cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Management of Aquatic Resources Journal (Maquares)
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : 27216233     DOI : -
Core Subject : Science,
Jurnal Management of Aquatic Resources diterbitkan oleh Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Departemen Sumberdaya Akuatik, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Diponegoro. Jurnal Management of Aquatic Resources menerima artikel-artikel mengenai bidang perikanan, manajemen sumberdaya perairan.
Arjuna Subject : -
Articles 548 Documents
KEANEKARAGAMAN JENIS BAKTERI PERAIRAN DASAR BERDASARKAN TIPE TUTUPAN PERMUKAAN PERAIRAN DI RAWA PENING Apriliana, Riska; Rudiyanti, Siti; Purnomo, Pujiono Wahyu
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) Volume 3, Nomor 2, Tahun 2014
Publisher : Departemen Sumberdaya Akuatik,Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (431.972 KB)

Abstract

Rawa Pening merupakan danau air tawar di Jawa Tengah yang mengalami masalah penurunan kualitas air karena peningkatan jumlah Eceng Gondok. Tujuan penelitian untuk identifikasi bakteri dan membedakan serta menghubungkan antara jenis bakteri perairan dasar dengan kandungan hidrogen sulfida (SNI 6989.70.2009)  serta bahan organik total (SNI 06-6989.22.2009) di perairan  tertutup dan tidak tertutup Eceng Gondok di Rawa Pening. Penelitian dilakukan pada bulan November 2013 hingga Januari 2014, menggunakan metode penelitian deskriptif dan metode sampling sistematis. Pengambilan sampel dilakukan di 6 titik lokasi sebanyak 3 ulangan di perairan dasar dan permukaan untuk aspek kualitas air. Sampel untuk identifikasi bakteri tanpa ulangan di perairan dasar. Hasil menunjukkan bahwa bakteri di perairan tidak tertutup dan tertutup Eceng Gondok terdapat 6 spesies. Kesimpulan dari penelitian ini adalah jenis bakteri perairan dasar di perairan tertutup  dan  tidak tertutup Eceng Gondok adalah Aeromonas hydrophyla, Bacillus megaterium, Citrobacter freundii, Kurthia zopfii, Listeria monocytogenes, dan Micrococcus nishinomiyaensis. Bakteri C. freundii merupakan bakteri patogen sistem pencernaan hewan berdarah panas yang secara khas hanya terdapat di perairan tidak tertutup Eceng Gondok. Oleh karena itu, C. freundii dapat diasumsikan bahwa perairan tidak tertutup Eceng Gondok tercemar dengan limbah patogenik feses hewan berdarah panas atau manusia. Kandungan bahan organik total tidak memiliki perbedaan yang signifikan antara perairan tertutup (12,33 – 18,53 mg/l) dengan tidak tertutup Eceng Gondok (12,73 – 15,93 mg/l), namun kandungan hidrogen sulfida perairan tertutup (0,077 – 0,117 ppm) lebih tinggi dibanding tidak tertutup Eceng Gondok (0,020 – 0,076 ppm). Analisis regresi menunjukan R2 = 0,502 (perairan tidak tertutup Eceng Gondok) dan R2 = 0,078 (perairan tertutup Eceng Gondok), sehingga kandungan bahan organik total dengan hidrogen sulfida memiliki hubungan yang rendah di perairan tertutup Eceng Gondok dan kuat di perairan tidak tertutup Eceng Gondok. Rawa Pening is the langest in Central Java. Which experiences a decline in water quality as marked by fast increasing number of water hycinth in near bottom. The purpose of this to study identify the near bottom bacteria and to assess the relationship between the near bottom bacteria for to the content of hydrogen sulfide (SNI 6989 70.2009) as well as to the total organic matter (SNI 06-6989 22.2009). This analysis were conducted for water covered with water hycinth compared to the open waters in Rawa Pening. This study conducted in November 2013 until January 2014, using descriptive research methods combined with systematic sampling method. Triplicate was conducted at 6 points in the bottom and surface water for environmental aspect. Sampling for identification of near bottom bacteria was concucted only once in at each point. The results found 6 spesies near bottom bacteria covered and opened waters. Based on the results of the study, it can be concluded that the types of bottom waters bacteria that found in the waters covered with water hycinth and open waters i.e Aeromonas hydrophyla, Bacillus megaterium, Citrobacter freundii, Kurthia zopfii, Listeria monocytogenes and Micrococcus nishinomiyaensis. In this study C. freundii only found in open waters. This bacteria is spesific in the digestive tract of homothermic animals, including human being, therefor by presence C. Freundii this study assumed that sampling locations in open waters in Rawa Pening injured get polluted from fecal materials of homothermic animals and human being. Total content of organic material has no signification difference between the open waters (12,73 – 15,93 mg/l)  with covered water hyacinth (12,33 – 18,53 mg/l), but the content of hydrogen sulphide is higher in water covered with water hyacinth (0,077 – 0,117 ppm) compared with  open water (0,020 – 0,076 ppm), Regression analysis showed R2 = 0.502 (open waters ) and R2 = 0.078 (covered with water hycinth ), therefor total organic matter content with hydrogen sulfide has a low correlation in covered with water hycinth and the strong correlation in open waters.
VALUASI EKONOMI PEMANFAATAN EKOSISTEM MANGROVE DI KELURAHAN KANDANG PANJANG KOTA PEKALONGAN PROVINSI JAWA TENGAH Economic Valuation of Mangrove Ecosystem Utilization in Kandang Panjang Village, Pekalongan City, Central Java Province Maulida, Gita; Supriharyono, Supriharyono; Suryanti, Suryanti
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) Vol 8, No 3 (2019): MAQUARES
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (340.143 KB) | DOI: 10.14710/marj.v8i3.24247

Abstract

ABSTRAK Ekosistem mangrove sebagai salah satu ekosistem di kawasan pesisir memiliki peran penting dalam aspek ekologi dan ekonomi. Ekosistem mangrove yang terletak di Kelurahan Kandang Panjang memiliki luas lahan 60 ha. Mengingat pentingnya peranan ekosistem mangrove tersebut maka diperlukan suatu kajian yang mampu mengestimasi besarnya nilai sumberdaya pada ekosistem mangrove dengan valuasi ekonomi. Penelitian ini bertujuan untuk menghitung nilai ekonomi manfaat langsung, manfaat tidak langsung, manfaat pilihan dan nilai ekonomi total pemanfaatan ekosistem mangrove. Metode analisis yang digunakan yaitu travel cost method, market price method, replacement cost method dan benefit transfer method. Nilai ekonomi manfaat langsung ekosistem mangrove di Kelurahan Kandang Panjang, meliputi: a) ekowisata; b) perikanan tangkap dan c) perikanan budidaya dengan total nilai Rp. 6.824.069.600,00 per tahun. Nilai ekonomi manfaat tidak langsung ekosistem mangrove di Kelurahan Kandang Panjang, meliputi: a) penahan abrasi dan b) tempat mencari makan (feeding ground), tempat pengasuhan (nursery ground) dan tempat pemijahan (spawning ground) dengan total nilai Rp. 886.842.900,00 per tahun. Nilai ekonomi manfaat pilihan ekosistem mangrove di Kelurahan Kandang Panjang, meliputi nilai biodiversitas dengan total nilai Rp. 224.084.000,00 per tahun. Nilai ekonomi total pemanfaatan ekosistem mangrove di Kelurahan Kandang Panjang dengan total nilai Rp. 7.934.996.500,00 per tahun. ABSTRACT Mangrove ecosystem as an ecosystem in coastal area with has an important role in ecologic and economic aspects. The mangrove ecosystem which is located in Kandang Panjang Village has 60 hectares area. Considering the important role of the mangrove ecosystem, there should be a study which is able to estimate the amount of resources value in mangrove ecosystem with economic valuation. The aims of this study is calculating the value of a direct economic benefits, an indirect economic benefits, an economic benefits of choice and a total economic benefit of the utilization of mangrove. An analytical method used in this study are travel cost method, market price method, replacement cost method and benefit transfer method. The direct economic benefits of mangrove ecosystem in Kandang Panjang Village, include: a) ecotourism b) catching fish and c) aquaculture with a total value of Rp. 6,824,069,600.00 per year. The indirect economic benefits of mangrove ecosystem in Kandang Panjang Village, includes: a) abrasion resistance and b) feeding ground, nursery ground and spawning ground with a total value of Rp. 886,842,900.00 per year. The economic value of choice of mangrove ecosystem in Kandang Panjang Village, includes: biodiversity value with a total value of Rp. 224,084,000.00 per year. The total economic value of the utilization of mangrove ecosystem in Kandang Panjang Village with a total value of Rp. 7,934,996,500.00 per year.
STUDI BEBERAPA ASPEK BIOLOGI IKAN BAWAL HITAM (Parastromateus niger) YANG TERTANGKAP PAYANG DI KABUPATEN KENDAL Rachma, Harmasnida; Ghofar, Abdul; Saputra, Suradi Wijaya
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) Volume 4, Nomor 4, Tahun 2015
Publisher : Departemen Sumberdaya Akuatik,Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (555.138 KB)

Abstract

Perairan Kabupaten Kendal  memiliki potensi perikanan. Salah satu jenis ikan bernilai ekonomis tinggi  yang terdapat di perairan ini adalah ikan Bawal Hitam (Parastromateus niger). Bawal Hitam tertangkap pada alat tangkap payang. Dalam mengelola sumberdaya Bawal Hitam dibutuhkan data aspek biologi. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui hubungan panjang berat, faktor kondisi, ukuran pertama kali tertangkap, ukuran pertama kali matang gonad, tingkat kematangan gonad ikan, indeks kematangan gonad, fekunditas dan CPUE harian Bawal Hitam yang didaratkan di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Tawang, Kabupaten Kendal. Selain itu, untuk mengetahui CPUE harian Bawal Hitam. Penelitian dilaksanakan bulan Desember 2014 dan Januari 2015. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah pengumpulan data primer dan data sekunder. Hasil penelitian yang diperoleh adalah pola pertumbuhan Ikan Bawal Hitam bersifat allometrik negatif dengan persamaan W=0,0004L2,923 . Ukuran rata-rata pertama kali tertangkap Ikan Bawal Hitam (L50%) adalah  225 mm. Nilai L∞ sebesar 335,79 mm dan 1/2 L∞ sebesar 177,89 mm. Nilai faktor kondisi Ikan Bawal Hitam selama penelitian adalah 1,19. Persentase terbesar tingkat kematangan gonad Ikan Bawal Hitam jantan terdapat pada TKG 2 yaitu 29% sedangkan Ikan Bawal Hitam betina persentase terbesar terdapat pada TKG 3 yaitu 62 %. IKG yang kecil untuk jantan berkisar antara 0,06 sampai 3,53 dan betina berkisar 0,08 sampai 5,71. CPUE Bawal Hitam pada bulan Desember 2014 13,48764 kg/trip. Rata-rata CPUE Bawal Hitam bulan Januari 2015 sebesar 6,745776 kg/trip. Kendal waters have the potential fishery. One of the high-value fish species found in these waters are fish Black Pomfret (Parastromateus niger). Black pomfrets were caught in payang fishing gear. Data of biological aspect is needed in order to manage Black pomfret resource. The purpose of this research was to determine the long-weight relationship, condition factor, the size of the first captured, the size of the first ripe gonads, gonad maturity level (GML), gonad maturation index, fecundity and daily catch per unit effort of Black Pomfret landed at the fish auction place (TPI) Tawang, Kendal. The study was conducted in December 2014 and January 2015. The research collected both primary and secondary data. The results obtained that Black pomfret fish growth pattern in negative allometric equation W = 0,0004L2,923. The average of first caught size of Black Pomfret fish (L50%) was 225 mm. L∞ obtained by 335.79 mm and 1/2L∞ value of 177.89 mm. The value of Black pomfret fish condition factor in this research was 1.19. The largest percentage of male Black pomfret fish level gonad maturity contained in the GML 2 that is 29% while the percentage of female Black pomfret fish are most at GML 3 is 62%. Black pomfret average CPUE in December 2014 was 13,48764 kg/trip. Black pomfret average CPUE  in January 2015 was 6,745776 kg/trip.
HUBUNGAN KANDUNGAN NITRAT (NO3) & FOSFAT (PO4) TERHADAP PERTUMBUHAN BIOMASSA BASAH ECENG GONDOK (Eichhornia crassipes) YANG BERBEDA LOKASI DI PERAIRAN RAWA PENING AMBARAWA, KABUPATEN SEMARANG Bakhtiar, Raidie; Soedarsono, Prijadi; Sulardiono, Bambang
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) Volume 2, Nomor 2, Tahun 2013
Publisher : Departemen Sumberdaya Akuatik,Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (254.201 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh hubungan kandungan nitrat dan fosfat terhadap pertumbuhan biomassa basah eceng gondok yang berbeda lokasi di perairan Rawa Pening Ambarawa, dan mengetahui perbandingan lokasi pengikatan eceng gondok ditinjau dari pengukuran kandungan nitrat dan fosfat selama selang waktu 14 hari (2 minggu). Penelitian ini dilakukan pada bulan April hingga Juni 2012. Parameter panjang meliputi : tinggi batang eceng gondok, keliling total rumpun, luasan total rumpun, Parameter berat terdiri atas berat basah eceng gondok, dan Parameter Jumlah terdiri atas jumlah helai daun eceng gondok. Parameter kualitas air yang diukur adalah oksigen terlarut (DO), pH, suhu, kecerahan, kedalaman, nitrat dan fosfat. Hasil yang diperoleh melalui pengukuran kualitas air adalah oksigen terlarut 3,5 mg/l – 6,8 mg/l, pH 8,5 – 11,7, suhu perairan 270C  − 330C, nilai kecerahan 52,9 – 71,6 cm, nilai kedalaman 2,57 – 3,98 m. Untuk nilai kadar nitrat dan fosfat meliputi: Lokasi A di Kampung Rawa Tambakarejo memiliki nitrat 0,174 – 0,553 mg/l dan fosfat 0,023 – 0,052 mg/l.  Lokasi B di Sub DAS Torong memiliki nitrat 0,033 – 0,196 mg/l dan fosfat 0,012 – 0,037 mg/l. Lokasi C di Wisata Bukit Cinta Rawa Pening memiliki nitrat 0,527 – 1,467 mg/l dan fosfat 0,016 – 0,054 mg/l. Lokasi D di TPI Dinas Perikanan Ambarawa memiliki nitrat 0,295 – 1,070 mg/l dan fosfat 0,021 – 0,038 mg/l. Pada lokasi C memberikan hasil lebih baik terhadap pertumbuhan biomassa dibandingkan dengan perlakuan di lokasi yang lain. Pertumbuhan biomassa optimum eceng gondok berada pada kadar Nitrat (NO3) sebesar 1,467 mg/l yang terdapat pada waktu penelitian ke-3 dengan biomassa basah eceng gondok yaitu 2,87 kg dan pertumbuhan biomassa sebesar 2,091% kg/hari.
STRATEGI PENGEMBANGAN OBYEK WISATA PANTAI BOOM TUBAN BERDASARKAN POTENSI SOSIAL, EKONOMI DAN EKOLOGI (Development Strategy of Object Tour Tubans Boom Beach by Potency of Economic, Social and Ecology) Lestari, Hima Desy; Purnomo, Pujiono Wahyu; Purwanti, Frida
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) Vol 6, No 4 (2017): MAQUARES
Publisher : Departemen Sumberdaya Akuatik,Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (684.128 KB)

Abstract

Pantai Boom merupakan bekas pelabuhan Internasional pada zaman Kerajaan Majapahit yang dimanfaatkan oleh pemerintah Kabupaten Tuban untuk menjadi obyek wisata pantai. Adanya aspek historis tersebut menjadikan potensi sosial, ekonomi dan ekologi sangat berpengaruh terhadap potensi wisata. Penelitian bertujuan untuk mengidentifikasi potensi sosial, ekonomi, ekologi, kelembagaan dan posisi nilai faktor internal dan eksternal, serta menyusun strategi pengembangan obyek wisata. Metode penelitian bersifat deskriptif analitis, dimana data dikumpulkan dengan survei dan wawancara terhadap 100 responden pengunjung, 30 penyedia jasa dan 4 pengelola. Data diolah secara deskriptif menggunakan pendekatan kualitatif dan kuantitatif dengan matriks IFAS dan EFAS, juga dengan analisis SWOT. Hasil penelitian menunjukkan potensi sosial terbesar berada pada kondisi sarana informasi sejarah, potensi ekonomi berada pada biaya wisata, potensi ekologi berada pada kondisi air bersih dan potensi kelembagaan berada pada upaya pengembangan obyek wisata yang telah dilakukan oleh pemerintah/pengelola; Nilai faktor internal dan eksternal berada pada posisi mendukung strategi ofensif, yaitu memanfaatkan potensi dan peluang yang ada untuk pengembangan obyek wisata, selisih nilai untuk faktor internal adalah  0,3;1,29;1,12, dan untuk faktor eksternal adalah 1,45;0,8;1,8, dengan kekuatan dan ancaman terbesar berada pada aspek ekonomi, sedangkan kelemahan dan peluang berada pada aspek ekologi. Strategi pengembangan obyek wisata dilakukan dengan menjalin kerjasama antara Pemerintah Daerah dengn paguyuban penyedia jasa untuk mengadakan kegiatan pengembangan penyedia jasa; meningkatkan peran aktif pengelola obyek wisata terhadap keberadaan penyedia jasa dengan menyediakan toko/kios dan meningkatkan upaya perlindungan sumberdaya alam di lokasi wisata. Boom Beach is formaly an International port at the Majapahit Kingdom which used by the government of Tuban Regency to become coastal tourism attractions. The existence of these historical aspects make the social, economic and ecological potential influence tourism potential. The study aims to identify potency of economy, ecological, institutional and to evaluate value position  of  internal and external factors, and to arrange tourism development strategy. The research method is analytical descriptive, in which data were collected by survey and interview to 100 respondents, 30 service providers and 4 staff. Data were analysed using qualitative and quantitative through IFAS and EFAS matrix as well as SWOT analysis. The results showed that the largest social potency is the condition of historical information facilities, the economic potency  is the cost of tourism, and the ecological potentcy is the cleaness water conditions and the institutional potency is the development efforts of tourism that has been done by the government/manager; The values of internal and external factors are in a position to support offensive strategy, that is utilizing the potential and opportunities that exist for the development of tourism object, in sequence the different value of internal factors are 0.3;1.29;1.12, while the external factors are 1.45;0.8;1.8, with the greatest strength and threat being on the economic aspect, while the weaknesses and opportunities on the ecological aspect. Tourism development strategy are done by establishing cooperation between local government with service provider association conduct development activities of service provider; enhancing the active role of tourism managers to the existence of service providers by providing shops/kiosks and increasing the effort to protect the natural resources at tourisn sites.
EFEKTIVITAS PENGGUNAAN IKAN SAPU-SAPU (Hypostomus plecostomus) UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS AIR LIMBAH PENGOLAHAN IKAN (Berdasarkan Nilai BOD, COD, TOM) Nugroho, Arif Aji; Rudiyanti, Siti; Haeruddin, -
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) Volume 3, Nomor 4, Tahun 2014
Publisher : Departemen Sumberdaya Akuatik,Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (291.647 KB)

Abstract

Menjamurnya industri-industri baik skala rumah tangga atau skala nasional meningkatkan pencemaran yang ditimbulkan dari proses produksi industri tersebut. Meningkatnya pencemaran lingkungan mendorong beberapa penelitian yang membahas mengenai penanganan pencemaran lingkungan. Salah satu nya adalah upaya mengurangi pencemaran dengan menggunakan biota air. Penelitian ini menggunakan ikan sapu-sapu (Hypostomus plecostomus) untuk mereduksi bahan pencemar organik. Parameter penelitian ini mengacu pada nilai Biological Oxygen Demand (BOD), Chemical Oxygen Demand (COD) dan Total Organic Matter (TOM). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan ikan sapu-sapu (H. plecostomus) mereduksi bahan pencemar organik limbah cair industri pengolahan ikan (Konsentrasi BOD5, COD,dan TOM). Selain itu juga untuk mengetahui apakah perbedaan ukuran ikan sapu-sapu (H. plecostomus) mempengaruhi besarnya penurunan bahan pencemar organik yang direduksi. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Manajemen Sumberdaya Perikanan dan Lingkungan Universitas Diponegoro pada bulan Maret-April 2014. Penelitian ini adalah penelitian eksperimental laboratoris, rancangan percobaan yang digunakan adalah RAL (Rancang Acak Lengkap). Perlakuan yang diuji pada penelitian ini adalah memberikan ikan dengan ukuran kecil, sedang, dan besar. Hasil yang dilihat dari penelitian ini adalah membandingkan konsentrasi BOD, COD dan TOM pada awal penelitian dan akhir penelitian. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini menunjukkan bahwa ikan sapu-sapu (H. plecostomus) dapat menurunkan konsentrasi ketiga parameter dan meningkatkan kualitas air limbah tersebut. Konsentrasi BOD turun rata-rata 30,13%, nilai COD turun rata-rata 35,06% dan TOM turun rata-rata 29,09%. Hasil ANOVA one-way hasil menunjukkan bahwa perbedaan ukuran tidak berpengaruh nyata terhadap besarnya nilai penurunan dari ketiga parameter. Ikan sapu-sapu (H. plecostomus) dapat menurunkan konsentrasi BOD, COD dan TOM meskipun efektivitasnya kecil.  The widespread of Industry, whether the household scale or national scale, the effect is very well economically, so as to increase the national income. Not only that the effects of industrial development, the increase in industrial means increases the level of pollution caused by the industrial production process. The increases of environmental pollution has prompted some research that discuss about handling of environmental pollution. One of them is an effort to reduce pollution by using water biota. This research uses Sapu-sapu (Hypostomus plecostomus) to reduce organic pollutants. Parameters of this study refers to the value of Biological Oxigen Demand (BOD), Chemical Oxygen Demand (COD), and Total Organic Matter (TOM). This study aims to knowing the capability of Sapu-sapu (H. plecostomus) in reducing organic pollutants of liquid waste by industrial fish processing (The concentration of BOD5, COD, and TOM). In addition, to determine whether differences in sapu-sapu’s size (H. plecostomus) affects the magnitude of decrease in organic pollutants reduced. This research was conducted in the Laboratory of Fisheries and Environmental Resource Management, University of Diponegoro in March-April 2014. This research is a laboratory experimental research, experimental design used was CRD (Completely Randomized Design). The treatments tested in this research is by using a fish with small, medium, and large. The results which seen from this study was to compare the concentrations of BOD, COD, and TOM at baseline and end of study. The results of this study indicate that Sapu-sapu (H. plecostomus) can reduce the value of these three parameters and increase the quality of the waste water. BOD concentration down an average of 30.13%, COD values down an average of 35.06%, and the average TOM down 29.09%. Having analyzed using one-way ANOVA analysis, the results indicate that the difference in size does not significantly affect the magnitude of the decrease in the value of the three parameters. Sapu-sapu (H. plecostomus) can decrease the concentration of BOD, COD, and TOM although a small effectiveness.
ANALISA KERENTANAN PANTAI DAN SUMBERDAYA PERIKANAN DENGAN PENDEKATAN SIG DI PANTAI KABUPATEN PURWOREJO Biantara, Bagus; Hartoko, Agus; Purwanti, Frida
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) Volume 5, Nomor 2, Tahun 2016
Publisher : Departemen Sumberdaya Akuatik,Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (749.703 KB)

Abstract

Pantai di Kabupaten Purworejo memiliki potensi sumberdaya perikanan cukup besar, seperti udang Vanamei dan ikan Sidat. Pantai – pantai ini berkarakteristik berpasir hitam dan bergelombang tinggi. Hal tersebut menjadikan pantai Kabupaten Purworejo memiliki kerentanan yang tinggi terhadap hidrodinamika laut selatan Indonesia. Penelitian ini bertujuan mengetahui nilai indeks kerentanan pantai, dan kerentana sumberdaya perikanan berupa nilai ekonomis dan keanekaragaman jenis sumberdaya perikanan (ikan Sidat dan udang Vannamei) di pantai Kabupaten Purworejo. Penelitian ini dilakukan pada 2 Februari hingga 28 Oktober 2015 mengggunakan metode analisa kerentanan CVI (CoastalVulnerability Indeks) dan dimodifikasi sesuai dengan lokasi dan objek penelitian. Metode pengambilan data dilakukan pada lokasi pengamatan berjumlah 10 buah titik. Variabel kerentanan pantai yang diamati yaitu geomorfologi, akresi/abrasi, kemiringan pantai, tinggi pasang maksimal, dan tinggi gelombang maksimal. Data yang diperoleh selanjutnya dikaitkan dengan informasi tentang ikan Sidat dan udang Vannamei. Sistem Informasi Geografi digunakan dalam penelitian ini untuk mengobservasi, menganalisa dan mengolah citra untuk mengetahui terjadi abrasi atau akresi. Hasil penelitian menunjukan bahwa pantai Kabupaten Purworejo memiliki nilai CVI dalam kategori tinggi dengan nilai tertinggi 4,7 dan terendah 4,3, dimana variabel dengan bobot yang berpengaruh terbesar adalah variabel tinggi gelombang maksimal. Kerentanan sumberdaya perikanan akibat kerusakan pantai dan muara dapat menyebabkan hilangnya ikan Sidat Anguilla bicolor dengan nilai estimasi produksi elver grade B mencapai Rp. 35.000.000/tahun dan budidaya udang Vannamei (Litopenaeus vannamei) dengan estimasi nilai ekonomi Rp. 315.000.000 /panen/tambak. The Purworejo coastal district has a high potential of fisheries resources, such as Vannamei shrimp culture and Eel. The coastal area characterized by black sand and high sea-waves, that makes it vulnerable as hydrodynamics of the southern Indonesia coast. The study aims to determine the value of coastal vulnerability index and to know the economic value and species diversity of fishery resources at the Purworejo district coastal area. The research was conducted on 2nd February until 28thOctober 2015 using the CVI (Coastal Vulnerability Index) methods that be modified in accordance to the location and research objects. Data were collected at the observation’s sites amounts to 10 spots. The variables of coastal vulnerability are geomorphology, accretion / abrasion, slope of the beach, maximum high tide, and maximum wave height. Data obtained then analyzed with the information of Eel and Vannamei shrimp. Geographic Information System used in the research to observe, analyze and to process the image from the satellite in order to determine the abrasion or accretion. The research shows that the Purworejo district coast has CVI value in high category with the highest value of 4.7 and the lowest value of 4.3; in wich the most influenced variable with the highest wight from other variables is maximum high wave variable. Vulnerability of fisheries resources because of coastal and estuary distruction could vanishing the eel of Anguilla bicolor with estimated production value of Elver in B grade is 35.000.000 IDR/ year and cultivated shrimp of Litopenaeus vannamei with estimated economic value of 315.000.000/harvest / pond.
HUBUNGAN KELIMPAHAN MEIOFAUNA PADA KERAPATAN LAMUN YANG BERBEDA DI PULAU PANJANG, JEPARA Assy, Dwi; Widyorini, Niniek; Ruswahyuni, -
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) Volume 2, Nomor 3, Tahun 2013
Publisher : Departemen Sumberdaya Akuatik,Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (342.278 KB)

Abstract

Lamun merupakan salah satu sumberdaya laut yang sangat potensial dan dapat dimanfaatkan. Organisme benthos seperti meiofauna menepati posisi yang sangat penting dalam proses biodegradasi di ekosistem pantai. Meiofauna bersifat relatif menetap pada dasar perairan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelimpahan meiofauna pada kerapatan lamun yang berbeda di Pantai Pulau Panjang, Jepara dan mengetahui hubungan antara kerapatan lamun yang berbeda dengan kelimpahan meiofauna. Metode pengambilan sampel dan pengamatan meiofauna adalah sampel diambil 7 titik dari setiap stasiun, pengambilan sampel meiofauna dengan menggunakan pralon 20 cm, sampel kemudian disaring dengan menggunakan saringan sampel 0,5 mm dan diberi formalin sebanyak 4% ,larutan rose bengale™ dan larutan ludox. Jenis lamun yang ditemukan di lokasi penelitian ini didapatkan 5 genera lamun yaitu Thalassia sp, Cymodocea sp, Enhalus sp, Syringodium sp dan Halodule sp. Jumlah spesies individu meiofauna pada stasiun A yaitu 34.666 individu/m3 dari 22 spesies, pada stasiun B yaitu 42.666 individu/m3 dari 22 spesies dan pada stasiun C yaitu 54.000 individu/m3 dari 22 spesies. Uji korelasi pearson didapatkan nilai sebesar 0,565 ( ≥ 0,05 ) dengan kesimpulan H0 diterima dan H1 ditolak. Hal ini menunjukkan bahwa tidak ada hubungan antara meiofauna dengan kerapatan lamun yang berbeda di Pulau Panjang Jepara. Nilai korelasi antara meiofauna dengan kerapatan lamun sebesar -0,632, hal ini menunjukkan bahwa tidak adanya hubungan yang erat antara meiofauna dengan kerapatan lamun di Pulau Panjang, Jepara.
HUBUNGAN TEKSTUR SEDIMEN DENGAN KERAPATAN MANGROVE DI KAWASAN KONSERVASI MANGROVE DI DESA PASAR BANGGI, REMBANG Arfin Rizal Aprinantyo; Supriharyono Supriharyono; Haeruddin Haeruddin
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) Vol 7, No 1 (2018): MAQUARES
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (873.023 KB) | DOI: 10.14710/marj.v7i1.22524

Abstract

Pasar Banggi merupakan salah satu desa pesisir yang berjarak sekitar 11 km dari kota Rembang. Kawasan mangrove di Desa Pasar Banggi Rembang merupakan kawasan mangrove yang dijadikan tempat konservasi sekaligus sebagai tempat wisata. Mangrove Rhizophora sp. jangkauan akarnya dapat meredam gelombang laut, oleh karena itu spesies ini tumbuh pada bagian terluar pantai. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tipe tekstur sedimen, kerapatan mangrove serta hubungan tekstur sedimen dengan kerapatan mangrove di Desa Pasar Banggi, Rembang. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Agustus 2017. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif yang bersifat deskriptif dengan menggunakan teknik purposive sampling. Lokasi sampling dibagi menjadi 3 stasiun pengamatan, tiap stasiun dibagi menjadi 3 titik pengambilan sampel. Hasil yang diperoleh dari tekstur sedimen mangrove di Desa Pasar Banggi, Rembang didominasi oleh lumpur dengan nilai antara (90,74-100%), sedangkan liat berkisar antara (0-7,02%), dan pasir memiliki nilai berkisar antara (0-3,85%). Kerapatan mangrove di Desa Pasar Banggi didominasi oleh jenis mangrove Rhizophora sp.. Nilai kerapatan relatif Rhizophora sp. di stasiun 1, 2 dan 3 yaitu berkisar dari (837-25.400 pohon/ha). Hasil uji regresi linier berganda menunjukkan bahwa hubungan tekstur sedimen dengan kerapatan mangrove di stasiun 1 (kerapatan jarang) mempunyai hubungan yang sangat kuat dengan angka koefisien korelasi (R) sebesar 0,741, stasiun 2 (kerapatan sedang) mempunyai hubungan yang sangat lemah dengan angka koefisien korelasi (R) sebesar 0,388, dan stasiun 3 (kerapatan rapat) mempunyai hubungan sedang dengan angka koefisien korelasi (R) sebesar 0,473.  Pasar Banggi is one of villages, that located on coastal area wich is 11 km from Rembang City. Mangrove area in Pasar Banggi Village is used both as conservation and a tourist destination . Rhizophora sp. Root can reduce the ocean wave, so that it grew on the outline of coastal zone. The purpose of this research are to identify the type of sediment texture, mangrove density and to examine the correlation between sediment texture and mangrove density at Pasar Banggi Village, Rembang. This study had been carried out from August 2017. Research method used in this research is descriptive quantitative method using purposive sampling technique. Sampling area is divided into 3 stations, each station is divided into 3 sampling points. The results showed that sediment texture in Pasar Banggi Village, Rembang are dominated by silt (90.74-100%), while clay ranged from (0-7.02%), and sand has a value ranging from (0-3.85%). Mangrove density in Pasar Banggi Village is dominated by Rhizophora sp. The relative density value of Rhizophora sp. at stations 1, 2 and 3 ranging from (837-25,400 trees/ha). The results of multiple linear regression test showed that sediment texture with mangrove density at station 1 (rare density) has a very strong relationship with the correlation coefficient (R) of 0,741 station 2 (medium density) has very weak relationship with the coefficient of correlation (R) is 0,388, and station 3 (dense) has medium relationship with the coefficient of correlation (R) of 0,473.
EFEK DARI PEWARNA BATIK BERBAHAN DASAR SAMPAHMANGROVE (Rhizophora sp.): UJI TOKSISITAS TERHADAP IKAN GUPPY(Poecilia reticulata) DAN Chlorella pyrenoidosa Fentika Rahma Mentari; Boedi Hendrarto; Haeruddin Haeruddin
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) VOLUME 5, NOMOR 4, TAHUN 2016
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (178.329 KB) | DOI: 10.14710/marj.v5i4.14407

Abstract

ABSTRAK Sampah mangrove (Rhizophora sp.)telah dimanfaatkan sebagai pewarna alami untuk batik. Pemanfaatan ini diduga akan menghasilkan limbah cair yang dibuang langsung ke lingkungan perairan yang dapat menyebabkan pencemaran perairan dan meracuni biota air. Oleh karena itu diadakan penelitian untuk mengetahui efek pembuangan sisa pewarnaan batik dari limbah mangrove (Rhizhophora sp.) terhadap ikan dan alga. Metode penelitian yang digunakanadalah eksperimental skala laboratoris dengan menggunakan ikan guppy (P. reticulata) dan alga C. pyrenoidosa menyertakan uji toksisitas. Analisis data menggunakan analisis probit dengan persamaan regresi untuk mendapatkan nilai (LC50) 96 jam dan (IC50) 96 jam. Pertumbuhan ikan guppy dianalisa menggunakan analisis ANOVA dua faktor rancangan blok random lengkap dan data pertumbuhan alga dianalisa menggunakanANOVA petak terpisah. Data pertumbuhan ikan dan alga dianalisa dengan uji lanjut Dunnet untuk mengetahui nilai LOEC (Lowest-Observed Effect Concentration).Hasil yang diperoleh adalah nilai konsentrasi (LC50) 96 jam pada limbah pewarna batik mangrove adalah 29% dan diketahui mampu memberikan pengaruh nyata dalam menghambat laju pertumbuhan berat pada hewan uji ikan guppy (P < 0,05) dan mampu menghambat laju pertumbuhan Chlorella sp. dengan nilai konsentrasi penghambatan media (IC50) 96 jam adalah61,70%. Uji anova split plot in time pada konsentrasi 1,5625% memberikan pengaruh nyata (P < 0,05) pada jam ke-48 dalam pertumbuhan C. pyrenoidosa dengan nilai konsentrasi LOEC adalah 1,5625%.  Kata kunci: Toksisitas;Rhizopora sp.; Ikan Guppy;Chlorella sp.  ABSTRACT Mangrove litters (Rhizophora sp.) has been used as a natural dye for batik. This utilization is expected to produce liquid waste which is dumped directly into the aquatic environments which may cause water pollution and poisoning aquatic organism. Therefore it was necessary to do the research to determine the effect of  batik dye from mangrove (Rhizophora sp.) against fish and algae. The methods used in this research was experimental laboratory scale using guppies (P. reticulata) and algae C. pyrenoidosa including toxicity test. The analysis of data used probit analysis with regression equations to get the value of (LC50) 96 hours and (IC50) 96 hours. Guppy fish growth data were analyzed using a complete random block design two way ANOVA and data of alga growth were analyzed with split plot analysis of variance. Fish and algae growth data were analyzed by a further test to determine the value of LOEC (Lowest-Observed Effect Concentration). Results obtained concentration values (LC50) 96 hours on mangrove batik dye waste was 29% and it was known to give significant effect in inhibiting the growth rate of the weight in  the guppies animals test (P < 0,05), and also was able to inhibit the growth rate of C. pyrenoidosa with a medium inhibitory concentration values (IC50) 96 hours are61,70%. The test of split plot in time anova on the concentration of  1,5625% was giving significant effect (P < 0,05) at the 48th hour in the growth of C. pyrenoidosa with the concentration of LOEC was 1,5625%.  Keywords: Toxicity;Rhizoporasp.; Poecilia reticulata; Chlorella sp.