cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Management of Aquatic Resources Journal (Maquares)
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : 27216233     DOI : -
Core Subject : Science,
Jurnal Management of Aquatic Resources diterbitkan oleh Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Departemen Sumberdaya Akuatik, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Diponegoro. Jurnal Management of Aquatic Resources menerima artikel-artikel mengenai bidang perikanan, manajemen sumberdaya perairan.
Arjuna Subject : -
Articles 548 Documents
HUBUNGAN KELIMPAHAN LARVA IKAN DENGAN KERAPATAN MANGROVE YANG BERBEDA DI KAWASAN DELTA WULAN, KABUPATEN DEMAK Ramadhian, Dimas Rahmat; Widyorini, Niniek; Solichin, Anhar
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) VOLUME 5, NOMOR 4, TAHUN 2016
Publisher : Departemen Sumberdaya Akuatik,Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (136.34 KB)

Abstract

ABSTRAK              Larva adalah biota perairan yang bersifat planktonik dan termasuk ke dalam jenis meroplankton.      Stadia larva merupakan fase awal daur kehidupan bagi ikan. Perairan delta merupakan perairan yang subur karena di kawasan tersebut terjadi penumpukan nutrien maupun bahan organik yang berasal baik dari daratan maupun lautan yang terjebak atau terendapkan. Delta-delta yang ada di daerah tropis hampir seluruhnya ditumbuhi oleh mangrove. Hal tersebut seperti yang terlihat di beberapa delta besar di daerah tropis yang salah satunya terdapat di Delta Wulan, Demak. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa ekosistem mangrove merupakan perairan yang subur dan berfungsi sebagai daerah asuhan dari berbagai jenis larva ikan.           Kondisi kerapatan mangrove yang berbeda dapat pula mempengaruhi kelimpahan dan komposisi larva ikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelimpahan dan komposisi larva ikan pada kerapatan mangrove yang berbeda dan mengetahui hubungan antara kelimpahan larva ikan dengan kerapatan mangrove yang berbeda. Metode penelitian yang digunakan adalah metode studi kasus. Hasil yang diperoleh adalah pada stasiun I tingkat kerapatan mangrove padat (3200 Pohon/Ha) nilai kelimpahan larva ikan sebesar 290 individu/250 m3 terdiri dari 16 famili. Stasiun II tingkat kerapatan mangrove sedang  (1500 Pohon/Ha) nilai kelimpahan larva ikan sebesar 133 individu/250 m3 terdiri dari 11 famili, dan stasiun III tingkat kerapatan mangrove jarang (600 Pohon/Ha) nilai kelimpahan larva ikan sebesar 79 individu/250 m3 terdiri dari 11 famili. Nilai koefisien korelasi antara kelimpahan larva ikan dengan kerapatan mangrove yaitu sebesar r = 0,980. Berdasarkan hal tersebut dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan positif antara kelimpahan larva ikan dengan kerapatan mangrove. Kata kunci: kelimpahan; larva ikan; kerapatan mangrove; Delta Wulan  ABSTRACT              Larvae is one of aquatic organism with behavior as same as the plankton and belongs to the type            of meroplankton. The first life form of fish is known as larvae. Delta as one of aquatic environment is a rich area with high productivity due to the accumulation both of nutrient and organic matter derived from                       the headwaters and sea. Most of the deltas in tropical area that occupied with     the tree of mangroves. Such as in several large delta in the tropics that one of them include Delta Wulan, Demak. Several study has shown     the result that the ecosystem of mangrove is a high flourish area. Many species of larval fish depends                on mangroves as the nursery area. The different condition of mangrove density can affect the abundance and composition of larval fish. The purposes of this research are to determine the abundance and composition         of larval fish in the different condition on mangrove density and to determine relation between the abundance   of larval fish with different condition of mangrove density. This research were used the case study method.     The results of this research on three different station are: high density with total of 3200 trees/Ha and total         of  the abundance of larval fish are 290 Individual/250 m3consist of 16 families. On station 2, medium density with total of 1500 trees/Ha and total of the abundance of  larval fish are 133 Individual/250 m3 consist              of 11 families, while on station 3, rare density with total of 600 trees/Ha and total of the abundance of larval fish are 79 Individual/250 m3 consist of 11 families. The correlation value of statistic between the abundance           of larval fish with the different condition of mangrove density is shown with total r value of 0,980.       Conclusion of this research shows there is a correlation between the abundance   of larval fish with the density of mangrove. Keywords : abundance; larval fish; mangrove density; Delta Wulan
PROFIL KANDUNGAN NITRAT DAN FOSFAT PADA POLIP KARANG Acropora sp. DI PULAU MENJANGAN KECIL TAMAN NASIONAL KARIMUNJAWA Aini, Muslihuddin; Suryanti, -; Ain, Churun
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) Volume 2, Nomor 4, Tahun 2013
Publisher : Departemen Sumberdaya Akuatik,Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (407.082 KB)

Abstract

Terumbu karang merupakan suatu ekosistem yang sangat kompleks dengan keanekaragaman hayati yang tinggi. Acropora sp. merupakan salah satu terumbu karang yang umum mendominasi daerah tropis karena sifatnya yang mudah berkembang dan ketahanannya terhadap lingkungan. Banyak faktor yang mempengaruhi kehidupan karang Acropora sp., salah satunya adalah nitrat dan fosfat. Nitrat dan fosfat pada polip karang dibutuhkan oleh Zooxanthelhae untuk melakukan proses fotosintesis. Hasil dari proses fotosintesis seperti asam amino akan digunakan oleh karang untuk proses kalsifikasi atau pertumbuhan.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui profil kandungan nitrat dan fosfat pada polip karang Acropora sp., dan mengetahui persentase penutupan terumbu karang di pulau Menjangan Kecil. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei yang bersifat deskriptif, sedangkan metode yang digunakan dalam pengambilan sampel karang adalah metode purposive. Sampel karang Acropora sp. Diambil secara random pada kedalaman 1-2 meter dan pada kedalaman 3-5 meter, pada masing-masing kedalaman terdapat 4 titik sampling, dan pada tiap titik sampling tersebut diambil 2 sampel karang Acropora sp. Penelitian ini menganalisis kandungan nitrat fosfat dan jumlah bakteri nitrifikasi pada karang Acropora sp. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi fluktuasi kandungan nitrat dan fosfat pada polip karang. Kandungan nitrat sebesar 14.78 – 21.09 %  atau setara dengan 147.800 – 210.900 mg/L dan fosfat sebesar 23.40 – 28.18 % atau setara dengan 234.000 – 281.800 mg/L. Persentase penutupan terumbu karang pada stasiun I adalah 71,6 %, termasuk dalam kategori baik, sedangkan persentase penutupan terumbu karang pada stasiun II adalah 75 %, termasuk dalam kategori sangat baik. Semakin banyak kandungan nitrat dan fosfat pada polip karang, maka semakin tinggi persentase penutupan terumbu karangnya.
HUBUNGAN TUTUPAN BENTUK KARANG DENGAN KELIMPAHAN IKAN KARANG DI PERAIRAN PULAU CILIK TAMAN NASIONAL KARIMUNJAWA Gustilah, Lillah; Solichin, Anhar; Purnomo, Pujiono Wahyu
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) Vol 7, No 3 (2018): MAQUARES
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/marj.v7i3.22548

Abstract

Pulau Cilik merupakan salah satu dari 27 Pulau yang membentuk kepulauan Karimunjawa, Jawa Tengah. Kondisi terumbu karang yang masih baik menjadikan Pulau Cilik sebagai salah satu objek wisata. Adanya kegiatan pariwisata dikhawatirkan dapat mengganggu kondisi ekosistem terumbu karang. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui jenis dan perbedaan kelimpahan ikan antar kedalaman dan hubungan kerapatan bentuk karang dan kelimpahan ikan karang di berbagai tingkat kedalaman yang berbeda di Pulau Cilik Taman Nasional Karimunjawa, Jawa Tengah. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan September 2016 di perairan Pulau Cilik Taman Nasional Karimunjawa, Jawa Tengah. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian bersifat deskriptif. Pengamatan dilakukan pada 4 stasiun yaitu barat, selatan, utara dan timur Pulau Cilik terdapat 2 titik kedalaman titik 1 3 m dan 10 m, masing-masing dilakukan pengulangan pengamatan 2 kali. Pada setiap titik dilakukan pengukuran parameter fisika dan kimia air, pengamatan kondisi bentuk karang dan kelimpahan ikan. Analisis data meliputi indeks keanekaragaman, keseragaman dan perhitungan persentase tutupan karang hidup, karang mati, pasir dan pecahan karang. Data yang telah diperoleh selanjutnya dianalisa statistik dengan uji t, yaitu membandingkan kelimpahan ikan karang antara kedalaman 3 m dan 10 m serta membandingkan perbedaan hubungan antara bentuk karang dan ikan karang. Hasil Bentuk karang yang terdapat di Pulau Cilik yaitu bentuk karang keras dan kelimpahan ikan karang yang mendominasi adalah jenis ikan Pomacentridae. Hubungan kerapatan terumbu karang dengan kelimpahan ikan karang terdapat hubungan positif dengan nilai koefisien korelasi (R) sebesar 0,6861 pada kedalaman 3 m dan 10 m, Persentase tutupan terumbu karang hidup termasuk kategori baik (>50%). Cilik Island is one of 27 island that form the Karimunjawa islands, Central Java. The condition of coral reefs are still outstanding to make Cilik Island as one of tourist destinations. The existence of tourism activities is worried to disrupt the condition of coral reef ecosystems. The aim of this research is to recognise the types and differences of fish abundance between depth and the relation of coral cover density and abundance of reef fish at different level of depth in Cilik Island Karimunjawa National Park, Central Java. This research was conducted in September 2016 in the waters of Pulau Cilik Karimunjawa National Park, Central Java. The research method used in the research is descriptive method. The observations were conducted on 4 stations, they are west, south, north and east of Cilik Island has 2 points depth point of 3m and 10m,each of observation was reapeted twice. At each point, It was conducted the measurement on physical and chemical parameters of water, observation of coral cover condition and fish abundance. Analysis data included index of diversity, uniformity and calculation of percentage of live coral cover, dead corals, sand and coral fragments. The obtained data were then analyzed statistically with t-test, by comparing the abundance of reef fish between 3 m and 10 m of depth and comparing the differences between coral cover and reef fish. The results of coral shape found in Pulau Cilik is the form of hard corals and the abundance of reef fish that dominate is Pomacentridae fish species. The correlation of coral reef density with abundance of reef fish has positive correlation with correlation coefficient value (R) 0,6861 at depth of 3 m and 10 m. The percentage of live coral cover is good category (> 50%). 
LAJU SEDIMENTASI PADA KARANG MASSIVE DAN KARANG BERCABANG DI PERAIRAN PULAU PANJANG JEPARA Rahmitha, Inesa Ayuniza; Ruswahyuni, -; Suryanti, -
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) Volume 4, Nomor 2, Tahun 2015
Publisher : Departemen Sumberdaya Akuatik,Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (363.991 KB)

Abstract

Pulau panjang merupakan kawasan perairan laut di utara Kota Jepara. Terumbu karang merupakan salah satu ekosistem yang terdapat di wilayah pantai daerah tropis. Terumbu karang memiliki berbagai macam bentuk morfologi yaitu tipe bercabang, massive, kerak, meja, daun, serta jamur. Laju sedimentasi diduga berbeda pada dua bentuk morfologi karang yaitu karang massive dan bercabang. Metode penelitian ini adalah metode deskriptif. Pengambilan data penutupan karang menggunakan metode Line Transect. Sedimen dalam pengukuran laju sedimentasi diambil menggunakan sediment trap yang diletakkan masing-masing pada karang tersebut selama 14 hari. Terdapat 3 genera karang massive yang ditemukan di lokasi penelitian yaitu genus Goniastrea, Favites dan Goniopora sementara pada karang bercabang adalah genus Porites dan Acropora. Nilai presentase penutupan karang hidup dari karang massive yaitu 36,83% dan karang bercabang 46,84%. Laju sedimentasi pada karang massive dan karang bercabang di perairan Pulau Panjang, Jepara yaitu antara 0,54 – 2,78 mg/cm3/hari pada karang massive sedangkan pada karang bercabang antara 0,43 – 1,25 mg/cm3/hari. Laju sedimentasi pada dua tipe karang menunjukkan perbedaan dimana laju sedimentasi pada karang massive lebih tinggi dibandingkan dengan karang bercabang. Panjang island is an island that located in the north of Jepara city. Coral reefs is one of teh ecosystem in the coastal area in the tropical region. Coral reefs has various morphology type such as branching, massive, encrusting, tabulate, foliose and mushroom. Sedimentation rate are suppossed to be different in two coral morphology. The method of this study is descriptive method. The method of data collection is Line Transect. Sediment in sedimentation rate measurement, taken by sediment trap that placed in those coral types for 14 days. There are 3 genera coral founded in the study site were Goniastrea, Favites and Goniopora genus from massive coral then Porites and Acropora genus from branching coral. The coral nappe of massive coral is 36,83% whereas branching coral is 46,84%. Sedimentation rate in Panjang island waters are 0,54 – 2,78 mg/cm3/day in massive coral then branching coral are 0,43 – 1,25 mg/cm3/day. Sedimentation rate between two types coral shows the difference, where the sedimentation rate in the massive coral are higher than in the branching coral.
JENIS DAN DISTRIBUSI UKURAN IKAN HASIL TANGKAP SAMPINGAN (BY CATCH) RAWAI TUNA YANG DIDARATKAN DI PELABUHAN BENOA BALI Astuti, Skar Puji; Ghofar, Abdul; Saputra, Suradi Wijaya; Nugraha, Budi
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) VOLUME 5, NOMOR 4, TAHUN 2016
Publisher : Departemen Sumberdaya Akuatik,Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (186.655 KB)

Abstract

ABSTRAK Hasil tangkapan rawai tuna terdiri dari dua jenis yaitu hasil tangkapan utama (target species) dan hasil tangkapan sampingan (by catch). Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan informasi jenis ikan hasil tangkapan utama dan ikan hasil tangkapan sampingan rawai tuna, menghitung komposisi ikan, menganalisa distribusi ukuran ikan dan mengetahui nilai CPUE ikan HTU dan ikan HTS. Penelitian dilaksanakan pada bulan April-Mei 2016 dengan mengikuti kegiatan sampling enumerator Loka Penelitian Perikanan Tuna Benoa, Bali. Hasil penelitian menunjukkan jenis ikan hasil tangkapan utama rawai tuna yaitu ikan Tuna mata besar (Thunnus obesus), Tuna sirip kuning (Thunnus albacares), Tuna sirip biru selatan (Thunnus maccoyii) dan Tuna albakora (Thunnus allalunga). Jenis ikan hasil tangkapan sampingan rawai tuna yang mendominasi yaitu ikan opah (Lampris guttatus), hiu air (Prionace glauca) dan escolar (Lepidocybium flavobrunneum). Perbandingan komposisi ikan hasil tangkapan utama yaitu 69% dan ikan by catch 31%. Distribusi ukuran ikan hasil tangkapan sampingan sebagian besar sudah memenuhi kriteria ikan layak tangkap. CPUE ikan hasil tangkapan sampingan lebih rendah dibandingkan dengan ikan hasil tangkapan utama. Kata kunci: Hasil Tangkapan Sampingan (by catch), Rawai Tuna, Pelabuhan Benoa Bali, Samudera Hndia.  ABSTRACT Catch of Tuna longline has two types, that is target species and by catch product. This research aims to determine the information type of target species and species by catch, calculate the composition of the fish, size of distribution analysis and determine the CPUE (Catch per unit effort) of species by catch and target species. This research is conducted in April-May 2016 following the sampling enumerator activities of Benoa port. The results of the research show that the type of target species Tuna Longline there are Big eye tuna (Thunnus obesus), Yellow fin tuna (Thunnus albacares), Southern bluefin tuna (Thunnus maccoyii) and Albakora (Thunnus allalunga). The types of species by catch Tuna Longline dominates that is Opah (Lampris guttatus), Shark (Prionace glauca) and Escolar (Lepidocybium flavobrunneum). Comparison of the composition target species is 69% and species by catch is  31%. The size distribution of species by catch already most the criteria of decent fish caught. CPUE of species by catch was lower than. Keywords: bycatch, tuna longline, benoa port, indian Ocean
HUBUNGAN KERAPATAN RUMPUT LAUT Sargassum sp. DENGAN KELIMPAHAN EPIFAUNA DI PANTAI BARAKUDA PULAU KEMOJAN, KEPULAUAN KARIMUNJAWA, JEPARA Ibrahim, Ahmad Mahdi; Subiyanto, -; Ruswahyuni, -
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) Volume 3, Nomor 2, Tahun 2014
Publisher : Departemen Sumberdaya Akuatik,Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (614.493 KB)

Abstract

Perairan Pantai Barakuda merupakan perairan yang terletak di Pulau Kemojan, Kepulauan Karimunjawa yang memiliki berbagai kekayaan alam hayati dan non hayati. Salah satu sumberdaya diantaranya adalah rumput laut Sargassum sp. yang tumbuh subur pada perairan tersebut. Tegakan rumput laut berfungsi sebagai penahan arus dan gelombang sehingga dapat memberikan perlindungan di bawah akar rumput yang mendukung bagi berbagai kehidupan organisme akuatik dan secara ekologi berfungsi sebagai perangkap sedimen dan pencegah abrasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelimpahan epifauna pada ekosistem Sargassum sp. dan untuk mengetahui hubungan antara kerapatan dari Sargassum sp. dengan kelimpahan epifauna di Pantai Barakuda, Karimunjawa. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Maret 2013. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survey lapangan dan metode pengambilan sampel adalah sistematik sampling. Lokasi sampling terdiri dari line yang tegak lurus garis pantai dengan panjang 100 meter.  Hasil penelitian menunjukan kelimpahan epifauna terdapat 623 individu yang terdiri dari Gastropoda dan Bivalvia . Epifauna yang ditemukan lima spesies epifauna dari kelas Gastropoda yaitu Cerithium sp., Nassarius sp., Conus sp., Colubraria sp., Latirus sp. Terdapat Tiga spesies dari kelas bivalvia yaitu Donax sp. , Acanthocardia sp., Lioconcha sp. Kelimpahan epifauna secara nyata dipengaruhi oleh kerapatan rumput laut Sargassum sp. (Uji Regresi Linier sederhana P= 0,05). Dengan persamaan y = 20,731x + 1,8734 dimana y adalah kelimpahan epifauna dan x adalah kerapatan rumput laut Sargassum sp. Sedangkan, kelimpahan epifauna secara nyata tidak dipengaruhi oleh luasan penutupan daripada Sargassum sp. yang ditunjukan dengan grafik linier yang negatif dan menjauhi garis.  Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa kelimpahan epifauna ada hubungan dengan kerapatan rumput laut Sargassum sp. Barakuda Beach is located at Kemujan Island was part of Karimunjawa Islands which has various biotic and abiotic resources. One of those was Sargassum sp. seaweed that grow well and fertile in that coastal. The trunks of seaweed is function as a current and wave protection which be able to give protection among seweed roots for living kinds of aquatic organisms, and ecologically it function as a sediment trap and abration prohibition.  This research was aimed to know epifauna abundances on Sargassum sp. ecosystem and to knows the relationship between   of Density from Sargassum sp. by abundances of ephifauna in Barakuda Beach, Karimunjawa. This research was held on March and April 2013. The research method was field survey method and sample collection by systematic sampling method. Sampling location divide into 2 lines were one of line has long 50 meters. The research result showed that ephifauna abundances has 623 individu of eppifauna. There were found five species of ephifauna each as class Gastrophoda consist of Cerithium sp., Nassarius sp., Conus sp., Colubraria sp., Latirus sp. There were three species of ephifauna each as class Bivalvia consist of Donax sp. , Acanthocardia sp., Lioconcha sp . Ephifauna abundances significantly determained by Sargassum sp. density (Simple Linier Test, P= 0,05). The formula was y= 20,731x - 1,8734 which y is ephifauna abundances and x is Sargassum sp. seaweed density. Beside that, there weren’t a determained for ephifauna abundances by canopy of Sargassum sp. which showed by negatif linier graphic who long from main line of graphic. From the research result could be concluded that ephifauna abundances was significant relationship between of Density from Sargassum sp. seaweed density and ephifauna abundances.
KELIMPAHAN MAKROZOOBENTOS BERDASARKAN STRATIFIKASI SALINITAS DARI HULU – HILIR SUNGAI SIANGKER SEMARANG Macrozoobentos Abundance Based on Salinity Stratification from Upstream - Lower Siangker River Semarang Hariawansyah, Fathul Aziz; Widyorini, Niniek; Ain, Churun
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) Vol 8, No 2 (2019): MAQUARES
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (363.795 KB) | DOI: 10.14710/marj.v8i2.24227

Abstract

ABSTRAKSungai sebagai salah satu jenis media hidup bagi organisme perairan, seringkali tidak dapat terhindarkan dari masalah penurunan kualitas perairan sebagai akibat dari perkembangan aktivitas manusia. Sungai Siangker merupakan salah satu subsistem drainase di wilayah Semarang Barat yang bermuara ke Teluk Semarang yang mengalami pendangkalan akibat reklamasi. Tujuan dilakukannya penelitian ini yaitu untuk mengetahui stratifikasi salinitas, komposisi makrozoobentos berdasarkan stratifikasi salinitas, dan hubungan stratifikasi salinitas dengan komposisi makrozoobentos pada perairan Sungai Siangker. Metode yang digunakan pada penelitian ini bersifat deskriptif dengan pendekatan kuantitatif, menggunakan  teknik secara sistematik sampling. Untuk mengetahui hubungan kedua variabel dilakukan uji regresi kolerasi. Pengambilan sampel dilakukan pada 9 (Sembilan) titik sampling dari hulu-hilir sungai berdasarkan stratifikasi salinitas dengan jarak antar titik sejauh 200 m pada perairan Sungai Siangker. Nilai salinitas di Sungai Siangker pada Hulu sungai (K1) berkisar antara (0‰ - 4‰)  pada Tengah sungai (K2) berkisar antara (20‰ - 23‰), dan pada Hilir sungai (K3) berkisar antara (29‰ - 30‰). Pada stratifikasi salinitas yang berbeda di temukan jenis makrozoobentos yang bermacam-macam dengan kelimpahan yang berbeda pula, seperti pada K1 (0‰ - 4‰) ditemukan jenis Telescopium dan Casidula sp , pada K2 (20‰ - 23‰) ditemukan jenis Terebralia sp dan Cerithidae, dan pada K3 (29‰ - 30‰) ditemukan jenis Terebralia sp, Melanoides, dan Nereidae. Hasil regresi korelasi yang dihasilkan menunjukkan  bahwa stratifikasi salinitas di suatu perairan memberikan pengaruh terhadap kelimpahan dan persebaran makrozoobentos. ABSTRACTRivers as one type of living media for aquatic organisms, cannot be avoided from the problem of decreasing water quality as a result of the development of human activities. Siangker River is one of the drainage subsystems in the West Semarang region which empties into Semarang Bay which have been silting due to reclamation. Study was to determine the salinity stratification, composition of macrozoobenthos based on salinity stratification, and relationship of salinity stratification with the composition of macrozoobenthos in the waters of River Siangker. The method used in this study was descriptive with a quantitative approach, using systematic sampling techniques. To find out the relationship between the two variables, the regression test was conducted. Sampling was carried out on 9 (nine) sampling points from upstream-downstream of the river based on salinity stratification with a distance between points as far as 200 m in the waters of the Siangker River. The salinity value in the Siangker River on the Upper River (K1) ranged from (0‰ - 4‰) to the middle of the river (K2) ranging from (20‰ - 23‰), and downstream (K3) ranged from (29‰ - 30‰). Different strains of salinity were found in various types of macrozoobenthos with different abundances, such as in K1 (0‰ - 4‰) found in the type of Telescopium and Casidula sp, in K2 (20‰ - 23 ‰) found Terebralia sp and Cerithidae, and in K3 (29‰ - 30‰), Terebralia sp, Melanoides, and Nereidae were found. The resulting correlation regression results show that salinity stratification in a waters influences the abundance and distribution of macrozoobenthos.
STUDI EKOLOGI DAN ASPEK BIOLOGI IKAN BELANAK (Mugil sp.) DI PERAIRAN MUARA SUNGAI BANGER, KOTA PEKALONGAN Okfan, Andri; Muskananfola, Max Rudolf; Djuwito, -
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) Volume 4, Nomor 3, Tahun 2015
Publisher : Departemen Sumberdaya Akuatik,Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (525.274 KB)

Abstract

Kota pekalongan merupakan salah satu kota di Jawa Tengah dengan sektor perikanan yang baik. Ikan – ikan ekonomis penting banyak dihasilkan dari usaha penangkapan maupun budidaya. Ikan Belanak merupakan salah satu ikan ekonomis yang berpotensi untuk dikembangkan dilihat dari tingkat konsumsi masyarakat yang tinggi, namun informasi mengenai ikan Belanak di perairan Pekalongan belum banyak didapatkan. Tujuan dari penelitian adalah mengetahui hubungan studi ekologi dan aspek biologi ikan Belanak (Mugil sp.) dengan konsep pengelolaan sumberdaya ikan Belanak di perairan muara sungai Banger, Kota Pekalongan. Penelitian ini menggunakan beberapa metode untuk mendapatkan data hasil penelitian seperti struktur ukuran menggunakan data panjang dan berat ikan, panjang infinity menggunakan rumus L∞ = Lmax/0,95, ukuran pertama tertangkap dengan cara memplotkan frekuensi kumulatif dengan setiap panjang ikan, sehingga akan diperoleh kurva logistik baku dan titik potong antara kurva dengan 50% ikan tertangkap, hubungan panjang berat menggunakan rumus W = aLb, faktor kondisi menggunakan rumus Kn = W/L3, rasio kelamin didapatkan dari hasil pembagian jumlah ikan jenis kelamin tertentu dengan jumlah total ikan dikali 100%, TKG menggunakan indikator dari Effendie (2002), IKG didapatkan dari hasil pembagian berat gonad dengan berat tubuh dikali 100%, fekunditas menggunakan rumus F=(G.V.X)/Q, dan parameter fisik lingkungan didapatkan dari hasil pengamatan di lokasi penelitian. Hasil penelitian menunjukan struktur ukuran berkisar 89 – 291 mm dan berat 9,5 – 259,72 gram, ukuran pertama tertangkap 142 mm, hubungan panjang berat W = 2,168L2,855 nilai b<3 menunjukan pertumbuhan ikan allometrik negatif, faktor kondisi 1,34 menunjukan kondisi ikan kurang pipih, rasio kelamin didominasi ikan jantan 2,69:1, dan fekunditas ikan Belanak berkisar 47.813 - 569.261 butir. Konsep pengelolaannya dengan pengaturan ukuran mata jaring dan musim penangkapan. Pekalongan city is one of the cities in Central Java with good fisheries sector, many economic fish resulting from fishing effort and aquaculture. Mullet is a fish that has the potential to be developed views of the high level of public consumption, but the relevant information has not been obtained Mullet. The purpose of the research was to determine the relationship of ecological studies and biological aspects of Mullet (Mugil sp.) with the concept of management of fish resources from Banger estuary water, Pekalongan. This study uses several methods to obtain research data such as the size of the structure using the data length and weight of fish, long infinity using the formula L∞ = Lmax / 0.95, the first measure caught by way of plotting the cumulative frequency with each length of the fish, so that would be obtained raw logistic curve and the point of intersection between the curve with 50% of the fish caught, length weight relationshi  using the formula W = aLb, condition factor using the formula Kn = W / L3, sex ratio obtained from the division of gender specific amount of fish to the total number of fish multiplied by 100%, TKG use indicators of Effendie (2002), IKG obtained from the division of gonad weight to body weight multiplied by 100%, fecundity using the formula F = (GVX) / Q, and the physical parameters of the environment obtained from observations in space research. The result shows that structure size ranged from 89 mm to 291 mm, the first measure caught 142 mm, the relationship between total length and body weight were W = 2,168L2,855 the value of b <3 indicates negative allometric growth of fish, the value of the condition factor 1.34 indicates the condition of the fish is less flat, sex ratio is dominated by the male fish 2,69: 1, and fecundity of Mugil sp. ranged from 47.813 to 569.261 eggs. The concept of management is to control mesh sizes and fishing season.
PENGARUH PERBEDAAN INTENSITAS CAHAYA TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN LARVA KERANG MUTIARA (Pinctada maxima, Jameson, 1901) SKALA LABORATORIUM Hadinata, Fitra
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) Vol 1, No 1 (2012): Journal of Management of Aquatic Resources
Publisher : Departemen Sumberdaya Akuatik,Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (321.646 KB)

Abstract

Pengembangan budidaya laut sejauh ini belum seintensif pengembangan budidaya air tawar dan air payau. Terbatasnya penyebaran informasi teknologi budidaya beberapa komunitas budidaya laut, antara lain kerang mutiara, menjadi salah satu kendala dalam upaya perluasan usaha bagi pembudidaya kerang mutiara tersebut. Intensitas cahaya berpengaruh terhadap pertumbuhan dan perkembangan larva kerang mutiara. Intensitas cahaya yang tidak terlalu tinggi dapat melindungi tubuh larva dari radiasi ultra violet. Larva kerang mutiara bersifat fototaksis positif dan umumnya selama metamorfose larva membutuhkan intensitas cahaya yang sesuai. Pemberian dosis pakan alami berupa alga diawal pemeliharaan sebesar 7000 individu/ml/hari dan terus ditambah 1000-1500 individu/ml/hari selama 17 hari masa pemeliharaan. Pada media pemeliharaan larva diperoleh suhu air berkisar 28-29 oC, salinitas 32 ppt, dan pH air 8. Berdasarkan pengamatan secara deskriptif, intensitas cahaya berbeda mempengaruhi pertumbuhan larva kerang mutiara (P. maxima). Intensitas cahaya 50 dan 100 lux cenderung mempengaruhi pertumbuhan dan laju sintasan larva kerang mutiara.Kata Kunci : Pinctada maxima, Intensitas Cahaya, Pertumbuhan, dan PerkembanganAbstractThe development of mariculture in general so far has not been as intensive as the development of freshwater aquaculture and the brackish water. The limited development of information technology of mariculture, such as pearl shells, becomes one of the constraints in the efforts to expand the business for the pearl. Light intensity has the effects to the growth and maturation of the pearl shells larvae. The low intensity of light can protect the larvae against by ultra violet radiation. Oyster larvae are fototaksis positive and generally require appropriate light intensity during the larvae metamorphosis. The feeding of algae at the beginning of the maintenance is 7000 individuals / ml / day and was continuously added into 1000-1500 individual / ml / day during 17 days the observation. In the larval rearing media was known that the water temperature about 28-29 ° C, 32 ppt salinity, and 8 water pH. Based on descriptive observation, different light intensities affect larval growth of pearl shells (P. maxima). Light intensity of 50 and 100 lux were likely to affect the growth and survival rate of pearl shells larvae.Keywords: Pinctada maxima, Light intensity, Growth and Maturation
KORELASI KONSENTRASI LOGAM Pb DAN Cd DENGAN STRUKTUR KOMUNITAS MAKROZOOBENTOS DI SUNGAI PLUMBON, MANGKANG, SEMARANG, JAWA TENGAH M. Hafizulhaq; Haeruddin Haeruddin; Sri Sedjati
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) Vol 6, No 3 (2017): MAQUARES
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/marj.v6i3.20585

Abstract

 ABSTRAK Sungai Plumbon mempunyai potensi tingkat pencemaran yang cukup tinggi, dikarenakan berbagai aktivitas di sekitar sungai seperti rumah tangga, industri, dan tambak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsentrasi logam Pb dan Cd dalam sedimen, struktur komunitas makrozoobentos, hubungan antara konsentrasi logam dengan kelimpahan makrozoobentos dan mengetahui status pencemaran berdasarkan kurva ABC. Metode sampling yang digunakan yaitu purposive sampling pada 3 stasiun dengan 2 kali sampling. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Mei – Juli 2015 di Sungai Plumbon, Mangkang, Semarang, Jawa Tengah. Hasil pengukuran logam Pb stasiun I berkisar antara 6,55 – 6,89 mg/kg, stasiun II berkisar antara 3,92 – 7,34 mg/kg, dan stasiun III berkisar antara 4,77 – 5,85 mg/kg dan nilai konsentrasi logam Cd pada stasiun I berkisar antara 1,35 mg/kg, nilai Cd stasiun II berkisar antara 1,63 – 2,13 mg/kg, nilai Cd stasiun III berkisar antara 2,09 – 2,47 mg/kg. Hasil uji makrozoobentos menunjukkan hasil kelimpahan individu dengan pada stasiun I 258.04-774,12 ind/m3, stasiun II 129,02-903,14 ind/m3 dan stasiun III 129,02-903,14 ind/m3. Uji korelasi yang dilakukan antara logam Pb dengan kelimpahan individu menghasilkan korelasi positif lemah dan logam Cd dengan kelimpahan menghasilkan korelasi negatif kuat. Ditinjau dari kurva ABC maka sungai Plumbon masuk dalam kategori sungai tergolong tercemar ringan hingga berat. Kata kunci : Logam Berat (Pb dan Cd); Makrozoobentos; Sungai Plumbon ABSTRACT Plumbon river has high potential of pollution level, because various activities around the river like: homes, industry, and aquacultures. This research aimed to knows concentration of Pb and Cd in sediments, community structure of macrozoobenthos, relation between metals concentration and macrozoobenthos abundance. Beside to know state of pollution based on ABC curve. The sampling method used purposive sampling on 3 stations with 2 sampling times. This research was carried out in May – July 2015 in the river Plumbon, Mangkang, Semarang, Central Java. The results of measurements of heavy metals Pb on station I are 6.55-6.89 mg/kg, station II are 3.92-7.34 mg/kg, and station III are 4.77-5.85. The results of the measurement of metal Cd on station I are 1.63-2.13 mg/kg, station II are 1.63-2.13 mg/kg, and station III are 2.09-2.47 mg/kg. Test results showed the abundance of individuals on station I are 258.04-774,12 ind/m3, station II are 129,02-903,14 ind/m3 and station III are 129,02-903,14 ind/m3. Correlation test conducted between metal Pb with individual abundance show weak and positive correlation and metal Cd with individual abundance show strong and negative correlation. Based on ABC curve, Plumbon river is categorized as moderately to heavily polluted river. Keywords: Heavy Metal (Pb and Cd); Macrozoobenthos; Plumbon River