cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Management of Aquatic Resources Journal (Maquares)
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : 27216233     DOI : -
Core Subject : Science,
Jurnal Management of Aquatic Resources diterbitkan oleh Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Departemen Sumberdaya Akuatik, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Diponegoro. Jurnal Management of Aquatic Resources menerima artikel-artikel mengenai bidang perikanan, manajemen sumberdaya perairan.
Arjuna Subject : -
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 10, No 2 (2023): MAQUARES" : 7 Documents clear
Karakteristik Hasil Tangkapan dan Pola Osmoregulasi Larva Ikan Sidat (Anguilla sp.) di Perairan Muara dan Bendung Kebasen Sungai Serayu Khasanah, Nurul; Anggoro, Sutrisno; Purnomo, Pujiono Wahyu
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) Vol 10, No 2 (2023): MAQUARES
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/marj.v10i2.28249

Abstract

Sesuai dengan Peraturan Daerah (Perda) No. 13 tahun 2018 tentang Rencana Zonasi Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil (RZWP3K) Provinsi Jawa Tengah, Sungai Serayu ditetapkan sebagai kawasan alur ruaya ikan Sidat yang perlu dilindungi. Keberhasilan hidup dari ikan Sidat di muara sungai Serayu sangat bergantung pada kelayakan kualitas air, khususnya salinitas, yang mempengaruhi ruaya dan osmoregulasi ikan. Tujuan dari penelitian ini yaitu mengetahui karakteristik hasil tangkapan dan pola osmoregulasi larva ikan Sidat di perairan Muara sungai Serayu serta mengetahui hambatan bendungan untuk ruaya ikan Sidat. Penelitian ini dilaksanakan selama tiga bulan yaitu pada bulan Oktober sampai Desember 2019. Larva Sidat yang masuk sungai Serayu yaitu Anguilla bicolor, Anguilla nebulosa, dan Anguilla marmorata. Pola osmoregulasi ikan Sidat di muara sungai Serayu berpola osmokonformer, dan Bendung Kebasen berpola hypoosmotic regulatory dengan Tingkat Kerja Osmotik (TKO) mendekati iso-osmotik (isosalinity) pada media dengan salinitas 0 – 7ppt dengan TKO sebesar 0,17 – 0,58 mOsm/l H2O, dan berpola regulasi hipo-osmotik (hyposmotic regulatory) pada media dengan salinitas 10 – 27ppt dengan nilai TKO sebesar 10,28 – 327, 86 mOsm/l H2O. Salah satu penghalang yang sangat efektif untuk menghentikan ruaya larva ikan Sidat yaitu adanya Bendung Kebasen.
Hubungan Kelimpahan Epifit ( Microalgae ) dengan Nitrat dan Fosfat pada Lamun ( Cymodocea Serrulata ) di Pulau Panjang, Jepara Banuaji, Heru; Widyorini, Niniek; Febrianto, Sigit
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) Vol 10, No 2 (2023): MAQUARES
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/marj.v10i2.28268

Abstract

Epifit merupakan organisme yang menempel pada lamun dan memiliki peran penting dalam daur hara, menyediakan perlindungan, penyedia pakan, dan sebagai bioindikator terhadap kerusakan ekosistem. Penelitian dilakukan pada bulan Juli 2019 di Pulau Panjang dan analisa data dilakukan di Laboratorium Pengelolaan Sumberdaya Ikan dan Lingkungan FPIK Undip. Penelitian dilakukan dengan mengambil sampel lamun untuk diambil epifitnya dan pengukuran kualitas perairan seperti kedalaman, kecerahan, pH, salinitas, kecepatan arus, nitrat, dan fosfat. Pengukuran pada variabel fisika adalah sebagai berikut, yaitu kedalaman perairan 30-126 cm, kecepatan arus 0,027-0,588 m/s, dan suhu 28-310C. Nilai kelimpahan epifit adalah 1180,54-5486,02 Individu/cm2 . Nilai keanekaragaman adalah 1,3-2,22. Nilai keseragaman 0,76- 0,97, dan nilai dominansi adalah 0,15-0,35. Hasil uji koefisien determinasi menunjukkan bahwa nitrat dan fosfat mempengaruhi kelimpahan epifit sebesar 9,1% sedangkan 90,9% di pengaruhi oleh faktor lain. Hubungan antara nitrat, fosfat dengan epifit lemah yaitu sebesar 30,2%. Hal ini berbeda dengan penelitian sebelumnya yang menunjukkan bahwa nitrat mempengaruhi kelimpahan epifit sebesar 97,3%, dan fosfat mempengaruhi kelimpahan epifit sebesar 82,02%.
Status Mutu Air Musim Penghujan Sungai Bah Bolon Segmen Kota Pematangsiantar, Sumatera Utara Simangunsong, Erica; Afiati, Norma; Haeruddin, Haeruddin
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) Vol 10, No 2 (2023): MAQUARES
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/marj.v10i2.31653

Abstract

Sungai Bah Bolon merupakan sungai terbesar di Kota Pematangsiantar. Sepanjang aliran sungai terdapat berbagai kegiatan seperti: aktivitas domestik dan industri, yang menyebabkan penurunan kualitas perairan. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui kondisi kualitas air sungai melalui pengujian konsentrasi parameter fisika dan kimia yang dibandingkan dengan baku mutu air menurut Peraturan Pemerintah Nomor 22 Tahun 2021 Tentang Penyelenggaraan Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, serta status pencemaran Sungai Bah Bolon berdasarkan Indeks Pencemaran (IP). Penelitian dilaksanakan pada bulan Januari - Februari 2021 di Sungai Bah Bolon, Pematangsiantar. Pengambilan sampel dilakukan pada 3 titik lokasi yaitu titik A, titik B dan titik C dengan 3 kali pengulangan. Variabel yang diuji secara in-situ meliputi pH, debit dan temperatur air, secara ex-situ meliputi: TSS, DO, COD, BOD dan fosfat serta melakukan analisis di Laboratorium PT. Radar Akurasi Kota Medan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kisaran konsentrasi peubah mutu air suhu adalah 24,3 – 27,2 ºC; pH 7,45 – 7,9; DO 6,19 – 7,24 mg/L; TSS 72 – 91 mg/L; COD 37,88 – 51,13 mg/L; BOD 2,14 – 3,82 mg/L dan fosfat 0,13 – 0,17 mg/L. Variabel kualitas air TSS, COD, dan BOD telah melebihi baku mutu Menurut Peraturan Pemerintah Nomor 22 Tahun 2021 Kelas II. Rasio BOD/COD yang diperoleh yaitu 0,04 – 0,09 mengindikasikan bahwa bahan pencemar bersifat non-biodegradable. Hasil perhitungan Indeks Pencemaran  Menurut Keputusan Menteri Lingkungan Hidup Nomor 115 Tahun 2003 menunjukkan bahwa Sungai Bah Bolon Segmen Pematangsiantar termasuk dalam kategori sungai tercemar ringan dengan nilai indeks pencemaran antara 1,55 – 1,96.
Kualitas Perairan Ditinjau dari Kelimpahan Bakteri Coliform di Sungai Banjir Kanal Barat, Semarang Utari, Erni Dwi; Widyorini, Niniek; Ayuningrum, Diah
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) Vol 10, No 2 (2023): MAQUARES
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/marj.v10i2.27910

Abstract

Sungai Banjir Kanal Barat merupakan salah satu sungai terbesar dan terpanjang yang ada di Semarang dan membelah kota Semarang. Banyaknya pemanfaatan yang dilakukan di sungai Banjir Kanal Barat dan semakin bertambahnya penduduk di sekitar sungai banjir Kanal Barat menyebabkan terjadinya penurunan kualitas perairan di sungai tersebut. Salah satu indikator penururnan kualitas perairan adalah adanya pencemaran di perairan yaitu bakteri Coliform. Bakteri Coliform adalah bakteri yang memiliki ciri-ciri berbentuk batang, termasuk dalam golongan bakteri gram negatif dan bakteri fakultatif aerobik. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui kelimpahan bakteri Coliform dan mengetahui kualitas perairan sungai Banjir Kanal Barat, Semarang berdasarkan kelimpahan bakteri Coliform. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Januari hingga Februari 2020. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode observasi dan teknik sampling yang digunakan yaitu simple random sampling, sedangkan untuk mengetahui kelimpahan bakteri Coliform menggunakan metode Most Probable Number (MPN). Hasil penelitian menunjukan bahwa kelimpahan bakteri Coliform dari keseluruhan stasiun sebanyak >110.000 MPN/100ml. Kelimpahan bakteri Coliform di sungai Banjir Kanal Barat, Semarang telah melampaui batas baku mutu menurut Peraturan Pemerintah Nomor 82 Tahun 2001, dan dapat dinyatakan bahwa sungai Banjir Kanal Barat, Semarang sudah tercemar bakteri Coliform. Melimpahnya bakteri Coliform di perairan akan menyebabkan gangguan pada biota air dan gangguan kesehatan pada manusia yang terkontaminasi bakteri ini.
Aspek Reproduksi Ikan Nila (Oreochromis niloticus) dan Ikan Tawes (Barbonymus gonionotus) di Perairan Waduk Jatibarang Kabupaten Semarang Adi, Faiz Prasetya; Widyorini, Niniek; Solichin, Anhar
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) Vol 10, No 2 (2023): MAQUARES
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/marj.v10i2.31648

Abstract

Waduk Jatibarang merupakan waduk yang berada di Semarang, Waduk Jatibarang terletak di kecamatan Gunung Pati yang meliputi Kelurahan Jatirejo dan Kandri, serta kecamatan Mijen yang meliputi Kelurahan Jatibarang dan Kedungpane. Ikan Nila dan Ikan Tawes merupakan ikan ekonomis penting yang memiliki harga cukup tinggi. Informasi mengenai Ikan Nila dan Ikan Tawes di Waduk Jatibarang masih terbatas sehingga diperlukan adanya penelitian lebih lanjut mengenai aspek biologi untuk mempertahankan kelimpahan stoknya di alam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aspek biologi Ikan Nila dan Ikan Tawes diantaranya meliputi struktur ukuran, nisbah kelamin, TKG, IKG, dan Fekunditas. Penelitian dilakukan secara survei dengan pengambilan sampel acak sistematis (systematic random sampling). Penelitian ini dilaksanakan pada Juli – Oktober 2020 dengan selang waktu pengambilan 2 kali di Waduk Jatibarang Semarang menggunakan alat tangkap surface gillnet dan pancing, jumlah yang didapatkan 60 ekor Ikan Nila dan 18 ekor Ikan Tawes. Pada penelitian ini yang diamati aspek biologinya. Panjang total Ikan Nila yang diperoleh antara 9,5 - 34,9 cm dan Ikan Tawes berkisar 11,2 - 18,9 cm. Nisbah kelamin Ikan Nila menunjukkan perbandingan 2 : 1, sedangkan Ikan Tawes menunjukkan perbandingan 17 : 1. Tingkat Kematangan Gonad Ikan Nila dikelompokkan menggunakan buku kunci Tingkat Kematangan Gonad (TKG), pada Ikan Tawes didapatkan Tingkat Kematangan Gonad hingga Perkembangan II. Hasil rata-rata IKG Ikan Nila Jantan sebesar 0,19%, sedangkan Ikan Nila Betina 1,09%. Pada Ikan Tawes Jantan didapatkan rata-rata IKG sebesar 0,96%, sedangkan Ikan Tawes Betina sebesar 4,79%. Fekunditas ikan Nila diperoleh berkisar antara 28 – 27.326 butir/individu.
Kajian Aspek Bio-Ekologi Sidat (Anguilla spp.) di Sungai Air Kungkai Kabupaten Seluma Bengkulu Fitrisyah, Yandi; Hartono, Dede; Purnama, Dewi
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) Vol 10, No 2 (2023): MAQUARES
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/marj.v10i2.29461

Abstract

Sidat (Anguilla spp.) merupakan ikan konsumsi yang memiliki nilai ekonomis penting baik untuk pasar lokal maupun luar negeri. Sidat merupakan salah satu jenis ikan yang potensial untuk dikembangkan budidaya. Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi hasil tangkapan sidat di sungai Air Kungkai Kabupaten Seluma, mengkaji aspek bio-ekologinya melalui hubungan tipologi sungai dengan jenis sidat yang ditemukan di Sungai Air Kungkai. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan cara observasi langsung di Sungai Air Kungkai Kabupaten Seluma. Pengumpulan sampel ikan sidat dan parameter parameter perairan dilakukan selama 3 hari penangkapan oleh nelayan sidat. Parameter perairan yang diukur yaitu kecepatan arus, kecerahan, salinitas, pH, suhu, dan substrat dasar perairan dilaksanakan pada bulan Agustus 2020. Dari hasil penelitian ditemukan 1 jenis sidat yaitu Anguilla bicolor bicolor yang termasuk ke dalam kategori sort finned el (bersirip pendek) dengan Anal Dorsal Length (ADL)/%Total Length(TL) 0,93-4,33. Perairan Sungai Air Kungai termasuk tipe perairan lentik. Kondisi parameter perairan di Sungai Air Kungkai masih optimum untuk habitat ikan sidat, yaitu suhu 26,1-28,8°C, salinitas, 0 ppt, pH 6,73-6,78, kecerahan 100%, kecepatan arus 4,1-7,4 cm/s, kedalaman 48-55 cm dan tipe substrat adalah lumpur berpasir Hasil perhitungan uji statistik chi square χ2 hitung > χ2 tabel maka tipe sungai  mempengaruhi jenis sidat yang ditemukan. Perairan Sungai Air Kungai termasuk tipe perairan lentik. 
Analisis Total Bakteri Pseudomonas sp pada Sampel Air Karamba Jaring Apung Nglonder Perairan Rawa Pening, Kabupaten Semarang Yurnaningsih, Dianti Eka; Widyorini, Niniek; Sabdaningsih, Aninditia
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) Vol 10, No 2 (2023): MAQUARES
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/marj.v10i2.28440

Abstract

Rawa Pening merupakan danau di Jawa Tengah yang memiliki peran penting bagi kelangsungan hidup masyarakat sekitar. Permasalahan utama yang terjadi di Rawa Pening hingga saat ini adalah adanya fenomena eutrofikasi akibat banyaknya masukan bahan organik dari berbagai sumber, salah satunya dari kegiatan budidaya ikan di karamba jaring apung (KJA). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelimpahan bakteri denitrifikasi, salah satunya yaitu kelompok Pseudomonas sp menggunakan media selektif Glutamate Starch Phenol (GSP) dan mengetahui parameter fisika-kimia perairan di kawasan KJA Rawa Pening. Penelitian ini berlangsung pada bulan Januari - Mei 2020, diawali dengan pengambilan sampel dan pengukuran parameter fisika dan kimia pada tanggal 23 Januari 2020. Perhitungan total bakteri dilakukan dengan metode Total Plate Count (TPC) dengan hasil berkisar antara 4,0 ×  cfu/mL hingga 3,8 ×  cfu/mL. Jumlah kelimpahan tertinggi berada di titik 2, yaitu titik yang berada di tengah-tengah kawasan karamba jaring apung (KJA). Hal ini berbanding lurus dengan hasil perhitungan nitrat dimana semakin tinggi kandungan nitrat maka kelimpahan bakteri juga semakin tinggi. Kandungan nitrat menunjukkan angka yang melebihi 0,2 mg/L, yaitu 1,17 – 1,60 mg/L sehingga berpotensi meningkatkan eutrofikasi. Hasil pengukuran parameter fisika-kimia pada perairan KJA Nglonder apabila dibandingkan dengan standar baku mutu PP No. 82 Tahun 2001 tentang Pengelolaan Kualitas Air dan Pengendalia menunjukkan bahwa variabel temperatur, kecerahan, kedalaman, pH, dan nitrat masih sesuai sedangkan nilai  DO berada di bawah standar baku mutu. 

Page 1 of 1 | Total Record : 7