cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science,
Topik-topik yang berhubungan dengan pemanfaatan sumberdaya perikanan, teknologi penangkapan, desain alat tangkap, fish behaviour, experimental fishing, fishing boat desain, fishing port management, sosial ekonomi perikanan.
Arjuna Subject : -
Articles 29 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 3: Agustus, 2013" : 29 Documents clear
ANALISIS STRATEGI PEMANFAATAN SUMBERDAYA IKAN DITINJAU DARI ASPEK TEKNIS PENANGKAPAN DI PERAIRAN RAWAPENING Mandika, Sandra; Wibowo, Bambang Argo; Pramonowibowo, Pramonowibowo
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 2, No 3: Agustus, 2013
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (426.059 KB)

Abstract

Rawapening merupakan rawa di Kabupaten Semarang yang mengandung sumberdaya ikan yang cukup besar potensinya 245.1 ton. pada tahun 2011. Jumlah nelayan yang menggantungkan hidupnya pada sumberdaya danau 1.589 orang. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji keanekaragaman alat tangkap yang ada di Rawapening, mengkaji pembagian zona daerah penangkapan di Rawapening, mengkaji pendapatan nelayan di Rawapening dan menganalisis strategi pemanfaatan sumber daya perikanan dari aspek teknis penangkapan ikan di Rawapening. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif studi kasus. Analisa data yang digunakan Analisis SWOT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keanekaragam alat tangkap di Rawapening adalah Branjang (lift net), Jaring, Bubu/Icir, dan Pancing, Sodo tarik, Jala, Seser. Zona Perikanan tangkap terdiri dari 3 (tiga) sub zona : Sub Zona Penangkapan Ikan dengan alat branjang, Sub Zona Penangkapan Ikan dengan alat sodo tarik dan Sub Zona Penangkapan Ikan dengan alat penangkap selain branjang dan sodo tarik. Pendapatan masyarakat nelayan sekitar Rawapening masih berada pada Garis Kemiskinan Non-makanan, seperti dijelaskan pada pembahasan pendapatan nelayan. Alternatif rangking strategi yang menjadi rangking 1 (satu) dalam upaya pemanfaatan sumber daya Rawapening adalah strategi SO1, mengoptimalkan pelaksanaan PERDA Kab. Semarang dalam mengatur pengelolaan sumberdaya, dengan menggunakan alat tangkap yang beragam.
PERBEDAAN TINGKAT PENDAPATAN NELAYAN DAN TINGKAT KELAYAKAN FINANSIAL USAHA PERIKANAN TANGKAP PAYANG DAN CANTRANG DI PELABUHAN PERIKANAN PANTAI TAWANG KABUPATEN KENDAL Lestariono, Teguh; Rosyid, Abdul; Wijayanto, Dian
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 2, No 3: Agustus, 2013
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (326.983 KB)

Abstract

Kabupaten Kendal memiliki Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP) Tawang yang terletak di Desa Gempolsari kecamatan Rowosari. PPP Tawang tersebut membawahi 4 TPI, yaitu TPI Tawang, TPI Sendang Sikucing, TPI Tanggul Malang dan TPI Bandengan. TPI Tawang merupakan TPI terbesar yang ada di kabupaten Kendal dengan jumlah produksi pada tahun 2011 sebesar 1.530,8 ton. Alat tangkap payang dan cantrang berjumlah hampir sama. Jumlah alat tangkap payang pada tahun 2011 tercatat adalah 49 unit dan alat tangkap cantrang sebanyak 42 unit. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui pendapatan nelayan serta menganalisis tingkat kelayakan usaha alat tangkap payang dan cantrang, yang dilaksanakan pada bulan september–oktober 2012 di Pelabuhan Perikanan Pantai Tawang Kabupaten Kendal. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah metode snowball sampling dengan menentukan satu atau dua orang sebagai sampel dan selanjutnya menunjukkan orang lain yang bisa dijadikan sampel. Analisis data menggunakan uji parsial t (t test) dengan SPSS 17.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata tingkat pendapatan per ABK nelayan dengan alat tangkap cantrang lebih besar dari pendapatan ABK nelayan dengan alat tangkap payang yaitu pendapatan per ABK nelayan dengan alat tangkap cantrang sebesar Rp 51.072 /trip dan payang sebesar Rp 34.922 /trip dan menunjukan bahwa kedua usaha alat tangkap tersebut layak untuk dijalankan, karena nilai NPV kedua usaha tersebut bernilai positif dengan didapatkan NPV untuk jaring payang sebesar Rp 1.009.616.526 dan untuk NPV jaring cantrang sebesar Rp 856.936.337. Didapatkan juga nilai IRR untuk jaring payang sebesar 494% dan IRR untuk jaring cantrang sebesar 390%. Hal ini membuktikan bahwa kedua usaha penangkapan masih menghasilkan keuntungan dan layak untuk dijalankan.
ANALISIS LINGKAR TUBUH DAN CARA TERTANGKAP IKAN TENGGIRI (Scomberomorus commerson) DENGAN ALAT TANGKAP JARING (GILL NET) DENGAN MESH SIZE 4 INCHI DAN HANGING RATIO 0.56 Hantardi, Zulie; Asriyanto, Asriyanto; Purnama Fitri, Aristi Dian
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 2, No 3: Agustus, 2013
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (330.956 KB)

Abstract

Gill net merupakan jaring berbentuk empat persegi panjang yang mempunyai mata jaring yang sama ukurannya pada seluruh jaring. Pada bagian bawah jaring dipasang pemberat, dan pada bagian atas jaring dipasang pelampung. Tertangkapnya ikan-ikan dengan gill net adalah dengan cara bahwa ikan-ikan tersebut terjerat (gilled) pada mata jaring maupun terbelit-belit (entangled) pada tubuh jaring. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui cara tertangkap ikan dan distribusi mormometri panjang, berar dan lingkar tubuh ikan tenggiri (Scomberomurus commerson) di jaring gill net dan mengetahui hubungan antar morfometri ikan tenggiri (Scomberomurus commerson) yang tertangkap di jaring gill net. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif. Metode deskriptif adalah metode yang menggambarkan suatu keadaan yang ditinjau dari studi pustaka. Untuk hasil Ikan tenggiri (Scomberomorus commerson) yang diperoleh selama penelitian mempunyai ukuran panjang 35,45 – 59,78 cm, lingkar badan 16,35 – 26,45 cm, dan berat 550,56 – 1525,82 gram. Ikan tenggiri dengan lingkar badan 16,35 – 24,50 cm tertangkap dengan cara wedged dimana ikan tertangkap pada mata jaring mengelilingi badan sejauh sirip punggung, sedangkan ikan tenggiri dengan lingkar badan 25,30 – 26,45 cm tertangkap dengan cara gilled dimana ikan tertangkap pada posisi mata jaring mengelilingi ikan tepat di belakang tutup insang.
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI HARGA IKAN MANYUNG (Arius thalassinus) DI TPI BAJOMULYO JUWANA PATI Febrianti, Sischa Silviana; Boesono, Herry; Hapsari, Trisnani Dwi
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 2, No 3: Agustus, 2013
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (419.074 KB)

Abstract

Ikan Manyung (Arius thalassinus) merupakan salah satu produk perikanan pantai di Laut Jawa yang termasuk dalam kelompok ikan demersal dan jenis ikan lepas pantai. Produksi ikan Manyung (Arius thalassinus) terbanyak di Kabupaten Pati didaratkan di TPI Bajomulyo Unit I Juwana. Total produksi ikan Manyung (Arius thalassinus) yang didaratkan di TPI Bajomulyo Unit I selama tahun 2008 – 2012 adalah 1.720.389 kg dengan rata-rata produksi per tahun 344.077 kg. Ikan Manyung (Arius thalassinus) di TPI Bajomulyo Unit I memiliki harga yang tinggi tetapi tidak stabil. Faktor - faktor yang mempengaruhi harga yang akan diteliti untuk penelitian antara lain jumlah produksi (X1), jumlah bakul (X2), mutu ikan (X3) dan ukuran berat ikan (X4). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi harga ikan Manyung (Arius thalassinus) yang didaratkan di TPI Bajomulyo Juwana unit I dan menganalisis margin pemasaran ikan Manyung (Arius thalassinus) di TPI Bajomulyo Juwana unit I. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode studi kasus dengan analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan produksi ikan Manyung (Arius thalassinus) di TPI Bajomulyo Juwana unit I tahun 2008 - 2012 mengalami peningkatan yaitu 214.363 kg (2008); 334.020 kg (2009); 517.504 kg (2010); 324.423 kg (2011); dan 330.079 kg (2012). Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa faktor yang mempunyai hubungan berbanding lurus dengan harga rata-rata ikan Manyung (Arius thalassinus) adalah mutu ikan dan ukuran berat ikan Manyung (Arius thalassinus) dengan persamaan regresi Y = 7347,557 - 0,096 X1 + 286,301 X2 +132,055 X3 + 928,037 X4. Lembaga pemasaran yang memperoleh margin terbesar dalam saluran pemasaran ikan Manyung (Arius thalassinus) di TPI Bajomulyo Unit I adalah di restoran dengan harga jual Rp. 18.000,-
PERBEDAAN UMPAN TERHADAP HASIL TANGKAPAN UDANG GALAH (MACROBRACRIUM IDEA) ALAT TANGKAP BUBU BAMBU (ICIR) DI PERAIRAN RAWAPENING Purwanto, Akir Ari; Purnama Fitri, Aristi Dian; Wibowo, Bambang Argo
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 2, No 3: Agustus, 2013
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (467.614 KB)

Abstract

Bubu yaitu alat penangkapan seperti perangkap, yang merupakan jebakan bagi ikan maupun hasil tangkapan lainnya. Alat tangkap bubu dikenal umum dikalangan nelayan, yang dioperasikan secara pasif. Penggunaan umpan yang efektif akan dapat memberikan hasil tangkapan yang baik. Tujuan yang ingin dicapai dari penelitian ini adalah menganalisis pengaruh perbedaan jenis umpan (ikan asin, kepala ikan segar dan umpan bekatul (Kontrol)) terhadap jumlah, berat hasil tangkapan udang galah (Macrobracrium idea). Penelitian ini menggunakan metode eksperimental fishing) yaitu observasi dibawah kondisi buatan dan diatur oleh peneliti, dengan 1 variabel yaitu jenis umpan dengan 2 perlakuan dan 1 perlakuan sebagai kontrol. Masing-masing dilakukan dengan 9 kali ulangan. Analisis data menggunakan uji Kenormalan data dan uji ANOVA dengan SPSS 17.0. Hasil penelitian ini dapat menunjukan bahwa umpan dari ikan asin sebanyak 1226 ekor (39%) lebih banyak mendapatkan hasil tangkapan udang galah (Macrobrachium idae) dari pada umpan bekatul (kontrol) sebanyak 1002 ekor (32%) dan umpan kepala ikan segar sebanyak 935 ekor (29%) yang mendapatkan hasil tangkapan udang galah (Macrobrachium idae) lebih sedikit. Hasil uji ANOVA menunjukkan bahwa, menggunakan umpan ikan asin alat tangkap bubu bambu baik digunakan.
ANALISIS HASIL TANGKAPAN PER UPAYA PENANGKAPAN DAN POLA MUSIM PENANGKAPAN IKAN TERI (STOLEPHORUS SPP.) DI PERAIRAN PEMALANG Rahmawati, Meliza; Purnama Fitri, Aristi Dian; Wijayanto, Dian
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 2, No 3: Agustus, 2013
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (570.108 KB)

Abstract

Ikan Teri merupakan salah satu hasil perikanan yang banyak ditangkap oleh nelayan di kabupaten Pemalang. Peningkatan teknologi penangkapan akan berkaitan dengan masalah kelimpahan/kesediaan stok sumberdaya perikanan, untuk itu perlu dikaji tentang jumlah kelimpahan/kesediaan stok dan menentukan jumlah tangkapan yang diperbolehkan (MSY) agar bisa memanfaatkan sumberdaya dengan optimal namun tetap menjaga kelestarian stok di alam. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kecendrungan hasil tangkapan per satuan upaya penangkapan ikan Teri di perairan Pemalang, mengaplikasikan metode Schaefer sehingga didapatkan upaya penangkapan optimum lestari (EMSY) dan hasil tangkapan maksimum lestari (CMSY), upaya penangkapan ekonomi lestari (EMEY) dan hasil tangkapan ekonomi lestari (CMEY), dan menganalisis pola musim penangkapan ikan Teri. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah metode deskriptif dengan jenis penelitian penelitian terapan. Metode pengambilan sampel yang digunakan adalah snowball sampling. Hasil Penelitian menunjukan persamaan hasil tangkapan per satuan upaya penangkapan ikan Teri (CPUE) = 0,064648  0,00000076E. EMSY sebesar 42.614 trip/tahun dan nilai CMSY sebesar 1.382 ton/tahun. Sedangkan nilai EMEY sebesar 28.652 trip/tahun dan CMEY sebesar 1.234 ton/tahun. Pola musim penangkapan ikan Teri di perairan Asemdoyong terjadi pada bulan Maret, Juli, Agustus, dan September yang merupakan puncak musim penangkapan ikan Teri, hal ini ditunjukan dengan nilai Indeks musim penangkapan (IMP) dari bulan-bulan tersebut yang di atas 100%.
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI TERBENTUKNYA HARGA IKAN KEMBUNG LELAKI (Rastrelliger kanagurta) HASIL TANGKAPAN PURSE SEINE DI TPI BULU KABUPATEN TUBAN JAWA TIMUR Larasati, Hapsari; Bambang, Azis Nur; Boesono, Herry
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 2, No 3: Agustus, 2013
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (335.845 KB)

Abstract

Harga merupakan nilai suatu barang dan jasa yang diukur dengan sejumlah uang, merupakan factor penting yang selalu diperhatikan penjual dan pembeli, terbentuk dari interaksi beberapa faktor. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jumlah dan nilai produksi ikan Kembung Lelaki (Rastrelliger kanagurta) di TPI Bulu, menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi harga ikan Kembung Lelaki (Rastrelliger kanagurta), dan menganalisis faktor yang paling berpengaruh terhadap harga ikan Kembung Lelaki (Rastrelliger kanagurta). Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif yang bersifat studi kasus. Metode pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling. Data dianalisis menggunakan regresi linier berganda dan analisis korelasi linier berganda. Analisis statistik yang digunakan adalah software SPSS 20. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaruh produksi, jumlah bakul, mutu, dan harga ikan substitusi terhadap pembentukan harga ikan Kembung Lelaki (Rastrelliger kanagurta) sebesar 66,6 % untuk ikan besar dan 62,2 % untuk ikan kecil. Faktor produksi dan mutu adalah faktor yang memiliki pengaruh yang kuat terhadap pembentukan harga ikan Kembung Lelaki karena memiliki nilai koefisien korelasi (r) mendekati -1 atau +1.
ANALISIS STRATEGI PENGEMBANGAN KELEMBAGAAN PEMASARAN IKAN KOMODITAS UTAMA DI PELABUHAN PERIKANAN PANTAI (PPP) BAJOMULYO KABUPATEN PATI Yuliasari, Rizkha Ayudya; Boesono, Herry; Wijayanto, Dian
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 2, No 3: Agustus, 2013
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (438.025 KB)

Abstract

Kelembagaan pemasaran memiliki peranan penting dalam mendukung keberhasilan usaha nelayan dan mengoptimalkan kegiatan pemasaran ikan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi rantai pemasaran dan faktor yang mempengaruhi kinerja kelembagaan pemasaran ikan komoditas utama di PPP Bajomulyo, menganalisis marjin pemasaran ikan komoditas utama (ikan Layang dan ikan Kuniran) yang diterima oleh masing- masing pelaku pemasaran di PPP Bajomulyo, dan menganalisis strategi pengembangan yang perlu dilakukan untuk mengembangkan kelembagaan pemasaran ikan di PPP Bajomulyo. Penentuan responden penelitian dilakukan dengan dua cara yaitu untuk penentuan strategi menggunakan analisis SWOT yang pengambilan responden menggunakan wawancara dengan beberapa key person yang berpengaruh dalam penelitian ini. Sementara untuk analisis marjin pemasaran menggunakan quota sampling. Dari hasil penelitian diketahui kinerja proses kelembagaan pemasaran ikan komoditas utama dipengaruhi oleh faktor internal dan faktor eksternal. Marjin yang diterima oleh pedagang pengumpul kecil dan produsen lebih kecil daripada marjin yang diterima pedagang pengumpul besar. Besar kecilnya marjin pemasaran dipengaruhi oleh keuntungan dan biaya yang dikeluarkan oleh pedagang serta panjang pendeknya saluran pemasaran yang dilalui. Alternatif strategi dalam upaya pengembangan kelembagaan pemasaran ikan komoditas utama (Ikan Layang dan Ikan Kuniran) di PPP Bajomulyo sesuai analisis SWOT didapatkan hasil S-O (Strength – Opportunity).
ANALISIS FINANSIAL USAHA PENANGKAPAN ONE DAY FISHING DENGAN ALAT TANGKAP MULTIGEAR DI PELABUHAN PERIKANAN PANTAI (PPP) TAWANG KABUPATEN KENDAL Purna Wismaningrum, Kristina Endah; Ismail, Ismail; Purnama Fitri, Aristi Dian
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 2, No 3: Agustus, 2013
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (301.272 KB)

Abstract

Usaha penangkapan ikan merupakan suatu kegiatan ekonomi yaitu, usaha manusia dalam memanfaatkan sumberdaya hayati perairan atau suatu usaha yang menghasilkan. Oleh karena itu perlu dilakukan analisis usaha. Tujuan dari analisis ini adalah untuk mengetahui tingkat keuntungan dan pengembalian investasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aspek teknis penangkapan multigear yaitu dengan alat tangkap arad dan jaring udang serta melakukan analisis finansial usaha penangkapan multigear dengan menghitung kriteria NPV, IRR, PP dan B/C Ratio. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan September sampai Oktober 2012 dengan mengambil lokasi di Pelabuhan Perikanan Pantai Tawang Kabupaten Kendal. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif yang bersifat studi kasus dengan jumlah sampel 13 nelayan. Metode pengambilan sampel yang digunakan adalah snowball sampling. Pengambilan data dilakukan dengan cara observasi langsung, wawancara dengan kuisioner, dan pengambilan data sekunder di instansi yang mendukung penelitian. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa penerimaan rata-rata per tahun nelayan multigear sebesar Rp 72.925.000,- dengan keuntungan rata-rata per tahun sebesar Rp 20.012.000,-. Analisis finansial rata-rata yang didapatkan adalah nilai NPV sebesar Rp 131.777.643,-, nilai IRR 48%, PP selama 7 tahun 2 bulan 1 hari, dan B/C Ratio sebesar 1,21. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa usaha penangkapan tersebut layak untuk dilakukan.
ANALISIS PERBEDAAN WAKTU PENANGKAPAN IKAN ALAT TANGKAP BRANJANG TERHADAP HASIL TANGKAPAN DI PERAIRAN RAWAPENING, KEC. BANYUBIRU, KAB. SEMARANG Harahap, Yupi Aulia; Wibowo, Bambang Argo; Boesono, Herry
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 2, No 3: Agustus, 2013
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (315.046 KB)

Abstract

Perairan Rawapening memiliki potensi sumberdaya perikanan yang dapat dimanfaatkan oleh nelayan dan petani ikan di dalam kegiatan penangkapan dan budidaya ikan. Salah satu alat tangkap yang mendominasi adalah Branjang. Alat tangkap Branjang dioperasikan pada waktu siang dan malam hari, namun di Kacamatan Banyubiru, Branjang secara resmi hanya dioperasikan pada siang hari. Penelitian ini dilakukan dengan melakukan 2 waktu yang berbeda yaitu siang dan malam. Trip penangkapan selama siang hari dan malam hari masing-masing 7 kali pengulangan dan 8 jam per tripnya. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi alat tangkap Branjang dan alat bantu penangkapannya, mengidentifikasi hasil tangkapan alat tangkap Branjang, menganalisis tingkat pendapatan nelayan Branjang dengan perbedaan waktu operasi di Rawapening, dan mengetahui pengaruh perbedaan waktu operasi penangkapan Branjang terhadap hasil tangkapan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah experimental fishing. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbedaan waktu penangkapan tidak berpengaruh nyata terhadap hasil tangkapan dimana nilai sig jumlah hasil tangkapan (0,539) > 0,05 H0 diterima dan nilai sig berat hasil tangkapan (0,411) > 0,05 H0 diterima. Tingkat pendapatan nelayan Branjang rata-rata per trip pada siang hari sebanyak Rp 44.500,00 sedangkan pada malam hari sebanyak Rp 43.600,00.

Page 2 of 3 | Total Record : 29