Lateral Cone Hops Terhadap Kelincahan Didik Purwanto; Rahmah Rahmah; Rayfal Fahmi Paturohman
Jurnal Olahraga Kebugaran dan Rehabilitasi (JOKER) Vol 6 No 1 (2026): Jurnal Olahraga Kebugaran dan Rehabilitasi (JOKER)
Publisher : Universitas Singaperbangsa Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35706/joker.v6i1.13547

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dampak latihan basic movement dan lateral cone hops terhadap kelincahan, dan perbedaan pengaruh latihan basic movement dan latihan lateral cone hops terhadap kelincahan. Jenis penelitian adalah deskriptif kuantitatif. Subjek penelitian ini 20 orang peserta didik di SMA N 1 Palu. Instrumen penelitian yang di guanakan adalah Uji Validitas, Reliabilitas, Normalitas, Homogenitas, dan Uji Hipotesis. Berdasarkan hasil analisis data dengan hasil yang valid, reliabel, normal, homogen, dan hipotesis Ha di terima, dapat diambil kesimpulan, yaitu Ada pengaruh latihan basic movement dan lateral cone hops terhadap kelincahan siswa bermain bulu tangkis sebesar 5.78% dan 5.68, dengan perbedaan sebesar 0.10 %.
Pengaruh Latihan Cone Drill Terhadap Kemampuan Dribbling Sepak Bola Pada Siswa SSB Al Kahfi Kebumen Usia 13 Tahun Akhmad Khamiduzulfa; Anisa Isna Khusnul Hotimah
Jurnal Olahraga Kebugaran dan Rehabilitasi (JOKER) Vol 6 No 1 (2026): Jurnal Olahraga Kebugaran dan Rehabilitasi (JOKER)
Publisher : Universitas Singaperbangsa Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35706/joker.v6i1.13548

Abstract

Cone drill merupakan salah satu bentuk aktifitas untuk melatih kelincahan. Kelincahan sangat penting dalam permainan sepak bola, terutama dalam teknik dribbling. Masih banyak siswa yang kurang menguasai teknik dribbling. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada pengaruh yang signifikan dari latihan cone drill untuk meningkatkan kemampuan dribbling siswa SSB Al-kahfi kebumen usia 13 tahun. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif dengan metode penelitian yaitu eksperimen, dimana peneliti memberikan treatment atau perlakuan. Sampel pada penelitian ini berjumlah 20 siswa ssb al kahfi kebumen usia 13 tahun yang diambil menggunakan purposive sampling. Instrumen yang digunkan adalah tes kemampuan menggiring bola (dribbling) untuk mengukur kenaikan skor pretes dan postest. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif, uji normalitas, uji homogenitas, dan uji hipotesis paired sample t-test. Hasil dari penelitian ini terdapat kenaikan yang signifikan dengan menunjukan kenaikan nilai rata-rata kemampuan dribbling dari 16,4945 detik pada pretest menjadi 15,7685 detik pada postest. Uji hipotesis menunjukan nilai signifikansi sebesar 0,000 (p < 0,05), yang berarti terdapat pengaruh yang signifikan dari latihan cone drill terhadap kemampuan dribbling sepak bola pada siswa ssb al kahfi kebumen usia 13 tahun. Dengan demikian, latihan cone drill dapat dijadikan sebagai bentuk latihan untuk meningkatkan kemapuan dribbling seseorang.
The Effect Of Tricep Extension Training On Improving Three Point Shooting In Basketball Athletes At SMA Negeri 8 Luwu Utara Andi Febi; Abdul Rahman; Esse Adinda Febrianti
Jurnal Olahraga Kebugaran dan Rehabilitasi (JOKER) Vol 6 No 1 (2026): Jurnal Olahraga Kebugaran dan Rehabilitasi (JOKER)
Publisher : Universitas Singaperbangsa Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35706/joker.v6i1.13550

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh latihan tricep extension terhadap peningkatan kemampuan three point shoot pada atlet bola basket di SMAN 8 Luwu Utara. Penelitian menggunakan pendekatan eksperimen dengan melibatkan seluruh populasi yang berjumlah 20 atlet melalui teknik total sampling. Analisis data dilakukan menggunakan statistik inferensial dengan terlebih dahulu memenuhi uji prasyarat berupa uji normalitas dan homogenitas. Selanjutnya, pengujian hipotesis dilakukan menggunakan uji-t untuk mengetahui signifikansi pengaruh perlakuan yang diberikan. Hasil analisis menunjukkan bahwa kelompok atlet yang diberikan latihan tricep extension mengalami peningkatan kemampuan three point shoot yang cukup signifikan, ditandai dengan rata-rata skor awal sebesar 3,3000 meningkat menjadi 6,6000, dengan selisih peningkatan sebesar 3,3000. Sebaliknya, kelompok yang tidak diberikan perlakuan hanya menunjukkan perubahan yang sangat kecil, dari rata-rata 3,7000 menjadi 3,4000 dengan selisih sebesar 0,3000. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa latihan tricep extension memberikan pengaruh yang lebih efektif dalam meningkatkan kemampuan three point shoot dibandingkan dengan kelompok yang tidak mendapatkan perlakuan. Temuan ini mengindikasikan bahwa penguatan otot trisep berkontribusi signifikan terhadap performa tembakan jarak jauh pada atlet bola basket.
Perbandingan Nilai Vo₂Max Antara Kelompok Indeks Massa Tubuh (IMT) Normal Dan Tidak Normal Yadi Jayadilaga; Meliana Handayani
Jurnal Olahraga Kebugaran dan Rehabilitasi (JOKER) Vol 6 No 1 (2026): Jurnal Olahraga Kebugaran dan Rehabilitasi (JOKER)
Publisher : Universitas Singaperbangsa Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35706/joker.v6i1.13554

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan nilai VO₂max antara kelompok IMT normal dan tidak normal. Kelebihan berat badan sering dihubungkan dengan tingkat kebugaran yang rendah. VO₂max merupakan indikator utama kebugaran kardiorespirasi yang mencerminkan kemampuan tubuh dalam mengonsumsi oksigen secara maksimal saat aktivitas fisik. Penelitian ini merupakan penelitian komparatif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel sebanyak 24 responden yang memenuhi kriteria inklusi, jenis kelamin laki-laki, usia 18-25 tahun, kondisi sehat, sesuai kategori IMT dan bersedia menjadi responden. Instrumen penelitian yaitu timbangan berat badan (kg), stadiometer (cm) untuk menghitung IMT dan beep test untuk mengukur nilai VO2max. Teknik analisis data menggunakan Mann-Whitney U test. Hasil uji Mann-Whitney menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan yang signifikan nilai VO₂max antara kelompok IMT normal dan tidak normal (p = 0,642). Nilai mean difference sebesar 0,800 menunjukkan bahwa selisih rata-rata antar kelompok relatif kecil. Selain itu, rentang confidence interval 95% (-2,60 hingga 4,00) mencakup angka nol, yang semakin menegaskan bahwa perbedaan tersebut tidak signifikan secara statistik. Nilai effect size sebesar -0,0799 juga menunjukkan bahwa kekuatan perbedaan antar kelompok sangat lemah atau hampir tidak ada. Kesimpulan tidak terdapat perbedaan signifikan nilai VO₂max antara kelompok IMT normal dan tidak normal.
Hubungan Tingkat Aktivitas Fisik Dengan Kemampuan Motorik Siswa Sekolah Dasar Muhammad Ivan Miftahul Aziz; Andi Febi
Jurnal Olahraga Kebugaran dan Rehabilitasi (JOKER) Vol 6 No 1 (2026): Jurnal Olahraga Kebugaran dan Rehabilitasi (JOKER)
Publisher : Universitas Singaperbangsa Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35706/joker.v6i1.13555

Abstract

Aktivitas fisik berperan penting dalam perkembangan kemampuan motorik anak, namun pada siswa sekolah dasar tingkat aktivitas fisik, khususnya intensitas sedang hingga tinggi, masih belum optimal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara tingkat aktivitas fisik dengan kemampuan motorik siswa sekolah dasar. Sampel berjumlah 90 siswa (45 laki-laki dan 45 perempuan) yang dipilih menggunakan proportional random sampling. Aktivitas fisik diukur menggunakan Accelerometer dan kemampuan motorik menggunakan Test of Gross Motor Development. Secara deskriptif, laki-laki memiliki nilai lebih tinggi pada moderate (62,8 ± 18,6 vs 54,2 ± 16,3), vigorous (28,6 ± 10,4 vs 21,5 ± 8,7), MVPA (91,4 ± 24,7 vs 75,7 ± 20,1), dan object control (43,2 ± 3,8 vs 40,2 ± 2,9). Terdapat perbedaan signifikan pada vigorous (t = 3,51; p = 0,001), MVPA (t = 3,34; p = 0,001), object control (t = 4,23; p < 0,001), dan total TGMD (t = 2,95; p = 0,004). Aktivitas fisik berkorelasi positif dengan kemampuan motorik, terutama vigorous dengan object control (r = 0,521; p < 0,001). Regresi menunjukkan vigorous sebagai prediktor terkuat (β = 0,332; p = 0,001) dengan kontribusi 21,3% (R² = 0,213). Disimpulkan bahwa aktivitas fisik intensitas sedang hingga tinggi meningkatkan kemampuan motorik siswa sekolah dasar.
Rugby Pengaruh Latihan Olahraga Rugby terhadap Peningkatan Kelincahan (Agility) dan Koordinasi Motorik Pada Atlet Pemula Rugby Spartan di Jakarta : Olahraga Rugby Siti Bainingrum; Siti Jubaedah; Andre Fiksi Gumilang
Jurnal Olahraga Kebugaran dan Rehabilitasi (JOKER) Vol 6 No 1 (2026): Jurnal Olahraga Kebugaran dan Rehabilitasi (JOKER)
Publisher : Universitas Singaperbangsa Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35706/joker.v6i1.13556

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh program latihan rugby terstruktur salaam 8 minggu terhadap peningkatakan kelincahan dan koordinasi motorik pada atlet pemula. Penelitian kuantitatif ini menggunakan desain quasi-experimental pre-test post-test terhadap 24 atlet pemula Rugby Spartan Jakarta (usia 15 – 20 tahun). Instrument yang digunakakan meliputi Illinois Agility Test (IAT), Alternate Hand Wall Toss Test (AHWTT) dan Three Ball Juggling Test (3BJT). Data dianalsis menggunakan Paired Sempel t-test dan Cohen’s d untuk mengukur effect size. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan yang signifikan pada seluruh variabel (p < 0,05). Rata-rata waktu IAT membaik sebesar 11,68% (-2,32 detik), skor AHWTT meningkat 23,01% (+5,16 tangkapan), dan 3BJT meningkat 23,66% (+9,17 skor). Nilai effect size menunjukkan dampak yang besar (d > 0,8) untuk ketiga instrumen. Ditemukan korelasi positif yang kuat antara peningkatan kelincahan dan koordinasi motorik (r = 0,681 – 0,793). Program latihan rugby selama 8 minggu efektif secara signifikan dalam meningkatkan kemampuan fisik dasar atlet pemula dan dapat diadopsi sebagai modul pembinaan standar.
Analisis Cidera Pemain Persebata: Penyebab, Tipe dan Upaya Pemulihan Di Liga 3 Nusantara 2025 Rizki Mubaraq; Rifki Rosad; Deden Akbar Izzuddin
Jurnal Olahraga Kebugaran dan Rehabilitasi (JOKER) Vol 6 No 1 (2026): Jurnal Olahraga Kebugaran dan Rehabilitasi (JOKER)
Publisher : Universitas Singaperbangsa Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35706/joker.v6i1.13557

Abstract

AbstrakCedera merupakan hal yang tidak dapat diprediksi kapan akan terjadi dalam kegiatan olahraga sepak bola, mulai dari masa persiapan hingga masa pertandingan atau liga. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis cedera yang dialami oleh pemain Persebata pada masa persiapan liga sampai kompetisi yang berlangsung dari pertengahan September 2025 hingga awal Februari 2026. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif studi kasus. Sampel untuk penelitian ini berjumlah 30 orang, yang merupakan seluruh pemain Persebata di Liga 3 Nusantara. Data diambil dari proses pendataan pribadi selama masa persiapan sampai masa pertandingan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat beberapa jenis cedera yang dialami pemain, mulai dari cedera pergelangan kaki, cedera pergelangan tangan, benturan pinggang, benturan tulang kering, benturan di dada, benturan di punggung kaki, cedera telapak kaki, cedera selangkangan, cedera meniskus, cedera paha depan, hingga cedera paha belakang. Sebagian besar cedera terjadi pada tubuh bagian bawah atau tungkai. Cedera-cedera ini muncul karena berbagai macam kondisi, seperti lapangan yang keras, benturan antar pemain, maupun kesalahan tumpuan saat berlari atau melompat. Upaya pemulihan yang dapat dilakukan terhadap cedera-cedera tersebut yaitu dengan menerapkan metode RICE (Rest, Ice, Compression, Elevation), melakukan ice bath, menjalani fisioterapi, dan mendapatkan pijat (massage). Dengan demikian, penanganan cedera yang cepat dan tepat sangat diperlukan untuk mempercepat pemulihan pemain ABSTRACT Injuries are unpredictable events that can occur at any time in the sport of football, from the preparation period to the match or league period. This study aims to analyze the injuries experienced by Persebata players during the league preparation period up to the competition, which took place from mid-September 2025 to early February 2026. The research method used is a case study - qualitative. The sample for this study consisted of 30 individuals, representing all Persebata players in Liga 3 Nusantara. Data were collected through personal documentation processes during the preparation period through the match period. The results showed that there were several types of injuries experienced by the players, including ankle sprains, wrist injuries, hip contusions, shin contusions, chest contusions, instep contusions, foot sole injuries, groin injuries, meniscus injuries, quadriceps injuries, and hamstring injuries. Most injuries occurred in the lower body or limbs. These injuries arose due to various conditions, such as hard playing fields, collisions between players, and improper footing while running or jumping. Recovery efforts that can be undertaken for these injuries include applying the RICE method (Rest, Ice, Compression, Elevation), taking ice baths, undergoing physiotherapy, and receiving massage. Therefore, quick and appropriate injury management is essential to accelerate player recovery.

Page 11 of 12 | Total Record : 118