cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Management of Aquatic Resources Journal (Maquares)
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : 27216233     DOI : -
Core Subject : Science,
Jurnal Management of Aquatic Resources diterbitkan oleh Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Departemen Sumberdaya Akuatik, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Diponegoro. Jurnal Management of Aquatic Resources menerima artikel-artikel mengenai bidang perikanan, manajemen sumberdaya perairan.
Arjuna Subject : -
Articles 548 Documents
ANALISA SEBARAN MPT, KLOROFIL-a DAN PLANKTON TERHADAP TANGKAPAN TERI (Stolephorus spp.) DI PERAIRAN JEPARA Hikmawati, Nurwinda; Hartoko, Agus; Sulardiono, Bambang
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) Volume 3, Nomor 2, Tahun 2014
Publisher : Departemen Sumberdaya Akuatik,Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (925.008 KB)

Abstract

Aktivitas manusia dapat menimbulkan pengaruh terhadap ekosistem. Pengaruh ini salah satunya menimbulkan penurunan kualitas perairan Jepara. Penurunan kualitas perairan dikhawatirkan dapat berdampak pada hasil tangkapan. Sedikitnya hasil tangkapan ikan teri (Stolephorus spp.) bagan tancap sebagai hasil tangkapan dominan disebabkan antara lain karena turunnya kualitas perairan dan lokasi penancapan bagan tancap kurang sesuai. Oleh karena itu, perkembangan informasi dan geografis diharapkan dapat membantu pengelolaan sumberdaya perikanan, misalnya melalui peta sebaran MPT, klorofil-a, fitoplankton dan zooplankton yang diduga dapat berpengaruh terhadap hasil tangkapan ikan teri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sebaran spasial konsentrasi MPT, klorofil-a, fitoplankton, zooplankton dan hasil tangkapan teri; kemudian untuk mengetahui komposisi plankton yang terdapat dalam saluran pencernaan ikan teri serta mengetahui hubungan MPT, klorofil-a, fitoplankton dan zooplankton terhadap hasil tangkapan ikan teri bagan tancap. Metode penelitian secara eksploratif dan metode sampling secara purposive random sampling. Pengambilan sampel air dilakukan di permukaan bersamaan pengambilan sampel plankton secara horizontal dan aktif ditarik menggunakan kapal. Hasil yang diperoleh digunakan sebagai peta sebaran spasial yang menggambarkan kualitas perairan dengan metode Kriging. Uji statistik regresi polinomial dan regresi berganda digunakan untuk mengetahui pengaruhnya terhadap hasil tangkapan. Hasil yang diperoleh bahwa konsentrasi MPT tidak berpengaruh terhadap hasil tangkapan, dengan konsentrasi 50 – 100 mg/l sehingga cukup bagus bagi perikanan dan dapat menurunkan kualitas bagi perikanan bila konsentrasinya > 81 mg/l. Konsentrasi klorofil-a 0,056 – 0,117 mg/m3 sehingga masih normal dan bagus bagi perikanan, namun tidak berpengaruh terhadap hasil tangkapan. Fitoplankton dan zooplankton berpengaruh terhadap hasil tangkapan ikan teri, didukung dengan pencacahan komposisi perut ikan teri bahwa zooplankton persentasenya 93,48 % dan fitoplankton hanya 6,52 %. Human activities influence the ecosystem. For example is water quality degradation in Jepara.The water quality degradation which likely to influence the catch. Less Anchovy (Stolephorus spp.) is dominant catch of bamboo platform liftnet is caused by water quality degradation and location while placing bamboo platform liftnet not appropriate. Therefore, the development of Geographic Information System is expected to help fishery resource management, for instance by providing MPT, chlorophyll-a, phytoplankton and zooplankton distribution maps that could affect anchovy cathes. This study aims to determine the spatial distribution of MPT,chlorophyll-a, phytoplankton, zooplankton and anchovy catches; to determine the composition of plankton found in the alimentary tract of anchovy and to determine the relationship betwen MPT, chlorophyll-a, phytoplankton, zooplankton and anchovy catch from bamboo platform liftnet. Explorative research method and purposive sampling were utilized in this research. Water and plankton sampling were conducted in the same surface horizontally and actively by using boat. The results were used to make spatial  distribution map describing water quality. Polynomial and multiple regression analyses were conducted to discover its effect on the catch. The results indicated that the concentration of MPT was not affect the anchovy catch, the consentration of   50 – 100 mg/l was adequate for fishery and quality of fishery is likely to degrade if the concentration > 81 mg/l. The concentration of chlorophyll-a 0,056 – 0,117 mg/m3 was considered normal and suitable for fishery and it was not negatively impact the catch. Phytoplankton and zooplankton affected the anchovy catch as the enumeration of anchovy stomach composition showed that zooplankton and phytoplankton percentages were 93.48 % and 6.52 % repectively.
LAJU SEDIMENTASI PERAIRAN SUNGAI SILANDAK, SEMARANG BARAT Sedimentation Rate of Silandak River, West Semarang Dominig, Amryta; Muskananfola, Max Rudolf; A’in, Churun
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) Vol 8, No 3 (2019): MAQUARES
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (579.81 KB) | DOI: 10.14710/marj.v8i3.24246

Abstract

 ABSTRAK Sungai Silandak merupakan salah satu sungai yang bermuara di Perairan Teluk Semarang bagian tengah berada di kawasan industri, memiliki fungsi sebagai sistem drainase Kota Semarang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui laju sedimentasi, hubungan laju sedimentasi dengan kecepatan arus dan mengetahui komposisi sedimentasi melalui hasil analisis fraksi sedimen di perairan Sungai Banjir Kanal Barat dan Silandak. Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 17 Oktober – 1 November 2018 di Sungai Silandak. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode kuantitatif. Pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling, dilakukan 2 (dua) kali pengambilan sampel dengan selang 14 hari. Data yang dianalisis adalah debit sungai, Total Suspended Solid (TSS), laju sedimentasi, dan fraksi sedimen. Laju sedimentasi Sungai Silandak 0,08-55,81 ton/hari dan fraksi sedimen di dominasi pasir dan liat. Hasil Penelitian dari hulu menuju hilir menunjukkan sedimentasi semakin meningkat dan fraksi butir sedimen halus juga semakin meningkat. ABSTRACT Silandak river is one of the rivers in the industrial area that flow into central of Semaran, it has a function as the drainage system of Semarang city. The purpose of the study was to determine the sedimentation rate and composition, relationship between the sedimentation rate and current velocity and sediment composition based on analysis of sediment fraction. The study was conducted from 17 October-1 November 2018 at the Silandak River. The method using quantitative methods. Sampling using a purposive sampling with two replicate and sampling interval of 14 days. The analyzed data were the total river discharge, Total Suspended Solid (TSS), sedimentation rate and fractions. Silandak river sedimentation rate from 0.08-55.81 tons/day and the dominant fraction of the sediment are sand and clay. Results showed that sedimentation rate and clay increased from the upstream to downstream.
BEBERAPA ASPEK BIOLOGI IKAN CAKALANG (Katsuwonus pelamis) DALAM KAITANNYA UNTUK PENGELOLAAN PERIKANAN DI PPP SADENG KABUPATEN GUNUNGKIDUL YOGYAKARTA Anggraeni, Rosa; Solichin, Anhar; Saputra, Suradi Wijaya
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) Volume 4, Nomor 3, Tahun 2015
Publisher : Departemen Sumberdaya Akuatik,Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (565.887 KB)

Abstract

Ikan Cakalang (Katsuwonus pelamis) merupakan ikan ekonomis penting di WPP 571, 572 dan 573. Produksi ikan Cakalang lebih besar dibanding dengan Tuna. Penelitian ini dilakukan pada bulan Desember sampai Januari 2015 di PPP Sadeng untuk mengetahui beberapa aspek biologinya sehingga dapat digunakan dalam upaya pengelolaan perikanan. Sampel ikan Cakalang didapatkan dari perahu motor tempel (PMT), kapal motor (KM) 5 – 23 GT dan KM 30 – 50 GT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertumbuhan ikan Cakalang bersifat allometrik positif dengan nilai faktor kondisi sebesar 1,20. Ikan yang paling sering tertangkap yaitu pada kisaran 30 – 34 cm. Ukuran pertama kali ikan matang gonad untuk jantan 41,5 cm dan betina 40,1 cm. Ukuran ikan yang tertangkap sebagian besar belum layak untuk ditangkap karena 1/2 L∞ > L50% < Lm. Nilai IKG jantan berkisar 0,08 – 3,58 dan betina 0,13 – 4,35. KM 30 – 50 GT memiliki nilai CPUE tertinggi yaitu sebesar 2.702,17 kg/trip. Usaha penangkapan PMT lebih menguntungkan karena pendapatan harian nelayan PMT lebih besar dibandingkan dengan nelayan KM. Rencana Pengelolaan yang disarankan yaitu pengaturan ukuran ikan layak tangkap, pengaturan  mata jaring mini purse seine (> 6 cm),  gill net (>10 cm) dan ukuran mata pancing (<5), pengendalian dan pemantauan jumlah armada penangkapan dan alat tangkap yang beroperasi, serta pengaturan musim dan daerah penangkapan. Commodities of Tunas, Tonggol and Skipjack Tuna (TTC) is an economically important fish in WPP 571, 572 and 573. Production Skipjack tuna (Katsuwonus pelamis) is larger than the Tuna and Tonggol. This study was conducted from December 2014 to January 2015 in PPP Sadeng to know some biological aspects so that it can be used in fisheries management efforts. Samples of skipjack tuna obtained from the outboard, motor boat 5-23 GT and motor boat 30-50 GT. The results showed that skipjack tuna is positive allometric, condition factor value of 1,20. The most frequently caught fish that is in the range of 30-34 cm. The size of the first fish mature male gonads to 41,5 cm and 40,1 cm in females. The size of the fish caught mostly not worthy to be arrested because 1/2 L∞> L50% <Lm. IKG value males ranged from 0,08 to 3,58 and female 0,13 to 4,35. Motor boat 30-50 GT has the highest CPUE value that is equal to 2702,17 kg/trip. Outboard fishing effort is more profitable for fishermen because  outboard daily income is greater than fishermen motor boat. The recommended management plan is setting a decent size fish catch, setting mesh size mini purse seine (> 2 inches) and hook size (<5), control and monitoring the amount of fishing fleet and fishing gear that are in operation, along with regulating the fishing  season and fishing area
KAJIAN KELIMPAHAN BULU BABI DAN PENUTUPAN TERUMBU KARANG PADA DAERAH BARAT DAN TIMUR PULAU BURUNG, KABUPATEN BELITUNG Gandung, Setiawan; -, Ruswahyuni; -, Subiyanto
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) Volume 2, Nomor 2, Tahun 2013
Publisher : Departemen Sumberdaya Akuatik,Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (260.586 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelimpahan dan keanekaragaman bulu babi dan mengetahui presentase penutupan terumbu karang di daerah barat dan timur Pulau Burung Kabupaten Belitung. Line Transect digunakan untuk pengambilan data tutupan terumbu karang dan kuadran transect ukuran 1 x 1 m digunakan untuk pengambilan data kelimpahan bulu babi. Penelitian ini dilakukan pada kedalaman 3 meter pada stasiun A dan stasiun B. Panjang line transek adalah 10 m, kuadran  mengikuti line transek  dengan cara meletakan kuadran transek diatas line transek.Pada daerah barat didapatkan kelimpahan individu bulu babi sebanyak 93 ind/90m² untuk spesies Diadema setosum, untuk kelimpahan individu bulu babi pada daerah timur sebanyak 32 ind/90m² untuk spesies Diadema setosum. Hasil penelitian jenis karang yang ditemukan diperairan pulau Burung yaitu jenis Porites sp, Acropora sp, Miliopora sp, Hydnopora sp, Merulina sp, Seriatopora sp, Montipora sp, Galaxea sp, Favia sp dan Montastrea sp. Nilai prosentase penutupan karang hidup di daerah barat sebesar 52,42%, sedangkan nilai prosentase penutupan karang hidup di daerah timur sebesar 15,78%. Uji independent sample t-test hasil P-value sebesar 0,009 ( ≤ 0,05), sehingga dapat diambil kesimpulan bahwa terdapat perbedaan kelimpahan bulu babi pada daerah barat dan timur.
DISTRIBUSI DAN KELIMPAHAN LARVA IKAN DI KAWASAN PERAIRAN PANTAI DUKUH BEDONO KECAMATAN SAYUNG KABUPATEN DEMAK (Distribution and Abundance of Fish Larvae in Coastal Waters of Bedono Village, Sayung, Demak Regency) Erzad, Avisha Fauziah; Hutabarat, Sahala; Muskananfola, Max Rudolf
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) Vol 6, No 4 (2017): MAQUARES
Publisher : Departemen Sumberdaya Akuatik,Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (946.089 KB)

Abstract

Larva ikan merupakan fase kehidupan awal dari pertumbuhan ikan dimana perkembangan organ tubuh belum terbentuk secara sempurna. Distribusi dan kelimpahan larva ikan sangat bergantung pada kondisi perairan di dalamnya. Kawasan perairan pantai merupakan perairan yang terhubung langsung ke laut dan masih dipengaruhi oleh aktivitas daratan. Perairan pantai dukuh Bedono mengalami degradasi akibat berkurangnya tanaman mangrove dan terjadinya rob. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui distribusi dan kelimpahan larva ikan di kawasan perairan pantai dukuh Bedono. Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret-April 2017. Metode penelitian yang digunakan adalah survei dengan penentuan titik sampling secara purposive. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa jumlah larva ikan yang tertangkap sebanyak 2.064 individu terdiri dari 10 famili yakni: Ambassidae (245 ind/100 m3), Mugilidae (507 ind/100 m3), Chanidae (378 ind/100 m3), Engraulidae (288 ind/100 m3), Lutjanidae (73 ind/100 m3), Nemipteridae (109 ind/100 m3), Carangidae (145 ind/100 m3), Gobiidae (160 ind/100 m3), Gerreidae (92 ind/100 m3), dan Oryziatidae (67 ind/100 m3). Larva ikan famili Mugilidae tertangkap paling banyak selama pelaksanaan penelitian. Berdasarkan analisis indeks morisita, pola sebaran larva ikan adalah acak. Kesimpulan yang dapat diperoleh ialah nilai kelimpahan larva ikan tertinggi terdapat pada titik IV sebesar 267 ind/100m3 dan terendah terdapat pada titik III sebesar 185 ind/100 m3. Pola persebaran larva ikan pada semua titik adalah acak dimana semua larva ikan dapat menyesuaikan dan bertahan hidup di mana saja pada suatu ekosistem. Fish larvae are the early life phase of the growth of fish where the development of organs has not been fully formed. The distribution and abundance of fish larvae depend on the condition of the waters in it. Coastal waters are waters that connect directly to the sea and are still influenced by land activities. The coastal waters of Bedono village have degradation due to the decreasing of mangrove plant and the increasing of seawater period. This study aims to determine the distribution and abundance of fish larvae in the coastal region of Bedono village. The research was conducted in March-April 2017. The research method used was a survey with purposive sampling point. The results showed that the number of captured fish larvae of 2,064 individuals consisted of 10 families: Ambassidae (245 ind/100 m3), Mugilidae (507 ind/100 m3), Chanidae (378 ind/100 m3), Engraulidae (288 ind/100 m3) , Lutjanidae (73 ind/100 m3), Nemipteridae (109 ind/100 m3), Carangidae (145 ind/100 m3), Gobiidae (160 ind/100 m3), Gerreidae (92 ind/100 m3), and Oryziatidae (67 ind/100 m3). Fish larvae of the Mugilidae family were caught at the most during the study. Based on the morisita index analysis, the pattern of fish larvae distribution is random. The conclusion that can be obtained is the highest value of fish larvae abundance found at point IV of 267 ind/100 m3 and the lowest is at point III of 185 ind/100 m3. The pattern of the distribution of fish larvae at all points is unevenly where all fish larvae can adapt and survive anywhere in an ecosystem.
DISTRIBUSI FITOPLANKTON BERDASARKAN WAKTU DAN KEDALAMAN YANG BERBEDA DI PERAIRAN PULAU MENJANGAN KECIL KARIMUNJAWA Siregar, Legina Lourenta; Hutabarat, Sahala; Muskananfola, Max Rudolf
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) Volume 3, Nomor 4, Tahun 2014
Publisher : Departemen Sumberdaya Akuatik,Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (480.151 KB)

Abstract

Fitoplankton merupakan organisme laut yang bebas melayang dan hanyut dalam laut yang memegang peranan penting sebagai produsen primer. Distribusi plankton di perairan bervariasi dipengaruhi kedalaman, hal ini dipengaruhi oleh jumlah cahaya yang diterima fitoplankton untuk kegiatan fotosintesis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui komposisi dan kelimpahan fitoplankton berdasarkan waktu dan kedalaman yang berbeda. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif dengan menggunakan pendekatan studi kasus. Hasil menunjukkan bahwa ada 20 genera fitoplanktondan ditemukan Nitzschia sp. pada setiap pengambilan sampel. Kelimpahan fitoplankton berdasarkan waktu diperoleh korelasi 0,715 bersifat positif dan 0,470 bersifat negatif, sedangkan kelimpahan fitoplankton berdasarkan kedalaman diperoleh korelasi sebesar 0,928 bersifat negatif dan 0,898 bersifat negatif. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa perairan pulau Menjangan Kecil memiliki komunitas sedang dan tidak ada spesies yang mendominasi. Kelimpahan fitoplankton akan mengalami peningkatan pada saat siang hari dan menurun pada waktu sore hari, sedangkan kelimpahan fitoplankton akan mengalami penurunan pada setiap kedalaman. Phytoplankton is marine organism that drifts and floats freely in the sea having an important role as primary producers. Distributions of plankton in the water vary influenced by the depth; it is influenced by the amount of light received by Phytoplankton for photosynthesis. This study aimed to determine the composition and the abundance of phytoplankton based on different time and depths. Descriptive method was used by doing a case study approach in this study. The results consist of 20 genera of phytoplankton and Nitzschia sp. was found in each sampling. Phytoplankton abundances based on time obtained positive correlation of 0.715 and 0.470 were negative, while the abundance of phytoplankton based on the depth obtained negative correlation of 0.928 and 0.898 were negative. Based on the results of this study, it is concluded that The Menjangan Kecil Island waters has moderate communities and no species dominated. Phytoplankton abundance increased during the day and decreases in the afternoon, while the abundance of phytoplankton decrease at each depth. 
HUBUNGAN NITRAT DAN FOSFAT DENGAN KLOROFIL-A DI WADUK JATIBARANG Relations Nitrate and Phosphate with Chlorophyll in Jatibarang Reservoir Fajrin, Alifia Nirwana; Ain, Churun; Purnomo, Pujiono Wahyu
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) Vol 8, No 4 (2019): MAQUARES
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (384.973 KB) | DOI: 10.14710/marj.v8i4.26557

Abstract

Salah satu hal penting perairan untuk peruntukan aspek perikanan yaitu dengan melakukan pengukuran klorofil-a. Klorofil-a yang dipengaruhi oleh unsur hara (N,P) menjadi elemen penting berlangsungnya proses fotosintesis. Tujuan penelitian yakni mengetahui hubungan nitrat dan fosfat terhadap klorofil-a. Metode penelitian yang digunakan adalah metode Analisis Deskriptif dan Kuantitatif. Pengambilan sampel menggunakan metode Purpossive sampling. Pengambilan air sampel diambil pada area inlet, center, dan outlet Waduk Jatibarang. Analisis data menggunakan uji regresi linier berganda yang dilakukan dengan bantuan Software SPSS 16. Pengambilan sampel dilakukan di tujuh stasiun dan tiga titik kedalaman berbeda dilaksanakan sebanyak 2 kali, pagi dan siang selama satu hari. Dari hasil penelitian didapatkan r sebesar 0,297 yang artinya tingkat keterikatan hubungan nitrat dan fosfat terhadap klorofil-a termasuk kategori sangat rendah. Nitrat dan fosfat memiliki pengaruh sebesar 0,8 % terhadap klorofil-a, sedangkan sisanya tidak berpengaruh. One of the important things in the waters ecosystem is measuring the chlorophyll-a. Chlorophyll-a which transferred nutrients (N,P) becomes an important element in the process of photosynthesis. The research objective is to find out the relations of nitrate and phosphate on chlorophyll-a. The research method used in the study is descriptive and quantitative analysis method. Sampling used the Purpossive sampling method. Sampling was taken in the inlet, center and outlet area of the Jatibarang Reservoir. Was analysis used multiple linear regression tests were carried out with the help of SPSS 16. The sampling was carried out at seven stations and three different depth points were carried out in 2 times, namely in the morning and in the afternoon for one day. Study results, found that r of 0,0297 which means the level of relations nitrate and phosphate to chlorophyll-a is very low. Nitrate and phosphate affect of 0.8% on the presence of chlorophyll-a, while the rest not affect.
PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM PENGELOLAAN OBYEK WISATA ALAM PANTAI SUWUK KABUPATEN KEBUMEN JAWA TENGAH Wardhani, Dyah Pertiwi Jaya; Sulardiono, Bambang; Hendrarto, Boedi
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) Volume 5, Nomor 1, Tahun 2016
Publisher : Departemen Sumberdaya Akuatik,Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (407.39 KB)

Abstract

Obyek wisata alam Pantai Suwuk merupakan salah satu obyek wisata yang ada di Kabupaten Kebumen. Terletak pada jalur lintas selatan Pulau Jawa, yakni di desa Tambakmulyo. Keindahan pantai dan alam yang masih alami menjadi daya tarik bagi wisatawan, sehingga obyek wisata tersebut sangat berpotensi untuk dikembangkan. Akan tetapi terdapat permasalahan yaitu minimnya partisipasi masyarakat setempat dalam ikut serta mengelola obyek wisata alam Pantai Suwuk tersebut. Oleh karena itu, rumusan permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimana partisipasi masyarakat setempat dalam mengelola obyek wisata alam Pantai Suwuk saat ini. Metode yang digunakan dalam penelitan ini bersifat deskriptif. Pengambilan data dilakukan melalui wawancara terstruktur terhadap 93 responden dengan teknik purposive sampling. Selain itu, dilakukan  observasi  Data hasil penelitian,  selanjutnya dilakukan analisis statistika deskriptif dengan teknik menggunakan skala likert dengan lima kategori yaitu (1) sangat tidak terlibat; (2) tidak terlibat; (3) ragu; (4) terlibat; (5) sangat terlibat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa responden sangat terlibat 1%, terlibat 12,4%, Ragu 21,8%, Tidak terlibat 50,62%, dan sangat tidak terlibat 14,1%. Penelitian ini menyimpulkan bahwa partisipan masyarakat dalam pengelolaan obyek wisata alam masih sangat minim, meskipun wilayah ini memiliki sumberdaya alam yang menunjang  . Semestinya masyarakat ikut diberdayakan dalam sistem pariwisata melalui pendekatan partisipatif melalui perantara pemerintah desa.Natural attractions suwuk Beach is one of the attractions that exist in Kebumen. Located on the path across the southern island of Java, namely in the village Tambakmulyo. Beautiful beaches and unspoiled nature becomes an attraction for tourists, so tourism is very potential to be developed. But there are problems, namely the lack of participation of local communities to participate in managing the natural attractions of the suwuk Beach. Therefore, the formulation of the problem in this research is how the participation of local communities in managing natural attractions suwuk Beach today. The method used in this research is descriptive. Data were collected through a structured interview of the 93 respondents with a purposive sampling technique. In addition, the results of research carried out observation data, then performed a descriptive statistical analysis technique using a Likert scale with five categories: (1) is not involved; (2) not engaged; (3) doubt; (4) involved; (5) is very involved. The results showed that 1% of the respondents are very involved, involved 12.4%, 21.8% doubt, not involved 50.62%, and very involved 14.1%. The study concluded that participants communities in the management of natural attractions still very low, even though the region has natural resources that support. Empowered society should participate in the system of tourism through a participatory approach through the intermediary of the village government. 
ANALISIS KELIMPAHAN PERIFITON PADA KERAPATAN LAMUN YANG BERBEDA DI PERAIRAN PULAU PANJANG, JEPARA Novianti, Merlyna; Suprapto, Djoko; Widyorini, Niniek
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) Volume 2, Nomor 3, Tahun 2013
Publisher : Departemen Sumberdaya Akuatik,Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (342.257 KB)

Abstract

Perifiton merupakan jasad – jasad yang dapat hidup melekat pada permukaan daun lamundengan demikian penelitian ini ditekankan untuk mengetahui struktur komunitas perifiton pada komunitas lamun serta membedakannya pada setiap jenis lamun. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan gambaran tentang keberadaan perifiton pada komunitas lamun dalam menunjang fungsi-fungsinya di perairan Pulau Panjang, Jepara sebagai areal konservasi. Kegiatan penelitian dilaksanakan pada antara bulan Juni - Juli 2012 selama 1 bulan di pantai perairan Pulau Panjang, Jepara, Jawa tengah. Proses mengidentifikasi diadakan di laboratorium Fakultas Perikanan dan Kelautan. Metode yang digunakan adalah pengambilan sampel lamun dan perifiton dengan menentukkan tiga titik pengambilan sampel lamun dengan kepadatan jarang, sedang dan padat serta pengukuran .  Jenis Perifiton yang paling banyak ditemui di pada perairan Pulau Panjang pada rata-rata kerapatan berasal dari kelas Bacillariophyceae yaitu berkisar antara 63.134-98.910 ind/cm2, perifiton dengan kelimpahan relatif tertinggi adalah Nizchia sp berkisar 32,26-34,18 % Persen penutupannya pada kerapatan sedang yaitu 39,08%, pada kerapatan padat yaitu 45,01% dan pada kerapatan jarang yaitu 15,89%. Pada sampel daun lamun yang diambil secara acak, ditemukan 16 spesies dengan indeks keanekaragaman (H’) perifiton pada kerapatan jarang mempunyai nilai indekskeanekaragaman sebesar 2,35 dengani keseragamannya sebesar 0,84 kerapatan sedang sebesar 2,39 dan keseragaman (e) sebesar 0,86 dan perifiton pada kerapatan padat mempunyai nilai indeks keanekaragaman  2,45 dan keseragaman 0,87.
PERANAN TATA GUNA LAHAN BAGIAN HULU TERHADAP KESUBURAN PERAIRAN PADA WADUK JATIBARANG, SEMARANG Silitonga, Yohana T. E.; Sulardiono, Bambang; Purnomo, Pujiono Wahyu
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) Vol 7, No 1 (2018): MAQUARES
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1452.912 KB) | DOI: 10.14710/marj.v7i1.22523

Abstract

Kota Semarang dikenal sebagai kota yang sering mengalami banjir. Pembangunan Waduk Jatibarang merupakan salah satu cara untuk mengatasi permasalahan banjir di kota Semarang. Tata guna lahan adalah sebuah pemanfaatan lahan dan penataan lahan yang dilakukan sesuai dengan kondisi eksisting alam. Kegiatan manusia dan penggunaan kawasan yang tidak terkendali memberikan pengaruh negatif yang berpotensi menyumbang limbah rumah tangga dan mempengaruhi tingkat kesuburan perairan Waduk Jatibarang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi tata guna lahan bagian hulu di sekitar Waduk Jatibarang dan mengetahui tingkat kesuburan perairan Waduk Jatibarang. Metode yang digunakan adalah metode survey. Penelitian dilaksanakan pada tanggal 15 - 27 September 2017. Penelitian ini dilakukan pada 6 titik sampling di Waduk Jatibarang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lahan bagian hulu Waduk Jatibarang terdiri dari 50 % vegetasi, 20% pemukiman, 25% persawahan,dan 5% tegalan. Karakter fisika dan kimia perairan Waduk Jatibarang tergolong baik. Kandungan DO antara 4,80 – 6,96 mg/l, kandungan nitrat antara 0,64 – 1,10 ppm, total fosfat antara 0,13 – 0,26 ppm, dan klorofil-a antara 2,72 – 4,29 ppm. Indeks TSI Carlson berkisar antara 52,57 – 55,36 menunjukkan status kesuburan perairan eutrofik ringan.  Semarang City is known as flooded city. Construction of Jatibarang Reservoir is a solution to solve the flood problem in Semarang city. Land use is a utilization land and land arrangement in accordance of the nature existantion condition. Human activities nearby the waters can lead to the entry of various substances into the aquatic system. Uncontrolled use of the area has a negative effect that potentially contributes to household waste and affect the water thropic level. The purpose of this study is to identify the upstream of land use in Jatibarang Reservoir and to know Water Thropic State at Jatibarang Reservoir. Research reference is using survey method. The research was conducted on 15 – 27  September 2017. This research was conducted on six sampling points, the scope of land studied by upstream area in Jatibarang Reservoir with percentage of 50% vegetation, 20% settlement, 25% rice field, and 5% moor. Physical and chemical character of Waters of Jatibarang Reservoir are good. DO content between 4,80 - 6,96 mg / l, nitrate content between 0,64 - 1,10 ppm, total phosphate between 0,1305 - 0,2695 ppm , and chlorophyll-a between 2,72 – 4,29 ppm. The Carlson TSI index ranged from 52,57 to 55,93 indicates the mild eutrophic water thropic state.