cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science,
Topik-topik yang berhubungan dengan pemanfaatan sumberdaya perikanan, teknologi penangkapan, desain alat tangkap, fish behaviour, experimental fishing, fishing boat desain, fishing port management, sosial ekonomi perikanan.
Arjuna Subject : -
Articles 12 Documents
Search results for , issue "Vol 3, No 2: April 2014" : 12 Documents clear
ANALISIS PENGARUH FAKTOR PRODUKSI TERHADAP PENDAPATAN DAN VOLUME PRODUKSI NELAYAN CANTRANG DI PELABUHAN PERIKANAN NUSANTARA (PPN) BRONDONG LAMONGAN JAWA TIMUR Sinaga, Renny Novianty; Wijayanto, Dian; Sardiyatmo, -
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 3, No 2: April 2014
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (505.839 KB)

Abstract

Penangkapan ikan merupakan salah satu kegiatan ekonomi yang memanfaatkan faktor produksi (input) untuk menghasilkan sejumlah output. Setiap bidang usaha pada dasarnya ditujukan untuk mendapatkan hasil yang optimal dan para nelayan cantrang akan selalu berusaha untuk meningkatkan hasil tangkapan dengan tujuan untuk memperbesar pendapatan. Cantrang merupakan alat tangkap dominan yang digunakan nelayan di PPN Brondong. Tujuan dari penelitian ini antara lain adalah untuk menganalisis faktor produksi yang paling mempengaruhi pendapatan dan volume produksi nelayan cantrang dan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh faktor produksi terhadap  pendapatan dan volume produksi nelayan cantrang. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Oktober-November 2013 di PPN Brondong Lamongan Jawa Timur. Metode yang digunakan dalam penelitian yakni metode deskriptif dengan metode pengambilan sampel purposive sampling. Model fungsi produksi  menggunakan analisis fungsi produksi Cobb-Douglas. Hasil penelitian menunjukkan faktor produksi yang mempengaruhi pendapatan dan volume produksi nelayan cantrang di PPN Brondong terdiri dari modal, ABK, kapal, mesin utama kapal dan mesin gardan. Uji statistik F menunjukkan bahwa secara serempak seluruh variabel independen berpengaruh secara signifikan terhadap pendapatan dan volume produksi nelayan cantrang. Hasil uji Z menunjukkan bahwa variabel modal merupakan satu-satunya variabel independen yang berpengaruh nyata terhadap pendapatan dan volume produksi nelayan cantrang. Fishing is the one of economy activity which utilize production factor (input) to make some output. Each sectors of bussines aims to get optimal result and denish seine fisherman will always try to increase the catch in order to increase revenue. Denish seine is dominant fishing gear which used by fisherman in Brondong fishing port. The purpose of this research were to analized the most influence production factor and  to analized an impact of production factors to revenue and production volume denish seine fisherman. These research was conducted at October-November 2013 in Brondong Fishing Port in Lamongan East Java. The method used in these research was descriptive method and used purposive sampling method. Model of production function used Cobb-Douglas production function to analyze the influence of the utilization of input variables to produce revenue and production volume of denish seine fisherman. The result of research showed that production factor which influence to revenue and production volume of denish seine fisherman in Brondong fishing port were capital, labor, vessel, main engine and axle engine.  F statistic test showed that simultaneously all of independent variables significanty influence to revenue and production volume denish seine fisherman. Z test result showed that capital variable was the only significant independent variable which affect to revenue and production volume of denish seine fisherman.
Perbedaaan Lama Penarikan dan Hasil Tangkapan pada Pengoperasian Bubu Rajungan (Portunus sp.) dengan Rancang Bangun Alat Penarik Tali Utama di Desa Betahwalang Kabupaten Demak Ubaidillah, Faishol; Boesono, Herry; Pramonowibowo, -
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 3, No 2: April 2014
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (329.676 KB)

Abstract

Teknologi penangkapan ikan yang banyak dioperasikan di Desa Betahwalang yaitu pada industri penangkapan menggunakan alat tangkap bubu, yaitu alat penangkap ikan yang menggunakan umpan dan dipasang secara tetap di dalam air. Hasil tangkapan utama pada bubu ini adalah rajungan (Portunus sp.). Untuk mengefektifkan dan mengefisienkan operasi penangkapan rajungan menggunakan bubu yang dirangkai sedemikian rupa, dipandang perlu menambahkan alat bantu penangkapan ikan. Alat bantu tersebut berupa mesin bantu penarik yang sesuai dengan kebutuhan operasi bubu rajungan. Mesin bantu penarik ini bekerja secara manual yang berfungsi untuk mengangkat rangkaian bubu rajungan dengan kecepatan optimal dengan konstruksi yang sederhana, kuat, serta ergonomis untuk postur tubuh nelayan. Tujuan dari penelitian ini adalah merancang bangun alat bantu penarik tali utama bubu rajungan, dan menganalisis kecepatan waktu hauling menggunakan alat dan tidak menggunakan alat bantu penarikan. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Oktober  2013 di sekitar perairan Demak. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimental. Kesimpulan yang didapat dalam penelitian ini adalah konstruksi alat bantu penarik tali utama bubu rajungan ini terbuat dari besi, serta analisis waktu hauling dianalisis menggunakan SPSS 19 didapatkan nilai signifikan masing-masing sebesar 0,001 < α (0,05) yang berarti bahwa penggunaan alat bantu penangkapan mempunyai pengaruh terhadap waktu hauling. Fishing technology which many are operated in Betahwalang Village that is using bubu/traps, is fishing gear with bait and fitted permanently in the water. The main catches in traps are small crab (Portunus sp.). To streamline and make the crab catching operations efficient using traps that arranged in such a way, it is necessary to add fishing auxiliary tool. That helping tool is in the form of auxiliary puller engine that fit the needs of small crab trap operation. This puller auxiliary engine works manually which serves to lift the small crab traps series with optimum speed and a simple, strong, and ergonomic construction for fishermen’s posture. The purposes of this research are to design the main rope puller tool of small crab traps, and to analyze the speed of hauling time using or without using the auxiliary tool. This research was conducted in October 2013 in Demak waters. The method used in this research is the experimental method. The conclusion of this research are the constructions of the main rope auxiliary puller tool of traps is made of iron, and the analysis of hauling time using SPSS 19 is obtained significant value each about 0,001 < α (0,05) which means the use of fishing auxiliary tools has influence to the hauling time.
ANALISIS SELEKTIVITAS PAYANG AMPERA (Seine Net) MODIFIKASI dengan WINDOW PERMUKAAN TERHADAP HASIL TANGKAPAN IKAN DAUN BAMBU (Chorinemus sp.) di PERAIRAN KABUPATEN KENDAL Hakim, Lukman Guam; Asriyanto, -; Fitri, Aristi Dian Purnama
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 3, No 2: April 2014
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (554.498 KB)

Abstract

Alat tangkap Payang termasuk pukat kantong lingkar yang umumnya terdiri atas bagian kantong dan sayap. Payang merupakan alat tangkap ikan pelagis yang digunakan nelayan di Kabupaten Kendal. Selektivitas alat tangkap adalah pernyataan kuantitatif dari kemampuan memilih atau menangkap ikan pada spesies dan ukuran tertentu. Pada percobaan penambahan window berbentuk persegi panjang yang penempatannya di bagian atas / permukaan kantong (cod end) yang kemudian ditutup oleh cover net, yang berfungsi untuk menyeleksi hasil tangkapan berdasarkan ukuran. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif bersifat studi kasus dengan percobaan sebanyak 8 kali pengulangan. Metode pengumpulan data menggunakan data primer dan data sekunder. Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Analisis statistik selektivitas  yang mengacu pada model analisis Sparre dan Venema. Hasil penelitian ini didapatkan ikan yang paling banyak tertangkap di cod end dan cover yaitu pada kelas 8-9 cm dengan jumlah 61 ekor. Uji Exponensial didapatkan persamaan exponensialnya y = 0,0799e0,1676x R² = 0,8575. Dengan nilai L 50% dan SF adalah sebesar 11,32 cm dan 1,11. Tingkat kelolosan ikan adalah 42,6% atau < 50%. Pada penelitian, nilai L50 sebesar 11,32 cm yang berarti alat tangkap Payang modifikasi dapat meloloskan dan menahan ikan Daun bambu (Chorinemus sp.) pada ukuran panjang 11,32 cm, sedangkan ikan Daun bambu matang gonad pada ukuran antara 10 cm. Sehingga dapat disimpulkan bahwa payang modifikasi selektif. Payang gear belong trawl bag ring which generally consists of sacs and wings. Payang is a pelagic fishing gear used by fisherman in Kendal. The selectivity of fishing gear is the quantitative statement of the ability to secect or catch fish on certain species and size. In trial additional of rectangular window that placement on the surface of the bag (cod end) which in than covered by cover net, which serves to selecting the catch by size. The method that used in this research is descriptive method is a case study with experimental repetition as much as 8 times. Data collection method using primary data and secondary data. The method of data analysis used in this research is the selectivity statistical analysis refers to the analysis model of Sparre and Venema. The result of this research found that the most widely cought fish in the cod end and the cover in class 8-9 cm are 61 fishes. Exponensiality test obtained exponensial equation y = 0,0799e0,1676x R² = 0,8575. Withe the value of L 50% and SF is equal to 11,32 cm dan 1,11 cm. The rate of fish break-out is 42,6% or < 50%. In the research, the value of L50 by 11,32 cm which means Payang modification can pass and hold Daun bambu fish (Chorinemus sp.) in length 11,32 cm, whereas the mature gonads of Daun bambu fish (Chorinemus sp.) in size about 10 cm. It can be concluded that Payang modification is selective.
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI HARGA IKAN LAYANG (Decapterus russelli) DI PELABUHAN PERIKANAN NUSANTARA (PPN) BRONDONG LAMONGAN JAWA TIMUR Pasaribu, Eva Mart; Sardiyatmo, -; Hapsari, Trisnani Dwi
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 3, No 2: April 2014
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (523.574 KB)

Abstract

Harga merupakan salah satu penentu keberhasilan karena harga menentukan seberapa besar keuntungan yang akan diperoleh dari penjualan produknya baik berupa barang maupun jasa. Tujuan penelitian yaitu menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi harga ikan Layang (Decapterus russelli) dan menganalisis variabel-variabel yang paling berpengaruh terhadap harga ikan Layang (Decapterus russelli) di Pelabuhan Perikanan Nusantara Brondong Kabupaten Lamongan. Waktu dan tempat dilaksanakannya penelitian November-Desember 2013. Metode yang digunakan adalah metode studi kasus dengan analisis deskriptif, dimana data yang mula-mula disusun, dijelaskan dan kemudian dianalisa. Metode pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Analisis data yang digunakan adalah regresi linier berganda dan korelasi linier berganda dengan menggunakan software SPSS 16. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini yaitu faktor-faktor yang berpengaruh terhadap pembentukan harga ikan layang adalah mutu/kualitas dan jumlah bakul sedangkan faktor-faktor yang tidak berpengaruh adalah jumlah produksi dan berat ikan layang. Variabel mutu dan  dan jumlah bakul adalah fakotr yang mempunyai hubungan yang kuat terhadap pembentukan harga ikan layang karena memiliki nilai koefisien korelasi (r) mendekati +1. Price is one determinant of success because the price determines how much profit to be derived from sales of its products in the form of goods or services . This research was held November to December 2013, with the purpose of research is to analyze the factors that affect the price of Indian scad fish (Decapterus russelli) in Brondong Fishing Port Lamongan and analyze the variables that most affect the price of Indian scad fish (Decapterus russelli) in Brondong Fishing Port Lamongan. The method used in this study was the case study method with a descriptive analysis, where the data are first arranged, described, and then analyzed . The sampling methode was purposive sampling. Data was analyzed by multiple linear regression and multiple linear correlation (used by software SPSS 16). Research results showed that the price factor forming Indian scad fishwere the quality and the number of fish trader, and than factors that did not make a price were the amount of production and weight of Indian scad fish. Quality and amount of production factors that have strong correlation of Indian scad fish because it has a correlation coefficient (r) close to +1.
ANALISIS BIOEKONOMI PERIKANAN UNTUK CUMI-CUMI (Loligo sp) YANG TERTANGKAP DENGAN CANTRANG DI TPI TANJUNGSARI KABUPATEN REMBANG Prakasa, Godi; Boesono, Herry; NND, Dian Ayunita
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 3, No 2: April 2014
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (647.261 KB)

Abstract

Cumi-cumi (Loligo sp) merupakan salah satu sumberdaya perikanan yang memiliki potensi untuk dimanfaatkan sebagai komoditas komersial. Tujuan dari penelitian untuk menganalisis aspek bioekonomi cumi-cumi di perairan Rembang menggunakan perhitungan bioekonomi model Gordon-Schaefer dan Copes, serta menganalisis tingkat pemanfaatan sumberdaya cumi-cumi di perairan Rembang. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah metode studi kasus dengan analisa deskriptif. Metode pengambilan sampel yang digunakan adalah metode multi stages sampling. Metode analisis data dengan melakukan perhitungan Catch per Unit Effort dari alat tangkap yang digunakan. Kemudian dihitung nilai MSY, MEY, OA, SO dan nilai tingkat pemanfaatan sumberdaya perikanan tangkap pada tiap tahunnya. Hasil analisis dari penelitian diperoleh nilai rata-rata Catch per Unit Effort (CPUE) pada tahun 2008-2012 di perairan Kabupaten Rembang adalah 4,57 kg/trip alat tangkap. Produksi optimal (Copt) pada MSY model Gordon-Schaefer sebesar 156.511 kg/tahun dengan effort optimum (Eopt) 15.915 trip/tahun. Keuntungan yang diperoleh sebesar Rp 1.956.977.994,-. Produksi optimal (Copt) pada MEY model Gordon-Schaefer sebesar 155.428 kg/tahun dan effort optimum (Eopt) sebesar 14.591 trip/tahun. Keuntungan yang diperoleh sebesar Rp 1.973.232.611,-. Produksi optimal (Copt) pada SO model Copes sebesar 155.428 kg/tahun dan effort optimum (Eopt) sebesar 14.591 trip/tahun. Keuntungan yang diperoleh sebesar Rp 1.973.232.611,-. Produksi optimal (Copt) pada OAE model Copes sebesar 47.758  kg/tahun dan effort optimum (Eopt) sebesar 29.182 trip/tahun. Pada kondisi ini nelayan tidak memperoleh keuntungan. Tingkat pemanfaatan sumberdaya cumi-cumi di perairan Rembang pada tahun 2008-2012 memiliki rata-rata nilai sebesar 63%. Squid (Loligo sp) is one kinds of fishery resources which has the potency to be used as a commercial commodity. The purposes of this research were to analyse bioeconomic aspects of squid in Rembang seawaters with the measured models of bioeconomy Gordon-Schaefer and Copes, to analyse equilibrium of squid resources utilization in Rembang seawaters. The method used in this research is the case study method with a descriptive analysis. The sampling method used in this research was multi stages sampling method. The method of data analysis in this research was measured the Catch per Unit Effort of fishing gear it used cantrang within the first 5 years (2008-2012). And also measure, equilibrium of MSY, MEY, OA , SO and the value of fisheries resource utilization rate every year. The results of the average value of Catch per Unit Effort (CPUE) from 2008-2012 at Rembang seawaters was 4.57 kg/unit effort. Optimum production (Copt) of MSY Gordon-Schaefer bioeconomic models was 156.511 kg/year with optimum effort (Eopt) 15.915 trips/year. The profits earned was Rp 1.956.977.994,-. The MEY of squid production was 155.428 kg / year and optimum effort (Eopt) was 14.591 trips/year. The profits earned was Rp 1.973.232.611,-. Optimum production (Copt) of SO Copes bioeconomic models was 155.428 kg/year with optimum effort (Eopt) 14.591 trips/year. The profits earned was Rp 1.973.232.611,-. While limitation for squid production in Open Access condition was 47.758 kg/year and the effort maximum 29.182 trips/year. In this condition do not benefit the fisherman. The average value of squid resources utilization at Rembang seawaters from 2008 until 2012 was of 63%.
ANALISIS HASIL TANGKAPAN UDANG TIGER (Penaeus semisulcatus) PADA ALAT TANGKAP PUKAT UDANG (Double Rig Shrimp Net) BERDASARKAN PERBEDAAN WAKTU DI PERAIRAN ARAFURA Prasetiyo, Agung; Boesono, Herry; Asriyanto, -
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 3, No 2: April 2014
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (550.408 KB)

Abstract

Udang merupakan komoditas unggulan hasil perikanan untuk ekspor di Indonesia. Di perairan Indonesia terdapat lebih dari 83 jenis udang Penaeid. Udang Tiger (Penaeus Semisulcatus) salah satu komoditi udang yang ada di perairan Arafura. Alat tangkap yang digunakan saat penelitian adalah alat tangkap pukat udang (double rig shrimp net), cara pengoperasian alat tangkap menggunakan dua jaring pada sisi kanan dan kiri kapal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil tangkapan udang Tiger (Penaeus Semisulcatus) pada siang dan malam hari, selain itu juga bertujuan untuk mengetahui komposisi hasil tangkapan udang pada alat tangkap pukat udang (double rig shrimp net). Metode yang digunakan dalam penelitian adalah deskriptif. Metode yang digunakan dalam pengumpulan data penelitian adalah metode survei lapangan dengan mengikuti langsung kegiatan operasi penangkapan alat tangkap pukat udang kapal KM. Kurnia no 5. Penelitian ini dilakukan mulai tanggal 29 Juni – 22 juli 2013 dengan jumlah 84 hauling. Hasil yang didapatkan yaitu udang Tiger (Penaeus semisulcatus) 84% (1911 kg), udang Ende (Metapenaeus sp.) 7% (156 kg), udang Banana (Penaeus merguensis) 3% (62 kg), udang Sakura (Metapenaeus ensis) 2% (52 kg), udang Yellow (Latisucatus sp.)2% (48 kg), dan udang Kiji (Metapenaeus ebaracensis) 2% (50 kg). Hasil udang Tiger (Penaeus Semisulcatus) pada siang hari sebanyak 960 kg sedangkan malam hari sebanyak 951 kg. Berdasarkan analisa Uji T-test dihasilkan bahwa perbedaan waktu siang dan malam hari tidak mempunyai perbedaan nyata dengan nilai signifikansi 0,913 (>α=0,05). Shrimp is an excellent commodity for export of fishery products in Indonesia. In the waters of Indonesia, there are more than 83 types of penaeid shrimp. Tiger shrimp (Penaeus Semisulcatus) one commodity shrimp in the waters of the Arafura. Fishing gear used when research is shrimp net fishing gear (double rig shrimp net), how the operation of fishing gear used two nets on the right side and left the ship. This study aimed to determine differences in the catch Tiger shrimp (Penaeus Semisulcatus) on the day and night, but it also aims to determine the composition of the catch of shrimp in shrimp net gear (double rig shrimp net). The method used in this research is descriptive. The method used in this research is a method of data collection by field survey operations immediately following the fishing of shrimp net vessels KM. Kurnia no 5. This study was conducted from June 29 - July 22, 2013, with the number 84 hauling. The results obtained are Tiger Shrimp 84% (1911 kg), Ende shrimp (Metapenaeus sp.) 7% (156 kg), Banana shrimp (Penaeus merguensis) 3% (62 kg), Sakura shrimp (Metapenaeus ensis) 2% (52 kg), Yellow shrimp (Latisucatus sp.) 2% (48 kg), and Kiji shrimp (Metapenaeus ebaracensis) 2% (50 kg). Results Tiger Shrimp (Penaeus Semisulcatus) during the day as much as 960 kg, while the evening as much as 951 kg. Based on the analysis of T-test Test result that the difference between day and night has no real difference with a significance value of 0.913 (> α = 0.05).
PERBEDAAN UKURAN MATA PANCING ALAT TANGKAPRAWAI TERHADAP HASIL TANGKAPAN YANG DI TANGKAP DI PERAIRAN SRAU KABUPATEN PACITAN Amirulloh, Reza Putra; Pramonowibowo, -; Bambang, Azis Nur
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 3, No 2: April 2014
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (304.995 KB)

Abstract

Mata pancing (hook) merupakan bagian yang paling penting dari suatu alat tangkap pancing. Pada penelitian ini digunakansatu unit rawai yang memiliki 120 buah mata pancing dengan tiga macam ukuran yaitu mata pancing nomor 7, 8 dan 9. Penelitian dilakukan dengan malakukan 10 kali setting yang dianggap sebagai ulagan dan dalam jangka waktu tujuh hari.Tujuan dilaksanakan penelitian ini adalah untuk mengetahui keefektifanmata pancing rawai nomer 7, 8, dan 9 terhadap hasil tangkapan, untuk mengetahui laju tangkap mata pancing (hook rate) tiap-tiap mata pancing, dan juga untuk mengetahui komposisi hasil tangkapan rawai dengan nomer pancing yang berbeda.Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode experimental fishing yaitu dengan melakukan kegiatan operasi penangkapan ikan langsung di lapangan.Dalam penelitian ini digunakan satu unit alat tangkap rawai dengan tiga mata pancing yang berbeda.Rawai dasar tersebut memiliki perbedaan pada konstruksi mata pancing.Hasil penelitian menunjukan bahwa perbedaan nomer mata pancing pada penelitian ini berpengaruh terhadap jumlah hasil tangkapan alat tangkap rawai dasar. Dilihat dari hasil tangkapan mata pancing nomer 7 sebanyak  20 ekor, mata pancing nomer 8 sebanyak 12 ekor, dan mata pancing nomer 9 sebanyak 10 ekor. Uji pembedaan menggunakan ANOVA menunjukkan bahwa, mata pancing nomer 7 lebih baik dari pada nomer 8 dan 9. Hook is the most important part of the fishing gear. In this study used a longline that has 120 hooks with three kinds of sizes hook numbers 7, 8, and 9. The study was conducted as many as 10 times setting that considered as replicates within seven days.The purpose of this study was conducted to assess the effectiveness of longline hook number 7, 8, and 9 on the catch, to assess the rate of fishing hook (hook rate) of each hook, and also to examine the composition of longline catches by different number of hooks.The research was conducted by using experimental fishing is conducting fishing operations in the field. This study used a unit of longline gear with three different hooks. The basic longline coined the difference in the construction of the hook.The results showed the difference of hook numbers in this study affect the number of catches bottom logline. It is seen from the hook catches as many as 20 tail number 7, number 8 hook as many as 12 tails, and hook as many as 10 tail number 9. ANOVA test showed the difference in hooks and number 7 is better than the number 8 and 9.
PENGARUH PERBEDAAN WARNA KRENDET DAN KEDALAMAN DAERAH PENANGKAPAN LOBSTER (Panulirus sp.) DI PANTAI WARU PERAIRAN WONOGIRI Andriyani, Sinta; Boesono, Herry; Fitri, Aristi Dian Purnama
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 3, No 2: April 2014
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (550.626 KB)

Abstract

Penelitian tentang teknologi penangkapan lobster dengan modifikasi warna krendet dan kedalaman daerah penangkapan diperlukan agar mendapatkan hasil tangkapan lebih banyak. Tujuannya untuk mengetahui pengaruh perbedaan warna krendet (merah dan transparan) dan kedalaman daerah penangkapan terhadap hasil tangkapan. Penelitian ini dilakukan pada bulan Desember 2013 di Pantai Waru, Paranggupito, Wonogiri menggunakan metode eksperimental fishing. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat pengaruh perbedaan warna krendet dan kedalaman daerah penangkapan, hal ini dilihat dari hasil tangkapan pada krendet merah di kedalaman 8-10 m sebesar 1930 gram dan kedalaman 3-5 m sebesar 4190 gram, krendet transparan kedalaman 8-10 m 1530 gram dan kedalaman 3-5 m sebesar 2350 gram. Hasil analisis dengan taraf uji 0,05 pada krendet transparan nilai sign = 0,087 menunjukan bahwa H0 diterima dan merah nilai sign = 0,002 H0 ditolak, dan sign kedalaman daerah penangkpan 8-10 m = 0,405 H0 diterima dan kedalaman daerah penangkpan 3-5 m = 0,007 sehingga H0 ditolak. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa krendet merah dengan kedalaman daerah penangkapan 3-5 m lebih banyak mendapatkan hasil tangkapan. Tidak ada interaksi dari kedua perlakuaan tersebut. The Research on the technology fishing lobster with modify the krendet’s colour and the fishing ground depth in order to get more catching result. The aims to determine the influence of difference the krendet’s colour (red and transparent) and the fishing ground depth to catch lobster. The research was done in December 2013 at Waru beach, Wonogiri using experimental fishing method. The result showed that there was influence in the difference of the krendet’s colour and the fishing ground depth, it was proved by the catching result of the red krendet at a depth of 8-10m  was 1930 grams and at a depth of 3-5m  was 4190 grams, where as the transparent krendet­­ at a depth of 8-10m was 1530 grams and at a depth of 3-5m  was 2350 grams. The analysis  result with adequate test 0,05 on the transparent with sign = 0,087 showed that H­0­ was accepted whether the H0 of the red one with sign = 0,002 was declined, and the sign in the fishing ground depth of 8-10 m was 0,405 so the H0 was accepted where as the sign in the fishing ground depth  of 3-5 m was 0,007 so the H0 was declined. Based on the result, it can be concluded that the red krendet on the fishing ground depth in 3-5 m had more catching result. There was no interaction on the mentioned treatments.
PERBANDINGAN HASIL TANGKAPAN BUBU LIPAT DENGAN BUBU LIPAT MODIFIKASI TERHADAP HASIL TANGKAPAN KEPITING BAKAU (Scylla serrata) DI EKOSISTEM MANGROVE SAYUNG, DEMAK Pradenta, Gilang Bayu; Pramonowibowo, -; Asriyanto, -
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 3, No 2: April 2014
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (378.444 KB)

Abstract

Kepiting bakau merupakan salah satu komoditas perikanan ekonomis penting. Bubu lipat merupakan alat tangkap untuk menangkap ikan demersal diantaranya kepiting bakau.Penelitian ini sangat penting dengan tujuan melestarikan populasi kepiting bakau di alam.Tujuan dari penelitian adalah mengetahui perbedaan konstruksi bubu lipat dengan bubu lipat modifikasi yang digunakan dan menganalisis perbedaan hasil tangkapan kepiting bakau berdasarkan jumlah, berat dan tinggi karapas menggunakan bubu lipat dan bubu lipat modifikasi. Metode penelitian adalah metode eksperimental dengan uji normalitas, uji homogenitas dan uji T dengan membandingkan jumlah, berat serta tinggi karapas pada kedua bubu. Umpan yang digunakan adalah ikan runcah segar.Hasil penelitian didapatkan jumlah alat tangkap yang terdapat di Kecamatan Sayung berjumlah 687 unit diantaranya gill net, trammel net, cotok, pancing, bagan, arad dan bubu. Perbedaan konstruksi bubu lipat dengan bubu lipat modifikasi terdapat pada celah pelolosan berbentuk persegi panjang dengan tinggi 3 cm sesuai dengan tinggi karapas kepiting bakau untuk ukuran konsumsi serta ukuran matang gonad. Uji T terhadap berat, jumlah serta tinggi hasil tangkapan sebesar 0,017; 0,049 dan 0,020, sehingga hasil penelitian perbedaan konstruksi berpengaruh terhadap hasil tangkapan. Mangrove crab is one of thefishery economically important commodity. Traps is a fishing gear to catch demersal fish including mangrove crabs. This research is really important to purpose preserve the mangrove crab populations in the nature. The purpose of thisresearch was to knowing the differences in construction of traps with modifications traps used and analyzing differences mangrove crab catches by quantity, weight and height of the carapace using traps and modified traps.This research usedexperimental method with normality test, homogenity testand T test with comparing weight, quantity and height of carapace in the bothtraps.Used bait is fresh trash fish. The result of this research gotthe amount of fishing gear in the District Sayung totaled 687 units such as gill net, trammel net, pecker, rod, lift net, trawl and traps. Construction’s differences between traps and modified traps contained in escape gap shaped have the from rectanglewith high 3 cm according to high mangrove crab carapace  for consumption size and size of mature gonads. T test for weight, quantity and height of haul is 0,017; 0,049 dan 0,020. So this research results in construction’s differences an effect of the catch.
ANALISA SEBARAN BAGAN TANCAP DAN HASIL TANGKAPAN DI PERAIRAN BANDENGAN, JEPARA, JAWA TENGAH Silitonga, Monica Febrina; Pramonowibowo, -; Hartoko, Agus
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 3, No 2: April 2014
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (489.262 KB)

Abstract

Hasil tangkapan perlu diketahui dalam upaya untuk menentukan jenis ikan yang dominan dari hasil tangkapan bagan tancap, serta hubungannya dengan kondisi oseanografi dalam rangka untuk mengoptimalkan hasil tangkapan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jumlah jenis hasil tangkapan bagan tancap, melihat pengaruh faktor oseanografi yang terdiri dari kecepatan arus, kedalaman perairan, dan jenis substrat dasar perairan terhadap jenis hasil tangkapan, serta mengkaji sebaran bagan tancap di Perairan Bandengan Jepara. Pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling dan diperoleh 17 titik sampling. Analis data diproses dengan menggunakan metode deskriptif, metode regresi berganda dengan SPSS, dan pemetaan sebaran dengan satelit citra IKONOS. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa jenis hasil tangkapan yang dominan adalah ikan Teri (Stolephorus sp), ikan Petek (Leiognathus sp), dan Cumi-cumi (Loligo sp). Hasil uji SPSS menunjukkan adanya pengaruh antara kedalaman, substrat liat, dan substrat lempung dengan jenis hasil tangkapan sedangkan kecepatan arus tidak berpengaruh terhadap jenis hasil tangkapan. Hasil pemetaan sebaran citra IKONOS menunjukan daerah sekitar perairan Pulau Panjang dan Teluk Sikumbu merupakan daerah potensial penangkapan ikan dengan alat tangkap bagan tancap. It is important to study the catch in order to determine the dominant species from bamboo platform lift nets catch and to study its relationship with the oceanographic condition in order to optimize the catch. The purpose of this research are to identify the number of species caught by bamboo platform lift nets, to know the influence of oceanographic factors consisting of the current speed, the water depth, and the kinds of water basic substrate over the kinds of the catch, and to study the scatter of bamboo platform lift nets. This research uses purposive sampling. The data are analysis by using descriptive method, multiple regression with SPSS program while the mapping of the scatter is conducted by IKONOS image satellite. The result of this research shows dominant species caught by bamboo platform lift nets are Anchovies (Stolephorus sp), Leiognathus sp, and Squids (Loligo sp). The result of SPSS shows that the depth, the clay substrates, and the loam substrates have influence over the kinds of the catch while the current speed does not have an effect over the kinds of the catch. The result of IKONOS image scatter shows that the surrounding areas of Panjang Island and Sikumbu Bay waters are potential area the catch using bamboo platform lift nets.

Page 1 of 2 | Total Record : 12