cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Management of Aquatic Resources Journal (Maquares)
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : 27216233     DOI : -
Core Subject : Science,
Jurnal Management of Aquatic Resources diterbitkan oleh Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Departemen Sumberdaya Akuatik, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Diponegoro. Jurnal Management of Aquatic Resources menerima artikel-artikel mengenai bidang perikanan, manajemen sumberdaya perairan.
Arjuna Subject : -
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 11, No 2 (2024): MAQUARES" : 8 Documents clear
Beberapa Aspek Biologi Ikan Red Devil (Amphilophus labiatus) di Waduk Jatibarang, Semarang Sakti, Akbar Parasukma; Solichin, Anhar; Widyorini, Niniek
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) Vol 11, No 2 (2024): MAQUARES
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/marj.v11i2.31709

Abstract

Ikan red devil (Amphilophus labiatus) merupakan salah satu ikan yang terdapat di Waduk Jatibarang. Pengkajian aspek biologi ikan ini masih belum dilakukan di Waduk Jatibarang. Pengelolaan terhadap ikan red devil (Amphilophus labiatus) di Waduk Jatibarang penting untuk dilakukan. Penelitian bertujuan mengetahui beberapa aspek biologi melalui struktur ukuran, hubungan panjang berat, faktor kondisi, panjang pertama kali ikan tertangkap, nisbah kelamin, tingkat kematangan gonad, dan indeks kematangan gonad. Penelitian dilaksanakan di Waduk Jatibarang pada tanggal Juli sampaiOktober. Metode pengambilan sampel secara purposive sampling. Berdasarkan penelitian didapatkan 33 ekor ikan red devil. Panjang ikan berkisar antara 9,2-21,7 cm dan beratnya berkisar antara 14-191 gram. Ukuran pertama kali tertangkap red devil (Amphilophus labiatus) berada pada ukuran 12,6 cm. Hasil hubungan panjang berat diperoleh persamaan W = 0,017657527cm3,070673869. Ukuran ikan yang tertangkap termasuk layak tangkap. Nilai faktor kondisi sebesar 2,565. Rasio kelamin ikan red devil (Amphilophus labiatus) jantan dan betina 1 : 0,57. Tingkat kematangan gonad hasil didominasi oleh TKG I (belum matang). Nilai IKG dibawah 20%. Hasil penelitian menunjukkan pola pertumbuhan isometrik, bentuk tubuh agak pipih, rasio kelamin tidak seimbang. Tingkat kematangan gonad didominasi belum matang gonad dengan nilai indeks kematangan gonad menunjukkan ikan red devil dapat memijah lebih dari satu kali setiap tahun.
Distribusi Spasial Dan Status Perlindungan Ikan Hiu Yang Didaratkan Di Pelabuhan Perikanan Samudera Cilacap Ashari, Asqita Rakhma; Hartoko, Agus; Ghofar, Abdul
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) Vol 11, No 2 (2024): MAQUARES
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/marj.v11i2.31886

Abstract

Perairan Cilacap merupakan perairan yang mengarah ke Samudera Hindia dan memiliki akses perikanan yang cukup besar. Potensi perikanannya antara lain ikan hiu dan Pelabuhan Perikanan Samudera Cilacap menjadi salah satu dari sembilan sentra pendaratan hiu di Indonesia. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menemukan model spasial ikan hiu berdasarkan suhu permukaan laut, mengetahui spesies yang tertangkap dan status perlindungannya. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan analisis melalui Empirical Cumulative Distribution Function (ECDF) dan regresi polinomial. Data yang digunakan adalah data produksi perikanan PPS Cilacap tahun 2019-2020, data suhu permukaan laut CMEMS. Pada musim barat 2019, Cucut Slendang tersebar pada suhu 22,2 – 25,7 oC. Cucut Lanjaman pada suhu 22,2 – 26,2 oC. Pada musim timur 2019, Cucut Slendang pada suhu 23,3 – 28,5 oC, Cucut Lanjaman pada suhu 23,4 oC – 28,5 oC. Pada musim barat 2020, Cucut Slendang pada suhu 23,4 – 26,0 oC, Cucut Pahitan pada suhu 22,9 – 26,1 oC. Pada musim timur 2020, Cucut Slendang pada suhu 23,2 – 27,3 oC, Cucut Cakilan pada suhu 23,2 – 26,8 oC. Spesies ikan hiu yang tertangkap yaitu Cucut Slendang (Prionace glauca), Cucut Pahitan (Alopias superciliosis), Cucut Lanjaman (Carcharhinus falciformis), Cucut Cakilan (Isurus oxyrinchus), Cucut Tikusan (Alopias pelagicus), Cucut Cakilan Air (Isurus paucus), Cucut Pasiran (Carcharhius plumbeus), Cucut Martil (Sphyrna lewini), Cucut Brevipina (Carcharhinus brevipina) dan Cucut Buas (Galeocerdo cuvier). Status perlindungan diketahui berdasarkan Peraturan Pemerintah, CITES dan Red List IUCN.
Analisis Kelayakan Finansial dan Strategi Pengembangan Pembibitan Mangrove Di Kelurahan Mangunharjo, Kecamatan Tugu Semarang Tahrin, Maria; Sabdaningsih, Aninditia; Febrianto, Sigit
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) Vol 11, No 2 (2024): MAQUARES
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/marj.v11i2.38092

Abstract

Mangunharjo merupakan salah satu Kecamatan Tugu yang berlokasi di Semarang Jawa Tengah. Wilayah Mangunharjo pernah mengalami rob akibat alih guna lahan mangrove menjadi tambak. Hal ini mendorong warga sekitar untuk menanam mangrove kembali serta melakukan pembibitan yang dapat dijual kembali. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui proses dan teknik pembibitan mangrove, tingkat kelayakan finansial usaha pembibitan mangrove dan mengetahui strategi pengembangan usaha pembibitan mangrove di Mangunharjo, Kecamatan Tugu Semarang Jawa Tengah. Metode dari pengumpulan data dalam penelitian ini adalah wawancara dan observasi. Hasil yang diperoleh yaitu teknik pembibitan dilakukan secara tradisional. Usaha pembibitan di Mangunharjo berdasarkan hasil analisis R/C ratio  dianggap layak dengan nilai lebih dari 1 yaitu 1,077  dan melalui pendekatan Break Even Point (BEP) mendapatkan hasil untuk BEP biaya produksi jika penjualan  mencapai 1.257 bibit dan penjualan bibit dikatakan impas jika memperoleh pendapatan sebesar Rp1.508.823,53. Berdasarkan analisis (SWOT), strengths (kekuatan),weaknesses (kelemahan), opportunities (peluang), threats (ancaman) usaha pembibitan ini berada pada kuadran III. Hal tersebut menunjukkan bahwa peluang usaha pembibitan sangat besar, namun masih menghadapi kendala secara internal. Maka diperlukan peningkatkan promosi, sistem pengadministrasian yang baik, dan partisipasi dari masyarakat.
Hubungan Tekstur Sedimen dengan Kelimpahan Makrozoobenthos dan Bahan Organik di Muara Sungai Tambak Bulusan Demak Hikmah, Nur Hikmah; Purnomo, Pujiono Wahyu; Muskananfola, Max Rudolf
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) Vol 11, No 2 (2024): MAQUARES
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/marj.v11i2.31179

Abstract

Sungai Tambak bulusan termasuk di pesisir Demak. Potensi desa ini selain adanya tambak juga pantai. Khusus untuk wisata, desa ini memiliki brand "Istambul" atau Istana Tambak bulusan sebagai daya tarik wisatanya. Selain untuk wisata Muara sungai ini sering dijadikan jalur transportasi sehingga kondisi ini akan berdampak terhadap kualitas perairan yang dapat mengakibatkan terjadi pencemaran dan mempengaruhi makrozoobenthos. Tujuan penelitian adalah mengetahui tekstur sedimen, bahan organik dan kelimpahan hewan makrozoobenthos di muara sungai Bulusan Demak. Penelitian dilaksanakan pada bulan Desember menggunakan pendekatan deskriptif, dan Teknik sampling purposive sampling method, total pada  6 stasiun. Hasil uji tekstur sedimen yang diperoleh yaitu fraksi sand berkisar  antara -2,9 – 21,24 %, fraksi silt berkisar antara 43,096 – 52,136 % dan fraksi clay berkisar antara 36,0244– 58,406 %. Pada bahan organik rata rata dapat dikategori sedang kecuali pada stasiun 2 titik dua yaitu sebesar 17,06% dan pada stasiun 5 titik kesatu yaitu sebesar 31,27 % (kategori tinggi). Jenis Makrozoobenthos yang didapatkan selama penelitian terdiri dari dua filum yaitu Molusca dan Annelida. Filum Molusca terdiri dari dua kelas yaitu Kelas Gastropoda dan Bivalvia. Sementara itu filum Annelida ditemukan Kelas Polychaeta.
Analisa Kebiasaan Makan Teripang (Holothuroidea) Di Pulau Panjang Kabupaten Jepara Isnanda, Angghardian; -, Suryanti; Rudiyanti, Siti
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) Vol 11, No 2 (2024): MAQUARES
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/marj.v11i2.32823

Abstract

Teripang merupakan hewan laut yang banyak ditemukan di perairan Indonesia.  Teripang memiliki manfaat ekonomis dan peranan ekologis pada ekosistem laut. Kajian tentang kebiasaan makan teripang di Perairan Pulau Panjang, Kabupaten Jepara belum banyak ditemukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kebiasaan makan teripang hitam di Pulau Panjang, Kabupaten Jepara. Penelitian dilakukan pada bulan Maret di perairan Pulau Panjang. Pengambilan data dilakukan pada 5 stasiun dengan pembagian stasiun berdasarkan ekosistem. Analisis Data yang digunakan pada penelitian ini, menggunakan perhitungan Index of Preponderance (IP). Hasil pengamatan hanya ditemukan sejumlah 27 ekor teripang hitam. Jenis makanan yang teridentifikasi terdiri dari 9 genus plankton yaitu Chaetoceros, Coscinodiscus, Guinardia, Licmophora, Navicula, Peridinium, Pleurosigma, Synedra, dan Triceratium. Nilai IP (Index of Preponderance) terbesar pada stasiun I adalah Guinardia 37,53%, stasiun II Guinardia 37,92%, stasiun III Guinardia 25,32%, stasiun IV Peridinium 40,77%, dan stasiun V Peridinium 31,55%. Nilai kandungan bahan organik sedimen stasiun I sebesar 3,83%, pada stasiun II sebesar 5,33%, stasiun III sebesar 4,92%, stasiun IV sebesar 7,16%, dan stasiun V sebesar 5,97%. Hubungan kelimpahan teripang dengan nilai bahan organik sedimen menunjukkan hubungan positif dengan persamaan regresi y = 1,6448x – 3,5509, nilai koefisien determinasi (R2) 0,7802 dan nilai koefisien korelasi (r) sebesar 0,8833 sehingga termasuk kategori berhubungan kuat. Hubungan kelimpahan teripang dengan ukuran butir sedimen menunjukkan hubungan negatif dengan persamaan regresi y = -26,236x + 14,389, nilai koefisien determinasi (R2) 0,4903 dan nilai koefisien korelasi (r) sebesar 0,7002 sehingga termasuk kategori berhubungan kuat.
Valuasi Ekonomi Hutan Mangrove Di Desa Kartika Jaya Kecamatan Patebon Kabupaten Kendal Asriningpuri, Degrita Herdianti; Saputra, Suradi Wijaya; Sulardiono, Bambang
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) Vol 11, No 2 (2024): MAQUARES
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/marj.v11i2.30514

Abstract

Desa Kartika Jaya adalah salah satu wilayah di pesisir pantai utara Jawa Tengah yang memiliki hutan mangrove dan dimanfaatkan masyarakat sekitar untuk menunjang sektor perekonomian, diantaranya kegiatan pariwisata, perikanan dan pemanfaatan hasil hutan. Nilai valuasi ekonomi dari kegiatan pemanfaatan ekosistem mangrove di Desa Kartika Jaya perlu dikaji untuk mengetahui seberapa besar kontribusi ekonomi terhadap jasa ekosistem tersebut. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui nilai ekonomi total yang terdiri dari nilai manfaat langsung, manfaat tidak langsung dan manfaat pilihan ekosistem mangrove di Desa Kartika Jaya. Metode analisis data yang digunakan pada penelitian ini yaitu Travel Cost Method (TCM) untuk mengetahui nilai ekonomi wisata, Market Price (MP) untuk mengetahui nilai ekonomi hasil hutan mangrove dan perikanan, Replacement Cost untuk mengetahui nilai mangrove sebagai penahan abrasi, dan Benefit Transfer untuk mengetahui nilai biodiversity. Nilai Ekonomi Total (lower-upper) yang didapatkan di Desa Kartika Jaya yaitu Rp.7.107.540.764,00 sampai Rp.7.770.420.764,00 per tahun dengan rincian Nilai Manfaat Langsung (lower-upper) Rp 3.900.611.200,00 sampau Rp.4.563.491.200,00, Nilai Manfaat Tidak Langsung Rp.3.200.190.000,00 dan Nilai Manfaat Pilihan  Rp.6.739.564,00.
Analisis Bioekonomi Perikanan Pancing Ulur Di Pelabuhan Perikanan Pantai Sadeng Gunungkidul Zuleca, Maulidina Ziva; Saputra, Suradi Wijaya; Solichin, Anhar
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) Vol 11, No 2 (2024): MAQUARES
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/marj.v11i2.32151

Abstract

Peningkatan eksploitasi sumber daya ikan pelagis besar sebagai akibat meningkatnya permintaan terhadap sumber daya tersebut akan berdampak pada semakin tingginya pemanfaatan sumber daya ikan pelagis besar. Pancing ulur merupakan alat tangkap tradisional yang digunakan para nelayan dengan target tangkapan ikan Madidihang dan Cakalang. Tujuan dari penelitian ini yaitu mengetahui komposisi hasil tangkapan pancing ulur dan mengetahui ekonomi perikanan pancing ulur di PPP Sadeng Gunungkidul. Penelitian dilaksanakan pada bulan September hingga November tahun 2020. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survei. Data yang dibutuhkan adalah data primer dan data sekunder. Data primer yang dikumpulkan adalah data jumlah nelayan, jumlah alat tangkap dan hasil tangkapan, dan trip melaut. Data sekunder yang diambil pada saat penelitian adalah hasil tangkapan dan trip melaut tahun 2015 hingga 2019. Metode penentuan responden adalah metode purposive sampling. Metode analisis data menggunakan Gordon-Schaefer. Berdasarkan penelitian menunjukkan bahwa komposisi hasil tangkapan pancing ulur yang didaratkan di PPP Sadeng adalah ikan pelagis besar, seperti Madidihang (Thunnus albacares), Tongkol Komo/Kawa-kawa (Euthynnus affinis), Cakalang (Katsuwonus pelamis) dan Lemadang (Coryphaena hippurus). Nilai produksi paling menguntungkan dan berkelanjutan (MEY) adalah 1.122 ton/tahun, dengan upaya tangkap optimum 453 trip/tahun.
Hubungan Bahan Organik, Nitrat dan Fosfat terhadap Kelimpahan Makrozoobentos pada Sedimen Mangrove di Desa Tambakbulusan, Demak Damopolii, Sharfina Amalia; Hartoko, Agus; Febrianto, Sigit
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) Vol 11, No 2 (2024): MAQUARES
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/marj.v11i2.31706

Abstract

Ekosistem mangrove merupakan ekosistem pesisir yang berfungsi sebagai penyedia makanan, tempat berkembang biak maupun memijah, serta sebagai daerah asuhan bagi biota-biota yang hidup di dalamnya. Bahan organik dan nutrien merupakan salah satu faktor penting bagi pertumbuhan mangrove maupun biota yang berasosiasi di dalamnya.  Bahan organik dan nutrien pada ekosistem mangrove dapat berasal dari limbah-limbah domestik, limbah perikanan seperti tambak, maupun berasal dari mangrove itu sendiri. Tinggi rendahnya kandungan bahan organik dan nutrien pada sedimen dapat mempengaruhi kelimpahan hewan bentos yang hidup di bawah tegakan mangrove, karena kehidupan hewan bentos sangat berpengaruh terhadap faktor biotik maupun abiotik habitatnya. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui kandungan bahan organik yang di lokasi penelitian dan mengetahui hubungan antara bahan organik dan nutrien terhadap kelimpahan makrozoobentos. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Januari  di kawasan hutan mangrove Desa Tambakbulusan, Demak. Metode yang digunakan dalam pengambilan sampel adalah metode purposive sampling di 3 stasiun dengan total 9 titik sampling. Hasil yang diperoleh yaitu ditemukan 2 jenis mangrove di ketiga stasiun penelitian diantaranya adalah Avicennia marina dan Rhizophora mucronata dengan kategori kerapatan jarang dan sedang. Nilai rata – rata kandungan bahan organik pada ketiga stasiun yaitu sebesar 6,7 mg, 6,9 mg dan 7,5 mg. Nilai rata – rata kandungan nitrat pada ketiga stasiun yaitu sebesar 3,39, 1,95 serta 4,71 mg. Nilai rata – rata kandungan fosfat pada ketiga stasiun yaitu sebesar 0,27 pada stasiun 1 dan 2, serta 0,61 mg pada stasiun 3. Nilai rata – rata kelimpahan makrozoobentos pada stasiun 1 yaitu sebesar 58 ind/m2, pada stasiun 2 sebesar 64 ind/m2 dan didominasi oleh spesies Cassidula nucleus, serta pada stasiun 3 sebesar 40 ind/m2 didominasi oleh spesies Cerithidea quoyii. Terdapat hubungan antara kandungan bahan organik dan nutrien terhadap kelimpahan makrozoobentos, dengan nilai r2 sebesar 0,914 yang berarti 91,4% kelimpahan makrozoobentos dipengaruhi oleh bahan organik dan nutrien, serta korelasi antar variabel termasuk ke dalam korelasi yang sangat kuat dengan nilai r sebesar 0,956.

Page 1 of 1 | Total Record : 8