cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science,
Topik-topik yang berhubungan dengan pemanfaatan sumberdaya perikanan, teknologi penangkapan, desain alat tangkap, fish behaviour, experimental fishing, fishing boat desain, fishing port management, sosial ekonomi perikanan.
Arjuna Subject : -
Articles 29 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 3: Agustus, 2013" : 29 Documents clear
ANALISIS KELAYAKAN FINANSIAL USAHA PERIKANAN TANGKAP MULTIGEAR DI DESA MARGOREJO KECAMATAN CEPIRING KABUPATEN KENDAL Yanuarto, Ricky; Ismail, Ismail; Sardiyatmo, Sardiyatmo
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 2, No 3: Agustus, 2013
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (311.715 KB)

Abstract

Usaha perikanan yang akan dilakukan oleh seorang pengusaha tentu harus menghasilkan keuntungan yang berkelanjutan. Oleh karena itu perlu dilakukan analisis kelayakan usaha. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aspek teknis berbagai alat tangkap yang digunakan untuk kegiatan usaha tersebut yang ditinjau dari besar perahu, mesin, jumlah tenaga kerja, fishing ground, dan faktor produksinya di Perairan Kabupaten Kendal serta aspek ekonomis yang meliputi modal dan biaya usaha dengan alat tangkap multigear, serta menganalisis tingkat kelayakan usaha dengan menghitung kriteria PP, NPV, IRR dan B/C. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Agustus-September 2012 dengan mengambil lokasi di Desa Margorejo Kecamatan Cepiring Kabupaten Kendal. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif yang bersifat studi kasus dan metode pengambilan sampel yang digunakan adalah quota sampling. Sampel yang digunakan pada penelitian ini adalah 9 sampel. Pengumpulan data dengan cara observasi langsung, wawancara dan kuesioner. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa rata-rata pendapatan pada usaha prikanan tangkap multigear ini adalah Rp 30.132.000. Analisis finansial usaha perikanan tangkap dengan menggunakan alat tangkap multigear didapatkan NPV Rp 16.322.433; PP 1,3 tahun atau 1 tahun 4 bulan; dan nilai IRR 35,11%; sedangkan nilai B/C ratio 1,15 yang berarti bahwa usaha perikanan tangkap multigear di Desa Margorejo Kecamatan Cepiring Kabupaten Kendal layak dilakukan.
ANALISIS PRODUKTIVITAS DAN EFISIENSI BUBU LIPAT DAN BOTTOM SET GILLNET TERHADAP HASIL TANGKAPAN RAJUNGAN (Portunus Pelagicus) DI PERAIRAN ASEMDOYONG PEMALANG Novita, Heni; Bambang, Azis Nur; Asriyanto, Asriyanto
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 2, No 3: Agustus, 2013
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (437.413 KB)

Abstract

Desa Danasari Pemalang merupakan tempat pendaratan Rajungan yang penting di Kabupaten Pemalang. Alat tangkap yang digunakan nelayan Danasari untuk penangkapan Rajungan yaitu Jaring Rajungan (Bottom set gillnet), Bubu Lipat, dan Jaring Arad. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis hasil tangkapan Rajungan (Portunus pelagicus) dengan Bubu Lipat dan Bottom set gillnet, menganalisis produktivitas dan efisiensi alat tangkap Bubu Lipat dan Bottom set gillnet di perairan Asemdoyong Pemalang. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif yang bersifat studi kasus. Metode analisis data yaitu analisis produktivitas alat tangkap dan uji perbandingan alat tangkap dengan SPSS 17 yang meliputi uji normalitas dan uji independent T-test. Sedangkan metode analisis efisiensi memggunakan metode skoring dengan mengambil keputusan terhadap suatu penilaian kriteria yang mempunyai satuan berbeda. Hasil tangkapan kapal Bubu Lipat yang sedikit diperoleh sebesar 9,0 kg/trip dengan nilai Rp. 272.880,- per trip dan dengan hasil tertinggi mencapai 13,0 kg/trip dengan nilai Rp. 360.000,- per trip, sedangkan hasil tangkapan kapal Bottom set gillnet yang sedikit sebesar 5,40 kg/trip dengan nilai Rp. 162.000,- per trip dan hasil tangkapan tertinggi adalah sebesar 7,50 kg dengan nilai Rp. 225.000,- per trip. Hal ini berarti terdapat perbedaan tingkat produktivitas kapal Bottom set gillnet lebih tinggi dibanding dengan kapal Bubu Lipat dengan nilai t sebesar 2,243 dan probilitas sebesar 0,029 p >0,025, sedangkan efisiensi kapal Bubu Lipat lebih besar dengan nilai 62.2014 > 29.3291 kapal Bottom set gillnet sehingga kapal Bubu Lipat lebih efisien dibanding dengan menggunakan kapal Bottom set gillnet.
ANALISIS PERBEDAAN JENIS UMPAN DAN LAMA WAKTU PERENDAMAN PADA ALAT TANGKAP BUBU TERHADAP HASIL TANGKAPAN RAJUNGAN DI PERAIRAN SURADADI TEGAL Catur Putri, Rizqi Laili; Purnama Fitri, Aristi Dian; Yulianto, Taufik
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 2, No 3: Agustus, 2013
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (341.518 KB)

Abstract

Operasi penangkapan rajungan umumnya menggunakan bubu. Bubu adalah alat tangkap yang berbentuk persegi panjang dengan rangka terbuat dari besi dan dapat dilipat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis perbedaan penggunaan jenis umpan (ikan petek segar dan asin) dan lama waktu perendaman (8, 15 dan 24 jam) terhadap hasil tangkapan rajungan di perairan Suradadi Tegal. Metode penelitian yang digunakan adalah metode experimental fishing dengan 2 variabel yaitu jenis umpan dan lama waktu perendaman dengan 6 perlakuan. Analisis data menggunakan uji kenormalan data dan uji ANOVA dengan SPSS 16.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbedaan penggunaan jenis umpan dan lama waktu perendaman tidak berpengaruh terhadap hasil tangkapan rajungan. Namun penggunaan jenis umpan ikan petek segar dengan lama waktu perendaman 8 jam menghasilkan hasil tangkapan yang paling banyak yaitu 29 ekor rajungan. Pengujian interaksi menunjukkan terdapat interaksi antara jenis umpan dan lama waktu perendaman.
ANALISIS KINERJA PENGELOLAAN PELABUHAN PERIKANAN PANTAI (PPP) TEGALSARI KOTA TEGAL DALAM PELAYANAN USAHA PERIKANAN TANGKAP Wicaksono, Nur Adhi; Rosyid, Abdul; Wibowo, Bambang Argo
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 2, No 3: Agustus, 2013
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (420.591 KB)

Abstract

Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP) Tegalsari dibangun dengan fasilitas-fasilitas, salah satu fasilitas yang telah ada yaitu fasilitas fungsional dimaksudkan untuk mempermudah nelayan melelang ikan hasil tangkapan, posisi penawaran nelayan yang selama ini dikenal memiliki posisi tawar yang selalu lemah karena terkait dengan sifat ikan yang mudah rusak.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui sumberdaya perikanan tangkap di PPP Tegalsari, mengetahui tingkat kinerja pengelolaan PPP Tegalsari, dan menganalisis tingkat kinerja pengelolaan PPP Tegalsari terhadap kepuasan nelayan pegawai di PPP Tegalsari.Metode yang digunakan dalam pengumpulan data penelitian ini adalah metode deskriptif. Metode deskriptif yaitu suatu metode pengambilan data secara langsung di lapangan serta melakukan pengumpulan data dengan memusatkan perhatian pada suatu kasus secara intensif dan mendetail sehingga mendapatkan gambaran yang menyeluruh sebagai hasil dari pengumpulan data dan analisis data dalam jangka waktu tertentu dan terbatas pada daerah tertentuTingkat kepuasan masyarakat pengguna jasa layanan PPP Tegalsari beragam dari berbagai unsur dimensi kualitas pelayanan. Kesesuaian tersebut antara lain dimensi daya tanggap yang memiliki tingkat kesesuaian sebesar 81,38% yang berarti tingkat kinerja baik dan sesuai dengan harapan yang tinggi. Dimensi Kehandalan dengan nilai 81,15% yang berarti tingkat kinerja yang baik dan sesuai dengan tingkat harapan yang sangat tinggi. Dimensi empati dengan nilai 81,01% artinya tingkat kinerja yang baik dan sesuai dengan harapan yang sangat tinggi dan yang terakhir yaitu dimensi bukti langsung dengan nilai 71,88% yang berarti tingkat kinerja kurang baik dan tidak sesuai dengan harapan yang sangat tinggi.
ANALISIS BIOEKONOMI PERIKANAN CUMI-CUMI (Loligo sp) DI PESISIR KABUPATEN KENDAL Theresia, Stephanie Martha; Pramonowibowo, Pramonowibowo; Wijayanto, Dian
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 2, No 3: Agustus, 2013
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (356.103 KB)

Abstract

Perairan Kabupaten Kendal merupakan salah satu wilayah penyebaran Cumi-cumi yang cukup potensial di perairan utara Jawa Tengah, dengan produksi sebanyak 50.454 kg pada tahun 2011. Kelestarian sumberdaya ikan akan terancam jika upaya pemanfaatan yang terus meningkat, jika tidak diupayakan langkah pengendalian. Tujuan dari penelitian ini adalah penganalisisan aspek biologi dan ekonomi sumberdaya Cumi-cumi di Pesisir Kabupaten Kendal yang meliputi produksi Cumi-cumi per usaha penangkapan Catch per Unit Effort (CPUE), Maximum Sustainable Yield (MSY), Maximum Economic Yield (MEY), dan Open Access Equilibrium (OAE). Penelitian ini dilaksanakan pada bulan September-November 2012. Materi penelitian ini adalah unit usaha perikanan tangkap yang hasil tangkapannya adalah Cumi-cumi di TPI Tawang. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif dengan jumlah sampel 13 nelayan. Data yang diambil berupa data primer dan data sekunder. Metode analisa data yang digunakan adalah metode time series dan metode bioekonomi model Gordon-Schaefer untuk menghitung MSY, MEY, dan OAE.Hasil penelitian dapat ditunjukan dari nilai rata-rata CPUE sumberdaya Cumi-cumi pada tahun 2007-2011 di PPP Tawang Kabupaten Kendal adalah 166 kg/alat tangkap. Produksi optimal (Copt) pada MSY sebesar 60.706 kg/tahun dengan effort optimum (Eopt) 182 alat tangkap/tahun. Produksi optimal (Copt) pada MEY sebesar 58.146 kg/tahun dan effort optimum (Eopt) sebesar 145 alat tangkap/tahun. Produksi optimal (Copt) pada OAE sebesar 39.623 kg/tahun dan effort optimum (Eopt) sebesar 289 alat tangkap/tahun.
OPTIMASI HASIL TANGKAPAN MENGGUNAKAN MODIFIKASI ALAT TANGKAP FYKE NET DI PERAIRAN KARIMUNJAWA Pratomo, Haris Yudho; Boesono, Herry; Pramonowibowo, dan
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 2, No 3: Agustus, 2013
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (480.3 KB)

Abstract

Potensi sumberdaya perikanan Karimunjawa pada tahun 2010 mencapai 174.226 kg, dengan luas area 116.625 Ha dan ekosistem perairan karang 713,11 Ha. Penggunaan alat tangkap mayoritas menggunakan bubu. Meskipun pada dasarnya Bubu tidak merusak, namun pemasangan dan pengambilannya sering kali merusak terumbu karang. Modifikasi Fyke net yang dilakukan di Perairan Pulau Karimunjawa bulan September 2012 bertujuan sebagai solusi pengembangan teknologi tepat guna dalam upaya peningkatan hasil tangkapan serta menjadikan alat tangkap yang efektif dan ramah lingkungan dalam pengoperasiaannya, demi terjaganya kelestarian sumberdaya perikanan terutama pada daerah terumbu karang di Perairan Karimunjawa. Modifikasi dilakukan dengan penambahan penaju, sayap dengan sudut 450, serambi atas, dan dioperasikan secara Seri dan Tunggal. Tujuan dari penelitian ini untuk (1) mengetahui pengaruh penggunaan modifikasi Fyke net Seri dan Tunggal, (2) mengetahui hasil tangkapan pada siang hari dan malam hari menggunakan modifikasi alat tangkap Fyke net, (3) mengetahui tingkat keramahan lingkungan pada penggunaan alat tangkap Fyke net terkait dengan metode penangkapan yang dilakukan di Perairan Pulau Karimunjawa. Hasil penelitian didapatkan bahwa modifikasi alat tangkap Fyke net Seri yang dioperasikan malam hari memberikan hasil 41%, modifikasi Fyke net Seri siang hari, Fyke net Tunggal siang hari 13%, dan Fyke net Tunggal malam hari 29%. Hasil tangkapan terbanyak adalah Rajungan (Portunus sp) 43,6 % dan ikan karang 39%. Lokasi pengoperasian pada kedalaman 0,5-1,5 m menghasilkan Rajungan (Potrunus sp) lebih banyak daripada ikan karang, karena ikan karang dominan pada kedalaman lebih dari 3 meter.
PENGARUH PERBEDAAN BAHAN BUBU DAN JENIS UMPAN TERHADAP HASIL TANGKAPAN LOBSTER AIR TAWAR (Cherax quadricarinatus) DI RAWA PENING SEMARANG Putra, Adhikoro Tidar; Purnama Fitri, Aristi Dian; Pramonowibowo, Pramonowibowo
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 2, No 3: Agustus, 2013
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (286.201 KB)

Abstract

Alat tangkap yang digunakan dalam penangkapan lobster (Cherax quadricarinatus) yaitu alat tangkap Bubu. Bubu adalah alat tangkap yang berbentuk kurungan atau keranjang dan terbuat dari berbagai bahan (kayu, rotan, bilah besi, kawat anyam, bambu, paralon dan sebagainya) serta mempunyai satu atau lebih ijep. Biasanya diletakkan di dasar perairan dengan atau tanpa umpan, satu per satu atau berangkai serta dihubungkan dengan tali ke pelampung untuk menunjukkan posisinya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh perbedaan bahan material bubu (bambu dan paralon), menganalisis pengaruh perbedaan jenis umpan (mujair dan cacing) dan menganalisis ada tidaknya interaksi antara bahan bubu dan jenis umpan terhadap hasil tangkapan lobster (Cherax quadricarinatus) di Rawa Pening, Kabupaten Semarang. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimental fishing dengan 2 variabel yaitu bahan bubu dan jenis umpan dengan 4 perlakuan.Hasil penelitian menunjukan bahwa perbedaan bubu bambu dan bubu paralon pada penelitian ini berpengaruh terhadap jumlah hasil tangkapan lobster (Cherax quadricarinatus) dimana jenis bubu bambu lebih banyak hasil tangkapannya, perbedaan umpan mujair dan umpan cacing pada alat tangkap bubu lobster berpengaruh terhadap jumlah hasil tangkapan lobster (Cherax quadricarinatus) dimana bubu berumpan mujair lebih banyak hasil tangkapannya, hal ini dilihat dari hasil tangkapan pada bubu bambu berumpan cacing sebanyak 288 ekor dan bubu bambu berumpan mujair sebanyak 399 ekor, bubu paralon berumpan cacing 232 ekor dan bubu paralon berumpan mujair sebanyak 341 ekor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan bubu bambu dengan menggunakan umpan ikan mujair lebih baik digunakan, karena hasil lobster (Cherax quadricarinatus) didapatkan tangkapan lebih banyak.
Pengaruh Perbedaan Umpan dan Waktu Pengoperasian Pancing Perawai (Set Bottom Longline) terhadap Hasil Tangkapan Ikan Kakap Merah (Lutjanus spp) di Sekitar Perairan Jepara Rikza, Choirul; Asriyanto, Asriyanto; Yulianto, Taufik
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 2, No 3: Agustus, 2013
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (328.091 KB)

Abstract

Rawai dasar merupakan salah satu alat tangkap ikan demersal yang sudah dikenal oleh nelayan di kabupaten Jepara. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis hasil tangkapan ikan kakap (Lutjanus sp) terhadap penggunaan umpan dan waktu pengoperasian yang berbeda.Penelitian ini menggunakan metode experimental fishing dengan 2 variabel yaitu jenis umpan dan waktu pengoperasian dengan 4 perlakuan yaitu (ikan juwi,udang,malam hari, siang hari). Masing-masing dilakukan dengan 6 kali ulangan. Analisis data menggunakan uji Kenormalan data dan uji ANOVA dengan SPSS 17.0.Hasil penelitian menunjukkan bahwa umpan ikan juwi dan udang berpengaruh terhadap hasil tangkapan ikan kakap (Lutjanus sp). Hal ini dilihat dari hasil tangkapan umpan juwi pada malam hari sebanyak 61 ekor, umpan udang pada malam hari sebanyak 74 ekor, umpan ikan juwi pada siang hari sebanyak 30 ekor dan umpan udang pada siang hari sebanyak 45 ekor. Laju pancing (hook rate) sebesar 1,87 s/d 3 menunjukkan cukup baik.
PERBANDINGAN KOMPOSISI HASIL TANGKAPAN DAN CARA IKAN TERTANGKAP PADA GILL NET STANDAR DAN GILL NET UMUM UNTUK IKAN NILA (Oreochromis niloticus) DI PERAIRAN RAWAPENING Aditama, Tommy; Pramonowibowo, Pramonowibowo; Rosyid, Abdul
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 2, No 3: Agustus, 2013
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Danau Rawapening dengan luas 2.770 hektar terletak di Kabupaten Semarang seiring berjalanya waktu mengalami penurunan dengan semakin tingginya eksploitasi sumberdaya perikanan. Di tahun 2011 produksi danau Rawapening hanya 2440 ton yang seharusnya masih bisa ditingkatkan. Selama ini penangkapan ikan Nila di perairan Rawapening menggunakan alat tangkap gill net yang spesifikasinya tidak terukur khusus untuk ikan Nila. Jaring insang yang dipakai di Rawapening saat ini dinilai memiliki selektivitas rendah terutama mengacu pada ukuran ikan. Banyak ikan-ikan yang masih undersize ikut tertangkap dengan alat tangkap tersebut. Selain itu jaring insang tersebut juga menghasilkan mutu ikan yang kurang baik, karena ikan-ikan yang tertangkap pada gill net tersebut tertangkap dengan cara entangled (terpuntal). Sehingga ikan mengalami rigor mortis lebih cepat dan akibatnya ikan akan menghasilkan mutu daging yang kurang baik. Untuk itu, penelitian mengenai gill net standar sangat diperlukan demi terciptanya optimalisasi dalam kegiatan penangkapan ikan di Rawapening. Metode yang digunakan adalah kualitatif dan kuantitatif dengan membandingkan berat dan kuantitas ikan tertangkap pada kedua gill net, dan mengamati secara langsung cara ikan tertangkap. Hasil penelitian berupa spesifikasi alat tangkap gill net standar untuk ikan Nila di perairan lentik (tertutup) yaitu panjang 1000 mata jaring, lebar 25 mata jaring, mesh size 3 inchi, E = 0,5, pelampung menggunakan rubber sponge, dan pemberat menggunakan timah dengan berat masing-masing 5 gram. Dalam segi kuantitas dan cara ikan tertangkap gill net standar memiliki kemampuan lebih baik daripada gill net umum, sedangkan dalam segi berat ikan tertangkap, gill net umum mendapatkan hasil sedikit lebih baik daripada gill net standar.
PERBEDAAN WARNA UMPAN TIRUAN TERHADAP HASIL TANGKAPAN IKAN TONGKOL (Euthynnus affinis) PADA ALAT TANGKAP PANCING TONDA DI PERAIRAN KARIMUNJAWA JEPARA Niam, Ahmad; Purnama Fitri, Aristi Dian; Yulianto, Taufik
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 2, No 3: Agustus, 2013
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (341.326 KB)

Abstract

Kepulauan Karimunjawa terletak di Kabupaten Jepara, Provinsi Jawa Tengah. Daerah ini sangat berbeda dengan daerah lainnya, Kepulauan Karimunjawa dipisahkan oleh Laut Jawa dari Pulau Jawa dan merupakan suatu kelompok pulau-pulau kecil yang berjumlah 27 pulau. Walaupun merupakan pulau-pulau kecil yang terpisah oleh lautan, Karimunjawa mempunyai potensi perikanan yang besar, hal ini terlihat dari produksi perikanan tahun 2005 sebesar 92.022 kg dimana produksi ini masih berada dibawah nilai potensi lestari Karimunjawa, yaitu sebesar 167.734,45 kg. Berhasilnya suatu usaha penangkapan ikan tergantung pada pengetahuan yang cukup mengenai tingkah laku ikan yang merupakan dasar dari metode penangkapan ikan, juga merupakan kunci bagi perbaikan metode penangkapan ikan yang telah diketahui serta penemuan metode yang baru. Berdasarkan hal tersebut, persoalan umpan dan reaksi ikan terhadap rangsangan buatan, secara alamiah perlu diteliti untuk dapat memperbaiki serta mengubah alat maupun metode, sehingga dapat meningkatkan efisiensi. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan warna umpan tiruan yang paling efektif untuk menangkap ikan Tongkol (Euthynnus affinis) dengan menggunakan alat tangkap pancing tonda (troll line) di Perairan Karimunjawa Jepara. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode experimental fishing, yang dilaksanakan pada bulan November 2012 di Perairan Karimunjawa Jepara. Warna umpan tiruan yang diujicobakan adalah warna merah, hijau dan biru serta warna putih sebagai kontrol dari ketiga warna umpan tersebut. Hasil tangkapan rata-rata per trip untuk umpan tiruan warna putih yaitu 35 ekor, umpan tiruan warna merah yaitu 75 ekor, umpan tiruan warna hijau yaitu 65 ekor dan umpan tiruan warna biru yaitu 45 ekor. Pengaruh warna umpan tiruan pada alat tangkap pancing tonda (troll line) pada penelitian ini yaitu berpengaruh terhadap jumlah hasil tangkapan ikan Tongkol (Euthynnus affinis), karena dari jumlah total maupun jumlah berat, umpan tiruan warna merah mendapatkan hasil tangkapan lebih banyak dibandingkan dengan ketiga warna umpan tiruan lainnya. Hasil penelitian menunjukan bahwa penggunaan umpan tiruan warna merah berpengaruh terhadap hasil tangkapan ikan Tongkol (Euthynnus affinis) dan mendapatkan hasil tangkapan terbanyak.

Page 1 of 3 | Total Record : 29