cover
Contact Name
AGROINOTEK
Contact Email
agroinotek@ub.ac.id
Phone
+628573259811108584345594
Journal Mail Official
agroinotek@ub.ac.id
Editorial Address
Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya Jalan Veteran Kota Malang, Jawa Timur, 65140
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
AGROINOTEK
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : 27743357     EISSN : 27743357     DOI : https://doi.org/10.21776/ub.agroinotek
Core Subject :
The scope of AGROINOTEK includes, but is not limited to, Agroecology, Agrotechnology, Agribusiness, Agricultural Economics, Agricultural Sociology, Agricultural Communication and Extension, Forestry, Appropriate Technology, as well as other relevant interdisciplinary fields. The journal welcomes original research articles, case studies, and critical review papers that make significant contributions to the advancement of knowledge, methodologies, and practical applications.
Arjuna Subject : -
Articles 5 Documents
Search results for , issue "vol. 1 no. 2 (2020)" : 5 Documents clear
Pupuk organik dan mikoriza untuk memperbaiki pertumbuhan dan produksi tomat Nur Fateha, Riska; Ilhaminnur, Bait; Rani Wandansari, Niken
AGROINOTEK Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2020)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh jenis pupuk organik dan mikoriza terhadap pertumbuhan tanaman dan produksi buah tomat, serta kandungan hara tanah pada berbagai interval penyiraman. Penelitian dilaksanakan di Green House Polbangtan Malang pada bulan Juli sampai dengan November 2019, menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) faktorial dengan perlakuan kombinasi jenis pupuk organik dan interval penyiraman, setiap perlakuan diulang tiga kali. Jenis pupuk organik yang digunakan yaitu: P1 (kompos kaliandra), P2 (kompos eceng gondok dan pahitan), P3 (kompos jerami dan kotoran sapi) dan P4 (vermikompos), sebagai kontrol adalah tanpa kompos (K). Interval penyiraman: 1, 3 dan 7 hari sekali (I1, I2 dan I3). Dosis mikoriza sebesar 2 gr/tanaman, sedangkan pupuk organik 160 gr / tanaman. Berdasarkan hasil penelitian, interaksi antara pupuk organik dengan interval penyiraman tidak memberikan pengaruh nyata terhadap tinggi tanaman tomat, diameter batang, panjang akar, awal berbunga, diameter buah, jumlah buah dan bobot buah segar, serta kandungan hara tanah. Interval penyiraman berpengaruh nyata terhadap semua parameter pengamatan. Penambahan pupuk organik dapat meningkatkan kandungan C-organik tanah sebesar 6.58 % dan P-tersedia sebesar 170.51 % dibandingkan dengan kontrol. Secara umum, produksi buah tomat yang paling tinggi diperoleh pada kombinasi perlakuan P2 (kompos eceng gondok dan pahitan) dan I1 (interval penyiraman 1 hari), yaitu sebesar 231 gr/ tanaman atau setara dengan produksi buah 7,22 ton/ha.
Bentuk lahan menentukan kesesuaian lahan dan produktivitas lahan di Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur Maghfiroh, Zeny Larasati Diyah; Tafakresnanto, Chendy
AGROINOTEK Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2020)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bentuk lahan mencerminkan karakteristik lahan, seperti material induk, kemiringan lereng, dan tanah sehingga dapat digunakan sebagai dasar evaluasi lahan untuk menentukan tingkat kemampuan dan kesesuaian lahan. Kesesuaian lahan merupakan gambaran kesesuaian tingkat atau potensi lahan untuk penggunaan lahan tertentu, termasuk penggunaan pertanian. Tingkat kesesuaian lahan ditentukan oleh faktor pembatas (kendala), sehingga tingkat kesesuaian lahan juga menunjukkan produktivitas lahan. Produktivitas lahan pertanian biasanya ditentukan dalam periode satu tahun, sehingga melibatkan pola rotasi tanaman dalam setahun. Penelitian tentang keterkaitan antara bentuk lahan, penggunaan lahan, kesesuaian lahan, dan produktivitas lahan dapat dilakukan dengan menggunakan metode Sistem Informasi Geografis (SIG) untuk menentukan penggunaan lahan yang direkomendasikan dan estimasi produktivitas lahan pada berbagai bentuk lahan. Penelitian dilakukan di Kecamatan Besuk dan Kecamatan Paiton, Kabupaten Probolinggo, Provinsi Jawa Timur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk lahan menentukan penggunaan lahan, dibuktikan dengan bentuk lahan aluvial dan vulkanik (79,76-94,76%) didominasi oleh penggunaan lahan “sawah” dan bentuk lahan laut (80,33%) didominasi oleh tambak. Produktivitas tanah yang tinggi ditunjukkan dengan tanah yang sangat cocok (S1) dan cocok untuk tanah (S2) pada bentuk lahan aluvial dan vulkanik. Bentuk lahan aluvial dan vulkanik dapat direkomendasikan sebagai "penggunaan lahan sawah" dengan komoditas padi-sawah, jagung, bawang merah, dan tembakau; sedangkan bentuk lahan laut dapat direkomendasikan sebagai “penggunaan lahan tambak”.
Analisis Kesesuaian Lahan Untuk Tanaman Palawija Di Wilayah Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur Yulianti, Novi Dwi; Maghfiroh, Zeny Larasati Dyah; Tafakresnanto, Chendy; Soemarno, Soemarno
AGROINOTEK Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2020)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bentuk lahan mencerminkan karakteristik bahan induk, kemiringan lereng, dan karakteristik tanah, sehingga dapat digunakan sebagai dasar evaluasi lahan untuk menentukan kesesuaian lahan bagi produksi tanaman pangan. Kelas kesesuaian lahan ditentukan oleh faktor pembatas (constraint), sehingga tingkat kesesuaian lahan juga menunjukkan produktivitas lahan. Produktivitas lahan pertanian biasanya didefinisikan dalam jangka waktu satu tahun, sehingga melibatkan pola rotasi tanaman dalam setahun. Evaluasi dan analisis terhadap integrasi bentuk lahan, penggunaan lahan, kesesuaian lahan, dan produktivitas lahan dapat dilakukan dengan menggunakan metode Sistem Informasi Geografis (SIG) untuk menentukan penggunaan lahan yang direkomendasikan dan estimasi produktivitas lahan pada berbagai bentuk lahan. Evaluasi dilakukan di Kabupaten Probolinggo, Provinsi Jawa Timur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa produktivitas lahan yang tinggi terdapat pada bentuk lahan Aluvial dan Vulkanik dengan kelas kesesuaian lahan untuk palawija yaitu S1 dan S2. Bentuk lahan Aluvial dan Vulkanik dapat digunakan untuk pengembangan jagung, bawang merah, dan tembakau; sedangkan bentuk lahan Marin untuk pengembangan tambak ikan.
Evaluasi Lahan Di Wilayah Kecamatan Sukowono Untuk Tanaman Tembakau (Nicotina tabacum) Maghfiroh, Zeny Larasati Diyah; Husada, Aldo Jetco; Soemarno, Soemarno
AGROINOTEK Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2020)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tanaman tembakau merupakan salah satu komoditas utama yang dibudidayakan di Kabupaten Sukowono. Sebagian besar penduduk di Kabupaten Sukowono merupakan petani tembakau. Evaluasi telah dilakukan hingga saat ini sebagai upaya peningkatan produktivitas dan mutu tembakau. Peningkatan produktivitas dan mutu tembakau sangat dipengaruhi oleh kondisi iklim dan karakteristik lahan. Dalam pengembangan lokasi penanaman, perlu diperhatikan kesesuaian karakteristik lahan pada areal penanaman dengan persyaratan tumbuh tanaman tembakau. Dalam menentukan lahan yang berpotensi untuk dijadikan lahan tembakau, salah satu caranya adalah dengan memanfaatkan Sistem Informasi Geografis (SIG) karena dapat mempermudah dalam mengetahui informasi mengenai suatu sumber daya lahan. Kegiatan evaluasi ini dilakukan untuk mengetahui potensi lahan di wilayah Kecamatan Sukowono Kabupaten Jember untuk tanaman tembakau. Sebaran spasial curah hujan di wilayah ini dilakukan dengan cara interpolasi data curah hujan tahunan rerata dari 3 stasiun pengukur hujan di lokasi. Kesesuaian curah hujan untuk pengembangan tanaman tembakau di wilayah ini berada pada kelas kesesuaian sangat sesuai (S1) atau faktor curah hujan di daerah penelitian bukan merupakan faktor pembatas bagi tanaman tembakau. Bulan kering di lokasi penelitian adalah 3 bulan, sehingga diperoleh kelas kesesuaian lahan aktual S1. Kelas kesesuaian iklim di lokasi penelitian jika dilihat dari aspek suhu diperoleh kelas kesesuaian iklim S1. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa lahan pertanian di Kecamatan Sukowono sangat sesuai untuk budidaya tanaman tembakau.
Analisis Kemantapan Agregat Tanah Lapisan Bawah (Subsoil) Di Kebun Kopi Robusta, Desa Bangelan, Kabupaten Malang Lutfi, M. Wasilul; Yumma, Alifia; Soemarno, Soemarno; Riyanto, Saniya Reizta
AGROINOTEK Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2020)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kualitas tanah dasar merupakan salah satu indikator keberhasilan pertumbuhan dan produksi tanaman kopi. Salah satu faktor pendukung kualitas tanah adalah sifat fisik tanah, terutama pada stabilitas agregat tanah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis tingkat stabilitas agregat tanah dan hubungan antara stabilitas agregat tanah dengan sifat fisik tanah dasar lainnya serta terhadap produktivitas tanaman kopi. Penelitian ini menggunakan metode survei lapangan dengan metode purposive soil sampling. Analisis stabilitas agregat tanah menggunakan metode wet sieving. Parameter dalam penelitian ini adalah stabilitas agregat tanah, porositas tanah, berat jenis, berat jenis, dan tekstur tanah berupa fraksi pasir, lanau dan liat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa stabilitas agregat tanah pada beberapa kelas umur tanam kopi dan kedalaman tanah yang berbeda memiliki nilai stabilitas agregat tanah yang berbeda, tetapi semuanya tergolong "Sangat stabil". Stabilitas agregat tanah memiliki hubungan yang signifikan dengan beberapa sifat fisik tanah lainnya seperti bulk density, porositas, fraksi liat dan fraksi lanau. Selain itu, stabilitas agregat tanah memiliki pengaruh yang signifikan terhadap produktivitas tanaman kopi.

Page 1 of 1 | Total Record : 5