cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Management of Aquatic Resources Journal (Maquares)
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : 27216233     DOI : -
Core Subject : Science,
Jurnal Management of Aquatic Resources diterbitkan oleh Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Departemen Sumberdaya Akuatik, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Diponegoro. Jurnal Management of Aquatic Resources menerima artikel-artikel mengenai bidang perikanan, manajemen sumberdaya perairan.
Arjuna Subject : -
Articles 548 Documents
PENGARUH KEDALAMAN DAN JARAK DARI PANTAI TERHADAP KELIMPAHAN DAN POLA SEBARAN SAND DOLLAR DI PANTAI BARAKUDA PULAU KEMUJAN TAMAN NASIONAL KARIMUNJAWA Afian, Adhe Nur; Supriharyono, -; Purwanti, Frida
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) Volume 2, Nomor 4, Tahun 2013
Publisher : Departemen Sumberdaya Akuatik,Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (295.017 KB)

Abstract

Sand dollar merupakan kelas Echinoidea dari filum Echinodermata yang memiliki bentuk tubuh irregular yaitu bentuk tubuh bilateral dan pipih atau oval tanpa lengan, duri-duri menutup tubuh. Habitatnya di dasar perairan yang berpasir atau daerah berlumpur.Pantai Barakuda merupakan salah satu pantai di pulau Kemujan yang mempunyai daerah rataan pasir yang luas. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui komposisi jenis, kelimpahan dan pola sebaran sand dollar di Pantai Barakuda, untuk mengetahui variabel yang paling dominan antara kedalaman, jarak atau keduanya. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juni 2013di Pantai Barakuda Pulau Kemujan Taman Nasional Karimunjawa, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah.Metode penelitian yang digunakan adalah survei lapangan yang bersifat deskriptif, pengambilan data dilakukan menggunakan line transek sepanjang 50 m dan kuadran transek 1x1 m. Pengamatan dilakukan dengan mengambil 2 stasiun, stasiun A yaitu dengan berjarak 20 meter dari tepi pantai dan stasiun B dengan berjarak berkisar 70 meter dari tepi pantai. Setiap stasiun ditarik 3 line transek yang sejajar dengan pantai sepanjang 50 meter, dengan jarak 10 meter antar line transek. Pengambilan sand dollar didalam kuadran dilakukan pada tiap meter dengan melihat jenis dan jumlahnya. Data yang diperoleh dianalisa menggunakan analisa regresi berganda.Hasil penelitian menunjukkan di pantai Barakuda terdapat 14 corak jenis sand dollar (Laganum sp). Pengamatan dan perhitungan yang dilakukan, didapatkan jumlah Laganum sp di stasiun A sebanyak 351 individu, sedangkan  pada stasiun B sebanyak 779 individu. Kelimpahan relatifnya terbesar yang didapatkan di pantai Barakuda pada corak  jenis corak 1 dan corak 5 sedangkan kelimpahan relatif  terkecil adalah corak 12 dan corak 14. Pola sebarannya sebagian besar termasuk mengelompok (clumped) dan beberapa termasuk seragam (uniform). Kelimpahan dan pola sebaran dipengaruhi oleh kedalaman dan jarak.
ANALISIS KUALITAS PERAIRAN BERDASARKAN KOMPOSISI DAN KELIMPAHAN FITOPLANKTON DI SUNGAI LANANGAN, KLATEN Azzam, Faudzi Ath Tho; Widyorini, Niniek; Sulardiono, Bambang
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) Vol 7, No 3 (2018): MAQUARES
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (895.493 KB) | DOI: 10.14710/marj.v7i3.22549

Abstract

Sungai Lanangan merupakan bagian hulu Sungai Bengawan Solo yang terletak di Desa Daleman, Kecamatan Tulung, Kabupaten Klaten. Jenis limbah seperti limbah domestik, industri, pertanian, perikanan dan peternakan telah mencemari Sungai Lanangan. Limbah organik dari industri tepung aren dan mie soun yang dibuang di Sungai Lanangan mencapai 50 ton limbah per hari. Hal tersebut menyebabkan perubahan kualitas air dan komposisi fitoplankton di Sungai Lanangan.Penelitian ini dilakukan dari bulan Januari - Februari 2018 di Sungai Lanangan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kelimpahan dan komposisifitoplankton serta mengetahui kualitas perairan berdasarkan struktur komunitas fitoplankton di Sungai Lanangan tersebut. Penelitian ini menggunakan metode survei denganpengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling. Frekuensi pengambilan sampel dilakukan setiap 1 minggu sekali selama 3 minggu. Sampel diambil dari 3 stasiun, dimana stasiun 1 dengan karakteristik perairan terbuka; Stasiun 2 dengan karakteristik dekat industri pengolahan tepung aren; dan stasiun 3 dengan karakteristik dekat dengan daerah budidaya air tawar.Hasil penelitian didapatkan 11 genera fitoplankton yaitu dari kelas Bacillariophyceae (4 genera), Cyanophyceae (2 genera), Chrysophyceae (1 genus), Ulvophyceae (2 genera), Zygnematophyceae (1 genus) dan Chlorophyceae (1 genus). Kelimpahan rata-rata fitoplankton tertinggi terdapat pada stasiun 2 dengan kelimpahan 1.989 ind/l yang didominasi oleh genus Oscillatoria. Indeks keanekaragaman rata-rata pada setiap stasiun adalah 1,68 pada stasiun 1; 1,63 pada stasiun 2; dan 1,52 pada stasiun 3. Dari hasil indeks keanekaragaman yang didapatkan tersebut menunjukkan kisaran nilai antara 1,52 hingga 1,68 yang berarti bahwa kualitas perairan Sungai Lanangan tercemar ringan.  Lanangan river is one upstream of Bengawan Solo river which located at Daleman, Tulung, Klaten. types of waste such as domestic waste, industrial waste, agriculture, fishery and animal husbandry polluted Lanangan river. Especially organic waste from palm starch and soun noodle industry that are dumped in the Lanangan river reaches 50 tonnes waste per day. This research was conducted from January to February 2018 in the Lanangan river. The purpose of this research is to find out the abundance and composition of phytoplankton; and to determine the water qualitybased on the structure of the phytoplankton community in Lanangan river. This research uses survey method and use purposive sampling method. The Frequency of sampling is done once a week for 3 week. The samples taken from 3 stations, where station 1 is open water; Station 2 is near palm starch and soun noodle industry; and station 3 is close to freshwater aquaculture area.The resultsof the research found 11 genus of phytoplankton in class Bacillariophyceae, Cyanophyceae, Chrysophyceae, Ulvophyceae, Zygnematophyceae and Chlorophyceae. The highest average of phytoplankton abundance found in station 2 with 1,989 ind/l which is dominated by the genus of Oscillatoria. The average diversity index each station is 1.68 at station 1; 1.63 at station 2; and 1.52 at station 3. From the results obtained the diversity index indicates the range of values between 1.52 to 1.68 which show that the water quality of Lanangan River is lightly to moderate polluted.  
HUBUNGAN KELIMPAHAN IKAN DAN TUTUPAN KARANG LUNAK DENGAN KEDALAMAN YANG BERBEDA DI PULAU MENJANGAN KECIL TAMAN NASIONAL KARIMUNJAWA, JAWA TENGAH Putra, Aryo Ganesha; Ruswahyuni, -; Widyorini, Niniek
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) Volume 4, Nomor 2, Tahun 2015
Publisher : Departemen Sumberdaya Akuatik,Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (386.067 KB)

Abstract

Kedalaman memberikan pengaruh terhadap biodiversitas secara vertikal dan berasosiasi dengan faktor abiotik yang membuat keanekaragaman biota laut memiliki spesialisasi masing-masing. Penelitian bertujuan untuk mengetahui tutupan dan jenis karang lunak, mengetahui jenis serta kelimpahan ikan dan mengetahui hubungan kelimpahan ikan dan tutupan karang lunak dengan kedalaman yang berbeda. Penelitian dilakukan pada bulan Juni 2014, lokasi penelitian terbagi menjadi 2 lokasi, yaitu pengamatan lapangan di Pulau Menjangan Kecil dan pengamatan checklist karang lunak dan ikan di Pulau Karimunjawa. Metode penelitian menggunakan metode line intercept transect (LIT) dan sensus visual ikan. LIT dilakukan dengan menarik rol meter sepanjang 100 m sebagai lintasan pengamatan karang lunak dengan interval 1 m dan metode sensus visual ikan dengan batas luas pengamatan ke sisi kanan dan kiri line transect sepanjang 2,5 m hingga terbentuk kuadran seluas 5 x 5 meter, pengamatan dilakukan sepanjang 100 m dengan total luas pengamatan 500 m2. Analisis data yang digunakan yaitu perhitungan indeks keanekaragaman, indeks keseragaman, Komposisi jenis dan analisis statistik korelasi berganda. Hasil pengamatan kelimpahan ikan terbesar pada kedalaman 3 dan 10 m berasal dari famili Pomacentridae sebesar 60,66 % dan 53,32 %. Indeks keanekaragaman dan keseragaman kelimpahan ikan di kedalaman 3 m sebesar 1,100 dan 0,793 terdiri dari 4 famili ikan, pada kedalaman 10 m yaitu 1,443 dan 0,694 terdiri dari 8 famili ikan. Hasil tutupan karang lunak terbesar di kedalaman 3 dan 10 m yaitu genus Lobophtyum sebesar 5,29 % dan 3,39 %. Indeks keanekaragaman dan keseragaman karang lunak sebesar 1,238 dan 0,893 pada kedalaman 3 m terdiri dari 4 genera dan di kedalaman 10 m tidak dapat dilakukan perhitungan, karena hanya terdapat 1 jenis. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa kelimpahan ikan dan tutupan karang lunak memiliki hubungan dengan kedalaman yang berbeda. Influence of depth on biodiversity vertically associated with abiotic factors that make the diversity of marine life have their respective specialties. This study aims to determine the types and soft corals cover, know the type and abundance of fish and to determine correllations of different depths on the abundance of fish and soft coral cover. The study was conducted in June 2014, the location of study is divided into two locations, namely in the field observation Menjangan Kecil island and observation checklist soft corals and fish on the Karimunjawa island. The research method using line intercept transect (LIT) and visual census technique. LIT is done by pulling roll meters along 100 m as soft coral observation path with intervals of 1 m and visual census methods by a wide margin to the observation on the right and left side of the line transect along 2.5 m to form a quadrant area of 5 x 5 meters, observations were made along 100 m with a total area of 500 m2. Data analysis calculation used diversity index (H '), uniformity index (e), species composition (KJ) and statistical analysis multiple correlation. The observation of abundance of the biggest fish at a depth of 3 and 10 m comes from the family Pomacentridae with percentage of 60,66% and 53,32%. Diversity and uniformity index of fish abundance at a depth of 3 m is 1,100 and 0,793 consists of four families of fish, at a depth of 10 m is 1,443 and 0,694 consists of 8 fish families. The results of the largest soft coral cover in depth of 3 and 10 m from genus Lobophtyum with percentage 5,29% and 3,39%. Diversity and uniformity index of 1,238 and soft corals at a depth 3 m is 0,893 consists of 4 genera and at a depth of 10 m cannot be calculated, cause there is only one kind of soft coral. Based on these results, in conclusion, that the abundance of fish and soft coral cover correlated with difference of depth.
ASPEK BIOLOGI IKAN TIGAWAJA (Johnius sp.) YANG DIDARATKAN DI PELABUHAN PERIKANAN PANTAI (PPP) TAWANG KABUPATEN KENDAL Anggraeni, Syiva Nur; Solichin, Anhar; Widyorini, Niniek
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) VOLUME 5, NOMOR 4, TAHUN 2016
Publisher : Departemen Sumberdaya Akuatik,Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (107.168 KB)

Abstract

ABSTRAK Kabupaten Kendal merupakan salah satu daerah yang berada di pesisir utara Laut Jawa. TPI Tawang merupakan Tempat Pelelangan Ikan (TPI) terbesar di Kabupaten Kendal. Salah satu jenis ikan demersal yang tertangkap di TPI Tawang adalah ikan Tigawaja. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui aspek biologi Ikan Tigawaja yang didaratkan di TPI Tawang. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juni 2016. Metode dalam penelitian ini adalah metode survey. Pengambilan sampel menggunakan metode purposive  sampling. Hasil penelitian yang dilakukan pada Ikan Ikan Tigawaja sebanyak 390 ekor. Ukuran panjang Ikan Tigawaja dengan kisaran 10,5 cm – 20,9 cm. Pertumbuhan bersifat allometrik negatif dengan nilai b sebesar 2,8559. Faktor kondisi yang diperoleh sebesar 0,94 yang tergolong dalam ikan pipih. ukuran pertama kali tertangkap (L50%) adalah 16,4 cm. Tingkat kematangan gonad Ikan Tigawaja jantan didominasi oleh TKG II, sedangkan Tingkat Kematangan gonad Ikan Tigawaja betina didominasi oleh TKG III. Indeks kematangan gonad terendah pada Ikan Tigawaja jantan 0,154% dan tertinggi 0,465%, sedangkan nilai IKG terendah pada Ikan Tigawaja betina 0,56% dan tertinggi 8,82%. Ikan Tigawaja jantan dan betina pertama kali matang gonad (Lm) berukuran masing-masing sebesar 18 cm  dan 17,5 cm, artinya Ikan Tigawaja betina lebih cepat matang dari Ikan Tigawaja jantan. Fekunditasnya berkisar antara 15.500 – 44.148 butir dan sebaran nilai diameter telur berkisar dari 0,05 mm – 0,45 mm. Kata Kunci ; Ikan Tigawaja (Johnius sp), Aspek biologi, Perairan Kendal. ABSTRACT Kendal is one area which is on the north coast of Java Sea. The biggest fish auction place in Kendal Regency is Tawang Fish Auction (TPI Tawang). One of kind of demersal fish that caught in TPI Tawang is Croackers Fish. Biological aspect is needed to manage the resources of Croackers Fish. The porpose of this study is to found out the biological aspects of Croackers Fish Landed in Tawang Fish Auction Market. The research did in Juny 2016. The method used in this research is survey method. The sampling was taken by using Purposive sampling. From the research on 390 fish. the length size of Croackers Fish range from 10,5 cm – 20,9 cm. The growth of served was negative allometric with value of b 2,8859. The condition factor of 0,94 are flat fish. size of the first captured fish (L50%) was 16,4 cm. The Gonad Maturity Level of male Croackers Fish was dominated by TKG II, while for female of Croackers was dominate by TKG III. The lowest Gonad Maturity Index  for male of Croackers Fish was 0,154% dan the hightest was 0,456, while foe female fish the lowest Gonad Maturity Index was 0,56% and the highest was 8,82%. For both  male and female fish, first mature gonad was obtained 18 cm and 17,5 cm, it means that the female of Croackers Fish was mature faster than the male. The fecundity ranged from 15.500-44.148 item and variance of diameter value range from 0,05 mm – 0,45 mm.  Key Word; Croackers (Johnius sp), Biological Aspects, Kendal Waters.  
STRUKTUR KOMUNITAS IKAN KARANG PADA BOLA KARANG (REEF BALL) DI PERAIRAN PULAU PANJANG, KABUPATEN JEPARA, JAWA TENGAH Azhari, Muhammad Yusuf Muhar; Hendrarto, Boedi; Sulardiono, Bambang
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) Volume 3, Nomor 2, Tahun 2014
Publisher : Departemen Sumberdaya Akuatik,Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (165.816 KB)

Abstract

Pulau panjang merupakan salah satu objek wisata didaerah Jepara. Daya tarik dari wisata pulau Panjang yaitu terdapat ekosistem terumbu karang yang dimanfaatkan oleh wisatawan, dan masyarakat setempat. Adanya kegiatan wisata tersebut dapat memberikan dampak negatif terhadap ekosistem terumbu karang yang menjadi rusak, yang diduga dapat mengakibatkan terjadinya penurunan produktivitas perikanan dan perairan. Sehubungan dengan hal tersebut dapat dilakukan upaya rehabilitasi terumbu karang yang rusak dengan rehabilitasi menggunakan bola karang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis ikan karang, dan mengetahui struktur komunitas ikan karang yang berada dikawasan bola karang terkait dengan perbedaan waktu. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan April dan bulan September 2013. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu meteode visual sensus dengan melakukan pengamatan, pencatatan, dan identifikasi terhadap ikan karang yang berada dikawasan bola karang pada pengamatan bulan April dan bulan September 2013 dengan melakukan berenang bebas berjarak 4,5 meter dari setiap bola karang. Analisis data yang digunakan yaitu indeks komunitas, analisis uji t test, dan analisis uji chi-square. Hasil penelitian ikan karang di bola karang pada pengamatan bulan April dan bulan September 2013 terdapat 10 genus yang terdiri dari 15 spesies, dan terjadi peningkatan jumlah ikan karang. Analisis uji chi-square menyatakan ada perbedaan komposisi kelimpahan ikan karang pada pengamatan bulan April dan bulan September 2013. Indeks komunitas ikan karang pada bulan September lebih baik dibandingkan bulan April. Analisis uji t menyatakan ada perbedaan indeks komunitas ikan karang pada pengamatan bulan April dan bulan September 2013 di setiap bola karang yang terdapat di perairan pulau Panjang, Jepara. Panjang Island is one of the attractions in Jepara. The attraction of the Panjang Island tourism is coral reefs ecosystem which are utilized by the tourists, and the local community. The existence of  tourist activities can give a negative impact on coral reefs ecosystem, fisheries and aquatic productivity. In relation with that, it can rehabilitate damaged coral reefs use reef balls. The purpose of this study to was determine the reef fish species and the community structure of reef fish in the reef ball. This study was conducted in April and September 2013. This study used visual census method by observed, recorded, and identificated of reef fish in reef ball areas, on the observations in April and September 2013 by free-swimming within 4.5 meters of each reef balls. Data was analysis with community index,  t test, and chi-square analysis. The result of this study showed that, there were 10 genus consisted of 15 species, and there were increase of of reef fish in April and September. Chi-square test showed that there were significant differences between abundance of reef fish composition in April and September 2013. Community index of reef fish in September better than that in April. This was supported by t test analysis which stated that there were significant differences between community index of reef fish in April and September 2013 in every reef ball in Panjang Island, Jepara.
VALUASI EKONOMI KEGIATAN PARIWISATA DI PANTAI CAHAYA DAN PANTAI SENDANG SIKUCING KENDAL Economic Valuation of Tourism Activities in Cahaya Beach and Sendang Sikucing Beach Kendal Marwulandari, Riyani; Saputra, Suradi Wijaya; Solichin, Anhar
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) Vol 8, No 2 (2019): MAQUARES
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (303.151 KB) | DOI: 10.14710/marj.v8i2.24228

Abstract

ABSTRAKPantai Cahaya dan Pantai Sendang Sikucing terletak di Desa Sendang Sikucing, Kecamatan Rowosari, Kabupaten Kendal. Potensi pariwisata dari Pantai Cahaya dan Pantai Sendang Sikucing meningkatkan nilai tambah bagi sumberdaya alam dan lingkungan tersebut yang menarik minat wisatawan. Nilai ekonomi dari pariwisata dapat diukur dengan banyaknya jumlah pengunjung. Salah satu cara untuk mengetahui nilai ekonomi dari pariwisata adalah dengan valuasi ekonomi.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik wisatawan dan valuasi ekonomi. Penelitian dilakukan pada bulan November-Desember 2018. Penelitian menggunakan metode deskriptif dan pengumpulan data dengan bantuan kuesioner. Teknik sampling menggunakan convenience sampling yang dibagikan kepada 100 responden pengunjung, sedangkan analisis valuasi ekonomi biaya perjalanan menggunakan pendekatan Travel Cost Method. Karakteristik wisatawan Pantai Cahaya dengan persentase berusia 20-40 tahun 47%, pelajar/mahasiswa 34%,banyaknya kunjungan 2-3 kali per tahun, lama wisata 1-5 jam, berasal dari luar Kabupaten Kendal 59%, jarak tempuh dari tempat asal >20 km dan alat transportasi mobil sebesar 38%. Karakteristik wisatawan yang Pantai Sendang Sikucing dengan persentase usia 20-40 tahun 49%, pelajar/mahasiswa 41%, banyaknya kunjungan >8 kali per tahun, lama wisata 1-5 jam, berasal dari Kabupaten Kendal 66%, jarak tempuh >20 km dan menggunakan alat transportasi motor sebesar 55%. Nilai ekonomi pariwisata Pantai Cahaya sebesar Rp 18.606.970.047,00/tahun, sedangkan nilai ekonomi pariwisata Pantai Sendang Sikucing sebesar Rp 3.259.683.684,00/tahun. ABSTRACT Cahaya beach and Sendang Sikucing beach located in Sendang Sikucing village, Rowosari Sub-Regency, Kendal Regency. The tourism potential of Cahaya Beach and SendangSikucing Beach increases the value of these natural and environmental resources and attracts tourists. The economic value of tourism can be measured by the large number of visitors. One way to find out the economic value of tourism is with economic valuation.The purpose of this research are to find out the tourist characteristic and economic valuation. This research was conducted on November-December 2018. It used a descriptive method and collecting data by using questionnaires. Sampling technique used convenience sampling distributed to 100 visitors as the respondents while the economic valuation of travel cost analysis used the Travel Cost Method approach. The visitors’ characteristics of Cahaya beach with a percentage of ages 20-40 years old 47%, students/college students 34%, the number of visits 2-3 times/years, fo 1-5 hours/visit, who come from outside the Kendal regency 59%, with mileage from their home about >20 km and using car transportation 38%. The visitors’ characteristics of Sendang Sikucing beach with a percentage of ages 20-40 years old 49%, students/college students 41%, the number of visits >8 times/years, for 1-5 hours/visit, who come from Kendal regency 66%, with mileage from their home about >20 km and using motorcycle 55%.The economic value of tourism in Cahaya beach is Rp. 18.606.970.047,00/year while Sendang Sikucing beach is Rp. 3.259.683.684,00/year.
PENUTUPAN KARANG LUNAK (SOFT CORAL) PADA DAERAH RATAAN DAN DAERAH TUBIR DI PULAU CEMARA KECIL KEPULUAN KARIMUN JAWA Nababan, Sehat Martua Parulian; Ruswahyuni, -; Suryanti, -
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) Volume 4, Nomor 3, Tahun 2015
Publisher : Departemen Sumberdaya Akuatik,Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (361.451 KB)

Abstract

 Komunitas karang daerah yang satu dengan daerah lainnya juga akan memiliki perbedaan, sehingga sebaran karang lunak yang terdapat di daerah rataan dan tubir memiliki perbedaan. Komposisi karang lunak yang terdapat pada daerah rataan terumbu yang merupakan perairan dangkal dan lebih banyak dipengaruhi oleh faktor lingkungan perairan kemungkinan akan memiliki perbedaan komposisi jenis karang pada daerah tubir, yang merupakan perairan yang cukup dalam, serta memiliki tingkat kemiringan yang bervariasi. Sebaran jenis suatu komunitas akan mengalami perubahan bila lingkungan berubah, baik karena tekanan fisik, biologi maupun aktifitas manusiaTujuan dari penelitian ini adalah untuk Mengetahui penutupan karang lunak pada zona rataan dan pada zona tubir di perairan Pulau Cemara Kecil, Karimun jawa. Dan mengetahui nilai indeks keanekaragaman karang lunak pada daerah rataan dan daerah tubir. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei. Dimana metode yang digunakan tergolong dalam metode survei yang bersifat deskriptif. Metode yang digunakan pengambilan data adalah Line Intercept Transect (LIT). Penelitian dilakukan pada dua lokasi yaitu daerah rataan terumbu dan daerah tubir. Panjang line transek adalah 10 m, diletakkan sejajar garis pantai, transek yang digunakan di daerah rataan terumbu sebanyak 3 line dan daerah tubir sebanyak 3 line. Jarak antar line dimasing – masing lokasi sampling 5 m.Hasil penelitian jenis karang lunak yang ditemukan di daerah rataan dan daerah tubir Lobophytum, Sarcophyton, nepthea dan Xenia. Prosentase penutupan karang lunak tertinggi pada daerah tubir yaitu yaitu sebesar 26,13% sedangkan pada daerah rataan sebesar 24,03%. Nilai indeks keanekaragaman (H’) pada stasiun A dan B sama yaitu 0,96 yang termasuk keanekaragaman rendah. Terdapat 4 genera karang lunak yaitu Lobopyhtum, Sarcophyton, Nepthea dan Xenia. Coral reef community are different in several areas so that the distribution of soft coral in reef flat areas and reef slope areas has difference. Composition of coral reef found in the reef flat areas which is shallow waters and more influenced by environmental factors will has difference with coral reef found in reef slope areas which is deep waters and has variation of slope. The distribution of coral reefs will change when the environmental factors change either physical pressure, biological or human activity.The purpose of this research is to tell abudance soft coral on reef flat areas (reef flat) with the reef slope areas (reef slope) in Cemara Kecil island, Karimunjawa. And knowing the value of diversity index soft coral on reef flat areas and the reef slope areas. Methods used in this research method of surveying. Actually, methods used characterizes method of surveying that is descriptive. Methods used in taking data is Line Intercept Transect (LIT). Research carried on two spots was station A (Reef flat) and station B (Reef slope). The line’s long size is 10m, put in parallel along the coast, line used in the reef flat as much as three line and reef slope about three line. The distance between line each other location is 5m.Species of soft coral found in the reef flat and reef slope is Lobophytum, Sarcophyton, Nepthea and Xenia. Closure of the highest percentage soft coral in reef flat  areas is 24,03%. While closing of the highest percentage of soft coral in reef slope areas is 26,13%. The value of diversity index (H’) in station A and B is 0,96 includes categories low diversity. There are 4 of soft coral, Lobophytum, Sarcophyton, Nepthea and Xenia.
KEPEDULIAN MASYARAKAT DAN EFEKTIVITAS KAMPANYE ZONA INTI DI TAMAN NASIONAL KARIMUNJAWA Widyatmoko, Bima Tri; Purwanti, Frida; Suryanto, Agung
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) Vol 1, No 1 (2012): Journal of Management of Aquatic Resources
Publisher : Departemen Sumberdaya Akuatik,Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (611.022 KB)

Abstract

  Taman Nasional didefinisikan sebagai kawasan pelestarian alam yang mempunyai ekosistem asli, dikelola dengan sistem zonasi, dan dimanfaatkan untuk tujuan penelitian. Persepsi yang salah  mengenai pemanfaatan sumberdaya oleh masyarakat akan menjadi pemicu kerusakan ekosistem. Penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui kegiatan penangkapan masyarakat dan kepedulian masyarakat terhadap keberadaan  Zona Inti, sekaligus mengetahui efektivitas kampanye dalam  hal media komunikasi untuk membantu pemahaman masyarakat terhadap  keberadaan Zona Inti. Metode penelitian dilakukan dengan Observasi Lapangan, dengan pengambilan data yang dilakukan dengan melakukan jajak pendapat kepada masyarakat dengan acuan pertanyaan dari kuisioner. Kuisioner yang digunakan dalam kampanye Zona Inti adalah menurut Strategic Plan RARE Coral Triangle 2010-2011 Marine Thematic Cohort. Gambaran kuisioner yang akan diberikan meliputi Profil responden, Kegiatan penangkapan dan lokasi kegiatan penangkapan, Pengetahuan masyarakat mengenai Zona Inti, dan Efektivitas media komunikasi yang digunakan dalam kampanye Zona Inti. Berdasarkan penelitian diketahui bahwa penangkapan dilakukan dalam kegiatan ramah lingkungan karena 46% menggunakan pancing tonda. Sebesar 76% mengakui perbedaan jarak penangkapan yang semakin jauh. Pengetahuan lokasi Zona Inti mengalami peningkatan dan kesediaan menjadi kelompok partisipatif dalam pengawasan Zona Inti sebesar 68,4 %. Efektivitas kampanye terlihat dari penggunaan SMS (Short Message Service) yang menjadi media komunikasi dua arah. Hal ini yang menjadikan SMS sebagai media komunikasi yang efektif dalam penyampaian pesan-pesan kampanye. Kata Kunci : Kepedulian, Masyarakat, Taman Nasional Karimunjawa, Kampanye Zona Inti   Abstract   National Parks are defined as having a nature conservation area of ​​native ecosystems, managed by the zoning system, and used for research purposes. Karimunjawa community that relies on the natural result will be a problem that would arise if there is no clarity and knowledge on natural resources will be exhausted. This study aimed to determine the incidence of community and public awareness of the existence of the Core Zone, as well as the effectiveness of media campaigns in terms of communication to help people's understanding of the existence of the Core Zone. Data is collected by the distribution of questionnaires. The questionnaire used in the Core Zone campaign is under the Strategic Plan 2010-2011 RARE Coral Triangle Marine Thematic Cohort. Overview will be given a questionnaire that includes profiles of respondents, fishing activities and the location of fishing activities, public knowledge about the core zone, and the effectiveness of the communication media used in the Core Zone campaign. Based on the research note that the arrests were made in an environmentally friendly activity because 46% using a fishing rod Tonda. 76% recognize the difference that the farther the distance catching. Knowledge of the location of the Core Zone and the willingness to increase participation in the surveillance group core zone of 68.4%. The effectiveness of the campaign can be seen from the use of SMS (Short Message Service) is a two-way communication media. This is what makes SMS as effecttive at communications media in the delivery of campaign messages. Keywords: Caring, Community, National Park Karimunjawa, Core Zone Campaign  Taman Nasional didefinisikan sebagai kawasan pelestarian alam yang mempunyai ekosistem asli, dikelola dengan sistem zonasi, dan dimanfaatkan untuk tujuan penelitian. Persepsi yang salah  mengenai pemanfaatan sumberdaya oleh masyarakat akan menjadi pemicu kerusakan ekosistem. Penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui kegiatan penangkapan masyarakat dan kepedulian masyarakat terhadap keberadaan  Zona Inti, sekaligus mengetahui efektivitas kampanye dalam  hal media komunikasi untuk membantu pemahaman masyarakat terhadap  keberadaan Zona Inti. Metode penelitian dilakukan dengan Observasi Lapangan, dengan pengambilan data yang dilakukan dengan melakukan jajak pendapat kepada masyarakat dengan acuan pertanyaan dari kuisioner. Kuisioner yang digunakan dalam kampanye Zona Inti adalah menurut Strategic Plan RARE Coral Triangle 2010-2011 Marine Thematic Cohort. Gambaran kuisioner yang akan diberikan meliputi Profil responden, Kegiatan penangkapan dan lokasi kegiatan penangkapan, Pengetahuan masyarakat mengenai Zona Inti, dan Efektivitas media komunikasi yang digunakan dalam kampanye Zona Inti. Berdasarkan penelitian diketahui bahwa penangkapan dilakukan dalam kegiatan ramah lingkungan karena 46% menggunakan pancing tonda. Sebesar 76% mengakui perbedaan jarak penangkapan yang semakin jauh. Pengetahuan lokasi Zona Inti mengalami peningkatan dan kesediaan menjadi kelompok partisipatif dalam pengawasan Zona Inti sebesar 68,4 %. Efektivitas kampanye terlihat dari penggunaan SMS (Short Message Service) yang menjadi media komunikasi dua arah. Hal ini yang menjadikan SMS sebagai media komunikasi yang efektif dalam penyampaian pesan-pesan kampanye. Kata Kunci : Kepedulian, Masyarakat, Taman Nasional Karimunjawa, Kampanye Zona Inti   Abstract   National Parks are defined as having a nature conservation area of ​​native ecosystems, managed by the zoning system, and used for research purposes. Karimunjawa community that relies on the natural result will be a problem that would arise if there is no clarity and knowledge on natural resources will be exhausted. This study aimed to determine the incidence of community and public awareness of the existence of the Core Zone, as well as the effectiveness of media campaigns in terms of communication to help people's understanding of the existence of the Core Zone. Data is collected by the distribution of questionnaires. The questionnaire used in the Core Zone campaign is under the Strategic Plan 2010-2011 RARE Coral Triangle Marine Thematic Cohort. Overview will be given a questionnaire that includes profiles of respondents, fishing activities and the location of fishing activities, public knowledge about the core zone, and the effectiveness of the communication media used in the Core Zone campaign. Based on the research note that the arrests were made in an environmentally friendly activity because 46% using a fishing rod Tonda. 76% recognize the difference that the farther the distance catching. Knowledge of the location of the Core Zone and the willingness to increase participation in the surveillance group core zone of 68.4%. The effectiveness of the campaign can be seen from the use of SMS (Short Message Service) is a two-way communication media. This is what makes SMS as effecttive at communications media in the delivery of campaign messages. Keywords: Caring, Community, National Park Karimunjawa, Core Zone Campaign
KELAYAKAN WISATA ALAM DI MAROON MANGROVE EDU PARK SEMARANG Tarigan, Novia Putri; Purwanti, Frida; Hendrarto, Boedi
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) Vol 6, No 3 (2017): MAQUARES
Publisher : Departemen Sumberdaya Akuatik,Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (203.684 KB)

Abstract

ABSTRAK Wisata alam mangrove merupakan salah satu kegiatan yang dapat mendukung konservasi mangrove. Setiap kawasan wisata perlu kajian kelayakan perencanaan pengembangannya. Penelitian lapangan dilaksanakan pada bulan Februari 2017 dengan metode deskriptif. Tujuan utama penelitian untuk menganalisis kelayakan MMEP Semarang sebagai destinasi wisata alam, dengan tujuan antara untuk mengidentifikasi profil dan persepsi pengunjung tentang potensi mangrove dan kelayakan MMEP. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik wawancara berdasarkan kuesioner terhadap 50 pengunjung, 6 pengelola dan 4 orang pembina kawasan MMEP Semarang. Observasi dilakukan untuk mengamati biofisik mangrove. Wawancara untuk melihat persepsi berdasarkan hasil pengisian kuisoner dengan 4 skala rating. Penilaian kelayakan dihitung berdasarkan parameter potensi ekologis/biofisik, aksesibilitas, dan fasilitas. Hasil penelitian menunjukkan profil pengunjung didominasi kalangan muda usia 20-25 tahun berasal dari Semarang. Persepsi pengunjung sebagian besar menyatakan MMEP layak untuk dikembangkan. Kelayakan wisata di MMEP masuk dalam kategori S2 (layak) dengan nilai 73,65%.  Kata Kunci: Wisata Alam; Kelayakan; Potensi Ekologis; Aksesibilitas; Fasilitas; Maroon Mangrove Edu Park ABSTRACT Nature tourism mangrove is one of the activities that can support conservation of mangroves. Each tourist area needs a feasibility study for it’s development planning. The field research was conducted in February 2017 with descriptive method. The main objective of the study was to analyze the feasibility of MMEP Semarang as a natural tourist destination, with the aims of identifying visitor profiles and it’s perceptions. The data were collected by interviewing 50 respondens, 6 management staff and 4 consellor of MMEP Semarang. Observations were made to observe the biophysical mangroves. Interview to see perception based on questionnaires result with 4 rating scales. The feasibility assessment is calculated based on parameter of ecological / biophysical potential, accessibility, and facilities. The result of the multiplication of scores and respondents determines the feasibility grade. The research showed that profile of the visitors dominated by young people aged 20-25 years come from Semarang. Perception of most visitors stated that MMEP is feasible to be developed. The MMEP tourism feasibility categories in S2 (feasible) with value 73,65%. Keywords: Nature Tourism; Feasibility; Ecological Potential; Accessibility; Facilities; Maroon Mangrove Edu Park
BEBERAPA ASPEK BIOLOGI IKAN SWANGGI (Priacanthus tayenus) BERDASARKAN HASIL TANGKAPAN YANG DIDARATKAN DI PPP MORODEMAK Anindhita, Galuh Kirana; Saputra, Suradi Wijaya; Ghofar, Abdul
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) Volume 3, Nomor 3, Tahun 2014
Publisher : Departemen Sumberdaya Akuatik,Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (671.533 KB)

Abstract

Ikan Swanggi merupakan salah satu jenis ikan yang ditangkap dengan alat tangkap Cantrang di PPP Morodemak. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui struktur ukuran, nilai modus, ukuran pertama kali tertangkap (Lc50%), pola pertumbuhan, aspek reproduksi, serta strategi pengelolaan yang baik. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Maret – April 2014. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei. Pengambilan sampel menggunakan metode sistematik random sampling. Data yang digunakan adalah data primer. Hasil tangkapan ikan Swanggi diambil 10% dari total hasil tangkapan dari 4 kapal selama 4 kali pengambilan sampel. Pengambilan sampel dilakukan selama 2 bulan dengan intensitas 2 minggu sekali. Kisaran panjang ikan yang tertangkap selama penilitian berkisar dari 123 – 305 mm dan berat berkisar dari 25,3 – 201,2 gram. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ikan dengan kisaran panjang 174 – 190 mm paling banyak tertangkap dengan modus 358 ekor. Ukuran pertama kali tertangkap adalah 182 mm. Pertumbuhan ikan Swanggi bersifat allometrik negatif.Faktor kondisi sebesar 1,015. Ikan Swanggi jantan maupun betina sebagian besar belum matang gonad yaitu sebesar 63% dan 59%. Nilai IKG terendah pada ikan Swanggi jantan sebesar 0,05% dan nilai IKG tertinggi sebesar 3,02%, sedangkan nilai IKG terendah pada ikan Swanggi betina sebesar 0,13% dan nilai IKG tertinggi sebesar 7,73%. Ukuran pertama kali matang gonad adalah 184 mm. Fekunditas terendah sebesar 127928 butir dengan panjang tubuh 173 mm dan berat tubuh 69,5 gram, sedangkan fekunditas tertinggi sebesar 227571 butir dengan panjang tubuh 211 mm dan berat tubuh 132,4 gram. Hubungan fekunditas dengan panjang memiliki keeratan yang cukup kuat dan hubungan fekunditas dengan berat memiliki keeratan yang kuat. Hubungan fekunditas dengan berat lebih kuat dibandingkan hubungan fekunditas dengan panjang. Strategi pengelolaan yang dapat dilakukan adalah mempertahankan mesh size jaring Cantrang yang sekarang digunakan dan cara pengoperasiannya. Red Bigeye fish is one type of fish caught by fishing gear Cantrang in PPP Morodemak. The research was intended to determine the structure size, the value of the mode, the first caught size (Lc50%), the patterns of growth, the reproduction aspect, as well as good management strategy. The research was done in March – April 2014. The method used was surveying and sample was collected using systematic random sampling method. The data used was primary data. The catch of red bigeye fish was taken 10% from the total catch from 4 boats in 4 sampling. The sample was collected in 2 months, once in every 2 weeks. Length range of fish caught during penilitian ranged from 123 - 305 mm and weight ranged from 25,3 – 201,2 grams. The result has shown that fish as long as 174 – 190 mm are the most caught fish with the mode as much as 358 fish. The size of the first caught fish was 182 mm. Red bigeye fish growth is negatively allometric. The condition of the gonad of 1,015 of male and female red bigeye fish are mostly immature, as much as 63% and 59%. The lowest IKG of male red bigeye fish was 0,13% and the highest IKG was 7,73%. The size when the gonad is mature for the first time was 184. The lowest fecundity was 127.928 items with body length of 173 mm and body weight of 69,5 grams, while the highest fecundity was 227.571 items with a body length of 211 mm and a body weight of 132,4 grams. The relationship of fecundity to length was moderate and the relationship of fecundity to weight is strong. The relationship of fecundity to weight was stronger than the relationship of fecundity to length. The strategy that can be done would be maintaining the mesh size of the Cantrang nets that is currently used and the operation procedure of using the net.Â