cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Management of Aquatic Resources Journal (Maquares)
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : 27216233     DOI : -
Core Subject : Science,
Jurnal Management of Aquatic Resources diterbitkan oleh Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Departemen Sumberdaya Akuatik, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Diponegoro. Jurnal Management of Aquatic Resources menerima artikel-artikel mengenai bidang perikanan, manajemen sumberdaya perairan.
Arjuna Subject : -
Articles 548 Documents
PEMETAAN SEBARAN ECHINODERMATA PADA KARAKTERISTIK PERAIRAN PULAU MENJANGAN KECIL, TAMAN NASIONAL KARIMUNJAWA (Mapping The Echinoderms Distribution In Coastal Characteristics Of Menjangan Kecil Island, Karimunjawa National Park) Pratama, Fachry Rizky; Suryanti, Suryanti; Suryanto, Agung
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) Vol 6, No 4 (2017): MAQUARES
Publisher : Departemen Sumberdaya Akuatik,Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1288.743 KB)

Abstract

Penelitian ini dilakukan dalam rangka memperoleh informasi tentang sebaran echinodermata pada karakteristik perairan Pulau Menjangan Kecil, Taman Nasional Karimunjawa. Penelitian ini dilaksanakan pada Mei 2017. Stasiun Penelitian dibagi menjadi empat stasiun beradasarkan karakteristik perairannya. Metode yang digunakan adalah penelurusan, koleksi bebas, dan observasi. Posisi echinodermata direkam dengan menggunakan GPS(Geographical Position System) kemudian dipetakan menggunakanan ArcGIS 10.3. Peta tersebut kemudian disatukan (overlayed) dengan peta terumbu karang untuk mengetahui keberadaan echinodermata yang ditemukan. Berdasarkan penelitian diperoleh 3 jenis echinodermata dengan kelimpahannya yaitu : Echinoidea (346), Holothuridea (54), Asteroidea (27). Spesies yang ditemukan berjumlah 16 spesies.Stasiun 1 memiliki kelimpahan tertinggi 156, Stasiun 2 (101), Stasiun 3 (71), Stasiun 4 (99), aktivitas wisata terdapat pada stasiun 1 dan 4. Sebaran Echinoidea ditemukan disekitar terumbu karang (bulu babi) dan daerah lamun (sand dollar), Holothuridea ditemukan pada daerah lamun, susbtrat pasir dan terumbu karang, Asteroidea Linckia laevigata, Nardoa tuberculata ditemukan di daerah terumbu karang, sedangkan Culcita novaeguineae dtemukan pada daerah lamun dan karang. The objective of this study was to obtain an information about the distribution of echinoderms in the coastal characteristics of menjangan kecil island, Karimunjawa National Park. The research was conducted in May 2017. The Research Station is divided into four stations based on its coastal characteristics. The methods used in this study were road sampling technique, freehandpicking, and observastion. Echinoderms position recorded using GPS (Geographical Positioning System) and then mapped by using ArcGIS 10.3. Echinodermata map was overlay  with a coral reef map to determine the distribution. Based on research gained 3 kinds of echinoderms with abundance are: Echinoidea (346), Holothuridea (54),  Asteroidea (27). Species found with 16 species. Station 1 has the highest abundance 156, Station 2 (101), Station 3 (71), Station 4 (99), there is a tourist activity at stations 1 and 4. Distribution of Echinoidea was found around coral reefs (sea urchins) and seagrass areas (sand dollars ), Holothuridea found in seagrass area, susbtrat sand and coral reefs, Asteroidea Linckia laevigata, Nardoa tuberculata was found in the coral reef, and Culcita novaeguineae was found on seagrass and coral area.
ANALISIS ASPEK BIOLOGI IKAN KUNIRAN (Upeneus spp) BERDASARKAN JARAK OPERASI PENANGKAPAN ALAT TANGKAP CANTRANG DI PERAIRAN KABUPATEN PEMALANG Iswara, Kartika Widya; Saputra, Suradi Wijaya; Solichin, Anhar
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) Volume 3, Nomor 4, Tahun 2014
Publisher : Departemen Sumberdaya Akuatik,Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (668.301 KB)

Abstract

Ikan Kuniran termasuk ikan demersal dari famili Mullidae yang umumnya ditemukan di laut tropis dan subtropis dan biasanya di daerah sekitar terumbu karang dan sering tertangkap dengan cantrang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aspek biologi ikan Kuniran; produksi ikan Kuniran berdasarkan jarak operasi penangkapan serta upaya pengelolaan sumberdaya ikan Kuniran di Perairan Pemalang. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Maret - April 2014. Metode dalam penelitian ini adalah metode survei. Pengambilan sampel menggunakan metode penarikan contoh acak sederhana. Dalam penelitian ini diperlukan data primer dan sekunder. Data primer merupakan 10% dari total hasil tangkapan per tabur yang digunakan untuk mengetahui aspek biologi ikan Kuniran sedangkan data sekunder meliputi data produksi ikan Kuniran selama 6 tahun terakhir (2008-2013). Hasil penelitian pada ikan Kuniran untuk seluruh zona struktur ukuran tangkapan berada pada ukuran   77 mm - 172 mm, ukuran rata-rata tertangkap (Lc50%) 117mm. Sifat pertumbuhan zona I yaitu allometrik positif sedangkan  zona II dan III bersifat allometrik negatif dengan nilai Kn pada semua zona berkisar 1,004 - 1,11. Tingkat kematangan gonad ikan Kuniran jantan pada setiap zona didominasi oleh TKG I dan II, nilai korelasi TKG dengan IKG sebesar 0,75 dan TKG ikan Kuniran betina setiap zona didominasi oleh TKG III dan IV, nilai korelasi TKG dengan IKG sebesar 0,90. Ikan Kuniran pertama kali matang gonad (Lm50%) berukuran 124,65 mm dan fekunditas berkisar antara 19.850-92.713 butir. Nilai CPUE  terbesar pada zona II 0,630 kg/tabur. Upaya pengelolaan Ikan Kuniran di Perairan Kabupaten Pemalang dilakukan dengan cara memperbesar mesh size, mengatur daerah penangkapan dan musim penangkapan. Goatfish is one of demersal fish of the family Mullidae are commonly found in tropical and subtropical marine and usually in the area around coral reefs and that is often caught using danish seine. The research was intended to recognize the biological aspects of the goatfish, the production of goatfish based on the fishing interval and the management of the goatfish resource in Pemalang Waters. The research was done in March-April 2014 using survey method. Sample was taken using simple random sampling method. The data used in the research were both primary and secondary data. The primary data was 10% of the total fish caught in every period of fishing to recognize the biological aspect of the goatfish while the secondary data was the production data of goatfish in recent 6 years (2008-2013). The result of the research can be seen as follows: The size of goatfish in the fishing zone ranges from 77 mm - 172 mm, and the average of caught fish is (Lc50%) 117mm. Zone I has positive allometric development while zone II and III has negative allometric value with Kn value of all zones range from 1,004 -1,11. The gonad maturity level for male goatfish was dominated by TKG I and II, the correlation calue between TKG and IKG was 0,75 while the gonad maturity level for female goatfish was dominated by TKG III and IV, the correlation value between TKG and IKG was 0,90. The goatfish experienced first gonad maturity (Lm50%) had the size of 124,65 mm and fecundity ranges between 19.850-92.713 items. The biggest CPUE was in zone II with the value 0,630/spreading. The management of goatfish in Pemalang waters has been done by increasing the mesh size, arragement of fishing ground and management of fishing season. 
HUBUNGAN SALINITAS TERHADAP PERKEMBANGAN TELUR CEPHALOPODA YANG DIDAPAT PADA PERAIRAN PANTAI BONDO KABUPATEN JEPARA Samudra, Noky Rizky; Hartoko, Agus; Sulardiono, Bambang
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) Volume 5, Nomor 2, Tahun 2016
Publisher : Departemen Sumberdaya Akuatik,Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (495.974 KB)

Abstract

Cephalopoda merupakan sumberdaya perikanan yang bernilai ekonomis penting. Sebagian besar produksi Cephalopoda di Indonesia berasal dari tangkapan di alam. Kegiatan penangkapan sudah saatnya disertai dengan upaya pengaturan penangkapan dan kegiatan budidaya yang meliputi upaya pemijahan (hatchery) dan pelepasan benih ke alam (restocking). Penelitian ini bertujuan untuk mengatahui pengaruh dan hubungan parameter oseanografi salinitas untuk pertumbuhan dan perkembangan, kecepatan penetasan, waktu penetasan kapsul telur dan embrio Cephalopoda serta perkembangannya. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen laboratories dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 3 perlakuan dengan 3 kali ulangan. Perlakuan pertama (A) dengan salinitas 20 ppt, perlakuan kedua (B) dengan salinitas 25 ppt, perlakuan ketiga (C) dengan salinitas 30 ppt. Penelitian ini juga melakukan 1 pengukuran pada habitat alami untuk dijadikan perbandingannya. Variabel yang di ukur adalah panjang lebar kapsul telur, panjang lebar telur kemudian di hitung nilai laju pertumbuhan spesifik (SGR). Variabel yang diamati dan dicatat adalah lama inkubasi, periode penetasan, dan perkembangan embrio. Data hasil penelitian diuji kenormalan datanya dan diolah  menggunakan analisis sidik ragam, sedangkan untuk mengetahui perbedaan antar perlakuan di uji menggunakan uji-F dengan bantuan SPSS dan untuk mengetahui pola hubungannya dilakukan analisis regresi. Hasil penelitian menunjukan perlakuan salinitas dan suhu memberikan pengaruh yang sangat signifikan terhadap  pertumbuhan panjang dan lebar kapsul serta panjang dan lebar telur Sepioteuthis lessoniana dan Sepia officinalis dibuktikan dengan hasil perhitungan melalui uji anova untuk nilai F-hitung>F-tabel. Lama inkubasi pada Sepioteuthis lessoniana tercepat yaitu 18 hari dengan waktu penetasan selama 3 hari pada salinitas 30 ppt dengan suhu 29-30 oC dan 31 ppt dengan suhu 28-30,5o C, sedangkan untuk Sepia officinalis lama inkubasi tercepat adalah 15 hari dengan waktu penetasan 2 hari pada salinitas 30 ppt dengan suhu 29-30o C dan 31 ppt dengan suhu 28-30,5o C. Semakin tingi salinitas maka semakin cepat perkembangan dan pertumbuhaan, lama inkubasi dan periode penetasan kapsul telur dan telur selama masa inkubasi. The fishery resource is cephalopoda value economically important. Most of the production of cephalopoda in Indonesia originating from catches in nature. Activities catching it time accompanied by the effort of setting arrest of aquaculture activities and covering the efforts of spawning (hatchery) and release the seed to nature (restocking). This research aims to know us salinity that are appropriate for the developmental growth, speed hatching, egg capsules and hatching period of embryonic development and cephalopoda. Research methods used are experimental laboratories.The research methods used are experimental laboratories by using a complete Randomized Design (RAL), which consists of 3 treatment with three replicates. The first treatment (A) with a salinity of 20 ppt, the second (B) treatment with a salinity of 25 ppt, a third treatments (C) with a salinity of 30 ppt. The study also do 1 measurement on the natural habitat for the comparison. The research variable are the length of the egg capsule, the length of egg and calculate the value of the specific growth rate (SGR). The observed variables period of incubation, hatching time, and the period of embryonic development. Data research results was normally of test and analysis using fingerprints, are to know the differences between the treatments tested using test-F using SPSS and to know the pattern of relationship done regression analysis. The research results show the temperature and salinity treatment give very significant influence toward growth capsule length and width as well as length and width egg Sepioteuthis lesoniana and Sepia officinalis, This is proved by the result of the anova calculation for the value of the F-count > F-table. Sepioteuthis lessoniana long incubation on fastest 18 days with a period of hatching for 3 days at a salinity of 30 ppt with a temperature of 29-30° C and 31 ppt with a temperature of 28 -30, 5o C, sepia officinalis medium for long ikubasi the fastest is 15 days with a period of 2 days of hatching on the salinity of 30 ppt with a temperature of 29-30° C and 31 ppt with a temperature of 28 -30,5o C. Higher salinity support faster development and growth, lenght incubation period hatching eggs and egg capsules during the incubation period.
KELIMPAHAN JENIS TERIPANG (Holothuroidea) DI RATAAN TERUMBU KARANG DAN LERENG TERUMBU KARANG PANTAI PANCURAN BELAKANG PULAU KARIMUNJAWA JEPARA Fadli, Muhamad; Ruswahyuni, -; Suryanti, -
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) Volume 2, Nomor 3, Tahun 2013
Publisher : Departemen Sumberdaya Akuatik,Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (377.707 KB)

Abstract

Kepulauan Karimun Jawa Jepara Jawa Tengah sangat terkenal akan kekayaan sumberdaya alam yang ada di dalam laut. Jenis-jenis biota yang beragam hidup di dalamnya.Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui kelimpahan teripang pada lokasi rataan terumbu karang dan lereng terumbu karang serta mengetahui hubungan antara kelimpahan teripang dengan penutupan terumbu karang di lokasi penelitian. Metode yang digunakan adalah metode line transek.Hasil penelitian didapatkan prosentase penutupan karang hidup pada rataan terumbu karang 65,69 % dan pada lereng 69,26 %. Kelimpahan individu teripang pada daerah rataan terumbu karang 37 ind/ 300 m2 dan pada lereng terumbu karang 11 ind/ 300 m2. Berdasarkan hasil Uji Test “T” di dapatkan kelimpahan jenis teripang yang paling banyak adalah pada stasiun A rataan terumbu karang.
KEMAMPUAN APU-APU (Pistia sp.) SEBAGAI BIOREMEDIATOR LIMBAH PABRIK PENGOLAHAN HASIL PERIKANAN (SKALA LABORATORIUM) Ni’ma, Nazla; Widyorini, Niniek; Ruswahyuni, -
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) Volume 3, Nomor 4, Tahun 2014
Publisher : Departemen Sumberdaya Akuatik,Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (670.503 KB)

Abstract

Limbah cair industri perikanan dapat bersumber dari air pencucian, air pembersihan peralatan, lelehan es dari ruang produksi dan lain sebagainya. Limbah cair ini mengandung bahan-bahan organik dan berpotensi untuk menimbulkan efek negatif bagi lingkungan. Bioremediasi merupakan pengembangan dari bidang bioteknologi lingkungan dengan memanfaatkan proses biologi dalam mengendalikan pencemaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan Pistia sp dan bakteri terhadap penurunan kandungan bahan organik limbah pengolahan hasil perikanan. Metode yang digunakan adalah eksperimen skala laboratorium dengan menggunakan wadah percobaan berupa akuarium bervolume 10 l yang diisi dengan limbah dengan konsentrasi 12,5% sebanyak 10 l. Variabel utama penelitian adalah kandungan bahan organik pada media percobaan yang didukung dengan berat basah tanaman, total bakteri serta kualitas air (suhu, cahaya, BOD, COD, DO dan pH,). Rancangan percobaan adalah RAL (Rancangan Acak Lengkap) dengan 4 perlakuan dan 3 kali ulangan. Perlakuan berupa penutupan Pistia sp. dengan konsentrasi 25%, 50%, 75% dan 100%. Data bahan organik dan total bakteri dianalisis dengan analisis Regresi dan Korelasi dengan taraf signifikan 95%. Hasil penelitian menunjukan adanya hubungan antara luas penutupan Pistia sp. dan bakteri terhadap penurunan kandungan bahan organik dengan penutupan yang baik adalah 25%, 50% dan 75%. Wastewater in fishery industry occurs because of washing water, equipment cleaning, melted ice from production room, and so on. Wastewater consists of organic materials, which potentially cause negative effect toward the environment. Bioremediation is the development of environmental biotechnology by utilizing biological process in controlling pollution. The purpose of the research is to find correlation between Pistia sp, and bacteria as bioremediator, and the reduction of organic materials from fishery waste. The method used in this research was laboratory scale experiments using a container which form a 10 l aquarium filled with 10 l of wastewater with 12,5% of concentration. The independent variable of the study was the content of organic material in the experiment media and the support variable were the wet weight of plants, total bacteria as well as the water quality (temperature, light, BOD, COD, DO, pH, and total bacteria). The design of experiment used in this research was Completely Randomized Design consist of 4 treatments and 3 times of repetition. The treatments were a closure of Pistia sp. with a concentration of 25%, 50%, 75%, and 100%. Data of organic material and total bacteri was analyzed using Regression and Correlation analysis with a significant level of 95%. The result showed a correlation between the closure and bacteria to reduction of organic material content, which the good closure was at 25%, 50% and 75%.
STATUS TROFIK PERAIRAN BERDASARKAN NITRAT, FOSFAT, DAN KLOROFIL-a DI WADUK JATIBARANG, KOTA SEMARANG Indriani, Wening; Hutabarat, Sahala; Ain, Churun
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) VOLUME 5, NOMOR 4, TAHUN 2016
Publisher : Departemen Sumberdaya Akuatik,Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (89.063 KB)

Abstract

ABSTRAKWaduk Jatibarang merupakan salah satu waduk yang berada di Semarang yang berfungsi sebagai wisata, sumber air bersih dan untuk mencegah banjir dengan  menampung air dari sungai Kaligarang dan sungai Kreo. Informasi tentang status trofik waduk ini sangat dibutuhkan untuk pengelolaan waduk Jatibarang di masa mendatang. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui status trofik perairanberdasarkan kandungan nitrat (NO3), fosfat (PO4), dan klorofil-a di waduk Jatibarang. Hasil dari penelitian ini diharapkan sebagai acuan pengelolaan waduk Jatibarang. Waktu penelitian dilaksanakan pada tanggal 15 - 29 Maret 2016 dengan pengulangan sebanyak tiga kali dan rentan waktu satu minggu. Penentuan lokasi sampling pada penelitian ini mengacu pada perbedaan area waduk Jatibarang yang selanjutnya dibagi menjadi tiga stasiun pengamatan. Stasiun I sebagai area masukan (inlet), stasiun II di perairan tengah waduk dan stasiun III di area keluaran (Outlet). Setiap stasiun dilakukan pengambilan dua titik sampel berdasarkan kedalaman yaitu permukaan dan 10 meter. Hasil penelitian menunjukan bahwa status trofik waduk Jatibarang berdasarkan kandungan nitrat dan phospat eutrofik dan hipertrofik, sedangkan dilihat dari kandungan klorofil-a termasuk oligotrofik. Kata kunci : Status Trofik; Nitrat; Fosfat, Klorofil-a ; Waduk Jatibarang ABSTRACT Jatibarang reservoir is one of the reservoir located in Semarang which has a function as a Tourism, a source of clean water and to prevent flooding control to collect water from Kaligarang and Kreo river.. Information on the trophic status of the reservoir is very necessary for the future Management of Jatibarang reservoir. The purpose of this study was to determine the trophic status of waters by nitrate (NO3), phosphate (PO4) , and chlorophyll -a in the Jatibarang reservoir . The results of this study will be expected as a reference management of Jatibarang reservoir.The research was carried out on 15 to 29 March 2016, with the replication of three times with span period of one week.Determining the location of sampling in this study refers to the difference in the activity of Jatibarang reservoir area is further divided into three observation stations . Station I input area (inlet) , the second station in the middle of the reservoir waters and III stations in the output area (Outlet). Each station is done taking two sample points based on the depth of that surface and a depth of 10 meters. The results showed that the trophic status of the reservoir Jatibarang based content from nitrate and phosphate eutrophic and hypertrophic, while the views of chlorophyll-a, including oligotrophic. Keywords : Trophic Status;  Nitrate; Phosphate;  Chlorophyll – a;  Jatibarang Reservoir
HUBUNGAN BAHAN ORGANIK DENGAN PRODUKTIVITAS PERAIRAN PADA KAWASAN TUTUPAN ECENG GONDOK, PERAIRAN TERBUKA DAN KERAMBA JARING APUNG DI RAWA PENING KABUPATEN SEMARANG JAWA TENGAH Yuningsih, Hartati Dwi; Anggoro, Sutrisno; Soedarsono, Prijadi
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) Volume 3, Nomor 1, Tahun 2014
Publisher : Departemen Sumberdaya Akuatik,Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (199.433 KB)

Abstract

Tanah tersusun oleh bahan padatan, air dan udara. Bahan padatan ini meliputi mineral berukuran pasir, debu, dan liat serta bahan organik. Bahan organik memegang peranan penting dalam menetukan kesuburan tanah, baik secara fisik, kimiawi, maupun biologis. Produktivitas perairan merupakan laju produksi karbon organik persatuan waktu yang merupakan hasil penangkapan energi matahari oleh tumbuhan hijau untuk diubah menjadi energi kimia melalui fotosintesis. Besarnya produktivitas perairan mengindikasikan besarnya ketersediaan bahan organik terlarut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji hubungan antara bahan organik dengan produktifitas perairan di  danau Rawa Pening.Materi yang digunakan dalam penelitian ini adalah sampel sedimen dan air. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kasus. Metode purposive sampling digunakan untuk pengambilan sampel dengan 3 stasiun dan 3 kali pengulangan. Data yang diukur meliputi bahan organik, produktivitas perairan, nisbah C/N, DO, kedalaman, kecerahan, suhu, pH tanah, dan pH air. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juni 2013.Hasil penelitian menunjukkan bahwa Keramba Jaring Apung memiliki kandungan bahan organik dan produktivitas perairan yang paling tinggi. Kandungan bahan organik pada setiap stasiun sangat tinggi yakni ≥ 55% serta nilai produktivitas perairan pada setiap titik yaitu ≥ 343 (mgC/m2/jam). Hasil uji regresi menunjukkan kandungan bahan organik berpengaruh terhadap tingginya produktivitas perairan, serta memiliki hubungan linier positif dan sangat erat. 
HUBUNGAN JENIS SEDIMEN DENGAN KERAPATAN MANGROVE DI DESA TIMBULSLOKO, DEMAK Mauludi, Fadhil; Sulardiono, Bambang; Haeruddin, Haeruddin
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) Vol 7, No 4 (2018): MAQUARES
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (944.934 KB) | DOI: 10.14710/marj.v7i4.22566

Abstract

Timbulsloko adalah salah satu desa yang berada di Kecamatan Sayung, Demak. Daerah ini menjadi salah satu kawasan yang mengalami erosi secara terus menerus yang mengakibatkan luas daerahnya menjadi semakin berkurang. Dominasi mangrove yang ditemukan di desa ini adalah Rhizophora sp. dan Avicennia sp.. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui jenis sedimen, kerapatan mangrove serta hubungan jenis sedimen dengan kerapatan mangrove di Desa Timbulsloko, Demak. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan April 2018. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif yang bersifat deskriptif dengan pemilihan lokasi penelitian menggunakan teknik purposive sampling. Lokasi sampling dibagi menjadi 3 stasiun, tiap stasiun dibagi menjadi 6 titik sampling. Hasil yang diperoleh dari jenis sedimen ketiga stasiun didominasi tekstur pasir dengan persentase pasir stasiun 1 68,78%, pasir stasiun 2 68,42%, dan pasir stasiun 3 65,91%. Bahan organik sedimen pada stasiun 1 berkisar 1,08-1,48%, stasiun 2 berkisar 0,28-1,6%, dan stasiun 3 berkisar 0,88-2,32%. Salinitas sedimen pada ketiga stasiun berkisar antara 29-30‰. Kerapatan mangrove di lokasi penelitian Desa Timbulsloko didominasi oleh jenis mangrove Avicennia sp.. Nilai kerapatan mangrove stasiun 1 berkisar 2066 - 4550 pohon/ha, stasiun 2 berkisar 2519 - 10000 pohon/ha, dan stasiun 3 berkisar 5986 - 18511 pohon/ha. Hubungan jenis sedimen dengan kerapatan mangrove jika dilihat dari analisa PCA, berdasarkan nilai loading factor kedua faktor yang terbentuk pada ketiga stasiun menunjukkan tingginya korelasi antar variabel. Sedangkan, jika dilihat dari hasil analisa regresi linear berganda menunjukkan bahwa hubungan jenis sedimen dengan kerapatan mangrove di ketiga stasiun mempunyai hubungan yang sangat kuat.  Timbulsloko is one of the villages located in Sayung District, Demak. This area became one of the areas that experienced continuous erotion which resulted the area became decreasing. The dominance of mangroves found in this area is Rhizophora sp. and Avicennia sp. The purpose of this research is to know the type of sediment texture, mangrove density and the relation of sediment texture with mangrove density in Timbulsloko village, Demak. This study was conducted in April 2018. The method of this research is descriptive quantitative method and using purposive sampling technique. Sampling area is divided into 3 stations, each station divided into 6 sampling points. The results showed that sediment types from three stations were dominated by sand texture with the percentage of station 1 sand 68.78%, station sand 2 68.42%, and station sand 3 65.91%. Sediment organic material at station 1 ranged from 1.08 to 1.48%, station 2 ranged from 0.28 to 1.6%, and station 3 ranged from 0.88 to 2.32%. Sediment salinity in three stations ranged from 29-30 ‰. Mangrove density in Timbulsloko Village is dominated by Avicennia sp.. The mangrove density values at station 1 ranged from 2066 to 4550 trees / hectare, station 2 ranged from 2519 to 10000 trees / hectare, and station 3 ranged from 5986 to 18511 trees / hectare. The relationship between the type of sediment and the density of mangroves when viewed from the PCA analysis, based on the value of loading factors from two factors formed on three stations showed the high correlation between variables. Meanwhile, when viewed from the results of multiple linear regression analysis shows that the relationship between the type of sediment and the density of mangroves in three stations has a very strong relationship. 
STRATEGI PENGEMBANGAN OBYEK WISATA ALAM PANTAI SUWUK KABUPATEN KEBUMEN JAWA TENGAH Mongi, Elrin Meivian; Purwanti, Frida; Sulardiono, Bambang
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) Volume 4, Nomor 2, Tahun 2015
Publisher : Departemen Sumberdaya Akuatik,Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (372.43 KB)

Abstract

Wisata alam merupakan pemanfaatan sumberdaya alam atau daya tarik panorama alam untuk kegiatan wisata. Salah satu obyek wisata alam di Kabupaten Kebumen adalah Pantai Suwuk. Tujuan penelitian untuk  mengetahui potensi daya tarik wisata alam di Pantai Suwuk; mengetahui profil dan persepsi pengunjung, tingkat kepuasan wisata, kepedulian lingkungan, dan menyusun strategi pengembangan wisata alam Pantai Suwuk Kebumen. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dimana potensi daya tarik wisata disajikan dengan piktogram. Pengambilan sampel responden dilakukan dengan menggunakan teknik accidental sampling sedangkan penyusunan strategi pengembangan wisata dilakukan menggunakan teknik FGD (Forum Group Disscussion) dan analisis SWOT. Pantai Suwuk memiliki luas 5,5 ha dengan 3 formasi tumbuhan pantai yaitu mangrove, pes-caprae, dan barringtonia. Potensi daya tarik wisata pantai Suwuk meliputi wisata alam dan buatan dengan 9 atraksi yaitu pemandangan alam (skor 1839); museum pesawat terbang (skor 1797); penyewaan perahu (skor 1671); kuliner (skor 1671); kebun binatang (skor 1653); penyewaan ATV (skor 1548); rekreasi berenang (skor 1473); berkuda (skor 1244) dan memancing (skor 1053). Pengunjung sebagian besar mendapat informasi OWA Pantai Suwuk secara lisan (88.89 %); dengan tujuan rekreasi 73.33%; frekuensi kunjungan 3-5 kali (35.56%) dan datang bersama teman 42.22 %, dengan lama kunjungan 1-2 jam (22.22%) serta 62.22 % menyatakan biaya wisata termasuk cukup murah. Tingkat kepuasan pengunjung termasuk dalam kategori puas dan kepedulian terhadap lingkungan termasuk dalam kategori sangat peduli. Strategi prioritas dan alternatif pengembangan wisata meliputi pengembangan kompentensi, pengembangan fasilitas, keterlibatan masyarakat, peningkatan kerjasama, peningkatan pemahaman lingkungan, peningkatan peran lembaga, peningkatan konsep pariwisata alam, pengembangan wisata edukasi, dan pengelolaan sampah serta kebersihan. Nature tourism is usage of natural resources or nature panorama for tourism activities. One of nature tourist attraction in the Kebumen district is the Suwuk beach. The research aims to identify tourism potential of natural attractions on the Suwuk beach; to know profile and perceptions of the visitors, tourist satisfaction levels, environmental awareness, and to set nature tourism development strategy of Suwuk Beach Kebumen. The research used a qualitative descriptive approached in which potency of tourism attraction presented in pictogram. Sampling respondents were conducted using accidental sampling while tourism development strategies was set up using FGD technique and SWOT analysis. The Suwuk beach has an area of 5.5 ha with 3 coast vegetation formations ie mangrove, pes-caprae, and Barringtonia. Potency of touriwm attraction on the Suwuk coast include tourism on natural and artificial consist of 9 attractions ie panoramic view (score 1839); aircraft museum (score 1797); boat rentals (score 1671); culinary (score 1671); the zoo (score 1653); ATV rentals (score 1548); recreational swimming (score 1473); horse riding (score 1244) and fishing (score 1053). Most visitors got verbal information (88.89 %); with the purpose for recreation (73.33%); frequency of the visit 3-4 times (35.56%); and come with friends (42.22%) with stay duration 1-2 hours (22.22%); and stated that the destination is in cheap cost The visitor satisfaction level are in satisfied category, environmental awareness in the level of very concern. Priorities and alternative of tourism development strategies include develop competency, facilities, community involvement, collaboration, increase environmental awareness, the role of institutions, improve the nature tourism concept, develop educational tourism and waste management as well as hygiene.
PENGARUH KANDUNGAN NUTRIEN TERHADAP KESUBURAN DI KOLAM BUDIDAYA IKAN NILA (Oreochromis sp.) DI BALAI BENIH IKAN MIJEN, SEMARANG Rusyadi, Imron; Hutabarat, Sahala; Ain, Churun
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) Vol 6, No 1 (2017): MAQUARES
Publisher : Departemen Sumberdaya Akuatik,Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Ikan Nila (Oreochromis sp) merupakan jenis ikan yang memiliki toleransi tinggi terhadap perubahan lingkungan perairan, namun kualitas air dalam wadah budidaya harus tetap dikelola dengan baik agar pertumbuhannya optimal. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui nilai nutrien yang dilihat dari kadar nitrat dan fosfat serta nilai kesuburan perairan yang dilihat dari klorofil-a dan fitoplankton, mengetahui kondisi perairan di kolam budidaya ikan Nila yang ditinjau dari kadar nutrien dan tingkat kesuburannya, serta mengetahui keterkaitan antara kandungan klorofil-a dengan nutrien dan juga fitoplankton dengan nutrien di perairan kolam budidaya ikan Nila (Oreochromis sp) BBI Mijen Semarang. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juni 2016 di Balai Benih Ikan (BBI) Mijen, Semarang dan di Laboratorium Balai Lingkungan Hidup, serta Laboratorium Pengelolaan Sumberdaya Ikan dan Lingkungan FPIK Undip, Tembalang, Semarang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif analisis, metode pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Hasil penelitian yang diperoleh nilai nutrien yang didapatkan yaitu nitrat sebesar 0,900-1,463 mg/l dan fosfat sebesar 0,092-0,100 mg/l. Nilai kesuburan perairan yang dilihat dari klorofil-a yaitu 2,44-3,41 mg/m3 dan kelimpahan fitoplankton sebesar 480-800 ind/l. Keterkaitan antara kandungan klorofil-a dengan nutrien, serta fitoplankton dengan nutrien secara keseluruhan menunjukkan bahwa kesuburan perairan lebih banyak dipengaruhi oleh nitrat daripada fosfat dan kondisi kesuburan di kolam budidaya ikan Nila (Oreochromis sp) BBI Mijen ditinjau dari kadar nutrien dan tingkat kesuburannya secara keseluruhan menunjukkan bahwa perairan pada kondisi tingkat kesuburan yang sedang. Kata kunci: kesuburan perairan; nutrien; fitoplankton; ikan Nila ABSTRACT Nila fish(Oreochromis sp)  is a species of fish that have a high tolerance to changes in the aquatic environment, so it can save amount of feeds that used. however the quality of the water in the cultivation container  should be well managed in order to gain optimal growth. The purpose of this study was to determine the nutrient value as seen from nitrate and phosphate as well as the value of the fertility waters seen from chlorophyll-a and phytoplankton, determine the condition water in terms of levels nutrients and fertility in the pond farm of parrot fish, and to know the relationship between chlorophyll-a with nutrients and also phytoplankton with nutrients in the waters of aquaculture ponds Nila fish (Oreochromis sp) at BBI Mijen Semarang. This research was conducted in June 2016 at Balai Benih Ikan (BBI) Mijen, Semarang and Central Laboratory of Environment, as well as the Laboratory of Fish Resources Management and Environment FPIK Undip, Tembalang, Semarang. The method used in this research is descriptive analysis , methods of sampling using purposive sampling. The results of research, obtained amount nutrient value of nitrate about 0.900 to 1.463 mg / l and phosphate around 0.092 to 0.100 mg / l. Value of fertility waters as seen from chlorophyll-a is 2.44 to 3.41 mg / m3 and abundance of phytoplankton value are 480-800 ind / l. The linkage between the content of chlorophyll-a with nutrients, and phytoplankton with nutrients as a whole show that the fertility waters more influenced by nitrates than phosphates and fertility conditions in aquaculture of Nila fish (Oreochromis sp) in terms level of nutrients and fertility rates show that the waters was on good fertility condition Keywords: fertility waters; nutrient; phytoplankto; Nila  fishÂ