cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Management of Aquatic Resources Journal (Maquares)
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : 27216233     DOI : -
Core Subject : Science,
Jurnal Management of Aquatic Resources diterbitkan oleh Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Departemen Sumberdaya Akuatik, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Diponegoro. Jurnal Management of Aquatic Resources menerima artikel-artikel mengenai bidang perikanan, manajemen sumberdaya perairan.
Arjuna Subject : -
Articles 548 Documents
KUALITAS PERAIRAN SUNGAI BREMI KABUPATEN PEKALONGAN DITINJAU DARI FAKTOR FISIKA-KIMIA SEDIMEN DAN KELIMPAHAN HEWAN MAKROBENTOS Kinanti, Tiara Esha; Rudiyanti, Siti; Purwanti, Frida
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) Volume 3, Nomor 1, Tahun 2014
Publisher : Departemen Sumberdaya Akuatik,Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (220.355 KB)

Abstract

Sungai Bremi merupakan salah satu sungai di Kabupaten Pekalongan yang sudah mengalami penurunan kualitas dilihat dari warna airnya yang hitam keruh dan berbau tak sedap. Penurunan kualitas Sungai Bremi diantaranya disebabkan oleh berbagai masukan limbah dari aktivitas masyarakat dapat mempengaruhi kehidupan hewan makrobentos.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tekstur sedimen dan kandungan bahan organik total yang terdapat dalam sedimen sungai, kelimpahan hewan makrobentos, hubungan antara tekstur sedimen, kandungan bahan organik total, dan kelimpahan hewan makrobentos, dan kualitas perairan di Sungai Bremi Kabupaten Pekalongan. Materi yang digunakan dalam penelitian ini adalah sedimen dasar perairan dan sampel hewan makrobentos yang diambil dari Sungai Bremi Kabupaten Pekalongan. Metode yang digunakan adalah metode survei dengan teknik pengambilan sampel purpossive sampling yang dilakukan di tiga stasiun yang berbeda. Pengukuran parameter kualitas air meliputi suhu, oksigen terlarut, pH, kecepatan arus, kedalaman dan kecerahan.Hasil penelitian menunjukkan tekstur sedimen adalah lanau berpasir dan kandungan bahan organik total termasuk dalam kategori sedang-tinggi dengan nilai antara 16,89 % – 21,58 %.  Kelimpahan hewan makrobentos pada stasiun I sebesar 1264 ind/m3 terdiri dari Tubifex sp., Nereis sp., Chironomus sp., dan Lymnaea sp., sedangkan pada stasiun II dan III tidak ditemukan hewan makrobentos. Hubungan antara kandungan bahan organik total sedimen dengan tekstur sedimen dari uji regresi linier menunjukkan nilai r sebesar 0,955 sedangkan hubungan antara kandungan bahan organik total sedimen dan tekstur sedimen dengan kelimpahan hewan makrobentos dari uji regresi linier berganda mempunyai nilai r sebesar 1 yang artinya kelimpahan hewan makrobentos memiliki hubungan yang sangat kuat dengan kandungan bahan organik total dan tekstur sedimen. Kualitas perairan Sungai Bremi berdasarkan indeks keanekaragaman hewan makrobentos termasuk pada kategori tercemar berat dengan indeks keanekaragaman sebesar 0,626.
IDENTIFIKASI DAN PERHITUNGAN TOTAL BAKTERI PADA KARANG PORITES SP DI GOSONG BOKOR DAN PULAU PANJANG, KABUPATEN JEPARA, JAWA TENGAH Assyifa, Siti Fatma; Purnomo, Pujiono Wahyu; Jati, Oktavianto Eko
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) Vol 7, No 4 (2018): MAQUARES
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (658.428 KB) | DOI: 10.14710/marj.v7i4.22668

Abstract

Pulau Panjang merupakan salah satu pulau yang berada di Kelurahan Ujung Batu, Kecamatan Jepara, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah. Wilayah Besarnya potensi bawah laut yang ada di Pulau Panjang menjadikan Pulau Panjang sebagai kawasan wisata. Gosong Bokor merupakan lokasi penelitian dimana gosong bokor terbentuk dari komponen pasir dan juga kerikil. Porites sp merupakan salah satu jenis karang yang mampu bertahan hidup dalam kondisi lingkungan yang ekstrim seperti tumbuh pada lingkungan berpasir. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui jenis bakteri yang terdapat pada karang Porites sp di Pulau Panjang dan Gosong Bokor dan total bakteri pada masing – masing lokasi sampling. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Maret 2018. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode deskriptif. Pengambilan sampel dilakukan pada 2 lokasi berbeda dengan 4 titik sampling. Jenis bakteri yang diperoleh dari penelitian ini adalah Vibrio cincinnatiensis, Vibrio alginolyticus, Brevibacteriun fulvum, Bacillus subtilis, Lactobacillus casei, Bacillus badius, Corynebacterium kutscheri, Bacillus sphaericus, Bacillus insolitus. Total bakteri yang diperoleh pada lokasi sampling di Gosong Bokor pada titik sampling I yaitu sebesar 9,6 x105Cfu/ml dan pada titik sampling II yaitu sebesar 4,2 x 105Cfu/ml, hasil yang diperoleh dilokasi sampling di Pulau Panjang dimana pada titik sampling III yaitu sebesar 2,8 x 102Cfu/ml dan pada titik sampling IV yaitu sebesar 6,5 x 104Cfu/ml Pulau Panjang is one of the islands in Ujung Batu Village, Jepara District, Jepara Regency, Central Java. The potential underwater in Pulau Panjang used as a tourist destination. Gosong Bokor is a research location where Gosong Bokor are formed from sand and gravel components. Porites sp is a type of coral that can survive in extreme environmental conditions such as growing in sandy environments. The purpose of this study was to determine the types of bacteria present in the Porites sp coral in Panjang Island and Gosong Bokor and the total bacteria at each sampling location. This research was carried out in March 2018. The method used in this research is descriptive method. Sampling was done in 2 different locations with 4 sampling points. The types of bacteria obtained from this study were Vibrio cincinnatiensis, Vibrio alginolyticus, Brevibacteriun fulvum, Bacillus subtilis, Lactobacillus casei, Bacillus badius, Corynebacterium kutscheri, Bacillus sphaericus, Bacillus insolitus. The total bacteria obtained at the sampling location at Gosong Bokor at sampling point 1 is 9,6 x105Cfu/ml and at the sampling point II is 4,2 x 105Cfu/ml, the results obtained at the sampling location on Pulau Panjang where at sampling point III  is 2,8 x 102 Cfu/ml and at the sampling point IV is 6,5 x 104 Cfu/ml
ANALISIS KESUBURAN PERAIRAN BERDASARKAN KEANEKARAGAMAN PLANKTON, NITRAT DAN FOSFAT DI SUNGAI JALI DAN SUNGAI LERENG DESA KEBURUHAN, PURWOREJO Iswanto, Claudya Yolanda; Hutabarat, Sahala; Purnomo, Pujiono Wahyu
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) Volume 4, Nomor 3, Tahun 2015
Publisher : Departemen Sumberdaya Akuatik,Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (361.392 KB)

Abstract

Perubahan terhadap kualitas perairan erat kaitannya dengan potensi perairan ditinjau dari kelimpahan dan komposisi fitoplankton. Fitoplankton merupakan parameter biologi yang dapat dijadikan indikator untuk mengevaluasi kualitas dan tingkat kesuburan suatu perairan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kesuburan perairan berdasarkan kelimpahan dan keanekaragaman fitoplankton dan zooplankton yang berada di Sungai Jali dan Sungai Lereng Purworejo dan mengetahui hubungan kadar nitrat dan fosfat dengan kelimpahan fitoplankton di perairan Sungai Jali dan Sungai Lereng Purworejo. Metode sampling yang digunakan yaitu metode acak. Penelitian ini dilaksanakan pada lima stasiun yang berbeda selama tiga kali waktu sampling dimana stasiun 1 merupakan hulu sungai, stasiun 2 merupakan representasi pengaruh hulu dan pasang surut, stasiun 3 merupakan muara sungai, stasiun 4 di dekat lokasi pertambakan, dan stasiun 5 di dekat aktivitas nelayan. Kelimpahan fitoplankton di sungai Jali dan sungai Lereng berkisar 3.503 – 12.165 ind/l berdasarkan kelimpahan fitoplankton menunjukkan bahwa perairan sungai Jali dan sungai Lereng tergolong tingkat kesuburannya sedang atau mesotrofik. Jenis fitoplankton yang ditemukan pada sungai Jali dan sungai Lereng Purworejo selama pengamatan terdiri dari 3 kelas yaitu kelas Bacillariophyceae, Chlorophyceae dan Cyanophycae serta terdiri dari 20 genera. Jenis zooplankton terdiri dari 2 filum yaitu filum Protozoa dan filum Crustacea, serta terdiri dari 8 genera. Kandungan nitrat berkisar 0,3 – 1,6 mg/l dan kandungan fosfat berkisar 0,04 – 0,7 mg/l. Nitrat memiliki korelasi sebesar 0,619 terhadap kelimpahan fitoplankton, hal tersebut berarti nitrat memiliki hubungan positif kuat dan fosfat memiliki korelasi sebesar 0,596 terhadap kelimpahan fitoplankton, hal tersebut berarti fosfat memiliki hubungan positif sedang. Water quality alteration has tight relationship with water potency, refers to phytoplankton abundance and composition. Phytoplankton is one of biology paramater that can be an indicator to evaluate water quality and fertility. This study aims to recognize water fertility based on the abundance and composition of phytoplankton and zooplankton in Jali River and Lereng River Purworejo and the relation between nitrate phosphate and phytoplankton abundance in Jali River and Lereng River Purworejo. Random sampling method are used in this observation. There are 5 different stations in 3 sampling periods. Station 1 is the upper course of river, station 2 is the representation of upper course and tide, station 3 is river mouth, station 4 is near to local fish pond and station 5 is near to fishing activity. Abundance of phytoplankton in Jali River and Lereng River value 3.503 – 12.165 ind/l based on phytoplankton abundancy it is showing that water quality of Jali River and Lereng River categorized in moderated fertility levels or mesotrofik. There are 3 classes of phytoplankton that found in study site. They are Bacillariophyceae, Chlorophyceae and Cyanophyceae. Then, consisting of 20 genera. 2 kinds of zooplankton are Protozoa filum and Crustacea filum, consisting 8 genera. Nitrate value is 0,3 – 1,6 mg/l and phosphate value is 0,04 – 0,7 mg/l. Nitrates have a correlation of 0,619 against the abundance of phytoplankton, it means that the nitrate has a strong positive connection and phosphate had a correlation of 0,596 against the abundance of phytoplankton, it means that phosphate has a moderate positive connection.
KONDISI PERAIRAN BERDASARKAN BIOINDIKATOR MAKROBENTOS DI SUNGAI SEKETAK TEMBALANG KOTA SEMARANG Kawuri, Lintang
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) Vol 1, No 1 (2012): Journal of Management of Aquatic Resources
Publisher : Departemen Sumberdaya Akuatik,Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (347.852 KB)

Abstract

Sungai Seketak merupakan sungai yang bagian hulunya berada di wilayah Tembalang yaitu daerah yang sebelumnya berupa daerah terbuka untuk resapan air tetapi kini berubah fungsi menjadi daerah kampus dan permukiman. Perubahan fungsi tersebut diikuti peningkatan kebutuhan masyarakat akan sarana dan prasarana, salah satunya adalah kebutuhan air. Untuk itu, rencana pembuatan waduk Diponegoro dengan membendung Sungai Seketak dianggap sebagai salah satu upaya konservasi air dan pengendalian daya rusak air. Kelompok makrobentos merupakan kelompok hewan yang relatif menetap di dasar perairan dan sering digunakan sebagai petunjuk biologis (indikator) kualitas perairan. Penelitian ini dilakukan pada bulan Juni-Juli 2012 di Sungai Seketak Tembalang yang bertujuan untuk mengetahui kondisi perairan pada stasiun I, II, dan III Sungai Seketak dan mengetahui kelimpahan, keanekaragaman, serta keseragaman makrobentos di sungai Seketak. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survey, yaitu metode yang digunakan untuk mendapatkan informasi dari sebagian populasi yang dianggap dapat mewakili populasi tertentu. Hasil penelitian pada Stasiun I diperoleh nilai kelimpahan individu sebesar 589 ind./m2, indeks keanekaragaman jenis sebesar 1,14, dan indeks keseragaman sebesar 0,45; Stasiun II diperoleh nilai kelimpahan individu sebesar 273 ind./m2, indeks keanekaragaman jenis sebesar 0,83, dan indeks keseragaman sebesar 0,40; Stasiun III diperoleh nilai kelimpahan individu sebesar 319 ind./m2, indeks keanekaragaman jenis sebesar 1,01, dan indeks keseragaman sebesar 0,57 Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi perairan pada stasiun I dan III Sungai Seketak dalam kategori tercemar sedang hingga berat dan pada stasiun II dalam kategori tercemar berat.Kata kunci: Kondisi perairan, Sungai Seketak, MakrobentosAbstractSeketak River is a river in the upstream region at Tembalang. The area which was previously an open area for water absorption, has changed into the campus and residential areas. As a result, community needs for facilities, especially water, increased. Therefore, blocking the Seketak river to built Diponegoro reservoirs was planned as an effort to conserve water and to control the destruction by water force. Macrobenthos group is a group of animals that are relatively settled in the bottom waters and often used as biological indicator of water quality. The research were implemented on June-July 2012. The purpose of this study were determine the waters condition of the Station I, II, and III seketak river based on macrobenthos and find out the abundance, diversity, and uniformity of macrobenthos at Seketak River. The research were determined by survey method to collect information from representated population. The results of this research on the station I obtained individuals abundance value was 589 ind./m2, diversity index was 1,14, and uniformity index is 0,45; Station II individual values obtained individuals abundance value was 273 ind./m2, diversity index was 0,83, and uniformity index was 0,40; Station III obtained individuals abundance value was 319 ind./m2, diversity index was 1,01, and uniformity index was 0,57. The results of this research indicated that the water condition of the Station I and III was in the medium to heavily polluted category and water condition of the Station II was in the heavily polluted category.Key Words: Water Conditions, Seketak River, Macrobenthos
PERSEPSI DAN ASPIRASI MASYARAKAT TERHADAP IMPLEMENTASI PENGEMBANGAN KAMPUNG BAHARI TAMBAK LOROK SEMARANG BERBASIS EKOWISATA Wirasatrio, Fauzima Dwi; Anggoro, Sutrisno; Purwanti, Frida
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) Vol 6, No 3 (2017): MAQUARES
Publisher : Departemen Sumberdaya Akuatik,Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (769.097 KB)

Abstract

ABSTRAK Wilayah Tambak Lorok di Kelurahan Tanjung Mas, Kecamatan Semarang Utara merupakan permukiman nelayan, terdiri dari tambak, hutan mangrove, serta pantai berpasir. Pemerintah kota Semarang mencanangkan kawasan Tambak Lorok untuk dijadikan kampung bahari yang akan menjadi proyek percontohan di Indonesia dan saat ini sedang berjalan karena proyek tersebut dilaksanakan sejak tahun 2015. Proyek ini didesain untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat ke depan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui persepsi, aspirasi, dan partisipasi masyarakat dalam pengembangan kampung bahari. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kasus yang bersifat deskriptif. Pengambilan data dilakukan melalui wawancara dan observasi lapangan. Variabel-variabel penelitian terdiri dari persepsi tentang potensi, zona, program, aspirasi, dan partisipasi. Kesimpulan penelitian adalah konsep pengembangan kampung bahari Tambak Lorok terdiri dari 6 zona yaitu: permukiman, permukiman vertikal, perdagangan dan jasa, wisata bahari dan kuliner, pelabuhan rakyat dan industri maritim, konservasi area. Sebagian besar persepsi nelayan dan pedagang tentang konsep zonasi pengembangan sangat baik karena pemerintah ingin memperbaiki TPI yang kumuh menjadi bersih dan nyaman, serta lapak pada zona perdagangan dan jasa ingin diperbaiki yang lebih baik dan nyaman. Aspirasi nelayan dan pedagang yaitu informasi mengenai konsep zonasi pengembangan diberitahukan secara merata, dan terealisasi dengan baik agar pendapatan masyarakat meningkat. Partisipasi nelayan dan pedagang pada program pengembangan Tambak Lorok adalah menjaga lingkungan seperti gotong royong membersihkan selokan dan jalan setiap sebulan sekali.Kata kunci: Persepsi, Aspirasi, Konsep Pengembangan, Tambak Lorok, Kampung Bahari ABSTRACTTambak Lorok is located in the Tanjung Mas village, North Semarang district as fishing settlement, consisting of ponds, mangrove forests, and sandy beaches. The government of Semarang city declared Tambak Lorok area would be of maritime village a pilot project in Indonesia. The project started in 2015 and still on process. This project designed to improve the quality of life in the future. The purpose of this research is to find out the perceptions, aspirations, and community participation in development of the maritime village. The research methodology applied to this paper is descriptive case study. The data used in this research were collected from interviews and field observations. Research variables consisted of perceptions about potential, the zone, the program, as well as aspiration and participation. The research show about the development of Tambak Lorok maritime village concept is consists of six zones, namely: settlements, vertical settlements, trade and services, marine tourism and culinary, folk ports and the maritime industry, conservation area. Most of fishermen and traders have a very good perception of zoning development concept because the government wants to improve the dirty TPI to be clean and comfortable, trade zones and services would be regenerate better and comfortable. Aspirations of fishermen and traders are the information about zoning concept development evenly notified, and realized well in order to increases people's income. The participation of fishermen and traders in Tambak Lorok development program is to protecting the environment such as mutual cooperation to clean sewers and roads once a month.Keyword: Perception, Aspiration, Development Concept, Tambak Lorok, Maritime Village
KANDUNGAN NITROGEN TOTAL DAN FOSFAT SEDIMEN MANGROVE PADA UMUR YANG BERBEDA DI LINGKUNGAN PERTAMBAKAN MANGUNHARJO, SEMARANG Chrisyariati, Ika; Hendrarto, Boedi; Suryanti, -
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) Volume 3, Nomor 3, Tahun 2014
Publisher : Departemen Sumberdaya Akuatik,Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (406.14 KB)

Abstract

Daerah mangrove merupakan daerah dengan produktivitas primer yang tinggi. Produktivitas primer sangat mempengaruhi pertumbuhan mangrove. Salah satu indikator pertumbuhan mangrove dipengaruhi oleh sedimen tempat hidupnya yang banyak mengandung makro dan mikronutrien, oksigen, serta air tawar untuk menjaga keseimbangan kadar garam dalam fisiknya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan Nitrogen Total dan Fosfat dalam sedimen mangrove dan hubungannya terhadap umur mangrove. Sampel diambil dari tiga stasiun yang memiliki umur mangrove berbeda dengan tujuh titik replikasi. Kedalaman pengambilan sampel adalah 30 cm. Pada masing-masing titik diambil sampel tanah untuk analisa tekstur dan analisa kandungan bahan organik. Pengukuran tinggi pohon dilakukan di setiap titik yang diasumsikan sebagai umur mangrove. Analisa data menggunakan uji regresi linear dan uji korelasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang nyata antara Nitrogen Total dengan tinggi pohon (regresi linear P = 0,025 < P 0,05). Sebaliknya, tidak terdapat hubungan yang nyata antara Fosfat dengan tinggi pohon (regresi linear P = 0,524 > P 0,05). Hal ini kemungkinan disebabkan oleh faktor-faktor lain seperti iklim, suhu, pH, dan jenis sedimen yang terdapat pada lokasi penelitian. Mangrove was an area with high primary productivity. The primary productivity greatly affects mangrove growth.One of the indicator mangrove growths was sediments by its place that contains macro and micronutrients, oxygen and fresh water to maintain salinity balanced in the physical. The purpose of this study was to determine the content of total nitrogen and phosphate in sediments of mangrove and mangrove relation to age and the results of this study were expected to provide an overview and information about the nutrient content in the form of Total Nitrogen and Phosphate in sediment of Mangunharjo village, Semarang. Samples were taken from three mangrove stations which have a different age with a seven point replication. Samples were collected from three stations of different ages of mangrove with seven replication points. The depth of sampling was 30 cm. At each of these points, soils were sampled for texture analysis and analysis of Total Nitrogen and Phosphate contents. Measurementstree height was applied at each point of different age of the mangrove. Analysis of the data used linear regression and correlation tests. The results showed that there was a significant relationship between Total Nitrogen with height of trees (linear regression P = 0,025 < P 0,05). Otherwise, there was no significant relationship between the phosphates with high of trees (linear regression P = 0,524 > P 0,05). It may be caused by other factors such as climate, temperature, pH, and type of sediment found in the study sites. 
KANDUNGAN N DAN P HASIL DEKOMPOSISI SERASAH DAUN MANGROVE PADA SEDIMEN DI MARON MANGROVE EDU PARK, SEMARANG The Content of N and P Results of Decomposition of Litter of Mangrove Leaves in Sediments at Maron Mangrove Edu Park, Semarang Kanti, Hafidha Murti; Supriharyono, Supriharyono; Rahman, Arif
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) Vol 8, No 3 (2019): MAQUARES
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (563.491 KB) | DOI: 10.14710/marj.v8i3.24260

Abstract

ABSTRAK Dekomposisi serasah daun yang disertai pelepasan nutrien merupakan fungsi yang sangat penting di perairan mangrove. Unsur hara yang diperlukan bagi lingkungan dari hasil proses dekomposisi antara lain N (Nitrogen) dan P (Phospor). Maron Mangrove Edupark merupakan salah satu ekosistem mangrove yang terletak di Tugurejo, Kota Semarang. Kawasan ini terdapat tambak dan dekat dengan pantai sehingga berfungsi sebagai pencegah abrasi. Untuk mengetahui peran vegetasi mangrove bagi lingkungan, dilakukan penelitian untuk mengetahui kandungan N dan P hasil dekomposisi serasah daun mangrove pada sedimen. Waktu pelaksanaan penelitian dimulai tanggal 25 Maret 2019 sampai 22 April 2019. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui mengetahui kerapatan jenis mangrove yang ada, mengetahui kandungan N dan P pada hasil dekomposisi serasah daun mangrove pada sedimen dan hubungannya dengan tipe sedimen di Maron Mangrove Edupark, Semarang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimental melalui kontrol, manipulasi perlakuan di lapangan dan obervasi di lapangan. Penentuan stasiun berdasarkan jenis substrat, dan terdapat 4 stasiun penelitian. Hasil dari penelitian ini adalah didapatkan data kerapatan mangrove berkisar 2,72 Ind/m2 sampai 4,20 Ind/m2. Nilai suhu air berkisar 28-30°C, suhu udara berkisar 28-30°C , pH berkisar 6-7, salinitas berkisar 26-29, dan nilai DO berkisar 3,543-5,029. Kandungan nitrogen total berkisar 0,004-0,074% dan phospat berkisar 0,164-1,52%. Tekstur sedimen di stasiun A lempung berpasir, stasiun B lempung liat berpasir, stasiun C dan D substrat liat. Terdapat hubungan korelasi yang tinggi antara tekstur sedimen dengan nitrogen total, dan hubungan korelasi sedang dengan phospat. ABSTRACT Leaf litter decomposition which accompanied with releasing nutrient have an important function in mangrove waters. Nutrients needed for the environment from the results of decomposition, those are N (Nitrogen) and P (Phospor). Maron Mangrove Edupark is one of the mangrove ecosystems located in Tugurejo, Semarang City. This area has a pond and close to the beach so it serve an abrasion deterrent. To determine the role of mangrove vegetation for the environment, a study was conducted to determine the content of N and P resulting from decomposition of mangrove leaf litter in sediments. The study had been carried at from March 25, 2019 to April 22, 2019. The purpose of this study is to determine the density of existing mangrove species, determine the content of N and P in the decomposition of mangrove leaf litter in sediments and their relationship with sediment types at Maron Mangrove Edupark, Semarang. The method is an experimental method through control, manipulation of treatment in the field and observation. Station determination is based on substrate type, and there are 4 stations. The results of this study are the mangrove densities ranging from 2.72 Ind / m2 to 4.20 Ind / m2. The temperature of the water ranges from 28-30°C, the air temperature ranges from 28-30°C, pH ranged from 6-7, salinity ranged from 26-29, and DO values ranged from 3.543-5.029. The total nitrogen content ranges from 0.004-0.074% and phosphate ranges from 0.164 to 1.52%. Sediment texture in station A is a sandy loam, station B is a sandy clay loam, station C and D is a clay. There is a high correlation between the texture of sediment and total nitrogen, and a moderate correlation with phosphate.
KAJIAN KESUBURAN PERAIRAN BERDASARKAN UNSUR HARA (N,P) DAN FITOPLANKTON DI SUNGAI TULUNG DEMAK Sihombing, Ika Novalia; Hutabarat, Sahala; Sulardiono, Bambang
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) Volume 4, Nomor 4, Tahun 2015
Publisher : Departemen Sumberdaya Akuatik,Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (926.232 KB)

Abstract

Perairan Sungai Tulung merupakan sungai yang terletak di desa Tambakbulusan, Demak Jawa Tengah. Sungai Tulung berperan penting dalam sumberdaya air bagi masyarakat Desa Tulung. Aliran Sungai Tulung mengangkut dan membawa berbagai bahan organik dan anorganik hasil limbah domestik dan aktivitas manusia yang dapat mencemari sungai. Sungai yang tercemar dapat menimbulkan gangguan akibat perubahan interaksi antara komponen biotik dan abiotik di dalam ekosistem perairan sungai. Salah satu komponen biotik yang berperan penting dalam ekosistem air adalah fitoplankton yang dapat dijadikan indikator biologi menentukan kesuburan perairan (fase trofik) dan pencemaran di dalam perairan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui struktur komunitas fitoplankton; kesuburan perairan dan perhitungan nilai Saprobitas Perairan; dan keterkaitan unsur hara (N, P) dan klorofil dengan kelimpahan fitoplankton. Materi yang digunakan dalam penelitian ini adalah sampel air Sungai Tulung Demak dengan pengukuran parameter fisika, kimia dan biologi. Kelimpahan rata-rata fitoplankton pada pagi dan siang hari berkisar antara 6.161 - 15.289 dan 4.367 - 9.955 ind/L dengan 43 genera. Kandungan hara pada nitrat berkisar 0,41 - 1,02 mg/L dan fosfat sebesar 0,05 - 0,19 mg/L. Nilai ini cukup optimum bagi kehidupan fitoplankton Nilai saprobik indeks (SI) berkisar antara 0,3 - 1  dan tropik saprobik indeks (TSI) berkisar antara -1,9 - 0,5. Kualitas perairan sungai Tulung termasuk dalam tingkat β - Mesosaprobik/ pencemaran ringan.Tulung River Demak located in the village of Tambakbulusan, Demak, Central Java that important for water resources to Tulung villagers. The flow water caries a variety of organic and inorganic materials and domestic waste products of human activity that could contaminate the river. River pollution can inflict disorder due to changes in the interaction between components abiotic and biotic in the river ecosystem.One of the biotic components that are important in aquatic ecosystem is phytoplankton that can be used as biological indicators to determine productivity and pollution in the waters. The purpose of the research were to determine the structure of the phytoplankton community; Saprobic value waters and linkage of nutrients ( N and P ). The method has been used in this research was descriptive and sample collection conducted twice on three stations which consists of three points and two times with a span of one week. Based on the average value of phytoplankton in the morning and during the day ranged from 6.161-15.289 and 4.367-9.955 ind / L with 43 genera. Nutrient content in nitrate ranged from 0,41 to 1,02 mg / L and phosphate of 0,05 to 0,19 mg / L . This value is quite optimum for the life of phytoplankton. The value saprobic index ( SI ) ranging from 0,3 to 1 and tropic saprobic index ( TSI ) ranged from -1,9 – 0,5. The quality of the Tulung River waters during the research was categorized in lightly polluted conditions.
STRUKTUR SEDIMEN DAN SEBARAN KERANG PISAU (Solen lamarckii) DI PANTAI KEJAWANAN CIREBON JAWA BARAT Umah, Khoerul; Subiyanto, -; Hartoko, Agus
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) Volume 2, Nomor 3, Tahun 2013
Publisher : Departemen Sumberdaya Akuatik,Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (429.715 KB)

Abstract

Struktur komunitas biota dipengaruhi oleh faktor ekologis seperti sedimen dasar perairan. Jenis sedimen digunakan sebagai indikasi untuk menentukan pola hidup, ketiadaan dan tipe organisme pada Gastropoda dan Bivalvia. Keragaman tekstur sedimen dasar perairan yang dimiliki Pantai Kejawanan mengakibatkan terjadinya pola distribusi biota yang hidup di pantai tersebut. Salah satu biota di pantai ini adalah kerang pisau.  Penelitian  ini menggunakan metode deskriptif dengan pengambilan sampel secara random sampling. Penelitian dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh struktur sedimen terhadap sebaran kerang pisau di Pantai Kejawanan. Hasil penelitian menunjukan jenis sedimen yang ada di Pantai Kejawanan adalah jenis pasir berlumpur (medium sand) dengan persentase pasir antara 75,23 -  96,04 % dan lumpur antara 3,96 - 22,74 %. Sebaran kerang pisau di Pantai Kejawanan bersifat mengelompok dan hanya ditemukan pada jenis sedimen tertentu. Pada jenis sedimen pasir berlumpur dengan persentase kandungan pasir yang tinggi kepadatan kerang juga tinggi, sedangkan pada persentase kandungan pasir yang rendah kepadatannya rendah.
SEBARAN SPASIAL LOGAM BERAT Pb DAN Cd PADA KOLOM AIR DAN SEDIMEN DI PERAIRAN MUARA CISADANE, BANTEN (Spatial Distribution of Heavy Metals Pb and Cd in Column Water And Sediments in the Waters of Cisadane Estuary, Banten) Novananda Nadia; Siti Rudiyanti; Haeruddin Haeruddin
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) Vol 6, No 4 (2017): MAQUARES
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1317.456 KB) | DOI: 10.14710/marj.v6i4.21336

Abstract

Sungai Cisadane memiliki fungsi penting bagi kehidupan manusia dan makhluk hidup lain disekitarnya. Berbagai jenis aktivitas manusia mulai dari pertanian, perikanan, pemukiman, pariwisata, perkebunan, transportasi hingga berbagai aktivitas industri terjadi di sepanjang Sungai Cisadane. Berbagai aktivitas tersebut menyebabkan penurunan kualitas air Sungai Cisadane setiap tahunnya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui konsentrasi serta sebaran spasial logam berat Pb dan Cd pada kolom air dan sedimen di perairan muara Cisadane, Tangerang, Banten. Pengambilan sampel dilakukan sebanyak 1 kali yaitu pada tanggal 15 Januari 2017, sampel yang diambil berupa air dan sedimen, dan pengukuran parameter fisika kimia perairan. Pengambilan sampel dilakukan di 9 stasiun pengamatan yang ditentukan berdasarkan adanya aktivitas industri disekitar perairan tersebut. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif dengan metode sampling menggunakan teknik purposive sampling. Pengukuran logam berat Pb dan Cd mengacu pada metode SNI dengan spektrofotometer AAS (Atomic Absorption Spectrophotometer). Hasil pengukuran konsentrasi logam berat Pb pada kolom air yaitu berkisar antara <0,001 hingga <0,01 mg/l dan konsentrasi logam berat Cd pada kolom air yaitu <0,002 mg/l. Sedangkan konsentrasi logam berat Pb pada sedimen berkisar antara <0,01 hingga 52,8040 mg/kg dan konsentrasi logam berat Cd pada sedimen yaitu <0,002 mg/kg. Apabila dilihat dari gambaran sebaran spasial logam berat Pb dan Cd di air dan sedimen, dapat disimpulkan bahwa logam berat Pb dan Cd di perairan muara Cisadane tersebar di seluruh stasiun penelitian, tetapi masih tergolong rendah konsentrasinya dan sebagian besar masih berada di bawah baku mutu yang telah ditetapkan.  The Cisadane River has an important function for human life and other living things around it. Various types of human activities from agriculture, fisheries, settlements, tourism, plantations, transportation to various industrial activities occur along the Cisadane River. These activities has caused the decrease in the water quality of the Cisadane River each year. The purpose of this research is to know the concentration and spatial distribution of heavy metals Pb and Cd on water column and sediment in the waters of Cisadane estuary, Tangerang, Banten. Sampling was conducted once on January 15, 2017, samples taken in the form of water and sediment, and measurement of water chemistry physics parameters. Sampling was conducted at 9 observation stations determined based on the existence of industrial activity around the waters. The method used is descriptive method of sampling method using purposive sampling technique. Measurements of heavy metals Pb and Cd referring to the ISO method with a spectrophotometer AAS (Atomic Absorption Spectrophotometer). The result of measurement of heavy metal concentration of Pb in the water column is between <0,001 to <0,01 mg/l and concentration of heavy metal Cd in water column that is <0,002 mg/l. While concentrations of Pb heavy metals in sediments ranged from <0.01 to 52.8040 mg/kg and concentrations of heavy metal Cd in sediments ie <0.002 mg/kg. When viewed from the description of the spatial distribution of heavy metals of Pb and Cd in water and sediment, it can be concluded that there are heavy metals of Pb and Cd in the waters of Cisadane estuary scattered throughout the research station, but still relatively low concentration and most are still below the standard which has been set.