cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Management of Aquatic Resources Journal (Maquares)
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : 27216233     DOI : -
Core Subject : Science,
Jurnal Management of Aquatic Resources diterbitkan oleh Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Departemen Sumberdaya Akuatik, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Diponegoro. Jurnal Management of Aquatic Resources menerima artikel-artikel mengenai bidang perikanan, manajemen sumberdaya perairan.
Arjuna Subject : -
Articles 548 Documents
KAJIAN HASIL TANGKAPAN DAN TINGKAT KESEJAHTERAAN NELAYAN DI DESA AROMAREA DISTRIK KOSIWO, KABUPATEN SARUI KEPULAWAN YAPEN, PAPUA Yapanani, Ethan; Solichin, Anhar; Wibowo, Bambang Argo
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) Volume 2, Nomor 3, Tahun 2013
Publisher : Departemen Sumberdaya Akuatik,Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (173.886 KB)

Abstract

Nelayan Tradisional adalah nelayan yang memanfaatkan sumber daya perikanan dengan peralatan tangkap tradisional, modal usaha yang kecil, dan teknologi penangkapan yang relatif sederhana. Akibat keterbatasan teknologi, ruang gerak nelayan tradisional sangat terbatas, mereka hanya mampu beroperasi di perairan pantai. Hal ini membuat Masyarakat Aromarea Distrik Kosiwo harus memiliki pemahaman yang baik agar masalah sosial yang dihadapi dapat diatasi secara efisien dan efektif. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui tentang hasil tangkapan dan tingkat kesejahteraan nelayan tradisional dengan alat tangkap jaring insang (gillnet). Dan mengetahui kondisi sosial dan ekonomi Masyarakat Desa Aromarea Distrik Kosiwo Papua. Penelitian ini menggunakan metode field research, tujuannya adalah mendeskripsikan secara detail tentang latar belakang, sifat serta karakter yang khas dari subyek penelitian tersebut. Metode pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling. Pengambilan data dilakukan di Desa Aromarea Kepulauan Yapen Papua. Data tersebut disajikan dalam bentuk tabulasi kemudian di analisis secara  deskriptif, yang menghasilkan investasi atau modal, biaya total, pendapatan, dan keuntungan sehingga diperoleh tingkat kesejahteraan nelayan tradisional di Desa Aromarea.  Analisis keragaan ekonomi secara undiscounted criterion menunjukkan bahwa usaha perikanan jaring gillnet di Desa Aromarea menguntungkan, efisien dan layak beroperasi dengan nilai R/C ratio sebesar 1,7 serta rentabilitas sebesar 62% dan payback period (PP) sebesar 1,6. Dan tingkat kesejahteraan nelayan jaring gillnet dengan metode Nilai Tukar Nelayan (NTN) diperoleh hasil NTN pada bulan Juli sebesar 1,4. Hal ini memberikan informasi bahwa keluarga nelayan mampu memenuhi kebutuhan sekunder atau tersiernya dan mampu menyisihkan uang untuk ditabung sebesar Rp. 829.546,00. Jadi, secara umum kehidupan nelayan mempunyai tingkat kesejahteraan cukup baik.
PEMANFAATAN MAKROZOOBENTOS SEBAGAI BIOINDIKATOR PENCEMARAN LOGAM Pb DAN Cd DI PERAIRAN TELUK SEMARANG Irzzan Gaus; Haeruddin Haeruddin; Churun Ain
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) Vol 7, No 1 (2018): MAQUARES
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (742.345 KB) | DOI: 10.14710/marj.v7i1.22520

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pencemaran Pb dan Cd yang terjadi di perairan Teluk Semarang. Penelitian dilakukan di 2 (dua) stasiun penelitian berbeda yaitu perairan Tambak Lorok (stasiun I) dan perairan Mangunhardjo (stasiun II). Analisa kandungan logam berat pada sedimen dilakukan dengan menggunakan AAS. Perhitungan kandungan bahan organik dilakukan dengan metode Gravimetri. Perhitungan kandungan karbon organik dilakukan dengan mengonversi dari kandungan bahan organik. Karbon merupakan unsur yang dapat mengikat unsur-unsur lain di perairan. Proses identifikasi makrozoobentos dilakukan dengan metode check list. Rata-rata konsentrasi logam berat Pb dan Cd yang didapatkan di stasiun I sebesar 15,709 mg/kg dan <0,004 mg/kg, sedangkan rata-rata konsentrasi logam berat Pb dan Cd di stasiun II sebesar 12,283 mg/kg dan <0,004 mg/kg. Famili makrozoobentos tertinggi yang didapatkan pada kedua stasiun adalah famili Archidae dan Nereidae. Analisa makrozoobentos menghasilkan nilai keanekaragaman pada stasiun I sebesar 1.3008 dan pada stasiun II sebesar 1.00424; nilai keseragaman pada stasiun I sebesar 0.80823 dan pada stasiun II sebesar 0.9141; dan nilai dominasi pada stasiun I sebesar 0.32426 dan pada stasiun II 0.38776. Nilai korelasi antara logam berat dengan karbon organik sebesar 0,632, logam berat dengan kelimpahan makrozoobentos sebesar 0,591, dan karbon organik dengan kelimpahan makrozoobentos sebesar 0,496. Nilai korelasi tersebut menunjukkan bahwa adanya hubungan yang cukup kuat antar ketiga variabel tersebut. Nilai keseragaman makrozoobentos mendekati 1 yang menunjukkan spesies cukup beragam dan tidak terjadi dominasi di kedua stasiun. Nilai keanekaragaman makrozoobentos pada kedua stasiun berada pada nilai 1>a< 3 yang menunjukkan bahwa terjadi pencemaran sedang pada kedua perairan tersebut. This research supposed to know the level of Pb and Cd pollution that occurred in Semarang Bay waters. The research was conducted in 2 (two) different research stations that were in Tambak Lorok (station I) and Mangunhardjo (station II) waters. Analysis of heavy metals in organic contents used AAS. Calculated the organic matter contents used Gravimetri method. Calculated the organic carbon with covertion from organic matter contents. Carbon is an element that can bind other elements in the water. Macrozoobenthos identify processed used check list method. The average concentration of heavy metal of Pb and Cd from station I 15,709 mg/kg and <0,004 mg/kg, and average of heavy metal concentration of Pb and Cd from station II 12,283 mg/kg and <0,004 mg/kg. Macrozoobentos analysis resulted value of diversity in station I was 1.3008 and in station II was 1.00424; uniformity value in station I was 0.80823 and value from station II was 0.9141;  and dominance value from ststion I was 0.32436 and value of dominance from station II was 0.38776. Correlation value between heavy metal and organic carbon is 0,632, heavy metal and macrozoobenthos abundance is 0,591, and organic carbon and macrozoobenthos abundance is 0,496. Those correlation value indicated that there is a relation between the three variables. Uniformity value approached to one (1) that means existence of species good enough diverse and that mean there was no domination in those two (2) stations, and macrozoobenthos diversity’s value in the two (2) stations was 1> a <3 that mean there was indicated moderate pollution in both of research station.
ANALISIS TOTAL BAKTERI COLIFORM DI PERAIRAN MUARA KALI WISO JEPARA Widyaningsih, Wiwid; Supriharyono, Supriharyono; Widyorini, Niniek
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) VOLUME 5, NOMOR 3, TAHUN 2016
Publisher : Departemen Sumberdaya Akuatik,Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (92.796 KB)

Abstract

ABSTRAK Kali Wiso merupakan sungai yang berada di tengah kota Jepara. Perairan ini menjadi tempat pembuangan limbah-limbah secara langsung. Limbah tersebut diantaranya limbah domestik, limbah pasar, limbah kapal, serta limbah TPI. Berdasarkan masukan limbah tersebut menjadikan muara ini tercemar. Perairan yang tercemar dapat dilihat dari pengamatan secara fisika, kimia, maupun biologis. Kondisi perairan yang tercemar secara biologis dilihat dari keberadaan bakteri patogen yang ada di perairan. Indikator bakteri yang digunakan yaitu bakteri coliform, karena sifatnya yang berkorelasi positif dengan bakteri patogen lainnya. Pemanfaatan perairan ini digunakan untuk kegiatan pelabuhan, tempat bersandar kapal nelayan, serta kegiatan perikanan yang ada di sekitar perairan Jepara. Oleh karena itu perlu diketahui kepadatan bakteri coliform sehingga dapat bermanfaat sesuai dengan peruntukannya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui total bakteri coliform serta mengetahui adanya bakteri Escherichia coli. Penelitain ini dilakukan pada bulan Maret 2016 di Muara Kali Wiso dengan dua kali pengulangan dalam kondisi pasang dan surut. Metode yang digunakan yaitu survei dengan teknik sampling purposive sampling. Metode analisa laboratorium yang digunakan berdasarkan SNI -01-2332-1991. Kepadatan bakteri coliform pada perairan muara Kali Wiso yaitu >110.000 sel/100ml dan bakteri Escherichia coli sebesar >110.000 sel/100ml. Pada kondisi pasang dan surut kepadatan bakteri coliform dan Escherichia coli memiliki nilai perikaraan yang sama, namun tidak menandakan bahwa total bakteri keduanya sama. Kepadatan bakteri coliform dan Escherichia coli telah melebihi batas kriteria mutu air yang telah ditetapkan. Keberadaan bakteri patogen ini bisa mengkontaminasi biota-biota yang ada di perairan. Sehingga jika biota tersebut dikonsumsi oleh manusia bisa menyebabkan gangguan kesehatan secara tidak langsung. Kata kunci: Muara Kali Wiso; Bakteri Coliform; Bakteri Escherichia coli ABSTRACT Kali Wiso is the river in the middle of Jepara. This river receives wastes disposal from surrounding across. The waste including domestic waste, market waste, ship waste, and waste from fish market. Based on the inputs of the waste that made the estuary polluted. Polluted waters can be seen from the observation of physical, chemical, and biological. The conditions of the waters which biologically polluted are recognized from the pathogenic bacteria existing in these waters. The indicator of bacteria used, namely coliform bacteria, because of its positive correlation with other pathogenic bacteria. The utilization of these waters is used for the activities of the port, fishing pout, and fishing activities in the waters around Jepara. Therefore, its important to know the density of coliform bacteria so that can be advantageous according to its purpose. The purpose of this study to determine total of coliform bacteria and the existence of Escherichia coli bacteria. This research conducted in March 2016 at Kali Wiso estuary with on the condition of ups and downs with two repetitions. The method used is a survey with purposive sampling technique. Laboratory analysis method used by ISO -01-2332-1991. The density of coliform bacteria in the waters of the Kali Wiso estuary is >110.000 cells/100ml and Escherichia coli bacteria is >110.000 cells/100ml. On the condition of ups and downs density of coliform bacteria and Escherichia coli have the same approximate value, but it does’nt signify that the total of bacteria both are the same. The density of coliform bacteria and Escherichia coli have exceeded the water quality criteria that have been set. The existence of these pathogenic bacteria can contaminate the biota in aquatic. Therefore, this biotics are consumed by humans, it can cause health problem indirectly. Keywords: Kali Wiso Estuary; Coliform Bacteria; Escherichia coli Bacteria
STUDI MORFOMETRI DAN FAKTOR KONDISI SOTONG (Sepiella inermis: Orbigny, 1848) YANG DIDARATKAN DI PPI TAMBAKLOROK, SEMARANG Rochman, Nur; Afiati, Norma; Haeruddin, -
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) Volume 2, Nomor 4, Tahun 2013
Publisher : Departemen Sumberdaya Akuatik,Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (363.786 KB)

Abstract

S. inermis merupakan spesies kompleks dan umumnya memiliki ukuran yang kecil dengan sirip yang sempit. S. inermis dapat ditemukan pada perairan dengan kisaran kedalaman 10-20 meter. Sifat pertumbuhan penting untuk dipelajari baik melalui studi panjang berat, faktor kondisi, dan morfometri karena dapat digunakan untuk upaya pengelolaan yang berkelanjutan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dimana pelaksanaannya melalui teknik survei dan pengambilan sampel menggunakan metode systematic random sampling. Data yang digunakan adalah data panjang mantel (mm) dan berat (gram) dari S. inermis serta pengukuran beberapa variabel morfometri (mm). Dari hasil penelitian hubungan panjang berat S. inermis mengikuti persamaan W = 0,00129 L2,4978. Hal tersebut menunjukkan bahwa sifat pertumbuhan dari S. inermis adalah allometrik negatif. Itu berarti bentuk tubuhnya kurus dan pertambahan panjangnya lebih cepat dari pertambahan berat. Sementara itu berdasarkan hasil pengukuran morfometri menunjukkan variasi sifat pertumbuhan antara variabel-variabel yang diperbandingkan. Lengan memiliki kecepatan tumbuh yang lebih cepat dibandingkan dengan mata, kepala, dan tentakel. Hal itu karena peran lengan yang sangat penting dalam proses kehidupannya untuk menangkap dan menaklukkan buruannya.
ANALISIS LOGAM BERAT CU DAN PB PADA AIR DAN SEDIMEN DENGAN KERANG HIJAU (P. VIRIDIS) DI PERAIRAN MOROSARI KABUPATEN DEMAK Falah, Suudul; Purnomo, Pujiono Wahyu; Suryanto, Agung
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) Vol 7, No 2 (2018): MAQUARES
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (410.587 KB) | DOI: 10.14710/marj.v7i2.22545

Abstract

Kawasan perairan Morosari mempunyai jarak yang dekat dengan Teluk Semarang yang dicirikan dengan adanya pelabuhan, kegiatan industri disekitar perairan, irigasi dari kegiatan perkotaan dan limbah kegiatan pertanian. Wilayah ini terindikasi pencemaran logam berat. Kadar logam berat pada perairan dan sedimen dapat dapat berpengaruh pada biota yang hidup di dalamnya terutama Perna viridis L. yang dibudidayakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas dari perairan morosari dan status pada perairan, sedimen dan biota (P.viridis). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskripsi yang didesain dalam bentuk survey. Data yang diamati adalah logam Cu dan Pb, suhu, salinitas, pH, arus, kedalaman, kecerahan yang diambil dari 3 titik yang berbeda dan dilakukan sebanyak 2 kali pengulangan di masing-masing titik. Hasil analisis menunjukkan kandungan logam berat pada perairan adalah berkisar antara dari 0,016 - 0,063 mg/l untuk Cu dan 0,224 - 0,351 mg/l untuk Pb, kedua logam tersebut telah melebihi ambang batas aman atau sudah tercemar. Logam berat pada P.viridis untuk Cu berkisar antara 3,761 ­- 30,167 mg/kg sedangkan logam Pb memiliki kisaran nilai 2,790 - 26,667 mg/kg, hasil pengukuran tersebut menunjukan bahwa kandungan logam berat pada kerang hijau bervariasi mulai dari dibawah baku mutu hingga melebihi ambang batas baku mutu.    The Morosari waters area has close range to Semarang Bay which is characterized by the harbor, industrial activities around the water, irrigation of urban activities and agricultural waste. This region is indicated by heavy metal contamination. Heavy metal concentrations in waters and sediments can have an effect on the living biota, especially the cultured Perna viridis L. This study means to determine the water quality, sediment and green sheal of morosari. The method used in this research is description method designed by survey. The observed data are Cu and Pb metals, temperature, salinity, pH, current, depth, brightness taken from 3 different points and performed 2 repetitions at each. The results showed that the heavy metal content in the waters was in the range of 0.016-0.063 mg/l for Cu and 0.224 0.351 mg/l for Pb, both metals had exceeded the safe or contaminated threshold. Heavy metals in P.viridis for Cu ranged from 3.761 30.167 mg / kg whereas metal Pb has a range of values 2,790 26,667 mg/kg, the measurement results show that the heavy metal content in green shells varies from below to exceed the quality standard threshold. 
TINGKAT KERJA OSMOTIK DAN PERKEMBANGAN BIOMASSA BENIH BAWAL BINTANG (Trachinotus blochii) YANG DIKULTIVASI PADA MEDIA DENGAN SALINITAS BERBEDA Putri, Adelia Khrisna; Anggoro, Sutrisno; Djuwito, -
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) Volume 4, Nomor 1, Tahun 2015
Publisher : Departemen Sumberdaya Akuatik,Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (632.794 KB)

Abstract

Ikan bawal bintang (Trachinotus blochii) atau yang dikenal dengan Pompano, mulai mendapat tempat di hati masyarakat, serta merupakan salah satu potensi unggulan dari perikanan. Ikan ini dapat dibudidayakan di Indonesia dan mempunyai daya adaptasi tinggi dan mudah dibudidayakan. Sebagai upaya optimalisasi budidaya bawal bintang (Trachinotus blochii), dibutuhkan kondisi yang optimum sesuai kebutuhan hidup bawal bintang. Dalam media, salinitas merupakan salah satu faktor fisiologis yang berpengaruh terhadap tingkat kerja osmotik, efisiensi pemanfaatan pakan dan pertumbuhan. Tujuan penelitian adalah mengkaji respon tingkat kerja osmotik, efisiensi pemanfaatan pakan dan pertumbuhan biomassa benih bawal bintang. Benih bawal bintang diperoleh di Balai Budidaya Laut Batam. Pakan yang diberikan adalah pellet sebanyak 10% bobot biomassa/hari. Metode rancangan acak lengkap diterapkan dalam penelitian ini dengan perlakuan media salinitas 15‰, 23‰, dan 31‰. Hasil penelitian menunjukkan bahwa salinitas media yang berbeda berpengaruh terhadap tingkat kerja osmotik, efisiensi pemanfaatan pakan, dan pertumbuhan biomassa. Tingkat salinitas media memberikan pengaruh nyata (P<0,05) terhadap tingkat kerja osmotik, efisiensi pemanfaatan pakan, dan pertumbuhan benih bawal bintang (Trachinotus blochii). Media salinitas 23‰ merupakan media terbaik bagi tingkat kerja osmotik, efisiensi pemanfaatan pakan dan pertumbuhan benih bawal bintang. Kualitas air selama penelitian masih dalam kisaran yang layak bagi benih bawal bintang. Silver Pompano (Trachinotus blochii) known as Pompano and is one of the excellent potential of the fishery. These fish can be cultivated in Indonesia and has a high adaptability and easily cultivated. The optimum condition of the media in accordance with the necessities of life (eco physiology) Silver pompano for domestication is not been understood, therefore the present work was aimed to examine the influence of different media salinity on the level of osmotic performance, growth, survival rate and feed efficiency. Three salinity medium were applied, 15‰, 23‰, and 31‰. The result showed that salinity affected very significantly (P<0,05) on the level of osmotic work (TKO), growth, feed utilization efficiency but no effect (P>0,05) on survival rate of Silver Pompano (Trachinotus blochii). The isoosmotic media (23‰) is the best for osmotic performance, growth, survival rate, and feed utilization efficiency silver pompano (Trachinotus blochii). Water quality during the research is still in a decent range for Silver pompano seeds. 
LUASAN DAN DISTRIBUSI MANGROVE DI KECAMATAN ULUJAMI KABUPATEN PEMALANG DENGAN PENGGUNAAN GOOGLE EARTH DAN SOFTWARE ARCGIS (STUDI KASUS : DESA PESANTREN, DESA MOJO DAN DESA LIMBANGAN) Fatmawati, Rifky Annisa; Suryanto, Agung; Hendrarto, Boedi
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) VOLUME 5, NOMOR 4, TAHUN 2016
Publisher : Departemen Sumberdaya Akuatik,Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (136.818 KB)

Abstract

ABSTRAK Gambaran sumberdaya mangrove yang belum menunjukkan kondisi sesungguhnya dilapangan. Penginderaan jauh dari Google Earth untuk vegetasi mangrove dapat dikembangkan untuk memperoleh data luasan mangrove disuatu daerahTujuan penelitian ini adalah untuk menemukan kemungkinan penggunaan aplikasi Google earth dan Software ArcGis untuk menentukan luasan dan distribusi mangrove di kecamatan Ulujami Kabupaten Pemalang. Metode yang digunakan untuk menghitung luasan mangrove adalah digitasi on screen mangrove dari Google Earth lalu diolah kedalam Software ArcGis dan Microsoft Excel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Luasan mangrove di Desa Pesantren, Desa Mojo dan Desa Limbangan Kecamatan Ulujami Kabupaten Pemalang sebesar 248,15 ha. Terdiri dari Desa Pesantren dengan luas mangrove 76,37 ha, Desa Mojo dengan luas mangrove sebesar 88,57 ha dan Desa Limbangan luas mangrove sebesar 83,21 ha. Distribusi mangrove di Kecamatan Ulujami Kabupaten Pemalang terdapat di pinggir pantai dan sekekiling tambak. Desa Limbangan memiliki nilai perbandingan luas mangrove dan luas tambak 16,25 %, Desa Mojo 14,47 % dan Desa Pesantren 14,25 %. Kata Kunci : Luasan mangrove, distribusi mangrove ABSTRACT Mangrove database generally is still not showing the actual conditions in the field. Remote sensing for mangrove vegetation has been developed to obtain data on the extent of mangrove in an area.The purpose of this study was to find a possible use Google earth and Software ArcGIS to determine the extent and distribution of mangrove in subdistrict Ulujami Pemalang. The method used to calculate the extent of mangrove was digitizing on screen the extent and distribution of mangrove in Google Earth and then processed into ArcGIS Software and Microsoft Excel. The results showed that the area of mangrove in the village of Pesantren, Mojo Village and Limbangan Village District Ulujami Pemalang was 248.15 ha. Pesantren Village  had  76.37hectares of mangrove, Mojo village had 88.57 hectares of mangrove and Limbangan village had 83.21 hectares of mangrove.Mangrove in subdistrict Ulujami Pemalang was distributed near the coast and around the brackish water pond. Ratio of brackish water pond and mangrove areas in Limbangan  was 16 , 25%, in  Mojo 14.47% and Desa Pesantren was 14.25%.  Keywords:The area of mangrove, mangrove distribution.
ANALISA VARIABEL OSEANOGRAFI DATA MODIS TERHADAP SEBARAN TEMPORAL TENGGIRI (Scomberomorus commersoni, Lacépède 1800) DI SEKITAR SELAT KARIMATA Masturah, Hanifati; Hutabarat, Sahala; Hartoko, Agus
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) Volume 3, Nomor 2, Tahun 2014
Publisher : Departemen Sumberdaya Akuatik,Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1001.551 KB)

Abstract

Tenggiri merupakan organisme yang bersifat poikiloterm yaitu suhu tubuh ikan sesuai dengan suhu perairan. Penelitian ini menggunakan metode eksploratif dan pengambilan data menggunakan metode purposive sampling. Data yang digunakan adalah data hasil tangkapan Tenggiri, data suhu permukaan laut dan data klorofil-a dari satelit MODIS Januari 2011 – Mei 2013. Penelitian ini dilakukan pada bulan Mei-Juni 2013 di PPN Kejawanan Cirebon dan Laboratorium Inderaja dan SIG Perikanan Jurusan Perikanan Universitas Diponegoro. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa suhu permukaan laut dan klorofil-a berhubungan cukup erat dengan sebaran temporal Tenggiri. Analisis korelasi ganda menunjukkan bahwa Tenggiri, pada musim barat tahun 2011 memiliki nilai koefisien korelasi (r) yaitu 0.85, musim barat tahun 2012-2013 memiliki nilai koefisien korelasi (r) yaitu 0.70 dan pada musim timur 2011 memiliki nilai koefisien korelasi (r) yaitu 0.80, musim timur tahun 2012-2013 memiliki nilai koefisien korelasi (r) yaitu 0.86. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa hasil tangkapan Tenggiri tinggi pada musim timur (April-Mei-Juni). Analisis korelasi tunggal dan ganda antara suhu permukaan laut dan klorofil-a dengan hasil tangkapan tenggiri menunjukkan hubungan yang cukup tinggi. Mackerel is one of poikilothermic fish, where their body temperature is affected by its surrounding temperature. The research use explorative method to find the correlation of two or more variables. Sampling method use purposive sampling. Data used in the research are Mackerel catch, sea surface temperature and chlorophyll-a from the MODIS satellite data January 2011- May 2013. This research was held for May-June 2013 in PPN Kejawanan Cirebon and The Laboratory SIG Fishery Department Fisheries Diponegoro University. The research reveals that sea surface temperature and chllorophyl-a good correlation with temporal distribution of Mackerel. Statistic analysis showed that Mackerel, multiple correlation on west season of 2011 has a value of a correlation coefficient (r) is 0.85 and in the west season of 2012-2013 has a value of a correlation coefficient (r) is 0.70 and in the east season of 2011 has a value of a correlation coefficient (r) is 0.80 and the east season of 2012-2013 has a value of a correlation coefficient (r) is 0.86. A conclusion from this research that the catch of Mackerel high on east season (April-Mei-Juni), Analysis single and multiple correlation between sea surface temperature and chllorophyl-a with the catch of Mackerel showed the correlation which is quite high.
HUBUNGAN KERAPATAN LAMUN DENGAN KELIMPAHAN BULU BABI (Echinoidea) DI PANTAI PANCURAN TAMAN NASIONAL KARIMUNJAWA, JEPARA The Correlation of Seagrass Density with Abundance of Sea Urchins (Echinoidea) in Pancuran Beach Karimunjawa National Park, Jepara Sulistiawan, Rudi; Solichin, Anhar; Rahman, Arif
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) Vol 8, No 1 (2019): MAQUARES
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (354.718 KB) | DOI: 10.14710/marj.v8i1.24223

Abstract

ABSTRAK Pantai Pancuran merupakan salah satu pantai yang berada di Taman Nasional Karimunjawa, Jepara. Pantai Pancuran memiliki ekosistem lamun yang masih baik. Ekosistem lamun dapat dijadikan habitat untuk biota-biota laut, seperti Filum Echinodermata. Salah satunya yaitu bulu babi (Echinoidea). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kerapatan, komposisi lamun dan kelimpahan bulu babi, serta hubungan antara kerapatan lamun dengan kelimpahan bulu babi di Pantai Pancuran, yang dilaksanakan pada bulan Mei 2018. Metode penelitian yang digunakan adalah metode observasi. Metode pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling. Data yang diambil dalam penelitian ini adalah jenis lamun dan jumlah tegakannya, kelimpahan bulu babi. Kerapatan lamun dihitung berdasarkan kategori padat, sedang dan jarang dengan menggunakan transek 1x1 m dengan luasan 5x5 m dengan 3 kali pengulangan. Parameter kualitas air yang diukur yaitu suhu air, salinitas, pH, kedalaman, dan kecerahan. Analisis data yang dihitung yaitu indeks keanekaragaman, indeks keseragaman, indeks dominansi dan regresi. Hasil penelitian didapatkan jenis lamun yang ada di Pantai Pancuran yaitu Thalassia hemprichii, Enhalus acoroides, Cymodocea rotundata, dan Cymodocea serrulata. Spesies lamun yang paling banyak didapatkan yaitu jenis Thalassia hemprichii. Jumlah tegakan lamun di kerapatan padat didapatkan sebanyak 320 individu/m2, kerapatan sedang 179 individu/m2 dan kerapatan jarang 79 individu/m2. Spesies bulu babi yang ditemukan hanya Diadema setosum, pada kerapatan padat sebanyak 124 individu/75m2, kerapatan sedang sebanyak 144 individu/75m2 dan kerapatan jarang sebanyak 204 individu/75m2. Hubungan antara kerapatan lamun dan kelimpahan bulu babi di Pantai Pancuran memiliki hubungan yang tinggi r = 0,840 yang artinya kerapatan lamun yang tinggi ditemukan kelimpahan bulu babi yang rendah. ABSTRACT Pancuran beach is one of beaches in Karimunjawa National Park, Jepara. Pancuran Beach has a good seagrass ecosystem. Seagrass ecosystems as habitats for many marine life such as Phylum Echinodermata. One of them is Sea urchins (Echinoderms). The purpose of the research was to determine the density, composition of seagrass and abundance of sea urchins, and correlation between seagrass density to abundance of sea urchins at Pancuran beach at May 2018. Research methodology that used is observation method. The sampling method used purposive sampling method. The data in this research are the type of seagrass and the number of seagrass, and abundance of sea urchins. Seagrass density is calculated based on the category of dense, moderate and sparse by using 1x1 m transect with a 5x5 m area with 3 repetitions. Water quality parameters measured are temperature, salinity, pH, depth, and clarity. The analysis data that was calculated were diversity index, uniformity index, dominance index and regression. The result of the research found the types of seagrass in Pancuran Beach is Thalassia hemprichii, Enhalus acoroides, Cymodocea rotundata and Cymodocea serrulata. The dominant seagrass species obtained at 3 area are Thalassia hemprichii. The number of seagrass density was 320 individuals/m2, moderate density 179 individual/m2 and in the sparse density 79 individuals/m2. Sea urchin species that only have is Diadema setosum, at a dense density of 1,65 individuals/m2, moderate density of 1,92 individuals/m2 and a sparse density of 2,72 individuals/m2. Correlation between seagrass and abundance of sea urchins with r-coeff = 0,840.
KAJIAN TENTANG FITOPLANKTON YANG BERPOTENSI SEBAGAI HABs (HARMFUL ALGAL BLOOMs) DI MUARA SUNGAI PLUMBON, SEMARANG Aprianti, Nyayu Sandra; Sulardiono, Bambang; Nitisupardjo, Mustofa
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) Volume 4, Nomor 3, Tahun 2015
Publisher : Departemen Sumberdaya Akuatik,Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (461.835 KB)

Abstract

Muara sungai Plumbon terletak di wilayah kelurahan Mangkang Kulon, kota Semarang. Muara sungai Plumbon digunakan sebagai jalur lalu lintas kapal nelayan untuk menangkap ikan di laut. Selain itu, sungai Plumbon diduga sebagai tempat pembuangan limbah dari industri tradisional dan pemukiman penduduk di sekitar aliran sungai. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui kelimpahan fitoplankton di muara sungai Plumbon dan untuk mengidentifikasi jenis fitoplankton yang berpotensi sebagai HABs (Harmful Algal Blooms) di muara sungai Plumbon. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah metode deskriptif dan metode dalam pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling. Terdapat tiga stasiun pada penelitian ini, setiap stasiun dilakukan tiga kali pengulangan pengambilan sampel.Total genus yang ditemukan selama penelitian adalah sebanyak 39 genus. Kelimpahan total fitoplankton pada stasiun satu adalah 3.766 ind/L, pada stasiun dua sebanyak 4.612 ind/L dan pada stasiun tiga sebanyak 4.800 ind/L. Fitoplankton penyebab HABs (Harmful Algal Blooms) yang ditemukan di lokasi penelitian terdapat lima genus dari kelas Baccilariophyceae, yaitu Pseudonitzschia, Nitzschia, Skeletonema, Chaetoceros, dan Thallassiosira. The estuary of Plumbon river is located in Mangkang Kulon, Semarang city. The estuary of Plumbon river is used as a traffic lane of fishing vessels to catch fish in the sea. In addition, the Plumbon river suspected as waste disposal sites of traditional industries and residential areas around the river. The purpose of this study was to determine the abundance of phytoplankton in the estuary of the Plumbon river and to identify the type of phytoplankton that is potentially as HABs (Harmful Algal Blooms) in estuary of Plumbon river. The method used in this research is descriptive method and the method of sampling using purposive sampling method. There are three stations in this study,  where each station is performed three repetitions.  Phytoplankton that found during the study consisted of four classes, namely Baccilariophyceae, Chlorophyceae, Cyanophyceae, and Euglenaphyceae. Total genus were found during research in station one are as much as 39 genera. Total abundance of phytoplankton at the first station was 3766 ind/L,  at station two as many as 4612 ind/L and at station three as many as 4800 ind/L. Phytoplankton causing HABs (Harmful Algal Blooms) which is found in the study site are five genera of Baccilariophyceae classes, namely Pseudonitzschia, Nitzschia, Skeletonema, Chaetoceros, and Thallassiosira.