cover
Contact Name
Deden Akbar Izzuddin
Contact Email
deden.akbar@fikes.unsika.ac.id
Phone
+6281289178630
Journal Mail Official
jokerikor@unsika.ac.id
Editorial Address
Editorial Office Jurnal Olahraga Kebugaran dan Rehabilitasi (JOKER) Program Studi Ilmu Keolahragaan Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Singaperbangsa Karawang Jl. Lingkar Tanjungpura, Desa Margasari, Kecamatan Karawang Timur, Kab. Karawang Website: https://jhs.unsika.ac.id/index.php/joker/index Email: jokerikor@unsika.ac.id
Location
Kab. karawang,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Olahraga Kebugaran dan Rehabilitasi (JOKER)
ISSN : 2776392     EISSN : 27980928     DOI : https://doi.org/10.35706/joker.v1i2
Core Subject :
Fokus Jurnal Olahraga Kebugaran dan Rehabilitasi (JOKER) pada kajian dan penelitian di bidang keolahragaan, berfokus pada bidang-bidang olahraga Non Pendidikan diantaranya: Filsafat Olahraga, Sejarah Olahraga, Pedagogi Olahraga, Psikologi Olahraga, Sosiologi Olahraga, Biomekanika Olahraga dan Kedokteran Olahraga. Ruang Lingkup Mengikuti perkembangan bidang teori lain yang menjadi Ruang lingkup pada Jurnal Olahraga Kebugaran dan Rehabilitasi (JOKER) ini diantaranya: Bidang teori lain yang bersifat spesifik : Belajar Gerak (Motor Learning), Perkembangan Gerak (Motor Development), Teori Bermain (Play Theory), Teori Gerak (Movement Theory) dan Teori Latihan (Training and Coaching Theory); Sedang Berkembang: Manajemen Olahraga, Infrastruktur Olahraga, Industri Olahraga, Komunikasi dan Media Massa Olahraga, Ekonomi Olahraga (Sport Economy), Hukum Olahraga (Sport Law), Politik Olahraga (Sport Politics) dan Teknologi Olahraga (Sports Engineering) Disiplin ilmu olahraga yang meliputi jenis-jenis atau cabang-cabang olahraga yang sudah berkembang dipertandingkan secara professional maupun amatir dan baik di level Olimpiade, Asean Games, Sea Games dan PON (Pekan Olahraga Nasional) maupun ditingkat daerah diantaranya: Atletik, Gymnastic, Renang, Panahan, Dayung, Petanque, Sepakbola/Futsal, Basket, Bola Voli, Bulu Tangkis, Tenis, Pencak Silat, Karate, Taekwondo, Judo, Gulat, dst.
Arjuna Subject : -
Articles 118 Documents
Hubungan Aktivitas Fisik, Indeks Massa Tubuh dan Kebugaran Jasmani Pada Siswa SMP Negeri 13 Makassar Irvan Irvan; Andi Sahrul Jahrir
Jurnal Olahraga Kebugaran dan Rehabilitasi (JOKER) Vol 6 No 1 (2026): Jurnal Olahraga Kebugaran dan Rehabilitasi (JOKER)
Publisher : Universitas Singaperbangsa Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35706/joker.v6i1.13558

Abstract

Penurunan tingkat kebugaran jasmani pada remaja menjadi permasalahan yang semakin meningkat seiring dengan perubahan gaya hidup yang cenderung kurang aktif serta meningkatnya perilaku sedentary. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan aktivitas fisik, indeks massa tubuh (IMT), dan kebugaran jasmani pada siswa di SMP Negeri 13 Makassar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Sampel penelitian berjumlah 98 siswa yang diambil menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen yang digunakan meliputi kuesioner International Physical Activity Questionnaire (IPAQ) untuk mengukur aktivitas fisik, pengukuran tinggi dan berat badan untuk menentukan IMT, serta Tes Kebugaran Jasmani Indonesia (TKJI) untuk mengukur kebugaran jasmani. Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif yang signifikan antara aktivitas fisik dengan kebugaran jasmani (r = 0,721; p = 0,000), serta hubungan negatif yang signifikan antara IMT dengan kebugaran jasmani (r = -0,538; p = 0,000). Selain itu, hasil analisis regresi menunjukkan bahwa aktivitas fisik dan IMT secara simultan berpengaruh signifikan terhadap kebugaran jasmani (R = 0,782; R Square = 0,611; Adjusted R Square = 0,603; p = 0,000). Secara parsial, aktivitas fisik memiliki pengaruh positif (β = 0,598; t = 7,680; p = 0,000), sedangkan IMT memiliki pengaruh negatif (β = -0,312; t = -4,070; p = 0,000) terhadap kebugaran jasmani. Penelitian ini menunjukkan bahwa aktivitas fisik dan IMT merupakan faktor yang berhubungan dan berkontribusi terhadap kebugaran jasmani siswa. Siswa dengan aktivitas fisik yang tinggi dan IMT yang normal cenderung memiliki tingkat kebugaran jasmani yang lebih baik.
Pengaruh Exercise self-efficacy terhadap Aktivitas Fisik Mahasiswa : Analisis Perbedaan Gender Muhammad Ivan Miftahul Aziz; Andi Sahrul Jahrir
Jurnal Olahraga Kebugaran dan Rehabilitasi (JOKER) Vol 6 No 1 (2026): Jurnal Olahraga Kebugaran dan Rehabilitasi (JOKER)
Publisher : Universitas Singaperbangsa Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35706/joker.v6i1.13559

Abstract

Aktivitas fisik mahasiswa cenderung rendah akibat perubahan gaya hidup dan tuntutan akademik, sehingga diperlukan kajian terhadap faktor psikologis yang memengaruhinya, salah satunya exercise self-efficacy. Selain itu, perbedaan gender diduga turut memengaruhi hubungan antara self-efficacy dan aktivitas fisik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh exercise self-efficacy terhadap aktivitas fisik mahasiswa serta menguji peran gender sebagai variabel moderator. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional pada 117 mahasiswa PJKR FIK UNM yang dipilih melalui stratified random sampling. Instrumen yang digunakan adalah Exercise self-efficacy Scale (ESES) dan International Physical Activity Questionnaire (IPAQ). Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan signifikan berdasarkan gender pada exercise self-efficacy (t = 2,12; p = 0,036) dan aktivitas fisik (t = 2,45; p = 0,016). Hasil analisis regresi menunjukkan bahwa exercise self-efficacy berpengaruh signifikan terhadap aktivitas fisik (β = 0,48; t = 5,82; p < 0,001; R² = 0,23). Selain itu, hasil analisis moderasi menunjukkan bahwa interaksi antara exercise self-efficacy dan gender signifikan (β = 0,21; t = 2,05; p = 0,042) dengan peningkatan koefisien determinasi menjadi R² = 0,29. Disimpulkan bahwa exercise self-efficacy berpengaruh terhadap aktivitas fisik mahasiswa, dan gender berperan sebagai variabel moderator dalam hubungan tersebut.
Hubungan Antara Status Gizi Dan Aktivitas Fisik Dengan Keterampilan Motorik Wahyana Wahid; Arimbi Arimbi; Andi Miftahul Jannah; A Ine Aprilia Damai
Jurnal Olahraga Kebugaran dan Rehabilitasi (JOKER) Vol 6 No 1 (2026): Jurnal Olahraga Kebugaran dan Rehabilitasi (JOKER)
Publisher : Universitas Singaperbangsa Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35706/joker.v6i1.13561

Abstract

Keterampilan motorik merupakan komponen penting dalam menunjang kemampuan individu menjalankan aktivitas sehari-hari secara efektif. Tingkat keterampilan ini dipengaruhi oleh berbagai faktor, di antaranya aktivitas fisik dan status gizi. Aktivitas fisik yang dilakukan secara teratur serta asupan nutrisi yang seimbang berperan dalam mendukung kualitas gerak seseorang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara status gizi dan aktivitas fisik terhadap keterampilan motorik pada mahasiswa. Penelitian menggunakan desain korelasional dengan subjek mahasiswa semester 5 Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Makassar sebanyak 30 orang. Status gizi diukur menggunakan indeks massa tubuh (IMT), aktivitas fisik menggunakan kuesioner PAQ-C, dan keterampilan motorik diukur melalui tes keseimbangan, koordinasi, kelincahan, dan kecepatan. Analisis data menggunakan korelasi gamma dan regresi ordinal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara status gizi maupun aktivitas fisik dengan keterampilan motorik. Namun, secara simultan kedua variabel memberikan kontribusi sebesar 83,1% terhadap keterampilan motorik.
Pengaruh Metode Drill Terhadap Akurasi Sunback Smash Siswa Ekstrakurikuler Sepak Takraw MTS Penajung Luthfi Nur Rifangi; Anisa Isna Khusnul Hotimah
Jurnal Olahraga Kebugaran dan Rehabilitasi (JOKER) Vol 6 No 1 (2026): Jurnal Olahraga Kebugaran dan Rehabilitasi (JOKER)
Publisher : Universitas Singaperbangsa Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35706/joker.v6i1.13562

Abstract

Metode drill merupakan salah satu metode latihan yang efektif dalam meningkatkan kemampuan salah satu teknik dasar sepak takraw. Sunback smash sebagai sebuah teknik penting dalam perolehan poin permainan sepak takraw memerlukan sebuah akurasi. Siswa ekstrakurikuler sepak takraw MTs Penajung masih perlu peningkatkan teknik dasar sunback smash menggunakan metode yang tepat agar akurasi yang dihasilkan menjadi lebih baik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana metode drill berpengaruh pada akurasi smash sunback siswa yang berpartisipasi dalam aktivitas ekstrakurikuler. Penelitian ini memanfaatkan desain one grup pretest-posttest dengan sampel sebanyak dua puluh peserta. Sebelum dan sesudah latihan drill, akurasi diukur dengan Tes Akurasi Smash. Untuk melakukan analisis data, digunakan Paired Sample T-Test. Hasil penelitian menunjukan adanya peningkatan yang signifikan pada tingkat akurasi smash setelah diberikan program latihan drill. Rata-rata nilai akurasi meningkat dari 28,3 pada pretest, menjadi 33,1 pada posttest. Uji Paired Sample T-Test menghasilkan nilai signifikansi 0,001 (<0,05), yang menunjukan adanya perbedaan yang signifikan antara nilai akurasi sebelum dan sesudah latihan. Dengan demikian, latihan menggunakan metode drill terbukti berpengaruh dalam peningkatan akurasi siswa ekstrakurikuler sepak takraw.
Peningkatan Kemampuan Gerak Lay Up Mahasiswa Menggunakan Metode Pembelajaran Berbasis Video Agus Sutriawan; Muhammad Akbar Syafruddin
Jurnal Olahraga Kebugaran dan Rehabilitasi (JOKER) Vol 6 No 1 (2026): Jurnal Olahraga Kebugaran dan Rehabilitasi (JOKER)
Publisher : Universitas Singaperbangsa Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35706/joker.v6i1.13566

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh metode pembelajaran berbasis video terhadap peningkatan kemampuan gerak lay up mahasiswa Program Studi Pendidikan Jasmani, Kesehatan, dan Rekreasi Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Makassar. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan teknik lay up mahasiswa yang disebabkan oleh kurang efektifnya metode pembelajaran konvensional dalam membantu mahasiswa memahami gerakan secara detail. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis quasi experiment melalui desain one group pre-test dan post-test design. Sampel penelitian berjumlah 43 mahasiswa yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Instrumen penelitian menggunakan tes kemampuan gerak lay up, sedangkan analisis data dilakukan menggunakan statistik deskriptif dan uji t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata pre-test sebesar 5,60 meningkat menjadi 8,70 pada post-test dengan selisih mean sebesar 3,093 dan nilai signifikansi 0,000 < 0,05. Hasil tersebut menunjukkan bahwa metode pembelajaran berbasis video memberikan pengaruh yang signifikan terhadap peningkatan kemampuan gerak lay up mahasiswa. Dengan demikian, metode pembelajaran berbasis video dapat digunakan sebagai alternatif pembelajaran yang efektif untuk meningkatkan keterampilan teknik bola basket, khususnya kemampuan gerak lay up mahasiswa.
Aktifitas Olahraga Masyarakat Kota Makassar Ditinjau dari Segi Usia Muhammad Akbar Syafruddin; Agus Sutriawan
Jurnal Olahraga Kebugaran dan Rehabilitasi (JOKER) Vol 6 No 1 (2026): Jurnal Olahraga Kebugaran dan Rehabilitasi (JOKER)
Publisher : Universitas Singaperbangsa Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35706/joker.v6i1.13567

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas olahraga masyarakat di Makassar ditinjau dari segi usia. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian deskriptif yang melibatkan 170 responden dari kelompok usia anak-anak, remaja, dewasa, dan lansia. Pengambilan sampel dilakukan menggunakan teknik stratified random sampling, sedangkan pengumpulan data menggunakan angket mengenai frekuensi, durasi, intensitas, dan jenis olahraga yang dilakukan masyarakat. Analisis data dilakukan secara deskriptif melalui distribusi frekuensi dan persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelompok anak-anak dan remaja memiliki tingkat aktivitas olahraga yang lebih tinggi dibandingkan kelompok dewasa dan lansia. Jenis olahraga yang dominan dilakukan anak-anak adalah sepak bola dan permainan tradisional, remaja cenderung memilih futsal, bola basket, dan voli, kelompok dewasa lebih banyak melakukan jogging dan fitness, sedangkan lansia didominasi aktivitas jalan santai dan senam ringan. Hasil pembahasan menunjukkan bahwa aktivitas olahraga masyarakat dipengaruhi oleh faktor usia, kondisi fisik, lingkungan sosial, gaya hidup, dan ketersediaan fasilitas olahraga. Penelitian ini menyimpulkan bahwa semakin bertambah usia seseorang maka kecenderungan aktivitas olahraga mengalami penurunan, sehingga diperlukan program olahraga yang sesuai dengan karakteristik setiap kelompok usia untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam aktivitas fisik dan mewujudkan pola hidup sehat. Kata Kunci: Aktifitas, Olahraga, Masyarakat, Usia
Analisis Komparatif Biomekanika Renang Gaya Bebas dan Gaya Dada Jarak 25 Meter Muhamad Baidhowi Primadi; Darul Husnul
Jurnal Olahraga Kebugaran dan Rehabilitasi (JOKER) Vol 6 No 1 (2026): Jurnal Olahraga Kebugaran dan Rehabilitasi (JOKER)
Publisher : Universitas Singaperbangsa Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35706/joker.v6i1.13568

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan performa biomekanika gaya renang bebas dan gaya dada pada jarak 25 meter melalui analisis waktu tempuh sebagai indikator efisiensi gerak. Studi ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan 46 mahasiswa Ilmu Keolahragaan sebagai subjek penelitian. Setiap subjek melakukan renang gaya bebas dan gaya dada sejauh 25 meter, dan waktu tempuh diukur menggunakan stopwatch presisi. Hasil menunjukkan bahwa gaya bebas memiliki rata-rata waktu tempuh sebesar 22,71 detik (SD = 7,74), sedangkan gaya dada sebesar 33,82 detik (SD = 9,58), dengan selisih rata-rata 11,11 detik. Hasil ini mengindikasikan bahwa gaya bebas secara signifikan lebih efisien dalam menghasilkan kecepatan renang pada jarak pendek. Dari perspektif biomekanika, efisiensi gaya bebas dipengaruhi oleh panjang tarikan (stroke length) yang lebih besar, rendahnya hambatan frontal, serta pola gerakan yang mendukung fase propulsi berkelanjutan. Sebaliknya, gaya dada menunjukkan variabilitas teknik yang lebih tinggi, serta fase recovery yang lebih lambat, yang menyebabkan penurunan efisiensi. Penelitian ini memberikan implikasi bagi pelatih dan pengajar dalam merancang strategi pelatihan teknik yang disesuaikan dengan karakteristik biomekanika masing-masing gaya renang, khususnya untuk meningkatkan performa pada nomor jarak pendek.
Pengaruh Stretching Statis dan Dinamis terhadap Nyeri Leher Remaja Putri Anggita Ghina Safitri; Fiqi Widyawati; Young Ari Kusworo; Azizah Rahmawati
Jurnal Olahraga Kebugaran dan Rehabilitasi (JOKER) Vol 6 No 1 (2026): Jurnal Olahraga Kebugaran dan Rehabilitasi (JOKER)
Publisher : Universitas Singaperbangsa Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35706/joker.v6i1.13571

Abstract

Latar Belakang: Nyeri leher merupakan keluhan muskuloskeletal yang sering dialami remaja putri akibat penggunaan gadget dalam waktu lama, postur tubuh buruk, serta rendahnya aktivitas fisik. Penanganan non-farmakologis seperti stretching perlu dikembangkan sebagai alternatif intervensi yang mudah dan aman. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh stretching statis dan stretching dinamis terhadap nyeri leher pada remaja putri serta membandingkan efektivitas kedua metode tersebut. Metode: Penelitian menggunakan desain quasi eksperimental dengan pendekatan pretest-posttest two group design. Sampel berjumlah 34 remaja putri usia 10-19 tahun yang mengalami nyeri leher, dibagi menjadi dua kelompok: kelompok stretching statis (n=17) dan kelompok stretching dinamis (n=17). Intervensi diberikan 3 kali seminggu selama 1 bulan (total 12 kali pertemuan). Pengukuran nyeri menggunakan Visual Analog Scale (VAS). Analisis data menggunakan uji Wilcoxon dan Mann-Whitney. Hasil: Uji Wilcoxon menunjukkan kedua kelompok mengalami penurunan nyeri yang signifikan (p=0,000). Pada kelompok stretching statis, rata-rata skor nyeri menurun dari 4,76 menjadi 0,53 dengan tingkat kesembuhan total 76,5%. Pada kelompok stretching dinamis, rata-rata skor nyeri menurun dari 4,71 menjadi 1,06 dengan tingkat kesembuhan total 52,9%. Uji Mann-Whitney menunjukkan tidak ada perbedaan signifikan antara kedua kelompok (p=0,133 > 0,05). Kesimpulan: Stretching statis dan dinamis sama-sama efektif menurunkan nyeri leher pada remaja putri. Stretching statis cenderung memberikan hasil klinis yang lebih unggul dan direkomendasikan sebagai intervensi pilihan utama.

Page 12 of 12 | Total Record : 118