cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Management of Aquatic Resources Journal (Maquares)
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : 27216233     DOI : -
Core Subject : Science,
Jurnal Management of Aquatic Resources diterbitkan oleh Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Departemen Sumberdaya Akuatik, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Diponegoro. Jurnal Management of Aquatic Resources menerima artikel-artikel mengenai bidang perikanan, manajemen sumberdaya perairan.
Arjuna Subject : -
Articles 19 Documents
Search results for , issue "Volume 4, Nomor 4, Tahun 2015" : 19 Documents clear
KOMPOSISI HASIL TANGKAPAN CANTRANG DAN ASPEK BIOLOGI IKAN KUNIRAN (Upeneus sulphureus) YANG DIDARATKAN DI PPP BAJOMULYO, JUWANA Azizah, Ika Rianita; Rudiyanti, Siti; Ghofar, Abdul
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) Volume 4, Nomor 4, Tahun 2015
Publisher : Departemen Sumberdaya Akuatik,Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (606.457 KB)

Abstract

Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP) Bajomulyo merupakan pelabuhan perikanan terbesar di Kecamatan Juwana Kabupaten Pati. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui komposisi ikan yang tertangkap dengan cantrang, mengetahui aspek biologi ikan Kuniran yang meliputi sifat pertumbuhan, tingkat kematangan gonad (TKG), dan indeks kematangan gonad (IKG), mengetahui nilai CPUE dan mengetahui upaya pengelolaan sumberdaya tersebut. Kegiatan ini dilaksanakan pada bulan Maret – April 2015 selama satu bulan di TPI Bajomulyo Juwana, Pati. Metode yang digunakan adalah metode sampling acak sederhana yang dilakukan dengan pengambilan sampel secara acak sebanyak 966 sampel ikan Kuniran yang didaratkan untuk pengukuran panjang berat dan 97 sampel untuk pengamatan TKG. Selain melakukan sampling juga dilakukan wawancara/tanya jawab kepada nelayan dan pegawai di PPP/TPI. Berdasarkan Penelitian ikan yang tertangkap dengan cantrang terdiri dari 15 spesies yaitu ikan Kapasan (Gerres kapas), ikan Abangan (Nemipterus nematophorus), ikan Swanggi (Priacanthus tayenus), ikan Kuniran (Upeneus sulphureus), dll. Ikan yang dominan tertangkap adalah ikan Kuniran (Upeneus sulphureus) yaitu 5.510 kg pada tanggal 15 Maret 2015 dan 10.479 kg pada tanggal 03 April 2015. Pertumbuhan ikan Kuniran (Upeneus sulphureus) setelah dilakukan uji t diperoleh tHitung > tTabel maka ikan Kuniran bersifat Alometrik positif (pertumbuhan berat lebih cepat daripada pertumbuhan panjang). Tingkat Kematangan Gonad ikan Kuniran betina didominasi oleh TKG III dan TKG IV, sedangkan ikan Kuniran Jantan didominasi oleh TKG I dan TKG II. Indeks Kematangan Gonad jantan maupun betina ≤ 20% sehingga ikan Kuniran termasuk ikan yang dapat melakukan pemijahan lebih dari satu kali setiap tahunnya. Nilai Catch per Unit Effort (CPUE) tertinggi pada tanggal 21 Maret 2015 yaitu 2.900 kg/kapal dan terendah pada tanggal 22 Maret 2015 yaitu 560 kg/kapal dan cenderung mengalami fluktuasi. Upaya pengelolaan yang dapat dilakukan yaitu menjaga ukuran mesh size, mengatur musim penangkapan dan menyadarkan nelayan tentang stok di alam. Coastal Fishery Port (PPP) Bajomulyo is one the largest fishing port in the Juwana District, Pati. This study aims to determine the composition of the fish caught by cantrang, knowing the biological aspect of Kuniran fish which include the nature of growth, gonads maturity level (TKG), and gonads maturity index (IKG), knowing the value of CPUE and determining the resource management efforts. This activity was carried out in March - April 2015 for one month in TPI Bajomulyo Juwana, Pati. The method used was simple random sampling method conducted by random sampling as many as 966 Kuniran fish samples which landed for measuring the weight and length of97 samples for observation of TKG. In addition, the study also carried an interview/question and answer to the fishermen and employees in the PPP/TPI. Based on the study of fish caught by cantrang consists of 15 species, namely Kapasan fish (Gerres kapas), Abangan fish (Nemipterus nematophorus), Swanggi fish (Priacanthus tayenus), Kuniran fish (Upeneus sulphureus), etc. The dominant fish caught was Kuniran (Upeneus sulphureus) i.e. 5,510 kg on March 15, 2015 and 10 479 kg on April 3, 2015. Kuniran fish (Upeneus sulphureus) growth after t test was obtained tCount> tTable then Kuniran fish is categorized positive Allometric (growth of weight is faster than growth of length). Gonads Maturity level of female Kuniran fish was dominated by TKG III and TKG IV, while Males fish Kuniran were dominated by TKG I and TKG II. gonads Maturity index of male and female fish is ≤ 20% so that the Kuniran fish included in fish that can perform spawning more than once per year. The highest value of Catch per Unit Effort (CPUE) was on March 21, 2015 i.e 2,900 kg/vessel and the lowest was on March 22, 2015 i.e 560 kg/vessel.Management efforts to do is to keep the mesh size and to set the fishing seasonand disenchant to fishermen about stock in nature.
STRUKTUR KOMUNITAS LARVA IKAN PADA EKOSISTEM MANGROVE DENGAN UMUR VEGETASI YANG BERBEDA DI DESA TIMBULSLOKO, DEMAK Riswandha, Novrizal Soni; Solichin, Anhar; Afiati, Norma
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) Volume 4, Nomor 4, Tahun 2015
Publisher : Departemen Sumberdaya Akuatik,Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (593.799 KB)

Abstract

Mangrove di kawasan Desa Timbulsloko, Demak yang semula rusak dengan perlahan mulai direhabilitasi melalui kegiatan Mangrove Replant (MR). Hasil dari kegiatan tersebut membentuk suatu zonasi mangrove berdasarkan umur vegetasi mangrove yang diperkirakan mempunyai pengaruh terhadap struktur komunitas larva ikan yang berada di dalamnya. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Desember 2014 – Januari 2015. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif, sedangkan pengambilan sampel dilakukan menggunakan scoope net di tiga lokasi sampling yang memiliki umur vegetasi berbeda. Penelitian dilakukan selama 4 kali dalam 1 bulan dengan interval 1 minggu. Hasil penelitian didapatkan larva ikan di Stasiun I (8 bulan) sebanyak 109 indvidu, di Stasiun II (2 tahun) diperoleh larva ikan sebanyak 173 individu dan di Stasiun III (5 tahun) diperoleh sebanyak 429 individu. Keseluruhan larva ikan yang tertangkap terdiri dari 5 famili. Indeks keanekaragaman termasuk dalam kategori rendah dengan nilai berkisar antara 0,89-1,05, dengan nlai tertinggi di Stasiun III yaitu mangrove umur 5 tahun. Indeks keseragaman berkisar antara 0,56-0,65, nilai tertinggi juga pada Stasiun III dengan umur mangrove 5 tahun. Nilai indeks Dominasi berkisar antara 0,47-0,54, dengan nilai tertinggi pada Stasiun II. Dengan demikian dapat dilihat bahwa semakin tua umur mangrove semakin baik fungsinya sebagai penyedia habitat dan lindungan bagi ikan. Dapat dilihat juga bahwa komposisi larva ikan di ketiga stasiun penelitian relatif sama, namun kelimpahan yang paling banyak ditemukan di Stasiun III yang memiliki umur vegetasi lebih tua dibandingkan Stasiun I dan Stasiun II. Mangrove in Timbulsloko Village area, Demak, which was originally broken is slowly rehabilitated through Mangrove Replant program (MR). These activities was influential in the formation of zoning by mangrove vegetation. Age of mangrove plant is expected to have an influence on the community structure of fish larvae that are in it. This study was conducted in December 2014 - January 2015. This study applying descriptive method, sampling was conducted using a scoope net in three sampling sites which have  different age vegetation. Sampling was conducted  4 times in one month at weekly interval. The results of the study obtained 109 individual fish larvae at the Station I (8 months old trees) 109, at the Station II (2 years old mangrove trees) obtained fish larvae as many as 173 individuals and at the Station III ( 5 years old mangrove trees) obtained as many as 429 individual. As a whole, fish larvae caught consist of 5 families. Diversity index considered low with score range between 0,89-1,05, for which the highest value owned by Station III ( 5 years old mangrove). Uniformity index ranged from 0,56-0,65, with the highest value in Station III (5 years old mangrove).  Domination index ranged from 0,47-0,54 , with the highest in Station II. Thus it can be seen that the older the mangrove age,  the better service they provide for the community . Beside that, even thought composition of fish larvae in three stations research are the same, the abundant most was in Station III, having the oldest vegetation compared to Station I and Station II .
KONSENTRASI KLOROFIL-a, NITRAT DAN FOSFAT UNTUK MENILAI KESUBURAN MUARA SUNGAI WAKAK, KENDAL Swayati, Dyah Prajna; Muskananfola, Max Rudolf; Rudiyanti, Siti
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) Volume 4, Nomor 4, Tahun 2015
Publisher : Departemen Sumberdaya Akuatik,Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (315.051 KB)

Abstract

Muara sungai merupakan daerah dimana air tawar dan air laut bertemu dan bercampur secara aktif. Bahan organik, mineral-mineral dan sedimen yang terbawa oleh arus pasang surut dan limbah aktivtas darat dari hulu sungai bercampur pada muara tersebut. Zat hara seperti fosfat dan nitrat merupakan zat hara yang dapat mempengaruhi pertumbuhan fitoplankton, dimana fitoplankton digunakan sebagai indikator kualitas perairan. Penelitian ini bertujuan mengetahui (i) kandungan klorofil-a, nitrat dan fosfat; (ii) hubungan antara klorofil-a dengan nitrat dan fosfat dan (iii) nilai kesuburan perairan di Muara Sungai Wakak. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Desember  2014 sampai Januari 2015. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survei dan metode sampling menggunakan studi kasus. Lokasi penelitian di bagi menjadi tiga stasiun yaitu  muara bagian atas (upper estuary), muara bagian tengah (middle estuary) dan muara bagian bawah (lower estuary). Pengambilan sampel air dilakukan pada saat pasang dan surut, dengan pengulangan sebanyak tiga kali. Hasil penelitian pada waktu pasang menunjukkan bahwa konsentrasi klorofil-a berkisar 0,62 – 1,92 μg/l, nitrat berkisar 0,45 - 1,35 mg/l dan fosfat berkisar, 0,12 - 1,04. Sebaliknya saat surut, konsentrasi klorofil-a berkisar 0,34 – 0,92 μg/, nitrat berkisar 0,60 - 1,95mg/l dan fosfat berkisar  0,06 - 0,55 mg/l. Berdasarkan uji korelasi menunjukkan keeratan antara klorofil-a dengan nitrat dan fosfat saat pasang memiliki hasil sedang, saat surut memiliki hasil keterkaitan lemah. Kesuburan perairan Muara Sungai Wakak berdasarkan nilai TSI berkisar antara 55,12 – 65,42 saat pasang  dan 50,75  -  60,84 saat surut. Berdasarkan hasil tersebut dapat dikatakan bahwa baik saat pasang dan saat surut di duga Muara Sungai Wakak berada dalam katagori eutrofik ringan hingga sedang. Estuary is area whare fresh water and sea water meet and mix actively. Organic content, minerals and sedimentary that carried away by tidal currents and waste of land activities from headwaters mixed to the estuary. Nutrients such as phosphates and nitrates can influence the growth of phytoplankton, which phytoplankton was used as water quality. This research purpose were to know about (i) concentration of chlorophyll-a, nitrate and phosphate, (iii) corelation between chlorophyll-a with phosphate and nitrate and (iii) water productivity level. This study was conducted between December 2014 until January 2015. Research methode that used are surveying methode and sampling methode using study case. There ware sampling three stations which were upper estuary, middle estuary and lower estuary. Sampling water was conducted at high tide and low tide with three time replication. The results shows that at high tide, the concentration chlorophyll-a are 0,62 - 1,92 μg/l, nitrate are 0,45 - 1,35 mg/l and phosphate are 0,12 - 1,04 mg/l. at low tide, the concentration of chlorophyl-a are 0,34 – 0,92 μg/l, nitrate are 0,60 - 1,95mg/l and phospate are 0,06 - 0,55 mg/l. Based on correlation test, the reletionship chlorophyll-a with  nitrate and phosphate was middle correlation at high tide, while low tide was weak. The water productivity level of wakak estuary based TSI that are 55,12 – 6,42  at high tide and 50,75 – 60,84 at low tide, it mean that Wakak Estuary is categories as low until middle eutrophic.
STUDI BEBERAPA ASPEK BIOLOGI IKAN BAWAL HITAM (Parastromateus niger) YANG TERTANGKAP PAYANG DI KABUPATEN KENDAL Rachma, Harmasnida; Ghofar, Abdul; Saputra, Suradi Wijaya
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) Volume 4, Nomor 4, Tahun 2015
Publisher : Departemen Sumberdaya Akuatik,Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (555.138 KB)

Abstract

Perairan Kabupaten Kendal  memiliki potensi perikanan. Salah satu jenis ikan bernilai ekonomis tinggi  yang terdapat di perairan ini adalah ikan Bawal Hitam (Parastromateus niger). Bawal Hitam tertangkap pada alat tangkap payang. Dalam mengelola sumberdaya Bawal Hitam dibutuhkan data aspek biologi. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui hubungan panjang berat, faktor kondisi, ukuran pertama kali tertangkap, ukuran pertama kali matang gonad, tingkat kematangan gonad ikan, indeks kematangan gonad, fekunditas dan CPUE harian Bawal Hitam yang didaratkan di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Tawang, Kabupaten Kendal. Selain itu, untuk mengetahui CPUE harian Bawal Hitam. Penelitian dilaksanakan bulan Desember 2014 dan Januari 2015. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah pengumpulan data primer dan data sekunder. Hasil penelitian yang diperoleh adalah pola pertumbuhan Ikan Bawal Hitam bersifat allometrik negatif dengan persamaan W=0,0004L2,923 . Ukuran rata-rata pertama kali tertangkap Ikan Bawal Hitam (L50%) adalah  225 mm. Nilai L∞ sebesar 335,79 mm dan 1/2 L∞ sebesar 177,89 mm. Nilai faktor kondisi Ikan Bawal Hitam selama penelitian adalah 1,19. Persentase terbesar tingkat kematangan gonad Ikan Bawal Hitam jantan terdapat pada TKG 2 yaitu 29% sedangkan Ikan Bawal Hitam betina persentase terbesar terdapat pada TKG 3 yaitu 62 %. IKG yang kecil untuk jantan berkisar antara 0,06 sampai 3,53 dan betina berkisar 0,08 sampai 5,71. CPUE Bawal Hitam pada bulan Desember 2014 13,48764 kg/trip. Rata-rata CPUE Bawal Hitam bulan Januari 2015 sebesar 6,745776 kg/trip. Kendal waters have the potential fishery. One of the high-value fish species found in these waters are fish Black Pomfret (Parastromateus niger). Black pomfrets were caught in payang fishing gear. Data of biological aspect is needed in order to manage Black pomfret resource. The purpose of this research was to determine the long-weight relationship, condition factor, the size of the first captured, the size of the first ripe gonads, gonad maturity level (GML), gonad maturation index, fecundity and daily catch per unit effort of Black Pomfret landed at the fish auction place (TPI) Tawang, Kendal. The study was conducted in December 2014 and January 2015. The research collected both primary and secondary data. The results obtained that Black pomfret fish growth pattern in negative allometric equation W = 0,0004L2,923. The average of first caught size of Black Pomfret fish (L50%) was 225 mm. L∞ obtained by 335.79 mm and 1/2L∞ value of 177.89 mm. The value of Black pomfret fish condition factor in this research was 1.19. The largest percentage of male Black pomfret fish level gonad maturity contained in the GML 2 that is 29% while the percentage of female Black pomfret fish are most at GML 3 is 62%. Black pomfret average CPUE in December 2014 was 13,48764 kg/trip. Black pomfret average CPUE  in January 2015 was 6,745776 kg/trip.
HUBUNGAN VARIABEL SUHU PERMUKAAN LAUT, KLOROFIL- a DAN HASIL TANGKAPAN KAPAL PURSE SEINE YANG DIDARATKAN DI TPI BAJOMULYO JUWANA, PATI Akhlak, Miladiyah Ahsanul; Supriharyono, -; Hartoko, Agus
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) Volume 4, Nomor 4, Tahun 2015
Publisher : Departemen Sumberdaya Akuatik,Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (618.875 KB)

Abstract

Sumberdaya perikanan tersebar berdasarkan karakteristik perairan yang berbeda-beda. Faktor fisik yang sering berkaitan dengan pola persebaran sumberdaya perikanan adalah suhu permukaan laut (SPL) yang memiliki hubungan dengan produktivitas periaran (klorofil-a). Saat ini, pengukuran SPL dan klorofil-a sudah dapat dilakukan dengan mudah. Kemudahan tersebut hadir dengan pemakaian penginderaan jarak jauh dan Sistem Informasi Geografis (SIG) yang dengan mudah dapat mengetahui dinamika-dinamika oseanografi perairan yang sangat dinamis. Sebagai alternatif Sistem Informasi Geografis berbasis komputer dapat digunakan sebagai acuan untuk pengelolaan dan pemanfaatan sumberdaya perikanan yang lebih optimal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui sebaran SPL dan klorofil-a serta sebaran lokasi tangkapan di wilayah penangkapan kapal purse seine yang didaratkan di TPI Unit II Bajomulyo Juwana yang meliputi perairan Laut Jawa dan selat Makassar dan mengidentifikasi hubungan antara SPL dan klorofil-a terhadap produksi/ hasil tangkapan ikan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksplanatif dan metode untuk pengambilan sampel dilakukan metode purposive sampling. Teknik ini digunakan peneliti karena adanya pertimbangan-pertimbangan tertentu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kisaran dominan SPL di wilayah perairan Laut Jawa dan Selat Makassar pada musim barat adalah 28⁰C - 30⁰C dan pada musim timur adalah 27⁰C - 30⁰C. Nilai kisaran klorofil-a di perairan tersebut pada musim barat yaitu 0,147 mg/L – 1,581 mg/L dan pada musim timur yaitu 0,093 mg/L – 0,745 mg/L. Lokasi penangkapan kapal purse seine terdapat 33 titik koordinat pada musim barat dengan produksi/ hasil tangkapan sebesar 4.084 ton dan 367 trip serta 40 titik koordinat pada musim timur dengan produksi/ hasil tangkapan sebesar 2.162 ton dan 612 trip Lebih lanjut diperoleh bahwa adanya korelasi antara SPL dengan hasil tangkapan, korelasi yang sama antara klorofil-a dengan hasil tangkapan. Selain itu regresi ganda antara SPL dan klorofil-a teradap produksi/ hasil tangkapan ikan kapal purse seine diperoleh korelasi yang signifikan. Scattered fishery resources based on the characteristics of different water. Physical factors are often associated with the distribution pattern of fisheries resources is sea surface temperature (SST) linked to marine productivity (chlorophyll-a). Measurements of SST and chlorophyll-a can be performed with the use of remote sensing and geographic information system based computer are can be used for the management and utilization of fisheries resources more optimaly. The purpose of these study was to determine the distribution of SST, chlorophyll-a and distribution of purse seine fishing area and fish catch landed in TPI Unit II Bajomulyo Juwana includes Java sea, Makassar Strait and identify the relationship between SST, chlorophyll-a and fish catch. The method of this research are explanatory method and purposive sampling. The technique was used with some considerations. The results showed that the dominant range of SST in Java Sea and Makassar Strait on the west season is 28⁰C-30⁰C and on the east season is 27⁰C-30⁰C. Range value of chlorophyll-a in there on the west season is 0,147 mg/m3 – 1,581 mg/ m3 and on the east season is 0,093 mg/ m3 – 0,745 mg/ m3. Fishing location of purse seine are 33 coordinate points on the west season with the catches of 4.084 tons and 367 trips, then 40 coordinate points on the east season with the catches of 2.162 tons and 612 trips. Moreover it is also resulted that the correlation between SST with fish catch, as well between chlorophyll-a with fish catch. Multiple regression analysis it’s found that SST, Chlorophyll-a and fish catch of purse seine were significanly correlated.
TROPHIC STATE INDEX (TSI) DI HABITAT RAJUNGAN (Portunus pelagicus Linnaeus, 1758) PANTAI BETAHWALANG, KABUPATEN DEMAK Latifah, Lulu Adilla; Afiati, Norma; Purnomo, Pujiono Wahyu
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) Volume 4, Nomor 4, Tahun 2015
Publisher : Departemen Sumberdaya Akuatik,Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (278.839 KB)

Abstract

Perairan Betahwalang di desa Betahwalang, Kecamatan Bonang, Kabupaten Demak merupakan perairan habitat rajungan (Portunus pelagicus Linnaeus, 1758) dengan intensitas penangkapan sepanjang tahun. Sebagai habitat rajungan, perairan Betahwalang direncanakan menjadi kawasan lindungan laut daerah yang dikelola masyarakat sekitarnya. Oleh karena itu, perlu dievaluasi status trofik perairannya dalam rangka pemanfaatan dan pengelolaan sumber daya hayatinya. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui status kesuburan perairan di habitat rajungan berdasarkan metode Trophic State Index (TSI) Carlson (1977) dan Kepmen LH No. 115/ 2003 tentang Pedoman Penentuan Status Mutu Air dan Kepmen LH No. 51/2004 tentang Baku Mutu Air Laut untuk Biota Laut. TSI Carlson menggunakan 3 komponen utama, yaitu total fosfor, klorofil a, dan kecerahan air untuk menduga status trofik perairan. Metode deskriptif dengan teknik penentuan lokasi sampling bersifat purposive random digunakan dalam penelitian ini. Hasil yang diperoleh dari analisis TSI Carlson (1977), berkisar antara 60-68, sementara skor status mutu air dari analisis Kepmen LH No.115/2003 tentang Pedoman Penentuan Status Mutu Air dan Kepmen LH No. 51/2004 tentang Baku Mutu Air Laut untuk Biota Laut adalah -20. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pantai Betahwalang berada pada status eutrofik sedang dan termasuk kategori perairan tercemar sedang untuk biota air laut. Betahwalang aquatic water in Betahwalang village, Bonang district, Demak Regency, is a blue swimming crab (Portunus pelagicus Linnaeus, 1758) habitat with fishing intensity throughout the year. Accordingly, trophic status of the water in Betahwalang needs to be evaluated for sustainable management of the crab. The purpose of this study is to determine the fertility status of the water in blue swimming crab habitat based on Trophic State Index (TSI) Carlson (1977) and Decree of the Minister of Environment of The Republic Indonesia (Kepmen LH) No.115/2003 regarding Guideline for the Determination of Water Quality Status and Decree of the Minister of Environment of The Republic Indonesia (Kepmen LH) No.51/2004 regarding the Standard Quality of Sea Water for Marine Biota. TSI by Carlson (1977, 2005) applying three main components, i.e. total phosphorus, chlorophyll-a, and water transparency to assess trophic status of the water. Descriptive method is used in this study, for which sampling location was determined by using purposive random. The result from the analysis of TSI Carlson (1977) is among 60-68, while the score of water quality status analysed using Decree of the Minister of Environment of The Republic Indonesia (Kepmen LH) No.115/2003 about Guideline for the Determination of Water Quality Status and Decree of the Minister of Environment of The Republic Indonesia (Kepmen LH) No.51/2004 about the Standard Quality of Sea Water for Marine Biota is -20. Based on the results of this research, it is concluded that Betahwalang beach is on medium eutrophic status and categorized as medium polluted water for marine biota.
ANALISA PENGEMBANGAN EKOWISATA WILAYAH KONSERVASI MANGROVE, DESA BEDONO, KECAMATAN SAYUNG, KABUPATEN DEMAK Abidin, Moh Toriq; Suprapto, Djoko; Hartoko, Agus
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) Volume 4, Nomor 4, Tahun 2015
Publisher : Departemen Sumberdaya Akuatik,Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (387.47 KB)

Abstract

Pariwisata merupakan salah satu potensi utama di Kabupaten Demak. Ekowisata di Desa Bedono mempunyai potensi pariwisata yang dapat dikembangkan. Selain itu, ekowisata ini secara langsung memiliki manfaat pelestarian alam dan lingkungan dan meningkatkan kondisi sosial ekonomi masyarakat sekitar. Namun kenyataannya, ekowisata ini belum terkelola secara maksimal, sehingga pengembangan kawasan ini sangat perlu dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui objek daya tarik wisatawan, mengetahui sarana pendukung yang dibutuhkan, dan menyusun konsep pengembangan ekowisata. Metode yang digunakan penelitian adalah metode deskriptif studi kasus dan dianalisa dengan metode Objek Daya Tarik Wisata  (ODTW) dan Analisa SWOT. Pengambilan data dilakukan melalui wawancara dan observasi untuk melakukan pengamatan terhadap lokasi kawasan, kegiatan dan pelakunya melalui responden terhadap sumberdaya masyarakat, wisatawan dan lembaga. Hasil yang didapatkan menunjukkan bahwa potensi wisata Desa Bedono adalah Hutan Mangrove (Dusun Tambaksari dan Dusun Senik), Pantai Morosari dan wisata lain (Makam Apung/Syeh Mudzakir). Berdasarkan hasil dari ODTW nilai tertnggi adalah alam (Pantai dan hutan mangrove) dan minat khusus. Strategi pengembangan ekowisata wilayah konservasi mangrove, Desa Bedono adalah : Mengembangkan konservasi mangrove Desa Bedono menjadi ekowisata, Mengembangkan atraksi sesuai dengan keadaan alam dan view yang menarik di kawasan koservasi mangrove di Desa Bedono, Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak dan Meningkatkan kunjungan ke kawasan ekowisata. Tourism is one of the major potential in Demak. Ecotourism in the Bedono village has tourism potential that can be developed. In addition, this ecotourism directly has the benefit of preserving nature and the environment and also can improve the socio-economic conditions of the surrounding community. But in reality, eco-tourism has not been managed optimally, so that the development of this area is very necessary. This research intend to determine the object of tourist attraction, knowing means of support needed, and drafting the mangrove eco-tourism development strategy. The method used in this research is descriptive case studies and analyzed by the method of Travel Attractions Objects (TAO) and SWOT Analysis. This data collected by interviews and observations to make observations on the location of the region, the activities, and the perpetrators through a response to community resources, tourist and agencies. The results obtained indicate that tourism potentials of Bedono Village are mangrove forest (Tambaksari Hamlet and Senik Hamlet), Morosari beach and other tourist (Floating Tomb of Sheikh Mudzakir). Based on the results of TAO highest value is a natural (beaches and mangrove forests) and special interests. Ecotourism development strategy mangrove conservation area, Bedono Village are: Developing a mangrove conservation village of Bedono into ecotourism, Developing natural attractions according to the circumstances and view of interest in mangrove conservation area in the Bedono Village, Sayung, Demak and Increase visits to ecotourism.
ASPEK BIOLOGI IKAN LAYANG (Decapterus macrosoma) YANG DIDARATKAN DI PPP SADENG, GUNUNGKIDUL, YOGYAKARTA Liestiana, Henny; Ghofar, Abdul; Rudiyanti, Siti
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) Volume 4, Nomor 4, Tahun 2015
Publisher : Departemen Sumberdaya Akuatik,Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (645.766 KB)

Abstract

Ikan Layang merupakan salah satu diantara beberapa jenis ikan yang tertangkap di PPP Sadeng. Ikan Layang, Decapterus macrosoma merupakan ikan pelagis yang tertangkap dengan alat tangkap pukat cincin (mini purse seine). Kelestarian sumber daya ikan Layang perlu dipertahankan mengingat peranannya yang cukup besar dalam bidang perikanan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi sumber daya ikan Layang di PPP Sadeng dilihat dari aspek biologi yaitu aspek pertumbuhan yang terdiri dari panjang berat, faktor kondisi, dan ukuran pertama kali tertangkap. Aspek reproduksi terdiri dari tingkat kematangan gonad, indeks kematangan gonad, ukuran pertama kali matang gonad dan nisbah kelamin. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survei, dengan cara pengambilan sampel secara acak sederhana (simple random sampling) sebanyak satu keranjang pada setiap sepuluh keranjang hasil tangkapan ikan. Pengambilan sampel dilakukan pada bulan Desember 2014 – Februari 2015 di PPP Sadeng. Sampel yang diperoleh selama penelitian sebanyak 1.324 ekor ikan Layang dengan kisaran panjang 145-380 mm dan kisaran berat 39-669 gram. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola pertumbuhan ikan Layang (D. macrosoma) adalah alometrik negatif yaitu pertambahan panjang yang lebih cepat dari pertambahan berat tubuhnya. Faktor kondisi yang diperoleh sebesar 1,05 berarti bahwa kondisi ikan kurang pipih. Ukuran pertama kali tertangkap (L50%) yaitu 255 mm. Tingkat kematangan gonad didominasi TKG III dan TKG IV dan indeks kematangan gonad berkisar antara 0,11-5,15%. Ukuran pertama kali matang gonad (Lm50%) ikan Layang jantan dan betina adalah 247 mm dan 250 mm, hal ini menunjukkan ikan yang tertangkap sudah mengalami matang gonad dilihat dari Lm50% < L50%. Rasio kelamin antara ikan Layang jantan dan betina adalah 1,4 : 1. The Shortfin scad (Decapterus macrosoma) is one of the few types of the fish which is caught at the Sadeng fishing base. The Shortfin Scad, Decapterus macrosoma is a pelagic fish that is caught by purse seine fishing gear (mini purse seine). The sustainability of Shortfin Scad’s resources need to be maintained, because of its significant role for fisheries. This study aims to find out informations of the Shortfin Scad’s resources from the aspects of biology. The biological aspects include the aspect of growth that consists of length and weight measurement, condition factor, and the length of first capture. Reproductive aspect consists the maturity levels of gonad, gonad maturation index, the length of first maturity and sex ratio. The method used was survey method. The sample method was using simple random sampling by collecting one basket at every ten baskets of the fish catches. Sampling was conducted in December 2014 until February 2015 at Sadeng fishing base. The samples of the Scortfin Scad used for research was 1.324 fishes, the length ranged between 145-380 mm and the weight ranged between 39-669 grams. The results showed that the growth patterns of D. macrosoma was negative allometric, which means that the growth of length is faster than the body weight gain. The condition factor of D. macrosoma was 1.05, it means that the fish has less flattened body. The length of first capture (L50%) was 255 mm. Gonad maturity level was dominated with TKG III and TKG IV and gonad maturation index was  ranged between 0.11-5.15%. The size of first maturity (Lm50%) both for males and females was 247 mm and 250 mm, it indicated that D. macrosoma had been caught in the mature moment, which is seen from Lm50%< L50%. The sex ratio of male and female was 1,4 : 1.
STRATEGI PENGEMBANGAN WISATA PESISIR DI KELURAHAN MUARAREJA KOTA TEGAL Muttaqin, Muhammad Fadil; Anggoro, Sutrisno; Purwanti, Frida
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) Volume 4, Nomor 4, Tahun 2015
Publisher : Departemen Sumberdaya Akuatik,Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (421.389 KB)

Abstract

Kelurahan Muarareja merupakan salah satu kelurahan yang terletak di daerah pesisir Kota Tegal. Tren wisata  pesisir menjadikan Muarareja sebagai salah satu destinasi wisata baru. Penelitian ini bertujuan mengetahui potensi wisata di Kelurahan Muarareja serta mengkaji persepsi, partisipasi dan aspirasi masyarakat lokal dan pengunjung serta menyusun strategi dalam pengembangan wisata. Penelitian dilakukan pada bulan Februari – Mei 2015 dengan pendekatan secara deskriptif menggunakan alat bantu kuisioner dan pengamatan langsung di lapangan.Total responden yang digunakan sebanyak 100 orang.  Potensi wisata di Kelurahan Muaraeja adalah  Pantai Muara Indah dan Wisata Mangrove Dukuh Kajongan dengan panjang garis pantai 2,33 km dan  nilai kesesuain pantai sebesar 512 yang termasuk dalam kategori cukup sesuai (S2), sedangkan potensi daya tarik budaya adalah sedekah laut dan kesenian balo-balo. 87% masyarakat dan 73% pengunjung masuk dalam kategori mengetahui  dalam pengembangkan wisata pesisir. Partisipasi masyarakat  sebesar 64,5% dan pengunjung 39,75% mempunyai kategori tinggi dalam mengembangkan wisata pesisir. Aspirasi responden 78% setuju dalam pengembangan wisata pesisir dengan melibatkan masyarakat lokal, dan 80% mengingikan pembangunan fasilitas objek wisata berupa tempat bermain anak. Strategi berdasarkan rangking pertama hasil analisis SWOT adalah melakukan kaderisasi anggota Pokdarwis; memperbanyak kunjungan atau studi banding ke kawasan wisata pesisir di daerah lain; melakukan koordinasi dengan tokoh masyarakat dan pemerintah setempat. Muarareja village is one of the villages which located in the Tegal coastal areas. Coastal tourism tren make Muarareja is one of the new tourism destinations. This aims of this research were to determine the tourism potential in the Muarareja village, to understand perception, participation and aspirations  local community and also the visitors, to set  tourism development strategy. The study was conducted on  February to May 2015 with  descriptive approach using  questionnaires and direct observations in the field. Total respondents are 100 peoples. The tourism potential in the Muaraeja village are Muara Indah coastal and Mangrove tourism at Kajongan Sub village with 2.33 km coastline and the beach suitability value of 512 are include  in the moderate class category (S2), where as culture potential are “ sedekah laut” (sea charity) and ” balo – balo”(tambourine attraction). Perceptions result showed that 87% of community and 73% visitors are known about coastal tourism development.  The community participation to development of coastal tourism have high category in the percentage 64.5% and visitor are 39.75%. Respondent aspirations in development coastal tourism of 78%  agree to involve the local community in the development of coastal tourism, and 80% want to develop an attraction facility such children’s playground. The strategy based on the first rank of SWOT analysis are recruitment to Pokdarwis member; multiply visits or field study to the coastal tourist in other areas; coordination with community leaders and local authorities.

Page 2 of 2 | Total Record : 19