cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Management of Aquatic Resources Journal (Maquares)
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : 27216233     DOI : -
Core Subject : Science,
Jurnal Management of Aquatic Resources diterbitkan oleh Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Departemen Sumberdaya Akuatik, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Diponegoro. Jurnal Management of Aquatic Resources menerima artikel-artikel mengenai bidang perikanan, manajemen sumberdaya perairan.
Arjuna Subject : -
Articles 548 Documents
PERBANDINGAN LAJU PERTUMBUHAN Spirulina platensis PADA TEMPERATUR YANG BERBEDA DALAM SKALA LABORATORIUM Bangun, Harina Hutami; Hutabarat, Sahala; Ain, Churun
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) Volume 4, Nomor 1, Tahun 2015
Publisher : Departemen Sumberdaya Akuatik,Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (493.492 KB)

Abstract

Spirulina platensis merupakan jenis alga hijau biru yang sering dijumpai sebagai pakan alami untuk usaha pembenihan. S. platensis memiliki dinding sel yang tipis serta inti tidak berselaput, membuat benih ikan mampu mencerna S. platensis dengan baik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh temperatur terhadap laju pertumbuhan S. platensis dan menentukan temperatur terbaik yang dapat meningkatkan laju pertumbuhan. Penelitian dilaksanakan Bulan Juni 2014 di BBPBAP Jepara, Jawa Tengah. Penelitian ini menggunakan metodologi eksperimental dan rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap. Kultur S. platensis di laboratorium meliputi sterilisasi alat dan bahan, persiapan air media dan menghitung jumlah awal bibit. Perlakuan pada media uji dengan membedakan temperatur air media yaitu 25°C, 30°C dan 35°C dan masing-masing dilakukan tiga kali pengulangan. Kultur dilakukan menggunakan stoples kaca volume 3000 ml dengan kepadatan awal 10.000 unit/ml. Hasil penelitian menunjukkan pola pertumbuhan S. platensis pada temperatur 30°C dan temperatur 35°C memiliki pola yang hampir sama. Temperatur 25°C laju pertumbuhan S. platensis menunjukkan peningkatan dari awal kultur hingga hari keenam. Temperatur 25°C merupakan temperatur terbaik untuk pertumbuhan S. platensis yang ditunjukkan pada hasil uji Post Hoc Duncan. Hasil uji ANOVA diketahui bahwa nilai signifikansi 0,000 (Sig. < 0,05) yang berarti temperatur berpengaruh terhadap kepadatan S. platensis. Spirulina platensis is a type of blue-green algae are often found as a natural feed for hatchery operations. S. platensis has a thin cell walls and the core is not webbed, making fish seed is able to digest S. platensis properly. The purpose of this study was to determine the effect of temperature on the rate of growth of S. platensis and determine the best temperature which can increase the growth rate.This study used an experimental methodology and experimental design with a completely randomized design. S. platensis culture in the laboratory include the sterilization of equipment and materials, preparation of media water and count the number of initial inoculant. Treatment in the test medium with media differentiate water temperature 25° C, 30° C and 35° C, and each performed with three replications. The culture was done by using a glass jar volume of 3000 ml and the initial density of each sample was 10,000 units / ml. The results showed a similar pattern of growth of S. platensis at 30 ° C and a temperature of 35 ° C. Temperature of 25 ° C of S. platensis showed an increase from the beginning until the sixth day of culture. Temperature of 25 ° C is the best temperature for growth of S. Platensis that shown in the results of Duncan's Post Hoc test. The results of ANOVA test known that the significant value of 0.000 (Sig. <0.05) which means that the temperature has effect to the density of S. Platensis.
HUBUNGAN ANTARA SEDIMEN DENGAN LOGAM BERAT DAN MAKROZOOBENTOS DI SUNGAI SIANGKER, SEMARANG Lestari, Arini Indah; Supardjo, Mustofa Niti; Hendrarto, Boedi
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) VOLUME 5, NOMOR 4, TAHUN 2016
Publisher : Departemen Sumberdaya Akuatik,Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (147.978 KB)

Abstract

ABSTRAK Sungai Siangker merupakan salah satu sub sistem dari sistem drainase Semarang Barat yang mengalami pendangkalan.Limbah yang berasal dari pabrik diduga mengandung logam berat Pb dan Cd. Oleh karena itu, penelitian ini diadakan untuk mengetahui kadar logam berat Pb dan Cd dan hubungan antara sedimen serta kandungan logam berat Pb dan Cd dengan komunitas makrozoobentos. Pengambilan sampel dilakukan secara random  sampling. PCA (Principle Component Analysis) digunakan untuk mengetahui kedekatan hubungan antara makrozoobentos, nilai bahan organik dan karakteristik sedimen.Perbedaan variabel tiap stasiunnya diuji dengan Uji Kruskal-Wallis. Korelasi Pearson digunakan untuk menganalisis hubungan antara variabel kelimpahan, keanekaragaman, kadar logam berat dan karakteristik sedimen di tiap stasiunnya. Hasil rerata yang diperoleh dari analisa kadar logam berat (Pb) di muara dan sungai Siangker adalah 1,10 – 1,64 mg/l,  sedangkan untuk rerata (Cd) sebesar 0,13 – 0,43 mg/l. Kadar debu mempunyai korelasi positif yang erat (p < 0,05) dengan keanekaragaman dan kelimpahan makrozoobentos. Kadar logam berat berpengaruh nyata (p < 0,05) terhadap keanekaragaman maupun kelimpahan makrozoobentos. Kata Kunci : Sungai, logam berat, karakteristik sedimen, makrozoobentos  ABSTRACTSiangker river is one of the sub-systems of the West Semarang drainage system that experiencing siltation. Waste from the factories is suspected to contain heavy metals (Pb) and (Cd). This study was conducted to understand concentration of Pb and Cd and the relationship between characteristics of the sediments containing heavy metals (Pb) and (Cd) as well as macrozoobenthos community. Sampling was done by random sampling. PCA (Principle Component Analysis) was used to determine proximity of the relationships between macrozoobenthos and the value of organic matter as well as sediment characteristics. Meanwhile, the differences in the station of each variable was tested using Kruskal-Wallis test. Pearson correlation was used to analyze the relationship between abundance variables, diversity, the levels of heavy metals and sediment characteristics in each station. The results showed that the levels of heavy metals (Pb) in the estuary and  river Siangker were  1,10 to 1,64 mg / l, while concentration of  (Cd) is 0,13 to 0,43 mg / l. Dust levels were closely positively correlated (p < 0,05) with the diversity and abundance of macrozoobenthos. Levels of heavy metals was significant (p < 0,05) for the diversity and abundance of macrozoobenthos.     Keywords : River, heavy metal, sediment characteristic, macrozoobenthos
KARAKTERISTIK PERTUMBUHAN CUMI KUPING (Euprymna morsei, Verrill) YANG DIDARATKAN DI PPI TAMBAKLOROK, SEMARANG Wahyuningrum, Martha; Afiati, Norma; Harwanto, Dicky
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) Volume 3, Nomor 1, Tahun 2014
Publisher : Departemen Sumberdaya Akuatik,Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (410.362 KB)

Abstract

 Euprymna morsei masuk dalam famili sepiolidae. Jenis ini tidak memiliki cangkang dalam atau yang biasa disebut dengan gladius seperti pada jenis cumi-cumi lain pada umumnya. E. morsei hidup di daerah benthopelagic, biasanya banyak ditemukan di perairan pantai yang memiliki dasar berpasir. Spesies ini banyak dijumpai di perairan Indonesia, Malaysia, Filipina dan tersebar di seluruh Jepang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik morfometri E. morsei, hubungan panjang berat dan pertumbuhan allometrik pada E. morsei. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Desember 2012 – Februari 2013 di PPI Tambaklorok, Semarang, Jawa Tengah yang dilanjutkan dengan identifikasi dan pengukuran di Laboratorium Hidrobiologi, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro, Tembalang, Semarang. Metode pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah sistematik random sampling, yaitu penarikan sampel secara sistematik (pengambilan sampel pada tempat dan selang waktu yang sama) pada suatu populasi yang homogen. Variabel yang diukur dalam penelitian ini adalah Panjang Mantel (PM), Panjang Mata (PM), Tinggi Mata (TMt), Panjang Kepala (P), Panjang Lengan (PL), Panjang Tentakel (PT), Panjang Sirip (PS), Lebar Sirip (LS), Lebar Badan (LB), dan Berat Basah (Bb). Nilai hubungan panjang berat E. morsei mempunyai persamaan W = 0,00285L2,416 dengan nilai slope (b) adalah sebesar 2,416. Nilai slope (b) tersebut menunjukkan bahwa pertumbuhan E. morsei bersifat allometrik negatif. Nilai faktor kondisi pada penelitian ini adalah sebesar 1,019, kisaran faktor kondisi tersebut menunjukkan bahwa jenis ini memiliki bentuk tubuh yang agak gemuk.
STRATEGI PENGEMBANGAN EKOWISATA DI PUSAT INFORMASI MANGROVE (PIM) KELURAHAN KANDANG PANJANG PEKALONGAN Faiqoh, Elok; Rudiyanti, Siti; Purwanti, Frida
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) Vol 7, No 4 (2018): MAQUARES
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (661.809 KB) | DOI: 10.14710/marj.v7i4.22575

Abstract

Kawasan ekowisata di Pusat Informasi Mangrove (PIM) merupakan salah satu wisata alam di Kota Pekalongan yang berpotensi untuk dikembangkan. Tujuan penelitian untuk mengetahui potensi daya tarik, profil pengunjung, persepsi, partisipasi, aspirasi pengunjung dan masyarakat dalam pengembangan ekowisata serta merumuskan strategi pengembangan ekowisata. Penelitian dilakukan pada Maret 2018. Metode yang digunakan adalah survey dengan menggunakan kuesioner yang disebarkan kepada 91 responden pengunjung, 30 masyarakat dan 2 pengelola. Teknik pengambilan sampel pengunjung dengan accidental sampling, untuk masyarakat dan pengelola dengan purposive sampling. Pembobotan kuesioner dengan skala Likert, penentuan strategi menggunakan SWOT. Potensi daya tarik meliputi: keanekaragaman jenis mangrove; asosiasi biota meliputi ikan bandeng, kakap putih, mujaer, udang Vaname dan kepiting bakau; fasilitas yang tersedia meliputi: boat, shelter pemancingan, jogging track, Gedung PRPM, Shelter, lahan parkir, kamar mandi, menara pandang dan mushola; aksesibilitas (kondisi jalan beraspal, dilengkapi petunjuk arah). Persepsi pengunjung dan masyarakat mengenai daya tarik dan aksesibilitas tergolong baik, namun persepsi mengenai fasilitas tergolong kurang baik. Partisipasi pengunjung dan masyarakat dalam menjaga lingkungan tergolong baik. Aspirasi pengunjung dan masyarakat mengenai pengadaan fasilitas pelengkap. Strategi pengembangan ekowisata di PIM meliputi: pengembangan ekowisata dengan konsep pelestarian ekosistem serta melakukan koordinasi dengan Pemerintah Daerah; peningkatan pemberdayaan masyarakat sekitar dalam mengoptimalkan fasilitas kawasan ekowisata; menjaga ekosistem mangrove dengan cara mengefektifkan rehabilitas dan penegakan peraturan perlindungan mangtrove; dan meningkatkan fasilitas/sarana prasarana yang dapat digunakan untuk meminimalkan dampak dari abrasi.                 Ecotourism area in the Mangrove Information Center (PIM) is one of the nature tourism in Pekalongan City that potential to be developed. The purpose of this research were to know the attraction potency, visitor profile, perception, participation, aspiration of visitor and community in ecotourism development as well as to set an ecotourism development strategy. This research was conducted in March 2018. The method used a survey using a questionnaire distibuted to 91 visitors, 30 communities and 2 managements staff. Sampling technique for visitor used accidental sampling, for community and management staff used purposive sampling. Questionnaire weighted by Likert scale, strategy determinated by SWOT. The attraction potency include: diversity of mangroves; biota association include milkfish, seabass, mujaer, Vaname shrimp and crab; available facilities include: passenger boats, fishing shelters, jogging tracks, PRPM building, shelters, parking lots, bathroom, view tower and small mosque; accessibility (directed paved road). The perception of visitors and community about attractiveness and accessibility were quite good, but the perception of facility was not good enough. Participation of respondents in maintaining the environment was good. Aspirations of the visitors and community toward development was procurement of facilities. Development strategy of ecotourism in PIM include: development of ecotourism with ecosystem preservation concept as well as coordination with local goverments; increased empowerment of local communities in optimizing ecotourism facilities area; keep the mangrove ecosystem by rehabilition effectiveness and enforcement protection mangrove regulation; and improve the facilities/infrastructure that can be used to minimize the impact of abrasion.
HUBUNGAN PENGELOLAAN KUALITAS AIR DENGAN KANDUNGAN BAHAN ORGANIK, NO2 DAN NH3 PADA BUDIDAYA UDANG VANNAMEI (Litopenaeus vannamei) DI DESA KEBURUHAN PURWOREJO Wulandari, Tjatur; Widyorini, Niniek; Purnomo, Pujiono Wahyu
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) Volume 4, Nomor 3, Tahun 2015
Publisher : Departemen Sumberdaya Akuatik,Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (423.235 KB)

Abstract

Kegiatan budidaya udang Vannamei di desa Keburuhan, Purworejo dilakukan di kawasan gumuk pasir. Air yang digunakan untuk media budidaya berasal dari sumur pengeboran. Semakin meningkatnya masa pemeliharaan udang diikuti oleh meningkatnya bahan organik yang berpotensi terdekomposisi menjadi senyawa toksik yaitu nitrit (NO2) dan amonia (NH3). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perubahan kadar bahan organik, NO2, NH3 dan untuk mengetahui hubungan pengelolaan kualitas air dengan kandungan bahan organik, NO2 dan NH3 pada budidaya udang Vannamei di Desa Keburuhan, Purworejo. Metode penelitian yang digunakan adalah survei lapangan. Lokasi pengambilan sampel air dilakukan pada tiga taraf umur pemeliharaan yaitu Tambak dengan periode umur pemeliharaan 0-20 hari, Tambak dengan periode umur 21-50 hari dan Tambak dengan periode umur 51-70 hari. Analisis data yang digunakan adalah uji regresi dengan taraf nyata (α) 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan umur berhubungan dengan peningkatan bahan organik, NO2 dan NH3. Hasil penghitungan persamaan regresi menunjukkan apabila kadar bahan organik 17,73 mg/l dapat menghasilkan amonia 0,1 mg/l (batas maksimum), sedangkan apabila bahan organik sebesar 88,4 mg/l dapat menghasilkan nitrit 0,06 mg/l (batas maksimum). Amonia dan nitrit mencapai batas maksimum sebelum masa panen yaitu umur 20 hari dan umur 55 hari. Kandungan bahan organik, nitrit (NO2) dan amonia (NH3) mengalami peningkatan seiring bertambahnya umur udang. Adanya hubungan antara pengelolaan kualitas air dengan kandungan bahan organik, NO2 dan NH3 menunjukkan pengelolaan kualitas air pada budidaya udang Vannamei di Desa Keburuhan Purworejo kurang efektif dilakukan. Vannamei shrimp aquaculture activities in Keburuhan Village, Purworejo are done in sand dunes areas. Besides, well water utilized as aquaculture media. Increasingly, the keeping periods of shrimp followed by the increase of organic matter in which potentially decompose into toxic compounds, namely nitrite (NO2) and ammonia (NH3).  The aim of this study is to determine the level changes in organic matter, NO2, and NH3 as well as correlation of the water quality management with the contents of organic matter, NO2, and NH3 in Vannamei shrimp aquaculture in Keburuhan Village, Purworejo. The research method used in this study is field survey. The locations of water sampling conducted at the age of three of the level maintenance, among others the Pond at the age of 0-20 days, the Pond  at the age of 21-50 days and the Pond at the age of 51-70 days. Regression test used for the data analysis with significance level (α) 0,05. The research result shows that the age significantly effects the enhancement of organic matter, NO2 and NH3. The calculation results of regression equation indicate if the organic matter level is 17,73 mg/l may produce 0,1 mg/l ammonia (maximum limit),whereas 88,4 mg/l organic matter may produce 0,06 mg/l nitrite (maximum limit). Ammonia and nitrite reach the maximum limit before their harvest periods which are at the age of 20 days and 55 days. The contents of organic matter, nitrite (NO2) and ammonia (NH3) have increased as the shrimp grows older. The correlations between water quality management with organic matter, NO2 and NH3 indicate that water quality management of Vannamei shrimp aquaculture in Keburuhan village Purworejo is carried out less effectively.
BEBERAPA ASPEK BIOLOGI DAN PRODUKSI HIU PAHITAN (Alopias superciliosus) DI PERAIRAN SELATAN JAWA TENGAH Anjayanti, Lulu; Ghofar, Abdul; Solichin, Anhar
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) Vol 6, No 2 (2017): MAQUARES
Publisher : Departemen Sumberdaya Akuatik,Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (979.381 KB)

Abstract

ABSTRAK Hiu pahitan (Alopias superciliosus) merupakan salah satu spesies hiu yang terdapat di perairan selatan Jawa Tengah. Di Indonesia umumnya hewan ini sering tertangkap dengan alat tangkap rawai (longline). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui struktur ukuran, Lc50%, hubungan panjang berat, faktor kondisi, nisbah kelamin dan perkembangan produksi A. superciliosus di perairan selatan Jawa Tengah. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dan pengambilan sampel menggunakan metode simple sensus sampling yaitu pengambilan sample secara keseluruhan. Data yang digunakan adalah data panjang cagak, berat dan panjang klasper A. superciliosus. Dari hasil penelitian, diperoleh sampel A. superciliosus sebanyak 431 individu, terdiri dari 154 jantan dan 277 betina. Ukuran A. superciliosus yang didapatkan berkisar dari 92 – 211 cm. Meskipun hampir semua ukuran kelas diwakili pada kedua jenis kelamin (jantan dan betina), selang ukuran panjang 150 – 159 cm adalah kelas dengan jumlah tangkapan tertinggi, dan hasil tangkapan terendah pada ukuran kelas terkecil dan ukuran kelas terbesar. Ukuran rata-rata tertangkap (L50%) A. superciliosus jantan adalah 154 cm dan betina adalah 147 cm. Hubungan panjang berat A. superciliosus diperoleh persamaan W = 0,000004FL3,239. Hal tersebut menunjukkan bahwa sifat pertumbuhan dari A. superciliosus adalah allometrik positif yang berarti pertumbuhan berat lebih cepat dari pertumbuhan panjangnya. Nilai faktor kondisi A. superciliosus diperoleh  sebesar 1,066 yang berarti A. superciliosus memiliki badan yang kurang pipih. Nisbah kelamin antara jantan dan betina tidak seimbang yaitu 1 : 1,8. Perkembangan produksi A. superciliosus berdasarkan data sekunder selama enam tahun terakhir berfluktuatif. Puncak hasil tangkapan mengalami pergeseran, ada kecenderungan puncak hasil tangkapan terjadi pada bulan April – September. Kata kunci : Hiu pahitan; aspek biologi; produksi; Jawa Tengah                                                                                                  ABSTRACT Bigeye Thresher Shark (Alopias superciliosus) are one of the species of shark found in the southern sea of Central Java. In Indonesia many of these animals are often caught by longline fishing gear. This study aims to determine the size of the structure, Lc50%, weight-length relationship, condition factor, sex ratio and development of production A. superciliosus in southern sea of Central Java. This study used a descriptive method and sampling using simple methods census sampling is the taking of the sample as a whole. The data used is data forked length, weight and clasper length of A. superciliosus. From the research results, obtained samples of A. superciliosus as many as 431 people, consisting of 154 males and 277 females. The size of A. superciliosus obtained ranged from 92 – 211 cm. Although virtually all size classes represented in both sexes (males and females), in the range of sizes 150 – 159 cm is the class with the highest number of catches,  with very few specimens in the smallest and largest size classes. The average size caught (Lc50%) A. superciliosus male is 154 cm and female is 147 cm. A. superciliosus length relationship weight equation W = 0,000004FL3,239. It shows that the growth properties of A. superciliosus is a significant positive allometric weight growth faster than the growth in length. A. superciliosus condition factor value obtained for 1,066 which means A. superciliosus have a less flat body. Sex ratio between males and females are not balanced at 1 : 1.8. Developments A. superciliosus based secondary data for the last six years had been fluctuating. The highlight of the catch-shifted, there is a tendency to peak catches occurred in April – September. Keywords : Bigeye Thresher Shark; biological aspect; production; Central Java
PERSEPSI DAN PARTISIPASI NELAYAN DALAM PENGELOLAAN KAWASAN KONSERVASI LAUT DAERAH UJUNGNEGORO-ROBAN KABUPATEN BATANG Adhian, -; Suprapto, Djoko; Purwanti, Frida
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) Volume 3, Nomor 3, Tahun 2014
Publisher : Departemen Sumberdaya Akuatik,Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (231.95 KB)

Abstract

Pantai Utara Jawa Tengah khususnya kawasan pesisir Kabupaten Batang memiliki potensi sumberdaya perairan yang cukup tinggi dan dimanfaatkan manusia secara berlebihan. Pemanfaatan yang berlebihan menyebabkan terjadinya degradasi lingkungan sehingga perlu adanya upaya konservasi untuk mengurangi kerusakan yang ditimbulkan. Sejak tahun 2005, Kabupaten Batang mengalokasikan sebagian wilayahnya yaitu kawasan pantai Ujungnegoro-Roban sebagai Kawasan Konservasi Laut Daerah (KKLD), suatu kawasan konservasi di wilayah perairan laut yang dikembangkan oleh pemerintah daerah. Penetapan kawasan konservasi tersebut berdasarkan pada kriteria ekologi, sosial budaya, dan ekonomi sehingga diharapkan pemilihan lokasi konservasi sesuai dengan tujuan konservasinya dengan memperhatikan kondisi ekologis dan kebutuhan masyarakat di sekitarnya. Tujuan Penelitian menganalisis persepsi dan partisipasi masyarakat nelayan dalam pengelolaan Kawasan Konservasi Laut Daerah Ujungnegoro, Kabupaten Batang. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif yang bersifat studi kasus. Data primer dikumpulkan yaitu melalui kuisioner ataupun hasil wawancara langsung terhadap 102 responden. Data sekunder dikumpulkan dari monografi desa lokasi penelitian berupa keadaan wilayah, kependudukan dan instansi/lembaga  terkait ini. Data primer dan data sekunder yang dikumpulkan berdasarkan variable persepsi masyarakat nelayan dan variable partisipasi masyarakat nelayan, instansi terkait, dan pengamatan di lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat nelayan mempunyai tingkat persepsi sedang (61,84%) mengenai kondisi terumbu karang dan mangrove, keberadaan KKLD yang perlu dipertahankan, manfaat KKLD, aturan KKLD dan sanksi KKLD. Tingkat partisipasi adalah sedang (61,07%) untuk kegiatan penanaman mangrove dan konservasi terumbu karang, walaupun untuk kegiatan pengawasan KKLD dan partisipasi dalam musyawarah Pokwasmas masih kurang.  North coast of Central Java, especially the coastal area of Batang Regency has very high aquatic resources potential and has been widely exploited caused environmental degradation’s. Therefore, there should be a conservation efforts to reduce the damages. Since 2005, the Batang Regency allocate territories in the Ujungnegoro coastal areas as District Marine Conservation Area (DMCA). District Marine Conservation Area (DMCA) a conservation area in the territorial which are developed by local governments. Determination of the conservation area is based on the criteria of ecological, socio-cultural, and economic criterias so the selection of conservation sites is compatible to the conservation purposes by taking into account the ecological conditions and the needs of surrounding communities. The purpose of the research are to analise perception and participation of fishing communities in management of the Ujungnegoro-Roban Marine Conservation Area. Research methods used in this research is descriptive methods as a case study. Primary data collected through interviews or questionnaire to 102 respondents. Secondary Data collected from the village monograph include the territory Status, population and related /institutions of this research. Primary Data and secondary data collected based on perceptions and participation of fishing communities variables, relevant agencies, and observations in the field. The research shows that fisher community have perception on average level (61,84%). about condition of coral reefs mangrove, benefits, regulation and conservation of DMCA. Participation level is on average (61,07%) for activities on mangrove plantation, coral reefs conservation, although surveillance of the DMCA and participation on community group discussion for surveillance discussion are low.
ANALISIS LABA RUGI USAHA PENANGKAPAN KAPAL MINI PURSE SEINE DI PPP TASIKAGUNG REMBANG Analysis Income Statement of the Mini Purse Seine Fishing Business at Tasikagung Fishing Port Rembang Farida, Latiful; Abdul Ghofar, Abdul; Solichin, Anhar
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) Vol 8, No 3 (2019): MAQUARES
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (447.471 KB) | DOI: 10.14710/marj.v8i3.24255

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui laba rugi usaha penangkapan kapal mini purse seine, sekaligus mengetahui faktor biaya yang berpengaruh terhadap laba rugi usaha. Penelitian dilaksanakan pada Januari – Maret 2019 di Pelabuhan Perikanan Pantai Tasikagung Rembang. Metode penelitian adalah deskriptif, teknik pengambilan sampel menggunakan teknik simple random sampling. Analisis data yaitu analisis usaha perikanan tangkap yang menghitung biaya pengeluaran (biaya operasional, biaya tetap, biaya penyusutan, biaya perawatan), pendapatan dan keuntungan. Ukuran GT kapal yang dijumpai pada waktu penelitian yaitu 13 – 30 GT. Hasil analisis biaya diperoleh rata-rata biaya tetap per tahun Rp. 194.847.967. Rata-rata biaya operasional per tahun sebelum penangkapan Rp. 511.099.200 sedangkan pasca penangkapan Rp. 1.142.796.515. Biaya operasional pasca penangkapan meliputi biaya retribusi (3% dari hasil lelang) dan upah ABK (bagi hasil 50% : 50% dari pendapatan bersih dengan juragan). Rata-rata biaya total per tahun Rp. 1.848.743.682. Rata-rata jumlah pendapatan hasil lelang per tahun Rp. 2.692.716.000. Rata-rata keuntungan yang diperoleh per tahun sebesar Rp. 843.972.318. Disimpulkan bahwa usaha penangkapan kapal mini purse seine di PPP Tasikagung Rembang, merupakan usaha yang menguntungkan bagi nelayan. ABSTRACTThe research aims to identify income statement of the mini purse seine fishing business, and to knowing the business cost factors which affects to the business profit/loss. The research was conducted on January - March 2019 at Tasikagung Fishing Port Rembang. The research method was descriptive, used simple random sampling. The data analysis uses analysis of fishing fisheries business, which calculates expense (operational, fixed, maintenance and depreciation costs), total income and profit. The size of the ship encountered with size 13 – 30 Gross Tonage. The results of the cost analysis obtained, average of fixed costs per year 194.847.967 IDR, average of operational costs per year before catch 511.099.200 IDR while post-catch 1.142.796.515 IDR. Post-catch operational costs include retribution fees (3% of auction) and salary of the crew (profit sharing 50% : 50% from net income with the owner). The average of total costs per year 1.848.743.682 IDR. The average of income from auction per year 2.692.716.000 IDR. The average profit per year is 843.972.318 IDR. It was concluded that the fishing business with mini purse seine at Tasikagung Fishing Port Rembang was a profitable business for fishermen.
STRATEGI PENGEMBANGAN EKOWISATA MANGROVE WONOREJO, KECAMATAN RUNGKUT SURABAYA Wahyuni, Sri; Sulardiono, Bambang; Hendrarto, Boedi
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) Volume 4, Nomor 4, Tahun 2015
Publisher : Departemen Sumberdaya Akuatik,Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (454.082 KB)

Abstract

Ekowisata di hutan mangrove di wilayah Surabaya mulai berkembang. Agar perkembangan ini tidak merusak lingkungan dan sumberdaya di hutan mangrove diperlukan strategi pengembangan yang tepat. Berdasarkan hal tersebut dilakukan penelitian ini dengan tujuan mengetahui potensi wisata yang ada dan merumuskan strategi untuk pengembangan ekowisata mangrove Wonorejo, Kecamatan Rungkut Surabaya. Untuk itu dilakukan pengumpulan informasi terhadap ide, kepercayaan dan persepsi masyarakat. Data dikumpulkan dengan kuisioner yang ditujukan kepada pengunjung, masyarakat lokal dan pengelola ekowisata. Pertanyaan yang diberikan adalah tentang persepsi, partisipasi, daya tarik wisata dan pengembangan wisata. Data selanjutnya dianalisis dengan SWOT. Potensi wisata yang ada pada ekowisata mangrove Wonorejo adalah keanekaragaman mangrove dan burung yang berasosiasi di dalamnya serta keindahan alam di kawasan ekowisata mangrove Wonorejo. Konsep strategi pengembangan ekowisata mangrove adalah mengembangkan konservasi dan rehabilitasi mangrove sebagai salah satu program wisata, meningkatkan partisipasi dan pemberdayaan masyarakat wisata, mempertegas penegakan hukum dan aturan untuk menjaga fungsi ekosistem mangrove dan penguatan konsep ecotourism di kawsan ekowisata mangrove Wonorejo, Kecamatan Rungkut Surabaya. Ecotourism in mangrove forests in the Surabaya began to grow. So this development does not damage the environment and resources in the mangrove forest needed the right development strategy. Based on this, The aims of this research were to knew the existing tourism potential and found the right strategy for the development of mangroves ecotourism Wonorejo, Kecamatan Rungkut Surabaya. So collecting information on the ideas, beliefs and perceptions. Data were collected by questionnaire addressed to visitors, local communities and organizer of mangroves ecotourism Wonorejo. The questions are about perception, participation, tourist attraction and tourism development. Then data were analyzed by SWOT. Tourism potentials in mangrove ecotourism Wonorejo were the diversity of mangrove and bird and the natural beauty of the mangrove ecotourism. The concept of eco-tourism development strategy are develop conservation and rehabilitation of mangroves as one of the tourism programes, increase the participation and empowerment tourism communities, reinforce the rule of law and the rules to keep the preservation of mangrove ecosystem and building of ecotourism perseptions.
KONVERSI TONASE AIR DENGAN BERAT GARAM YANG TERBENTUK DI AREAL PERTAMBAKAN TANGGULTLARE JEPARA Sartono, Cinthia Morris; Soedarsono, Prijadi; Muskanonfola, Max Rudolf
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) Volume 2, Nomor 3, Tahun 2013
Publisher : Departemen Sumberdaya Akuatik,Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (256.999 KB)

Abstract

Indonesia memiliki laut yang luas serta berbagai sumberdaya yang terkandung didalamnya seperti kadar garam yang tinggi. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dan pengambilan data mengunakan metode purposive sampling. Tambak yang digunakan yaitu sebanyak empat tambak. Pengumpulan data pada penelitian ini yaitu meliputi data primer dan data sekunder. Dimana data primer mencakup pengukuran salinitas, suhu udara, suhu air dan luas serta kedalaman tambak sehingga diperoleh volume tambak, sedangkan data skunder yang digunakan yaitu data curah hujan Kabupaten Jepara. Hasil penelitian menunjukan bahwa volume tambak A 7.020 l menghasilkan 1,21 ton garam selama 4 hari. Volume tambak B 7.810 l menghasilkan 1,22 ton garam selama 5 hari. Volume tambak C 9.920 l menghasilkan 1,23 ton garam selama 5 hari. Volume tambak D 11.420 l menghasilkan 1,26 ton garam selama 5 hari.